Jurnal Viabel Pertanian Vol. 16 No. 2 November 2022 p-ISSN: 1978-5259 e-ISSN: 2527-3345 http://ejournal. id/index. php/viabel Fitria Nur Hidayah & Ernoiz Antriyandarti, 2022. Bauran Pemasaran Maggot BSF (Black Soldier Fl. di Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kota Surakarta. Journal Viabel Pertanian. , 16. BAURAN PEMASARAN MAGGOT BSF (Black Soldier Fl. DI DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN KOTA SURAKARTA Diterima: 08 Juli 2022 Revisi: 06 November 2022 Terbit: 29 November 2022 Fitria Nur Hidayah, 2Ernoiz Antriyandarti Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Indonesia E-mail: 2ernoiz_a@staff. 1,2, ABSTRAK Pengolahan sampah khususnya di daerah perkotaan menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah. Daerah perkotaan yang memiliki populasi penduduk padat dan keterbatasan ketersediaan lahan pengolahan sampah menjadikan harus ada solusi untuk mengatasi hal tersebut. Sampah organik seringkali belum diolah dengan baik, terutama di daerah perkotaan. Oleh karena itu, budidaya maggot BSF (Black Soldier Fl. sebagai pengurai sampah organik dapat menjadi salah satu solusi mengurangi sampah organik sekaligus berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pemasaran maggot BSF sebagai pakan ternak. Salah satu lembaga pemerintah yang melakukan edukasi, budidaya, dan pemasaran maggot BSF adalah Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bauran pemasaran maggot BSF di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surakarta dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa terdapat 7 faktor yang mempengaruhi bauran pemasaran yaitu produk, harga, promosi, tempat, orang, proses dan bukti Pemasaran maggot BSF dalam keadaan hidup menjadi kendala tersendiri, maka dalam proses distribusi harus memiliki perlakuan khusus. Maggot BSF segar juga memiliki waktu yang singkat sebelum berubah menjadi pre-pupa. Selain itu, belum banyak masyarakat yang mengenal maggot BSF sebagai pakan alternatif ternak ikan dan unggas. Kata kunci: maggot BSF, bauran pemasaran, kendala ABSTRACT Waste management, especially in the regions, is a challenge for the Areas that have dense populations and limited availability of land for waste processing make there a solution to overcome this. One of the waste that has not been treated properly in urban areas is organic waste. Therefore, the cultivation of BSF (Black Soldier Fl. larvae as a decomposer of organic waste can be a solution to reduce organic waste while increasing people's income through marketing BSF larvae as animal feed. One of the government institutions that conducts education, cultivation, and marketing of BSF larvae is Food Security and Agriculture Department of Surakarta City. Study aims to determine the marketing mix of BSF larvae in the Food Security and Agriculture Department of Surakarta City by using a descriptive method. The results showed that there are 7 factors that influence the marketing mix, namely product, price, promotion, place, people, process and physical evidence. The problem faced is that because BSF larvae are marketed alive, in the distribution process they must have special treatment. Fresh BSF larvae also have a short time before turning into pre-pupae. In addition, not many people are familiar with BSF larvae as an alternative feed for fish and poultry. Keyword: BSF larvae, marketing mix, constraints