JIKMW Ae 3. , 2023. Hal 75-82 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya ISSN : 2809-3151 DOI : https://doi. org/10. 54883/jikmw. https://ejournal. id/jikmw/index Mobilisasi Unsur Logam terhadap Kejadian Dermatitis ditinjau dari Personal Hygiene Masyarakat pada Lingkar Tambang Kecamatan Amonggedo Kabupaten Konawe Noviati1. Abdul Rahim Sya`ban1. Juslan2. Muhammad Ramdan3 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Ilmu Kesehatan Universitas Mandala Waluya Prodi D-i Sanitasi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Mandala Waluya Prodi Hukum Fakultas Hukum Universitas Diponegoro ABSTRAK Aktivitas pertambangan di Kecamatan Amonggedo membawa dampak terhadap kondisi kesehatan masyarakat dan lingkungan diantaranya data 10 penyakit tertinggi di wilayah kerja Puskesmas Amonggedo setelah hadirnya aktivitas pertambangan menunjukkan 2 jenis penyakit akibat persebaran logam yang terus meningkat dalam 3 tahun terakhir yaitu Penyakit Kulit dan Jaringan Bawah Kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar logam pada unsur air dan tanah serta personal hygiene yang mempengaruhi kejadian dermatitis. Hasil Penelitian menunjukkan Kadar logam pada unsur tanah dominan melebihi nilai ambang batas baik di inlet maupun outlet yaitu Ni. Fe. Mg. Al. Si. Ca. Cr. Kadar logam pada unsur air beberapa unsur melebihi nilai ambang batas baik di inlet maupun outlet yaitu TSS. Fe. Ni. Co. Pb, sehingga dapat diketahui ada hubungan yang kuat antara Personal Hygiene dengan kejadian penyakit dermatitis di Wilayah Kerja Puskesmas Amonggedo Kecamatan Amonggedo Kabupaten Konawe. Diharapkan masyarakat dapat memahami dan menerapkan serta membiasakan diri untuk memiliki hygiene perorangan yang baik. Kata Kunci : Pertambangan. Unsur Logam. Dermatitis. Personal Hygiene Mobilization of Metal Elements on the Incidence of Dermatitis in terms of Personal Hygiene of the Community in the Mining Circle. Amonggedo District. Konawe Regency ABSTRACT Mining activities in Amonggedo District have an impact on public health and environmental conditions, including data on the 10 highest diseases in the Amonggedo Health Center work area after the presence of mining activities showing 2 types of diseases due to metal distribution that have continued to increase in the last 3 years, namely Skin Disease and Underground Tissue. The purpose of this study was to determine the metal levels in water and soil elements as well as personal hygiene that affects the incidence of dermatitis. The results showed that metal levels in dominant soil elements exceeded the threshold values both at the inlet and outlet, namely Ni. Fe. Mg. Al. Si. Ca. Cr. Metal levels in some elements exceeded the threshold values both at the inlet and outlet, namely TSS. Fe. Ni. Co. Pb, so that it could be known that there was a strong relationship between Personal Hygiene and the incidence of dermatitis in the Working Area of the Amonggedo Health Center. Amonggedo District. Konawe Regency. It is hoped that the community can understand and apply and get used to having good personal Keywords : Mining. Metal Elements. Dermatitis. Personal Hygiene Info Artikel : Penulis Korespondensi : Noviati Afiliasi : Universitas Mandala Waluya E-mail : noviati. novy@gmail. No. Hp : 085255 085235 Submitted : 16 Desember 2023 Revised : 27 Desember 2023 Accepted : 29 Desember 2023 Published : 31 Desember 2023 JIKMW Ae 3. , 2023. Hal 75-82 PENDAHULUAN Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan salah satu daerah di Indonesia yang mempunyai sumber daya alam cukup mineral dan batubara. Dengan komoditi unggulan tersebut, sektor