Jurnal Budi Pekerti Agama Buddha Volume. 3 Nomor. 1 Maret 2025 e-ISSN : 3031-8335, p-ISSN : 3031-8327. Hal 43-58 DOI: https://doi. org/10. 61132/jbpab. Tersedia: https://journal. id/index. php/jbpab Analisa Strukturalisme Genetik pada Komik Buddhis AIgulimAla Dahlia Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya. Wonogiri. Indonesia *Penulis korespondensi: chuihung. dahlia@gmail. Abstract. Handaka Vijjananda's Buddhist comic "AIgulimAla: True Repentance" depicts the repentance of a ruthless murderer who undergoes spiritual transformation after meeting Gautama Buddha. This story not only conveys Buddhist moral teachings but also reflects the social, cultural, and religious dynamics of ancient Indian This study aims to analyze the intrinsic and genetic structures of the Buddhist comic "AIgulimAla" using Lucien Goldmann's genetic structuralism approach. The method used is qualitative descriptive, with the primary data source being the comic "AIgulimAla. " Data collection techniques were conducted through intensive reading and note-taking, while data analysis was conducted by linking the intrinsic elements of the literary work with the socio-historical context and the author's worldview. The results show that the intrinsic structure of the comic "AIgulimAla" includes themes of repentance, karma, loving-kindness . , and wisdom. strong characters and a progressive plot. internal and external conflicts. and a time, place, and social setting that reflect 6th-century BCE Indian society. Meanwhile, its genetic structure reveals human facts such as the caste system, power relations, and social morality, as well as the author's worldview, which emphasizes Buddhist values such as compassion, self-transformation, and hope for human moral change. Thus, genetic structuralism analysis confirms that the comic AIgulimAla is a literary work that is not only narrative in nature but also reflects social realities and humanitarian messages relevant to modern life. Keywords: AIgulimAla. Buddhist Comics. Genetic Structuralism. Buddhist Literature. Repentance. Abstrak. Komik Buddhis AIgulimAla: Pertobatan Sejati karya Handaka Vijjananda merepresentasikan kisah pertobatan seorang pembunuh kejam yang mengalami transformasi spiritual setelah bertemu Buddha Gotama. Kisah ini tidak hanya menyampaikan ajaran moral Buddhis, tetapi juga merefleksikan dinamika sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat India kuno. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur intrinsik dan struktur genetik dalam komik Buddhis AIgulimAla dengan menggunakan pendekatan strukturalisme genetik Lucien Goldmann. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan sumber data utama berupa komik AIgulimAla. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pembacaan intensif dan pencatatan, sedangkan analisis data dilakukan dengan mengaitkan unsur intrinsik karya sastra dengan konteks sosial-historis serta pandangan dunia pengarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur intrinsik komik AIgulimAla meliputi tema pertobatan, karma, cinta kasih . , dan kebijaksanaan. tokoh dan penokohan yang kuat. alur progresif. internal dan eksternal. serta latar waktu, tempat, dan sosial yang mencerminkan masyarakat India abad ke-6 SM. Sementara itu, struktur genetiknya memperlihatkan fakta kemanusiaan berupa sistem kasta, relasi kekuasaan, dan moral sosial, serta pandangan dunia pengarang yang menekankan nilai-nilai Buddhis seperti welas asih, transformasi diri, dan harapan akan perubahan moral manusia. Dengan demikian, analisis strukturalisme genetik menegaskan bahwa komik AIgulimAla merupakan karya sastra yang tidak hanya bersifat naratif, tetapi juga merefleksikan realitas sosial dan pesan kemanusiaan yang relevan dengan kehidupan modern. Kata kunci: AIgulimAla. Komik Buddhis. Strukturalisme Genetik. Sastra Buddhis. Pertobatan. LATAR BELAKANG Karya sastra merupakan karya imajinatif dari hasil olah pikiran seorang pengarang baik secara sengaja maupun tidak sengaja mencerminkan suatu realita kehidupan sosial masyarakat yang kemudian dituangkan ke dalam sebuah tulisan dengan tujuan memberikan manfaat maupun informasi bagi pembaca (Nurhasanah, 2015. Membaca sebuah karya sastra seperti membaca narasi ilmu sosial, karena karya sastra menceritakan hal-hal yang sering terjadi di kehidupan sehari-hari, tentang pola hidup, adat budaya, kebiasaan dan karakter tokoh dan jalan cerita karya sastra, juga merupakan hal yang terjadi di dunia nyata. Bahkan karya Naskah Masuk: 19 Januari 2025. Revisi: 23 Februari 2025. Diterima: 28 Maret 2025. Terbit: 30 Maret 2025 Analisa Strukturalisme Genetik pada Komik Buddhis AIgulimAla sastra juga menggambarkan bagaimana sistem sosial yang mempengaruhi kehidupan masyarakat pada periode tersebut (Shinta, 2. Komik merupakan salah satu karya sastra yang diintepretasikan dalam bentuk gambar (KBBI, n. )dan potongan-potongan dialog yang disajikan bersamaan dengan adegan cerita, kombinasi