Jurnal Pengabdian Masyarakat Multi Displin Ilmu Volume : 3 | Nomor 1 | Januari 2025 | E-ISSN : 2986-2. https://jurnal. org/index. php/jpmasdi AuHubungan Terapi Akupresur Dengan Pengurangan Intensitas Nyeri Haid (DISMINORE) Pada Remaja Putri Di SMA PABA Binjai Tahun 2024Ay Author: Rismeni Saragih. SST. ,M. Kes. Afiliation: Akademi Kebidanan Kharisma Husada Binjai Corresponding email Rismenisaragih1@gmail. This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 0 International License Abstrak: Dismenore merupakan gangguan yang ditandai dengan nyeri perut bagian bawah yang terjadi selama menstruasi. Masalah dismenore pada remaja putri jika tidak segera diatasi dapat berdampak buruk pada produktivitas remaja termasuk kegiatan belajar. Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri haid . Namun pada penelitian ini hanya melakukan Terapi Akupresure untuk pengurangan dismenore guna mengetahui apakah terdapat hubungan akupresur terhadap pengurangan intensitas nyeri haid . pada remaja putri di SMA PABA Binjai tahun 2024. Metode penelitian menggunakan uji Chi-Square. Dengan populasi dan Sampel penelitian ini adalah remaja putri dengan nyeri haid . di kelas X & XI SMA PABA Binjai Tahun 2024 sebanyak 28 orang responden menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar prosedur dan observasi. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data analisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya Hubungan Terapi Akupresure Dengan Pengurangan Intensitas Nyeri Haid (Dismenor. Pada Remaja Putri di SMA PABA Binjai Tahun 2024 dengan derajat kemaknaan () = 0. 05 dan df = 1 diperoleh hasil perhitungan yaitu Sig . 0,000<()=0. 05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan ada hubungan terapi akupresure terhadap pengurangan intensitas Nyeri haid . Diharapkan kepada para remaja putri dengan nyeri haid . untuk melakukan terapi akupresure dengan rutin sesuai teknik untuk menurangi nyeri haid . yang dirasakan saat menstruasi. Kata kunci: Terapi Akupresure. Intensitas Nyeri Haid(Disminor. Remaja Jurnal Pengabdian Masyarakat Multi Displin Ilmu Volume : 2 | Nomor 1 | Januari 2024 | E-ISSN : 2986-2. https://jurnal. org/index. php/jpmasdi Pendahuluan Masa remaja merupakan suatu masa peralihan dari pubertas ke dewasa atau suatu proses tumbuh kembang ke arah kematangan mental, emosional sosial dan fisik (Nur Hidayah, dkk, 2. Masa remaja merupakan suatu tahapan antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa. Istilah ini merupakan masa dari awal pubertas sampai tercapainya kematangan, biasanya mulai dari usia 14 tahun pada pria dan usia 12 tahun pada wanita. Menurut WHO disebut remaja apabila anak telah mencapai usia 10-18 tahun (Nur Hidayah, dkk, 2. Masa pubertas adalah salah satu tahap perkembangan yang ditandai dengan kematangan organ seksual dan tercapainya kemampuan untuk bereproduksi, salah satu cirinya yaitu mengalami menstruasi (Nur Hidayah, dkk, 2. Menurut BKKBN Tahun 2017. Menstruasi adalah pelepasan dinding rahim . yang disertai dengan perdarahan dan terjadi secara berulang-ulang setiap bulan kecuali pada saat Menstruasi merupakan luruhnya dinding dalam rahim yang banyak mengandung pembuluh darah. Peristiwa ini terjadi setiap bulan yang berlangsung selama kurang lebih 3-7 hari, jarak satu haid ke haid berikutnya berlangsung kurang lebih 28 hari . ntara 21-35 har. tetapi pada masa remaja biasanya siklus ini belum teratur ( Asasih Villasari, 2. Menurut August tahun 2014, beberapa saat sebelum menstruasi atau hari-hari menstruasi wanita akan mengalami rasa tidak nyaman atau tidak enak dengan merasakan gejala seperti : nyeri payudara, rasa penuh/kembung di perut bagian bawah (Dismenor. , merasa sangat lelah, nyeri otot terutama di punggung bagian bawah dan