P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 3 8 - 5 9 RELEVANSI PEMIKIRAN PENDIDIKAN AL-GHAZALI TERHADAP KURIKULUM MERDEKA DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Oleh: AhmadiA. Eni YusnitaA 12IAI Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur. Jl. Irigasi Desa Tanah Merah Kec. Belitang Madang Raya Kab. OKU Timur Prov. Sumatera-Selatan Email: A ahmadi@insanprimamu. A eniyusnita422@gmail. ABSTRAK Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, moral, dan spiritual peserta didik di tengah dinamika perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan transformasi kebijakan pendidikan nasional. Implementasi Kurikulum Merdeka memerlukan landasan filosofis yang mampu mengintegrasikan pengembangan kompetensi peserta didik dengan pembentukan karakter dan nilai-nilai keagamaan. Dalam konteks tersebut, pemikiran pendidikan Al-Ghazali menjadi penting untuk dikaji karena menempatkan pendidikan sebagai sarana pembentukan akhlak, penyucian jiwa, dan pengembangan potensi manusia secara holistik. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi pemikiran pendidikan Al-Ghazali terhadap implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Agama Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap berbagai literatur ilmiah yang membahas pemikiran pendidikan Al-Ghazali dan implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Agama Islam. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi konsep-konsep utama, pola hubungan, dan titik temu antara kedua kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat aspek relevansi utama, yaitu: . orientasi pendidikan holistik yang mengintegrasikan dimensi intelektual, moral, spiritual, dan sosial. penekanan pada pendidikan karakter dan pembentukan akhlak sebagai tujuan utama pendidikan. penerapan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik sesuai dengan tahap perkembangan dan kebutuhan individu. fleksibilitas kurikulum yang tetap berlandaskan nilai-nilai moral dan spiritual Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran pendidikan Al-Ghazali memiliki relevansi yang kuat sebagai landasan filosofis dalam memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka pada Pendidikan Agama Islam. Integrasi nilai-nilai pendidikan Islam klasik dengan paradigma pendidikan kontemporer berpotensi Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 3 8 Ae 5 9 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 3 8 - 5 9 menghasilkan peserta didik yang kompeten secara intelektual, berkarakter, dan memiliki kesadaran spiritual yang kokoh. Kata Kunci: Al-Ghazali. Pemikiran Pendidikan Islam. Kurikulum Merdeka. Pendidikan Agama Islam. Pendidikan Karakter. ABSTRACT Islamic Religious Education plays a strategic role in shaping studentsAo character, morality, and spirituality amidst social transformation, technological advancement, and contemporary educational The implementation of the Merdeka Curriculum requires a philosophical foundation capable of integrating competency development with character formation and religious values. In this context. Al-GhazaliAos educational thought is highly relevant because it conceptualizes education as a process of moral cultivation, spiritual purification, and holistic human development. This study aims to analyze the relevance of Al-GhazaliAos educational thought to the implementation of the Merdeka Curriculum in Islamic Religious Education. The study employed a qualitative approach using the Systematic Literature Review (SLR) method. Data were collected through a documentation study of scholarly books, journal articles, and research reports discussing Al-GhazaliAos educational thought and the implementation of the Merdeka Curriculum in Islamic Religious Education. The data were analyzed using thematic analysis to identify key concepts, recurring patterns, and areas of convergence between the two The findings reveal four major areas of relevance: . a holistic educational orientation integrating intellectual, moral, spiritual, and social dimensions. the centrality of character and moral education as the primary goal of learning. learner-centered educational practices that consider studentsAo developmental stages and individual needs. curriculum flexibility that remains grounded in Islamic moral and spiritual values. This study concludes that Al-GhazaliAos educational thought remains highly relevant as a philosophical foundation for strengthening the implementation of the Merdeka Curriculum in Islamic Religious Education. The integration of classical Islamic educational values with contemporary educational paradigms contributes to the development of learners who are intellectually competent, morally responsible, and spiritually conscious. Keywords: Al-Ghazali. Islamic Educational Thought. Merdeka Curriculum. Islamic Religious Education. Character Education. PENDAHULUAN Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 3 8 Ae 5 9 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 3 8 - 5 9 Pendidikan Islam merupakan proses pembentukan manusia secara menyeluruh yang mencakup pengembangan aspek intelektual, moral, spiritual, dan sosial. Dalam perspektif Islam, pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai media pembentukan akhlak dan kepribadian yang sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam. Oleh karena itu, pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk manusia yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia. Salah satu tokoh yang memberikan kontribusi besar dalam pengembangan pemikiran pendidikan Islam adalah Al-Ghazali. Pemikiran pendidikan Al-Ghazali menempatkan pendidikan sebagai sarana penyucian jiwa . azkiyat al-naf. , pembentukan akhlak, dan pengembangan potensi manusia secara seimbang. Menurut Al-Ghazali, tujuan utama pendidikan bukan sekadar memperoleh pengetahuan, tetapi juga membentuk manusia yang mampu mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. 