Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis Vol. 10 No. Juni 2025 . e-ISSN 2527-8215 READINESS TO IMPLEMENT SAK EMKM IN PREPARING FINANCIAL STATEMENTS AT UMKM ZAMEL SNACK Alya Dian Nurul Azmi1. Rohma Septiawati2. Ihsan Nasihin3 1,2,&3 Universitas Buana Perjuangan Karawang Email: ak21. alyaazmi@mhs. ABSTRACT This study highlights the phenomenon of the limited understanding of the owner of Zamel Snack regarding the Financial Accounting Standards for Micro. Small, and Medium Entities (SAK EMKM). Currently, the business only records cash inflows and outflows, without preparing complete financial statements such as the balance sheet, income statement, statement of changes in equity, cash flow statement, and notes to the financial statements. This research aims to determine whether Zamel Snack has prepared financial statements in accordance with SAK EMKM and to assess the MSME's readiness in implementing the standard. The study employs a qualitative method using a descriptive approach through a case study at Zamel Snack. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were then analyzed using data triangulation techniques. The findings indicate that none of the six aspects recording system, business continuity, business entity concept, the owner's understanding of SAK EMKM, availability of human resources, and supporting information technology have been fully met. This research introduces a different approach by applying Grounded Theory to explore the readiness of Zamel Snack in implementing SAK EMKM, an approach that has not been widely used for this topic. This method allows the development of theory directly from field data, thereby providing new insights into the practical challenges faced by MSMEs in implementing SAK EMKM. Keywords: Financial Statement. SAK EMKM. MSMEs. KESIAPAN PENERAPAN SAK EMKM DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PADA UMKM ZAMEL SNACK ABSTRAK Penelitian ini mengangkat fenomena keterbatasan pemahaman pemilik Zamel Snack terhadap Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro. Kecil dan Menengah (SAK EMKM). Saat ini, mencatat kas masuk dan keluar, tanpa disertai laporan keuangan yang lengkap seperti neraca, laba rugi, perubahan modal, arus kas dan catatan atas laporan keuangan. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui UMKM Zamel Snack telah menyusun laporan keuangan sesuai SAK EMKM serta menilai kesiapan UMKM dalam menerapkannya. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif melalui pendekatan deskriptif dengan studi kasus di UMKM Zamel Snack. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik triangulasi Temuan penelitian menghasilkan temuan bahwa dari enam aspek yaitu sistem pencatatan, kelangsungan usaha, konsep entitas bisnis, pemahaman pemilik usaha pada SAK EMKM, ketersediaan sumber daya manusia dan teknologi informasi pendukung belum ada yang sepenuhnya terpenuhi. Penelitian ini mengembangkan pendekatan berbeda melalui Grounded Theory untuk menggali kesiapan UMKM Zamel Snack dalam menerapkan SAK EMKM, yang belum banyak diterapkan pada topik ini. Pendekatan ini memungkinkan pembentukan teori yang bersumber langsung dari data lapangan, sehingga memberikan wawasan baru berkaitan dengan hambatan praktis yang dihadapi UMKM dalam pelaksanaan SAK EMKM. Kata Kunci: Laporan Keuangan. SAK EMKM. UMKM. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 10 No. Juni 2025 http://w. id/ojs32/index. php/KURS/index e-ISSN 2527-8215 PENDAHULUAN Pada tahun 2023 terdapat 65,5 juta di Indonesia menurut Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil. Menengah (UKM). Sebanyak 99. 397 UMKM di Kabupaten Karawang pada tahun 2023 menurut data Dinas Koperasi (Dinko. dan UKM Kabupaten Karawang, terdiri dari berbagai bidang usaha seperti kerajinan, kuliner, jasa dan industri kreatif. Di Kabupaten Karawang, sekitar 80,4% UMKM belum menerapkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro. Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) pada laporan keuangannya, (Haliza et al. , 2. Pada hasil observasi awal, peneliti menemukan bahwa pemilik usaha Zamel Snack memiliki pemahaman terbatas terkait SAK EMKM. Pelaksanaan pencatatan keuangan masih dalam bentuk yang sederhana, terbatas mencatat pemasukan dan pengeluaran harian tanpa dilanjutkan pada penyusunan laporan keuangan. Pemilik usaha beranggapan bahwa proses menyusun laporan keuangan terlalu rumit dan belum dirasakan manfaatnya bagi usaha berskala kecil. Fenomena ini mencerminkan pentingnya mengkaji kesiapan UMKM dalam menerapkan SAK EMKM, penelitian ini menggunakan pendekatan Grounded Theory sebagai Grand Theory yang memungkinkan peneliti membangun teori secara induktif berdasarkan data empiris dari konteks yang nyata dan spesifik. Pendekatan ini sudah diterapkan dalam penelitian terdahulu, seperti yang dihasilkan oleh (Nadea & Dyta, 2. , yang mengungkap bahwa alasan pemilik UMKM menyetujui pemanfaatan laporan keuangan berlandaskan SAK EMKM