ekspresi tokoh dan gambaran situasi sekitar (Afriana & Prastowo, 2. Komik disajikan dalam rangkaian yang sistematis hingga terbentuk cerita yang utuh serta terselip pesan yang akan disampaikan. Peminat komik menjangkau hampir seluruh kalangan, mungkin karena cerita yang disajikan terkesan ringan karena disertai gambar, sehingga menarik minat terutama anak-anak dan dijadikan media belajar bagi guru di sekolah. Saat ini, bahkan komik tidak saja disajikan dalam bentuk buku akan tetapi juga mudah diakses dalam bentuk online atau e-comic (Ntobuo et al. , 2. Komik Buddhis merupakan karya sastra yang menonjolkan aspek keyakinan, nilai-nilai karakter, moral yang bertujuan untuk mengajarkan kebaikan selayaknya ajaran buddha, untuk selalu berbuat kebaikan, menghindari kejahatan. Kisah AIgulimAla diangkat dari AIgulimAla Sutta (M. (Sarao, 2. dijadikan Komik Buddhis menceritakan tentang seorang anak penasehat kerajaan Kosala. Bhagawa Gagga yang diberinama Ahingsaka. Ahingsaka adalah anak yang baik, rajin, sopan, terpelajar dan pintar. Karena rasa iri dari teman-teman akan kepandaiannya, sehingga kemudian dia harus menjadi seorang penjahat. Berkat kasih sayang dan pancara kebijaksanan dari Sang Buddha, akhirnya beliau bertobat dan mencapat arahat . (Vijjananda, 2. Karya sastra bagaimana sederhananyapun mengandung pesan yang ingin disampaikan oleh pengarangnya. Lucien Goldmann dengan teorinya strukturalisme genetik memadukan karya sastra secara intrinsik dan ekstrinsik dalam menyampaikan pesan sekaligus gambaran utuh dari sebuah karya sastra. Strukturalisme genetik merupakan metode penelitian sastra yang tidak melihat karya sastra hanya sebagai cerita fiksi akan tetapi juga memadukan karya sastra dengan lingkungan kehidupan sosial, prinsipnya teori adalah paduan karya sastra yang merupakan hasil strukturasi dari pengarang yang timbul atau mendapat ide dari situasi sosial Dimana, unsur intrinsik adalah penelitian secara mendalam dalam karya sastra itu sendiri . ema, alur, tokoh/penokohan, serta latar belakang waktu, peristiwa dan sosia. sebagai kekuatan pembangun, sedangkan unsur ekstrinsik adalah unsur di luar karya sastra . atar belakang sosial, pandangan dunia, struktur karya sastra, konteks sosia. yang medukung (Nurhasanah, 2. Jurnal Budi Pekerti Agama Buddha - Volume. 3 Nomor. 1 Maret 2025 e-ISSN : 3031-8335, p-ISSN : 3031-8327. Hal 43-58 KAJIAN TEORI Teori Strukturalisme Genetik diperkenalkan oleh Taine dan kemudian dikembangkan oleh oleh Lucien Goldmann, seorang filsuf dan sosiolog Prancis. Goldmann menyakini bahwa karya sastra merupakan suatu struktur, yang berarti tidak berdiri sendiri tetapi disokong oleh banyak hal sehingga menjadi satu bangun yang otonom, terdapat hal-hal yang dinamis antara lain ialah manifestasi sejarah yang terus berlangsung. Ia meyakini bahwa proses strukturasi dan destrukturasi dalam masyarakat akan mempengaruhi karya sastra. Strukturalisme Genetik adalah pendekatan yang sering dipakai untuk memahami bagaimana karya sastra mencerminkan dinamika sosial dan budaya dalam suatu masyarakat, serta berfungsi sebagai alat analisis pendalaman yang kompleks terhadap karya sastra. (Fitria Chairunisa et al. , 2. Pendekatan strukturalisme genetik karya sasta menggabungkan antara elemen intrinsik atau . nsur internal yaitu tokoh dan penokohan, alur cerita, tema, latar waktu, tempat, latar sosial, karya sastr. dengan analisis struktur genentik . akta kemanusiaan dan pandangan dunia Fokus utama Strukturalisme Genetik Goldmann adalah memahami karya sastra sebagai produk dialektis antara individu . dan konteks sosialnya (Wonmaly, 2. Strukturalisme genetik yang dikembangkan oleh Lucien Goldmann didasari pada penolakan terhadap strukturalisme murni. Lucien Goldmann memandang karya sastra bukan hanya sekedar struktur sastra secara otonom, tetapi mempunyai fakta historis dibalik penciptaan karya sastra tersebut dan juga peran pengarang sebagai pencipta yang tidak boleh dihilangkan karena pengarang merupakan pemberi makna, ciri khas, keprbadian, norma dan kultur sosial tertentu (Mustomi & Munir, 2. Goldmann menciptakan seperangkat teori yang saling berkaitan dan berhubungan satu sama lain, teori tersebut kemudian membentuk kajian strukturalisme genetik. Teori yang maksud antara lain adalah: Analisis Fakta kemanusiaan. Fakta kemanusiaan diartikan sebagai segala aktivitas dan perilaku manusia, verbal maupun fisik, dapat berupa aktivitas sosial, filsafat, kultural maupun politik, seni baik seni rupa, seni musik maupun sastra. Aktivitas manusia merupakan wujud manifestasi diri dengan lingkungan. Atau dapat dikatakan bahwa manusia dapat berperan sebagi individu dan sebagai kesatuan . , dan perilaku manusia cenderung menyesuaikan dengan situasi lingkungannya (Sahidillah & Rahaya, . Subjek kolektif merupakan dasar yang menciptakan fakta kemanusiaan. Goldmann beranggapan bahwa segala tindak-tanduk manusia bukan datang dari perilaku individu sendiri, melainkan aksi yang didorong