2 Oleh karena itu, konsep pendidikan Al-Ghazali menekankan integrasi antara aspek intelektual, moral, dan spiritual dalam proses pembelajaran. Dalam konteks pendidikan nasional, pemerintah Indonesia saat ini menerapkan Kurikulum Merdeka sebagai salah satu upaya reformasi pendidikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kurikulum Merdeka menekankan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, pengembangan kompetensi, penguatan karakter, serta fleksibilitas dalam pelaksanaan pembelajaran. 4 Melalui kurikulum ini, peserta didik diharapkan mampu mengembangkan potensi diri secara optimal, memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan mampu menghadapi tantangan kehidupan yang terus berkembang. Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan salah satu mata pelajaran yang memiliki peran strategis dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Selain berfungsi sebagai sarana Akhtar. Educational Philosophy of Al-Ghazali: A Contemporary Perspective, (London: Routledge, 2. , h. 34Ae38. Abu Hamid Al-Ghazali. Ihya' Ulum al-Din, (Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah, 2. , h. 52Ae55. Sheikh & Ali. AuAl-Ghazali's Contribution to Islamic Educational Thought,Ay Journal of Islamic Studies. Vol. No. 2, 2019, h. 112Ae118. Jesika Gracia Putri. Ardianto Aziz, dan Awardin. AuImplementasi Kurikulum Merdeka Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam,Ay RELIGI: Jurnal Pendidikan Agama Islam. Vol. No. 1, 2024. DOI: https://doi. org/10. 51454/religi. Zuqriva Hayati, dkk. AuImplementasi Kurikulum Merdeka pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam,Ay EduTeach: Jurnal Edukasi dan Teknologi Pembelajaran. Vol. No. 1, 2024. DOI: https://doi. org/10. 37859/eduteach. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 3 8 Ae 5 9 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 3 8 - 5 9 transfer pengetahuan keagamaan. Pendidikan Agama Islam juga bertujuan membentuk karakter, sikap religius, dan kesadaran spiritual peserta didik. Oleh karena itu, keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Agama Islam tidak hanya diukur dari pencapaian kompetensi akademik, tetapi juga dari keberhasilan dalam membentuk karakter dan akhlak peserta didik. Secara konseptual, terdapat kesamaan antara prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka dan pemikiran pendidikan Al-Ghazali. Keduanya menempatkan peserta didik sebagai subjek utama dalam proses pendidikan, menekankan pentingnya pembentukan karakter, serta mengintegrasikan aspek intelektual dan moral dalam pembelajaran. Pemikiran Al-Ghazali yang menekankan pendidikan holistik dan pembentukan akhlak dapat menjadi landasan filosofis yang relevan dalam memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya dalam Pendidikan Agama Islam. Berbagai penelitian terdahulu telah membahas pemikiran pendidikan Al-Ghazali maupun implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Agama Islam. Penelitian mengenai Al-Ghazali umumnya berfokus pada konsep pendidikan karakter, akhlak, dan spiritualitas dalam pendidikan Islam. 8 Sementara itu, penelitian mengenai Kurikulum Merdeka lebih banyak membahas implementasi pembelajaran, penguatan Profil Pelajar Pancasila, serta tantangan yang dihadapi guru dalam penerapannya. 9 Namun demikian, kajian yang secara khusus menganalisis relevansi pemikiran pendidikan Al-Ghazali terhadap Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Agama Islam masih relatif terbatas. Keterbatasan penelitian tersebut menunjukkan adanya celah penelitian . esearch ga. yang perlu dikaji lebih lanjut. Diperlukan suatu penelitian yang mampu menghubungkan pemikiran pendidikan Islam klasik dengan kebijakan pendidikan kontemporer sehingga dapat Fadilurrahman dan Muh. Wasith Achadi. AuImplementasi Kurikulum Merdeka pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Prambanan,Ay Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar. Vol. No. DOI: https://doi. org/10. 23969/jp. Mohammad Erihadiana, dkk. AuSystematic Literature Review: Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam,Ay Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang. Vol. No. DOI: https://doi. org/10. 36989/didaktik. Sugiana. AuKonsep Pendidikan Akhlak Menurut Al-Ghazali dalam Pendidikan Islam,Ay Jurnal Pendidikan Islam. Vol. No. 2, 2019, h. 77Ae85. Muhammad Riswan. Zulkifli, dan Muhammad Muzakki. AuImplementasi Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Quba Kota Sorong Tahun Ajaran 2024/2025,Ay Jurnal Pendidikan Agama Islam. Vol. No. 1, 2025. DOI: https://doi. org/10. 36232/jurnalpai. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 3 8 Ae 5 9 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 3 8 - 5 9 memberikan landasan filosofis yang lebih kuat bagi implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Agama Islam. Dengan demikian, integrasi nilai-nilai pendidikan Islam yang dikemukakan Al-Ghazali dapat menjadi salah satu alternatif dalam menjawab tantangan pendidikan modern yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan kompetensi, tetapi juga pada pembentukan karakter dan spiritualitas peserta didik. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi pemikiran pendidikan Al-Ghazali terhadap Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Agama Islam melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan kajian pendidikan Islam serta memberikan masukan bagi pendidik, pengembang kurikulum, dan pengambil kebijakan dalam memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka yang berorientasi pada pembentukan peserta didik yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kesadaran spiritual yang II. LITERATURE RESEARCH Kajian mengenai pemikiran pendidikan Al-Ghazali dan implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Agama Islam telah banyak dilakukan oleh para peneliti dalam beberapa tahun terakhir. Namun demikian, sebagian besar penelitian masih membahas kedua tema tersebut secara terpisah sehingga belum banyak kajian yang secara khusus mengintegrasikan pemikiran pendidikan Al-Ghazali dengan implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Agama Islam. Penelitian yang dilakukan oleh Viva Fadma Onilivia. Noptario. Maragustam, dan Nadya Syafira Putri membahas pemikiran pendidikan Imam Al-Ghazali dan relevansinya terhadap pendidikan Islam kontemporer melalui kajian literatur pada artikel-artikel terindeks Scopus. