Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 10 No. 01 Januari 2026 p-ISSN 2548-8716 Halaman 128 - 136 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/527 Manajemen Fisioterapi pada De quervain Physiotherapy Management of De quervain's Yery Mustari. Stefiona Gabriela Liem. Kezia Febryanti Mustamu . Nopea Triramadhania Universitas Hasanuddin Email Korespondensi: liemstefiona. 23@gmail. Diterima: 16 Feb 2025 Ditinjau: 9 Jun 2025 Disetujui: 20 Jan 2026 Publikasi Online: 30 Jan 2026 ABSTRAK De quervain menjadi salah satu penyakit pada ekstremitas atas yang menyebabkan stenosis tenosinovitis pada tendon otot abduktor pollicis longus (APL) dan ekstensor pollicis brevis (EPB) akibat dari degenerasi miksoid, akumulasi mukopolisakarida, dan penebalan selubung tendon. Fisioterapi menawarkan berbagai metode untuk meredakan nyeri dan mengembalikan fungsi fisik pasien pada penderita sindrom De quervain. Berbagai modalitas dapat digunakan seperti ultrasound dan TENS untuk merangsang perbaikan jaringan dan mengurangi nyeri, serta exercise therapy dan manual therapy yang bertujuan untuk memfasilitasi relaksasi otot dan mengurangi ketegangan sehingga dapat mencapai lingkup gerak sendi optimal dengan berbagai teknik yang digunakan seperti kontraksi isometric dan hold relax. Laporan kasus ini merupakan manajemen fisioterapi pada kasus De Quervain pada seorang anita berusia 55 tahun dengan keluhan utama nyeri pada wrist sinistra. Setelah dilakukan intervensi fisioterapi, hasil menunjukkan adanya perubahan pada nyeri yang dirasakan oleh pasien serta meningkatnya ADL berupa working. Kata kunci : De quervain. Nyeri. ADL. Fisioterapi ABSTRACT De quervain's syndrome is a disease of the upper extremity that causes tenosynovitis stenosis in the tendons of the abductor pollicis longus (APL) and extensor pollicis brevis (EPB) muscles due to myxoid degeneration, mucopolysaccharide accumulation, and thickening of the tendon sheath. Physiotherapy offers various methods to relieve pain and restore physical function in patients with De quervain syndrome. Various modalities can be used such as ultrasound and TENS to stimulate tissue repair and reduce pain, as well as exercise therapy and manual therapy which aim to facilitate muscle relaxation and reduce tension so as to achieve optimal joint range of motion with various techniques used such as isometric contractions and hold relax. This case report is a physiotherapy management of De Quervain's case in a 55-year-old woman with the main complaint of pain in the sinistra wrist. After physiotherapy intervention, the results showed a change in the pain felt by the patient and an increase in ADL in the form of working. Keywords: De quervain. Pain. ADL. Physiotherapy PENDAHULUAN Fritz de quervain merupakan seorang ahli bedah dari swiss, yang pertama kali menjelaskan terkait de quervain, tepatnya pada tahun 1895. De quervain sendiri di jelaskan sebagai tenosinovitis pada kompartemen dorsal pertama pergelangan tangan, sehingga pada penderitanya akan mengeluhkan nyeri dan gangguan fungsi . Sebagai salah satu bagian dari struktur anatomi tangan yang kompleks, thumb atau ibu jari memiliki fungsi penting dalam aktivitas penggunaan tangan, seperti dalam mencengkram, serta dikarenakan struktur biomekanik dan fleksibilitasnya, thumb juga memungkinkan untuk melakukan gerakan oposisi . De quervain menjadi salah satu penyakit pada ekstremitas atas yang terjadi di area jari dan pergelangan tangan. Kondisi ini menyebabkan stenosis tenosinovitis pada tendon