oleh kolektivitas. Goldmann memiliki istilah trans- Analisa Strukturalisme Genetik pada Komik Buddhis AIgulimAla individual untuk mendeskripsikan hal tersebut, yang kemudian disebut kelas sosial dengan meminjam istilah marxisme. Pada dasarnya. Goldmann meyakini bahwa hal-hal seperti revolusi sosial, ekonomi, politik, dan karya kultural tidak lahir dari individu belaka, tetapi turut mellibatkan kesatuan kolektivitas kelas sosial. Dengan demikian, strukturalisme genetik memandang karya sastra bukan sebagai karya pengarang belaka, melainkan melibatkan kelas sosial pula (Nurfitriani, 2. Konsep Pandangan Dunia Pengarang strukturalisme genetik adalah mengkaji hal-hal di luar karya sastra itu sendiri. Pandangan dunia . orld vie. adalah memandang karya sastra bukan hanya pada isi cerita saja, tetapi juga menggabungkan antara struktur masyarakat dan unsur karya sasta, menjelaskan segala kerumitan dan keutuhan makna berupa ide, aspirasi, gagasan dan perasaan suatu kelompok sosial ke dalam sebuah pemahaman yang menyeluruh (Riana, 2. Pandangan dunia pengarang merupakan wujud mediasi . antara struktur masyarakat dan unsur karya sastra. Pandangan dunia hadir karena kesadaran secara kolektif dari situasi masyarakat . trata sosia. yang Tujuan pemilihan ini adalah untuk menjembatani beberapa fakta estetik, yaitu: hubungan pandangan dunia sebagai suatu realitas yang dialami pengarang dan . hubungan alam ciptaan dengan alat sastra seperti diksi, sintaksis, plot, dan gaya bahasa yang digunakan pengarang dalam ciptaannya. (Priharyani & Sholah, 2. Struktur Karya Sastra. Karya sastra memiliki struktur yang utuh, terkait satu dengan Goldmann menyatakan bahwa karya sastra adalah ekspresi pandangan pencipta dalam bentuk imajinasi. Oleh karena itu, ekspresi pandangan tersebut diwujudkan dalam bentuk imajiner melalui tokoh, objek, tema, dan hubungan antara cerita tersebut. Aspek imajinasi inilah yang menjadi pembeda karya sastra fiksi dengan filsafat dan sosiologi walaupun sama-sama berkisah tentang fenomena dunia (Nurhasanah, 2015. Dialektika pemahaman-penjelasan adalah metode yang memperhatikan pemahaman strukutral dengan cara dialektika, yaitu merumuskan pandangan dunia yang bersifat abstrak menjadi konkret. Secara sederhana, dapat diartikan sebagai metode strukturalis genetik dalam mendeskripsikan karya sastra, bukan hanya bagian struktural sebuah karya sastra yang diperhatikan, tetapi juga struktur yang lebih besar seperti realitas sosial dan biografi pengarang. Yang berarti, untuk memahami struktur suatu karya sastra, harus mengetahui keseluruhan realitas yang mendasarinya. (Novarismansyah, n. Jurnal Budi Pekerti Agama Buddha - Volume. 3 Nomor. 1 Maret 2025 e-ISSN : 3031-8335, p-ISSN : 3031-8327. Hal 43-58 Strukturalisme genetik, sebuah pendekatan yang menggabungkan analisis struktural dengan konteks sosial dan sejarah, menawarkan kerangka kerja yang menarik untuk mengkaji kisah AIgulimAla. Dengan pendekatan ini, kita dapat menggali lebih dalam makna di balik cerita dan menghubungkannya dengan konteks sosial budaya pada masa itu. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam komik ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang merupakan pendekatan penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran mendalam dan komprehensif mengenai suatu fenomena sosial atau perilaku tertentu. Metode ini menekankan pada pemahaman terhadap makna dan pengalaman subjek penelitian dalam konteks yang alami( Creswell, 2. Melalui pengumpulan data yang didapatkan dari penelitian/pemahaman yang mendalam terhadap komik AIgulimAla. Peenelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan dilakukan dengan tahapan penelitian antara lain: Membaca karya sastra yang akan ditelaah secara menyeluruh. Mencari data-data terkait kepengarangan . iografi penuli. dan sejarah serta keadaan sosial yang terjadi ketika karya tersebut dibuat. Menyangkutpautkan karya sastra dengan kelas sosial pengarang serta keadaan sosial yang terjadi ketika karya dibuat. Menerapkan setiap konsep strukturalisme genetik seperti fakta kemanusiaan, subjek kolektif, pandangan dunia, dan struktur karya sastra ke dalam analisis. Memastikan terjadi dialektika antara karya dan aspek genetik di dalam analisis. Artinya karya sastra dan aspek genetik, seperti kepengarangan dan sejarah, saling melengkapi satu sama lain (Novarismansyah, n. HASIL DAN PEMBAHASAN Kisah AIgulimAla Buku komik AIgulimAla dengan Pertobatan Sejati karya Handaka Vijjananda menggambarkan perjalanan hidup seorang pembunuh legendaris bernama AIgulimAla yang berubah menjadi sosok suci setelah bertemu Buddha. Kisah ini dimulai dari ramalan kelahiran Ahimsaka . ama awal AIgulimAl. yang dipercaya akan membawa malapetaka besar. Meskipun tumbuh sebagai anak yang berbudi baik dan cerdas, perjalanan pendidikannya di Takshashila membawanya ke dalam intrik dan fitnah yang memicu transformasi gelap dalam hidupnya (Vijjananda, 2. Dalam penderitaan batin akibat perintah gurunya