Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 5 Nomor 2 Tahun 2024: 262-272 REDESIGNING PELATIHAN PENGUATAN MODERASI BERAGAMA UNTUK PENINGKATAN DAMPAK YANG BERKELANJUTAN Cecep Hilman* Gilang Priambodo** Asip Suryadi*** *Balai Diklat Keagamaan Jakarta. Indonesia **Balai Diklat Keagamaan Jakarta. Indonesia ***Balai Diklat Keagamaan Jakarta. Indonesia *E-mail: cecepkemenag@gmail. **E-mail: gilangpriambodo@yahoo. ***E-mail: asipsuryadi@gmail. Abstract The Religious Harmony Index (Indeks Kerukunan Ummat Beragama/IKUB), especially in Banten and DKI Jakarta, is below the national IKUB average. This index indicates the need to redesign Religious Moderation Training (Pelatihan Penguatan Moderasi Beragama/PPMB). This research studied the PPMB curriculum and implementation at BDK Jakarta. The objects of the study were the PPMB curriculum documents, survey results regarding RTL, and reports on the implementation of PPMB. The study concluded that the PPMB curriculum remains sufficient to provide participants with an understanding of and internalization of the values of religious moderation. However, the research recommends four actions that have a more significant impact on IKUB. Firstly, the number of PPMBs must be adjusted to the population of each province. Secondly, it will increase the Action Plan (RTL) course time. Thirdly, a mentoring program should be included in the curriculum to realize RTL. Fourth, monitoring and evaluation instruments for disseminating PPMB results must be prepared. These recommendations are expected to be considered for redesigning the PPMB, especially in the Jakarta BDK and generally in the Religious Moderation and Human Resources Development Agency. Keywords: redesigning, strengthening religious moderation training, enhancing sustainable impact Abstrak Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) di wilayah kerja BDK Jakarta khususnya di Banten dan DKI Jakarta masih dibawah rata-rata IKUB nasional. Indeks tersebut mengindikasikan bahwa perlunya reka ulang . PPMB. Untuk kebutuhan tersebut peneliti melakukan penelitian dalam bentuk kajian terhadap kurikulum dan penyelenggaraan PPMB di BDK Jakarta. Objek kajian adalah dokumen kurikulum PPMB yang disusun oleh Pokja Moderasi Beragama, hasil survey mengenai RTL dan laporan penyelenggaraan PPMB di BDK Jakarta. Penelitian menyimpulkan bahwa dari aspek kurikulum PPMB sudah memadai untuk memberikan wawasan dan menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada peserta. Namun demikian agar PPMB yang diselenggarakan lebih berdampak terhadap peningkatan praktek moderasi beragama maka direkomendasikan empat hal. Pertama jumlah PPMB harus disesuaikan dengan jumlah penduduk setiap provinsi. Kedua menambah jumlah JP pada mata pelatihan Rencana Tindak Lanjut (RTL). Ketiga memasukkan program pendampingan realisasi RTL dalam kurikulum. Keempat penyusunan instrumen monitoring dan evaluasi diseminasi hasil PPMB. Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi pertimbangan untuk melakukan reka ulang . PPMB khususnya di BDK Jakarta dan umumnya di lingkungan Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM Kementerian Agama. Kata Kunci: redesigning, pelatihan penguatan moderasi beragama, peningkatan dampak yang Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 5 Nomor 2 Tahun 2024: 262-272 PENDAHULUAN Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) menjadi 78 sebagai salah satu prioritas untuk memastikan dampak moderasi beragama untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045. Untuk mencapai target tersebut diperlukan strategi yang Namun pelaksanaan Pelatihan Penguatan Moderasi Beragama (PPMB) Balai Diklat Keagamaan (BDK) Jakarta masih menghadapi tantangan. Pertama, belum memadainya jumlah pelatihan sehingga hanya sebagian kecil saja masyarakat yang dapat mengikuti