PREVALENCE OF PULPITIS PATIENTS BASED ON GENDER IN DECEMBER 2023 Ae FEBRUARY 2024 AT UPTD PUSKESMAS KEDIRI I Chandra Iswari Dewi, 2Ni Kadek Gita Sukma Yanti Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Mahasaraswati Denpasar . gungchandra1227@unmas. ABSTRACT Background: Teeth are one of the important components of the stomatognathic system in humans. Teeth have a role in the process of chewing, speaking, and aesthetics. One disease that commonly occurs in teeth is cavities or caries. Pulpitis is a condition of the pulp that is inflamed because it is infected by an irritant. Pulpitis that is not treated and continues will be able to cause the pulp to necrosis, therefore it is very important to maintain the vitality of the pulp so that the teeth can still function. In the Dental Polyclinic section at UPTD Puskesmas Kediri I, pulpitis ranked third in the most dental cases in the period December 2023 to February 2024. Objective: To determine the prevalence of pulpitis based on gender in the dental clinic at UPTD Puskesmas Kediri I in December 2023 to February 2024. Methods: This study used an observational research design with descriptive research in the form of epidemiological case reports for 3 months from December 2023 to February 2024. This research was conducted in March 2024. The data obtained are presented in the form of a relative frequency distribution table. Results: The prevalence of dental pulpitis between men and women found that pulpitis was more common in women. In December 2023, 48 women or 69. 6% experienced pulpitis, then in January 2024 there were 47 women or 71. 2% who experienced pulpitis, and in February 2024 there were 40 female patients or 66. 7% who experienced pulpitis. Conclusion: The prevalence of pulpitis patients from December 2023 to February 2024 at the Dental Clinic at the Kediri I Health Center was most prevalent in women compared to men. Keywords: Dental health, pulpitis, public health center, prevalence PREVALENSI PASIEN PULPITIS BERDASARKAN JENIS KELAMIN PADA PERIODE DESEMBER 2023 Ae FEBRUARI 2024 DI UPTD PUSKESMAS KEDIRI Chandra Iswari Dewi, 2Ni Kadek Gita Sukma Yanti Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Mahasaraswati Denpasar gitasukmayanti22@gmail. gungchandra1227@unmas. ABSTRAK Latar Belakang: Gigi merupakan salah satu komponen penting dalam sistem stomatognatik pada manusia. Gigi memiliki peranan dalam proses pengunyahan, berbicara, maupun estetika. Salah satu penyakit yang umumnya sering terjadi pada gigi adalah gigi berlubang atau karies. Pulpitis merupakan kondisi pulpa yang mengalami peradangan karena terinfeksi oleh iritan. Pulpitis yang tidak dirawat dan terus berlanjut akan dapat menyebabkan pulpa menjadi nekrosis, oleh karena itu sangat penting untuk mempertahankan vitalitas pulpa agar gigi tetap dapat berfungsi. Di bagian Poliklinik Gigi di UPTD Puskesmas Kediri I, pulpitis menduduki urutan ketiga dalam kasus gigi terbanyak pada periode desember 2023 sampai dengan februari 2024. Tujuan: untuk mengetahui prevalensi pulpitis berdasarkan jenis kelamin di poli gigi pada UPTD Puskesmas Kediri I pada bulan Desember 2023 sampai Februari 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional dengan jenis penelitian deskriptif berupa laporan kasus epidemiologi selama 3 bulan dari bulan Desember 2023 sampai Februari 2024. