Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya E-ISSN: 3090-1154 Perencanaan Struktur Gedung 18 Lantai di Kota Manado Menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus Daffa Rizky Ramadhan1. Soerjandani Priantoro Machmoed*2 1,2 Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Indonesia Email: 1daffarizkyram10@gmail. com, 2soerjandani@uwks. *Penulis Korespondensi Abstrak Kota Manado merupakan kota yang terletak di daerah gempa tinggi dan termasuk di dalam kategori desain seismik D. Kondisi tanah pada tempat perencanaan, yaitu tanah keras sehingga berdasarkan kondisi tersebut dalam perencanaan gedung apartemen AuMultiple Block UpAy 18 lantai ini dibutuhkan suatu metode struktur tahan gempa. Perencanaan ini dilakukan dengan tujuan membuat struktur apartemen yang tahan gempa pada daerah gempa tinggi dengan menganalisis struktur. Pada perencanaan ini menggunakan metode sistem rangka gedung, yaitu dengan menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Sistem ini didesain agar terhindar dari terjadinya keruntuhan struktur saat gempa terjadi. Oleh karena itu, sistem SRPMK digunakan agar struktur gedung didesain memenuhi syarat Strong Column Weak Beam. Dalam menganalisis struktur digunakan program struktur untuk mendapatkan gaya-gaya dalam yang bekerja dan selanjutnya dilakukan perhitungan secara manual berdasarkan peraturan-peraturan yang Adapun peraturan-peraturan standar Indonesia yang digunakan pada perencanaan ini, yaitu SNI 2847-2019. SNI 1726-2019, dan SNI 1727-2020 Setelah dilakukan perhitungan, didapatkan struktur tahan Hal ini dapat dibuktikan dengan rata-rata simpangan antar lantai, yaitu sebesar 20 mm dengan simpangan ijin yang terjadi adalah 76 mm sehingga telah memenuhi. Strong Column Weak Beam dengan OcMnc= 1101,54 kNm Ou 1,2 OcMnb = 619,35 kNm memenuhi dan HBK pada 4 balok dihasilkan Vn = 657,25 kN > Vx-x = 845,54 kN, sedangkan untuk HBK pada 3 atau 2 balok dihasilkan Vn = 3. 993,35 kN > Vx-x = 507,59 kN sehingga HBK telah memenuhi persyaratan SNI. Kata kunci: gedung tahan gempa, perencanaan gedung, sistem rangka pemikul momen khusus, strong column weak Abstract The city of Manado is in a high seismic zone and falls under seismic design category D. The soil conditions at the planning site consist of hard soil, which necessitates the use of an earthquake-resistant structural method for the design of the 18-story "Multiple Block Up" apartment building. This plan aims to create an earthquake-resistant apartment structure in a high seismic area by analyzing the building's structural performance. In this design, the building frame system method is applied using the Special Moment Resisting Frame System (SMRFS). This system is designed to prevent structural failure during earthquakes. Therefore, the SMRFS is implemented to ensure that the building structure complies with the Strong Column-Weak Beam criteria. Structural analysis is conducted using structural engineering software to determine internal forces, followed by manual calculations based on applicable The Indonesian standards used in this design include SNI 2847-2019. SNI 1726-2019, and SNI 1727-2020. After performing calculations, the structure was confirmed to be earthquake resistant. This is evidenced by the average inter-story drift of 20 mm, which is within the permissible drift limit of 76 mm. Additionally, the Strong Column-Weak Beam criterion is satisfied with OcMnc = 1101. 