NURSING ANALYSIS: JOURNAL OF NURSING RESEARCH Vol. No. April 2025. Hal. HUBUNGAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI PADA REMAJA PUTRI DI DESA CIBEUTEUNG UDIK KABUPATEN BOGOR Agnes Defvi 1. Uswatun Hasanah1. Rusbandi 2. Andini Restu Marsiwi2. Ni Bodro Ardi3. Mita Widya Ningrum3. Rizki Handayani Fasimi4. Ade Nurhaeti4 Program Studi S1 Ilmu Keperawatan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang. Tangerang Selatan. Banten. Indonesia Program Studi Profesi Ners Keperawatan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang. Tangerang Selatan. Banten. Indonesia *korespondensi author: agnesdefvi@gmail. ABSTRAK Menurut World Health Organization (WHO) remaja merupakan penduduk yang memiliki umur 10-19 tahun. United Nation Fund For Population Activities (UNFPA) pada tahun 2020 terjadinya peningkatan pernikahan usia dini setiap tahunya mencapai 14,2 juta. Jawa Barat pada tahun 2021 adalah satu diantara provinsi lain dengan tingkat perkawinan dibawah umur yang cukup tinggi yaitu sebesar 20,93%. Pengetahuan sangat berperan dalam pencegahan pernikahan usia dini sebab dengan pengetahuan tidak baik sangat berpengaruh pada remaja yang beresiko terhadap kesehatan reproduksi. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi dengan pencegahan pernikahan dini pada remaja putri Di Desa Cibeuteung Udik Kabupaten Bogor. Metode Penelitian Ini menggunakan desain penelitian deskriptif analitik metode cross sectional dengan pendekatan kuantitatif menggunakan Teknik purposive sampling dengan populasi dan sampel 60 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan Kuesioner. Kriteria Sampel yaitu Remaja Putri yang berusia 15-19 tahun. Hasil Penelitian: Univariat: Setengah Responden berpengetahuan kesehatan reproduksi Cukup yaitu sebanyak 29 Responden 48,3% dan Lebih dari setengah Responden Pencegahan Pernikahan dini Cukup yaitu sebanyak 38 Responden 63,3%. Bivariat: ini diperoleh hasil dari Uji Spearman rho didapatkan Hasil diperoleh nilai . -value 0,. -value a 0,. Maka Ha diterima. Kesimpulan penelitian ini terdapat bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan pencegahan pernikahan dini pada remaja putri Di RW 002 Desa Cibeuteung Udik Kabupaten Bogor. Saran penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat khususnya pada Masyarakat untuk mengetahui lebih dini tentang pengetahuan kesehatan reproduksi dan pencegahan pernikahan dini. Kata Kunci: Pengetahuan Kesehatan Reproduksi. Remaja. Pencegahan Pernikahan Dini NURSING ANALYSIS: JOURNAL OF NURSING RESEARCH Vol. No. April 2025. Hal. RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE OF REPRODUCTIVE HEALTH WITH THE PREVENTION OF EARLY MARRIAGE IN ADOLESCENT WOMEN IN CIBEUTEUNG VILLAGE. UDIK. BOGOR DISTRICT ABSTRACT According to the World Health Organization adolescents are residents aged 10-19 years, the United Nation Fund for Population Activities (UNFPA) in 2020 the increase in early marriage every year reached 14. West Java in 2021 is one of the other provinces with a fairly high underage marriage rate of Knowledge is very instrumental in the Prevention of early marriage because with bad knowledge is very influential on adolescents who are at risk of reproductive health. The purpose of this study was to determine the relationship of reproductive health knowledge with the Prevention of early marriage in adolescent girls in Cibeuteung Village Udik Bogor regency. This research method uses descriptive analytical research design cross sectional method with a quantitative approach using purposive sampling technique with a population and a sample of 60 respondents, this research instrument uses a questionnaire, the sample criteria are young women aged 15-19 years. The results of the study: univariate: half of respondents have sufficient knowledge of reproductive health, namely 29 respondents 48. 