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2024. Adapun data Ae data yang didapatkan dipaparkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi relatif. Hasil: Prevalensi jumlah pulpitis gigi antara laki Ae laki dan perempuan didapatkan bahwa pulpitis lebih banyak terjadi pada perempuan. Pada bulan Desember 2023 sebanyak 48 perempuan atau 69,6% mengalami pulpitis, kemudian pada Januari 2024 terdapat perempuan yang mengalami pulpitis sebanyak 47 orang atau 71,2%, dan pada Februari 2024 terdapat pasien perempuan yang mengalami pulpitis sebanyak 40 orang atau 66,7%. Simpulan: Prevalensi jumlah pasien pulpitis pada bulan Desember 2023 sampai Februari 2024 di Poli Gigi pada Puskesmas Kediri I adalah paling banyak terjadi pada perempuan dibandingkan laki Ae laki. Kata kunci : Kesehatan gigi, pulpitis, puskesmas, prevalensi. Pendahuluan Gigi merupakan salah satu komponen penting dalam sistem stomatognatik pada Kesehatan gigi dan mulut adalah kondisi saat dimana jaringan keras dan jaringan lunak dalam rongga mulut dalam keadaan sehat, bebas dari segala penyakit serta gangguan estetik. Gigi memiliki peranan dalam proses pengunyahan, berbicara, maupun Berbagai penyakit dapat terjadi pada gigi dimana hal ini dapat mempengaruhi berbagai hal tersebut. Penyakit gigi merupakan penyakit yang dapat menyerang segala kelompok usia baik pada anak Ae anak, dewasa sampai kelompok lansia. 2 Salah satu penyakit yang umumnya sering terjadi pada gigi adalah gigi berlubang atau karies. Karies gigi adalah suatu penyakit yang terjadi pada jaringan keras gigi yang disebabkan oleh sisa makanan yang menempel pada permukaan gigi atau plak yang dibiarkan sehingga mikroorganisme dalam rongga mulut mengubahnya menjadi asam dan zat asam inilah yang merapuhkan email gigi atau menyebabkan terjadinya demineralisasi pada gigi sehingga terjadinya karies gigi, yang ditandai oleh kerusakan jaringan keras gigi pada permukaan gigi yang meluas kebagian lebih dalam dari gigi tersebut. 3 Berdasarkan kedalamannya, karies dapat dibedakan menjadi tiga yaitu karies superficialis, karies media dan karies profunda. Karies superfisialis merupakan karies yang baru mengenai email saja, sedangkan dentin belum terkena. Karies media merupakan karies sudah mengenai dentin, tetapi belum melebihi setengah dentin. Karies profunda merupakan karies yang sudah mengenai lebih dari setengah dentin dan terkadang sudah mengenai lapisan pulpa. Pulpitis merupakan suatu respon inflamasi pada pulpa gigi terhadap suatu gangguan pada gigi, baik itu dalam bentuk karies, trauma, pemakaian yang berlebihan, penyakit periodontal, atau prosedur perawatan. 5 Pulpitis pada gigi akan menyebabkan rasa nyeri dari ringan hingga berat pada penderitanya. Klasifikasi pulpitis dapat dibagi menjadi dua yaitu pulpitis reversibel dan ireversibel yang diklasifikasi didasarkan dari kemampuan pulpa untuk dapat pulih kembali. 6 Pulpitis reversibel merupakan inflamasi pulpa yang ringan hingga sedang yang disebabkan oleh karena rangsang noksius, akan tetapi apabila penyebab radang dihilangkan maka pulpa akan kembali normal. Sedangkan Pulpitis irreversible merupakan inflamasi pada pulpa yang disebabkan oleh invasi bakteri yang sudah menyebar sehingga sistem pertahanan jaringan pulpa tidak dapat memperbaiki dan pulpa tidak dapat pulih kembali dimana pulpitis irreversible merupakan kelanjutan dari pulpitis reversibel yang tak kunjung dilakukan perawatan. Pulpitis yang tidak dirawat dan terus berlanjut akan dapat menyebabkan pulpa menjadi nekrosis. Gigi yang mengalami nekrosis pulpa akan menjadi lebih rapuh dan lebih mudah mengalami fraktur dikarenakan terjadi dehidrasi pada struktur gigi yang tersisa, oleh karena itu sangat penting untuk mempertahankan vitalitas pulpa agar gigi tetap dapat berfungsi. Di bagian Poliklinik Gigi di UPTD Puskesmas Kediri I, pulpitis menduduki urutan ketiga dalam kasus gigi terbanyak pada periode desember 2023 sampai dengan februari 2024, sehingga penulis terdorong untuk membuat laporan mengenai prevalensi pasien pulpitis berdasarkan jenis kelamin di UPTD Puskesmas Kediri I periode desember 2023 sampai dengan februari 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional dengan jenis penelitian deskriptif berupa laporan kasus epidemiologi selama 3 bulan dari bulan Desember 2023 sampai Februari 2024. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2024 yang dilaksanakan di UPTD Puskesmas Kediri I. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang memeriksakan gigi dan mulutnya di Poli Gigi di UPTD Puskesmas Kediri I pada bulan Desember 2023 sampai Februari 2024 yaitu berjumlah 956 orang. Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang menderitas pulpitis pada bulan Desember 2023 sampai Februari 2024 yaitu sebanyak 195 Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah registrasi kunjungan pasien pada poli gigi UPTD Puskesmas Kediri I pada Desember 2023 sampai Februari 2024. Adapun data Ae data yang didapatkan dipaparkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi relatif yang disertai dengan penjelasan, yang dirumuskan sebagai berikut : P = e ycu 100% ycA Keterangan : P = Prevalensi f = Jumlah kasus pulpitis N = Jumlah kunjungan pasien di Poli Gigi Hasil: Tabel 1. Data Kunjungan Pasien di Poli Gigi dan Pasien Pulpitis di Poli Gigi di UPTD Puskesmas Kediri I pada Desember 2023 sampai Februari 2024 Total Waktu Kunjungan Pulpitis Desember Januari Februari Pasien Persentase 21,8% 18,2 % 21,7% Tabel 1. diatas menunjukan jumlah kunjungan di poli gigi di UPTD Puskesmas Kediri I, dimana pada Desember 2023 terdapat 316 pasien di poli gigi dengan 69 pasien yang menderita pulpitis, dan pada Januari 2024 terdapat 363 pasien di poli gigi dengan 66 pasien yang menderita pulpitis, dan pada Februari 2024 terdapat 277 pasien di poli gigi dengan 60 pasien yang menderita pulpitis. Tabel 2. Distribusi Frekuensi Pulpitis Berdasarkan Jenis Kelamin di UPTD Puskesmas Kediri I pada Desember 2023 sampai Februari 2024 Waktu Jenis Jumlah Persentase Kelamin Desember Laki Ae laki 30,4% Perempuan 69,6% Total Januari Laki Ae laki 28,8% Perempuan 71,2% Laki Ae laki 33,3% Perempuan 66,7% Total Februari Total Tabel 2 diatas menunjukan jumlah pasien pulpitis berdasarkan jenis kelamin pada poli gigi pada UPTD Puskesmas I Kediri, dimana pada Desember 2023 terdapat pasien laki Ae laki dengan pulpitis sebanyak 21 orang . ,4%), dan pasien perempuan dengan pulpitis sebanyak 48 orang . ,6%). Pada Januari 2024 terdapat pasien laki Ae laki dengan pulpitis sebanyak 19 orang . ,8%), dan pasien perempuan dengan pulpitis sebanyak 47 orang . ,2%). Pada Februari 2024 terdapat pasien laki Ae laki dengan pulpitis sebanyak 20 orang . ,3%), dan perempuan dengan pulpitis sebanyak 40 orang . ,7%). Berdasarkan perhitungan prevalensi pulpitis paada Desember 2023 sampai Februari 2024 didapatkan hasil : 195 ycu 100 = 20,4% Pembahasan: Pada penelitian ini melibatkan seluruh pasien yang berkunjung ke Poli Gigi di UPTD Puskesmas Kediri I pada bulan Desember 2023 sampai Februari 2024. Dimana pulpitis menduduki urutan ketiga dalam kasus tertinggi yang terjadi di poli gigi UPTD Puskesmas Kediri I. Berdasarkan perbandingan prevalensi jumlah pulpitis gigi antara laki Ae laki dan perempuan didapatkan bahwa pulpitis lebih banyak terjadi pada perempuan. Pada bulan Desember 2023 terdapat sebanyak 48 perempuan atau 69,6% mengalami pulpitis sedangkan pada pasien laki Ae laki terdapat pasien pulpitis sebanyak 21 orang atau 30,4%. Kemudian pada Januari 2024 terdapat perempuan yang mengalami pulpitis sebanyak 47 orang atau71,2% sedangkan laki Ae laki yang mengalami pulpitis sebanyak 19 orang atau 28,8%. Lalu pada Februari 2024 terdapat pasien perempuan yang mengalami pulpitis sebanyak 40 orang atau 66,7% dan pasien laki Ae laki yang mengalami pulpitis sebanyak 20 orang atau 33,3%. Pulpitis dapat disebabkan oleh beberapa faktor baik faktor dalam maupun faktor luar. Faktor dalam adalah faktor yang disebabkan oleh gigi itu sendiri seperti fisik, mekanis dan kimiawi. Faktor luar adalah faktor yang disebabkan di luar dari gigi tersebut seperti ras, usia, jenis kelamin, sosial ekonomi, tingkat pendidikan, jarak ke pelayanan kesehatan, kebiasaan, perilaku maupun asupan nutrisi. 