pertambangan perekonomian di Sulawesi Tenggara. Sektor ini cukup memberikan kontribusi besar dalam menopang perekonomian Sulawesi Tenggara. Potensi tambang mineral dan batubara yang cukup besar dan tersebar hampir di seluruh wilayah, yang meliputi Kabupaten Konawe. Konawe Selatan. Konawe Utara. Konawe Kepulauan. Kolaka. Kolaka Utara. Kolaka Timur. Bombana. Buton. Buton Selatan. Buton Tengah. Muna dan Kota Bau-Bau. Kegiatan pemberdayaan masyarakat sebelumnya telah diatur dalam Undang Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, dalam bentuk pengaturan tanggung jawab sosial pada Pasal 74 yang menegaskan perseroan dalam menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan, yang mana kewajiban tersebut dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya perseroan yang pelaksanaannya dilakukan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran. Apabila kewajiban tersebut tidak dijalankan maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. Selanjutnya dalam penjelasan pasal tersebut ditegaskan pula mengenai tujuan diberlakukannya kewajiban tanggung jawab hubungan perseroan yang serasi, seimbang, dan sesuai dengan nilai, norma, dan budaya Undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba tahun 2. mendorong para pemegang IUP (Izin Usaha Pertambanga. untuk melakukan pemurnian hasil penambangan di dalam Hal ini akan mengakibatkan lebih banyak kegiatan industri pengolahan nikel dan tentu saja akan berdampak pada meningkatnya eksplorasi yang mengakibatkan kerusakan lingkungan secara signifikan. Kecamatan Amonggedo wilayah kecamatan di Kabupaten Konawe dengan luas wilayah 12. 375 Ha yang terdiri dari 1 kelurahan dengan 14 desa dengan jumlah penduduk 10. 373 jiwa dengan 938 Kepala Keluarga (Anonim. Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe, 2. Bentang alam Kecamatan Amonggedo terdiri dari perbukitan dan dataran rendah dengan morfologi pedataran rendah berada pada tepi selatan dataran Wawotobi dan dataran Sampara berbatasan dengan morfologi pegunungan (Surono dan Hartono, 2. Dengan bentang alam tersebut Kecamatan Amonggedo memiliki potensi Sumber Daya Alam di bidang perikanan, industri pengolahan mebel, batu bata dan creaser, serta pertambangan batu gunung dan nikel. Aktivitas pertambangan di Kecamatan Amonggedo membawa dampak terhadap lingkungan diantaranya data 10 penyakit di wilayah kerja Puskesmas Amonggedo setelah hadirnya aktivitas pertambangan menunjukkan 2 jenis penyakit akibat persebaran logam yang terus meningkat dalam 3 tahun terakhir yaitu JIKMW Ae 3. , 2023. Hal 75-82 Penyakit Kulit dan Jaringan Bawah Kulit di tahun 2020 sebanyak 223 kasus yang angkanya cenderung meningkat di tahun 2021 sebanyak 370 kasus dan 2022 sebanyak 336 kasus demikian juga dengan penyakit karies gigi yang juga cenderung meningkat yaitu di tahun 2020 sebanyak 73 kasus meningkat di tahun 2021 menjadi 183 kasus dan di tahun 2022 sebanyak 123 kasus seiring dengan meningkatnya aktivitas Pertambangan Galian C di lokasi tersebut (Anonim. Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe, 2. Kajian mengenai logam berat terhadap kondisi lingkungan utamanya air tanah, air permukaan dan tanah yang berdampak terhadap gangguan kesehatan di daerah Kecamatan Amonggedo Kabupaten Konawe dianggap perlu, mengingat pentingnya pencegahan pencemaran oleh unsur-unsur logam bersifat beracun . yang berdampak pada gangguan kesehatan pada masyarakat sekitar. Beberapa logam berat yang dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat yaitu TSS. Chromium. Cadmium. Besi. Seng Tembaga. Nikel Kobalt dan timbal yang mempengaruhi rona lingkungan sekitar dan berakibat terhadap gangguan kesehatan kepada masyarakat. Beberapa penelitian yang berkaitan dengan mobilitas unsur logam masyarakat lingkar tambang di Kecamatan Amonggedo Kab. Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara. METODE Jenis penelitian ini adalah penelitian Mix Method yaitu analisis deskriptif dengan kualitas air dan logam dilakukan di Laboratorium Kesehatan provinsi Sulawesi Tenggara. dan penelitian Cross Sectional dilakukan pada masyarakat Kecamatan Amonggedo Kabupaten Konawe dan Penelitian dilakukan dari bulan April - Juni Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah pH meter. Termometer. Keping Secchi. Lux Meter. Pipet Tetes. Erlenmeyer 125 ml, split, ember 5 liter. Lux Meter dan GPS. Bahanbahan yang diperiksa adalah kadar logam Kromium (Cr . Kadmium (CD). Besi (F. Seng (Z. Tembaga (C. Nikel (N. Cobalt (CO). Timbal (P. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hasil Pemeriksaan Logam pada Tanah Inlet Tabel 1 Hasil pemeriksaan logam pada tanah inlet Fe2O3 NaO2 MgO Al2O3 SiO2 Parameter Hasil 1,54 19,73 28,22 0,06 <0,01 7,14 4,03 Parameter K2O CaO TiO2 Cr2O3 MnO Hasil 0,01 0,33 0,12 0,71 0,24 <0,01 P2O3 SO3 43,22 <0,01 <0,01 LOI 0,01 14,02 44,46 JIKMW Ae 3. , 2023. Hal 75-82 Hasil Pemeriksaan Logam pada Tanah Outlet Tabel 2 Hasil pemeriksaan logam pada tanah outlet Fe2O3 NaO2 MgO Al2O3 SiO2 Parameter P2O3 SO3 Hasil 0,46 14,29 20,44 0,03 <0,01 4,63 7,25 56,00 <0,01 <0,01 Parameter K2O CaO TiO2 Cr2O3 MnO LOI Hasil 0,05 0,26 0,23 1,03 0,23 <0,01 <0,01 8,80 33,68 Tabel 3 Hasil Pemeriksaan Logam pada Air Inlet Zn mg/l Cr mg/l 0,0045 0,0673 0,0784 0,0371 0,001 0,011 0,000 Hasil Pemeriksaan Logam pada Air Inlet Parameter TSS pH Hasil 7,70 0,0054 0,0101 1,35 0,0033 Hasil Pemeriksaan Logam pada Air Outlet Parameter TSS pH Tabel 4 Hasil Pemeriksaan Logam pada Air Outlet Zn mg/l Cr mg/l Hasil 0,000 0,001 0,06 0,003 0,004 Distribusi Responden Berdasarkan Personal Hygiene di Wilayah Kerja Puskesmas Amonggedo Tabel 5 Distribusi Responden Berdasarkan Personal Hygiene di Wilayah Kerja Puskesmas Amonggedo Kategori Cukup Kurang Total JIKMW Ae 3. , 2023. Hal 75-82 Distribusi Responden Berdasarkan Personal Hygiene di Wilayah Kerja Puskesmas Amonggedo Tabel 6 Distribusi Responden Berdasarkan Kejadian Penyakit Dermatitis di Wilayah Kerja Puskesmas Amonggedo Kategori Menderita Tidak Menderita Total Hubungan Personal Hygiene dengan Kejadian Penyakit Dermatitis di Wilayah Kerja Puskesmas Amonggedo Tabel 7 Hubungan Personal Hygiene dengan Kejadian Penyakit Dermatitis di Wilayah Kerja Puskesmas Amonggedo Kejadian Dermatitis Personal Hygiene X2 Hit > Tidak X2 tab Phi Menderita Menderita Cukup Kurang Jumlah Tabel di atas menunjukkan bahwa responden Personal Hygiene cukup sebanyak 54 responden, diantaranya 14 responden . ,9%) yang menderita dermatitis dan 40 responden . ,1%) yang tidak menderita dermatitis. Sedangkan responden yang Personal Hygiene kurang sebanyak 41 responden diantaranya 36 responden . ,8%) yang menderita dermatitis dan 5 responden . ,2%) yang tidak menderita dermatitis. Berdasarkan dengan menggunakan uji Chi-Square di peroleh nilai X2 hitung > X2 tabel . ,355 > 3,841 ), maka H0 ditolak dan 33,355 > 3,841 0,614 Ha diterima, ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara Personal Hygiene dengan kejadian penyakit dermatitis di Wilayah Kerja Puskesmas Amonggedo Kecamatan Amonggedo Kabupaten Konawe. Berdasarkan analisis uji keeratan hubungan diperoleh di nilai = 0,614 angka ini menunjukan hubungan kuat antara Personal Hygiene dengan kejadian penyakit dermatitis di Wilayah Kerja Puskesmas Amonggedo Kecamatan Amonggedo. JIKMW Ae 