PEMBELAJARAN KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP BERBASIS VIDEO H5P TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP NEGERI 1 TURIKALE Febri Amaliah1 Universitas Muslim Maros, febriamaliah23@gmail. Hikmah Rusdi2 Universitas Muslim Maros, hyrusme@umma. Nurhidayah3 Universitas Muslim Maros, nurhidayah@umma. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis video interaktif H5P terhadap motivasi belajar siswa pada materi klasifikasi makhluk hidup di SMP Negeri 1 Turikale. Metode penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan model Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas VII E sebagai kelas eksperimen yang menggunakan media video H5P dan kelas VII I sebagai kelas kontrol yang menggunakan buku paket, masing-masing berjumlah 32 siswa. Data dikumpulkan melalui angket motivasi belajar dan dianalisis secara kuantitatif menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa pada kelas eksperimen mencapai rata-rata 82,75% dengan kategori sangat baik, sedangkan kelas kontrol hanya memperoleh rata-rata 64,5% dengan kategori baik. Perbedaan signifikan tersebut mengindikasikan bahwa penggunaan video H5P mampu meningkatkan motivasi belajar siswa secara lebih efektif dibandingkan metode konvensional. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pemanfaatan media pembelajaran interaktif untuk mengatasi keterbatasan metode tradisional, khususnya pada materi abstrak seperti klasifikasi makhluk hidup. Oleh karena itu, media berbasis H5P direkomendasikan sebagai alternatif inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di tingkat SMP. Abstract This research aims to analyze the effect of using interactive video-based learning media H5P on students' learning motivation on the material on the classification of living creatures at SMP Negeri 1 Turikale. The research method uses a quasi-experimental design with the Nonequivalent Control Group Design model. The research sample consisted of two classes, namely class VII E as the experimental class which used H5P video media and class VII I as the control class which used textbooks, each with a total of 32 students. Data was collected through a learning motivation questionnaire and analyzed quantitatively using a Likert scale. The research results showed that students' learning motivation in the experimental class reached an average of 82. 75% in the very good category, while the control class only achieved an average 5% in the good category. This significant difference indicates that the use of H5P videos is able to increase students' learning motivation more effectively than conventional methods. These findings underline the importance of using interactive learning media to overcome the Amaliah, et. al, 2026: Klasifikasi Makhluk Hidup Berbasis Video H5p limitations of traditional methods, especially in abstract material such as the classification of living things. Therefore. H5P-based media is recommended as an innovative alternative to improve the quality of science learning at the junior high school level. Kata Kunci: Klasifikasi Makhluk Hidup. Video H5p. Motivasi Belajar Siswa PENDAHULUAN hingga spesies. Kondisi ini berdampak pada Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada abad ke-21 telah pembelajaran dan berpotensi menurunkan membawa dampak signifikan terhadap dunia motivasi belajar. Padahal, motivasi belajar Pendidikan (Murti, 2. Pembelajaran merupakan faktor psikologis yang sangat yang sebelumnya terbatas pada penggunaan buku teks, papan tulis, dan penjelasan verbal akademik siswa, karena menjadi pendorong dari guru, kini bertransformasi menjadi lebih interaktif, dinamis, dan berpusat pada peningkatan konsentrasi, serta ketekunan peserta didik. Integrasi teknologi digital dalam belajar. dalam proses pembelajaran tidak hanya Upaya untuk mengatasi hambatan membuka akses ke sumber belajar yang lebih luas, tetapi juga menawarkan metode pembelajaran yang mampu menghadirkan penyajian materi yang lebih variatif dan pengalaman belajar yang lebih kontekstual. Hal ini selaras dengan tuntutan visual, dan interaktif. Salah satu media yang pembelajaran abad 21 yang menekankan berkembang pesat adalah H5P (HTML5 penguasaan keterampilan berpikir kritis. Packag. , sebuah platform pembelajaran . C). pembuatan konten digital interaktif berupa Salah satu tantangan utama dalam IPA, video, kuis, maupun presentasi. Video H5P klasifikasi makhluk hidup, adalah sifat menyajikan informasi secara audio-visual, tetapi juga mengajak siswa untuk terlibat ilmiah, serta memuat hierarki taksonomi aktif melalui fitur pertanyaan reflektif, yang kompleks. Siswa sering kali kesulitan Dengan demikian. H5P berpotensi tingkatan klasifikasi mulai dari kingdom Amaliah, et. al, 2026: Klasifikasi Makhluk