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa konsep pendidikan Al-Ghazali yang menekankan pembentukan akhlak, keseimbangan intelektual dan spiritual, serta orientasi Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 3 8 Ae 5 9 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 3 8 - 5 9 pendidikan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat masih relevan dalam menghadapi tantangan pendidikan modern. Penelitian lain yang dilakukan oleh Subhanal Hanafi dan Muhksin Achmad mengkaji filsafat pendidikan Islam dalam pemikiran Al-Ghazali yang meliputi tujuan pendidikan, kurikulum, dan metode pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Ghazali memandang pendidikan sebagai proses integral yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan intelektual, tetapi juga pembentukan moral dan penyucian jiwa. Sementara itu. Rusdina. Husnul Yaqin. Hamdan, dan Hidayat Ma'ruf meneliti aktualisasi konsep Aoaqal dan qalb dalam pendidikan Islam pada kerangka Kurikulum Merdeka. Penelitian tersebut menemukan bahwa integrasi dimensi intelektual dan spiritual menjadi aspek penting dalam membangun pembelajaran yang mendalam . eep learnin. dan berorientasi pada pengembangan karakter peserta didik. Kajian mengenai implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Agama Islam dilakukan oleh Mohammad Erihadiana. Tsania Nurfadillah. Farid Abdul Majid, dan Ahmad RifaAoi melalui pendekatan Systematic Literature Review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas kepada guru dalam mengembangkan pembelajaran yang kontekstual, reflektif, dan berorientasi pada penguatan nilai-nilai agama serta akhlak peserta didik. Penelitian yang dilakukan oleh Muchtar Falahain dan Sedya Santosa membahas peran Kurikulum Merdeka dalam penguatan Profil Pelajar Pancasila melalui Pendidikan Agama Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam memiliki kontribusi Viva Fadma Onilivia. Noptario. Maragustam, dan Nadya Syafira Putri. AuImam Al-Ghazali's Educational Thought and Its Relevance to Contemporary Islamic Education Literature Review on Scopus Indexed Articles,Ay Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam. Vol. No. DOI: https://doi. org/10. 32832/tawazun. Rusdina. Husnul Yaqin. Hamdan, dan Hidayat MaAoruf. AuReactualizing AoAqal and Qalb in Islamic Education: A Deep Learning and Love-Based Approach within the Merdeka Curriculum Framework,Ay Al Ghazali: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam. Vol. No. 1, 2025. DOI: https://doi. org/10. 69900/ag. Mohammad Erihadiana. Tsania Nurfadillah. Farid Abdul Majid, dan Ahmad RifaAoi. AuSystematic Literatur Review: Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam,Ay Didaktik. Vol. No. 4, 2025. DOI: https://doi. org/10. 36989/didaktik. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 3 8 Ae 5 9 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 3 8 - 5 9 penting dalam membentuk karakter, integritas moral, dan kesadaran sosial peserta didik melalui pembelajaran berbasis nilai. Selanjutnya, penelitian oleh Empaldi mengkaji pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Kurikulum Merdeka melalui pendekatan critical literature review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka mendorong pembelajaran yang lebih kolaboratif, kontekstual, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, meskipun masih menghadapi berbagai tantangan dalam pelaksanaannya. Penelitian lain yang dilakukan oleh Muammar Kadafi dan Mariam Ulpah membahas pendekatan student-centered learning dalam kurikulum pendidikan Islam di Indonesia. Penelitian tersebut menemukan bahwa pembelajaran yang berpusat pada peserta didik memiliki kesesuaian dengan prinsip-prinsip pedagogi Islam, terutama dalam pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh. Mardiah Astuti. Fajri Ismail. Siti Fatimah. Weni Puspita, dan Herlina meneliti relevansi Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam di Indonesia. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memiliki potensi dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam melalui penguatan kompetensi, karakter, dan fleksibilitas pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Selain itu. Abdulloh Hadziq meneliti asesmen diagnostik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Kurikulum Merdeka melalui pendekatan systematic review. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa asesmen diagnostik menjadi instrumen penting Muchtar Falahain dan Sedya Santosa. AuThe Role of the Merdeka Curriculum in Strengthening the Pancasila Student Profile through Islamic Religious Education: A Qualitative Literature Review,Ay Journal of Islamic Education and Ethics. Vol. No. 1, 2025. DOI: https://doi. org/10. 18196/jiee. Empaldi. AuLearning Islamic Religious Education in the Merdeka Curriculum: A Critical Review,Ay Jurnal Ilmiah Pendidikan Holistik. Vol. No. 1, 2023. DOI: https://doi. org/10. 55927/jiph. Muammar Kadafi dan Mariam Ulpah. AuRethinking Student-Center Learning Approach in Indonesia's Islamic Higher Education Curriculum: A Systematic Literature Review,Ay EDUKASI. Vol. No. 3, 2023. DOI: https://doi. org/10. 32729/edukasi. Mardiah Astuti. Fajri Ismail. Siti Fatimah. Weni Puspita, dan Herlina. AuThe Relevance of the Merdeka Curriculum in Improving the Quality of Islamic Education in Indonesia,Ay International Journal of Learning. Teaching and Educational Research. Vol. No. 6, 2024. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 3 8 Ae 5 9 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 3 8 - 5 9 dalam memahami kebutuhan belajar peserta didik dan mendukung pembelajaran yang lebih personal serta efektif. Berdasarkan berbagai penelitian terdahulu tersebut dapat dipahami bahwa kajian mengenai pemikiran pendidikan Al-Ghazali maupun implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Agama Islam telah berkembang cukup luas. Akan tetapi, sebagian besar penelitian masih berfokus pada aspek pendidikan karakter, filsafat pendidikan Islam, implementasi kurikulum, atau penguatan nilai-nilai keagamaan secara terpisah. Penelitian yang secara khusus mengkaji relevansi pemikiran pendidikan Al-Ghazali terhadap Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Agama Islam melalui pendekatan Systematic Literature Review masih relatif terbatas. Dengan demikian, penelitian ini memiliki kebaruan . pada upaya mensintesis pemikiran pendidikan Al-Ghazali dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini tidak hanya mengidentifikasi relevansi konseptual antara keduanya, tetapi juga menganalisis bagaimana nilai-nilai pendidikan Islam klasik dapat menjadi landasan filosofis dalam memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka yang berorientasi pada pembentukan karakter, pengembangan intelektual, dan kesadaran spiritual peserta didik. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Metode SLR digunakan untuk mengidentifikasi, mengkaji, mengevaluasi, dan mensintesis berbagai penelitian yang relevan secara sistematis sehingga menghasilkan pemahaman yang komprehensif mengenai relevansi pemikiran pendidikan Al-Ghazali terhadap Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Agama Islam. Abdulloh Hadziq. AuDiagnostic Assessment of Islamic Education Learning in Merdeka Curriculum: A Systematic Review,Ay Al-Misbah (Jurnal Islamic Studie. Vol. No. 1, 2023. DOI: https://doi. org/10. 26555/almisbah. Barbara Kitchenham dan Stuart Charters. Guidelines for Performing Systematic Literature Reviews in Software Engineering, (United Kingdom: Keele University, 2. , h. 9Ae15. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 3 8 Ae 5 9 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 3 8 - 5 9 Sumber data dalam penelitian ini berasal dari berbagai literatur ilmiah yang relevan, meliputi artikel jurnal nasional dan internasional, buku, prosiding, serta dokumen ilmiah lain yang berkaitan dengan pemikiran pendidikan Al-Ghazali. Pendidikan Agama Islam, dan Kurikulum Merdeka. Literatur yang digunakan diprioritaskan berasal dari publikasi lima tahun terakhir . 0Ae2. , kecuali sumber primer yang berkaitan langsung dengan pemikiran Al-Ghazali. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dengan menelusuri berbagai database ilmiah seperti Google Scholar. Crossref. DOAJ. Garuda, dan jurnal-jurnal yang terindeks SINTA maupun Scopus. Kata kunci yang digunakan dalam proses pencarian meliputi AuAl-Ghazali Educational Thought,Ay AuIslamic Education,Ay AuMerdeka Curriculum,Ay AuIslamic Religious Education,Ay AuCharacter Education,Ay dan kata kunci lain yang relevan dengan fokus penelitian. Tahapan penelitian dilakukan melalui beberapa langkah, yaitu: . identifikasi literatur yang relevan dengan topik penelitian. seleksi literatur berdasarkan kesesuaian tema, tahun publikasi, dan kualitas sumber. klasifikasi data berdasarkan fokus kajian. analisis isi . ontent analysi. dan analisis tematik . hematic analysi. sintesis hasil penelitian untuk menemukan hubungan konseptual antara pemikiran pendidikan Al-Ghazali dan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Agama Islam. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis tematik yang bertujuan mengidentifikasi konsep-konsep utama, pola-pola yang berulang, dan keterkaitan antar tema yang ditemukan dalam berbagai sumber literatur. Melalui proses tersebut, penelitian ini mengkonstruksi sintesis konseptual mengenai relevansi pemikiran pendidikan Al-Ghazali terhadap implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Agama Islam. Hasil sintesis kemudian digunakan sebagai dasar untuk menarik kesimpulan dan merumuskan implikasi teoritis penelitian. Hannah Snyder. AuLiterature Review as a Research Method: An Overview and Guidelines,Ay Journal of Business Research. Vol. 104, 2019, h. 333Ae339. DOI: https://doi. org/10. 1016/j. Virginia Braun dan Victoria Clarke. AuUsing Thematic Analysis in Psychology,Ay Qualitative Research in Psychology. Vol. No. 2, 2006, h. 77Ae101. DOI: https://doi. org/10. 1191/1478088706qp063oa Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 3 8 Ae 5 9 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 3 8 - 5 9 IV. PEMBAHASAN Relevansi Pendidikan Holistik Al-Ghazali dengan Kurikulum Merdeka Berdasarkan hasil sintesis berbagai literatur yang dianalisis dalam penelitian ini, ditemukan bahwa konsep pendidikan holistik merupakan salah satu titik temu utama antara pemikiran pendidikan Al-Ghazali dan Kurikulum Merdeka. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa Al-Ghazali memandang pendidikan sebagai proses pembentukan manusia secara menyeluruh yang mencakup dimensi intelektual, moral, spiritual, dan sosial secara seimbang. Pendidikan tidak hanya bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir, tetapi juga membentuk karakter dan kesadaran spiritual peserta didik sehingga mampu mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Dalam perspektif Al-Ghazali, ilmu pengetahuan tidak boleh dipisahkan dari nilai-nilai moral dan spiritual. Ilmu harus mengarahkan manusia kepada kebaikan, pembentukan akhlak, dan kedekatan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, pendidikan menurut Al-Ghazali tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai proses penyucian jiwa . azkiyat al-naf. dan pembentukan kepribadian yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Temuan tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan orientasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pengembangan peserta didik secara holistik. Kurikulum Merdeka tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga menempatkan karakter, kreativitas, kemandirian, dan kemampuan sosial sebagai bagian penting dari tujuan pendidikan. Penguatan Profil Pelajar Pancasila menjadi indikator bahwa pendidikan nasional saat ini berupaya membentuk peserta didik yang memiliki kompetensi intelektual sekaligus karakter yang kuat. Fariha Romadloniyah dkk. AuRelevansi Filsafat Pendidikan Imam Al-Ghazali terhadap Pendidikan Islam Kontemporer,Ay Akhlak: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Filsafat 3, no. : 87Ae98, https://doi. org/10. 