Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) E-ISSN: 2865-6583 Vol. 9 No 2. April 2025 P -ISSN: 2868-6298 Analisis Kesiapan Manajemen Dalam Penerapan Rekam Medik Elektronik Di Rumah Sakit Bhayangkara Tk II Biddokkes Polda Kalimantan Timur Tahun 2023 Iwana RakhmawatiA. Alih Germas KodyatA. Ahdun TrigonoA Program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit Universitas Respati Indonesia Jakarta * Email : iwanaanny. rakhmawati@gmail. ABSTRAK Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) terbukti efisien dan hemat biaya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan meningkatkan aksesibilitas catatan kesehatan, serta kualitas dan ketepatan informasi Belum optimalnya RME di RS Bhayangkara dikarenakan belum adanya pelatihan dan sosialisasi terkait RME. Akibat permasalahan tersebut diatas maka mengakibatkan berbagai masalah lainnya seperti semakin banyak jumlah dokumen retensi/inaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dari ke empat aspek tersebut serta faktor yang dominan yang berperan dalam optimalisasi rekam medis elektronik. Desain penelitian Cross Sectional. Penelitian dilakukan pada 70 responden secara Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara aspek sdm, budaya kerja organisasi, tata kelola kepemimpinan terhadap optimalisasi rekam medis elektronik . -value <0,. , dan faktor paling dominan adalah budaya kerja organisasi dengan p = 0,006 . -value = <0,. Odd Ratio = 12,450. Saran dari penelitian ini adalah meningkatkan SDM para petugas dengan sering mengadakan pelatihan terkait pengoprasionalkan komputer dan penggunaan rekam medis elektronik serta membuat kebijakan yang sesuai dengan alur kerja dan SOP. Kata Kunci : Rekam medis elektronik, sumber daya manusia, budaya kerja organisasi, tata kelola kepemimpinan. ABSTRACT Implementation of Electronic Medical Records (ERM) has proven to be efficient and cost-effective in improving the quality of health services and increasing the accessibility of health records, as well as the quality and accuracy of patient information. ERM is not yet optimal at Bhayangkara Hospital because there is no training and outreach regarding ERM. As a result of the problems mentioned above, it results in various other problems such as an increasing number of retained/inactive documents. This research aims to determine the relationship between these four aspects and the dominant factors that play a role in optimizing electronic medical records. Cross Sectional research design. The research was conducted on 70 respondents using purposive sampling. The research results show that there is a significant relationship between aspects of human resources, organizational work culture, leadership governance towards optimizing electronic medical records . -value <0. , and organizational work culture was the most dominan factor with p = 0,006 . -value = <0,. Odd Ratio = 12,450. The suggestion from this research is to improve the human resources of officers by frequently holding training related to operationalizing computers and using electronic medical records as well as creating policies that are in accordance with work flow and SOP. Keywords: Electronic medical records, human resources, organizational work culture, leadership governance. Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) E-ISSN: 2865-6583 Vol. 9 No 2. April 2025 P -ISSN: 2868-6298 terhadap pengisian dokumen rekam medis. PENDAHULUAN Rekam medis merupakan suatu hal yang penting bagi rumah sakit terutama dalam proses sistem pelayanan kesehatan. Rekam medis memiliki kegunaan sebagai meningkatkan kualitas medis, riset medis dan dijadikan dasar menilai kinerja dari suatu rumah sakit (Nurhaidah. Harijanto Di Indonesia rekam medis manual masih menjadi mayoritas, akan tetapi rekam medis manual memiliki banyak kelemahan salah satunya bagi petugas rekam medis membutuhkan waktu