PENDAHULUAN Jurnal Viabel Pertanian Vol. 16 No. 2 November 2022 p-ISSN: 1978-5259 e-ISSN: 2527-3345 http://ejournal. id/index. php/viabel Fitria Nur Hidayah & Ernoiz Antriyandarti, 2022. Bauran Pemasaran Maggot BSF (Black Soldier Fl. di Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kota Surakarta. Journal Viabel Pertanian. , 16. Hasil sisa yang sudah tidak dimanfaatkan lagi disebut sampah, yang dibagi menjadi dua yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik adalah limbah yang berasal dari sisa makhluk hidup . yang mengalami pembusukan atau Sedangkan sampah anorganik berasal dari bahan-bahan yang sulit diurai oleh Adapun proses penguraiannya membutuhkan waktu yang cukup lama bahkan hingga ratusan tahun (Fadillah, et al. , 2. Peningkatan populasi akan diikuti dengan bertambahnya sampah. Berdasarkan KLHK . , volume sampah Indonesia sekitar 68,5 juta ton per tahun. Sampah organik di daerah perkotaan menjadi tantangan tersediri. Sampah organik yang tidak terkelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai masalah lingkungan seperti menimbulkan bau tidak sedap, menggangu estetika, media berkembang biak vektor dan hewan pengerat, serta dapat mempengaruhi kesehatan manusia. Ketersediaan lahan yang terbatas di perkotaan dibutuhkan teknologi yang dapat dengan singkat mengurai sampah organik (Fauzi dan Muharram, 2. Pembudidayaan maggot Black Soldier Fly (BSF) dapat menjadi salah satu solusi dalam penguraian sampah organik dengan menggunakan lalat tentara hitam (Nurprojo et al. , 2. Lalat jenis BSF berukuran lebih besar daripada lalat lainnya, dan tidak menimbulkan penyakit. Hal ini dikarenakan siklus hidup BSF hanya untuk kawin dan bereproduksi, yang terdiri dari 4 fase yaitu fase telur, fase larva, fase pupa, dan fase lalat dewasa (Salman et al. , 2. Maggot BSF dapat menjadi pengganti pakan yang kaya akan kandungan protein (Mokolensang, et al. , 2. Kandungan protein hewani pada maggot BSF cukup tinggi. yaitu sekitar 30-45% (Amandanisa dan Suryadarma, 2. Larva dari lalat BSF dapat mengubah material organik menjadi benda yang bernilai ekonomi. Larva BSF mampu mendegradasi sampah organik menjadi sumber protein yang bisa menjadi alternatif pakan ternak (Auliani et al. , 2. Tingginya kandungan nutrien khususnya protein pada maggot BSF dapat menjadi sumber protein alternatif pakan ternak unggas dan ikan (Fahmi, 2. Berbagai keuntungan budidaya maggot BSF tersebut dapat berpotensi dalam peningkatan ekonomi masyarakat melalui pemasaran maggot BSF sebagai pakan ternak alternatif. Pemasaran . merupakan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan melalui proses pertukaran (Gustama, 2. Pemasaran menjadi kunci dari sebuah bisnis baik barang maupun jasa (SuAoudi, 2. Manajemen pemasaran adalah proses pelaksanaan dan penetapan seluruh aspek suatu produk pada saat awal sebelum beredar ke pasar (Musfar, 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi bauran pemasaran adalah 4P . roduk, harga, tempat dan promos. yang berkembang menjadi 7P . roduk, harga, tempat dan promosi, orang, proses dan bukti fisi. Melihat fenomena kurangnya pemanfaatan sampah di perkotaan khususnya sampah organik menjadikan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surakata melakukan budidaya maggot BSF untuk mengedukasi masyarakat bahwa maggot BSF dapat digunakan untuk mengurai masalah sampah organik di perkotaan. Maggot BSF