P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Representasi Transformasi Emosional dan Tanggung Jawab Sosial dalam Perjalanan Karakter Molly Gunn dalam Film Uptown Girls Sheila Marischa Resmana, 2Amara Bilqis Kinanti, 3Erindah Dimisyqiyani, 4Amaliyah. Rizky Amalia Sinulingga, 6Gagas Gayuh Aji Manajemen Perkantoran Digital. Fakultas Vokasi. Universitas Airlangga. Surabaya E-mail: 1sheila. resmana-2023@vokasi. id, 2amara. kinanti2023@vokasi. id, 3erindahdimisyqiyani@vokasi. amaliyah@vokasi. id, 5rizkyamalia@vokasi. aji@vokasi. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji representasi transformasi emosional dan tanggung jawab sosial dalam perjalanan karakter Molly Gunn dalam film Uptown Girls . Fokus analisis tertuju pada bagaimana narasi dan elemen visual film menggambarkan perkembangan emosional Molly dari ketidakdewasaan menuju kedewasaan yang ditandai dengan empati dan kepedulian sosial. Pendekatan kualitatif dengan metode analisis naratif dan semiotik digunakan untuk mengidentifikasi dinamika karakter melalui adegan-adegan kunci. Penelitian ini menemukan bahwa hubungan Molly dengan Ray, seorang anak dengan trauma emosional, menjadi katalis bagi pertumbuhan emosinya, mencerminkan nilai-nilai emotional intelligence dan tanggung jawab sosial. Transformasi ini diperkuat oleh penggambaran realistis emosi melalui akting dan narasi visual, yang resonansinya dapat memengaruhi pemahaman penonton tentang moralitas dan empati. Studi ini menegaskan peran film sebagai medium untuk merefleksikan perkembangan psikologis dan sosial individu, khususnya dalam konteks perempuan. Kata Kunci: Transformasi Emosional. Tanggung Jawab Sosial. Representasi Karakter ABSTRACT This study examines the representation of emotional transformation and social responsibility in the journey of Molly Gunn's character in the film Uptown Girls . The focus of the analysis is on how the film's narrative and visual elements depict Molly's emotional development from immaturity to maturity, marked by empathy and social awareness. A qualitative approach using narrative and semiotic analysis methods is used to identify character dynamics through key scenes. This study finds that Molly's relationship with Ray, a child with emotional trauma, becomes a catalyst for her emotional growth, reflecting the values of emotional intelligence and social responsibility. This transformation is reinforced by the realistic portrayal of emotions through acting and visual narrative, whose resonance can influence the audience's understanding of morality and empathy. This study affirms the role of film as a medium for reflecting on individual psychological and social development, particularly in the context of women. Keywords: Emotional Transformation. Social Responsibility. Character Representation Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. PENDAHULUAN Film sebagai medium naratif mampu menggambarkan dinamika emosional dan sosial karakter secara mendalam. Representasi emosi melalui ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan narasi visual dapat memfasilitasi refleksi atas pengalaman manusia yang kompleks (Almeida et al. , 2. Teknik sinematik seperti close-up dan pencahayaan turut membentuk persepsi emosional penonton (Nyiramukama, 2. Dalam konteks ini. Uptown Girls . karya Boaz Yakin menampilkan perjalanan Molly Gunn dari ketidakdewasaan menuju penerimaan tanggung jawab. Studi ini mengeksplorasi bagaimana elemen naratif dan visual film kompleks, melalui analisis naratif dan Perkembangan individu, terutama perempuan, sering dipengaruhi narasi media yang menyoroti perjuangan dan pertumbuhan pribadi, serta mendorong refleksi kritis tentang identitas, kesetaraan gender, dan dinamika sosial (Liu, 2. Dalam Uptown Girls, kehilangan privilege