yang Pemanfaatan teknologi informasi di bidang kesehatan yang sudah diterapkan dalam sistem informasi kesehatan (SIK), dan sekarang mulai berkembang ke arah pembuatan rekam medis elektronik (RME) Sistem rekam medis elektronik juga terbukti efisien dan hemat biaya dalam kesehatan dan meningkatkan aksesibilitas catatan kesehatan, serta kualitas dan ketepatan informasi pasien (Job et al. Menurut paramedis dalam memberikan pelayanan mengacu kepada standar dan prosedur Pelayanan kesehatan yang baik dimulai dengan meningkatnya kepatuhan terhadap standar pelayanan medis. Pada dasarnya rekam medis merupakan salah satu bagian Sugiyanto rumah sakit. Rumah Bhayangkara Balikpapan merupakan salah satu rumah sakit pemerintah dengan sistem kerja dibawah komando pimpinan kepala rumah sakit dimana menuntut setiap karyawan dan mengaplikasikan rekam medis elektronik. Selain Bhayangkara Rumah Sakit Balikpapan terdaftar sebagai salah satu rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS dan sistem (Ningtyas and Lubis, 2. terpenting dalam pelayanan kesehatan di and Djauhari, 2. Kepatuhan . dokumen rekam medis untuk rumah sakit, maka diperlukan adanya pengendalian penjaminan BPJS saat ini juga sudah mulai terhubung (Brigin. dengan rekam medis menuntut rumah sakit untuk menerapkan elektronik rekam medis secara optimal. Sistem rekam medis di Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan belum secara optimal menggunakan catatan rekam medis dilapangan hanya beberapa data yang diisi Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) E-ISSN: 2865-6583 Vol. 9 No 2. April 2025 P -ISSN: 2868-6298 dalam rekam medis terkomputerisasi sampel/responden. Desain penelitian ini selama pasien dirawat. Ada sebagian data adalah cross sectional, artinya pengukuran pasien masih menggunakan lembar rekam medis manual dengan kertas catatan medik pengamatan sesaat atau dalam periode pasien yang meliputi data lembar IGD tertentu dan setiap studi hanya dilakukan (Instalasi Gawat Darura. , asesmen awal rawat inap, lembar edukasi, discharge menggunakan sumber data primer baik asesmen awal keperawatan. Penelitian lembar orientasi, catatan operasi/anestesi. Kuesioner berisikan penilaian resume medis, informed concent. Oleh karena itu berbekal dari masalah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan, dengan menggunakan 30 sampel penelitian Sehubungan dalam penerapan rekam medis untuk mengukur kesiapan managemen dalam menerapkan rekam medis elektronik. tantangan terutama mengenai kesiapan rumah sakit dalam implementasi rekam HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil uji medis elektronik dari aspek sumber daya manusia, budaya kerja organisasi, tata (Tabel kelola kepemimpinan, dan kuesioner x dan y adalah lebih besar dari r masing-masing tabel, sehingga dapat diartikan bahwa butir- dilakukan analisis mengenai gambaran butir kuesioner pada tiap pertanyaan adalah kesiapan manajemen dalam penerapan Valid. Sedangkan hasil reliabilitas (Tabel rekam medik elektronik di Rumah Sakit . dapat diketahui nilai CronbachAos Alpha Bhayangkara Balikpapan dari penerapan untuk variabel x atau kesiapan management adalah sebesar 0. 992 dan variabel y sebesar (Handiwidjojo,2. , terlaksana di rumah sakit tersebut. 0,982 yang dimana nilainya lebih besar dari 90 ( reliabilitas sempurn. , sehingga METODE PENELITIAN Jenis dapat diartikan bahwa instrument dari kuantitatif dengan pendekatan deskriptif Populasi berjumlah 245 orang, berdasarkan rumus Lameshow menjadi 70 setiap pertanyaan dari kuesioner adalah Tabel 1. Hasil Uji Validitas Pertanyaan Keterangan Valid Valid Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) E-ISSN: 2865-6583 Vol. 9 No 2. April 2025 P -ISSN: 2868-6298 Tabel 2. Hasil Reliabilitas petugas yang menyatakan belum siap Variabel Hubungan CronbachAos Alpha 0,992 0,982 N of Items SDM . ,7%). Sedangkan hubungan antara kesiapan