untuk mengumpulkan seribu jari manusia. Ahimsaka menjadi pembunuh kejam yang menebar teror. Analisa Strukturalisme Genetik pada Komik Buddhis AIgulimAla Namun, titik balik terjadi saat ia bertemu dengan Buddha Gotama, yang dengan penuh belas kasih menyadarkannya dari jalan kekerasan menuju kehidupan tanpa cela. Transformasi AIgulimAla menjadi bhikkhu, meskipun penuh tantangan, menunjukkan kekuatan pengampunan dan penebusan melalui kebajikan serta ajaran Dhamma (Vijjananda, 2. Karya ini tidak hanya mengisahkan petualangan moral dan spiritual AIgulimAla, tetapi juga menekankan pentingnya belas kasih, pertobatan, dan kebijaksanaan. Dengan gaya narasi yang menyentuh, buku ini menawarkan refleksi mendalam tentang kemampuan manusia untuk berubah dan menemukan kedamaian sejati, tak peduli seberapa kelam masa lalunya. Kisah AIgulimAla menarik karena sarat akan pesan moral, transformasi seorang manusia yang tidak terlepas dari karma masa lampaunya dan hanya tekat dan kasih sayang yang dapat membuat AIgulimAla mencapai kebahagiaan sejati (Vijjananda, 2. Konflik dalam Kisah AIgulimAla ini dimulai dari perintah dari guru yang merasa dikhianati oleh AIgulimAla, sehinnga memberinya tugas untuk membunuh seribu orang. Perintah ini layaknya kutukan bagi AIgulimAla yang mengubahnya menjadi seorang pembunuh berdarah dingin. Kutukan ini seperti intepretasi dari ramalan kelahirannya yang seolah-oleh menentukan nasib Anggulimaa, akan tetapi dari sudut pandang Buddhisme tidak ada konsep kutukan maupun nasib, segala yang terjadi kepada kehidupan seseorang sesungguhnya merupakan buah karma yang dilakukan (Sayadaw, n. ) . Konsep karma dalam ajaran Buddha sangat relevan dalam kehidupan setiap umat Buddha demikian juga dengan AIgulimAla, yang artinya Tindakan seseorang akan menghasilkan akibat yang sepadan, karma bukan hukuman atau balasan dari Tuhan, akan tetapi buah dari perbuatan, dan kita sebagai manusia bebas menentukan pilihan apakah ingin berubah atau memilih untuk tetap tersesat (Sayadaw, n. Kisah AIgulimAla adalah sebuah contoh nyata tentang transformasi. Seorang pembunuh berdarah dingin dapat berubah menjadi seorang bhiksu yang penuh welas asih. Sang Buddha yang maha bijaksana dan maha metta memegang peranan yang sang penting, karena mampu melihat potensi kebaikan dalam diri AIgulimAla, bahkan ketika orang lain sudah menyerah padanya. Jurnal Budi Pekerti Agama Buddha - Volume. 3 Nomor. 1 Maret 2025 e-ISSN : 3031-8335, p-ISSN : 3031-8327. Hal 43-58 Gambar 1. AIgulimAla Pertobatan Sejati. Sumber: Vijjananda, 2022 Gambar 2. AIgulimAla,Pursuing the Buddha. Sumber: Xuanfa Institute, n. Analisis Strukturalisme Genetik dalam Komik AIgulimAla . Analisis Unsur Instrinsik Komik Anggulimala . Tema Unsur intrinsik merupakan elemen pembangun yang berasal dari dalam karya sastra dan membentuk keutuhan cerita, meliputi tema, tokoh dan penokohan, alur, serta Di antara unsur tersebut, tema menjadi dasar utama karena memuat gagasan pokok atau pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca. Tema sering kali berkaitan dengan persoalan moral, sosial, dan kemanusiaan yang dihadirkan melalui peristiwa dan perkembangan tokoh dalam cerita. Dalam komik Buddhis AIgulimAla, tema berperan penting dalam mengarahkan alur dan pembentukan karakter Kisah ini tidak hanya menampilkan kekerasan dan kejahatan, tetapi juga menekankan proses pertobatan, transformasi batin, dan pencarian makna hidup. Melalui perjalanan tokoh utama, komik ini menyampaikan nilai-nilai Buddhis yang relevan dengan kehidupan manusia. Tema dalam kisah AIgulimAla sebagai berikut: Pertobatan . ransformasi mora. Kisah AIgulimAla menunjukkan bahwa manusia memiliki kapasitas untuk berubah secara radikal, bahkan mereka yang telah Analisa Strukturalisme Genetik pada Komik Buddhis AIgulimAla melakukan kejahatan besar sekalipun. Ini mengajarkan kita bahwa moralitas bukanlah sesuatu yang statis, melainkan dinamis. Setelah AngulimAla tercerahkan dan menjadi murid Sang Buddha, beliau bersungguh-sungguh dalam menjalankan ajaran Sang Buddha. Sehingga saat tidak tega untuk menolong wanita yang mengalami kesulitan untuk bersalin/melahirkan. Sang Buddha menitipkan sabda padanya untuk wanita tersebut yang antara lain tertulis dalam dialog yang terdapat pada halaman 101 pada komik sebagai berikut : Buddha : AuJika demikian, pergilah kepada wanita itu dan katakan. AoSaudari, kelahiranku, aku tidak ingat bahwa aku pernah sengaja membunuh makhluk hidup. Melalui kebenaran ini semoga engkau dan bayimu selamat!AoAy AIgulimAla :AuTapi Bhante, dengan berkata seperti itu, tidakkah aku berbohong karena aku pernah dengan sengaja membunuh banyak makhluk lain?Ay Buddha : AuJika demikian, pergilah kepada Wanita itu dan katakan. Au Saudari, sejak kelahiran suciku, aku tidak ingat pernah sengaja membunuh mahkluk lain. Melalui kebenaran ini semoga engaku dan bayimu selamat. Ay . Perbuatan ( kamm. menghasilkan tiga jenis akibat yaitu, dalam kehidupan yang sama dengan perbuatan yang