pelatihan. Kedua, belum terjadi diseminasi yang optimal oleh para alumni pelatihan kepada masyarakat luas. Sejak Januari 2021 hingga Juni 2024. BDK Jakarta telah melaksanakan Pelatihan Penguatan Moderasi Beragama (PPMB) di tiga provinsi, yaitu DKI Jakarta. Banten, dan Kalimantan Barat. Pelatihan 690 alumni seperti terlihat pada Gambar 1. (Sumber Data Pelatihan BDK Jakart. Program ini dirancang untuk membekali tenaga teknis administrasi dengan pemahaman yang Para alumni diharapkan kerukunan umat beragama dan mencegah konflik berbasis agama di Alumni PPMB adalah Kepala Madrasah. Guru Madrasah. Pengawas Madrasah. Guru Pendidikan Agama. Aparatur Sipil Negara (ASN). Penyuluh Agama, dan Penghulu. Aktor-aktor tersebut memiliki posisi strategis dalam Moderasi Beragama karena pengaruh mereka di lingkungan pendidikan, komunitas, dan jejaring sosial yang luas. Dengan otoritas keagamaan dan profesional yang mereka miliki, mereka mampu menyampaikan nilai-nilai moderasi pembelajaran formal, interaksi sosial, maupun implementasi kebijakan. Namun demikian IKUB di wilayah kerja BDK Jakarta tidak meningkat. Data yang diterbitkan oleh Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama menunjukkan bahwa pada dua tahun terakhir IKUB di wilayah kerja BDK Jakarta yaitu Banten. DKI Jakarta dan Kalimantan Barat tidak mengalami perubahan seperti dapat dilihat pada diagram batang Gambar 1. IKUB Nasional Kalbar Banten Nasional DKI Jakarta Kalbar Banten DKI Jakarta Gambar 1. IKUB DKI. Banten dan Kalbar Sumber: Data Badan Litbang Diklat Kementerian Agama Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 5 Nomor 2 Tahun 2024: 262-272 Berdasarkan diagram tersebut provinsi Banten secara konsisten memiliki nilai IKUB yang berada di bawah rata-rata nasional selama dua tahun berturut-turut. Sementara itu, nilai IKUB Provinsi DKI Jakarta sedikit berhimpitan dengan rata-rata nasional, menggambarkan situasi yang lebih stabil namun tetap rentan terhadap gesekan sosial. Sebaliknya. Provinsi Kalimantan Barat mencatatkan nilai IKUB yang selalu berada di atas rata-rata nasional menunjukkan tingkat kerukunan yang relatif lebih baik. Provinsi Kalimantan Barat mencatat nilai IKUB yang secara konsisten berada di atas rata-rata nasional, menurut penelitian Purna (Purna, 2. hal ini mencerminkan adanya nilai-nilai kearifan lokal yang kuat dan sejalan dengan semangat Moderasi Beragama. Masyarakat Kalimantan Barat tampaknya telah prinsip-prinsip turun-temurun, menjadikannya lebih tahan terhadap konflik agama. Namun, meskipun demikian, penurunan nilai IKUB sebesar -0,13% dari tahun 2022 ke 2023 menunjukkan bahwa tantangan tetap Tingginya IKUB di Kalimantan Barat menurut penelitian Made (Made, 2. mencerminkan adanya nilai-nilai kearifan lokal yang kuat dan sejalan dengan semangat Moderasi Beragama. Masyarakat Kalimantan Barat tampaknya telah menginternalisasi prinsip-prinsip kerukunan yang turuntemurun, menjadikannya lebih tahan terhadap konflik agama. Di sisi lain. Provinsi DKI Jakarta, dengan populasi yang sangat padat dan tingkat pluralisme yang tinggi, telah mengalami kenaikan IKUB sebesar 5,3% dari tahun 2022 hingga 2023. Selanjutnya, di provinsi Banten masih dilaporkan terjadi kasus intoleransi Dalam penelitiannya Hotimah (Hotimah, 2. Septriani (Septriani, menemukan bahwa periode 2021Ae2024 menunjukkan tren konflik agama yang masih tinggi. Menurut penelitian Sumardi (Sumardi, 2. dan Saumantri (Saumantri, 2. karakter masyarakat yang homogen di beberapa daerah, seperti di Kota Cilegon, dimana 97,64% penduduknya beragama Islam dan hanya 2,36% memeluk agama lain (Data BPS 2. , menciptakan tantangan masyarakat yang toleran. Pada tingkatan IKUB seperti itu masih banyak kasus intoleransi. Salah satu contoh menurut penelitian Suryawati (Suryawati, 2. di provinsi Banten adalah kasus penolakan pendirian rumah ibadah di kota Cilegon. Contoh lain di DKI Jakarta terjadi kasus guru melarang murid memilih ketua OSIS non muslim dan memaksa siswi berjilbab (Noval, 2. Pada bulan yang sama CNN Indonesia bahwa PDIP klaim beragama di sekolah (CNN, 2. Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 5 Nomor 2 Tahun 2024: 262-272 Meskipun IKUB di Provinsi Kalimantan Barat tergolong tinggi namun juga tidak bersih dari kasus intoleransi. Salah satu masjid Ahmadiyah di Kabupaten Sintang. Ironisnya daerah (Tempo, 2. Belum dilakukan penelitian yang komprehensif untuk mengukur tingkat kontribusi tersebut PPMB terhadap IKUB. Apabila dilihat dari jumlah alumni yang hanya 1. 690 selama 4 tahun maka sangat tidak signifikan dibanding seluruh jumlah pendidik provinsi Banten. DKI Jakarta dan Kalimantan Barat. Salah satu strategi untuk PPMB terhadap kerukunan beragama adalah meningkatkan upaya diseminasi oleh para alumni kepada masyarakat. Namun demikian proses diseminasi membutuhkan regulasi dan strategi yang unggul. Berdasarkan kebutuhan tersebut dilakukan penelitian untuk mengkaji program dan desain PPMB di BDK Jakarta peningkatan diseminasi oleh para alumni kepada masyarakat luas. berdasarkan sudut pandang yang Kajian diarahkan untuk menemukan kelemahan dari perspektif diseminasi hasil pelatihan. Objek analisis adalah program dan laporan PPMB di BDK Jakarta serta regulasi terkait PPMB. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Alumni PPMB BDK Jakarta Berdasarkan Rencana Anggaran dan Kegiatan (RAKL) BDK Jakarta PPMB yang sudah dilakukan di tahun 2023 dan 2024 sebanyak 31 angkatan. Apabila rata-rata setiap angkatan 30 orang maka telah meluluskan 930 Data alumni empat tahun terakhir dapat dilihat pada diagram pada Gambar 2. Jumlah Alumni PPMB 2021-2024 Kalbar DKI Banten Kalbar DKI Banten Kalbar Banten DKI Kalbar METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan mulai September 2024. Dalam penelitian ini, digunakan metode analisis dokumen. Melalui metode ini peneliti mengkaji dokumen-dokumen yang ditemukan Banten DKI Gambar 2. Data Jumlah Alumni PPMB Sumber: Data Pelatihan BDK Jakarta Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 5 Nomor 2 Tahun 2024: 262-272 Diagram menjelaskan bahwa jumlah PPMB meningkat di tahun 2022 dan 2023, selanjutnya menurun lagi di Dinamika disebabkan oleh jumlah anggaran yang Alumnus PPMB adalah Kepala Madrasah. Guru Madrasah. Pengawas Madrasah. Guru Pendidikan Agama. Aparatur Sipil Negara (ASN). Penyuluh Agama, dan Penghulu. Dilihat dari jabatannya alumni adalah pegawai yang memiliki posisi strategis. Mereka memiliki hubungan langsung dengan keragaman demografis. Penentuan peserta dimaksudkan agar hasil diimplementasikan secara individual juga dapat didesiminasikan kepada masyarakat yang bersentuhan langsung dengan tugas jabatan masing-masing. Selain itu diagram menunjukkan bahwa pelatihan terkonsentrasi di Provinsi DKI Jakarta. Fenomena tersebut dapat dijelaskan dengan peta sebaran pada Gambar 3. Pie Chart di atas menunjukkan bahwa 48% dari total alumni adalah pegawai DKI Jakarta, sedangkan Banten hanya 32% dan Kalimantan barat hanya Berdasarkan kebutuhan proporsi jumlah alumni proporsi jumlah alumni belum sinkron dengan proporsi jumlah penduduk di setiap provinsi. Dikutip dari data BPS Jumlah penduduk DKI Jakarta tahun 2023 berdasarkan sensus Banten 307,73, Kalimantan Barat 5. 328 (Data BPS Online 26-12-2. Dalam jumlah penduduk Banten : DKI Jakarta : Kalimantan Barat adalah 37. 