3. , 2023. Hal 75-82 Pembahasan Unsur Logam di Tanah Kegiatan khususnya bijih nikel menyebabkan dampak fisik, sosial, ekonomi, dan dampak ekologis. Setiap perusahaan mempertimbangkan berbagai masalah berkelanjutan (Nurlaela, 2. Secara umum, kegiatan pertambangan yang eksploitasi lahan, proses peleburan nikel dan aktivitas lain yang dilakukan oleh masyarakat di lokasi tambang akan mempengaruhi kehidupan fisik, sosial dan ekonomi masyarakat Perubahan rona lingkungan berupa bentang fisik dan kimia, pencemaran tanah, air maupun udara merupakan dampak negatif yang Industri Pengolahan Nikel (Invanni, 2. Hasil pengukuran logam pada sedimen tanah menunjukkan Kadar logam pada unsur tanah dominan melebihi nilai ambang batas baik di inlet maupun outlet utamanya Ni. Fe. Mg. Al. Si. Ca. Cr. Unsur Logam di Tanah Air dalam keadaan standar yaitu pada tekanan 1 kpa . dan temperatur 273,15 k. Menurut Sitanala Arsyad zat Air merupakan substansi kimia dengan rumus kimia H2O yaitu suatu molekul air tersusun atas 2 atom hidrogen yang terikat dengan kovalen dengan satu atom Air berwarna, tidak berasa dan tidak Kimia ini adalah zat pelarut yang mutlak yang mempunyai kekuatan untuk melarutkan banyak zat kimia yang lainnya. Layaknya garamgaram, asam, gula lebih dari satu tipe gas serta banyak molekul organik. Adanya ikatan hidrogen inilah yang menyebabkan air memiliki sifat-sifat yang penting untuk kehidupan. Hasil pengukuran logam pada air menunjukkan Kadar logam pada unsur air dominan melebihi nilai ambang batas baik di inlet maupun outlet yaitu TSS. Fe. Ni. Co. Pb. Hubungan Personal Hygiene dengan Dermatitis Personal hygiene merupakan menyangkut tanggung jawab individu untuk meningkatkan kesehatan serta membatasi menyebarnya penyakit menular, terutama yang ditularkan melalui kontak langsung. Seseorang dikatakan personal hygiene nya baik bila yang bersangkutan dapat menjaga berhubungan dengan pemanfaatan air dan kesehatan tubuh manusia di lokasi obyek penelitian (Ika. Budiman, & Yusuf, 2. Personal hygiene merupakan tindakan pencegahan yang menyangkut tanggung jawab individu untuk meningkatkan kesehatan serta membatasi menyebarnya penyakit menular, terutama yang ditularkan yang dapat menjaga kebersihan tubuhnya yang meliputi kebersihan kulit, kuku, mata, hidung, telinga, alat kelamin, dan handuk, serta alas tidur dengan kondisi sanitasi di sekitarnya. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sebanyak 43,2% berada dalam kategori personal JIKMW Ae 3. , 2023. Hal 75-82 hygiene kurang. Hal ini terjadi karena responden tidak memperhatikan kebersihan kulit yang dapat dilakukan dengan mandi 2x setiap hari, tidak pakaiannya, tidak mencuci tangan sebelum dan sesudah makan dengan menggunakan sabun, memakai baju orang lain, tidak menjemur handuk sprei tempat tidur 1 minggu sekali. Selain itu sebanyak 56,8% responden dengan personal hygiene dalam kategori cukup. Hal ini karena responden mandi setelah Mencuci menjemur pakaian dibawah terik matahari, memakai handuk milik sendiri dan menjemur kasur tempat tidur 1 minggu sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden Personal Hygiene cukup sebanyak terdapat 25,9% responden yang menderita dermatitis. Hal ini karena responden tidak APD. Sedangkan responden yang Personal Hygiene kurang sebanyak 12,2% responden yang tidak menderita dermatitis. Berdasarkan menunjukkan bahwa ada hubungan antara Personal Hygiene dengan kejadian penyakit dermatitis Wilayah Kerja Puskesmas Amonggedo Kecamatan Amonggedo Kabupaten Konawe. Berdasarkan analisis uji keeratan hubungan diperoleh di nilai = 0,614 angka ini menunjukan hubungan kuat antara Personal