dilakukan, akibat yang dialami dalam kehidupan dan akibat yang dialami dalam kehidupan manapun setelah kehidupan berikutnya, selama seseorang masih mengembara dalam saAsAra. AIgulimAla menerima pukulan, lemparan batu dari orang-orang yang keluarganya menjadi korban pembunuhan yang dilakukan olehnya dengan sabar tanpa ada keinginan membalas ataupun dendam dan benci. Hal tersebut menunjukkan bahwa dengan menyesali perbuatannya dan berusaha untuk memperbaiki diri, seseorang dapat memperoleh pengampunan dan kesempatan untuk memulai hidup baru . AuSi kalung jari! Dia telah membunuh Keluargaku!Ay AuDia melukaiku!Ay AuTanggunglah ini,brahmana*A. ini adalah buah karmamu. Yang seharusnya membakarmu di neraka selama puluhan, ratusan, ribuan tahun, kini dan di sini engkau menuai buahnya. Ay Jurnal Budi Pekerti Agama Buddha - Volume. 3 Nomor. 1 Maret 2025 e-ISSN : 3031-8335, p-ISSN : 3031-8327. Hal 43-58 . Cinta Kasih (Mett. , manusia memiliki potensi untuk berubah melalui bimbingan spiritual dari seorang Guru yang mempunyai cinta kasih yang luar biasa, sehingga AIgulimAla dapat dengan ikhlas menerima akibat dari kamma yang harus diterima, membuktikan bahwa kedamaian dan kebijaksanaan adalah pencapaian tertinggi yang dapat diraih melalui kesadaran dan cinta universal (Stede, n. Kebijaksanaan dan ketenangan. AIgulimAla, sang pembunuh kejam bertemu Buddha dalam keadaan penuh niat buruk, namun, takluk oleh ketenangan dan kebijaksanaan Buddha, yang hnaya dengan menegaskan bahwa ia telah "berhenti" dari kebencian dan kekerasan. Dari kebijakan yang dipancarkan Buddha merubah AIgulimAla dan menyadari pentingnya pelepasan dari kebencian untuk mencapai kedamaian dan kebahagiaan, . ialog hal 81 ) Au Aku telah berhenti untuk selamanya. Anggulimala,Ay Au Setelah meninggalkan kekerasan terhadap semua makhluk. Ay Au Namun, kamu tak terkendali dalam menyakiti makhluk lain. Itulah sebabnya aku telah berhenti dan kamu belum. Ay . Tokoh dan Penokohan Tokoh utama dalam kisah AIgulimAla terdiri atas AIgulimAla (Ahingsak. Sang Buddha Gautama, dan Guru Ahingsaka. Ketiga tokoh ini memegang peran sentral dalam menggerakkan alur cerita dan menyampaikan pesan moral utama. Adapun tokoh pendukung yang berperan dalam perkembangan cerita, meskipun tidak sekuat tokoh utama, antara lain Raja Pasenadi. Ibu Ahingsaka. Ayah Ahingsaka, teman-teman Ahingsaka, serta masyarakat di sekitarnya. Sang Buddha Gautama digambarkan sebagai sosok yang penuh welas asih . ettA) dan kebijaksanaan. Dengan kasih sayang yang mendalam. Buddha berusaha mencegah AIgulimAla terjerumus ke dalam dosa berat (Garuka Akusala Kamm. Hal ini tergambar ketika Buddha dengan berani menerobos hutan demi menyelamatkan Ahingsaka yang berada dalam bahaya besar karena hampir membunuh ibunya . AuSiapa yang bisa kutolong hari ini. Ahingsaka dalam bahaya besar karena akan membunuh ibunya. Ay AIgulimAla sendiri digambarkan sebagai tokoh yang kejam dan ditakuti Ia membunuh tanpa pandang bulu, menjadikan desa-desa seolah kuburan mati, serta menimbulkan penderitaan mendalam bagi keluarga para korbannya. Namun, di balik kekejamannya, tokoh ini juga menyimpan konflik batin yang kelak membuka jalan bagi pertobatannya. Ayah Ahingsaka merepresentasikan sosok yang menjunjung Analisa Strukturalisme Genetik pada Komik Buddhis AIgulimAla tinggi kejujuran, tanggung jawab, dan kesetiaan kepada negara. Ia dengan jujur menyampaikan ramalan kelahiran anaknya kepada raja, bahkan rela mengorbankan putranya demi keselamatan rakyat: AuPaduka,. jika memang baik menurut Paduka, saya rela untuk mengorbankan putra saya, sebelum rakyat di negeri ini menjadi korban kejahatannya. Ay . Berbeda dengan ayahnya. Ibu Ahingsaka digambarkan sebagai lambang kasih sayang tanpa syarat. Ia menerima anaknya apa adanya, bahkan bersedia masuk ke hutan demi menyelamatkannya: AuJika kamu tidak mau. Biar aku yang pergi. Ay . AuAhingsakaA AhingsakaA Kembalilah. NakAAy . Masyarakat sekitar menunjukkan sikap peduli dan empati, meskipun hidup dalam Mereka dengan tulus memperingatkan Buddha agar tidak memasuki hutan tempat AIgulimAla berdiam: AuJangan ke sana, petapa! Banyak orang ke sana dan tak kembali!Ay AuAnggulimala sudah membuat desa menjadi desa mati, kota menjadi kota Ay . Raja Pasenadi digambarkan sebagai pemimpin yang adil dan bertanggung jawab. Demi ketenteraman rakyatnya, ia turun langsung untuk menangkap AIgulimAla tanpa memandang latar belakang siapa pun. Sebaliknya, teman-teman Ahingsaka mencerminkan sifat iri dan dengki. Ketidakmampuan mereka bersaing secara akademik melahirkan fitnah yang memengaruhi pandangan sang guru: AuKita harus menghentikan semua ini!Ay AuKita rusak saja hubungan mereka!Ay . 