yang dapat dijadikan pakan alternatif berprotein tinggi untuk ternak ikan dan unggas menjadikan kegiatan budidaya maggot BSF memiliki nilai ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bauran pemasaran Maggot BSF yang dilakukan oleh DKPP Kota Surakarta. Jurnal Viabel Pertanian Vol. 16 No. 2 November 2022 p-ISSN: 1978-5259 e-ISSN: 2527-3345 http://ejournal. id/index. php/viabel Fitria Nur Hidayah & Ernoiz Antriyandarti, 2022. Bauran Pemasaran Maggot BSF (Black Soldier Fl. di Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kota Surakarta. Journal Viabel Pertanian. , 16. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan cara observasi, wawancara, field practice, dan pendekatan eksploratif pada tanggal 31 Desember 2021 sampai 4 Februari 2022. Lokasi penelitian dilakukan di DKPP Kota Surakarta yang beralamatkan di Jalan Jagalan No. Jagalan. Jebres. Surakarta. Jawa Tengah. Dengan praktik lapangan dapat mereduksi batas antara konteks teori dan simulasi di lingkungan yang terjadi secara empiris. Metode ini melibatkan praktisi yang melakukan aspek pekerjaan inti sebagai fasilitator sistem pasar, tetapi dengan perhatian khusus pada bauran pemasaran yang dicoba untuk dikembangkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pertambahan jumlah penduduk khususnya di perkotaan merupakan salah satu penyebab permasalahan sampah. Pengolahan sampah harus dilakukan dengan cara yang tepat agar tidak menimbulkan permasalahan lingkungan. Limbah organik yang banyak dihasilkan dari aktivitas rumah tangga, komersial, dan institusi dapat dimanfaatkan sebagai pakan larva serangga pengurai seperti lalat Black Soldier Fly (BSF) atau yang dikenal dengan maggot BSF. Oleh karena itu. DKPP Kota Surakarta memanfaatkan lalat ini untuk menjawab permasalahan sampah kota khususnya sampah organik dan sebagai edukasi kepada masyarakat mengenai keuntungan dari budidaya maggot BSF. Bauran Pemasaran Maggot BSF di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surakarta Produk . BSF memiliki nama latin Hermetia ilucens, berwarna hitam dengan panjang lalat berkisar antara 15-20 mm. Maggot BSF menghasilkan kualitas yang baik jika diberi makanan sampah organik yang berasal dari sampah restoran. Sampah organik diambil dari sisa restoran yang ada di Hotel Alila yang nantinya akan digunakan sebagai pakan Sisa dari budidaya maggot yaitu kasgot . ekas kotoran maggo. diberikan kepada Hotel Alila sebagai pupuk organik untuk lahan sayur yang ada di sana. Sampah organik yang dihasilkan Hotel Alila per harinya berkisar 1 kuintal. Sampah-sampah yang dibawa dari Hotel Alila ke Dinas Pertanian Surakarta dimasukkan ke dalam tong-tong besar penampungan sampah yang setiap tong berisi kurang lebih 50-70 kg sampah Kerja sama pengadaan sampah organik yang dilakukan demplot maggot BSF dengan Hotel Alila ini menjadikan budidaya maggot BSF di DKPP Kota Surakarta terjamin persediaan pakannya. DKPP Kota Surakarta menghasilkan beberapa produk yang dijual seperti telur BSF, maggot fresh yang berumur 15-20 hari, dan maggot yang berumur lebih dari 21 hari . Konsumen yang membeli telur dan pupa BSF biasanya digunakan sebagai bibit untuk budidaya maggot BSF. Penjualan yang paling banyak diminati adalah maggot fresh karena biasanya maggot ini digunakan untuk pakan tenak unggas atau ikan lele. Jumlah maggot BSF fresh yang dapat dihasilkan selama seminggu di demplot maggot