Hidup Berbasis Video H5p sekaligus menumbuhkan motivasi belajar bosan dengan metode penyampaian yang Hal ini mengindikasikan perlunya Penelitian-penelitian inovasi media pembelajaran yang lebih interaktif untuk meningkatkan motivasi dan H5P meningkatkan kualitas pembelajaran. Reyna, keterlibatan siswa dalam proses belajar. Hanham, & Todd . menemukan bahwa Oleh karena itu, penelitian ini berfokus penggunaan H5P memberikan respon positif pada penerapan pembelajaran berbasis video H5P dalam materi klasifikasi makhluk hidup, pembelajaran sains. Temuan serupa juga dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana ditunjukkan oleh Utari dkk . yang menyatakan bahwa media H5P lebih efisien dibanding metode konvensional. Hal ini motivasi belajar siswa. Melalui penelitian ini terhadap pengembangan strategi pembelajaran sejalan dengan teori Cognitive Theory of menawarkan alternatif media yang sesuai Multimedia Learning dari Mayer . , dengan karakteristik peserta didik di era yang menekankan bahwa pembelajaran yang interaktivitas mampu mempercepat proses pemahaman terutama pada materi yang Berdasarkan hasil observasi di SMP Negeri 1 Turikale, pembelajaran IPA pada materi klasifikasi makhluk hidup selama ini masih mengandalkan buku paket dan media visual sederhana seperti charta. Namun. Beberapa kesulitan dalam mengingat istilah-istilah kelompok makhluk hidup, serta merasa METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah quasieksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Turikale yang terdiri atas dua kelas yaitu kelas eksperimen (VII E) menggunakan video H5P dan kelas kontrol (VII I) menggunakan buku paket Jumlah siswa di setiap kelas adalah 32 orang. Instrumen yang digunakan berupa angket motivasi belajar berisi 10 item pernyataan dengan skala Likert. Teknik analisis data menggunakan persentase skor dan dikategorikan berdasarkan interval yang Amaliah, et. al, 2026: Klasifikasi Makhluk Hidup Berbasis Video H5p telah ditetapkan (Nurwidiyanti, 2. Pada penelitian ini, angket motivasi Penyusunan belajar menggunakan skala Likert karena skala motivasi siswa terhadap penggunaan video ini dinilai praktis, fleksibel, dan mampu H5P pada pembelajaran materi klasifikasi merepresentasikan tingkat sikap siswa dari makhluk hidup. Instrumen penelitian pada sangat positif hingga sangat negatif. Menurut Rahman . Skala Likert yang diuji validitas dan reliabilitasnya untuk mengukur motivasi Hasilnya menunjukkan bahwa skala ini efektif dalam mengklasifikasikan tingkat penelitian ini berupa angket yang diberikan pada saat setelah perlakuan dengan jumlah pertanyaan sebanyak 10 butir. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan pengenalan motivasi belajar siswa pada kategori berbeda awal pada video H5P maupun buku paket. angat tinggi, tinggi, sedang, renda. Kemudian diberikan perlakuan pemberian Lebih lanjut, menurut Mohamed . materi klasifikasi makhluk hidup pada kelas menyatakan bahwa studi ini mengembangkan VII I sebagai kelas kontrol menggunakan instrumen berbasis skala Likert yang meliputi buku paket dan kelas VII E sebagai kelas Instrumen tersebut terbukti valid dan reliabel sekaligus memberikan dasar kuat bagi penelitian pendidikan berbasis motivasi. Prosedur yang akan dilaksanakan adalah persiapan penelitian dimulai dengan pemilihan tempat. Penelitian ini akan dilaksanakan di sebuah Sekolah Menengah Pertama Negeri yang terletak di kabupaten Maros yaitu SMP Negeri 1 Turikale. Sekolah ini dipilih karena disekolah ini belum pernah menerapkan media yang berbasis video H5P khususnya pada pembelajaran IPA. Sampel yang dipilih ada 2 kelas yaitu kelas VII I dengan jumlah 32 siswa sebagai kelas kontrol dan kelas VII E dengan jumlah 32 siswa sebagai kelas Angket H5P. pemberian materi. Teknik dilakukan pada penelitian ini adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, dengan datang langsung ke SMP Negeri 1 Turikale yang akan menjadi tempat penelitian dan dilakukan wawancara dengan kepala sekolah dan guru IPA kelas VII di SMP Negeri 1 Turikale. Pemberian angket dilakukan untuk memperoleh data motivasi Angket diberikan sebanyak satu kali yaitu setelah perlakuan. Pemberian angket bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam pembelajaran materi klasifikasi makhluk hidup dengan menggunakan video Amaliah, et. al, 2026: Klasifikasi Makhluk Hidup Berbasis Video H5p H5P. Penelitian menjadi lebih meyaakinkan siswa yang menggunakan media video apabila dilengkapi dengan bukti visual. interaktif H5P dan siswa yang belajar Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. berlangsung selama 2 minggu dengan 3 kali Penelitian Data kuantitatif diperoleh dari skor pertemuan, baik pada kelas control maupun Rumus untuk menganalisis hasil kelas eksperimen. Untuk pembelajaran