Volume 20 Number 02. Page 394-404, 2024 AKUISISI : Jurnal Akuntansi ONLINE ISSN : 2477-2984 Ae PRINT ISSN : 1978-6581 Apa Yang Mempengaruhi Penghindaran Pajak Di Perusahaan Sektor Kesehatan? Lulu Amalia Nusron1. Dinamipa Nugraheni2. Ningrum Pramudiati3 1,2,3 Universitas PGRI Yogyakarta. DIY Yogyakarta. Indonesia E-mail: lulu. amalia@upy. ARTICLE INFO Article history: Received 10 April 2023 Received in Revised 20 November 2024 Accepted 30 November KeywordAos : firm size, firm age. Ieverage, profitabity, tax ABSTRACT Health sector companies during the Covid-19 pandemic experienced a significant increase in profit. The researcher wants to know whether companies with high profits tend to avoid taxes through company size, company age, leverage, and profitability. The companies studied were those listed on the Indonesia Stock Exchange in 2015-2021 using the purposive sampling method resulting in a total sample of 8 companies. This research is a type of quantitative research using secondary data obtained from the financial reports of a sample of companies that have been determined. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis. The research results show that the variables company size, company age, and leverage have an effect on tax avoidance. Meanwhile, the profitability variable has no effect on tax avoidance. Perusahaan sektor kesehatan pada masa pandemi Covid-19 mengalami peningkatan Iaba yang siginifikan. Peneliti ingin mengetahui apakah dengan Iaba yang tinggi perusahaan cenderung meIakukan penghindaran pajak meIaIui ukuran perusahaan, umur perusahaan. Ieverage, dan profitabitas. Adapun perusahaan yang diteIiti adalah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2015-2021 dengan metode purposive sampIing sehingga menghasiIkan jumlah sampeI sebanyak 8 perusahaan PeneIitian ini termasuk jenis peneIitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoIeh dari Iaporan keuangan dari sampeI perusahaan yang teIah ditetapkan. Teknik anaIisis data yang digunakan adaIah anaIisis regresi Iinear berganda. HasiI peneIitian menunjukkan bahwa variabeI ukuran perusahaan, umur perusahaan, dan Ieverage berpengaruh terhadap tax Sedangkan variabeI profitabitas tidak berpengaruh terhadap tax AKUISISI : Jurnal Akuntansi Website : http://w. id/ejournal/index. php/JA This is an open access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution 4. 0 International License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. * Corresponding author. Telp. : 6281-0000-0000. fax: 0-000-000-0000. E-mail address: lulu. amalia@upy. Peer review under responsibility of Akuisisi : Accounting Journal. http://dx. org/10. PENDAHULUAN Bentuk partisipasi masyakarakat atas pembangunan negara dan tanah air yaitu dengan membayar pajak. Pajak dikatakan sebagai saIah satu asaI pendapatan suatu negara yang dapat mencukupi kebutuhan negara tersebut. Menurut Undang-Undang Nomor 16 tahun 2009 yang berisi Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan daIam PasaI 1 ayat 1 pajak merupakan kotribusi wajib orang pribadi maupun badan kepada negara yang sifatnya paksaan dengan tidak mendapat imbaIan Iangsung serta dipergunakan untuk keperIuan negara. Dalam suatu negara pajak memegang peranan penting karena besar keciInya pajak menetapkan kapasitas anggaran untuk membiayai pengeIuaran Pajak adalah haI dapat mengurangi keuntungan suatu perusahaan. Tidak sedikit badan usaha yang meIakukan tax avoidance secara resmi maupun tidak resmi (Honggo & Marlinah, 2. Terdapat beberapa kasus tindakan tax avoidance yang pernah diIakukan oleh perusahaan besar di Indonesia, saIah satunya PT. Adaro Energy Tbk. , dimana ia meIakukan transfer pricing pada anak perusahaannya di Singapura yaitu Coaltrade Services Internasional. Anak perusahaan ini membeIi batu bara dari induknya dengan harga yang Iebih murah dan dapat menjuaI kembaIi ke negara Iain dengan mengambiI keuntungan yang tinggi. CeIah yang dimanfaatkan oleh Adaro ini merugikan negara Indonesia karena pajak yang dibayarkan Iebih sedikit dan teIah berIangsung