ini adalah 100 kg. Harga . Harga memainkan peran penting dalam kegiatan pemasaran. Sebagai salah satu elemen dalam bauran pemasaran, harga dapat dijadikan sebagai alat yang strategis dalam pemasaran jika digunakan secara tepat. Penetapan harga jual maggot BSF fresh di DKPP Kota Surakarta didasarkan melalui perhitungan biaya yang disertai dengan pertimbangan Jurnal Viabel Pertanian Vol. 16 No. 2 November 2022 p-ISSN: 1978-5259 e-ISSN: 2527-3345 http://ejournal. id/index. php/viabel Fitria Nur Hidayah & Ernoiz Antriyandarti, 2022. Bauran Pemasaran Maggot BSF (Black Soldier Fl. di Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kota Surakarta. Journal Viabel Pertanian. , 16. harga di pasaran. Budidaya maggot BSF yang dilakukan di DKPP Kota Surakarta bekerja sama dengan Hotel Alila sebagai pemasok sampah organik untuk pakan maggot sehingga tidak terdapat pengeluaran untuk pembelian pakan maggot BSF. Tabel 1 menunjukkan rincian biaya dalam budidaya maggot BSF. Tabel 1. Rincian Biaya dalam Budidaya Maggot BSF No. Rincian Jumlah Satua Harga (R. Total (R. Umur Biaya per satu siklus (R. Biaya Investasi Rak kayu 1 unit Biopond 2 unit Biopond 1 unit Wadah Saringan 1 unit Ram kawat 1 meter Rangka 1 unit BSF Rangka BSF Paku pines 1 box Karet Wadah Kayu pipih 2 unit Alas 4 perseg BSF . erpal/ MMT) . Biaya Operasional Telur 10 gram Dedak 1 kg Jumlah Sumber: Buku Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) DKPP Kota Surakarta . Biaya yang dikeluarkan untuk budidaya maggot BSF setiap siklusnya tanpa membeli pakan adalah Rp 106. Setiap 1 gram telur maggot akan menghasilkan 2 kg maggot segar sehingga jika dalam rincian tersebut telur maggot yang dibudidayakan Jurnal Viabel Pertanian Vol. 16 No. 2 November 2022 p-ISSN: 1978-5259 e-ISSN: 2527-3345 http://ejournal. id/index. php/viabel Fitria Nur Hidayah & Ernoiz Antriyandarti, 2022. Bauran Pemasaran Maggot BSF (Black Soldier Fl. di Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kota Surakarta. Journal Viabel Pertanian. , 16. adalah 10 gram maka akan menghasilkan 20 kg maggot fresh sehingga HPP dari maggot fresh tersebut adalah: HPP = Total biaya produksi : jumlah maggot fresh HPP = 106. 400 : 20 HPP = Rp 5. 320 per kg maggot fresh Berdasarkan perhitungan tersebut. DKPP Kota Surakarta menjual maggot fresh pada kisaran harga Rp 7. 000 hingga Rp 8. Selain dalam bentuk maggot fresh, dalam budidaya ini juga menjual telur dan maggot dalam bentuk pupa. Telur BSF dijual dengan harga Rp 6. 000 per gram sedangkan pupa BSF dapat dijual dengan harga Rp 50. hingga Rp 60. 000 per kilogram. Produk hasil budidaya maggot yang paling banyak diminati adalah maggot fresh karena biasanya maggot ini digunakan untuk pakan tenak unggas atau ikan lele. Promosi . Promosi yang dilakukan meliputi 2 saluran promosi yaitu melalui media online dan offline. Media online yang digunakan DKPP ini adalah Instagram dan YouTube. Promosi melalui media online tersebut dikemas dalam bentuk video edukasi. Promosi secara offline dilakukan dengan cara dari mulut ke mulut, penerbitan buku cetak, dan melalui edukasi terhadap pengunjung yang mendatangi Taman Winasis. Promosi dari mulut ke mulut dilakukan kepada kolega khususnya kepada mereka yang membudidayakan ikan lele. Penerbitan buku cetak selain sebagai sarana promosi, juga sebagai pedoman dalam budidaya maggot BSF kepada masyarakat luas. Promosi kepada pengunjung yang