untuk mendorong efektivitas pengelolaan keuangan dan mendukung penyusunan laporan keuangan sesuai standar. Pelaku UMKM tak hanya fokus pada produk, melainkan pada penyajian laporan keuangan yang lebih akurat sebagai dasar pengambilan keputusan dan evaluasi perkembangan usaha sebelum dan sesudah penerapan SAK EMKM. Alasan tersebut merupakan temuan empiris dari hasil observasi yang menjadi dasar dalam membangun teori baru tentang kesiapan UMKM dalam tahap pelaporan keuangan berlandaskan SAK EMKM. Proposisi dalam penelitian menyatakan bahwa penerapan SAK EMKM pada UMKM Zamel Snack berkaitan erat dengan pemahaman pelaku usaha terhadap standar akuntansi dan kesiapan pelaku usaha dalam hal sumber daya serta sistem pencatatan. UMKM memegang peran penting di ASEAN, diperkirakan sekitar 88,8-99,9% entitas bisnis dan menyerap tenaga kerja hingga 51,7-97,2%, (Astriani et al. , 2. UMKM masih kesulitan dalam mengelola keuangan yang mengacu pada standar yang berlaku. Minimnya pemahaman akuntansi dan terbatasnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang terbatas, (Rostiani et al. , 2. Pelaku UMKM harus memiliki pengetahuan akuntansi agar dapat memenuhi prinsip akuntansi dan penyajian laporan keuangan yang selaras dengan standar, (Nurhidayah. Keterbatasan SDM dalam menerapkan SAK berbasis IFRS dan SAK ETAP. Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) . , menginisiasi penyusunan standar yang lebih mudah diterapkan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Pada 2016. SAK EMKM disahkan untuk mendukung UMKM dan perekonomian nasional. Pada hasil penelitian Atikasuri et al, . , menyatakan bahwa enam pelaku usaha mitra Alfamart di Karawang belum siap mengadopsi SAK EMKM. Hambatan utamanya adalah terbatasnya tenaga ahli di bidang akuntansi dan rendahnya pengetahuan penyusunan laporan keuangan berlandaskan SAK EMKM. Mayoritas UMKM yang tersebut masih menggunakan metode basis kas bukan basis akrual yang sebagaimana disyaratkan oleh SAK EMKM. Haryanti et al, . UMKM Djati Laundry belum siap menyesuaikan SAK EMKM dalam laporan keuangannya karena menganggap pencatatan keuangan sulit, kurangnya pemahaman SAK EMKM dan keterbatasan SDM terkait dengan bidang akuntansi. Amami et al, . , menyimpulkan bahwa UMKM UD. Perdana Collection belum siap menerapkan laporan keuangan berbasis SAK EMKM, sebab belum memenuhi empat indikator yaitu kesiapan SDM, alat penunjang, konsep entitas bisnis dan permodalan. Hasil penelitian (Nabila & Khoiriawati, 2. , belum mempersiapkan penerapan SAK EMKM di UMKM Mugi Barokah karena minimnya pemahaman terkait SAK EMKM, belum melakukan pembukuan sesuai SAK EMKM dan belum memiliki pegawai khusus untuk menangani pencatatan keuangan. Berbeda dengan hasil penelitian Chairunnisa et al, . UMKM Rose Laundry dinilai siap mengimplementasikan SAK EMKM pada laporan keuangan dan mengetahui SAK EMKM, namun laporan keuangan yang disusun masih terbatas pada jurnal, buku besar serta neraca saldo sebab pemilik usaha belum sepenuhnya menguasai pencatatan berdasarkan SAK EMKM. Hasil penelitian (Lutfiana & Siti, 2. , pelaku UMKM Kecamatan Slawi. Kabupaten Tegal cukup siap menerapkan SAK EMKM pada laporan keuangannya karena sudah memahami dasar-dasar akuntansi. (Leilani & Andhaniwati, 2. , menemukan bahwa 2 dari 5 UMKM di Kecamatan Lakarsantri telah siap menerapkan SAK EMKM pada laporan keuangannya. Ditunjukkan dengan memenuhi semua indikator seperti sistem pencatatan, ketersediaan SDM yang kompeten dan pemahaman konsep entitas bisnis. Tiga UMKM lainnya tidak memenuhi kriteria tersebut. Penelitian ini menelaah 6 aspek meliputi sistem pencatatan, kelangsungan usaha, konsep entitas bisnis, pemahaman pemilik terhadap SAK EMKM, ketersediaan sumber daya manusia serta teknologi informasi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui UMKM Zamel Snack sudah menyusun laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM dan untuk menentukan kesiapan UMKM Zamel Snack dalam menerapkan SAK EMKM dalam penyusunan laporan keuangan UMKM. Kesiapan Penerapan SAK EMKM Dalam Penyusunan Laporan Keuangan Pada UMKM Zamel Snack (Alya Dian Nurul Azmi. Rohma Septiawati,dan Ihsan Nasihi. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis Vol. 10 No. Juni 2025 . e-ISSN 2527-8215 Lubis et al, . menegaskan bahwa literasi keuangan yang berkualitas mendukung UMKM mengelola keuangan lebih efektif dan mengurangi risiko keuangan yang tidak terkendali. Fokus pertanyaan yang diajukan penelitian ini ialah: RQ1: Apakah UMKM Zamel Snack sudah membuat laporan keuangan berlandaskan SAK EMKM? RQ2: Bagaimana tingkat kesiapan UMKM Zamel Snack dalam menerapkan SAK EMKM pada penyusunan laporan keuangan? TINJAUAN PUSTAKA Grounded Theory Grounded Theory merupakan teori yang dibentuk dengan pendekatan induktif dari hasil penelitian terhadap suatu Teori ini ditemukan, dikembangkan dan dibuktikan secara sistematis melalui pengumpulan serta analisis data yang saling memengaruhi. Peneliti tidak memulai dari teori