31% : 03% : 19. Berdasarkan hasil perbandingan tersebut proporsi alumni PPMB Direkomendasikan agar BDK Jakarta merencanakan penyelenggaraan PPMB agar memenuhi proporsi Kurikulum PPMB Pelatihan Moderasi Beragama yang diselenggarakan di BDK Jakarta menggunakan kurikulum Pelatihan Penguatan Moderasi Beragama bagi Aparatur Sipil Negara yang disusun oleh Kelompok kerja (Pokj. Moderasi Beragama. Kurikulum berbobot 57 Jam Pelatihan (JP) yang terdiri dari modul inti 51 JP dan modul tambahan 6 JP. Pelatihan meningkatkan kesadaran, sikap, dan Sebaran Alumni PPMB 20212024 DKI Banten Kalbar Gambar 3. Sebaran Alumni PPMB. Sumber: Data Pelatihan BDK Jakarta Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 5 Nomor 2 Tahun 2024: 262-272 kapasitas peserta yang menumbuhkan Moderasi Beragama lingkungan kerja Kementerian Agama RI. Materi pelatihan terdiri dari 11 materi utama dan 2 materi tambahan. Materi utama seperti berikut: Udar Asumsi. Membangun Perspektif Sketsa Kehidupan Beragama di Indonesia Analisis Sosial dengan Iceberg Analysis Nilai-nilai Universal Keagamaan Konsep Moderasi Beragama Kemenag RI Wawasan Kebangsaan Sikap Diri ASN Kemenag RI Ekosistem Moderasi Beragama Strategi Penguatan Moderasi Beragama: Rethinking. Redesigning. Reframing. Reacting Membangun Gerakan Kepemimpinan dan Kepeloporan. Refleksi. Evaluasi, dan Rencana Aksi. Ditinjau dari segi tujuannya, kurikulum pelatihan ini diproyeksikan moderasi beragama di lingkungan masing-masing. Artinya, kembali dari pelatihan para alumni diharapkan dapat melakukan aksi untuk menumbuhkan sikap moderat dalam beragama. Dalam buku panduan Moderasi Beragama yang diterbitkan Kementerian Agama (Kementerian Agama Indonesia, 2. dan buku Moderasi Beragama (Saifudin, 2. moderasi beragama ditandai dengan 4 indikator yaitu komitmen kebangsaan, anti kekerasan, toleransi, dan penerimaan terhadap tradisi lokal. Para alumni pelatihan diharapkan dapat moderat dengan empat indikator Dari aspek substansi materi pelatihan ini dapat membekali para alumni mengenai wawasan moderasi Selain itu dibekali dengan strategi aksi untuk melakukan gerakan moderasi di lingkungan masingmasing. Untuk keperluan tersebut Ekosistem Moderasi Beragama dan Strategi Penguatan Moderasi Beragama: Rethinking. Redesigning. Reframing. Reacting. Membangun Gerakan II: Tim dan Jaringan, dan Membangun Gerakan i: Bina Damai dan Resolusi Konflik. Berdasarkan kurikulum. PPMB dapat membekali peserta memiliki sikap dan tindakan untuk beragama moderat. Selain itu peserta dibekali strategi untuk memiliki peran sebagai penggerak moderasi di lingkungan masing-masing. Rencana Tindak Lanjut (RTL) Salah satu materi pelatihan yang menunjang peran alumni untuk menjadi penggerak moderasi beragama adalah Refleksi. Evaluasi, dan Rencana Aksi. Mata pelatihan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada para peserta untuk membuat rencana Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 5 Nomor 2 Tahun 2024: 262-272 aksi gerakan moderasi beragama di lingkungan masing-masing. Dalam kaitannya dengan peran alumni sebagai penggerak moderasi beragama mata pelatihan ini sangat Namun demikian secara metodologis mata pelatihan ini kurang memadai karena hanya disajikan dengan alokasi waktu 1 JP . Membuat rencana aksi yang sesuai dengan kebutuhan tentu tidak mudah sehingga memerlukan waktu yang Pada sesi ini peserta harus didalamnya menggambarkan programprogram yang akan dilaksanakan setelah selesai mengikuti PPMB. Dalam RTL ditentukan tujuan yang akan dicapai dalam realisasi programnya, keberhasilan dari pelaksanaan program rencana aksi. Sesuai dengan modul Kemenag RI menyebutkan bahwa rencana aksi tujuannya agar alumni dapat mewujudkan moderasi beragama di lingkungan Kementerian Agama dan RTL harus disusun berdasarkan analisis kondisi objektif masyarakat yang akan diberikan internalisasi nilai moderasi beragama. Analisis terhadap situasi dan kondisi obyektif ini diperlukan untuk menentukan strategi realisasi programnya. Misalnya melalui pembinaan kampung moderasi yang didalamnya dapat diselenggarakan kegiatan olahraga atau seni yang bertemakan moderasi beragama sebagai internalisasi dan implementasi nilainilai moderasi beragama. Selain itu dalam penyusunan RTL hambatanhambatan yang mungkin akan