54 kNm Ou 1. 2 OcMnb = 619. 35 kNm. The beam shear strength (HBK) for four beams resulted in Vn = 5,657. 25 kN > Vx-x = 845. 54 kN, while for three or two beams. Vn = 3,993. 35 kN > Vx-x = 507. 59 kN, ensuring compliance with SNI requirements. Keywords: building planning, earthquake-resistant building, special moment-resisting frame system, strong column weak beam PENDAHULUAN Seiring dengan berkembangnya zaman, kebutuhan akan tempat tinggal menjadi semakin tinggi. Hal ini terjadi, disebabkan karena tingginya angka penduduk di Indonesia yang membuat kegiatan pembangunan, seperti kos-kosan, perumahan, sangat gencar dilakukan demi untuk memenuhi kebutuhan akan tempat tinggal. Hal ini, jika dilakukan terus menerus dapat menyebabkan ketersediaan lahan kosong Halaman - 45 Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya E-ISSN: 3090-1154 menjadi semakin menipis. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah inovasi pada teknologi konstruksi, yaitu dengan membangun gedung bertingkat. Salah satu contoh inovasi, yaitu gedung baik Apartemen maupun rumah susun. Gedung bertingkat merupakan hasil inovasi teknologi konstruksi yang berwujud fisik berupa struktur bangunan yang dirancang oleh manusia, terdiri dari struktur bawah hingga struktur atas berupa pondasi, balok, kolom, pelat sampai rooftop. Hal fisik ini bisa berdiri pada suatu tempat dengan kokoh dan permanen . Bangunan dapat dianggap kokoh jika strukturnya mengalami perubahan bentuk . yang lebih kecil . Dikarenakan letak geografis dan geologisnya. Indonesia adalah negara yang sering terjadi gempa Indonesia terletak di antara tiga lempeng. Lempeng Indo-Australia. Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik. Adapun juga, di antara dua samudera, yaitu Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, apabila ketiga lempeng tersebut beraktivitas dapat menyebabkan gempa lempeng bumi atau gempa tektonik. Selain itu. Indonesia sering dilanda gempa bumi karena diapit oleh cincin api pasifik atau wilayah yang rawan gunung Manado adalah kota di Provinsi Sulawesi Utara yang sangat rentan terhadap gempa bumi. Manado berada di antara tiga lempeng dan enam patahan aktif. Lempeng Indo-Australia. Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik adalah ketiga lempeng ini. Kota Manado berada di Zona Gempa Tinggi di Indonesia, dari kategori rendah hingga tinggi. Indonesia dengan tingkat rawan gempa yang tinggi memilik banyak jenis metode atau sistem struktur untuk menahan gaya gempa. Terdapat tiga jenis sistem struktur tahan gempa yang digunakan di Indonesia. Yang pertama adalah sistem rangka pemikul momen biasa (SRPMB), yang digunakan untuk merencanakan gedung di daerah gempa rendah, yang kedua adalah sistem rangka pemikul momen menengah (SRPMM), yang digunakan untuk merencanakan gedung di daerah gempa sedang, dan yang terakhir adalah sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK) . Dalam wilayah dengan intensitas gempa yang tinggi, sistem ini digunakan untuk merencanakan struktur gedung. Karena kondisi kegempaan yang tinggi di Kota Manado. Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) digunakan untuk tugas akhir ini. Sistem ini membuat bangunan memiliki tingkat daktilitas yang tinggi sehingga bangunan dapat menahan siklus respon inelasitis ketika dilanda gempa. Konsep sistem ini terdiri dari tiga komponen: gaya lateral gempa memengaruhi struktur dengan kolom balok lemah, kerusakan tersebar sepanjang ketinggian bangunan bergantung pada simpangan antar lantai, dan distribusi lateral story drift. Dengan konsep perencanaan ini diharapkan struktur akan memberikan respon inelastis terhadap beban gempa kuat yang bekerja pada struktur dan mampu menjamin mekanisme sendi plastis pada elemen-elemen struktur sehingga struktur tetap berdiri walaupun sudah berada diambang keruntuhan . Penentuan tingkatan daerah gempa di Indonesia dapat ditinjau melalui peta kegempaan Indonesia. Pada Gambar 1 dan Gambar 2 tentang Peta Persebaran Wilayah Kegempaan di Indonesia pada tahun 2019 khususnya Kota Manado. Ketika ditinjau pada percepatan Ss1. MCER. Kota Manado berwarna coklat sedikit muda dengan indikator angkanya 1. 0 Ae 1,2 gravitasi. Hal ini dapat ditarik kesimpulan bahwa Kota Manado terletak pada daerah gempa tinggi. Gambar 1. Peta Gempa Indonesia 1726-2019 Meninjau dari pendahuluan didapat sebuah permasalahan yang dapat diambil sehingga muncul rumusan-rumusan masalah seperti apakah simpangan antar lantai pada perencanaan Gedung Apartemen AuMultiple Block UpAy 18 lantai di Kota Manado dengan menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus memenuhi SNI 1726-2019 . Lalu apakah prinsip SRPMK. Strong Column Weak Beam pada Halaman - 46 Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya E-ISSN: 3090-1154 perencanaan Gedung Apartemen AuMultiple Block UpAy 18 lantai di Kota Manado dengan menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus memenuhi SNI 2847-2019 . Serta apakah prinsip SRPMK. Hubungan Balok Kolom pada perencanaan Gedung Apartemen AuMultiple Block UpAy 18 lantai di Kota Manado dengan menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus memenuhi SNI 2847-2019. Gambar 2. Peta MCEr (S. Wilayah Sulawesi Utara II. METODE PENELITIAN Metodologi penelitian pada perencanaan ini menggunakan metode kuantitatif dengan data Adapun diagaram alir perancangan gedung 18 lantai yang tahan gempa di Manado disajikan pada Gambar 3. Gambar 3. Diagram alir perancangan gedung 18 lantai Halaman - 47 Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya E-ISSN: 3090-1154 Pengumpulan Data dan Studi Literatur: Pengumpulan dapat berupa data gambar, data tanah, referensi, buku yang terkait, dan peraturan-peraturan yang akan digunakan. Adapun data perencanaan yang digunakan, yaitu : A Nama Gedung :Multiple Block Up A Fungsi :Tempat Hunian A Lokasi :Kota Manado A Tinggi Gedung :72 meter A Jumlah Lantai :18 lantai A Elevasi per-lantai :4 meter A Panjang Gedung :100 meter A Luas :2400 m2 A Struktur :Beton Bertulang A Mutu Beton . Ao. :35 MPa A Mutu Baja . :420 MPa A Struktur Pondasi :Tiang Pancang Pemodelan Struktur: dilakukan pengolahan data-data dan disesuaikan dengan peraturan SNI. Sehingga didapatkan SRPMK. Preliminary Design: Proses menentukan dimensi dan spesifikasi awal. Pembebanan: Pembebanan pada gedung ini digunakan standar SNI 1727-2020 . Analisa Struktur: Digunakan aplikasi program bantu struktur untuk mendapatkan gaya-gaya dalam Kontrol: Pada proses ini dilakukan kontrol terhadap prinsip-prinsip SRPMK. Gambar/Detailing Struktur: Pada Pada tahap ini, yaitu mendesain dan menggambar struktur sesuai dengan