perut, perubahan kebasahan wanita, muka berminyak ataupun tumbuh jerawat, gangguan emosi : seprti mudah tersinggung, gelisah, sukar tidur dan sakit kepala (Asasih Villasari, 2. Menurut Prawirohardjo tahun 2002. Dismenore adalah nyeri perut bagian bawah yang menyebar ke daerah pinggang dan paha. Nyeri ini timbul tidak lama sebelumnya atau bersama-samaan dengan permulaan haid dan berlangsung untuk beberapa jam. Gejala yang terkait lainnya adalah muntah, sakit kepala, cemas, kelelahan,diare, pusing dan kembung atau perut terasa penuh (Nur Hidayah, dkk, 2. Dismenore merupakan kejang otot yang menyakitkan dari uterus yang terjadi selama menstruasi, dan merupakan salah satu penyebab dari gangguan menstruasi. Dismenore sangat mengganggu aktivitas perempuan sehari-hari dan dapat berdampak pada turunnya produktivitas kerja (Asasih Villasari, 2. Berdasarkan klasifikasinya. Dismenore terbagi menjadi dua, yaitu : Dismenore primer dan Dismenore sekunder. Dismenore yang paling sering terjadi adalah Dismenore primer lebih dari 50% wanita mengalaminya dan 10-15% diantaranya mengalami nyeri yang hebat sampai mengganggu aktivitas dan kegiatan sehari-hari. Biasanya Dismenore primer timbul pada masa remaja, yaitu sekitar 2-3 tahun setelah haid pertama dan terjadi pada umur kurang dari 20 tahun (Sarni Yati, 2. Menurut WHO tahun 2020, melaporkan bahwa kejadian wanita yang mengalami Dismenore berat di setiap negara di dunia yaitu sekitar 50% dari populasi dan 10-15% di antaranya mengalami Dismenore ringan. Prevalensi yang lebih besar umumnya pada wanita muda, dengan perkiraan berkisar antara 67% sampai 90% untuk perempuan yang berusia 17-24 tahun. Rata-rata di negaranegara Eropa kasus Dismenore terjadi pada 45-97% wanita muda usia subur, di negara-negara Amerika kasus Dismenore terjadi pada 52-90% wanita muda usia subur, di wilayah Afrika kasus Dismenore terjadi pada 44-95% wanita muda usia subur, dan di wilayah Asia kasus Dismenore terjadi pada 45-90% wanita muda usia subur (WHO, 2. This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons AttributionNonCommercial 4. 0 International License Jurnal Pengabdian Masyarakat Multi Displin Ilmu Volume : 2 | Nomor 1 | Januari 2024 | E-ISSN : 2986-2. https://jurnal. org/index. php/jpmasdi Studi Literatur Rumusan masalah dalam penelitian ini AuApakah ada Hubungan terapi Akupresur Dengan pengurangan intensitas nyeri haid (Dismenor. pada remaja putri di SMA PABA Binjai tahun 2024?Ay Menurut Sarwono tahun 2006, usia remaja adalah umur individu yang berada dalam usia 10-19 tahun dimana usia remaja terbagi atas 3 kategori, yaitu usia remaja awal . -12 tahu. , usia remaja madya . -15 tahu. dan usia remaja akhir . -19 tahu. , (Hikmandayani, dkk, 2. Menurut Sarwono tahun 2006 . alam Yudrik Jahja, 2. , remaja adalah suatu masa dimana individu berkembang dari saat pertama kali ia menunjukkan tanda-tanda seksual sekundernya sampai saat ia mencapai kematangan seksual. Individu mengalami perkembangan psikologis dan pola identifikasi dari anak-anak menjadi dewasa, serta terjadi peralihan dari ketergantungan sosial ekonomi yang penuh kepada keadaan yang relatif mandiri. (Hikmandayani, dkk, 2. Kata remaja berasal dari bahsa latin adolescentia yang berarti remaja yang mengalami kematangan fisik, emosi, mental dan sosial. Menurut Piaget . alam Hurlock, 1. mengatakan bahwa, masa remaja ialah masa berintegrasi dengan masyarakat dewasa, usia Dimana individu tidak lagi merasa di bawah tingkatan orang dewasa, akan tetapi sudah dalam tingkatan yang sama (Herry Zan Pieter. Metode Penelitian Kerangka konsep penelitian merupakan suatu cara yang digunakan untuk menjelaskan hubungan atau kaitan antara variable yang akan diteliti (Notoatmodjo, 2. Pada penelitian ini, peneliti akan meneliti Hubungan Terapi