61132/akhlak. Marwan Abdul Basit. AuPemikiran Al-Ghazali tentang Pendidikan dan Relevansinya dengan Pendidikan Kontemporer,Ay Islamika 16, no. : 52Ae66, https://doi. org/10. 33592/islamika. Dina Bahriani Putri dkk. AuDesign of Islamic Religious Education Curriculum and Learning Outcomes in the Implementation of the Merdeka Curriculum in Indonesia,Ay Journal of Indonesian Islamic Studies 5, no. , https://doi. org/10. 24256/jiis. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 3 8 Ae 5 9 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 3 8 - 5 9 Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa konsep pendidikan holistik AlGhazali dapat menjadi landasan filosofis yang memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Agama Islam. Kesamaan orientasi antara pengembangan intelektual, moral, dan spiritual menunjukkan bahwa pemikiran Al-Ghazali masih relevan dalam menjawab kebutuhan pendidikan kontemporer yang menuntut keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter peserta Pendidikan Karakter dan Pembentukan Akhlak dalam Kurikulum Merdeka Hasil analisis literatur menunjukkan bahwa pembentukan akhlak merupakan inti dari pemikiran pendidikan Al-Ghazali. Berbagai penelitian menegaskan bahwa tujuan utama pendidikan menurut Al-Ghazali adalah membentuk manusia yang memiliki perilaku baik, kesadaran moral, dan kemampuan mengendalikan diri berdasarkan nilainilai agama. Ilmu pengetahuan dianggap bernilai apabila mampu diwujudkan dalam tindakan yang mencerminkan akhlak mulia. Al-Ghazali memandang bahwa pendidikan karakter tidak dapat dibentuk hanya melalui penyampaian teori, tetapi harus dilakukan melalui pembiasaan, keteladanan, dan latihan moral yang berkelanjutan. Dalam pandangannya, guru memiliki peran sentral sebagai figur teladan yang akan memengaruhi perkembangan moral peserta didik. Oleh karena itu, keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas akhlak pendidik serta lingkungan pendidikan yang mendukung pembentukan karakter. Temuan ini sejalan dengan implementasi Kurikulum Merdeka yang menempatkan pendidikan karakter sebagai salah satu fokus utama pembelajaran. Penguatan karakter diwujudkan melalui berbagai aktivitas pembelajaran yang mendorong peserta didik mengembangkan integritas, tanggung jawab, kepedulian sosial, kemampuan bekerja Mardiah Astuti dkk. AuThe Relevance of the Merdeka Curriculum in Improving the Quality of Islamic Education in Indonesia,Ay International Journal of Learning. Teaching and Educational Research 23, no. Romadloniyah dkk. AuRelevansi Filsafat Pendidikan Imam Al-Ghazali terhadap Pendidikan Islam Kontemporer. Ay Basit. AuPemikiran Al-Ghazali tentang Pendidikan dan Relevansinya dengan Pendidikan Kontemporer. Ay Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 3 8 Ae 5 9 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 3 8 - 5 9 sama, dan nilai-nilai religius. Dalam Pendidikan Agama Islam, proses pembentukan karakter menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penguasaan materi keagamaan. Berdasarkan hasil sintesis penelitian yang dikaji, ditemukan bahwa konsep pendidikan akhlak Al-Ghazali dapat memperkuat implementasi pendidikan karakter dalam Kurikulum Merdeka. Nilai-nilai moral yang dikembangkan Al-Ghazali memberikan fondasi etis yang lebih mendalam sehingga pendidikan karakter tidak hanya berorientasi pada perilaku sosial, tetapi juga berakar pada kesadaran spiritual peserta Dengan demikian, pendidikan karakter dalam Kurikulum Merdeka dapat berkembang secara lebih substantif dan berkelanjutan. Prinsip Pembelajaran Berpusat pada Peserta Didik dalam Perspektif Al-Ghazali Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip pembelajaran yang berpusat pada peserta didik memiliki relevansi yang kuat dengan pemikiran pendidikan Al-Ghazali. Meskipun hidup pada masa klasik. Al-Ghazali telah menegaskan bahwa proses pendidikan harus memperhatikan kondisi psikologis, kemampuan, dan tingkat perkembangan peserta didik. Guru dituntut memahami karakteristik peserta didik agar proses pembelajaran berlangsung secara efektif dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Al-Ghazali juga menekankan bahwa pendidikan tidak boleh dilakukan secara Menurutnya, pembelajaran harus diberikan secara bertahap sesuai tingkat kesiapan peserta didik. Pendekatan yang terlalu keras dan tidak mempertimbangkan kemampuan peserta didik dapat menghambat perkembangan potensi mereka. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa Al-Ghazali memiliki perhatian besar terhadap aspek humanistik dalam pendidikan. Maulisa dan Eka Sri Rahmawati. AuLearning Methods for Islamic Religious Education in the Merdeka Curriculum,Ay ISTIFHAM: Journal of Islamic Studies 2, no. , https://doi. org/10. 71039/istifham. Nursiah. Dwi Ratnasari, dan Yanto Bashri. AuPengembangan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Kurikulum Merdeka,Ay Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 9, no. https://doi. org/10. 