otot abduktor pollicis longus (APL) dan ekstensor pollicis brevis (EPB) akibat dari degenerasi miksoid, akumulasi mukopolisakarida, dan penebalan selubung tendon . Prevalensi penyakit De quervain mencapai puncaknya pada usia 40-60 tahun, dengan angka 1,3% pada wanita dan 0,5% pada pria, hal ini menunjukkan disparitas gender yang signifikan . -10 kali lipa. Manifestasi klinis yang sering muncul pada kondisi ini dapat berupa nyeri pergerangan tangan sisi radial, tenderness dalam kompartemen dorsal pertama, dan nyeri yang Additional author : Wa Ode Adisty Nurul Syahrani1 \Manajemen Fisioterapi pada De quervainA| Yery Mustari dkk 128 Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 10 No. 01 Januari 2026 p-ISSN 2548-8716 Halaman 128 - 136 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/527 ditimbulkan oleh uji Finkelstein . Penyakit ini sering disebut juga sebagai AuMothers thumbAy dikarenakan lebih sering terjadi pada wanita menyusui . serta dapat mengenai pekerjaan yang dominan menggunakan pergerakan pergelangan tangan, seperti mengetik dan bermain handphone . Pengobatan de quervain dapat bersifat konservatif atau bedah, tergantung pada tingkat keparahan kondisinya. Salah satu pengobatan konservatif meliputi manual terapi dan latihan terapeutik yang dapat dilakukan melalui fisioterapi . Perawatan fisioterapi adalah elemen penting dari perawatan konservatif sindrom de quervain. Sekitar 40% pasien yang menderita kondisi ini dirujuk ke fisioterapis oleh dokter umum . Fisioterapi menawarkan berbagai metode untuk meredakan nyeri dan mengembalikan fungsi fisik pasien pada penderita sindrom De quervain . Berbagai modalitas dapat digunakan seperti elektroterapi berupa ultrasound dan TENS untuk merangsang perbaikan jaringan dan mengurangi nyeri, serta exercise therapy dan manual therapy yang bertujuan untuk memfasilitasi relaksasi otot dan mengurangi ketegangan sehingga dapat mencapai lingkup gerak sendi optimal dengan berbagai teknik yang digunakan seperti kontraksi isometric dan hold relax . Modalitas tersebut didasarkan pada prinsip peningkatan fungsi dan pemulihan kemampuan fungsional melalui latihan pergerakan otot . Hal ini pun sejalan dengan penelitian lain yang menekankan pentingnya rehabilitasi fisioterapi dalam penanganan sindrom de quervain. Oleh karena itu, ada kebutuhan yang kuat untuk menilai metode fisioterapi yang efektif dan kombinasinya untuk mengobati kasus de quervain . PEMERIKSAAN - Informasi Pasien Pasien wanita berusia 55 tahun dengan pekerjaannya sebagai PNS datang ke klinik fisioterapi pada tanggal 18 oktober 2024 dengan keluhan nyeri pada wrist sinistra sejak 2 minggu yang lalu. Pasien mengeluhkan rasa tidak nyaman dan terganggu ketika bekerja terutama saat mengetik. Pasien juga mengeluhkan bahwa pasien terganggu saat melakukan aktivitas sehari- hari seperti mencuci baju, mencuci piring serta toileting. Nyeri hilang timbul dan tiba-tiba bahkan saat keadaan diam. Terkadang pasien merasakan nyeri pada lengan bawah, namun pasien pikir nyeri yang timbul akan segera hilang. Pasien sudah ke rumah sakit untuk konsultasi dan diarahkan untuk dilakukan terapi. - Temuan Klinis Tabel 1. Tabel Pemeriksaan Spesifik No. Pemeriksaan Fisik Inspeksi Statis Inspeksi Dinamis Hasil Wajah tampak meringis pasien selalu memegang area pergelangan tangan yang nyeri \Manajemen Fisioterapi pada De quervainA| Yery Mustari dkk 129 Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 10 No. 01 Januari 2026 p-ISSN 2548-8716 Halaman 128 - 136 