terjadi, sehingga dapat diberikan alternatif solusi yang mungkin dapat dilakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan Akan lebih sempurna apabila RTL dipresentasikan di depan fasilitator dan peserta lain untuk mendapatkan Hal ini penting agar RTL tidak hanya sebatas perspektif yang dimiliki oleh peserta melainkan juga dari perspektif orang lain. Oleh karena itu direkomendasikan untuk menambah alokasi waktu mata pelatihan tersebut minimal menjadi 3 JP. Selain itu sebaiknya rencana aksi mendapat masukkan terlebih dahulu dari fasilitator dan teman sejawat. Pendampingan Realisasi RTL Secara sistemis belum ada tagihan bagi alumni untuk merealisasikan RTL masing-masing melaporkannya kepada pihak tertentu. Berdasarkan hal itu tidak menjadi tuntutan mengikat bagi alumni untuk melakukannya sehingga kemungkinan alumni tidak merealisasikan RTL dapat Selain itu kemungkinan tidak atau tidak tuntas merealisasikan RTL berpeluang banyak terjadi karena alumnus menghadapi tantang yang tidak dapat dipecahkan sendiri. Hal itu Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 5 Nomor 2 Tahun 2024: 262-272 RTL memiliki keinginan yang kuat (Hefni & Uyun, 2. Data survei yang dilakukan bulan Desember 2024 oleh BDK Jakarta terhadap alumni PPMB memberikan gambaran lebih konkret realisasi RTL. Namun demikian survey online memiliki kelebihan karena hanya 24 responden alumni PPMB yang memberikan respons dan hanya dari provinsi Banten dan DKI. Responden terdiri dari 54% bertugas di DKI Jakarta dan 46% di Provinsi Banten. Survei menunjukkan mendiseminasikan nilai-nilai Moderasi Beragama sesuai dengan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang mereka buat saat pelatihan. Metode realisasi yang digunakan beragam, meliputi tatap muka dengan siswa atau jemaah, ceramah dan penyuluhan rutin di masyarakat umum, masjid, majelis ta'lim, hingga lintas agama, serta melalui media sosial dan grup WhatsApp. Meskipun seluruh alumni telah melaksanakan diseminasi, terdapat kendala yang dihadapi. Seperti dapat dilihat pada Gambar 4, sebanyak 30% dari alumni menyatakan kesulitan dalam proses diseminasi. Kesulitan disebabkan karena perbedaan tingkat pendidikan, pola pikir masyarakat, pelonggaran ajaran agama, hingga fanatisme golongan tertentu. Gambar 4. Data Survei Alumni PPMB Mengalami Kesulitan dalam Proses Diseminasi Selain itu, survei juga mencatat membutuhkan program pendampingan dalam mendiseminasikan nilai-nilai Moderasi Beragama. Data tersebut dapat dibaca dalam Gambar 5. Salah satu temuan penting dari survei tersebut adalah perlunya pendampingan bagi alumni dalam proses realisasi RTL. Yang dimaksud intervensi dari fasilitator atau orang RTL, membantu menyelesaikan masalah /kendala melakukan monitoring dan evaluasi terhadap keberhasilannya. Gambar 5. Data Survei Alumni PPMB Merasa Diperlukan Program Pendampingan Diseminasi Dalam program pendampingan, fasilitator dan alumnus berkolaborasi merealisasikan RTL menjadi aksi yang lebih konkret, dengan fokus melakukan Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 5 Nomor 2 Tahun 2024: 262-272 masyarakat agar memahami dan nilai-nilai beragama dalam kehidupan sehari-hari. Pendampingan ini dapat berupa bimbingan teknis, monitoring, coaching, workshop penguatan kapasitas, supervisi lapangan, atau sesi konsultasi berkala Kegiatan pendampingan dapat dilakukan offline. Online atau hybrid. Namun demikian pendampingan ini belum dilakukan karena belum ada kebijakan baik dalam kurikulum pelatihan maupun regulasi umum Moderasi Beragama dari Kementerian Agama. Hal diungkapkan oleh Menteri Agama yang menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada kebijakan yang secara menindaklanjuti dampak PPMB di lapangan (Qoumas et al. , 2. Mengingat pentingnya program pendampingan maka program tersebut seyogyanya dilembagakan. Salah satu bentuknya adalah