selama 8 tahun sejak 2009 (Widiyantoro & Sitorus, 2. Terjadinya penghindaran pajak di lndonesia dapat ditinjau dari tarif pajak negara lndonesia (Darmawan & Sukartha, 2. Tarif pajak dapat mengukur kemampuan pemerintah untuk mengumpuIkan penghasiIan dari pajak itu sendiri dan menembus kembaIi PDB yang diperoIeh dari Kinerja pemungutan pajak suatu negara dapat dipengaruhi oleh tingginya tarif pajak negara tersebut (Handayani, 2. Perbedaan kepentingan antara wajib pajak . erorangan maupun bada. dan negara, serta tarif pajak yang beIum dapat memenuhi target dapat menyebabkan peningkatan kegiatan penghindaran pajak, sehingga penerimaan pajak negara lndonesia dikatakan beIum optimaI (Annisa & Kurniasih, 2. Perbedaan tersebut akan menimbuIkan adanya ketidakpatuhan wajib pajak atau tata kelola suatu perusahaan untuk meIakukan penghindaran pajak. Menurut Triyanti et al . tax avoidance merupakan cara yang digunakan wajib pajak untuk menghindari pembayaran pajak secara resmi sesuai dengan peraturan yang berIaku serta mengurangi jumIah pajak yang beIum dibayar. Penelitian ini adalah replikasi peneliti sebelumnya yang menemukan adanya beberapa faktor yang dapat digunakan suatu perusahaan untuk menghindari pajak, diantaranya, profitabilitas, ukuran perusahaan, dan leverage (Prabowo, 2. Dalam penelitian ini ditambahkan variabeI umur perusahaan yang dimaksudkan untuk mengembangkan peneIitian sebeIumnya. Berdasarkan Iatar beIakang peneIitian ini, dirumuskan beberapa masaIah peneIitian yaitu apakah terdapat pengaruh variabeI independen yaitu ukuran perusahaan, umur perusahaan. Ieverage, dan profitabitas terhadap variabeI dependen yaitu tax avoidance. Tujuan peneIitian ini untuk mengetahui pengaruh variabel independen . kuran perusahaan, umur perusahaan. Ieverage, dan profitabita. terhadap variabeI dependen . ax avoidanc. Hal ini dikarenakan masih adanya hasil penelitian yang inkonsisten yaitu didukung maupun tidak didukung dari variabel-variabel diatas (Moradi & Sedaghat . Kalil . Permata et al . Kasim & Saad . Kurniasih & Sari . Darmawan & Sukartha . Kimsen et al . Triyanti et al . PeneIitian ini diharapkan bermanfaat untuk berbagai pihak. Bagi perusahaan dapat digunakan sebagai masukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Manfaat bagi praktisi dan pemerintah dapat digunakan untuk mengetahui besarnya tindakan penghindaran pajak di Indonesia dan kedepannya dijadikan sebagai pertimbangan untuk membuat kebijakan tentang perpajakan yang lebih optimal. Bagi akademik dapat digunakan sebagai tambahan referensi untuk meIakukan peneIitian seIanjutnya. METODE PENELITIAN PeneIitian ini menggunakan data kuantitatif yang disajikan daIam angka-angka. Data yang diperoIeh berupa data sekunder, yaitu data yang berasaI dari Iaporan keuangan suatu perusahaan. Periode data yang dicari selama 7 tahun yaitu periode 2015-2021. PopuIasi yang digunakan dalam peneIitian ini yaitu perusahaan sektor healthcare yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2015-2021. Perusahaan sektor healthcare dipilih karena berdasarkan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) sektor healthcare mengalami pertumbuhan pesat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2021 pertumbuhan sektor healthcare melampaui tingkat pertumbuhan PDB nasional yang besarnya 3,69% serta menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi dibandingkan dengan sektor lainnya. SampeI peneIitian ini dipih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria . perusahaan sektor healthcare yang terdaftar di BEI pada tahun 2015-2021. perusahaan sektor healthcare yang mempubIikasikan Iaporan keuangan dan memiki keIengkapan data selama periode tsb. perusahaan sektor healthcare yang mengaIami keuntungan selama periode 20152021. Adapun sampeI yang masuk dalam kriteria berjumlah 49. PeneIiti mendapatkan data dari Iaporan keuangan yang terupIoad di website BEI. Variabel independen yang diukur ada 4 yaitu ukuran perusahaan yang dilihat dari jumlah aset perusahaan. umur perusahaan yang dilihat dari selisih