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/527 Palpasi Tes Orientasi Oedem : Tidak ada Suhu : Normal Kontur kulit : Normal Tenderness : ( ) Tendon Extensor Pollicis Brevis. Abductor pollicis C Terdapat nyeri saat menggerakkan abdduksi thumb C Mampu menggerakkan jari ke arah ke adduksi thumb Limitasi gerakan pada Regio Wrist sinistra pada gerakan Radial Deviasi Pemeriksaan Fungsi Gerak Dasar (PFGD) Sumber: Data Primer 2024 Tes Spesifik Tabel 2. Tes Spesifik No. Pemeriksaan Fisik ROM . Nyeri (Numeric Rating Scal. Manual Muscle Test Hasil Regio Wrist 50A 0A 60A 10A 0A 30A C Regio Elbow: 0A 0A 150A R 90A 0A 80A nyeri diam: 0 nyeri tekan: 6 nyeri gerak: 5 C Thumb Fleksi: 4 . ampu melawan gravitasi dan mampu melawan tahanan maksima. Ekstensi: 4 . ampu melawan gravitasi dan mampu melawan tahanan maksima. Abduksi: 3 . ampu melawan gravitasi dan mampu melawan tahanan maksima. Adduksi: 5 . ampu melawan gravitasi dan mampu melawan tahanan minima. C Regio wrist Fleksi: 5 . ampu melawan gravitasi dan mampu melawan tahanan maksima. Ekstensi: 5 . ampu melawan gravitasi dan mampu melawan tahanan maksima. Ulnar Deviasi: 5 . ampu melawan gravitasi dan mampu melawan tahanan maksima. \Manajemen Fisioterapi pada De quervainA| Yery Mustari dkk 130 Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 10 No. 01 Januari 2026 p-ISSN 2548-8716 Halaman 128 - 136 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/527 Radial Deviasi: 4 . ampu melawan gravitasi dan mampu melawan tahanan minima. Regio elbow Fleksi: 5 . ampu melawan gravitasi dan mampu melawan tahanan maksima. Ekstensi: 5 . ampu melawan gravitasi dan mampu melawan tahanan maksima. Pronasi: 5 . ampu melawan gravitasi dan mampu melawan tahanan maksima. Supinasi: 5 . ampu melawan gravitasi dan mampu melawan tahanan maksima. ( ) Nyeri 15 (Kecemasan Ringa. Finkelstein Test Hamilton Rating Scale for Anxiety Sumber: Data Primer, 2024 MANAJEMEN FISIOTERAPI Diagnosis fisioterapi berdasarkan ICF (International Classification of Functioning. Disability, and Healt. Activity Limitation: d449 Kemampuan menggenggam dan mengetik d4453 Kemampuan menmcuci pakaian dan piring Body function and structure: s73022 Muscles of hand Participation restriction: d450 Mobilitas dalam kehidupan sehari-hari Adanya permasalahan fisioterapi yang dapat muncul yaitu problem primer berupa nyeri pada tendon Extensor Pollicis Brevis. Abductor pollicis longus, problem kompleksnya yaitu gangguan ADL berupa toileting dan working. Tujuan fisioterapi terdiri dari tujuan jangka pendek yaitu mengurangi nyeri pada wrist sedangkan tujuan jangka panjang nya yaitu meningkatkan gangguan fungsional ADL, pekerjaan dan rekreasi. Adapun program fisioterapi yang diberikan, sebagai berikut: Tabel 3. Tabel Program Fisioterapi No. Problem Modalitas Pre Eliminary Exercise Electrotherapy (IRR) Nyeri Electrotherapy Dosis F : 2x seminggu I : 35 cm T : Lokal area T : 10 F : 100 24 mA \Manajemen Fisioterapi pada De quervainA| Yery Mustari dkk 131 Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 10 No. 01 Januari 2026 p-ISSN 2548-8716 Halaman 128 - 136 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/527 Ultrasound Limitasi ADL Exercise Sumber: Data Primer, 2024 T : Segmental Animal T : 15 menit F : Setiap sesi terapi I : 50% T : lokal area T : 5 F : setiap terapi I : 10 hitungan, 5 rep T : wrist stretch T : 5 menit F : setiap sesi terapi I : 10 hitungan, 5 rep T : wrist flexion T : 3 menit F : setiap terapi I : 10 hitungan, 5 rep T : wrist T : 3 menit F : setiap terapi I : 10 hitungan, 5 rep T : Finger