Hygiene dengan kejadian penyakit dermatitis di Wilayah Kerja Puskesmas Amonggedo Kecamatan Amonggedo Kabupaten Konawe. Hal dikarenakan kurangnya Personal Hygiene untuk selalu mencuci tangan dengan menggunakan sabun dengan air mengalir, sedangkan untuk para masyarakat dengan dengan hygiene perorangan yang baik, mereka menerapkan hygiene perorangan mereka dengan baik karena mereka tahu pentingnya menjaga kebersihan diri seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, mencuci pakaian kerja dan memiliki pakaian kerja lebih dari satu untuk dipakai secara bergantian setiap harinya ketika pakaian kerja yang kotor sedang Penelitian ini sejalan penelitian Miftahurrizqiyah dkk, . Terdapat hubungan antara personal hygiene dengan kejadian dermatitis di pesantren Al Ittifaqiah dengan hasil analisa chi-square diperoleh p= 0,005. Personal hygiene termasuk kedalam tindakan pencegahan primer yang spesifik. Hal ini juga sesuai dengan teori segitiga epidemiologi yang menyatakan bahwa suatu penyakit terjadi karena adanya ketidak seimbangan antara host . alam hal ini manusi. , agent . alam hal sumber penyakit dermatitis seperti kut. dan lingkungan dalam hal ini dikatakan bahwa personal hygiene yang tidak baik akan mempermudah tubuh terserang berbagai penyakit, seperti penyakit kulit dan penyakit infeksi (Hayati I, 2. Menurut Wartonah (Sumita, kebersihan diri termasuk kebersihan JIKMW Ae 3. , 2023. Hal 75-82 kulit sangat penting dalam usaha mandi 2 kali sehari menggunakan sabun dan air bersih. Salah satu bagian tubuh yang cukup sensitif terhadap berbagai macam penyakit adalah kulit. Kulit merupakan yang elastik yang melindungi tubuh dari pengaruh Lingkungan yang sehat dan bersih akan membawa efek yang baik bagi kulit. Demikian pula sebaliknya, lingkungan yang kotor akan menjadi sumber munculnya berbagai macam penyakit antara lain penyakit kulit. Mandala Waluya yang telah membantu dalam pemberian dana Penelitian kepada Peneliti. Serta tak lupa pula kepada pihak lokasi Penelitian yang mau menerima dan memberi kemudahan kepada Peneliti dalam melakukan DAFTAR PUSTAKA Anonim. Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe. Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe. Hayati I. Edukasi Kesehatan dalam Upaya Pencegahan Penyakit Skabies di Pondok Pesantren Madrasah Tsanawiyah Harsallakum Kota Bengkulu. Abdi Haz J Ilm Pengabdi Pada Masyarakat 3. , 1-23. Ika. Budiman, & Yusuf. Faktor Risiko Kejadian Skabies di wilayah Kerja Puskesmas Dolo Kabupaten Sigi. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian maka dapat disimpulkan bahwa kadar logam pada unsur tanah dominan melebihi nilai ambang batas baik di inlet maupun outlet yaitu Ni. Fe. Mg. Al. Si. Ca. Cr, dan Kadar logam pada unsur air beberapa unsur melebihi nilai ambang batas baik di inlet maupun outlet yaitu yaitu TSS. Fe. Ni. Co. Pb, serta ada hubungan yang kuat antara Personal Hygiene dengan kejadian penyakit dermatitis di Wilayah Kerja Puskesmas Amonggedo Kecamatan Amonggedo Kabupaten Konawe. Invanni. Mobilitas Unsur Logam Berat dari Slag Feronikel pada Media Tanah Daerah Pomalaa Sulawesi Tenggara. Universitas Hasanuddin. Nurlaela. The Impact of Nickel Management on Community Socio-Economic Conditions in Morosi District Konawe Regency. Indonesian Journal Social Environmental Issues (IJSEI), 1. , 1-4. Surono dan Hartono. "Geologi Sulawesi" Pusat Survei Geologi. Badan Geologi. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Jakarta: LIPI Press. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya (JIKMW) is licensed under a Creative Commons Attribution 4. International License. UCAPAN TERIMA KASIH