hasil perhitungan. Pondasi: Pada perencanaan pondasi digunakan data tanah berupa tes sondir dan tes SPT serta dilakukan pengontrolan pada tiang pancang dan pile cap. Gambar Denah: Adapun gambar denah pada perencanaan struktur apartemen ini seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4. Tinjauan Tonjolan Bangunan: Pengecekan tonjolan bangunan dilakukan berdasarkan SNI 17262019. Kesimpulan: Penarikan kesimpulan berdasar atas dan harus menjawab rumusan-rumusan masalah. Gambar 4. Denah Apartemen "Multiple Block Up" i. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bab ini berisi pembahasan-pembahasan pada perhitungan struktur sekunder, struktur primer, dan pondasi serta berisikan gambar-gambar perencanaannya. Preliminary Design Perencanaan awal atau Preliminary Design adalah tahap pertama dalam perencanaan dimensi struktur. Tahap ini melibatkan tahap memperkirakan jenis material, mutu material, dan dimensi struktur yang akan digunakan untuk membentuk struktur pada tingkat awal. Setelah tahap ini selesai, perencanaan awal beban dilakukan lalu data dari tahap perencanaan awal dimasukkan ke dalam program analisis struktur, yang menghasilkan gaya dalam . Preliminary Design pada perencanaan gedung ini, yaitu : Balok induk : 40 x 60 Kolom : 75 x 75 Halaman - 48 Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Balok anak atap Balok anak lantai Plat atap Plat lantai Mutu beton . Ao. Mutu baja . Dimensi Pondasi : 20 x 30 : 20 x 30 : 12 : 12 : 35 : 420 : 40 x 40 Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya E-ISSN: 3090-1154 MPa MPa Struktur Sekunder Struktur sekunder merupakan struktur pendukung untuk struktur primer. Oleh karena itu, perhitungan dan perlakuan struktur sekunder berbeda dengan struktur primer. Struktur sekunder terdiri dari berbagai macam pelat, seperti pelat lantai, pelat tangga, dan pelat atap, serta balok anak dan dirancang hanya untuk menerima beban lentur dan tidak dirancang untuk menahan beban gempa . Perencanaan Pelat Pada perencanaan ini direncanakan pelat, terdapat dua jenis pelat, yaitu pelat lantai dan pelat atap dengan tipe pelat disesuaikan dengan luasan pelat. Untuk menentukan tebal pelat digunakan perhitungan pelat sesuai dengan PBI 1971 sehingga dihasilkan momen pelat. Oleh karena itu, dihasilkan pelat atap dengan ketebalan 12 cm dengan tulangan arah x yye 10-350 mm . ,3 mm. dan tulangan arah y yye 10-350 mm . ,3 mm. , sedangkan pelat lantai dengan ketebalan 12 cm dengan tulangan arah x yye 10-250 mm . dan tulangan arah y yye 10-250 mm . Perencanaan Tangga Tangga direncanakan dengan tinggi 4 meter, tinggi bordes 2 meter, dengan tinggi anak tangga 20 cm dan lebar injakan anak tangga 40 cm. Penggambaran denah tangga dapat dilihat pada Gambar 5a. Didapatkan output analisa struktur tangga, yaitu sebesar 1. 111,76 kgm pada bordes tangga, sehingga dihasilkan penulangan pada bordes tangga, yaitu tulangan arah x D13-350 mm . ,7 mm. dan tulangan arah y D13-350 mm . ,6 mm. , sedangkan untuk pelat miring tangga, yaitu dihasilkan gaya dalam 748,31 kgm sehingga dihasilkan penulangan pada bordes tangga, yaitu tulangan arah x D13-200 mm . ,3 mm. dan tulangan arah y D13-150 mm . ,4 mm. Perencanaan Balok Anak Spesifikasi yang digunakan pada perencanaan balok anak, yaitu dengan fAoc 35 Mpa, fy 420 Mpa dan dimensi balok anak 20 x 30 cm. Perhitungan analisis struktur dilakukan dengan aplikasi perhitungan struktur, dan hasilnya adalah pada Gambar 5 b dan c. Perencanaan Balok Lift Balok lift dirancang dengan dimensi 40 x 50 cm dan mutu beton . Ao. 35 MPa dan mutu baja . 