T : 3 menit F : setiap terapi I : 10 hitungan, 5 rep T : wrist radial deviation T : 3 menit F : setiap terapi I : 10 hitungan, 5 rep T : Grip Strengthening T : 3 F : setiap terapi T : Dry Needling T : 3 HASIL Tabel 4. Tabel Evaluasi Problem Fisioterapi Sebelum Fisioterapi Nyeri (Numeric Rating Scal. Nyeri tekan : 5 Nyeri gerak : 6 Setelah Fisioterapi . x intervens. Nyeri tekan : 3 Nyeri gerak \Manajemen Fisioterapi pada De quervainA| Yery Mustari dkk 132 Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 10 No. 01 Januari 2026 p-ISSN 2548-8716 Halaman 128 - 136 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/527 Sumber: Data Primer, 2024 Hasil evaluasi setelah 4 kali intervensi Fisioterapi menunjukkan terdapat penurunan nyeri . yeri tekan dan gera. yang awalnya nyeri tekan yang dirasakan bernilai 5 . menjadi 3 . , dan nyeri gerak yang sebelumnya bernilai 6 . menjadi 4 . Selain itu, adanya peningkatan dalam melakukan activity daily living dimana pasien sudah dapat menggenggam barang dengan lebih baik dan juga aktivitas pekerjaan sudah tidak Namun pasien masih kesulitan untuk aktivitas lain seperti mencuci pakaian dan piring serta toileting. PEMBAHASAN De quervain merupakan kondisi dengan kejadian cukup sering, yang mempengaruhi kompartemen dorsal pertama pergelangan tangan, umumnya disebabkan oleh penggunaan berlebihan atau gerakan berulang pada thumb . Penebalan selubung sinovial di dalam kompartemen dorsal pertama yang mengelilingi tendon APL dan EPB dapat mengakibatkan terganggunya pergerakan tendon tersebutkan, seperti dapat terjebak di dalam kanal yang sempit, kondisi ini meningkatkan gesekan antara isi kanal, yang menjadi sumber nyeri gerak dan tenderness . Peningkatan gesekan antara isi kanal juga disebabkan oleh berkurangnya serum dalam selubung sinovial dan digantikan oleh jaringan granula fibrin, sehingga tendon APL dan EPB melekat pada selubung sinovial dan juga retinakulum fleksor yang melapisi kompartemen dorsal pertama menjadi 3-4 kali lebih tebal dari normalnya. Peningkatan gesekan inilah yang dapat menimbulkan nyeri di area pergelangan tangan dan thumb. Gerakan seperti membuka ibu jari ke arah luar dapat meningkatkan nyeri yang mengganggu aktivitas. Pembengkakan juga dapat terjadi pada area nyeri dan pemberian tekanan akan meningkatkan rasa nyeri pada area tersebut . Pada kasus de quervain, penebalan selubung tendon dan edema di dalam fibro-osseous tunnel menghasilkan tekanan pada tendon yang membuat timbulnya nyeri dan sulitnya tendon bergerak dengan lancar di dalam terowongan sehingga kondisi ini dapat membatasi rentang gerak thumb dan pergelangan tangan (ROM), serta mengganggu aktivitas fungsional seperti menggenggam, mencubit, atau mengangkat. Keterbatasan tersebut mengakibatkan ketegangan kompensasi pada otot-otot disekitarnya, memperburuk ketidaknyamanan dan mengurangi kapasitas fungsional . Problematika pada kasus de quervain syndrome dapat berupa adanya nyeri pada ibu jari, penurunan kekuatan otot ekstensor pollicis brevis dan abductor pollicis longus, dan adanya gangguan kemampuan aktivitas fungsional. Dalam kondisi ini fisioterapi berperan untuk mengurangi nyeri, mencegah penurunan kekuatan otot tangan khususnya ibu jari, dan meningkatkan kemampuan aktivitas fungsional . Oleh karena itu, fisioterapi dapat memberi intervensi berupa pengaplikasi Ultrasound. TENS, maupun Terapi Latihan untuk mengatasi nyeri, limitasi ROM, hingga gangguan kemampuan fungsional . Ultrasound (US) memanfaatkan gelombang suara frekuensi tinggi . MHz untuk