mengintegrasikan kurikulum PPMB. Direkomendasikan agar Penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) bukan merupakan sesi akhir dari PPMB, melainkan harus dilanjutkan untuk merealisasikannya secara terbimbing. Dalam realisasi mengevaluasi hasilnya. Di akhir sesi para alumni melaporkan hasilnya. Sebagai memperoleh dua sertifikat pelatihan. Pertama sertifikat PPMB dan kedua sertifikat implementasi hasil PPMB. Sementara pendampingan ke dalam jam pelajaran Monitoring dan Evaluasi Program realisasi RTL harus bermutu sehingga memberikan dampak terhadap peningkatan pemahaman dan lingkungan alumnus. Pada muaranya harus dapat dilihat dari IKUB di wilayah lokal alumnus dan dapat berkontribusi terhadap IKUB provinsi dan nasional. Agar dampaknya dapat diukur dibutuhkan program monitoring dan evaluasi. Program monitoring dan evaluasi ini berfungsi sebagai Quality Control realisasi RTL setiap peserta. Melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan tersebut memerlukan instrumen yang valid dan reliabel. Oleh karena itu direkomendasikan kepada pihak berwenang dalam hal ini yang lebih spesifik adalah Pokja Moderasi Beragama stakeholder lainnya untuk segera menyusun instrumen monitoring dan evaluasi program realisasi RTL. Pada Susunan Organisasi dan tata Kerja (SOTK) Kementerian Agama terbaru tugas ini dimungkinkan dilakukan oleh Badan Moderasi Beragama Pengembangan SDM dan didelegasikan kepada Balai Moderasi Beragama. Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 5 Nomor 2 Tahun 2024: 262-272 Instrumen disusun secara sederhana berbentuk checklist untuk mengumpulkan data kesesuaian antara rencana dengan Data tersebut harus dapat digunakan untuk melakukan supervisi oleh para fasilitator. Sedangkan instrumen evaluasi dapat berupa angket, field note atau wawancara untuk mengukur hasil dari aksi yang sudah Agar peningkatannya instrumen evaluasi digunakan sebelum dan sesudah aksi. jumlah PPMB harus disesuaikan dengan proporsi jumlah penduduk di Kedua direkomendasikan untuk menambah alokasi waktu mata pelatihan RTL minimal menjadi 3 JP. Selain itu sebaiknya rencana aksi mendapat fasilitator dan teman sejawat. Ketiga kurikulum PPMB untuk meyakinkan bahwa RTL dilaksanakan dengan baik. Keempat, direkomendasikan kepada pihak berwenang yaitu Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM kementerian Agama berkolaborasi dengan Pokja Moderasi Beragama untuk menyusun instrumen monitoring dan evaluasi program realisasi RTL. Penelitian ini memiliki kelemahan terutama mengenai data hasil survei realisasi RTL yang respondennya kurang memadai. Selanjutnya kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala BDK dan bagian statistik yang sudah memberikan data mengenai penyelenggaraan PPMB di BDK Jakarta. Semoga hasil kajian ini menjadi pertimbangan khususnya bagi BDK Jakarta dan umumnya bagi Badan Moderasi Beragama Pengembangan SDM Kementerian Agama untuk melakukan reka ulang . penyelenggaraan PPMB agar lebih berdampak terhadap peningkatan IKUB Nasional KESIMPULAN PPMB yang sudah dilaksanakan di BDK Jakarta belum memberikan kontribusi yang optimal terhadap praktik moderasi beragama pada Masyarakat di wilayah kerja. Hal itu ditunjukkan oleh rata-rata IKUB tiga tahun terakhir yang secara umum cenderung lebih rendah dari rata-rata Sehubungan dengan itu peneliti melakukan kajian yang rekomendasi agar PPMB mengalami reka ulang . Hasil kajian menyimpulkan bahwa substansi materi pada kurikulum PPMB sudah memadai, namun belum memberikan kontribusi optimal terhadap peningkatan mutu moderasi beragama pada masyarakat luas karena program diseminasi dalam bentuk RTL dan realisasinya belum Berdasarkan hal itu penelitian ini merekomendasikan empat hal. Pertama. Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN 2548-9232. EISSN 2775-3573 Volume 5 Nomor 2 Tahun 2024: 262-272 DAFTAR PUSTAKA