420 MPa, detail balok lift, yaitu seperti pada Gambar 5d. Gambar 5. Denah tanggah dan Detail Balok . anak, . anak lantai, serta . Beban Gempa Dalam perencanaan beban gempa diperlukan faktor-faktor gempa, salah satunya, yaitu faktor amplifikasi seismik, yang terdiri dari faktor amplifikasi getaran terkait percepatan pada getaran perioda pendek (F. , diperlukan untuk mengukur respons spektra percepatan gempa MCER di permukaan tanah Halaman - 49 Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya E-ISSN: 3090-1154 untuk menentukan beban gempa . Setelah data diproses, diketahui bahwa pembebanan gempa jenis Gempa Dinamis digunakan, yang berarti sumbernya adalah Respon Spektra Kota Manado. Penentuan jenis tanah ini dengan mempertimbangkan nilai N-SPT atau nilai N rata-rata dapat disimpulkan bahwa lokasi proyek dikategorikan tanah keras, sangat padat, dan batuan lunak (SC). Dibuktikan pada Tabel 1 dengan Nilai N SPT rata-rata 60, (N > . Karena nilai N = 54,19 > 50 didapat tanah padat (SC) sesuai dengan (SNI 1726-2. Oleh karena itu, didapatkan respon spektra yang berasal dari puskim. id pada Gambar 6. Ocycu ycn=1 yccycn Ocycu ycn=1 yccycn 1,03 = 54,19 . cA Oe ycIycEycN > . Tabel 1. Data Tanah Kota Manado Depth . Soil Description Lanau Kepasiran Pasir Kelanauan Pasir Kelanauan Pasir Kelanauan Pasir Kelanauan Lanau Kepasiran Kelempungan Lanau Kepasiran Kelempungan IA T . N (SPT) Value SPT 0,13 0,07 0,10 0,13 0,17 0,20 0,23 1,03 Gambar 6. Grafik Respon Spektra Kota Manado (SC) Periode Fundamental Struktur (T) tidak diperbolehkan melebihi batas koefisien (C. dan Periode Fundamental Pendekatan (T. Maka untuk menentukan Ta menggunakan persamaan berikut. ycNyca = yayc . Eaycu ycu Keterangan : = 0,0466 = 0,9 = 72 = yayc . Eaycu ycu = 0,0466 . 720,9 = 2,18 detik SD1 = 0,5335 . idapatkan Cu = 1,. (SNI 1726 - 2019 tabel 17 hal . = 2,18 > Cu = 1,4 (Beban Gempa Dinami. Untuk menghitung pendistribusian gaya gempa dapat dihitung menggunakan SNI 1726-2019 pasal 7. dengan rumus : yaycn = ycOycn . ycsycn yco IAycO . ycs yco Keterangan : = faktor gaya gempa nominal ekuivalen = beban pada lantai ke 1, termasuk juga beban hidup yang sesuai = ketinggian pada lantai ke-i = Beban geser dasar gempa = Ta Ou 2,5 maka menggunakan 2 Halaman - 50 Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya E-ISSN: 3090-1154 Berat Bangunan Beban gravitasi yang membebani struktur primer dapat berupa beban hidup, beban mati, dan beban hujan yang bekerja pada setiap lantai (Andika Firmansyah, 2. Beban gravitasi setiap lantai dapat dilihat pada perhitungan W Total = W1 W2 W3 W4 W5 W6 W7 W8 W9 W10 W11 W12 W13 W14 W15 W16 W17 W18 = 35. 