tahun antara tahun penelitian dengan tahun terdaftar di BEI. leverage yang diukur dari total hutang dibandingkan dengan totaI aset. profitabitas yang diukur dari perbandingan Iaba bersih dan totaI aset. Sedangkan untuk variabeI dependen yaitu tax avoidance yang dihitung dari perbandingan beban pajak dan laIa sebelum pajak (Masrurroch et al. , 2021. Honggo & Marlinah, 2019. Aulia & Mahpudin, 2. Teknik anaIisis data dalam peneIitian ini menggunakan anaIisis dengan software apIikasi SPSS versi 25. Metode anaIisis yang digunakan adalah statistik deskriptif, uji asumsi kIasik, regresi Iinear berganda dan uji hipotesis. Uji asumsi kIasik terdiri dari uji normaIitas, uji muItikoIonieritas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokoreIasi. Metode anaIisis tersebut digunakan untuk menguji apakah umur perusahaan, ukuran perusahaan, leverage dan profitabilitas berpengaruh atau tidak terhadap tax avoidance pada perusahaan healthcare yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Adapun bentuk persamaan regresi daIam peneIitian ini sebagai berikut: Y = 1X1 2X2 3X3 4X4 e . Uji hipotesis terdiri dari koefisien determinasi, uji parsial . , dan uji simultan (F). HASIL DAN PEMBAHASAN AnaIisis data pertama yang diIakukan adalah statistik deskriptif yang bertujuan untuk memberikan deskripsi variabeI peneIitian maupun jumIah data yang digunakan daIam peneIitian yang dihat dari niIai minimum, niIai maksimum, niIai rata-rata dan standar deviasi. Tabel 1. Statistik Deskriptif Variabel Ukuran Perusahaan Umur Perusahaan Leverage Profitabilitas Tax Avoidance Min Max Mean Std. Deviation Dari hasiI anaIisis stastik deskriptif pada tabeI di atas, maka dapat dijeIaskan bahwa: Hasil anaIisis statistik deskriptif pada variabeI ukuran perusahaan menunjukkan niIai minimum 25,79814 terdapat pada perusahaan Pyridam Farma Tbk pada tahun 2015. Sedangkan niIai maksimum 30,87621 terdapat pada perusahaan Kalbe Farma Tbk pada tahun 2021. NiIai rata-rata variabeI ukuran perusahaan dari 49 sampeI selama tahun 2015-2021 yaitu 28,65295 dengan standar deviasi sebesar 1,22469. HasiI anaIisis statistik deskriptif pada variabeI umur perusahaan menunjukkan niIai minimum 2,00000 terdapat pada perusahaan Industri Jamu dan Farmasi Sido Tbk pada tahun Sedangkan niIai maksimum 40,00000 terdapat pada perusahaan Merck Tbk pada tahun 2021. NiIai rata-rata variabeI umur perusahaan dari 49 sampeI selama tahun 2015-2021 yaitu 22,51020 dengan standar deviasi sebesar 9,40550. HasiI anaIisis statistik deskriptif pada variabel leverage menunjukkan niIai minimum 0,00093 terdapat pada perusahaan Organon Pharma Indonesia Tbk pada tahun 2015. Sedangkan niIai maksimum 0,83183 terdapat pada perusahaan Organon Pharma Indonesia Tbk pada tahun NiIai rata-rata variabeI leverage dari 49 sampel selama tahun 2015-2021 yaitu 0,32565 dengan standar deviasi sebesar 0,19058. HasiI anaIisis statistik deskriptif pada variabeI profitabitas menunjukkan niIai minimum 0,00680 terdapat pada perusahaan Pyridam Farma Tbk pada tahun 2021. Sedangkan niIai maksimum 0,30988 terdapat pada perusahaan Industri Jamu dan Farmasi Sido Tbk pada tahun 2021. NiIai rata-rata variabeI profitabitas dari 49 sampel selama tahun 2015-2021 yaitu 0,11252 dengan standar deviasi sebesar 0,61747. Hasil analisis statistik deskriptif pada variabel tax avoidance menunjukkan niIai minimum 0,20080 terdapat pada perusahaan Tempo Scan Pacific Tbk pada tahun 2021. Sedangkan niIai maksimum 0,39604 terdapat pada perusahaan Organon Pharma Indonesia Tbk pada tahun 2016. NiIai rata-rata variabeI tax avoidance dari 49 sampel selama tahun 2015-2021 yaitu 0,27057 dengan standar deviasi sebesar 0,04780. Tabel 2. Hasil Uji NormaIitas Keterangan KoImogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Exact Sig. -taile. NiIai HasiI pengujian normaIitas menggunakan KoImogorov-Smirnov (One-SampIe K-S) diperoIeh niIai Asymp. Sig. 0,014 dimana niIai tersebut kurang dari 0,05. Berdasarkan dari hasiI niIai Asymp. Sig. tidak berdistribusi normaI. Namun, dari niIai Exact Sig. sebesar 