mendatangi Taman Winasis juga menjadi salah satu langkah strategis mempromosikan maggot BSF sebagai pakan alternatif ternak ayam atau ikan lele karena belum banyak orang yang mengetahui potensi dari maggot BSF ini. Tempat . Budidaya maggot BSF dilakukan di Taman Winasis DKPP Kota Surakarta di Jl. Jagalan No 26. Surakarta. Jawa Tengah, 57124. Alasan pemilihan lokasi di DKPP Kota Surakarta adalah pengelola maggot BSF tersebut adalah TKPK pada dinas tersebut sehingga memudahkan perawatannya. Selain itu, demplot maggot yang terletak di Taman Winasis juga sebagai sarana untuk memperkenalkan dan edukasi budidaya serta manfaat potensial maggot BSF kepada masyarakat yang mengunjungi Taman Winasis. Demplot maggot BSF tempat pembesaran larva ini memiliki luas kurang lebih 5m x 3m. Sementara itu, tempat BSF dewasa dan bertelur dipisah pada tempat lain yang diberi kelambu berwarna hitam karena BSF dewasa lebih menyukai tempat yang gelap untuk bertelur. Luas tempat BSF bertelur ini kurang lebih 2m x 2m. Orang . DKPP mengelola budidaya dan pemasaran maggot BSF ini melibatkan TKPK (Tenaga Kerja dengan Perpanjangan Kontra. TKPK yang bekerja di demplot maggot BSF ini berjumlah 3 orang. TKPK tersebut merupakan tenaga kerja yang secara umum kegiatannya melakukan pembudidayaan dan pemasaran produk yang dihasilkan di demplot maggot BSF. Perawatan maggot BSF ini cukup mudah dilakukan sehingga tidak dibutuhkan banyak TKPK dan keahlian khusus dalam pelaksanaannya. Walaupun demikian, demplot maggot ini dalam memilih TKPK membutuhkan pengurus yang memiliki motivasi kerja Hal tersebut karena bekerja di demplot maggot bukan hal yang mudah karena harus berurusan dengan pakan maggot BSF yang berasal dari sampah organik. Selain itu. BSF juga memiliki siklus hidup yang singkat sehingga pengurus harus disiplin dalam menjalankan setiap tahap kegiatannya. Jurnal Viabel Pertanian Vol. 16 No. 2 November 2022 p-ISSN: 1978-5259 e-ISSN: 2527-3345 http://ejournal. id/index. php/viabel Fitria Nur Hidayah & Ernoiz Antriyandarti, 2022. Bauran Pemasaran Maggot BSF (Black Soldier Fl. di Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kota Surakarta. Journal Viabel Pertanian. , 16. Proses . Proses pertama yang dilakukan dalam pengembangbiakan maggot BSF adalah penetasan telur BSF. Penetasan dilakukan dengan cara menyiapkan baskom yang diberi dedak basah di tengahnya, kemudian menaburkan dedak kering di sekeliling baskom. Setelah itu, di atas dedak basah diletakkan ram kawat kemudian di atas ram ditutup dengan tisu kering dan meletakkan telur BSF di atas tisu kering tersebut. Selanjutnya, pada baskom diberi keterangan tanggal dan jumlah telur untuk mengetahui umur dan jumlah pakan yang harus diberikan selama proses pembesaran. Kebutuhan pakan maggot BSF untuk per 1 gram telur adalah 1-2 kg/ hari. Baskom kemudian diletakkan di tempat yang tertutup dan kering. Telur yang menetas nantinya akan menuju ke dedak basah kemudian bayi maggot dipindahkan ke kotak pembesaran. Kotak pembesaran atau bio pond maggot BSF dibagi menjadi dua, yaitu bio pond tanpa ramp dan bio pond dengan ramp. Bio pond tanpa ramp . idang mirin. digunakan sebagai media untuk memproduksi larva muda sedangkan bio pond dengan ramp digunakan sebagai media memproduksi larva yang akan menjadi prepupa. Bidang miring tersebut berfungsi sebagai jalan migrasi larva. Kotak pembesaran tanpa ramp yang sudah diberi