950 kg. Perhitungan beban gempa antar lantai . tatik ekivale. dilakukan hanya untuk kontrol. Distribusi beban gempa per-lantai dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Distribusi Beban Gempa Lantai Beban Geser Lantai Hsx . Tinggi Lantai . Berat . Tabel 3. Simpangan Antar Lantai Pondasi OIx OIy . OIa Ijin Kontrol X Kontrol Y OKE OKE OKE OKE OKE OKE OKE OKE OKE OKE OKE OKE OKE OKE OKE OKE OKE OKE OKE OKE OKE OKE OKE OKE OKE OKE OKE OKE OKE OKE OKE OKE OKE OKE OKE OKE OKE OKE Simpangan Antar Lantai Dalam merencanakan struktur gedung tahan gempa, harus memperhatikan syarat simpangan antar lantai dengan tidak boleh melebihi simpangan antar lantai ijin . Didapatkan dari hasil simpangan antar lantai dari output perhitungan aplikasi struktur ditampilkan pada Tabel 3 . Adapun pemodelan struktur pada gedung apartemen ini, yaitu dengan menggunakan SAP 2000, seperti pada Gambar 10. Halaman - 51 Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya E-ISSN: 3090-1154 Gambar 7. Permodelan 3D Apartemen Struktur Primer Struktur primer merupakan bagian dari struktur yang sangat diutamakan pada seluruh perencanaan Struktur primer tersebut terdiri dari Balok Induk dan Kolom. Struktur primer ini didesain mampu menahan gaya gempa dengan menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus . Perencanaan struktur primer ini dianalisis dengan menggunakan program bantu perhitungan struktur dengan berpedoman pada SNI 1726-2019. SNI 2847-2019 dan SNI 1727-2020. Perencanaan Balok Induk Perencanaan balok pada muka kolom, kuat lentur positif tidak boleh lebih kecil dari setengah kuat lentur negatifnya dan kuat lentur (M. harus lebih besar dari momen ultimitnya (M. , sedangkan untuk merencanakan kuat geser balok berdasarkan moment probable (Mp. Adapun hasil momen terbesar balok induk berdasarkan output analisa struktur, yaitu ditunjukkan pada Tabel 4. Setelah didapatkan gaya dalam dilakukan perhitungan penulangan. Dihasilkan penulangan untuk tulangan utama, torsi, dan geser. Adapun detail tulangan pada balok induk, yaitu seperti Gambar 11. Tabel 4. Momen Terbesar Balok Induk Lokasi Ujung Kiri Tengah Ujung Kanan Kombinasi Comb 14 Comb 14 Comb 13 Mu . 220,16 342,51 220,16 Perencanaan Kolom Pada perencanaan apartemen ini digunakan kolom dengan ukuran 75 x 75 cm, dengan tinggi elevasi antar lantai 4 meter dengan bentang terjauh 6 meter dan menggunakan tulangan utama D29 dan tulangan geser D14. Kolom Sway atau Non Sway 123,23 kg = 2. 000,17 kg M2 = 950,95 kg M1 = 477,01 kg io 1,41 mm ycEyc ycu OIycu Q = < 0,05 Q = ycOyc ycu yayca 230 ycu 1,41 001,7 ycu 4000 = 0,015 < 0,05 (Maka termasuk kolom Non-Swa. Koefisien Perletakan Pada kolom : Ig = ycu 750 ycu 7503 = 26. 500 mm4 Ec = 4700 x Oo35 = 27805,57 Nmm2 Pada balok : Halaman - 52 Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya E-ISSN: 3090-1154 Ig = ycu 400 ycu 6003 = 7. 000 mm4 Ec = 4700 x Oo35 = 27805,57 Nmm2 Menentukan panjang tekuk dari kolom menggunakan nomogram panjang efektif kolom atas. A = = 5,67 kolom bawah : B = 1,0 . K = 0,85 C 1,0 . Kelangsingan Kolom yco . ycoyc ycA1 O 34 Oe 12 ( ) yc ycA2 0,85 ycu 4000 O 34 Oe 12 ( . ,6 ycu . O 31,06 Tidak dilakukan pengecekan kelangsingan kolom Dari hasil PCA Column, dengan jumlah tulangan 16 buah diameter 29 mm, semua gaya yang diinputkan ke program PCA Column tersebar dan tidak ada yang melewati garis interaksi dan dari persentase PCA Column 1,83% telah memenuhi persyaratan. melewati garis interaksi dan dari persentase PCA Column 1,83% telah memenuhi persyaratan. Gambar 8. Detail Tulangan . Balok Induk, . kolom, dan . penulangan kolom Strong Column Weak Beam Sesuai dengan filosofi Capacity Design, pada pasal 18. 