Akupresure Dengan Pengurangan Intensitas Nyeri Haid (Dismenor. Berdasarkan tujuan penelitian serta tinjauan Pustaka, maka kerangka konsep dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut : Variabel Independent Variabel Dependent Terapi Akupresure Pengurangan intensitas nyeri haid . Gambar Kerangka Konsep Penelitian Dalam penelitian ini yang merupakan variable independent atau variable bebas yaitu Terapi Akupresure sedangkan variable dependent atau variable terikat adalah pengurangan intensitas nyeri haid (Dismenor. Hasil Berdasarkan hasil penelitian tentang AuHubungan Terapi Akupresure Dengan Pengurangan Intensitas Nyeri Haid (Dismenor. Pada Remaja Putri Di SMA PABA Binjai Tahun 2024Ay dengan jumlah sampel yaitu 28 Remaja Putri Dengan Nyeri Haid (Dismenor. analisis yang digunakan adalah Univariat dan Bivariat. Analisa Univariat bertujuan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan karakteristik masing-masing variabel yang diteliti. dengan variabel dependent (Intensitas Nyeri Hai. sebagai variabel yang akan This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons AttributionNonCommercial 4. 0 International License Jurnal Pengabdian Masyarakat Multi Displin Ilmu Volume : 2 | Nomor 1 | Januari 2024 | E-ISSN : 2986-2. https://jurnal. org/index. php/jpmasdi di analisa secara univariat dengan jumlah responden sebanyak 28 orang. Distribusi frekuensi berdasarkan Terapi Akupresure dengan Intensitas Nyeri Haid. Tabel Distribusi Frekuensi Terapi Akupresure Pada Remaja Putri di SMA PABA Binjai Tahun 2024 NO. Frekuensi Terapi Akupresure Tidak Teratur Teratur Total Jumlah Berdasarkan Table di atas dapat disimpulkan bahwa distribusi frekuensi Terapi Akupresure Pada Remaja Putri di SMA PABA Binjai Tahun 2024, mayoritas yang melakukan terapi akupresure secara teratur sebanyak 20 responden . ,4%) dan yang tidak teratur melakukan terapi akupresure sebanyak 8 responden . ,6%). Tabel Distribusi Frekuensi Nyeri Haid (Dismenor. Pada Remaja Putri di SMA PABA Binjai Tahun 2024 NO. Nyeri Haid (Dismenor. Nyeri Ringan Nyeri Sedang Nyeri Berat Nyeri Sangat Berat Total Jumlah Berdasarkan Tabel diatas dapat disimpulkan bahwa Terapi Akupresure pada remaja putri yang mengalami nyeri haid (Dismenor. di SMA PABA Binjai Tahun 2024, dengan klasifikasi nyeri ringan sebanyak 20 responden . ,4%) dan nyeri sedang sebanyak 8 responden . ,6%). Kesimpulan Setelah dilakukan penelitian tentang Hubungan Terapi Akupresure Dengan Pengurangan Intensitas Nyeri Haid (Dismenor. Pada Remaja Putri di SMA PABA Binjai Tahun 2024, maka dapat disimpulkan sebagai berikut : C Dari hasil penelitian setelah melakukan terapi akupresure disimpulkan bahwa mayoritas yang mengikuti terapi akupresure teratur sebanyak 20 responden . ,4%) dan minoritas yang tidak teratur sebanyak 8 responden . ,6%). C Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat nyeri haid . pada remaja putri saat menstruasi mengalami penurunan mayoritas nyeri ringan sebanyak 20 responden . ,4%) dan minoritas nyeri sedang sebanyak 8 responden . ,6%). C Berdasarkan hasil uji Chi-Square Hubungan Terapi Akupresure Dengan Pengurangan Intensitas Nyeri Haid (Dismenor. Pada Remaja Putri di SMA PABA Binjai Tahun 2024 dengan derajat kemaknaan () = 0,05 dan df = 1 diperoleh hasil perhitungan Sig. -taile. 0,000<()=0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulannya ada Hubungan Terapi Akupresure Dengan Pengurangan Intensitas Nyeri Haid (Dismenor. Pada Remaja Putri di SMA PABA Binjai Tahun 2024. This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons AttributionNonCommercial 4. 0 International License Jurnal Pengabdian Masyarakat Multi Displin Ilmu Volume : 2 | Nomor 1 | Januari 2024 | E-ISSN : 2986-2. https://jurnal. org/index. php/jpmasdi DAFTAR PUSTAKA