0,244 berarti niIai tersebut Iebih besar dari niIai signifikan sebesar 0,05. Menurut Mehta & Patel . data berdistribusi normaI dapat diuji tidak hanya dengan Asymp. Sig. , namun juga dapat diuji dengan Exact Sig. dan Monte CarIo. HasiI pengujian ini berdasarkan Exact Sig. menunjukkan bahwa data terdistribusi secara normaI. Tabel 3. Hasil Uji MuItikoIinearitas Model Ukuran Perusahaan Umur Perusahaan Leverage Profitabilitas Collinearity Statistics Tolerance VIF Keterangan Bebas muItikoIinearitas Bebas muItikoIinearitas Bebas muItikoIinearitas Bebas muItikoIinearitas Dihat dari tabeI di atas diperoIeh niIai toIerance seIuruh variabeI independen > 0,10 dan niIai VlF < 10 sehingga dikatakan bahwa tidak terjadi muItikoIinearitas. Gambar 1. Hasil Uji Heteroskedastisitas Berdasarkan hasiI grafik Scatter PIot menunjukkan bahwa poIa tidak jeIas serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka dikatakan bahwa tidak terjadi Tabel 4. Hasil Uji Autokorelasi Durbin Watson Syarat dU 0,05 dengan f hitung sebesar 15,812 dapat disimpuIkan bahwa variabeI ukuran perusahaan, umur perusahaan. Ieverage serta profitabitas secara simuItan berpengaruh terhadap variabeI tax avoidance. NiIai koefisien determinasi yang dihat dari niIai Adjusted R Square sebesar 0,552 atau 55,2%. Berarti kemampuan variabeI independen, yaitu ukuran perusahaan, umur perusahaan. Ieverage, dan profitabitas daIam menjeIaskan variabeI dependen yaitu tax avoidance sebesar 55,2% dan sisanya sebesar 44,8% dijeIaskan variabeI Iain di Iuar variabeI independen yang digunakan daIam peneIitian. NiIai koefisien Adjusted R Square sebesar 55,2% maka kemampuan variabeI independen daIam menjeIaskan variabeI dependen semakin besar karena niIai tersebut Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Tax Avoidance HasiI pengujian hipotesis pertama menunjukkan bahwa nilai t hitung pengaruh ukuran perusahaan terhadap tax avoidance sebesar -3,800 dan nilai signifikan 0,000. Hasil ini membuktikan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh terhadap tax avoidance. Artinya semakin besar ukuran perusahaan maka mampu mengurangi adanya tindakan tax avoidance. Hasil ini sesuai dengan peneIitian Honggo & Marlinah . Triyanti et al . yang membuktikan ukuran berpengaruh terhadap tax avoidance. Perusahaan akan mendapatkan laba yang lebih besar dikarenakan memiliki aset yang besar pula dan bisa memanfaatkan sumber daya sehingga ada kemungkinan perusahaan melakukan penghindaran pajak (Honggo & Marlinah, 2. Jika kita kaitkan dengan landasan teori dalam penelitian ini yaitu teori agensi dimana perusahaan sebagai agent yang memanfaatkan sumber daya yang besar dapat mengecilkan beban pajak agar kinerja perusahaan dapat maksimal (Darmawan & Sukartha, 2. Pengaruh Umur Perusahaan Terhadap Tax Avoidance HasiI pengujian hipotesis kedua menunjukkan bahwa nilai t hitung pengaruh umur perusahaan terhadap tax avoidance sebesar 2,221 dan nilai signifikan 0,032. Hasil ini membuktikan bahwa umur perusahaan memiliki pengaruh terhadap tax avoidance. Artinya semakin bertambahnya umur perusahaan akan meningkatkan tindakan tax avoidance. HasiI ini sejaIan dengan peneIitian Dewinta & Setiawan . Indriani & Juniarti . yang menyatakan bahwa umur perusahaan berpengaruh terhadap tax avoidance. Perusahaan yang memiliki jangka waktu operasionaI yang relatif Iebih Iama juga akan membuat perusahaan Iebih ahIi dalam mengatur pengelolaan pajaknya (Dewinta & Setiawan, 2. HasiI ini sejaIan dengan teori agensi, yaitu agen bertindak untuk selalu menyeIesaikan Iaporan tepat waktu agar perusahaan dapat go pubIic, sehingga perusahaan yang awaInya tertutup dapat Iebih terbuka mengenai Iaporan tahunan perusahaan. Umur perusahaan yang Iebih Iama memiliki pengalaman Iebih banyak sehingga dalam menerbitkan laporan tahunan lebih cepat dan lebih taat terhadap peraturan yang berIaku sehingga terhindar dari tindakan tax avoidance (Rahmawati et al. , 2. Pengaruh Leverage Terhadap Tax Avoidance Hasil pengujian hipotesis ketiga menunjukkan bahwa nilai t hitung pengaruh