2 diisyaratkan OcycAycuc Ou 1,2 OcycAycuyca. Perlu diperhatikan bahwa Mnc harus dicari gaya aksial terfaktor dengan kombinasi beban lentur kuat terendah yang konsisten dengan arah gempa yang akan ditinjau. Dengan demikian, hanya kombinasi beban gempa yang digunakan untuk memeriksa syarat kolom kuat balok lemah. Berdasarkan hasil perhitungan di atas, dengan memperhitungkan prinsip SCWB OcycAycuc Ou 1,2 OcycAycuyca. Kolom memenuhi persyaratan SCWB dengan OcycAycuc = 1101,54 C OcycAycuyca = 619,35. Setelah itu dilakukan desain dan pendetailan struktur pada kolom, yaitu seperti Gambar 8b dan Gambar 8c. Hubungan Balok Kolom Dua mekanisme berfungsi untuk menentukan kekuatan geser joint kolom balok. Pertama, strat diagonal dibentuk oleh beban tekan lentur yang bekerja pada keempat komponen struktur yang berdekatan Halaman - 53 Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya E-ISSN: 3090-1154 secara bersama-sama. Kedua, untuk mengimbangi gaya lekat yang harus disalurkan oleh tulangan balok dan kolom, setelah retak diagonal, strat diagonal akan memikul tegangan tekan . HBK terkekang empat balok Gaya geser yang terjadi pada HBK kolom K1 dan 4 balok BI yang mengekang kolom yaitu T1 T2 Ae Vu, yang dimana T1 dan T2 didapat dari tulangan tarik dan tekan pada balok Ae balok yang menyatu pada HBK. Gaya-gaya pada HBK Terkekang 4 Balok dapat dilihat pada Gambar 15. HBK terkekang tiga atau dua balok Gaya geser yang terjadi pada HBK kolom K1 dan 3 balok BI yang mengekang kolom yaitu T1 Ae Vu, dimana T1 didapat dari tulangan tarik dan tekan pada balok Ae balok yang menyatu pada HBK. Gayagaya pada HBK Terkekang 4 Balok dapat dilihat pada Gambar 16. Gambar 9. HBK Terkekang . 4 Balok dan . 2 atau 3 Balok Pondasi Dalam perencanaan sebuah konstruksi, setelah merencanakan struktur atas perlu dilakukan perencanaan struktur bawah. Struktur bawah atau pondasi yang digunakan pada perencanaan AuApartemen Multiple Block UpAy ini menggunakan pondasi tiang pancang dan Pile Cap dengan bahan utama struktur beton bertulang. Perhitungan pondasi didasari perhitungan struktur atas sebelumnya, sehingga perhitungan struktur atas harus benar agar struktur bawah direncanakan dengan baik sehingga gedung bisa berdiri dengan kokoh. Daya Dukung Pondasi Daya dukung pondasi dihitung dengan menghitung nilai konus dari hasil sondir pada kedalaman tertentu sampai tanah keras ditemukan sehingga meninjau data tanah, diambil nilai JHP = 414 kg/cm ya . 8ya ya . 4ya Cn rata-rata ujung = . Berdasarkan data sondir yang ada, didapat dan digunakan nilai konus sebagai berikut : 20 20 10 10 30 40 50 25 20 10 12 10 30 80 130 ya8ya = = 33,13 ycoyci/ycayco2 285 220 210 200 ya4ya = = 227,5 ycoyci/ycayco2 ya . 8ya ya . 33,13 227,5 Didapat nilai Cn rata-rata ujung = = 130,316 ycoyci/ycayco2 Menghitung P tiang menurut Meyerhof adalah sebagai berikut : ya ya Ptiang untuk 1 tiang = yaycu ycu yayaycE ycu ycA1 ycA2 Ptiang untuk 1 tiang = 130 ycu 414 ycu = 91,20 ton Kontrol Tegangan Maksimum Pancang Kelompok Beban yang bekerja pada satu tiang pancang kelompok tipe I didasarkan pada jarak pancang ke sumbu netral: 9,5 . 5,2 . ycEycoycaycu = = 89,54 ycycuycu C 91,20 ycycuycu . Perhitungan kontrol tegangan maksimum pancang dapat dilihat di Tabel 5. Berdasarkan perhitungan, dapat disimpulkan tiang pancang dapat digunakan. Adapun gambar denah pancang yang ditinjau, yaitu pada Gambar 10. Halaman - 54 Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya E-ISSN: 3090-1154 Tabel 5. Perhitungan Pmaks Tiang Pancang Pondasi No T. Pancang IAP . 