28Ae. Guru Ahingsaka pada akhirnya digambarkan sebagai tokoh yang tidak bijaksana. termakan hasutan murid-muridnya dan mengambil keputusan yang tidak adil, bahkan berniat menyingkirkan Ahingsaka: AuAkan kusingkirkan Ahingsaka dengan takdirnya sendiri!Ay . Melalui tokoh dan penokohan ini, komik AIgulimAla menampilkan spektrum karakter manusia yang beragamAimulai dari welas asih, kebijaksanaan, kasih sayang, hingga iri hati dan ketidakadilanAiyang saling berinteraksi dalam membangun konflik dan pesan moral cerita. Alur Alur atau plot merupakan rangkaian peristiwa yang disusun secara sistematis untuk menggerakkan cerita dari awal hingga akhir. Alur berfungsi menghubungkan setiap Jurnal Budi Pekerti Agama Buddha - Volume. 3 Nomor. 1 Maret 2025 e-ISSN : 3031-8335, p-ISSN : 3031-8327. Hal 43-58 kejadian sehingga membentuk kesatuan cerita yang utuh. Secara umum, alur dibagi ke dalam tiga tahap utama, yaitu pengenalan, puncak konflik, dan penyelesaian. Pengenalan. Tahap pengenalan merupakan bagian awal cerita yang berfungsi memperkenalkan tokoh, latar, serta konflik utama. Dalam komik AIgulimAla, cerita diawali dengan adegan kelahiran AIgulimAla yang digambarkan sebagai peristiwa luar biasa. Kelahirannya ditandai dengan bersinarnya seluruh senjata di gudang kerajaan dan dentuman petir yang menggelegar, yang menandakan bahwa AIgulimAla terlahir di bawah rasi bintang perampok. Adegan ini menjadi penanda awal konflik yang akan berkembang sepanjang cerita. Puncak Konflik. Puncak konflik merupakan tahap ketika ketegangan cerita mencapai titik tertinggi dan mengubah arah kehidupan tokoh utama. Konflik memuncak ketika Ahingsaka difitnah oleh teman-temannya di perguruan TakauilA. Mereka menuduh Ahingsaka berniat membelot dan merebut posisi guru utama. Di saat yang sama. Ahingsaka mengalami pergulatan batin yang mendalam akibat mimpi-mimpi tentang kehidupan masa lalunya sebagai seorang pembunuh, yang semakin mendorong perubahan drastis dalam . Penyelesaian,Tahap penyelesaian merupakan bagian akhir cerita yang berfungsi meredakan dan menyelesaikan konflik. Dalam kisah AIgulimAla, penyelesaian ditandai dengan pertemuan Ahingsaka dengan Sang Buddha. Melalui Buddha. Ahingsaka kesalahannya, bertobat, melepaskan kehidupan duniawi, dan akhirnya ditahbiskan menjadi bhikkhu dengan status Ehi Bhikkhu. Konflik Konflik merupakan unsur penting dalam karya sastra karena berfungsi sebagai sumber ketegangan yang menggerakkan alur cerita dan mendorong perkembangan Konflik muncul ketika tokoh menghadapi pertentangan, baik yang bersumber dari dalam dirinya sendiri maupun dari lingkungan di sekitarnya. Secara umum, konflik dalam kisah AIgulimAla dapat dibedakan menjadi konflik internal dan konflik eksternal. Konflik Internal. Konflik internal adalah konflik yang terjadi dalam diri tokoh, berupa pergulatan batin, tekanan psikologis, atau dilema moral. Dalam kisah AIgulimAla, konflik batin tampak jelas ketika AIgulimAla kerap dihantui mimpi-mimpi buruk yang merupakan manifestasi dari karma masa lalunya. Analisa Strukturalisme Genetik pada Komik Buddhis AIgulimAla Mimpi-mimpi tersebut mencerminkan beban batin yang harus ia tanggung akibat perbuatan kejam yang pernah dilakukannya. Dalam kondisi ini. AIgulimAla terus berusaha menekan dorongan negatif dari alam bawah sadarnya dan berjuang untuk menjaga pikiran serta perilaku yang lebih positif. Konflik Eksternal. Konflik eksternal terjadi ketika tokoh berhadapan dengan tekanan atau pertentangan dari luar dirinya, seperti dengan orang lain, masyarakat, atau situasi tertentu. Konflik ini terlihat saat Ahingsaka harus menghadapi tuntutan gurunya yang sangat ia hormati, sekaligus harapan orang tuanya agar ia menyelesaikan pendidikannya. Permintaan sang guru yang mengharuskan Ahingsaka melakukan tindakan bertentangan dengan hati nuraninya menempatkannya dalam posisi sulit dan menjadi pemicu utama perubahan drastis dalam hidupnya. Melalui perpaduan konflik internal dan eksternal tersebut, kisah AIgulimAla menampilkan dinamika psikologis dan sosial tokoh utama yang pada akhirnya mengantarkannya pada proses pertobatan dan transformasi spiritual. Latar Latar dalam kisah AIgulimAla mencakup waktu, tempat, dan kondisi sosial budaya yang membentuk konteks cerita serta memengaruhi perilaku para tokohnya. Cerita ini berlatar sekitar abad ke-6 SM, di berbagai tempat seperti rumah tinggal penasihat kerajaan, perguruan tinggi Takshasila, hutan, dan vihara atau kuti tempat AIgulimAla akhirnya menapaki jalan spiritual. Fokus kajian ini terletak pada Takshasila sebagai pusat munculnya konflik. Takshasila, yang kini dikenal sebagai Taxila di Pakistan modern, merupakan salah satu pusat pendidikan tertua dan paling terkenal pada masa itu. Mahasiswa dari Persia. Asia Tengah, dan anak benua India datang ke Takshasila untuk menimba ilmu multidisiplin, mulai dari kitab Veda, sastra, filsafat, astronomi, matematika, ayurveda, hukum politik, seni beladiri, strategi militer, hingga ekonomi. Perguruan tinggi ini menjadi pilar penting yang menunjukkan betapa pendidikan berperan dalam membentuk peradaban. Pada masa Raja Asoka . bad ke-3 SM). Takshasila juga menjadi pusat penyebaran Buddhisme ke luar India, dan kini situs arkeologinya diakui sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO. Selain latar fisik, kondisi sosial dan budaya juga memengaruhi cerita. Para raja dan masyarakat pada masa itu sangat menggantungkan masa depan mereka pada ramalan para brahmana, menjadikan hal tersebut sebagai pedoman dalam kehidupan Jurnal Budi Pekerti Agama Buddha - Volume. 