6 Kebiasaan berperan penting dalam penyebab pulpitis, seperti kebiasaan menggosok gigi dua kali sehari pagi dan malam hari sebelum tidur. Kebiasaan buruk biasanya sering terjadi pada anak laki-laki yang malas menyikat gigi pada malam hari, yang dimana sisa makanan yang tertinggal di sela Ae sela gigi menjadi tempat bagi kuman berkembang biak. Selain itu, perilaku pemeliharaan kesehatan mencakup mencegah atau melindungi diri dari penyakit dan masalah kesehatan lainnya, meningkatkan kesehatan dan mencari penyembuhan apabila sakit atau terkena masalah kesehatan sangat berperan dalam terjadinya pulpitis. Pada penelitian ini didapatkan pada jenis kelamin perempuan memiliki angka kejadian pulpitis yang lebih banyak dibandingkan laki Ae laki, yaitu terjadi 135 kasus sedangkan laki Ae laki sebanyak 60 kasus. Angka kejadian ini sesuai dengan penelitian Azzudi dkk . dimana pada perempuan lebih sering terjadi karies atau nekrosis pulpa dibandingkan pada laki-laki. 8 Hal ini disebabkan oleh karena adanya perbedaan pada pola perilaku pada seseorang yang akan mempengaruhi kesehatannya, selain itu dimana pada perempuan biasanya lebih rentan terhadap karies dan nekrosis pulpa yang disebabkan oleh karena kebiasaan snacking. Selain itu pada perempuan memiliki waktu erupsi gigi yang lebih awal dari pada laki Ae laki sehingga menyebabkan gigi pada perempuan mendapatkan eksposur kariogenik terhadap lingkungan lebih lama. Selain hal tersebut perempuan juga biasanya memiliki minat yang lebih besar dalam menerima perawatan gigi, sehingga dominan lebih sering mengunjungi dokter gigi dari pada laki Ae laki dimana hal ini mengakibatkan kasus pulpitis pada perempuan lebih banyak ditemukan. Akan tetapi meskipun cenderung melakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut yang lebih dominan dibandingkan laki-laki, tetapi mereka tetap memiliki resiko yang lebih besar untuk mengalami pulpitis dikarenakan akibat fluktuasi hormon yang ada pada wanita. Hal ini juga sejalan dengan penelitian Dewiyani dan Palupi . , dimana berdasarkan penelitiannya didapatkan secara keseluruhan kunjungan pasien wanita adalah dua kali lebih banyak dibandingkan pria. Pada penelitian yang dilakukan oleh Arsad dkk. menujukkan bahwa pulpitis lebih banyak dialami oleh perempuan yaitu sebanyak 17 orang . ,7%) sedangkan pada laki-laki yang mengalami pulpitis sebanyak 13 orang . ,3%). Hal ini terjadi oleh karena gigi perempuan umunya erupsi lebih cepat sehingga sangat mempengaruhi kerentanan gigi terhadap terjadinya karies. Selain itu faktor pada saat mengunyah makanan dan kebersihan pada gigi itu juga akan dapat mempengaruhi. Simpulan: Prevalensi jumlah pasien pulpitis pada bulan Desember 2023 sampai Februari 2024 di Poli Gigi pada Puskesmas Kediri I adalah paling banyak terjadi pada perempuan dibandingkan laki Ae laki. Hal ini dikarenakan kebiasaan snacking pada perempuan, selain itu perempuan memiliki waktu erupsi gigi yang lebih awal dari pada laki Ae laki dan juga diakibatkan karena fluktuasi hormon. Saran: Bagi puskesmas diharapkan dapat memberikan penyuluhan secara rutin ke setiap sekolah atau setiap dusun mengenai kesehatan gigi dan mulut Bagi masyarakat diharapkan lebih peduli dengan kesehatan giginya dengan rutin memeriksakan giginya minimal 6 bulan sekali. Daftar Pustaka