SDM dengan Optimalisasi Rekam Medis Elektronik RME sebanyak 8 . ,4%) tenaga kesehatan dengan aspek kesiapan sdm yang telah siap Dari hasil uji statistik (Tabel . mengatakan bahwa rekam medis elektronik kurang berjalan optimal, sedangkan aspek sdm yang belum siap dengan rekam medis signifikan antara kesiapan SDM dengan elektronik yang kurang berjalan optimal optimalisasi RME . = 0,. dengan nilai adalah sebanyak 9 . Hasil wawancara OR = 28,688, artinya aspek sdm memiliki terhadap 5 koordinator semua sampel kali lipat terhadap hampir menjawab mengetahui dan pernah kesiapan dalam penerapan rekam medis menggunakan rekam medis elektronik di rumah sakit bhayangkara balikpapan. Hal Tabel 3. Hubungan antara variabel bebas dengan optimalisasi RME Aspek yang berhubungan dengan optimalisasi RME Aspek SDM Aspek Budaya kerja Aspek Tata kelola kepemimpinan Aspek Infrastruktur CI) 28,688 5,221 157,64 23,040 5,729 92,656 0,159 0,090 0,280 0,726 0,623 0,846 ini sejalan dengan penelitian Faida pada tahun 2021 yang menyatakan bahwa pada aspek sumber daya manusia berada pada range 14,97-18,27 dengan kategori sangat 0,000 Sebagian besar staff yang bekerja di 0,000 Rumkit Bhayangkara Balikpapan berada pada kelompok usia O 30 tahun. Hal ini 0,000 mempunyai pengaruh yang besar terhadap kinerja seseorang, dalam hal ini adalah 0,089 Dari data frekuensi didapatkan analisis kesiapan RME pada aspek sumber daya manusia diperoleh informasi bahwa sebagian besar petugas telah menunjukkan kesiapannya dalam implementasi RME . ,3%). Namun masih ada beberapa kinerja dalam menjalankan rekam medis Dikarenakan sebagian besar staff berada pada usia produktif maka kecepatan dalam hal bekerja dan penyesuaian perubahan Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) E-ISSN: 2865-6583 Vol. 9 No 2. April 2025 P -ISSN: 2868-6298 rekam medis manual ke rekam medis sebagian besar petugas telah menunjukkan elektronik juga lebih baik. Selain itu jumlah kesiapannya dalam implementasi RME Rumkit Bhayangkara Balikpapan . ,7%). Namun masih ada beberapa didominasi dengan tingkat pendidikan D3 petugas yang menyatakan belum siap . ,9%) dan pendidikan S1 . ,6%). Hal ini . ,3%). sesuai dengan penelitian yang dilakukan di hubungan antara kesiapan budaya kerja RS Haji Surabaya adalah didominasi oleh petugas dengan latarbelakang pendidikan diperoleh bahwa sebanyak 5 . ,1%) tenaga dari perguruan tinggi yaitu sebanyak 43 kesehatan dengan aspek budaya kerja yang petugas sebesar . %) dari seluruh jumlah telah siap mengatakan bahwa rekam medis Hal ini menunjukkan bahwa sedangkan aspek budaya kerja organisasi Sedangkan RME yang belum siap dengan rekam medis elektronik yang kurang berjalan optimal adalah sebanyak 12 . dimana salah termasuk dalam menguasai rekam medis elektronik (Gobel, 2. keterlibatan staf medis dalam proses rekam Hubungan aspek kesiapan budaya kerja organisasi dengan Optimalisasi Rekam medis elektronik dan kerangka kerja untuk Medis Elektronik Dan Dari hasil uji statistik (Tabel . multivariat pula dapat disimpulkan bahwa variabel independen yang berpengaruh signifikan antara kesiapan budaya kerja optimalisasi rekam medis adalah budaya organisasi dengan optimalisasi RME . = kerja organisasi p = 0,006 . -value = 0,. dengan nilai OR = 23,040, artinya <0,. Odd Ratio = 12,450. aspek budaya kerja organisasi memiliki Rumah Sakit Bhayangkara kali lipat terhadap Balikpapan merupakan salah satu rumah kesiapan dalam penerapan rekam medis sakit pemerintah dengan komitmen untuk menjalankan pelayanan sesuai dengan prinsip-prinsip di lingkungan Polri yakni Dari data frekuensi didapatkan analisis kesiapan RME pada aspek budaya transparan, dan nesesitas. Selain itu kerja organisasi diperoleh informasi bahwa Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) E-ISSN: 2865-6583 Vol. 9 No 2. April 2025 P -ISSN: 2868-6298 Pimpinan di Rumah sakit Bhayangkara Masa kerja