yang ada, melainkan membangun teori berdasarkan temuan lapangan yang relevan (Oktariaet al. , 2. Grounded Theory bertujuan memahami secara mendalam tentang pengalaman, pandangan dan tindakan individu terkait fenomena yang diteliti. Peneliti perlu merancang pertanyaan terbuka agar informan dapat menyampaikan pengalaman mereka secara jujur dan mendalam (Siregar, 2. Grounded Theory menitikberatkan pentingnya analisis abstrak yang dilakukan secara mendalam oleh peneliti pada suatu fenomena, dengan ekspektasi merumuskan suatu teori yang dapat menjelaskan fenomena tersebut secara spesifik dan kontekstual (Safarudin et al. , 2. Penggunaan Grounded Theory sebagai Grand Theory dalam penelitian ini didasarkan pada relevansinya terhadap karakteristik fenomena yang dikaji, yakni kesiapan penerapan SAK EMKM dalam penyusunan laporan keuangan pada UMKM Zamel Snack. Grounded Theory memungkinkan peneliti untuk membangun pemahaman dan teori secara induktif berdasarkan data empiris, khususnya dalam konteks yang belum banyak dijelaskan oleh teori-teori akuntansi formal yang ada. Pendekatan ini juga memberikan fleksibilitas dalam menggali secara mendalam pemaknaan, pengalaman, dan pandangan pelaku usaha terhadap pelaksanaan SAK EMKM. Teori yang dihasilkan akan bersifat kontekstual dan mampu mencerminkan realitas sosial dan praktik akuntansi yang terjadi di lapangan secara spesifik. Kesiapan Kesiapan dianggap sebagai suatu keadaan yang matang atau sekadar melakukan apa yang ingin dilakukan dan mengenakan apa yang ingin dikenakan, (Syahrib et al. , 2. Untuk membangun kesiapan menghadapi perubahan, organisasi perlu mengembangkan inisiatif yang mampu menumbuhkan rasa percaya diri, sikap optimis, harapan, ketangguhan pegawai, serta memperkuat makna pekerjaan dan kemampuan (Merdiaty et al. , 2. Kesiapan adalah keadaan individu atau badan usaha telah siap menjalankan kegiatan sesuai dengan rencana yang telah disusun (Rahmah et al. , 2. Kesiapan merujuk pada penelitian ialah kondisi yang harus dimiliki oleh seseorang agar mampu mengadaptasi prinsip-prinsip SAK EMKM dalam pencatatan keuangannya, dapat dilihat dari sudut pandang tingkat pemahaman pelaku usaha terhadap SAK EMKM, ketersediaan SDM dan dukungan teknologi. Jika pelaku UMKM telah memenuhi semua hal di atas, maka UMKM dinyatakan siap untuk mengaplikasikan SAK EMKM dalam laporan keuangannya. UMKM UMKM diklasifikasikan menjadi tiga kategori berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008. Usaha mikro, yaitu bisnis individu atau badan usaha dengan aset bersih mencapai Rp50 juta, tanpa tanah dan bangunan, penjualan hingga Rp300 juta setahun. Usaha kecil ialah bisnis mandiri yang tidak terafiliasi dengan usaha menengah, memiliki aset bersih melebihi Rp50 juta - Rp500 juta, tanpa tanah dan bangunan, penjualan melebihi Rp300 juta - Rp2,5 miliar setahun. Usaha menengah merupakan binis mandiri tidak terafiliasi dengan usaha kecil maupun usaha besar, terdapat aset bersih melebihi Rp500 juta - Rp10 miliar, tanpa tanah dan bangunan, penjualan di atas Rp2,5 miliar - Rp50 miliar setahun. SAK EMKM SAK EMKM diterbitkan oleh DSAK IAI pada 18 Mei 2016, disahkan pada 24 Oktober 2016 dan berlaku efektif pada 1 Januari 2018. SAK EMKM ditujukan bagi entitas berskala mikro, kecil, dan menengah dengan tujuan menyederhanakan penyusunan laporan keuangan agar lebih relevan dan mudah dipahami. UMKM diwajibkan menyusun tiga jenis laporan keuangan, yaitu laporan neraca, laporan laba rugi dan catatan atas laporan keuangan (DSAK IAI, 2. Laporan keuangan UMKM sesuai SAK EMKM disusun agar mempermudah pencatatan keuangan serta menyajikan informasi akuntansi yang relevan guna membantu menentukan keputusan yang akurat (Manehat & Sanda, 2. Penerapan SAK EMKM berbasis akrual mendukung UMKM dalam menyediakan data keuangan yang komprehensif, termasuk informasi mengenai pendapatan, beban, laba, aset, liabilitas serta ekuitas secara terstruktur (Oktaviranti & Alamsyah, 2. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 10 No. Juni 2025 e-ISSN 2527-8215 Laporan Keuangan Guna mendukung kemudahan pengajuan dana ke pihak ketiga. UMKM perlu menyusun laporan keuangan berlandaskan SAK EMKM. Pelaku usaha dapat belajar akuntansi melalui pembinaan desa, media online atau menggunakan jasa konsultan, (Saghita et al. , 2. Laporan laba rugi menyajikan hasil usaha dengan membandingkan beban dan pendapatan selama periode tertentu. Laporan perubahan modal mencatat perubahan modal awal hingga akhir, yang umum digunakan oleh usaha perorangan. Firma, dan CV. Laporan neraca menyajikan posisi keuangan suatu entitas berdasarkan aset, hutang dan modal pada periode tertentu (Sumarlin. Laporan arus kas memaparkan pergerakan kas yang masuk dan keluar dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan dalam suatu periode, sekaligus sebagai referensi untuk proyeksi arus kas berikutnya. Catatan atas laporan keuangan memuat uraian dan detail tambahan informasi laporan keuangan (Yustisi et. , 