pakan secara merata ditaburi bayi maggot BSF. Pakan maggot BSF diberikan secara rutin setiap hari. Maggot BSF yang berumur 15-20 siap untuk dipanen. Maggot BSF yang akan dijadikan indukan, diletakkan di kotak pembesaran dengan ramp yang menjadi jalan migrasi prepupa yang dimulai pada usia 18-21 hari. Prepupa yang sudah bisa dipanen, diletakkan di wadah lalu di pindahkan ke kandang BSF. Pada usia 7-14 hari prepupa akan menetas menjadi lalat BSF. Maggot BSF segar . erumur 15-20 har. yang akan dipasarkan dibersihkan terlebih dahulu dari sisa-sisa sampah organik dengan cara meletakkan maggot di ram kawat sehingga maggot akan jatuh dengan sendirinya ke wadah panen maggot. Wadah panen maggot biasanya diberi serbuk gergaji agar maggot lebih cepat kering. Setelah itu maggot dikemas dengan kemasan jaring yang dibentuk menyerupai karung. Hal ini dilakukan agar maggot mendapatkan sirkulasi udara yang baik sehingga tidak akan mudah mati saat dipasarkan. Bukti fisik . hysical evidenc. Tempat budidaya maggot BSF di DKPP memiliki total luas kurang lebih 7m x Tempat budidaya ini terdiri atas dua tempat yaitu tempat bertelur dan penetasan maggot serta tempat pembesaran maggot. Tempat bertelur dan penetasan terdiri atas kerangka kandang, insect net/ jaring, tempat pupa, media hinggap BSF, media pemancing telur BSF, dan media bertelur BSF. Tempat pembesaran maggot terdiri atas kotak pembesaran atau bio pond tanpa ramp dan bio pond dengan ramp. Tempat pakan maggot yang diambil dari Hotel Alila diletakkan di tong-tong besar yang disimpan di tempat Demplot budidaya maggot BSF yang terletak di Taman Winasis yang ada di dalam DKPP Kota Surakarta di bagian dinding bagian belakang diletakkan banner yang bertuliskan AuDemplot MaggotAy sehingga memudahkan pengunjung Taman Winasis mengenali tempat tersebut. Pada bagian depan demplot maggot, diletakkan banner dengan ukuran yang lebih besar yang berisi siklus budidaya maggot BSF. Letak demplot yang berdekatan dengan kandang ayam memudahkan saat akan melakukan display kepada pengunjung dengan memberikan maggot untuk pakan ayam. Sebagai bentuk percontohan. DKPP Kota Surakarta membuat sebuah kolam ikan lele yang diberi makan dengan maggot BSF sebagai contoh kolam percontohan untuk pengunjung yang mendatangi Taman Winasis. Jurnal Viabel Pertanian Vol. 16 No. 2 November 2022 p-ISSN: 1978-5259 e-ISSN: 2527-3345 http://ejournal. id/index. php/viabel Fitria Nur Hidayah & Ernoiz Antriyandarti, 2022. Bauran Pemasaran Maggot BSF (Black Soldier Fl. di Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kota Surakarta. Journal Viabel Pertanian. , 16. Kendala Bauran Pemasaran Maggot BSF di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surakarta Budidaya dan pemasaran maggot BSF yang dilakukan oleh DKPP Kota Surakarta tidak terlepas dari kendala-kendala, khususnya dalam bauran pemasarannya. Tidak seperti pelet, maggot BSF merupakan pakan ikan yang masih hidup dan hal tersebut menyebabkan maggot BSF harus memiliki perlakukan khusus dalam distribusinya agar masih tetap hidup saat sampai di tempat tujuan. Selain itu, maggot BSF fresh memiliki umur yang tidak lama sebelum maggot berubah menjadi pre-pupa. Beberapa permasalahan tersebut menyebabkan pemasaran maggot BSF hanya ada di sekitaran Kota Surakarta saja. DKPP Kota Surakarta dalam rangka mengatasi permasalahan tersebut berencana untuk membuat produk maggot BSF