3 Nomor. 1 Maret 2025 e-ISSN : 3031-8335, p-ISSN : 3031-8327. Hal 43-58 politik dan sosial sehari-hari. Latar ini menjelaskan bagaimana tekanan sosial dan nilai-nilai budaya turut membentuk konflik serta perjalanan karakter dalam cerita. Analisis Struktur Genetik Komik AIgulimAla . Fakta Kemanusiaan Kisah AIgulimAla juga mencerminkan fakta kemanusiaan dan kondisi masyarakat India sekitar abad ke-6 SM. Salah satu aspek penting adalah sistem sosial atau varna yang membagi masyarakat menjadi empat tingkatan, yaitu Brahmana . endeta dan cendekiawan yang menguasai teks suci Ved. Ksatria . rajurit dan penguas. Waisya . edagang, petani, dan pengraji. , serta Sudra . ekerja dan pelayan yang sering dianggap kasta renda. Sistem hirarkis ini memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan, terutama kekuasaan intelektual dan spiritual yang banyak dikuasai oleh kasta Brahmana. Pemerintahan pada masa itu berbentuk kerajaan, dengan beberapa kerajaan terkenal seperti Magadha. Kosala, dan Kashi. Dinamika politik ditandai oleh persaingan antar kerajaan. Dari sisi moral dan etika, masyarakat pada masa tersebut umumnya masih polos dan berhati kasih, meskipun tidak lepas dari sifat-sifat negatif seperti iri, dengki, dan benci. Dalam kisah ini, masyarakat digambarkan sebagai subjek kolektif yang turut membentuk jalannya cerita: Masyarakat desa yang takut pada AIgulimAla hingga enggan masuk hutan untuk mengambil kayu bakar, akhirnya menemukan cara kreatif dengan mengolah kotoran menjadi bahan bakar. Meski selalu dalam ketakutan akan kemungkinan dibunuh, masyarakat tetap menunjukkan empati dengan mencegah orang asing yang tidak mengetahui situasi untuk masuk ke hutan tempat AIgulimAla berada. Para mahasiswa di Takshasila, yang terhasut oleh segelintir individu yang iri, meminta guru mereka untuk menjauhkan Ahingsaka, menunjukkan pengaruh tekanan sosial dan emosi negatif dalam kehidupan akademik saat itu. Fakta-fakta ini menggambarkan bagaimana struktur sosial, tekanan politik, dan sifat manusia, baik yang positif maupun negative secara langsung memengaruhi perilaku dan keputusan karakter dalam cerita. Pandangan dunia pengarang Drs. Handaka Vijjananda. Apt, penulis cerita AIgulimAla adalah seorang tokoh buddhis Indonesia yang telah banyak berkontribusi untuk perkembangan Agama Buddha di Indonesia. Pria kelahiran Temanggung tahun 1971 ini aktif dalam beberapa yayasan Analisa Strukturalisme Genetik pada Komik Buddhis AIgulimAla dan organisasi sosial dan keagamaan Buddha antara lain sebagai pendiri Ehipassiko Foundation. Pendiri Yayasan Cancer Care. Penerjemah Tripitaka Bahasa Pali. Penulis dan penyunting 400 buku Dharma. Pemandu Ziarah Buddhis Internasional dan Ikon Prestasi Pancasila. Dengan segudang dedikasi beliau dapat disimpulkan pandangan pengarang saat menulis kembali kisah Anggulima, antara lain adalah : Aktualisasi nilai-nilai Buddhis seperti metta dan karuna berusaha menunjukkan bahwa ajaran-ajaran Buddha, seperti metta . asih sayan. , karuna . elas kasi. , upekkha serta bertanggung jawab yang relevan dengan kondisi dunia sekarang, dan cerita ini disajikan dengan bahasa yang sederhana dan gaya penulisan yang menarik diharapkan akan mudah dipahami dan menarik untuk kalangan muda. Cerita sebagai media yang efektif membantu Vijjananda menyadari bahwa cerita memiliki kekuatan yang luar biasa dalam menyampaikan pesan. Kisah AIgulimAla, dengan segala kompleksitasnya, menjadi sebuah kendaraan yang efektif untuk menjelaskan konsep-konsep Buddhis seperti karma, reinkarnasi, dan kekuatan . Dengan mamahami konteks sejarah menghindarkan kita dari misinterpretasi akan suatu karya sastra. Yang mungkin berkaitan dengan zaman, kebiasaan dan sosial budaya masyarakat masa itu yang berbeda dengan zaman ini. Handaka Vijjananda dalam menulis kisah AIgulimAla memiliki tujuan mulia, yaitu untuk memperkenalkan ajaran Buddha kepada masyarakat luas dengan cara yang menarik, relevan, dan inspiratif. Melalui karya-karyanya, beliau telah memberikan kontribusi yang sangat berharga bagi pengembangan sastra Buddhis Indonesia (Anonim, n. KESIMPULAN DAN SARAN Kisah AIgulimAla, sebagaimana digambarkan dalam berbagai teks Buddhis dan diadaptasi dalam buku AIgulimAla: Pertobatan Sejati oleh Handaka Vijjananda, dapat dianalisis melalui prinsip dialektika, yaitu proses pemahaman yang bergerak antara dua kutub yang saling bertentangan, seperti kejahatan dan penebusan, kegelapan batin dan pencerahan. Kisah ini menunjukkan pergulatan antara kegelapan batin dan pencerahan, antara kejahatan dan penebusan, serta antara diri individu dan konsekuensi sosial. Dari cerita ini terlihat bahwa seorang yang terjebak dalam kejahatan dapat menemukan jalan keluar melalui transformasi spiritual, mengatasi penderitaan batin, dan akhirnya mengubah kehidupannya menjadi lebih Pesan yang terkandung menegaskan bahwa melalui pemahaman yang benar dan belas Jurnal Budi Pekerti Agama Buddha - Volume. 