2. Pemilik usaha perlu memahami laporan keuangan agar bisnis dapat berkembang dengan baik, karena kondisi usaha tercermin dari laporan tersebut. Banyak pelaku usaha yang mengabaikannya, tidak memahami manfaat dan Hal ini dapat menyebabkan kemunduran usaha dan menyulitkan kreditur dalam menilai kinerja perusahaan (Hastiwi et al. , 2. Kerangka Pemikiran UMKM belum menerapkan SAK EMKM pada laporan keuangan. Terdapat enam aspek penilaian kesiapan penerapan SAK EMKM, menurut SAK EMKM . , tiga aspek yang memengaruhi laporan keuangan yaitu sistem pencatatan berbasis akrual, kelangsungan usaha dan konsep entitas bisnis. Hasil penelitian Mustika et al, . , indikator kesiapan penerapan SAK EMKM yaitu pemahaman pemilik UMKM pada SAK EMKM, keterbatasan SDM dan teknologi informasi pendukung (Amami et al. , 2. Peneliti menyusun laporan keuangan UMKM berdasarkan SAK EMKM seperti neraca, laporan laba rugi dan catatan atas laporan keuangan. Laporan keuangan dianalisis untuk menyesuaikan laporan keuangan UMKM dengan SAK EMKM dan mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam penerapannya untuk menentukan UMKM Zamel Snack siap menerapkan SAK EMKM pada laporan keuangannya. Pada tahap akhir, peneliti menarik kesimpulan mengenai kesiapan UMKM dalam menerapkan SAK EMKM. Proposisi penelitian ialah penerapan SAK EMKM pada UMKM Zamel Snack berkaitan dengan pemahaman pelaku usaha pada standar akuntansi dan kesiapan pelaku usaha dalam hal sumber daya dan sistem pencatatan. Gambar 1. Kerangka Pemikiran Sumber: Diolah oleh peneliti, 2025 METODOLOGI PENELITIAN Desain penelitian dilakukan dengan metode kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif serta studi kasus tunggal pada UMKM Zamel Snack. Data didapatkan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi dilaksanakan untuk menilai penerapan SAK EMKM dalam laporan keuangan UMKM, wawancara utama dengan pemilik usaha. Ibu Ade Yunengsih, untuk menggali kesiapan penerapan SAK EMKM, didukung oleh wawancara dengan akademisi dari Universitas Buana Perjuangan Karawang dan perwakilan Dinas Koperasi dan UKM. Dokumentasi mencakup laporan keuangan tahun 2024 serta sumber sekunder seperti buku, jurnal, dan situs web. Nurfajriani . , menyatakan teknik analisis data dilakukan dengan triangulasi, dengan pengumpulan data, dilanjutkan reduksi data guna memperoleh informasi relevan, kemudian data disajikan dalam format narasi dan Kesiapan Penerapan SAK EMKM Dalam Penyusunan Laporan Keuangan Pada UMKM Zamel Snack (Alya Dian Nurul Azmi. Rohma Septiawati,dan Ihsan Nasihi. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis Vol. 10 No. Juni 2025 . e-ISSN 2527-8215 tabel, serta diakhiri dengan penarikan kesimpulan dan verifikasi untuk menilai kesesuaian laporan keuangan Zamel Snack dengan SAK EMKM dan tingkat kesiapan penerapannya. Gambar 2. Triangulasi Data Dalam Analisis Data Kualitatif Sumber: Miles dan Huberman, 1994 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Sistem Pencatatan Dari wawancara yang dilakukan dengan Ibu Ade Yunengsih selaku pemilik Zamel Snack dan sekaligus mengurus produksi serta mengelola keuangan, beliau mengatakan bahwa AuSaya mencatat keuangan jika ada order aja kita belanja kan pengeluaran pasti dan kalau kita kirim . juga ga langsung dapat uang juga jadi dicatat ketika uang diterimaAy. Gambar di bawah ini menunjukkan pencatatan pendapatan dan pengeluaran UMKM Zamel Snack seperti pembelian bahan baku, pendapatan usaha dan upah karyawan. Pemilik usaha memiliki informasi keuangan yang terdokumentasi, namun hanya pengeluaran dan pendapatan saja dari catatan keuangannya. Total pendapatan sejumlah Rp10. 000 dan pengeluaran sejumlah Rp5. Gambar 3. Pembukuan Pemasukan dan Pengeluaran Zamel Snack Kelangsungan Usaha Hasil wawancara dengan Bapak Rivan Wibowo. Ak. selaku pakar laporan keuangan, mengatakan AuPelaku usaha di lapangan itu ga mesti mempelajari SAK secara keseluruhan paling tidak menerapkan sistem pencatatan dan pelaporan yang mengacu pada SAK. Pelaku UMKM harus dikenalkan dengan pencatatan transaksi dan laporan keuangan supaya setiap kegiatan usaha yang dijalani ada laporannya untuk mengetahui perkembangan usaha dan untuk meyakinkan pemberi dana agar mengetahui kinerjanyaAy. Hasil Gambar 3 di atas menunjukkan Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 10 No. Juni 2025 e-ISSN 2527-8215 bahwa Zamel Snack belum beralih dari metode pencatatan keuangan yang sederhana, hanya mencatat transaksi masuk dan keluar tanpa laporan keuangan yang berlandaskan SAK EMKM. Konsep Entitas Bisnis Konsep entitas bisnis menekankan perlu memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan bisnis agar pencatatan keuangan akurat dan penyusunan laporan keuangan dapat dilakukan dengan benar (Susi et al. , 2. Dalam SAK EMKM, pemisahan ini menjadi prinsip dasar, namun hasil penelitian menunjukkan bahwa Zamel Snack belum sepenuhnya menerapkannya, sebagaimana diungkapkan pemilik bahwa Aukalau rekening ga ada pemisahan keuangan pribadi sama usaha masih ke campur, kendaraan juga samaAy. Kondisi UMKM Zamel Snack yang belum memisahkan keuangan pribadi dan bisnis menunjukkan bahwa UMKM belum siap menerapkan konsep entitas bisnis sebagaimana disyaratkan dalam SAK EMKM. Hasil penelitian sejalan dengan temuan hasil penelitian Amami et al, . , pada UMKM UD. Perdana Collection yang juga belum menerapkan SAK EMKM. Temuan tersebut menunjukkan bahwa konsep entitas bisnis masih menjadi kendala utama bagi UMKM, termasuk Zamel Snack, dalam penerapan pelaporan keuangan berbasis SAK EMKM. Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa Zamel Snack belum menerapkan konsep entitas bisnis sejalan dengan Grounded Theory, karena temuan tersebut diperoleh langsung dari data lapangan. Ketidaksiapan dalam memisahkan keuangan pribadi dan usaha mencerminkan fenomena yang dapat dianalisis untuk membentuk kategori dan konsep baru terkait hambatan penerapan SAK EMKM. Melalui Grounded Theory, temuan ini dapat dikembangkan menjadi pemahaman teoretis yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan UMKM dalam menyusun laporan keuangan berbasis SAK EMKM, berdasarkan realitas yang dialami secara langsung. Pemahaman Pemilik UMKM Pada SAK EMKM Pemilik usaha Zamel Snack memiliki keterbatasan pemahaman tentang SAK EMKM, ketidakpahaman ini dibuktikan dengan hasil wawancara dengan Ibu Ade Yunengsih yang menyatakan AuSaya belum tau SAK EMKM, tapi di pelatihan cuma itu aja penghitungan laporan laba rugi dan yang saya tau hanya pendapatan dan pengeluaran sih paling kaya gituAy. Serta pemilik usaha juga menganggap pencatatan keuangan tidak begitu penting, beliau mengatakan Aupenting ga penting sih, penting banget iya harus ada pembukuan apalagi kalau kita mengajukan kredit bank, kalau untuk diri sendiri juga sah-sah aja tanpa pembukuan juga, barangkali buat UMKM yang omsetnya gede pembukuan teratur, untuk standar saya kayanya yang sedang-sedang ajaAy Saran dari Ibu Meliana Puspitasari. Ak. selaku pakar SAK EMKM, mengatakan AuSosialisasi secara rutin dan luas kepada para pelaku UMKM yang melibatkan kerja sama dengan Dinas. Institusi dan UMKM itu sendiriAy. Dari hasil wawancara dengan Ibu Leoni selaku pihak dari Dinas Koperasi & UKM, mengatakan AuDinas Koperasi & UKM telah melakukan beberapa program pelatihan terkait pencatatan keuangan bagi UMKM. Sosialisasi khusus mengenai SAK EMKM masih terbatas dan umumnya diberikan melalui kegiatan-kegiatan pendampingan usaha, seminar, atau pelatihan manajemen keuangan dasarAy. Ketersediaan Sumber Daya Manusia UMKM Zamel Snack tidak memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) khusus untuk menangani pencatatan Pemilik usaha berpendidikan SMA dan beberapa karyawannya berpendidikan SD dan SMP, serta tidak memahami standar pelaporan keuangan. Hal ini diperkuat dengan hasil wawancara dengan pemilik usaha yang mengatakan AuSebenarnya saya ga bisa mencatat keuangan sendiri kadang suka lupa-lupa tapi kalau misalkan nyari orang untuk mencatat keuangan takut ga kebayar, jadi suka bolong-bolong catat hariannya". Dari hasil wawancara dengan Ibu Meliana Puspitasari. Ak. , mengatakan AuFaktor yang paling mempengaruhi kesiapan UMKM dalam penerapan SAK EMKM adalah SDMnya. SDMnya siap maka akan mudah membuat laporan keuangan sesuai SAK EMKMAy. Teknologi Informasi Pendukung Pemilik usaha mengungkapkan. AuSaya pernah ikut pelatihan komputer, ngetik untuk pengisian admin, cara hitung laba bersih. Komputer ada sebenarnya, tapi ga pernah mau nyoba, fasilitasnya ada tapi ga digunainAy. Menurut Bapak Rivan Wibowo. Ak. AuDengan adanya sistem, pelaku UMKM tidak dihadapkan secara rumit mengenai teori-teori yang berkaitan dengan masalah SAK tetapi sudah langsung di aplikasikan di dalam satu teknologi pelaporan gituAy. Tanggapan dari pihak Dinkop dan UKM. Ibu Leoni mengungkapkan Audari Dinas Koperasi belum ada inovasi aplikasi yang membantu UMKM dalam pencatatan keuangan, tetapi pelatihan direncanakan dalam bentuk pelatihan offline/workshop di beberapa kecamatan, sesi online/webinar dengan materi yang lebih fleksibel dan pendampingan langsung bagi UMKMAy. Laporan Keuangan UMKM Berdasarkan SAK EMKM UMKM Zamel Snack belum menyusun laporan keuangan yang mengacu pada SAK EMKM, apabila diterapkan maka pencatatannya akan mengikuti tahapan berikut. Kesiapan Penerapan SAK EMKM Dalam Penyusunan Laporan Keuangan Pada UMKM Zamel Snack (Alya Dian Nurul Azmi. Rohma Septiawati,dan Ihsan Nasihi. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis Vol. 10 No. Juni 2025 . e-ISSN 2527-8215 Laporan Laba/Rugi Peneliti menyusun laporan laba rugi Zamel Snack berdasarkan SAK EMKM dengan mengidentifikasi pendapatan penjualan dan beban usaha seperti gaji, listrik, air, telepon, transportasi, perlengkapan dan penyusutan. Penyusutan dihitung dengan metode garis lurus tanpa nilai residu, perhitungannya nilai perolehan dibagi dengan umur ekonomis atas aset tetap seperti bangunan, peralatan dan kendaraan. Umur ekonomis bangunan yaitu 20 tahun, peralatan selama 4-8 tahun dan kendaraan selama 4 tahun. Beban penyusutan kendaraan tidak dicatat karena nilai buku telah nol. Laba bersih sebelum pajak tercatat sebesar Rp10. Pajak Penghasilan (PP. dengan menggunakan tarif efektif rata-rata (TER B) sebesar 2% sesuai kategori K/2, karena NPWP masih atas nama pribadi, menghasilkan PPh sebesar Rp216. Laba bersih setelah pajak menjadi sebesar Rp10. Gambar 4. Laporan Laba/Rugi Sumber: Diolah oleh peneliti, 2025 Neraca Neraca saldo disusun setelah laporan laba rugi. Pertama peneliti mengumpulkan data mengenai aset lancar . as, piutang usaha, persediaa. , aset tetap . eralatan, kendaraan, tanah, banguna. , hutang lancar . utang usaha, hutang gaji, hutang PP. dan hutang jangka panjang, modal, laba ditahan atas transaksi sebelumnya, laba tahun berjalan dan prive. Akun-akun tersebut didapatkan dari transaksi pada periode berjalan. Susun neraca dengan format seperti gambar di bawah ini. Aset tetap yang diperoleh mulai tahun 2019 seperti tanah, bangunan, peralatan dan Tanah seluas 30 m2 sebesar Rp15. Bangunan seluas 24 m 2 sebesar Rp19. Peralatan sebesar Rp4. 000 dan kendaraan sebesar Rp9. Zamel Snack tidak memiliki hutang, dikarenakan selama periode berjalan tidak ada transaksi secara kredit. Gambar 5. Laporan Neraca Saldo Sumber: Diolah oleh peneliti, 2025 Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 10 No. Juni 2025 e-ISSN 2527-8215 Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) Catatan atas laporan keuangan (CALK) UMKM Zamel Snack disusun peneliti dengan memuat informasi umum entitas dan ikhtisar kebijakan akuntansi mencakup kepatuhan terhadap SAK EMKM, dasar penyusunan laporan berbasis akrual dan menggunakan mata uang Rupiah. CALK mencantumkan rincian aset tetap, beban, pendapatan, hutang, modal dan PPh. Pengeluaran yang memberikan manfaat ekonomi dan dapat diukur andal diakui sebagai biaya aset tetap. Tanah dan bangunan dicatat terpisah meski dibeli bersamaan, dengan biaya perolehan mencakup harga beli dan biaya langsung yang terjadi sebelum aset tersedia untuk digunakan. Aset tetap, kecuali tanah diukur menggunakan metode garis lurus tanpa nilai sisa dengan pengurangan beban perolehan dengan akumulasi penyusutan, beban perawatan dan penyusutan diakui sebagai beban di laporan laba rugi. Penyusutan dilakukan sejak aset siap digunakan dan tetap berlanjut meskipun tidak dioperasikan, berhenti saat aset dihentikan pengakuannya. Penghentian dilakukan saat aset dijual atau tak lagi memberi manfaat ekonomi dan selisih nilai buku dan jumlah yang diterima dicatat sebagai pendapatan atau beban lainnya. Aset tetap disajikan sebagai kelompok dalam neraca, tanpa penurunan nilai (DSAK IAI, 2. Pendapatan diakui saat hak atas pembayaran timbul, sedangkan piutang dicatat jika belum dibayar dan pendapatan diterima dimuka dicatat jika pembayaran dilakukan sebelum barang atau jasa diserahkan. Beban diakui berbasis akrual, termasuk imbalan pekerja atas jasa dalam periode pelaporan. Pengukuran pendapatan dan beban tidak andal, diakui saat kas diterima atau dibayar. Pendapatan dan beban disajikan sesuai klasifikasi kelompoknya. Gambar di atas merupakan catatan atas laporan keuangan (DSAK IAI, 2. Gambar 6. Catatan Atas Laporan Keuangan Sumber: Diolah oleh peneliti, 2025 Hutang diakui jika pelunasan dan jumlahnya dapat diukur dengan memperhitungkan kewajiban yang harus dibayar. Provisi dan liabilitas kontinjensi diungkap jika material, sedangkan aset kontinjensi tidak diakui. Modal disetor, baik berupa kas/setara kas maupun aset non tunai dicatat mengikuti kebutuhan dan peraturan yang Penyajian hutang dicatat pada kelompok hutang di neraca, sedangkan modal, tambahan modal, laba tahun berjalan dan laba ditahan dimasukkan dalam kelompok modal di neraca. Laba ditahan adalah selisih pendapatan dan beban, bernilai positif jika laba lebih besar dan negatif jika sebaliknya. Berikut disajikan pencatatan jurnal(DSAK IAI, 2. Kesiapan Penerapan SAK EMKM Dalam Penyusunan Laporan Keuangan Pada UMKM Zamel Snack (Alya Dian Nurul Azmi. Rohma Septiawati,dan Ihsan Nasihi. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis Vol. 10 No. Juni 2025 . e-ISSN 2527-8215 Gambar 7. Jurnal Sumber: Diolah oleh peneliti, 2025 Pembahasan Penyusunan Laporan Keuangan UMKM Berdasarkan SAK EMKM Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa UMKM Zamel Snack belum menyusun laporan keuangan sesuai SAK EMKM. Pencatatan keuangan hanya terbatas penerimaan dan pengeluaran tanpa mencatat piutang, retur penjualan, prive, beban penyusutan dan PPh, hingga belum mencerminkan prinsip SAK EMKM. Tidak dicatatnya piutang juga menghambat penilaian posisi keuangan secara akurat. UMKM Zamel Snack belum sepenuhnya menerapkan SAK EMKM dalam penyusunan laporan keuangan. Kendala utamanya adalah kurangnya pemahaman pemilik usaha pada SAK EMKM dan tidak adanya tenaga akuntansi khusus. Pencatatan dilakukan sendiri oleh pemilik usaha yang juga terlibat dalam produksi, menyebabkan