3% and more than half of respondents have sufficient prevention of early marriage, namely 38 respondents 63. Bivariate: this is obtained from Spearman rho test results obtained obtained value . -value 0. so that . -value a . then ha is accepted. The conclusion of this study is that there is a significant relationship between reproductive health knowledge with the Prevention of early marriage in adolescent girls in RW 002 Village Cibeuteung Udik Bogor regency. This research suggestion is expected to be useful, especially in the community to know more about reproductive health knowledge and Prevention of early marriage. Keywords: Reproductive Health Knowledge. Adolescents. Prevention of Early Marriage PENDAHULUAN Remaja adalah merupakan tahap perubahan pribadi di masa remaja terlibat dalam psikologis untuk mengembangkan indentitas diri mereka. Masa remaja merupakan masa perpindahan dari anak - anak menuju ke dewasa, dimana anak-anak mengalami pertumbuhan cepat disegala bidang. Mereka bukan lagi anak-anak baik bentuk jasmani, sikap, cara berpikir serta bertindak, tetapi bukan juga dikatakan dewasa yang sudah matang (Miharja, 2. Menurut World Health Organization remaja merupakan penduduk yang memiliki umur 10-19 tahun. Berdasarkan data sensus penduduk tahun 2022 jumlah penduduk remaja yang berusia 10-24 tahun sebanyak 65,82 juta jiwa atau 24% dari jumlah penduduk Indonesia. Indonesia dimana tercatat kenaikan 1,39% dibandingkan setahun sebelumnya (BPS, 2. Menurut kesehatan dasar indonesia riset menunjukkan sekitar 58,8% remaja usia 10-19 tahun telah menikah dan pernah hamil (RISKESDAS, 2. Pernikahan dini merupakan hal yang menjadi bahan pembicaraan di kalangan remaja maupun masyarakat. Perempuan yang menikah dibawah umur juga dapat kehilangan masa pertumbuhan, masa bermain,masa berpendidikan ke jenjang yang lebih tinggi akhirnya anak yang menikah dini putus sekolah. mempersiapkan pernikahan tidak mudah NURSING ANALYSIS: JOURNAL OF NURSING RESEARCH Vol. No. April 2025. Hal. seperti menyiapkan acara resepsi. Sebagaimana kesiapaan secara mental, fisik, pengetahuan, sosial dan finansial bersifat mendasar dalam membangun keluarga/rumah tangga (Maharjan, rishal & svanemyr, 2. United Nation Fund For Population Activities (UNFPA) sebagai organisasi PBB bidang populasi memperkirakan bahwa tahun 2020 terjadi peningkatan pernikahan usia dini dan setiap tahunya mencapai 14,2 juta, kemudian pada tahun 2030 diperkirankan pertahunya mencapai 15,1 juta. Jawa Barat adalah satu di antara provinsi lain dengan tingkat perkawinan dibawah umur yang cukup tinggi yaitu sebesar 20,93% provinsi lainya adalah jawa timur . ,73%) presentase pernikahan dini pada tahun 2019 masih 12,33% pada 2020 menjadi 11,96% kemudian pada 2021 sebanyak 10,09%. Maka dari itu, peningkatan pernikahan usia dini pada tahun 2021 di jawa barat lebih signifikan di lihat dari presentasenya (BPS Jabar 2. Pengetahuan sangat berperan dalam kejadiannya pernikahan usia dini sebab dengan pengetahuan tidak baik sangat berpengaruh pada remaja yang beresiko terhadap kesehatan reproduksi karena sangat penting bagi tenaga kesehatan memberikan promosi kesehatan terkait informasi remaja tentang kesehatan reproduksi (Samsi, 2. Faktor Ae faktor yang mempengaruhi pernikahan usia muda pada remaja tersebut meliputi seseorang remaja melakukan perkawinan usia muda adalah rendahnya pengetahuan, pendapatan orang tua dibawah (UMK), pendidikan kurang dan tidak percaya terhadap pernikahan dini (Harwati, 2. Upaya Pencegahan pernikahan dini adalah anak dibawah umur yang dimana akan semakin maksimal bila anggota masyarakat turut berperan aktif dalam pencegahan pernikahan dibawah umur yang ada disekitar mereka. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat merupakan jurus terampuh sementara ini untuk mencegah terjadinya pernikahan anak dibawah umur sehingga kedepanya diharapkan tidak lagi anak yang menjadi korban akibat pernikahan tersebut. Adapun upaya pencegahan pernikahan dini antara lain yaitu sosialisasi undang Ae undang nomor 1 tahun 1974 dan sosialisasi dampak pernikahan usia dini, pembinaan remaja dan pendekatan kepada orang tua dan anak agar mau melanjutkan sekolah (Lestari, 2. Berdasarakan Studi Pendahuluan yang dilakukan oleh Peneliti di RW 002 Desa Cibeuteung Udik pada tanggal 9 Maret 2023 Kepada Remaja Putri sebanyak 10 orang ketika dilakukan wawancara terhadap 3 Remaja . %) mengetahui dan memahami tentang kesehatan