BIJAK Majalah Ilmiah Institut STIAMI ISSN 1411-0830 Volume Xi. No. Maret 2016 PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA (SBI) DAN INFLASI TERHADAP IHSG INDUSTRI PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) Yuliawan Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI 1999@corp. Abstrak. Pasar modal memiliki peranan strategis bagi penguatan ketahanan ekonomi suatu negara dan sebagai tujuan alternatif investasi yang menguntungkan. Pasar modalmemiliki peranan yang penting terhadap perekonomian suatu negara karena pasar modal menjalankan dua fungsi, yaitu fungsi ekonomi dan fungsi keuangan. Pasar modal menjadi penggerak ekonomi nasional melalui perannya sebagai sumber pembiayaan perusahaan dan alternatif bagi investor untuk berinvestasi. Di dalam pasar modal. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sangat berperan penting, karena indeks ini bisa menjadi barometer kesehatan ekonomi di suatu negara. Faktor makro ekonomi yaitu tingginya inflasi, suku bunga dan terdepresiasinya rupiah terhadap dollar, akan menurunkan harga Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh faktor makro ekonomi yaitu inflasi dan suku bunga terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Metode analisis menggunakan model analisis regresi linier berganda. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder bulanan periode 2013-2016. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 36 sampel. Persamaan struktural untuk analisis regresi linier berganda ini adalah Y= 382,192 X1 278,977 X2. Variabel inflasi dan suku bunga/ BI Rate dapat menjelaskan IHSG pada model analisis regresi linier berganda ini sebesar 4,9%. Korelasi antara variabel inflasi dan suku bunga/ BI Rate terhadap IHSG sebesar 0,322 adalah cukup kuathi. Dari hasil perhitungan. F hitung< F tabel . ,907< 8,. , dapat disimpulkan tidak ada hubungan linier antara inflasi, suku bunga/ BI Rate dan nilai tukar terhadap IHSG. Kata Kunci: Inflasi. Suku Bunga. IHSG. Perbankan. BEI Abstract. The capital market has a strategic role to strengthen the economic resilience of a country and as a favorable alternative investment destination. Capital markets have an important role to the economy of a country because the capital market runs two functions, namely economic function and financial function. The capital market becomes a driver of the national economy through its role as a source of corporate financing and an alternative for investors to invest. In the capital market, the Composite Stock Price Index (CSPI) plays an important role, because this index can be a barometer of economic health in a country. Macroeconomic factors such as high inflation, interest rates and depreciation of the rupiah against the dollar will lower stock prices. This study aims to examine the effect of macroeconomic factors such as inflation and interest rates on the composite stock price index (IHSG) in Indonesia Stock Exchange (IDX). The analysis method using multiple linear regression analysis model. The data used in this study is the monthly secondary data period 2013-2016. This study used 36 samples. The structural equation for this multiple linear regression analysis is Y = -382,192 X1 278,977 X2. The inflation and interest rate / BI Rate variable can explain the JCI in this multiple linear regression analysis model of 4. The correlation between variable inflation and interest rate / BI Rate to JCI of 0. 