pencatatan tidak konsisten. Keuangan usaha dan pribadi masih tercampur, mengurangi transparansi. Pemilik usaha memiliki komputer dan pernah mengikuti pelatihan dasar laporan laba rugi, pencatatan keuangan masih manual karena teknologi belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga risiko kesalahan dalam pencatatan. Kesiapan UMKM Dalam Menerapkan SAK EMKM Dalam Penyusunan Laporan Keuangan UMKM Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM Zamel Snack belum siap menerapkan SAK EMKM dalam penyusunan laporan keuangan. Hasil penelitian sejalan dengan hasil penelitian Atikasuri et al, . Haryanti et al, . Amami et al, . dan Nabila et al, . , yang menemukan bahwa sebagian besar UMKM belum siap menerapkan SAK EMKM karena berbagai kendala seperti keterbatasan SDM, minimnya pemahaman terhadap SAK EMKM, pencatatan berbasis kas serta belum adanya tenaga khusus untuk menangani keuangan. Temuan bahwa Zamel Snack masih mencampur keuangan pribadi dan usaha, pencatatan belum berbasis akrual, serta pemanfaatan teknologi yang belum optimal memperkuat kesamaan dengan hasil-hasil studi tersebut. Temuan ini mendukung Grounded Theory, terlihat dari proses penarikan kesimpulan yang didasarkan pada temuan empiris di lapangan. Grounded Theory menekankan pembentukan teori yang bersumber dari data, bukan dari asumsi awal. Ketidaksiapan UMKM Zamel Snack dalam menerapkan SAK EMKM muncul dari proses analisis temuan seperti pencampuran keuangan pribadi dan usaha, pencatatan berbasis kas, konsep entitas bisnis, kelangsungan usaha, pemahaman pemilik usaha pada SAK EMKM, keterbatasan SDM dan teknologi pendukung. Temuan tersebut kemudian dikaitkan dengan penelitian sebelumnya untuk memperkuat pola yang ada. Hal ini sejalan dengan pendekatan Grounded Theory yang bertujuan mengembangkan teori kontekstual berdasarkan realitas yang terjadi di lapangan. PENUTUP Penelitian ini menyimpulkan bahwa UMKM Zamel Snack belum siap menerapkan SAK EMKM dalam penyusunan laporan keuangan. Dari enam aspek yang belum terpenuhi seperti sistem pencatatan, kelangsungan usaha, konsep entitas bisnis, pemahaman pemilik pada SAK EMKM, ketersediaan SDM, serta teknologi informasi Pencatatan keuangan masih sederhana dan belum sesuai standar. Mengacu pada Grounded Theory, temuan-temuan ini muncul secara langsung dari data lapangan. Grounded Theory memungkinkan peneliti membangun pemahaman teoritis secara bertahap berdasarkan kondisi nyata yang dialami oleh UMKM. Melalui proses pengumpulan data dan analisis penyusunan laporan, penelitian ini mengungkap permasalahan yang menghambat kesiapan penerapan SAK EMKM, sehingga menghasilkan teori kontekstual yang sesuai dengan kondisi UMKM seperti Zamel Snack. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi UMKM, khususnya Zamel Snack, untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan SAK EMKM melalui pelatihan bagi pemilik usaha serta investasi dalam teknologi akuntansi yang tepat. Penelitian ini memiliki keterbatasan, seperti dilakukan pada UMKM Zamel Snack, sehingga hasilnya tidak dapat digeneralisasi untuk UMKM lainnya dan pengumpulan data terbatas pada wawancara dan observasi, yang mungkin tidak memberikan gambaran yang lengkap. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 10 No. Juni 2025 e-ISSN 2527-8215 untuk melakukan studi serupa di berbagai UMKM dengan sektor yang berbeda, mengeksplorasi pengaruh pelatihan dan teknologi terhadap penerapan SAK EMKM. DAFTAR RUJUKAN Ailsa Belinda Leilani. Analisis Kesiapan UMKM Terhadap Implementasi SAK EMKM Studi Kasus UMKM Di Kecamatan Lakarsantri. Jurnal Optima, 1-9. Ayulina Oktaviranti. Literasi Keuangan. Persepsi UMKM Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Dengan Penerapan SAK EMKM Sebagai Variabel Mediasi. Jurnal Penelitian Ekonomi Akuntansi (JENSI), 133-143. Beatrix Yunarti Manehat. Meninjau Penerapan SAK EMKM Pada UMKM Di Indonesia Sebuah Studi Literatur. Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 2-11. Cindy Ayu Amami. Analisis Kesiapan Dalam Penerapan Model Laporan Keuangan Entitas Mikro Kecil Dan Menengah Berdasarkan SAK EMKM. Seminar Nasional Akuntansi Bisnis dan Manajemen (SNABM) 1th, 193-203. Devi Astriani. Strategi Pengelolaan Keuangan UMKM Di Desa Kutapohaci. Konferensi Nasional Penelitian dan Pengabdian (KNPP) Ke-1 . Karawang: Universitas Buana Perjuangan Karawang. Dewi Eva Nadea. Bagaimana Dampak Jika Pelaku UMKM Menerapkan Laporan Penyusunan Keuangan Berbasis SAK EMKM Terhadap UMKM Desa Tirtosari Kecamatan Banyuasin 1 (Studi Kasus Pada Usaha Kerupuk Jangek Maju Lanca. Akuntansi '45, 512-524. Ghanis Noventa Saghita. Analisis Penerapan Laporan Keuangan Berbasis Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil Menengah (SAK EMKM) Pada UMKM Atebe Catering. Journal Of Economic. Business And Accounting, 1977-1985. Hilda Nurhidayah. Pengaruh Pemahaman Akuntansi. Tingkat Pendidikan dan Ukuran Usaha Terhadap Kualitas Laporan Keuangan UMKM Di Kecamatan Teluk Jambe Timur. Economic Reviews Journal. Ihsan Nasihin. Sosialisasi Pencatatan Keuangan Sederhana Bagi Para Pelaku UMKM. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1259-1272. Ihsan Nasihin. Improving MSME Business By Preparing Financial Reports Based On MSME SAK. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 32-45. Ikatan Akuntan Indonesia. Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro. Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). Jakarta: Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia. Ita Mustika. Analisa Kesiapan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Dalam Penyusunan Laporan Keuangan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan dan Penerapan SAK EMKM Pada Laporan Keuangan UMKM. (Studi Kasus Pada UMKM Laundry Box di Kota Bata. Jurnal Akuntansi. Manajemen. Ekonomi, 248-259. Kiki Rizkiya Amalia Lubis. Pengaruh Literasi Keuangan. Pemanfaatan Sistem Informasi Akuntansi Dan Penggunaan Teknologi Informasi Terhadap Kinerja UMKM. Journal of Economic. Business and Accounting, 3034-3046. Kurnia Oktaria. Grounded Theory. Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer, 40-49. Lia Mita Syahri. Kesiapan Konselor Dalam Proses Konseling Yang Berhasil. Jurnal Bimbingan Konseling Dan Psikologi, 82-91. Lita Chairunnisa. Analisis Kesiapan Usaha Kecil Dan Menengah Dalam Penyusunan Laporan Keuangan Sesuai SAK EMKM Pada Laporan Keuangan UMKM Rose Laundry. Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan (Manke. , 1235-1245. Lutfiana. Analisis Tingkat Pemahaman Dan Tingkat Kesiapan UMKM Dalam Implementasi Laporan Keuangan Berbasis SAK-EMKM Pada UMKM Di Kabupaten Tegal. Tegal: Politeknik Harapan Bersama. Muktiana Hastiwi. Pentingnya Laporan Keuangan Dalam Menilai Kinerja Keuangan Pada Perusahaan. Seminar Nasional & Call For Paper . Surakarta: HUBISINTEK. Netty Merdiaty. Pengaruh Kesiapan Individu Untuk Berubah Terhadap Kesiapan Organisasi Untuk Berubah Dengan Mediator Rasa Berdaya Psikologis. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial, 390-400. Ni Komang Diah Ayu Parwati. Analisis Kesiapan Pelaku Umkm Dalam Menyusun Laporan Keuangan Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil Dan Menengah Pada Umkm Di Kabupaten Gianyar. Hita Akuntansi Dan Keuangan, 46-58. Novia Putri Haryanti. Analisis Kesiapan EMKM dalam Penerapan Akuntansi Berdasarkan SAK EMKM: Studi Kasus EMKM Djati Laundry. Jurnal Ekonomi. Keuangan Dan Bisnis Syariah, 7207-7221. Presiden Republik Indonesia. 8 ). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro. Kecil Dan Menengah. Jakarta: Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor Kesiapan Penerapan SAK EMKM Dalam Penyusunan Laporan Keuangan Pada UMKM Zamel Snack (Alya Dian Nurul Azmi. Rohma Septiawati,dan Ihsan Nasihi. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis Vol. 10 No. Juni 2025 . e-ISSN 2527-8215 Ratna Nabila. Analisis Kesiapan UMKM Batik Mugi Barokah Untuk Mengimplementasikan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro. Kecil. Menengah (SAK EMKM). Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen. Ekonomi, dan Akuntans. , 1-19. Resdita Fery Atikasuri. Analisis Kesiapan UMKM dalam Implementasikan SAK EMKM: Studi Kasus UMKM Mitra Alfamart di Karawang. Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah, 63866401. Rizal Safarudin. Penelitian Kualitatif. Innovative: Journal Of Social Science Research, 115. Rizki Amalia Septiani. Analisis Kesiapan Implementasi Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil Menengah Pada UMKM Di Kota Pontianak. Jurnal Akuntansi. Auditing dan Investasi (JAADI), 1117. Siti Nur Haliza. Pengaruh Penerapan Standar Akuntansi Keuangan dan Tax Planning Terhadap Kualitas Laporan Keuangan UMKM Kabupaten Karawang. Jurnal Kajian Ekonomi Dan Bisnis Islam. Supriono. Implementasi Standar Akuntansi Keuangan EMKM Ditinjau Dari Pendekatan Theory Of Planned Behavior. Journal of Economic. Business and Engineering (JEBE), 411-418. Susi Retna Cahyaningtyas. Pendampingan Implementasi Konsep Entitas Bisnis Pada Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Desa Jagaraga. Jurnal Abdimas Sangkabira, 69-72. Tantik Sumarlin. Dasar Akuntansi Keuangan. Semarang: Yayasan Prima Agus Teknik. Torang Siregar. Grounded Theory Untuk Penelitian Kualitatif. Kuningan: Goresan Pena. Wiyanda Vera Nurfajriani. Triangulasi Data Dalam Analisis Data Kualitatif. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 826-833. Yeny Rostiani. Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Untuk UMKM Kabupaten Karawang. Jurnal Abdimas: Teknologi dan Sistem Informasi, 1-6. Yuni Putri Yustisi. Buku Referensi Pengantar Akuntansi . Jambi: PT. Sonpedia Publishing Indonesia. Zulfa Ainun Azizatu Rahmah. Pengaruh Pemahaman dan Kesiapan terhadap Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah(SAK EMKM) pada UMKM Jenis Perdagangan dan Reparasi di Kabupaten Ponorogo. MAMEN (Jurnal Manajeme. , 259-271. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 10 No. Juni 2025