seseorang akan Balikpapan merupakan dasar prestasi dan kinerja Berdasarkan penelitian Ningsih, 2023 yang sejalan dengan penelitian di Rumah Sakit bekerja di suatu organisasi, maka tingkat Bhayangkara prestasi individu akan semakin meningkat ( dimana variabel kesiapan Semakin budaya kerja merupakan variabel dominan Septanty, 2. yang paling mempengaruhi pelaksanaan Hubungan Tata kepemimpinan dan budaya Rekam Medis Elektronik . kor: 2,. menempati skor tertinggi. Optimalisasi Dari hasil uji statistik (Tabel . Dengan adanya skor yang cukup tinggi tersebut menunjukkan bahwa pimpinan RS AuXAy Yogyakarta telah berhasil memotivasi signifikan antara kesiapan tata kelola kepemimpinan dengan optimalisasi RME . = 0,. dengan nilai OR = 0,159, mengembangkan RME. Jumlah artinya aspek tata kelola kepemimpinan Rumkit memiliki kecendrungan 0,1 kali terhadap Bhayangkara kesiapan dalam penerapan rekam medis Balikpapan yang memiliki masa kerja > 5 tahun . ,4%) lebih banyak dibandingkan Dari data frekuensi didapatkan dengan tenaga kesehatan dengan masa kerja analisis kesiapan RME pada aspek tata < 5 tahun . ,6%). Hal ini sebanding kelola kepemimpinan diperoleh informasi dengan penelitian di RS Haji Surabaya dimana didominasi oleh petugas yang mempunyai masa kerja Ou 5 tahun yaitu implementasi RME . %). Namun masih sebanyak 44 petugas sebesar 88%. Hal ada beberapa petugas yang menyatakan demikian menunjukkan bahwa petugas belum siap . %). Sedangkan hasil analisis yang mempunyai masa kerja Ou 5 tahun hubungan antara kesiapan tata kelola kepemimpinan dengan optimalisasi rekam pemahaman, motivasi dan komitmen dalam medis elektronik diperoleh bahwa sebanyak bekerja lebih baik dibandingkan dengan 10 . ,3%) tenaga kesehatan dengan aspek tata kelola kepemimpinan yang telah siap Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) E-ISSN: 2865-6583 Vol. 9 No 2. April 2025 P -ISSN: 2868-6298 mengatakan bahwa rekam medis elektronik Ini dibuktikan dengan telah kurang berjalan optimal, sedangkan aspek dibentuknya tim yang bertanggungjawab tata kelola kepemimpinan yang belum siap menangani Simrs. Ini sesuai dengan konsep dengan rekam medis elektronik yang kurang berjalan optimal adalah sebanyak 7 manajemen yang menyebutkan harus ada . , dimana salah satunya didominasi pada bagian khusus yang mengelola sistem informasi untuk penerapan rekam medis tentang himbauan menjalankan rekam medis elektronik. Dikemukakan hal lain yang Tata kelola kepemimpinan yang dapat membuat pengguna bersemangat baik adalah mempunyai suatu peraturan untuk penerapan rekam medis elektronik adalah apabila ada reward dalam penerapan rekam medis elektronik. Di rumah sakit elektronik merupakan salah satu bentuk bhayangkara sendiri terdapat pemberian reward di akhir tahun dengan menggunakan disosialisasikan dalam bentuk advokasi dan sistem penilaian kinerja sebagai bentuk motivasi staff agar di tahun selanjutnya Himbauan Kebijakan dapat lebih mengembangkan potensi dan memajukan rumah sakit bhayangkara. Dari hasil penelitian di Rumah Sakit Bhayangkara didapatkan adanya Hubungan aspek infrastruktur dengan Optimalisasi Rekam Medis Elektronik hubungan yang signifikan antara kesiapan Tata optimalisasi rekam medis elektronik. Hal dilakukan oleh Faida . di RS Haji Surabaya dimana menunjukkan aspek tersebut memiliki kecenderungan yang Bhayangkara Rumah Balikpapan didapatkan tidak ada hubungan yang signifikan antara kesiapan infrastruktur dengan optimalisasi RME . = 0,. dengan nilai OR = 0,7, artinya aspek infrastruktur memiliki kecendrungan 0,7 rekam medis elektronik. Dari data frekuensi didapatkan kali terhadap kesiapan dalam penerapan menerapkan rekam medis elektronik. Pimpinan Dari hasil uji statistik (Tabel . RME infrastruktur diperoleh informasi bahwa Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) E-ISSN: 2865-6583 Vol. 9 No 2. April 2025 P -ISSN: 2868-6298 sebagian besar petugas telah menunjukkan Rumah Sakit Bhayangkara. Terdapat 4 kesiapannya dalam implementasi RME komponen yang harus disiapkan, antara lain . ,6%). Namun masih ada beberapa petugas yang menyatakan belum siap Sumber daya manusia . ,4%). Hal Berdasarkan SDM mengatakan bahwa terdapat kendala dalam hal pelaksanaan rekam medis elektronik terutama akibat jaringan internet yang signifikan dengan besaran nilai p = lambat dan komputer yang sering kali 0,000 dan besarnya pengaruh OR = mengalami error. 