322 is quite strong. From the calculation. F arithmetic 0,05, maka dapat disimpulkan data pada normal memiliki data yang sama dengan distribusi normal. Uji Heterokedasitisitas Tabel 3 Uji Heterokedastisitas Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. Dependent Variable: abresid Sumber: hasil olah data SPSS 24, 2017 Berdasarkan menggunakan Uji Glejser pada Tabel 3 memperlihatkan bahwa nilai signifikansi pada variabel Inflasi (X. adalah 0,672 dan variabel Suku Bunga (X. sebesar 0,509. Secara statistika, variabel bebas/ penjelas dikatakan signifikan karena <0,05. Semakin tidak signifikan (>0,. seperti pada nilai signifikansi X1 dan X2 tersebut, maka Sig. mengindikasikan bahwa model sudah terbebas dari gejala heterokedastisitas. Uji Multikolinieritas Pengujian multikolinearitas bertujuan menguji ada tidaknya korelasi yang signifikan yang mendekati sempurna antar variabel Jika antar sesama variabel independen terdapat korelasi yang signifikan. Yuliawan. Pengaruh Tingkat Suku Bunga (Sb. Dan Inflasi Terhadap Ihsg Industri PerbankanA maka pada model regresi linear tersebut terdapat gejala multikolinearitas. Untuk mengetahui ada tidaknya multikolinieritas, yang perlu dilihat dari program olah data SPSS versi 24 adalah tolerance dan Variance Inflation Faktor (VIF), jika nilai tolerance variance independent lebih besardari 0,01 dan nilai VIF lebih kecil dari 10 berarti tidak terjadi Tabel 4 Uji Multikolinieritas Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Model Error (Con 5090840. Dependent Variable: y Sumber: hasil olah data SPSS 24, 2017 Standardiz Coefficient Beta Berdasarkan tabel di atas, maka dapat diketahui nilai VIF Inflasi (X. dan nilai VIF Suku Bunga (X. adalah 1,053. Nilai VIF Sig. Collinearity Statistics Toleran VIF tersebut adalah nilai VIF< 10, yang berarti tidak terjadi atau bebas dari gejala Uji Linieritas Tabel 5 Uji Linieritas ANOVA Table Sum of Squares df Mean Square y * x2 Betwee (Combined 997318707000. Groups Linearity Deviation Linearity Within Groups Total Sumber: hasil olah data SPSS 24, 2017 Sig. BIJAK Majalah Ilmiah Institut STIAMI ISSN 1411-0830 Volume Xi. No. Maret 2016 Regresi Linier Berganda Tabel 6 Uji Regresi Linier Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. Dependent Variable: y Sumber: hasil olah data SPSS 24, 2017 Persamaan struktural untuk regresi linier berdasarkan tabel di atas adalah Y= -382,192 X1 278,977 X2 Persamaan ini menunjukkan hubungan X1 . terhadap IHSG bersifat negatif dan hubungan X2 . uku bunga/ BI Rat. terhadap IHSG bersifat positif. Diketahui besarnya koefisien regresi Inflasi (X. diperoleh -382,192 bernilai negatif. Hasil tersebut menunjukkan bahwa setiap terjadi peningkatan Inflasi (X. sebesar satu satuan maka akan diikuti oleh penurunan IHSG (Y) Sig. sebesar 382,192 satuan, demikian juga Diketahui besarnya koefisien regresi Suku Bunga/ BI Rate (X. diperoleh sebesar 278,977 bernilai positif. Hasil tersebut peningkatan Suku Bunga/ BI Rate (X. sebesar satu satuan, maka akan diikuti oleh peningkatan IHSG (Y) sebesar 278,977 satuan, dan sebaliknya apabila terjadi penurunan Suku Bunga/ BI Rate sebesar satu satuan maka akan diikuti oleh penurunan IHSG (Y) sebesar 278,977 satuan. Koefisien Korelasi dan Koefisien Determinasi Tabel 7 Koefisien Korelasi dan Koefisien Determinasi Model Summary Adjusted R Std. Error of Model R Square Square the Estimate Predictors: (Constan. , x2, x1 Sumber: hasil olah data SPSS 24, 2017 Penafsiran angka korelasi menggunakan kriteria berikut 0-0,25 : Korelasi sangat lemah . ianggap tidak ad. 0,25-0,5 : Korelasi cukup kuat 0,5-0,75 : Korelasi kuat 0,75-1 : Korelasi sangat kuat Dari penafsiran di atas, dapat diketahui bahwa koefisien korelasi antara inflasi dan suku bunga/ BI Rate terhadap IHSG adalah sebesar 0,322. Nilai tersebut menunjukkan bahwa korelasi di antaranya adalah cukup kuat. Besarnya pengaruh inflasi dan suku bunga Bank Indonesia/ BI Rate terhadap IHSG KD = r2 x 100% KD = 0,049 x 100% KD = 4,9% Besarnya angka R square . pada Tabel Model Summary di atas adalah 0,049. Yuliawan. Pengaruh Tingkat Suku Bunga (Sb. Dan Inflasi Terhadap Ihsg Industri PerbankanA Dari penghitungan tersebut, terlihat bahwa variable inflasi dan suku bunga Bank Indonesia/ BI Rate dapat menjelaskan variabel IHSG 4,9%, sedangkan sisanya sebesar 95,1 % . % - 4,9%) dijelaskan variabel-variabel lain di luar model Uji Hipotesis t Tabel 8 Uji Hipotesis t Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. Dependent Variable: y Sumber: hasil olah data SPSS 24, 2017 Hubungan antara inflasi dan IHSG Hipotesis hubungan antara inflasi dan IHSG H0: Tidak ada hubungan antara inflasi dan IHSG H2: Ada hubungan antara inflasi dengan IHSG Sig. Hubungan antara suku bunga/ BI Rate dan IHSG Hipotesis hubungan antara suku bunga/ BI Rate dan IHSG adalah : H0: Tidak ada hubungan antara suku bunga/ BI Rate dan IHSG H3: Ada hubungan antara suku bunga/ BI Rate dan IHSG Kriteria uji hipotesis nya adalah sebagai A Jika t hitung> t tabel, maka H0 ditolak dan H2 diterima A Jika t hitung < t tabel, maka H0 diterima dan H2 ditolak A Pada Tabel 8 terlihat nilai t hitung sebesar -1,436. Taraf signifikansi pada penelitian ini adalah 0,05, maka dengan derajat kebebasan N-2 atau 36-2=34, diperoleh nilai t tabel sebesar 1,690. Dari perhitungan diperoleh nilai t hitung sebesar 1,436 dan t tabel sebesar 1,690 Berdasarkan hipotesis, bila t hitung < dari t tabel maka H0 diterima. Pernyataan H0 adalah tidak ada hubungan antara inflasi dengan IHSG pada industri perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Kriteria uji hipotesis nya adalah sebagai A Jika t hitung> t tabel, maka H0 ditolak dan H3 diterima A Jika t hitung < t tabel, maka H0 diterima dan H3 ditolak Pada Tabel 8 terlihat nilai t hitung sebesar 1,454. Taraf signifikansi pada penelitian ini adalah 0,05, maka dengan derajat kebebasan N-2 atau 36-2=34, diperoleh nilai t tabel sebesar 1,690. Dari perhitungan diperoleh nilai t hitung sebesar 1,454 dan t tabel sebesar 1,690 Berdasarkan hipotesis, bila t hitung < dari t tabel maka H0 diterima. Pernyataan H0 adalah tidak ada hubungan antara suku bunga/ BI Rate dengan IHSG pada industri perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. BIJAK Majalah Ilmiah Institut STIAMI ISSN 1411-0830 Volume Xi. No. Maret 2016 Uji Hipotesis F Tabel 9 Uji Hipotesis F ANOVAa Sum of Model Squares Mean Square Regression 40719646380 Residual Total Dependent Variable: y Predictors: (Constan. , x2, x1 Sumber: hasil olah data SPSS 24, 2017 Berdasarkan Tabel 9, dilakukan uji Uji hipotesis menggunakan angka F pada Tabel 3 di atas untuk menguji secara simultan/ bersama-sama pengaruh ketiga variabel bebas terhadap variabel terikat. Berikut ini adalah hipotesisnya H0: Tidak ada hubungan antara inflasi dan suku bunga/ BI Rate terhadap IHSG H1: Ada hubungan antara inflasi dan suku bunga BI Rate terhadap IHSG Nilai F pada Tabel 9 adalah 1,907, kemudian disebut F hitung. Nilai F hitung lalu dibandingkan dengan F tabel, dengan tingkat signifikansi 0,05 dan derajat kebebasan numerator = N . umlah variabe. Derajat kebebasan numerator pada penelitian ini adalah 4-1= 3. Derajat kebebasan denumerator diperoleh dari jumlah kasus/ jumlah data -4 atau 36-4=32. Dari kedua derajat kebebasan tersebut, diperoleh angka F tabel sebesar 8,920. Nilai F tabel kemudian dibandingkan dengan nilai t tabel. Kriteria hipotesisnya adalah: A Jika F hitung > F tabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima A Jika F hitung < F tabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak Dari hasil perhitungan. F hitung< F tabel . ,907< 8,. , maka H0 diterima. Dengan kata lain tidak ada hubungan linier antara inflasi dan suku bunga/ BI Rate terhadap IHSG. Sig. Variabel inflasi dan suku bunga/ BI Rate dapat menjelaskan variable IHSG pada model analisis regresi linier berganda ini sebesar 4,9%. Korelasi antara variabel inflasi dan suku bunga/ BI Rate terhadap IHSG sebesar 0,049 cukup kuat. Berdasarkan uji hipotesis t pada industri perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dari hasil perhitungan. F hitung< F tabel . ,825< 8,. , dapat disimpulkan tidak ada hubungan linier antara inflasi, suku bunga/ BI Rate dan nilai tukar terhadap IHSG. Persamaan struktural untuk diagram jalur penelitian ini adalah: Y= -382,192 X1 278,977 X2 DAFTAR PUSTAKA