finansial memaksa Molly Gunn bertanggung jawab atas hidupnya, merefleksikan perjuangan perempuan menuju kemandirian emosional dan Narasi ini sejalan dengan analisis trauma perempuan dalam Vox Lux (Kreul, 2. serta transformasi identitas protagonis melalui pendekatan linguosemiotik dari ketidakpastian menuju penemuan diri (Zheltukhina et al. , 2. Studi ini menganalisis Molly sebagai representasi perkembangan individu yang autentik di tengah tekanan sosial dan Narasi film berfungsi menginspirasi nilai moral dan sosial, memengaruhi pemahaman penonton tentang kekuatan karakter seperti kebaikan, pengampunan, dan tanggung jawab. Studi pada anak- Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 anak Belanda menunjukkan bahwa cerita film membentuk pemahaman nilai moral, dengan 52 anak mengenali kualitas positif protagonis (Stolk et al. , 2. Dalam Uptown Girls, hubungan Molly dan Ray menjadi katalis perkembangan empati dan tanggung jawab sosial, mencerminkan bagaimana narasi film membentuk pemahaman tentang dinamika antarkarakter bernilai moral dan merefleksikan isu sosial dan emosional masyarakat (Bujgoi, 2. Hubungan Molly dan Ray juga menunjukkan emosi sebagai peristiwa sosial yang menghubungkan individu dengan lingkungan, sebagaimana dijelaskan dalam analisis tentang emosi dalam media (Pribram, 2. Penggambaran karakter realistis dalam film bergantung pada kemampuan aktor memengaruhi persepsi dan keterlibatan penonton (Panero & Winner, 2. Dalam Uptown Girls, akting Brittany Murphy sebagai Molly memperkuat narasi transformasi emosional melalui ekspresi autentik. Analisis A Silent Voice YouTube memengaruhi pemahaman penonton tentang nilai moral (Kurnia et al. , 2. Studi karakter Disney seperti Coco dan Encanto menegaskan moralitas melalui perkembangan emosional (Vaidya & Osman, 2. Dampak emosional animasi pada penonton membangun hubungan emosional yang mendalam (Cai, 2. Penelitian tentang karakter kompleks dapat memengaruhi empati atau antipati penonton (Rathore, 2. Penelitian ini bertujuan menganalisis Uptown Girls menggambarkan transformasi emosional dan tanggung jawab sosial Molly Gunn melalui pendekatan naratif dan semiotik. Studi kecerdasan emosional, tanggung jawab sosial, dan representasi karakter untuk mengkaji elemen film dari akting hingga P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. teknik sinematik yang mencerminkan perkembangan psikologis dan sosial individu, khususnya perempuan. Analisis ini juga mengeksplorasi hubungan Molly dan Ray sebagai cerminan nilai moral dan empati yang dapat menginspirasi emosional dan sosial dalam kehidupan mengelola semua sumber daya yang diperlukan, termasuk tenaga kerja. Action . Pelaksanaan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa, hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan LANDASAN TEORI Controlling . Controlling atau pengawasan adalah proses menggunakan strategi dan sumber daya agar rencana berjalan sesuai Dalam keseharian, ini dapat berupa manajemen emosiAidi mana menurut Hochschild . , surface acting dan deep acting menjadi metode Molly menampilkan sisi Auhappy-goluckyAy lewat sikap bersemangat dan lelucon konyol. Teori Manajemen Manajemen berasal dari bahasa Perancis Kuno, mynagement, yang berarti Auseni mengatur dan melaksanakan. Ay Menurut Terry . , manajemen adalah proses memimpin tim menuju mencakup apa yang harus dilakukan, cara melakukannya, memahami pelaksanaan, dan mengevaluasi keberhasilan upaya. Menurut Terry . 