28,688. Sebanyak 84,3% kesiapan SDM Dari hasil penelitian di Rumah Sakit Bhayangkara elektronik itu dipengaruhi oleh kesiapan hubungan antara kesiapan infrastruktur petugas dalam mengimplementasikan RME. Hal ini sesuai dengan penelitian Budaya Kerja Organisasi yang dilakukan oleh Parveen . yang Berdasarkan menyatakan infrastruktur tidak berdampak didapatkan bahwa kesiapan budaya signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini bisa disebabkan karena adanya sub optimalisasi rekam medis elektronik populasi yang memiliki karakteristik unik secara signifikan dengan besaran nilai p sehingga tidak dapat diuraikan oleh sebuah = 0,000 dan besarnya pengaruh OR = Sampel penelitian di Rs Bhayangkara 23,040. Dan berdasarkan hasil uji Balikpapan adalah pegawai negeri sipil multivariat variabel independen yang (PNS) polri yang sangat berkomitmen berpengaruh paling dominan terhadap tinggi terhadap instansi sehingga tidak adalah budaya kerja organisasi dengan p mengoptimalkan pelaksanaan rekam medis = 0,006 . -value = <0,. Odd Ratio = 12,450. SIMPULAN Simpulan terhadap hasil penelitian Analisis Tata Kelola Kepemimpinan Berdasarkan Kesiapan Manajemen Dalam didapatkan bahwa kesiapan tata kelola Penerapan Rekam Medik Elektronik Di kepemimpinan berpengaruh terhadap Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) E-ISSN: 2865-6583 Vol. 9 No 2. April 2025 P -ISSN: 2868-6298 Aulia. AR dan Irda Sari . Analisis Rekam optimalisasi rekam medis elektronik secara signifikan dengan besaran nilai p Medis = 0,000 dengan besarnya pengaruh OR Efektivitas Kerja Di Unit Rekam Medis Di = 0,159. Rumah Sakit Hermina Pasteur. Bandung : rekam medis elektronik dengan besaran nilai p = 0,089. Menunjang Depkes RI . Pedoman Penyelenggaraan dan Prosedur Rekam Medis Rumah Sakit di Indonesia. jakarta: Dirjen Bina Pelayanan Medik. Ekawati. Laksono. and Sanjaya. Aorekam medis elektronik tidak Berdasarkan dari hasil penelitian dan kesimpulan, maka terdapat beberapa saran Dalam Jurnal INFOKES, pp. Infrastuktur Berdasarkan Elektronik penerapan rekam medis elektronik di pasienAo. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Universitas Gadjah Mada. Faida. W and Amir Ali. Ao Analisis Kesiapan Implementasi Rekam Medis pelayanan kesehatan: Elektronik dengan Pendekatan DOQ-IT Bagi Management : Membuat kebijakan (DoctorAos Office Quality-Information yang sesuai dengan alur kerja dan SOP Technolog. Ao. Jurnal Manajemen Informasi serta melengkapi kebutuhan infrastuktur Kesehatan Indonesia. I . , pp 59-67 yg belum ada di pelayanan kesehatan. Giyana. AoAnalisis Sistem Pengelolaan Bagi Staff Rumah Sakit : Peningkatan Rekam Medis Rawat Inap Rumah Sakit SDM dan kualitas para petugas dengan sering mengadakan pelatihan terkait penggunaan rekam medis elektronik. Umum Daerah Kota SemarangAo. Jurnal Hanafiah. and Amir. Etika Kedokteran & Hukum Kesehatan. 4th edn. Jakarta: EGC. Hannan. Electronic medical records. Peneliti lain : Perlunya pengembangan Handiwidjojo. AoREKAM MEDIS penelitian lanjutan tentang faktor-faktor ELEKTRONIKAo. Jurnal EKSIS 02 . , pp. lain yang berhubungan dengan kesiapan penerapan rekam medis elektronik dan Job. et al. AoAssessing the ef fi cacy of the electronic patient record system EDeR : optimalisasi penerapan rekam medis implementation study Ai study protocolAo, antara sebelum dan sesudah dilakukan 1Ae5. 1136/bmjopen-2012- REFERENSI