3 Nomor. 1 Maret 2025 e-ISSN : 3031-8335, p-ISSN : 3031-8327. Hal 43-58 kasih, bahkan mereka dengan masa lalu kelam dapat mencapai pembebasan sejati. Pendekatan strukturalisme genetik terhadap kisah AIgulimAla juga memungkinkan untuk memahami cerita secara lebih mendalam sekaligus memberikan wawasan tentang kompleksitas manusia dan dinamika sosial budaya. Kisah ini bukan sekadar dongeng, melainkan cerminan pengalaman manusia universal yang tetap relevan dalam kehidupan modern. Di tengah maraknya kekerasan dan ketidakadilan, cerita ini mengingatkan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan seperti kasih sayang, pengampunan, dan transformasi diri. Oleh karena itu, nilai-nilai yang terkandung dalam kisah AIgulimAla perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menumbuhkan empati, kesabaran, dan tanggung jawab. Kisah ini juga dapat dijadikan bahan pendidikan moral dan karakter bagi generasi muda agar memahami pentingnya pengendalian diri dan konsekuensi dari setiap tindakan. Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai tersebut, masyarakat dapat membangun kehidupan yang lebih harmonis, damai, dan beradab. DAFTAR REFERENSI Afriana. , & Prastowo. Penggunaan media pembelajaran e-comic dalam menumbuhkan motivasi dan antusiasme belajar peserta didik sekolah dasar. Didaktis: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan, 22. , 41Ae53. https://doi. org/10. 30651/didaktis. Anonim. Handaka Vijjananda. Ensiklopedia Dunia. Universitas STEKOM. Retrieved December 12, 2024, from https://p2k. id/ensiklopedia/Handaka_Vijjananda Anonim. The story of AIgulimAla. Turning Wheel Buddhist Temple. https://w. uk/buddhist_stories/the-story-of-AIgulimAla/ Creswell. Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches . th ed. Sage Publications. Fitria Chairunisa. Sulistyowati. , & Dahlan. Analisis strukturalisme genetik novel Rindu yang Membawamu Pulang karya Ario Sasongko, 6. KBBI. KBBI https://kbbi. Kementerian Pendidikan Kebudayaan. Mustomi. , & Munir. Kajian strukturalisme genetik dalam novel Eliana karya Tere Liye. Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya, 2. , 71Ae80. https://jurnal. id/literasi/article/view/1227 Novarismansyah. Pengertian strukturalisme genetik. Ebizmark. Retrieved December 10, 2024, from https://ebizmark. id/artikel/teori-strukturalisme-genetik-bacapenjelasan-lengkapnya-di-sini/ Analisa Strukturalisme Genetik pada Komik Buddhis AIgulimAla Ntobuo. Arbie. , & Amali. The development of gravity comic learning media based on Gorontalo culture. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 7. , 246Ae251. https://doi. org/10. 15294/jpii. Nurfitriani. Realitas sosial dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori: Kajian strukturalisme genetik. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 17. , 102Ae112. https://doi. org/10. 17509/bs_jpbsp. Nurhasanah. Strukturalisme genetik Lucien Goldmann dalam novel Orang-Orang Proyek Ahmad Tohari. Humaniora, 6. , 135Ae145. https://doi. org/10. 21512/humaniora. Priharyani. , & Sholah. Telaah strukturalisme genetik Lucien Goldmann dalam pengkajian puisi Gadis Peminta-Minta karya Toto Sudarto Bachtiar. Ruang Kata: Journal Language Literature Studies, 2. , 61Ae68. https://doi. org/10. 53863/jrk. Riana. Pandangan dunia Dewi Anggraeni dalam novel My Pain My Country. Sastra Pembelajarannya, 11. , 27Ae45. https://ppjp. id/journal/index. php/jbsp/article/view/10571 Sahidillah. , & Rahaya. Fakta kemanusiaan dalam kumpulan puisi Pandora karya Oka Rusmini: Kajian strukturalisme genetik. Prosiding Seminar Nasional Linguistik Sastra (SEMANTIKS), 420Ae426. https://jurnal. id/prosidingsemantiks/article/view/39038 Sarao. Majjhima NikAya. Springer. https://doi. org/10. 1007/978-94-024-08522_267 Sayadaw. The theory of karma. Buddhanet. https://w. Shinta. Analisis struktural genetik pada novel Orang-Orang Biasa karya Andrea Hirata. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 6. , 3914Ae3924. https://jurnal. id/index. php/syntax-literate/article/view/3808 Stede. AIgulimAla and liberation. Vaideeswari. Moral values in literature. International Conference on Human Praxis Modern Configuration Literature, 350Ae353. http://w. Vijjananda. AIgulimAla: Pertobatan sejati (K. Swarnacitta. Ed. 1st ed. Ehipassiko Foundation. Wonmaly. Analisis struktur genetik dan aspek pedagogis dalam novel Athirah karya Alberthiene Endah. Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya, 3. , 51Ae62. https://jurnal. id/literasi/article/view/1994 Xuanfa Institute. AIgulimAla pursuing the Buddha. Retrieved January 8, 2025, from https://xuanfa. net/buddha-dharma/tripitaka/suttas-sutras/AIgulimAla-sutta/ Jurnal Budi Pekerti Agama Buddha - Volume. 3 Nomor. 1 Maret 2025