kering. Saat ini, pihaknya masih berupaya untuk menyediakan alat yang dapat digunakan untuk membuat maggot BSF kering sehingga lebih aman saat akan didistribusikan di tempat yang lebih jauh dengan harga yang lebih tinggi. Kendala lain yang dialami dalam pemasaran maggot BSF adalah belum banyak masyarakat yang mengenal maggot BSF. Kepopuleran maggot BSF yang rendah dikalangan masyarakat menyebabkan beberapa pembudidaya maggot BSF kesulitan untuk memasarkan produknya sehingga tidak jarang mereka menitipkannya ke DKPP Kota Surakarta untuk penjualannya. Menurut pengurus demplot maggot BSF di sana, walaupun hewan ini memiliki kandungan protein tinggi yang sangat baik untuk pertumbuhan hewan ternak, nyatanya belum banyak peternak unggas dan ikan yang mengetahui hal tersebut. Oleh karena itu, setiap ada kunjungan ke Taman Winasis mereka mengenalkan dan mengedukasi tentang maggot BSF kepada pengunjung. DKPP Kota Surakarta juga membuat sebuah kolam lele percontohan di salah satu sudut Taman Winasis. Kolam ini digunakan sebagai pembanding antara ikan lele yang diberi pakan pelet dengan ikan lele yang diberi pakan maggot BSF. Buku mengenai budidaya maggot BSF yang diterbitkan melalui kerja sama dengan Gita Pertiwi . embaga non-profit yang terfokus pada kegiatan pelestarian lingkungan dan pengembangan masyaraka. diharapkan dapat mengedukasi masyarakat lebih luas lagi mengenai maggot BSF. Buku tersebut memuat dasar pemikiran budidaya maggot BSF, cara budidaya maggot BSF, persiapan peralatan dan proses budidaya maggot BSF, serta analisis usaha budidaya maggot BSF KESIMPULAN DKPP Kota Surakarta menghasilkan beberapa produk yang dijual seperti telur BSF, maggot fresh yang berumur 10-15 hari, dan maggot yang berumur lebih dari 21 hari . dalam budidaya maggot BSF. Maggot fresh dijual pada kisaran harga Rp 7. hingga Rp 8. 000, telur BSF pada kisaran harga Rp 6. 000 per gram, dan pupa BSF pada kisaran harga Rp 50. 000 hingga Rp 60. 000 per kilogram. Promosi yang dilakukan meliputi 2 saluran promosi yaitu melalui media online dan offline. Lokasi Budidaya maggot BSF dilakukan di Taman Winasis DKPP Kota Surakarta. Pengelolaan budidaya dan pemasaran maggot BSF ini melibatkan TKPK (Tenaga Kerja dengan Perpanjangan Kontra. yang berjumlah 3 orang. Proses dalam bauran pemasaran maggot BSF ada dua yaitu proses pengadaan dan proses penjualan. Physical evidence berupa lingkungan fisik kantor DKPP serta demplot maggot BSF yang terletak di Taman Winasis. Kendala dalam bauran pemasaran maggot BSF ini adalah maggot BSF merupakan pakan ikan yang masih hidup sehingga maggot BSF harus memiliki perlakukan khusus dalam distribusinya agar masih tetap hidup saat sampai di tempat Jurnal Viabel Pertanian Vol. 16 No. 2 November 2022 p-ISSN: 1978-5259 e-ISSN: 2527-3345 http://ejournal. id/index. php/viabel Fitria Nur Hidayah & Ernoiz Antriyandarti, 2022. Bauran Pemasaran Maggot BSF (Black Soldier Fl. di Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kota Surakarta. Journal Viabel Pertanian. , 16. Maggot BSF segar juga memiliki waktu yang singkat sebelum kemudian berubah menjadi pre-pupa. Selain itu, belum banyak masyarakat yang mengenal maggot BSF. Solusi untuk permasalahan tersebut yaitu pihak dinas berencana untuk membuat produk maggot BSF kering serta melalukan kegiatan promosi dan pengenalan maggot BSF kepada masyarakat yang lebih intensif lagi. DAFTAR PUSTAKA