1418,77 1418,77 1418,77 1418,77 1418,77 1418,77 1418,77 1418,77 1418,77 1418,77 1418,77 1418,77 1418,77 1418,77 1418,77 1418,77 Mx . 9,57 9,57 9,57 9,57 9,57 9,57 9,57 9,57 9,57 9,57 9,57 9,57 9,57 9,57 9,57 9,57 My . 5,23 5,23 5,23 5,23 5,23 5,23 5,23 5,23 5,23 5,23 5,23 5,23 5,23 5,23 5,23 5,23 IAP . P1 tiang . 88,59 88,59 89,54 89,54 88,59 88,59 89,54 89,54 87,80 87,80 88,76 88,76 87,80 87,80 88,76 88,76 1418,77 Gambar 10. Denah Kelompok Tiang Pancang Pile Cap Berdasarkan perhitungan beban pada titik pondasi ini digunakan pile cap dengan data-data perencanaan seperti di bawah ini : Dimensi pilecap = 420 x 420 cm Tebal pilecap = 200 Dimensi kolom = 75 x 75 Mutu beton . = 35 MPa Mutu baja . = 420 MPa Diameter tulangan utama = 36 Selimut beton = 75 Tinggi efektif . = 2000 -75 Ae A ycu 36 = 1907 Tinggi efektif . = 2000 -75Ae5 - Aycu 36 = 1902 Didapatkan tulangan pile cap arah x dipakai tulangan 40D36 (As = 40. 680 mm . dengan jarak antar tulangan . = 100 mm, sedangkan untuk tulangan arah y dipakai tulangan 40D36 (As = 40. 680 mm . dengan jarak antar tulangan . = 100 mm. Sloof Perhitungan Sloof menggunakan dari beban aksial perencanaan pondasi, perhitungan dan perlakuan sloof dilakukan seperti kolom. Halaman - 55 Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya E-ISSN: 3090-1154 Qultimate : 1,4 qD = 1,4 x 2. 176 = 3. 046,4 kg/m Momen yang bekerja pada sloof : ycAyc = ycu ycEyc ycu yco 2 = ycu 3. 046,4 ycu 62 = 9139,2 ycoycAyco Nilai Qu dan Mu di-input ke dalam program PCA Column dapat dilihat pada Tabel 6, untuk mengetahui jumlah tulangan dan rasio. Hasil dari PCA Column sesuai dengan Gambar 11. Berdasarkan analisis didapatkan pemakaian tulangan ulir berdiameter 25 mm sebanyak 16 buah, dengan presentase rasio penulangan sebesar 1,67 % maka dengan desain tulangan tersebut telah memenuhi syarat. Sehingga digunakan tulangan sloof dengan tulangan utama D25 sebanyak 16 dan tulangan geser yuo 12. Tabel 6. Input PCA Column analisis sloof Mux Muy Mnx Mny Mn/Mu Na Depth dt Depth Gambar 11. Analisis PCA Column untuk Sloof IV. KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat ditarik pada tugas akhir AuPerencanaan struktur Gedung Apartemen AoMultiple Block UpAo 18 lantai di Kota ManadoAy, antara lain dihasilkan kontrol Simpangan rata-rata 20 mm dengan simpangan izin sebesar 76 mm. Oleh karena itu, perencanaan struktur gedung ini dapat dikatakan stuktur penahan gempa sehingga terjadinya keruntuhan bangunan lebih kecil. Pendetailan struktur SRPMK yang berpedoman pada SNI 2847-2019 pasal 18. sampai dengan pasal 18. yang mengatur tentang balok, kolom hingga hubungan balok kolom SRPMK. Pada pasal 18. 7 tentang Kolom SRPMK. Untuk Kontrol Strong Column Weak Beam, dapat disimpulkan bahwa struktur gedung Apartemen ini mampu menahan beban gempa yang terjadi. OcycAycuyca = 1101,54 Ou 1,2 OcycAycuyca = 619,35ycoycAyco memenuhi. Pendetailan struktur SRPMK yang berpedoman pada SNI 2847-2019 pasal 18. sampai dengan pasal 18. yang mengatur tentang balok, kolom hingga hubungan balok kolom SRPMK. Pada pasal 18. 8 tentang Hubungan Balok Kolom. Untuk kontrol HBK pada Vn > Vx-x = 5. 657,25 kN > 845,54 kN sehingga desain HBK terkekang 4 balok sudah memenuhi syarat dan pada Vn > Vx-x = 3. 993,35 kN > 507,59 kN sehingga desain HBK terkekang 3 atau 2 balok sudah memenuhi syarat. REFERENSI