23969/jp. Basit. AuPemikiran Al-Ghazali tentang Pendidikan dan Relevansinya dengan Pendidikan Kontemporer. Ay Romadloniyah dkk. AuRelevansi Filsafat Pendidikan Imam Al-Ghazali terhadap Pendidikan Islam Kontemporer. Ay Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 3 8 Ae 5 9 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 3 8 - 5 9 Temuan ini memiliki kesesuaian dengan prinsip Kurikulum Merdeka yang menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran . tudent-centered learnin. Kurikulum Merdeka memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan minat, bakat, dan potensinya melalui pendekatan pembelajaran yang lebih fleksibel. Guru tidak lagi berperan sebagai satu-satunya sumber pengetahuan, tetapi sebagai fasilitator yang mendampingi peserta didik dalam proses belajar. Berdasarkan hasil kajian, dapat dipahami bahwa pemikiran pendidikan AlGhazali memiliki relevansi yang signifikan dengan konsep pembelajaran diferensiasi yang diterapkan dalam Kurikulum Merdeka. Keduanya sama-sama menekankan pentingnya memperhatikan kebutuhan peserta didik serta menciptakan pembelajaran yang lebih humanis dan bermakna. Oleh karena itu, pemikiran Al-Ghazali dapat menjadi dasar filosofis dalam memperkuat implementasi pembelajaran berpusat pada peserta didik dalam Pendidikan Agama Islam. Fleksibilitas Kurikulum dan Penguatan Nilai Spiritual dalam Pendidikan Agama Islam Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa fleksibilitas merupakan karakteristik utama Kurikulum Merdeka. Kurikulum ini memberikan keleluasaan kepada guru untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik, kondisi sekolah, serta perkembangan lingkungan sosial. Fleksibilitas tersebut memungkinkan terciptanya inovasi pembelajaran yang lebih kontekstual dan relevan dengan kehidupan peserta Fuji Rahayu dan Istikomah. AuImplementation of Merdeka Curriculum in Islamic Religious Education Learning: Analysis of Principles and Assessment Models,Ay TaAodib: Jurnal Pendidikan Islam 29, no. 149Ae161, https://doi. org/10. 19109/td. Muhammad Fahim Dinana. Makhfud, dan Moch. Mukhlison. AuThe Use of Differentiated Instruction in Achieving Learning Objectives of Islamic Religious Education in the Merdeka Curriculum,Ay Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman 14, no. , https://doi. org/10. 33367/ji. Rita Yulia Anggraini dkk. AuThe Implementation of the Merdeka Curriculum in Islamic Religious Education at SMPN 1 Pagar Alam,Ay TOFEDU: The Future of Education Journal 3, no. https://doi. org/10. 61445/tofedu. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 3 8 Ae 5 9 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 3 8 - 5 9 Meskipun demikian, beberapa penelitian menunjukkan bahwa implementasi fleksibilitas kurikulum juga menghadapi tantangan, terutama dalam menjaga keseimbangan antara pencapaian kompetensi dan penguatan nilai-nilai moral serta Dalam beberapa kasus, guru masih mengalami kesulitan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman ke dalam model pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan kompetensi. Dalam konteks tersebut, pemikiran pendidikan Al-Ghazali memberikan kontribusi yang sangat penting. Al-Ghazali menegaskan bahwa seluruh proses pendidikan harus berorientasi pada pembentukan akhlak, penyucian jiwa, dan penguatan hubungan manusia dengan Allah SWT. Ilmu pengetahuan harus memberikan manfaat bagi kehidupan manusia dan tidak boleh dipisahkan dari nilai-nilai moral serta spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep tersebut memiliki relevansi yang tinggi dengan implementasi Pendidikan Agama Islam dalam Kurikulum Merdeka. Fleksibilitas pembelajaran yang diberikan Kurikulum Merdeka dapat digunakan untuk mengembangkan berbagai strategi pembelajaran inovatif, namun tetap diarahkan pada tujuan pendidikan Islam yang menekankan pembentukan karakter, penguatan iman, dan tanggung jawab sosial peserta didik. Dengan demikian, pemikiran pendidikan Al-Ghazali dapat berfungsi sebagai fondasi normatif yang menjaga agar fleksibilitas Kurikulum Merdeka tetap berada dalam koridor nilai-nilai pendidikan Islam. Integrasi antara fleksibilitas kurikulum dan penguatan nilai spiritual memungkinkan terciptanya proses pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas moral dan religiusnya. Implikasi Teoretis dan Praktis Pemikiran Pendidikan Al-Ghazali terhadap Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Agama Islam Rubiyah Batubara. Rusydi Ananda, dan Salim. AuImplementation of the Merdeka Curriculum for Islamic Religious Education Subject,Ay Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam 14, no. https://doi. org/10. 30868/ei. Basit. AuPemikiran Al-Ghazali tentang Pendidikan dan Relevansinya dengan Pendidikan Kontemporer. Ay Mohammad Erihadiana dkk. AuSystematic Literature Review: Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam,Ay Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang 11, no. https://doi. org/10. 36989/didaktik. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 3 8 Ae 5 9 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 3 8 - 5 9 Berdasarkan hasil analisis dan sintesis literatur yang telah dilakukan, penelitian ini menemukan bahwa pemikiran pendidikan Al-Ghazali tidak hanya relevan secara konseptual, tetapi juga memiliki implikasi teoretis dan praktis yang signifikan terhadap implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Agama Islam. Relevansi tersebut terlihat dari kesamaan orientasi antara tujuan pendidikan Islam yang dikembangkan AlGhazali dengan paradigma pendidikan yang diusung Kurikulum Merdeka, yaitu pengembangan manusia secara utuh melalui integrasi aspek pengetahuan, keterampilan, karakter, dan spiritualitas. Secara teoretis, pemikiran pendidikan Al-Ghazali memberikan fondasi filosofis yang mampu memperkuat arah pengembangan Pendidikan Agama Islam di era Kurikulum Merdeka. Salah satu kritik yang sering muncul terhadap pendidikan modern adalah kecenderungannya yang terlalu berorientasi pada aspek kompetensi dan pencapaian akademik sehingga dimensi moral dan spiritual kurang memperoleh perhatian yang memadai. Dalam konteks ini. Al-Ghazali menawarkan paradigma pendidikan yang menempatkan pembentukan akhlak sebagai tujuan utama pendidikan. Menurut AlGhazali, ilmu pengetahuan harus melahirkan perubahan perilaku dan kedekatan kepada Allah SWT sehingga pendidikan tidak berhenti pada penguasaan kognitif semata, tetapi menghasilkan transformasi kepribadian peserta didik. Paradigma tersebut memiliki relevansi yang sangat kuat dengan tujuan Pendidikan Agama Islam dalam Kurikulum Merdeka. Meskipun Kurikulum Merdeka memberikan ruang yang luas bagi pengembangan kompetensi abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi, penguatan karakter tetap menjadi salah satu tujuan utama yang diwujudkan melalui Profil Pelajar Pancasila. Dalam hal ini, pemikiran Al-Ghazali dapat memperkaya dimensi filosofis pendidikan karakter dengan memberikan landasan etik dan spiritual yang lebih mendalam. Marwan Abdul Basit. AuPemikiran Al-Ghazali tentang Pendidikan dan Relevansinya dengan Pendidikan Kontemporer,Ay Islamika 16, no. : 52Ae66, https://doi. org/10. 