0: . dalam Maspeke et al. , fungsi manajemen dapat dibagi menjadi empat bagian, yakni planning . , organizing . , . , . Planning (Perencanaa. Planning (Perencanaa. adalah proses mengidentifikasi tugas-tugas organisasi untuk mencapai tujuan. Pengambilan keputusan dan pemilihan opsi termasuk bagian dari perencanaan, serta mengembangkan aktivitas masa depan memerlukan kemampuan melihat dan mengantisipasi. Organizing . Kata AuorganizingAy berasal dari kata Yunani AuorganonAy, yang berarti alat yang secara khusus merujuk pada praktik menugaskan seorang manajer untuk setiap kegiatan guna mencapai tujuan (Terry & Rue, 2. Untuk menyelesaikan tujuan yang diinginkan dengan baik, organizing dilakukan untuk mengumpulkan dan Emotional Intelligence Leadership Kepemimpinan emosional berakar pada emotional intelligence yang menekankan kemampuan memahami dan mengelola emosi sendiri maupun dalam hubungan sosial, memperkuat dinamika sosial dan mendorong transformasi pribadi (Zeng et al. , 2. Komponen utama emotional intelligence leadership meliputi self-awareness, self-regulation, motivation, empathy, dan social skills. Individu dengan kecerdasan emosional tinggi dapat membentuk iklim emosional positif dan hubungan sosial sehat (Zeng et , 2. Dalam Uptown Girls, konsep ini relevan untuk menganalisis perjalanan karakter Molly Gunn yang berubah dari ketidakdewasaan emosional menuju empati melalui interaksinya dengan Ray. Tanggung Jawab Sosial Tanggung jawab sosial adalah konsep yang menekankan peran individu untuk bertindak demi kebaikan bersama dan kesadaran moral terhadap kebutuhan orang lain, tercermin dalam tindakan membantu, mendukung, dan menjaga Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. keseimbangan sosial (Yadav & Jha. Konsep ini berkembang melalui interaksi lingkungan dan internalisasi nilai sosial (Shepherd, 2. , serta menjadi indikator pertumbuhan sosial saat kepentingan pribadi dan tanggung jawab terhadap orang lain. Indikator utama meliputi kesediaan menolong, kepedulian terhadap kesejahteraan sosial, kesiapan mengutamakan kebutuhan bersama. Kecerdasan emosional dan empati menjadi dasar kepedulian terhadap orang lain, seperti hubungan Molly dan Ray dalam Uptown Girls yang menunjukkan perkembangan tanggung jawab sosial dan agen perempuan dalam sinema (Yadav & Jha, 2. Representasi Karakter dalam Film Film kehidupan sosial dan emosional, dengan karakter sebagai agen naratif yang membawa pesan ideologis, sosial, dan Representasi karakter sering perjalanan emosional dan nilai sosial dalam cerita (Rathore, 2. Elemen visual dan naratif, seperti teknologi sinematik dan bahasa lensa, memperkuat emosi dan transformasi karakter, serta memengaruhi persepsi psikologis dan sosial penonton (Priya, 2. Penelitian menegaskan bahwa film menghadirkan pertumbuhan karakter sebagai pendidikan emosional, dengan karakter fiksi sebagai simbol perubahan sosial dan psikologis (Zeng et al. , 2. Dalam konteks perempuan, karakter sering menyoroti perjuangan menuju kemandirian dan pemberdayaan, seperti di Barbie dan film Studio Ghibli (Shepherd, 2024. Yang et al. , 2. Analisis trauma perempuan dalam Vox Lux emosional yang autentik melalui narasi visual dan dialog (Kreul, 2. Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 METODOLOGI Penelitian pendekatan kualitatif dengan metode transformasi emosional dan tanggung jawab sosial karakter Molly Gunn dalam Uptown Girls . karya Boaz Yakin. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian berfokus pada interpretasi makna dan dinamika naratif, bukan kuantitatif atau statistik. Pendekatan ini memungkinkan eksplorasi elemen visual dan naratif yang menggambarkan perkembangan psikologis dan sosial Molly, terutama melalui interaksinya dengan karakter lain, khususnya Ray yang mengalami trauma emosional. Sumber data penelitian terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer diambil dari teks film Uptown Girls, mencakup dialog, ekspresi, bahasa tubuh, dan narasi terkait tema kecerdasan emosional dan tanggung jawab sosial. Data sekunder berupa literatur ilmiah seperti jurnal dan buku, mendukung teori emotional intelligence leadership dan representasi karakter film. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi berulang adegan film dan studi pustaka untuk memperkuat analisis secara teoretis. Analisis data dilakukan dalam tiga tahap utama. Pertama, penelitian merepresentasikan dimensi emotional intelligence leadership, seperti selfawareness, self-regulation, motivasi, dan keterampilan sosial pada perubahan perilaku serta interaksi Molly Gunn. Kedua, adegan yang menunjukkan indikator tanggung jawab sosialAi kepedulian, penerimaan konsekuensi, dan kesediaan membantuAidikelompokkan perkembangan sosial Molly. Ketiga, hasil temuan dihubungkan dengan teori P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Molly . erkejut, tidak percay. : AuWhat do you mean nothing? That money was supposed to last forever!Ay menjelaskan makna transformasi Molly lewat elemen naratif dan visual yang menggambarkan perjalanan emosional dan sosialnya. Untuk menjaga validitas analisis, penelitian ini memakai pendekatan emosional, tanggung jawab sosial, dan representasi karakter guna menjamin interpretasi yang konsisten dan berbasis kerangka konseptual yang kuat. Metode ini menghubungkan temuan naratif dan semiotik dengan konteks teoretis lebih luas sehingga memperkuat keabsahan memberikan pemahaman komprehensif emosional dan tanggung jawab sosial Molly Gunn dalam Uptown Girls melalui narasi film. Berita habisnya dana warisan tidak hanya soal keuangan, tapi juga mengungkap krisis psikologis, sosial, dan Pernyataan Molly, "Uang itu dimaksudkan untuk bertahan selamanya!" menunjukkan keyakinan irasional tentang kemewahan warisan yang abadi. Respons Molly berupa penyangkalan dan ekspresi emosi sejalan dengan tahap pertama menyalahkan pihak lain atas habisnya warisan, karena ia merasa ahli keuangan tidak mampu mengatur dana warisannya. Perkembangan Tanggung Jawab Sosial Melalui Relasi Lingkungan HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Representasi Transformasi Emosional dalam Tahap Penyangkalan Gambar 2. Ketika Dewasa Terlalu Cepat dan Terlambat Dialog Ray . engan nada dingin dan penuh kalkulas. : AuI take my vitamins. I wash my hands. I plan my scheduleA because someone has to be the adult. Ay Gambar 1. Titik Balik Molly Gunn Dialog Akuntan: AuMolly, the trust fund is gone. Your fatherAos moneyA itAos all been ThereAos nothing left. Ay Molly . ingung, mencoba bertaha. : AuBut youAore just a kidA You shouldnAot have to think about all that. Ay Ray . enatap taja. : AuAnd youAore supposed to be the adultA but you donAot act like one. Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Ray hidup disiplin dengan mengatur vitamin, jadwal, dan rutinitas, sehingga menjadi anak yang teraturAiberbeda dengan Molly yang bersikap kekanakkanakan, tidak disiplin, dan manja. Ucapan Ray Auseseorang harus menjadi orang dewasaAy menyoroti perbedaan perilaku mereka. Kritik moral terhadap Ray AuKamu memang ditakdirkan untuk menjadi orang dewasa. tetapi kamu tidak bertindak seperti ituAy menunjukkan kedewasaan sebagai hasil kemampuan menangani masalah, bukan sifat bawaan. Perilaku dewasa Ray adalah bentuk pencarian rasa aman karena orangtuanya kurang hadir, sementara Molly kadang menganggap Ray terlalu kaku untuk anak stabil, yang mencakup kemampuan untuk memiliki kasih sayang dan memberikan rasa aman kepada orang lain PEMBAHASAN Molly: AuBut what if someone stays? What if I stay?Ay Pada gambar 1 dibagian hasil penelitian menunjukkan Molly bereaksi tidak dewasa dengan langsung menuduh pengelola trust fund melalui mekanisme atribusi blame, seperti dijelaskan Path Model of Blame (Malle, 2. Blame buruk lahir dari penilaian emosional tanpa bukti, terlihat saat Molly menyalahkan pihak lain atas kehilangan warisan tanpa memahami situasi