struktur dalam, 3 MHz untuk struktur superfisia. untuk meredakan nyeri dan mempercepat penyembuhan. Penggunaan ultrasound 3 MHz nontermal, khususnya pada De quervain Syndrome, membantu penyembuhan cedera tendon dengan meningkatkan fleksibilitas jaringan . Selain itu, nyeri berkurang karena jaringan yang dikenakan terjadi micro tissue demage yang sifatnya fisiologis sehingga menyebabkan terjadinya peningkatan temperatur, peningkatan sirkulasi darah dan memicu penyembuhan jaringan sehingga nyeri berkurang. TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulatio. merupakan terapi yang menggunakan arus listrik untuk merangsang saraf, terapi ini sering digunakan untuk meredakan nyeri kronis dan akut dengan cara mengirim impuls listrik ke saraf, yang kemudian menghalangi sinyal nyeri mencapai otak. Dengan demikian. TENS dapat membantu meredakan nyeri pada De quervain Syndrome . Selain itu, terapi latihan juga menjadi salah satu bagian penting dalam penanganan De quervain Syndrome, \Manajemen Fisioterapi pada De quervainA| Yery Mustari dkk 133 Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 10 No. 01 Januari 2026 p-ISSN 2548-8716 Halaman 128 - 136 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/527 karena dapat memberikan berbagai manfaat, baik untuk meredakan nyeri, maupun untuk meningkatkan kekuatan otot, daya tahan, mobilitas, fleksibilitas, relaksasi, koordinasi, dan fungsi tubuh secara keseluruhan melalui gerakan aktif dan pasif . Terapi Latihan dengan melibatkan gerakan ibu jari dan pergelangan tangan secara aktif telah terbukti efektif dalam meningkatkan rentang gerak seiring dengan meningkatnya toleransi nyeri pada pasien . Hal ini dikarenakan terapi latihan dapat mengurangi peradangan, meningkatkan elastisitas tendon, mengurangi ketegangan otot, dan memulihkan koordinasi neuromuskular sehingga memperbaiki fungsi tangan, meningkatkan pergerakan dan mengurangi rasa sakit . Pemberian Intervensi fisioterapi pada pasien kasus De quervain tidak hanya dengan mempertimbangkan penyelesaian permasalahan fungsional pergelangan tangan dan thumb. Namun struktur anatomi lain pada ekstremitas atas juga perlu dipertimbangkan, seperti area Dalam salah satu studi mengungkapkan bahwa terdapat hubungan positif antara De quervain dengan risiko adhesive capsulitis shoulder, hal ini dihipotesiskan akibat dari program rehabilitasi dan pengobatan konservatif De quervain yang tidak mempertimbangkan kondisi pada shoulder, kemungkinan secara tidak sengaja mengakibatkan terkilirnya tendon ataupun ligamen pada shoulder sehingga menimbulkan nyeri dan keterbatasan penggunaan shoulder, yang akhirnya menimbulkan kekakuan. Hal ini menjadi perhatian penting bahwa dalam pemberian program rehabilitasi, serta edukasi pada pasien dengan kondisi De quervain harus dengan memperhatikan pada risiko adhesive capsulitis shoulder . SIMPULAN De quervain merupakan salah satu kondisi pada ekstremitas atas, yang akan mempengaruhi aktivitas fungsional penderita. Sehingga penanganan lebih awal akan sangat mempengaruhi perkembangan kasus ini. Intervensi fisioterapi menjadi salah satu pilihan penanganan, dan telah terbukti memberikan perkembangan kesembuhan pada pasien kasus De quervain, dengan memperhatikan tujuan dan target pemberian intervensi. Intervensi Fisioterapi pada kasus De quervain yang diberikan dapat menargetkan pada penurunan nyeri . yeri diam, nyeri tekan dan nyeri gera. , peningkatan rentang gerak sendi, meningkatkan kekuatan otot, serta meningkatkan aktivitas fungsional. DAFTAR PUSTAKA