33592/islamika. Dina Bahriani Putri dkk. AuDesign of Islamic Religious Education Curriculum and Learning Outcomes in the Implementation of the Merdeka Curriculum in Indonesia,Ay Journal of Indonesian Islamic Studies 5, no. , https://doi. org/10. 24256/jiis. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 3 8 Ae 5 9 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 3 8 - 5 9 Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep keteladanan guru . swah hasana. yang dikembangkan Al-Ghazali masih sangat relevan dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan karakter tidak hanya ditentukan oleh kurikulum atau materi pembelajaran, tetapi juga oleh kualitas hubungan antara guru dan peserta didik. Al-Ghazali menegaskan bahwa guru merupakan figur sentral yang berfungsi sebagai pendidik, pembimbing, sekaligus teladan moral bagi peserta didik. Oleh karena itu, keberhasilan Pendidikan Agama Islam sangat bergantung pada kemampuan guru dalam menampilkan nilai-nilai yang diajarkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam praktik implementasi Kurikulum Merdeka, prinsip tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial guru Pendidikan Agama Islam. Guru tidak hanya berperan menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga menjadi model dalam penerapan nilai-nilai religius, integritas, tanggung jawab, toleransi, dan kepedulian sosial. Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi lebih bermakna karena peserta didik tidak hanya menerima pengetahuan secara teoritis, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar melalui keteladanan yang nyata. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa konsep tazkiyat al-nafs . enyucian jiw. yang menjadi inti pendidikan Al-Ghazali memiliki relevansi strategis dalam menghadapi tantangan pendidikan kontemporer. Era digital telah menghadirkan berbagai perubahan sosial yang berdampak pada perkembangan moral generasi muda, seperti meningkatnya individualisme, konsumerisme, penyalahgunaan media digital, dan krisis etika dalam ruang publik. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tidak cukup hanya membekali peserta didik dengan keterampilan teknologi dan kompetensi akademik, tetapi juga harus memperkuat kesadaran moral dan spiritual mereka. Fariha Romadloniyah dkk. AuRelevansi Filsafat Pendidikan Imam Al-Ghazali terhadap Pendidikan Islam Kontemporer,Ay Akhlak: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Filsafat 3, no. : 87Ae98, https://doi. org/10. 61132/akhlak. Fuji Rahayu dan Istikomah. AuImplementation of Merdeka Curriculum in Islamic Religious Education Learning: Analysis of Principles and Assessment Models,Ay TaAodib: Jurnal Pendidikan Islam 29, no. 149Ae161, https://doi. org/10. 19109/td. Mohammad Erihadiana dkk. AuSystematic Literature Review: Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam,Ay Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang 11, no. https://doi. org/10. 36989/didaktik. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 3 8 Ae 5 9 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 3 8 - 5 9 Dalam perspektif ini. Pendidikan Agama Islam dalam Kurikulum Merdeka dapat memanfaatkan fleksibilitas kurikulum untuk mengembangkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian capaian pembelajaran . earning outcome. , tetapi juga pada pembentukan kesadaran religius dan tanggung jawab sosial peserta didik. Integrasi nilai-nilai spiritual ke dalam pembelajaran kontekstual memungkinkan peserta didik memahami relevansi ajaran Islam dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan Lebih lanjut, hasil penelitian mengindikasikan bahwa sintesis antara pemikiran pendidikan Al-Ghazali dan Kurikulum Merdeka dapat menghasilkan model Pendidikan Agama Islam yang lebih komprehensif. Kurikulum Merdeka menyediakan kerangka pedagogis yang fleksibel dan adaptif terhadap perkembangan zaman, sedangkan AlGhazali menyediakan kerangka normatif yang menjaga arah pendidikan tetap berorientasi pada pembentukan manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Integrasi keduanya memungkinkan terciptanya pendidikan yang mampu menjawab tuntutan modernitas tanpa kehilangan identitas nilai-nilai Islam. Dengan demikian, implikasi utama penelitian ini adalah bahwa pemikiran pendidikan Al-Ghazali dapat dijadikan sebagai fondasi filosofis dalam pengembangan dan implementasi Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Kehadiran fondasi filosofis tersebut penting untuk memastikan bahwa inovasi pendidikan yang berkembang tidak hanya menghasilkan peserta didik yang kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral, kesadaran spiritual, dan tanggung jawab sosial yang kuat. Dalam konteks pembangunan pendidikan nasional, integrasi antara nilai-nilai pendidikan Islam klasik dan paradigma pembelajaran modern dapat menjadi strategi yang efektif untuk mewujudkan pendidikan yang holistik, humanis, dan Rubiyah Batubara. Rusydi Ananda, dan Salim. AuImplementation of the Merdeka Curriculum for Islamic Religious Education Subject,Ay Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam 14, no. https://doi. org/10. 30868/ei. Mardiah Astuti dkk. AuThe Relevance of the Merdeka Curriculum in Improving the Quality of Islamic Education in Indonesia,Ay International Journal of Learning. Teaching and Educational Research 23, no. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 3 8 Ae 5 9 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 3 8 - 5 9 PENUTUP Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi pemikiran pendidikan AlGhazali terhadap implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Agama Islam melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Berdasarkan hasil analisis dan sintesis berbagai literatur yang relevan, dapat disimpulkan bahwa pemikiran pendidikan Al-Ghazali memiliki tingkat relevansi yang tinggi terhadap paradigma pendidikan yang dikembangkan dalam Kurikulum Merdeka. Temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat aspek utama yang memperlihatkan kesesuaian konseptual antara pemikiran pendidikan Al-Ghazali dan Kurikulum Merdeka. Pertama, keduanya sama-sama menekankan pentingnya pendidikan holistik yang mengintegrasikan pengembangan intelektual, moral, spiritual, dan sosial peserta didik secara seimbang. Pendidikan tidak hanya dipahami sebagai proses transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan kepribadian yang utuh, berkarakter, dan memiliki kesadaran spiritual yang kuat. Kedua, pembentukan akhlak dan pendidikan karakter menjadi tujuan utama dalam kedua konsep pendidikan tersebut. Al-Ghazali menempatkan akhlak sebagai inti pendidikan, sedangkan Kurikulum Merdeka mengintegrasikan penguatan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila dan berbagai aktivitas pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan nilai-nilai moral, religius, tanggung jawab, serta kepedulian sosial. Dengan demikian, pendidikan karakter dalam Kurikulum Merdeka memperoleh landasan filosofis yang kuat melalui pemikiran pendidikan Al-Ghazali. Ketiga, prinsip pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dalam Kurikulum Merdeka memiliki kesesuaian dengan pandangan Al-Ghazali mengenai pentingnya memperhatikan kondisi psikologis, tingkat perkembangan, serta kebutuhan individual peserta didik. Al-Ghazali menegaskan bahwa proses pendidikan harus dilakukan secara bertahap, humanis, dan sesuai dengan kemampuan peserta didik sehingga seluruh potensi yang dimiliki dapat berkembang secara optimal. Prinsip tersebut sejalan dengan Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 3 8 Ae 5 9 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 3 8 - 5 9 pendekatan pembelajaran diferensiasi dan student-centered learning yang menjadi karakteristik utama Kurikulum Merdeka. Keempat, fleksibilitas yang menjadi ciri khas Kurikulum Merdeka dapat diperkuat melalui nilai-nilai moral dan spiritual yang dikembangkan Al-Ghazali. Fleksibilitas kurikulum memberikan ruang inovasi bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran yang kontekstual dan adaptif, sedangkan pemikiran Al-Ghazali memberikan arah normatif agar proses pendidikan tetap berorientasi pada pembentukan manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Integrasi keduanya memungkinkan terciptanya pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan identitas nilai-nilai Islam. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pemikiran pendidikan AlGhazali tetap memiliki relevansi konseptual yang kuat sebagai landasan filosofis bagi implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Agama Islam. Integrasi antara nilainilai pendidikan Islam klasik dan paradigma pendidikan kontemporer tidak hanya memperkuat dimensi moral dan spiritual pembelajaran, tetapi juga mendukung terwujudnya pendidikan yang holistik, humanis, adaptif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Temuan ini menunjukkan bahwa pemikiran pendidikan Al-Ghazali masih memiliki kontribusi signifikan dalam menjawab tantangan pendidikan Islam di era transformasi sosial, globalisasi, dan perkembangan teknologi Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapat beberapa saran yang dapat diajukan. Pertama, bagi guru Pendidikan Agama Islam, pemikiran pendidikan AlGhazali dapat dijadikan sebagai rujukan filosofis dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian kompetensi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, penguatan spiritualitas, dan pengembangan kepribadian peserta didik secara menyeluruh. Kedua, bagi pengembang kurikulum dan pembuat kebijakan pendidikan, nilainilai pendidikan yang dikembangkan Al-Ghazali perlu dipertimbangkan dalam penguatan Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 3 8 Ae 5 9 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 3 8 - 5 9 implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya pada aspek pendidikan karakter, pembinaan akhlak, serta pengembangan kompetensi spiritual peserta didik. Penguatan dimensi filosofis tersebut penting untuk menjaga keseimbangan antara pengembangan kompetensi abad ke-21 dan pembentukan kepribadian yang berlandaskan nilai-nilai moral dan keagamaan. Ketiga, bagi lembaga pendidikan Islam, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam mengembangkan model pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang lebih integratif dengan mengombinasikan pendekatan pedagogis modern dan nilai-nilai pendidikan Islam klasik. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat identitas keislaman peserta didik di tengah perkembangan globalisasi dan transformasi digital. Keempat, bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini masih memiliki keterbatasan karena menggunakan pendekatan studi kepustakaan (Systematic Literature Revie. Oleh karena itu, penelitian mendatang dapat mengembangkan kajian empiris melalui studi lapangan pada sekolah-sekolah yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka untuk menguji secara langsung bagaimana konsep pendidikan Al-Ghazali diimplementasikan dalam praktik Pendidikan Agama Islam serta dampaknya terhadap pembentukan karakter, kompetensi sosial, dan perkembangan spiritual peserta didik. Dengan demikian, pengembangan Pendidikan Agama Islam pada era Kurikulum Merdeka tidak hanya memerlukan inovasi pedagogis, tetapi juga membutuhkan fondasi filosofis yang kuat agar pendidikan mampu melahirkan generasi yang unggul secara intelektual, matang secara emosional, berakhlak mulia, serta memiliki kesadaran spiritual yang kokoh. DAFTAR PUSTAKA