pengelolaan dana (Darma et al. , 2. Sikap victim blaming ini menjadi fenomena psikologis dan budaya, di mana individu kerap melabeli korban saat situasi makin buruk (Malle et al. , 2. Molly merasa menjadi korban akibat kesalahan orang lain, padahal keniscayaan masalah berasal dari gaya hidupnya yang hedonis. Molly menilai akuntan gagal menjaga amanah karena keyakinan irasional bahwa warisan harus abadi (Strymwall et al. , 2014. Fadhila & Syafiq, 2. Pola pikir irasional seperti ini memunculkan distorsi kognitif dan luka emosional yang menuntut mekanisme pemaafan demi pertumbuhan pribadi (Butsainah et al. Chandra, 2. Jika tidak berpotensi maladaptif, seperti perilaku self-injury dan pelampiasan emosional dengan gaya hidup hedonistik yang berlebihan (Oxianus Sabarua & Mornene. Kutipan Ray, "Manusia selalu pergi," menyoroti trauma yang disebabkan oleh kehilangan dan kekecewaan yang mereka alami sejak lahir, ketidakhadiran orangtua di tumbuh kembang Ray menjadikan Ray harus bersikap aman untuk tidak merepotkan siapapun. pertanyaan Molly, "Bagaimana jika aku tetap tinggal?" Respons Molly menunjukkan suatu metode untuk mencapai keterikatan yang Pada dialog kedua dan ketiga. Dialog Ray menegaskan perlunya menjadi dewasa dengan menjaga kesehatan dan disiplin, memperlihatkan inversi peran antara anak dan orang dewasa (Maradoni & Azmi Rozali, 2. Sikap disiplin Ray adalah bentuk adaptasi dan upaya mencari rasa aman karena orangtuanya tidak hadir secara emosional. Kritik Ray kepada Molly sebagai Auseharusnya menjadi orang Representasi Visual dan naratif Gambar 3. Makna Kedewasaan dari Persahabatan Molly dan Ray Dialog Ray: AuPeople always leave. Molly. ThatAos why I donAot need anyone. Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. dewasa tetapi tidak bertindak seperti ituAy adalah ekspresi blame (Malle et al. , 2. dimana Molly dianggap gagal memenuhi tanggung jawab dewasa dan dihakimi secara moral. Ekspresi blame ini juga emosional, sejalan dengan studi psikologi yang menunjukkan anak kehilangan sering membangun pola defensif dan menghindari rasa sakit (Zulqaidah et al. Ray menegaskan. AuPeople always leave,Ay Kehadiran yang konsisten penting dalam mengurangi self-blame dan victim blaming bagi individu dengan riwayat kehilangan. Hubungan Ray dan Molly menampilkan pertukaran peran Ray belajar melonggarkan kontrol. Molly belajar tanggung jawab. Kritik Ray pada Molly adalah ekspresi moral, sedangkan kedewasaan Ray Persahabatan menghadirkan transformasi timbal balik: Molly menuju kedewasaan dan Ray mendapatkan kesempatan merasakan masa kanak-kanak. UCAPAN TERIMA KASIH KESIMPULAN Chandra. Gambaran Pemaafan Pada Dewasa Awal yang Mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga Pada Masa Anak-Anak. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 7. , 190Ae200. https://doi. org/10. 30872/psikobor Film Uptown Girls menampilkan perkembangan emosional Molly dari belum matang menjadi dewasa melalui peningkatan kecerdasan emosional dan tanggung jawab sosial, terutama lewat ikatannya dengan Ray yang mengalami Molly bertanggung jawab setelah menyadari hidup tidak selalu mudah, sementara kehilangan trust fund memicu denial dan blame pada pihak lain sebagai tahap awal Ray justru tampil disiplin dan tegas, mengkritik Molly yang lari dari tanggung jawab. sikap kedewasaannya lahir dari trauma pengabaian, sehingga ia terlihat kaku sebagai bentuk perlindungan diri dari rasa kehilangan. Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, bimbingan, dan inspirasi selama proses penulisan artikel ini. Terima kasih kepada dosen pembimbing, rekan peneliti, serta keluarga yang selalu memberikan motivasi dan bantuan yang tidak ternilai Semoga karya ini dapat memberikan kontribusi positif dan pengembangan ilmu pengetahuan. DAFTAR PUSTAKA