Jurnal Riset Media Keperawatan ISSN: 2527-368X (Prin. 2621-4385 (Onlin. Hubungan Konsumsi Makanan Siap Saji (Fastfoo. dengan Kejadian Hipertensi pada Orang Usia Dewasa Jeanita Fasya Melivia1. Kristina Everentia Ngasu2. Dewi Nur Puspita Sari3 1Program Studi Ilmu Keperawatan. Universitas Yatsi Madani. Jl. Aria Santika No. RT. 001/RW. Margasari Kec. Karawaci. Kota Tangerang. Banten 15114 *jeanitafsy@gmail. *corresponding author Abstrak Kebiasaan masyarakat mengkonsumsi makanan siap saji dapat berdampak buruk terhadap kesehatannya. terjadi peningkatan asupan garam atau natrium dikarenakan makanan siap saji mengandung kadar garam atau natrium yang tinggi sehingga bisa menyebabkan resiko terkenanya penyakit hipertensi atau peningkatan tekanan darah tinggi. Untuk mengidentifikasi hubungan konsumsi makanan cepat saji . ast foo. dengan kejadian hipertensi pada orang usia dewasa. Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan secara potong lintang . ross sectiona. Teknik non Probability Sampling dengan metode Purposive sampling Jumlah Sampel :174 responden. Uji Normalitas. Analisis Univariat. Analisis Bivariat. Hasil : analisa hasil dengan uji chi-square didapatkan hasil P-Value 0,003 (< 0,. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa konsumsi makanan siap saji . dengan kejadian hipertensi menunjukkan bahwa ada hubungan konsumsi makanan siap saji . dengan kejadian hipertensi pada orang usia dewasa. Kata Kunci : Konsumsi. Makanan Siap Saji. Hipertensi The Relationship Between Fast Food Consumption and the Incidence of Hypertension in Adults Abstract People's habit of consuming fast food can have a negative impact on their health. there can be an increase in salt or sodium intake because fast food contains high levels of salt or sodium so that it can cause the risk of hypertension or increased high blood pressure. Objective to identify the relationship between fast food consumption . ast foo. and the incidence of hypertension in adults. Research Design: quantitative research with a descriptive correlational design with a cross sectional approach. Sample Technique: non-probability sampling technique with purposive sampling method: 174 respondents. Data Analysis: Normality Test. Univariate Analysis. Bivariate Analysis. Results: analysis of the results with the chi-square test obtained a PValue of 0. 003 (<0. Conclusion: Based on the results of the study, it can be concluded that the consumption of fast food . with the incidence of hypertension shows that there is a relationship between fast food consumption . with the incidence of hypertension in adults. Keywords: Consumption. Fast Food. Hypertension. PENDAHULUAN Kebiasaan masyarakat mengkonsumsi makanan siap saji dapat berdampak buruk terhadap kesehatannya. Dampak yang terjadi antara lain dapat meningkatkan penumpukan lemak karena didalam makanan siap saji itu terutama pada kulit ayam goreng terdapat menyebabkan obsesitas, dan juga dapat meningkatkan asupan gula yang tinggi dikarenakan makanan siap saji terutama minumanannya mengandung kadar gula yang tinggi sehingga bisa menyebabkan resiko terkenanya penyakit diabetes, selain itu juga dapat terjadi peningkatan asupan garam atau natrium dikarenakan makanan siap saji mengandung kadar garam atau natrium yang tinggi sehingga bisa menyebabkan resiko terkenanya penyakit hipertensi atau peningkatan tekanan darah Dalam mengkonsumsi makanan siap saji kita harus memiliki pengetahuan mengenai bahaya apa yang ditimbulkan dari kebiasaan mengkonsumsi fast food tersebut (Hanum et Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian dini diseluruh Di tahun 2020 sekitar 1,56 miliar orang dewasa akan hidup dengan hipertensi. Hipertensi membunuh hampir 8 miliyar orang setiap tahun di dunia dan hampir 1,5 juta orang setiap tahunnya di kawasan Asia TimurSelatan. Sekitar sepertiga dari orang dewasa di Asia Timur-Selatan menderita hipertensi (WHO, 2. Diperkirakan sekitar 80% kenaikan kasus hipertensi terutama terjadi di negara berkembang pada tahun 2025, dari jumlah 639 juta kasus di tahun 2000. Jumlah ini diperkirakan meningkat menjadi 1,15 miliar kasus di tahun 2025 (Ardiansyah, 2. Kesehatan Dasar (Riskesda. yang dilakukan oleh Kementrian Kesehatan tahun 2018 mengahasilkan peningkatan kejadian hipertensi dibandingkan pada tahun 2013, prevalensi kejadian hipertensi berdasarkan riskesdas 2018 adalah 34,1%. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pada tahun 2013 yaitu prevalensi 25,8%. Hasil tersebut merupakan kejadian hipertensi berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah pada masyarakat Indonesia berusia 18 tahun ke (Kementrian Kesehatan RI, 2. Menurut Profil Kesehatan Provinsi Banten Tahun 2020. Total pengidap Hipertensi tahun 2020 adalah 1. orang, sedikit menurun dibandingkan tahun 2019 yaitu 1. 866 jiwa dengan jumlah total pengidap Hipertensi lebih banyak adalah pada laki-laki, sedangkan penderita hipertensi yang mendapat pelayanan kesehatan baru 64,4 persen dari total estimasi penderita Hipertensi se Provinsi Banten. Pada gambar 32 dapat dilihat bahwa Kota Tangerang 100 persen penderita Hipertensi mendapatkan pelayanan kesehatan, sedangkan Kabupaten Lebak memiliki persentase penderita Hipertensi mendapat pelayanan kesehatan terendah dengan 5 persen (Dinas Kesehatan Provinsi Banten, 2. Menurut Profil Dinas Kesehatan Kota Tangerang tahun 2020. Hipertensi terbagi menjadi hipertensi esensial atau hipertensi sekunder. Sekitar 90Ae95% kasus tergolong "hipertensi primer", yang berarti tekanan darah tinggi tanpa penyebab medis yang jelas. Kondisi lain yang mempengaruhi ginjal, arteri, menyebabkan 5-10% kasus lainnya . ipertensi Berdasarkan skrining penduduk usia 15 tahun keatas di Kota Tangerang tahun 2020, ditemukan jumlah estimasi penderita hipertensi berusia Ou 15 tahun sebanyak 700 orang dengan jumlah laki-laki 977 orang dan perempuan 61. orang (Dinkes Kota Tangerang, 2. Oleh mengkonsumsi makanan siap saji harus makanan siap saji merupakan salah satu faktor yang dapat menimbulkan suatu penyakit contohnya seperti penyakit darah tinggi atau hipertensi. Karena makanan siap saji mengandung natrium dan lemak sehingga membuat penyumbatan di dalam pembuluh darah yang membuat jantung bekerja dengan keras. BAHAN DAN METODE Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan secara . ross Penelitian analitik yaitu penelitian yang mencoba menggali korelasi fenomena antara faktor resiko . dengan faktor efek . Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional yaitu sebuah penelitian yang mempelajari hubungan antara faktor-faktor resiko dengan efek, melalui pendekatan observasi atau pengumpulan data yang dilakukan secara bersamaan pada saat yang sama (Notoatmodjo, 2. Vol. 8 No. 2 December 2025 | 144 HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Normalitas Tabel 1. Hasil Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov Shapiro-Wilk Statictic Sig. Statisct Sig. ,000 ,133 Konsumsi Makanan Siap Saji Kejadian Hipertensi Berdasarkan tabel tersebut diperoleh nilai signifikan pada variabel X konsumsi makanan siap saji yaitu 0. 000 dan pada variabel Y kejadian hipertensi yaitu 0. berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa . ig<0,. yang Dikarenakan tidak normal, maka uji statistik menggunakan uji chi-square untuk menentukan apakah terdapat hubungan atau tidak tentang hubungan konsumsi makanan siap saji . dengan kejadian hipertensi pada orang usia dewasa dipuskesmas periuk jaya. Analisis Univariat Data Demografi Tabel 2. Distribusi Frekuensi Usia Responden Pada Penderita Hipertensi Usia Frekuensi . Presentase (%) 35-40 Tahun 35,6% 41-45 Tahun 64,4% Total Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat mengenai karakteristik usia responden di Wilayah Puskesmas Periuk Jaya dengan jumlah responden sebanyak 174 menunjukkan bahwa mayoritas penderita hipertensi banyak diderita oleh usia 41-45 tahun sebanyak 64,4% . Tabel 3. Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin Responden Penderita Hipertensi Jenis Kelamin Frekuensi . Presentase (%) Laki-laki 27,6% Perempuan 72,4% Total 145 | Pages 143-147 Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat mengenai karakteristik Jenis Kelamin responden di Wilayah Puskesmas Periuk Jaya dengan jumlah responden sebanyak 174 menunjukkan mayoritas penderita hipertensi banyak diderita oleh perempuan sebanyak 72,4% . Tabel 4. Distribusi Frekuensi Pendidikan TerakhirResponden Pada Penderita Hipertensi Pendidikan Frekuensi . Presentase (%) 17,2% SMP 29,9% SMA/SMK 42,5% Diploma/Sarjana 10,3% Total Berdasarkan tabel diatas dapat pendidikan terakhir responden di Wilayah Puskesmas Periuk Jaya dengan jumlah responden sebanyak 174 menunjukkan bahwa mayoritas berdasarkan pendidikan terakhir yaitu SMA/SMK sebanyak 42,5% . Tabel 5. Distribusi Frekuensi Pekerjaan Responden Pada Penderita Hipertensi Pekerjaan Frekuensi . Presentase (%) Pegawai Negeri/BUMN 5,7% Petani/Buruh 8,0% Ibu Rumah Tangga 63,2% 18,4% Pegawai Swasta Wiraswasta/Wirausaha 4,6% Total Berdasarkan tabel diatas dapat Pekerjaan responden di Wilayah Puskesmas Periuk Jaya dengan jumlah responden sebanyak 174 pasien penderita hipertensi banyak di derita oleh ibu rumah tangga sebanyak 63,2% . Data Variabel Penelitian Tabel 6. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Konsumsi Makanan Siap Saji Di Konsumsi Makanan Frekuensi . Presentase (%) Konsumsi Buruk 65,5% Konsumsi Baik 34,5% Total Siap Saji Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat mengenai konsumsi makanan siap saji responden di Wilayah Puskesmas Periuk Jaya dengan jumlah responden sebanyak 174 menunjukkan bahwa mayoritas pasien penderita hipertensi yang konsumsi buruk . onsumsi makanan siap saji berlebiha. berjumlah sebanyak 65,5% . Tabel 7. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kejadian Hipertensi Di Kejadian Hipertensi Frekuensi . Presentase (%) Hipertensi Berat Hipertensi ringan Total Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat mengenai kejadian hipertensi di Wilayah Puskesmas Periuk Jaya dengan jumlah responden sebanyak 174 menunjukkan bahwa mayoritas pasien penderita hipertensi yang menggalami hipertensi berat berjumlah sebanyak 82,2 . Analisis Bivariat Tabel 8. Hasil Crosstabulation Berdasarkan Hubungan Konsumsi Makanan Siap Saji (Fastfoo. Dengan Kejadian Hipertensi Pada Orang Usia Dewasa Di Puskesmas Periuk Jaya Kejadian Hipertensi Total Konsumsi Makanan Siap Saji CI) Hipertensi Hipertensi Berat Ringan 11,4% 100,0% 30,0% 100,0% 17,8% 100,0% 88,6% 70,0% 82,2% pValue 3,330 0,003 1,266 0,003 Konsumsi Konsumsi Total Berdasarkan tabel diatas didapatkan hasil analisis dari 174 responden tentang konsumsi makanan siap saji . dengan kejadian hipertensi pada orang usia dewasa menunjukkan bahwa yang konsumsi buruk sehingga menggalami hipertensi berat yaitu sebanyak 88,6% . responden dan yang konsumsi buruk sehingga menggalami hipertensi ringan yaitu sebanyak 11,4% . responden, sedangkan yang konsumsi baik sehingga menggalami hipertensi berat yaitu sebanyak 70,0% . responden dan yang konsumsi baik sehingga menggalami hipertensi ringan yaitu sebanyak 30,0% . Hasil yang didapat uji statistik dengan menggunakan uji chi-square bahwa didapaikan nilai P-value 0,003 dimana nilai tersebut P-value 0,000 < 0,05. Maka dari hasil nilai p-value 0,003 tersebut dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak yang artinya ada hubungan tentang konsumsi makanan siap saji . dengan kejadian hipertensi pada orang usia dewasa di puskesmas periuk jaya. Hasil analisis nilai OR dengan hasil 3,330 dari konsumsi makanan siap saji dan hasil 1,266 dari kejadian hipertensi yang artinya konsumsi makanan siap saji . dengan konsumsi buruk dapat mempunyai peluang 3 kali terkena hipertensi berat. SIMPULAN Berdasarkan penelitian tentang Hubungan Konsumsi Makanan Siap Saji (Fastfoo. Dengan Kejadian Hipertensi Pada Orang Usia Dewasa Di Puskesmas Periuk Jaya yang dilakukan pada 174 Mayoritas responden dengan konsumsi buruk berjumlah sebanyak 65,5% . Dari data tersebut dapat dilihat bahwa lebih banyak responden yang konsumsi buruk dari pada responden konsumsi Mayoritas responden dengan hipertensi berat berjumlah sebanyak 143 responden . ,2%). Dari data tersebut dapat dilihat Vol. 8 No. 2 December 2025 | 146 bahwa lebih banyak responden yang terkena hipertensi berat dari pada yang terkena hipertensi ringan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa konsumsi makanan siap saji . dengan kejadian hipertensi menunjukkan bahwa ada hubungan konsumsi makanan siap saji . dengan kejadian hipertensi pada orang usia dewasa di Puskesmas Periuk Jaya. DAFTAR PUSTAKA