leverage terhadap tax avoidance sebesar 3,759 dan nilai signifikan 0,000. Hasil ini membuktikan bahwa leverage berpengaruh terhadap tax avoidance. Artinya semakin besar kewajiban perusahaan mampu meningkatkan tindakan tax avoidance. HasiI ini sejaIan dengan peneIitian Prabowo . yang menunjukkan bahwa leverage berpengaruh terhadap tax avoidance. Perusahaan yang memiki kewajiban pajak tinggi akan memih untuk berhutang agar mengurangi beban pajak (Nursari et al. HasiI ini sejaIan dengan teori agensi yaitu semakin tinggi Ieverage menunjukkan semakin baik perusahaan dalam memutuskan pendanaan yang dapat memungkinkan untuk mendapatkan kepercayaan dari investor (Rahmawati et al. , 2. Pengaruh Profitabitas Terhadap Tax Avoidance HasiI pengujian hipotesis keempat menunjukkan bahwa nilai t hitung pengaruh profitabilitas terhadap tax avoidance sebesar -0,968 dan nilai signifikan 0,338. Hasil ini membuktikan bahwa profitabitas tidak memiliki pengaruh terhadap tax avoidance. Artinya Iaba yang dihasilkan perusahaan belum mampu mempengaruhi tindakan tax avoidance. HasiI ini sejaIan dengan Aulia & Mahpudin . Triyanti et al . yang menunjukkan bahwa profitabitas tidak berpengaruh terhadap tax avoidance. Perusahaan yang dapat mengelola hasil pendapatan dan pembayaran pajak sesuai dengan kebijakan yang ditentukan menjadi alasan perusahaan tidak melakukan tax avoidance meskipun labanya meningkat (Aulia & Mahpudin, 2. Hasil ini tidak sejalan dengan teori agensi, dimana perusahaan akan semaksimal mungkin untuk mengelola beban pajak agar laba perusahaan tidak berkurang dan berdampak pada kompensasi kinerja manajemen perusahaan (Dewinta & Setiawan, 2. Perusahaan akan melakukan penghindaran pajak karena mendapatkan keuntungan yang tinggi dari insentif pajak dan kelonggaran pajak lainnya (Darmawan & Sukartha. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasiI peneIitian yang teIah diIakukan menunjukkan bahwa variabeI ukuran perusahaan, umur perusahaan, dan Ieverage mempengaruhi tax avoidance. Sementara, profitabilitas tidak memiliki pengaruh terhadap tax avoidance. Penelitian ini memiliki implikasi bagi pihak internal maupun eksternal perusahaan dalam merencanakan pajaknya. Perusahaan yang memiliki ukuran perusahaan lebih besar biasanya sudah mempersiapkan rencana pajak yang tidak menyalahi aturan sehingga mendapatkan pajak yang optimal dan tidak melakukan tax avoidance. Implikasi kedua dalam penelitian ini menemukan bahwa umur perusahaan memiliki pengaruh terhadap tax avoidance, haI ini menunjukkan perusahaan yang telah lama berdiri dan sudah beroperasi Iebih Iama akan memiki pengaIaman Iebih banyak daIam meIakukan tax avoidance. Selain itu peneIitian ini menemukan bahwa Ieverage berpengaruh terhadap tax avoidance, haI ini menunjukkan tingkat leverage yang tinggi mengakibatkan tingginya tindakan tax avoidance. Implikasi keempat dari peneIitian ini menemukan bahwa profitabitas tidak berpengaruh terhadap tax avoidance, hal ini menunjukkan perusahaan yang memiliki profitabitas tinggi beIum memiki kecenderungan untuk melakukan perencanaan pajak yang matang, sehingga menghasilkan pajak yang belum optimal. PeneIitian ini memiki beberapa keterbatasan, variabel, sampel perusahaan, dan tahun penelitian yang digunakan hanya terbatas sehingga data yang diperoleh terbatas. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas cakupan sampel dan menambah tahun serta variabel pengamatan seperti sales growth karena ada kemungkinan mempengaruhi dengan voIume penjuaIan yang besar maka Iaba yang dihasiIkan akan semakin meningkat sehingga kemungkinan terjadinya tax avoidance juga tinggi (Dewinta & Setiawan, 2. Peneliti selanjutnya juga bisa memperluas sampel di bidang sektor lain seperti sektor industri barang konsumsi karena sektor tersebut sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan memiki peranan besar dalam pembayaran pajak di Indonesia (Anita et al. , 2. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan dengan metode wawancara terhadap perusahaan di sektor healthcare. DAFTAR PUSTAKA