reproduksi dan Sejumlah 7 remaja putri . %) di dapatkan hasil bahwa banyak remaja masih malu bertanya mengenai kesehatan reproduksi sehingga tidak mengetahui atau memahami tentang kesehatan reproduksi dan tidak mengetahui tentang bagaimana upaya pencegahan pernikahan dini. Sehingga harus ada upaya yang dilakukan untuk menangani masalah pernikahan dini. NURSING ANALYSIS: JOURNAL OF NURSING RESEARCH Vol. No. April 2025. Hal. METODE Desain Studi Desain penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Metode yang akan dilakukan peneliti bersifat kuantitatif. Hubungan antar variabel ini ditentukan berdasarkan uji statistik dengan menggunakan metode Cross Sectional yaitu hubungan antar variabel bebas . apakah ada hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi dengan variabel terikat . ependen hubungan dengan pencegahan pernikahan usia dini pada remaja. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di RW 002 Di Cibeuteung Udik Kabupaten Bogor. Pada bulan Januari-Juni 2023. Populasi dan Teknik Sampling Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian atau objek yang di teliti (Notoatmodjo. Wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penulis untuk dipelajari kemudian di tarik kesimpulanya. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja wanita yang berdomisili di wilayah desa Cibeuteung Udik kabupaten bogor. Kategori remaja wanita di maksud adalah perempuan yang berusia 15-19 tahun. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja wanita yang berusia di 15-19 tahun yang berjumlah 70 Remaja Putri di Desa Cibeuteung Udik Kabupaten Bogor. Jumlah Sampel Sesuai dengan tujuan penelitian maka teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling yaitu suatu teknik penetapan sempel dengan cara memilih sampel di antara populasi sesuai dengan yang dikehendaki peneliti . ujuan atau masala. dalam penelitian. Sehingga sampel tersebut dapat mewakili karakteristik populasi yang telah dikenal sebelumnya Dari perhitungan sampel, maka dapat diketahui bahwa jumlah sampel pada penelitian ini adalah 60 responden (Sugiyono, 2. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian ini menggunakan Kuesioner. Kriteria Sampel yaitu Remaja Putri yang berusia 15-19 tahun. Prosedur Pengambilan Data Prosedur administrasi Peneliti mengajukan izin untuk Stikes Widya Dharma Husada Tangerang dan telah disetujui. Prosedur teknis peneliti menyepakati waktu dan teknis pelaksanaan bersama responden. Peneliti membagikan Kuesioner pada responden. Peneliti menjelaskan kepada responden tentang cara mengisi kuesioner penelitian dari responden wajib mengisi semua daftar pertanyaan kuesioner yang telah diberikan. Setelah responden selesai mengisi kuesioner, peneliti mengambil kembali kuesioner ditempat NURSING ANALYSIS: JOURNAL OF NURSING RESEARCH Vol. No. April 2025. Hal. pengumpulan kuesioner yang telah disediakan. Peneliti memeriksa kelengkapan kuesioner pada saat itu juga yang harus lengkap diisi responden. Setelah kuesioner terkumpul peneliti melakukan analisa dan pengelolahan data. Analisis Data Penelitian ini menggunakan pengelolahan data statistical package for social science (SPSS). Jenis penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Uji korelasi dengan menggunakan uji korelasi spearman dengan derajat 95%. Uji Statistik yang digunakan adalah spearman rank . , dilakukan uji tabulasi silang . ross tabulatio. antara kedua variable. Etika Penelitian Menurut penjelasan (Notoatmodjo, 2012 di dalam ayu hanifah Amanda, 2. etika penelitian ini mencakup juga perilaku peneliti atau perlakuan peneliti terhadap subjek penelitian serta sesuatu yang dihasilkan oleh peneliti bagi masyarakat. HASIL Hasil penelitian mengenai Hubungan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi dengan Pencegahan Pernikahan Dini Pada Remaja Putri Di Desa Cibeuteung Udik Kabupaten Bogor. Penelitian Ini dilakukan Pada Bulan Mei 2023 dengan jumlah Responden 60 Remaja Putri yang berusia 15-19 tahun. Tabel 1. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Responden . = . Umur Frekuensi Presentase (%) Tabel 2. Pendidikan Responden . Tingkat Pendidikan Frekuensi SMP SMA/SMK Perguruan Tinggi Total Presentase (%) Tabel 3. Pengetahuan Kesehatan Reproduksi . Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Baik Cukup Kurang Total Frekuensi Presentase (%) NURSING ANALYSIS: JOURNAL OF NURSING RESEARCH Vol. No. April 2025. Hal. Tabel 4. Pencegahan Pernikahan Dini . Pencegahan pernikahan dini Frekuensi Presentase (%) Baik Cukup Kurang Total Tabel 5. Hubungan kesehatan reproduksi dengan pencegahan Pernikahan Dini Pada Remaja Putri di Desa Cibeuteung Udik Kabupaten Bogor . Pengetahuan Pencegahan Pernikahan Dini Total Correlation Kesehatan Reproduksi Value Coeffcient Baik Cukup Kurang N % N % N % Baik 2 3,3 Cukup 16 26,7 3 5,0 0,000 0,750 Kurang 9 15,0 Total 35,0 25 41,7 14 23,3 100,0% PEMBAHASAN Berdasarkan Hasil Indetifikasi karakteristik usia, menunjukkan bahwa sebanyak 60 responden didapatkan bahwa sebagaian besar responden remaja putri berusia 15-16 tahun yaitu sebanyak 37 responden dengan presentase . ,7%). Menurut Notoadmojo . menyatakan bahwa semakin cukup umur, tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berpikir dan bekerja. Berdasarkan fakta dan teori, hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan usia seseorang dapat mempengaruhi kemampuan seseorang dalam berfikir dan bertindak. Dari hasil analisis didapatkan pendidikan remaja putri usia 15-16 tahun adalah SMP sebanyak 36 Responden . ,0%). Sebagaian hasil responden remaja putri usia 17- 18 tahun adalah berpendidikan SMA/SMK sebanyak 21 responden . ,0%). Hasil Penelitian yang Dilakukan Oleh Raudhatul Jannah . Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan bahwa dari 72 responden dalam penelitian ini. Mayoritas lebih banyak berpendidikan terakhir SMP yaitu 43 responden . ,7%). Pengetahuan kesehatan reproduksi diketahui bahwa sebagian hasil responden berpengetahuan Setengah responden berpengetahuan cukup yaitu sebanyak 29 Responden . ,3%). Hasil penelitiian yang dilakukan oleh kholidatu sholihah . Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan diatas menunjukkan frekuensi tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dari 178 responden terbanyak dengan kategori AuKurangAoAosebanyak 89 responden . ,0%). Surya Anita . menyatakan bahwa pengetahuan Kesehatan reproduksi yang baik diharapkan akan terjadi penurunan NURSING ANALYSIS: JOURNAL OF NURSING RESEARCH Vol. No. April 2025. Hal. pernikahan remaja yang pada akhirnya meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa Indonesia. Berdasarkan hal diatas peneliti menyimpulkan bahwa pengetahuan yang didapat cukup tentang kesehatan reproduksi wanita dengan pencegahan pernikahan dini, faktor yang mempengaruhi pengetahuan yaitu usia, dan tingkat pendidikan, sehingga hal tersebut dapat berdampak meningkatnya pernikahan dini pada remaja. Dapat diambil kesimpulan bahwa ada hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan pencegahan pernikahan dini pada remaja putri di Desa Cibeuteung Udik Kabupaten Bogor. KESIMPULAN Karakteristik responden berdasarkan usia dan tingkat pendidikan. Usia menunjukkan sebagian besar responden yang berusia 15-16 tahun sebanyak 37 responden . ,7%). Tingkat pendidikan menunjukkan sebagian besar responden berpendidikan SMP sebanyak 36 Responden . ,0%). Pengetahuan Kesehatan reproduksi menunjukkan setengah responden yang berpengetahuan cukup sebanyak 29 Responden . ,3%). Pencegahan Pernikahan Dini menunjukkan sebagian responden yang pencegahan cukup yaitu 38 responden . ,3%). Hasil Penelitian yang dilakukan bahwa ada Hubungan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi dengan Pencegahan Pernikahan Dini pada remaja putri dengan Uji Spearman rho didapatkan nilai akhir p-value 0,000. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menyampaikan terima kasih kepada pihak Desa Cibeuteung Udik Kabupaten Bogor atas dukungan dan izin penelitian, serta kepada seluruh responden yang telah bersedia berpartisipasi. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada STIKes Widya Dharma Husada Tangerang atas fasilitas dan bimbingan selama proses penelitian Penelitian ini tidak menerima pendanaan eksternal dan sepenuhnya dibiayai secara mandiri. REFERENSI