IPA data dari lembar angket respon peserta didik dalam seminggu terdapat 5 jam sehingga menggunakan skala likert, sebagai berikut dalam 2 kali pertemuan setiap minggu durasi (Widagdo et al. , 2. waktunya berbeda. Subjek pada penelitian ini merupakan siswa kelas VII SMP Negeri 1 Turikale yang digunakan hanya dua kelas VII I sebagai kelas kontrol dan kelas VII E Keterangan: P = presentase skor f = jumlah skor hasil pengumpulan n = skor maksimal Setelah sebagai kelas eksperimen. Hasil pengisian angket menunjukkan perbedaan signifikan antara kelas elsperimen dan kelas control Tabel 2. Hasil Pengisian Angket menggunakan rumus di atas, maka akan Kelas Media Pembelajaran Ratarata Motivasi Belajar (%) VII E Video H5 82,75% Sangat Baik VII I Buku Paket 64,5% Baik penilaian, sebagai berikut: Tabel 1. Presentase Skor Siswa Indeks 0%-20% 21%-40% 41%-60% 61%-80% 81%-100% Penilaian Sangat kurang Kurang Cukup baik Baik Sangat baik Kategori Data diperoleh dari skor angket siswa SMP Negeri 1 Turikale kelas VII I Sumber: Nurwidiyanti, . sebagai kelas control dan kelas VII E HASIL DAN PEMBAHASAN perlakuan yang berbeda dilakukan untuk mengetahui motivasi belajar siswa pada mengetahui bagaimana motivasi belajar materi klasifikasi makhluk hidup antara Penelitian Amaliah, et. al, 2026: Klasifikasi Makhluk Hidup Berbasis Video H5p . uku H5P klasifikasi makhluk hidup. Berdasarkan respon motivasi siswa pada kelas control terhadap pembelajaran konvensional . uku pake. pada materi pelajaran klasifikasi rata-rata 64,5%. Untuk motivasi siswa pada kelas eksperimen terhadap pembelajaran menggunakan video Gambar 2. Diagram lingkaran porporsi motivasi belajar siswa. H5P pada materi klasifikasi makhluk hidup rata-rata 82,75%. Pada kelas kontrol, sebesar 64,5% siswa menunjukkan motivasi belajar, dan 35,5% menunjukkan motivasi rendah. Pada 82,75% sementara 17,25% masih tergolong rendah. Video H5P visualisasi yang lebih nyata dari konsep abstrak dalam klasifikasi makhluk hidup. Gambar 1. Grafik perbandingan kelas kontrol dan eksperimen perbandingan rata-rata skor motivasi belajar Terlihat bahwa siswa pada kelas rata-rata belajar lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Pada grafik diatas, menunjukkan keterlibatan siswa. Hasil ini mendukung Mayer Theory Multimedia Cognitive Learning menyatakan bahwa kombinasi visual dan Penelitian dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan. Pertemuan awal untuk kelas control yang menggunakan buku paket Amaliah, et. al, 2026: Klasifikasi Makhluk Hidup Berbasis Video H5p konvensional menggunakan buku paket. gambaran dasar mengenai materi klasifikasi Dari data yang dianalisis dari kelas kontrol makhluk hidup. Sedangkan pada kelas dan kelas eksperimen menggunakan angket diklasifikasikan adanya motivasi intrinsic pengenalan pembelajaran video H5P tentang yakni dorongan yang berasal dari dalam diri gambaran berbasis video H5P pada materi klasifikasi makhluk hidup. dorongan dari luar diri siswa. Pada pertemuan kedua untuk kelas control Pada menggunakan buku paket motivasi intrinsic makhluk hidup melalui buku paket mulai cenderung rendah karena banyak siswa dari pengertian klasifikasi makhluk hidup, merasa pembelajaran terlalu teoritis dan tujuan, takson, serta beberapa kingdom pada Sedangkan motivasi ekstrinsik materi klasifikasi makhluk hidup. Untuk kelas eksperimen pemberian pembelajaran membuat tugas hanya karena diminta oleh video H5P dengan menampilkan video tersebut menggunakan LCD dan peserta pembelajaran lebih bersifat paksaan atau didik diarahkan untuk memperhatikan video tersebut dan setiap muncul pertanyaan Pada selembar sampai selesai. pembelajaran berbasis video H5P dengan Pertemuan ketiga, untuk kelas control dan motivasi intrinsic yang tinggi, ditunjukkan dengan ketertarikan yang kuat terhadap video, kemudahan memahami materi secara motivasi belajar siswa ketika menggunakan Sedangkan motivasi ekstrinsik pada pembelajaran buku paket dan video H5P kelas ini juga meningkat, karena video H5P pada materi klasifikasi makhluk hidup. Berdasarkan data yang diperoleh bahwa dimana pada saat muncul kuis dan siswa penggunaan video interaktif H5P secara memberikan pujian yang membuat siswa signifikan meningkatkan motivasi belajar termotivasi memperhatikan pembelajaran siswa dibandingkan dengan pembelajaran menggunakan H5P dengan lebih baik. Hal Amaliah, et. al, 2026: Klasifikasi Makhluk Hidup Berbasis Video H5p ini menunjjukan baha video H5P tidak . yang menunjukkan bahwa H5P hanya mrningkatkan motivasi karena factor meningkatkan motivasi dan pemahaman luar, tetapi juga memotivasi siswa untuk konsep secara signifikan. belajar secara mandiri, dan aktif. Media H5P memungkinkan siswa KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk belajar dengan cara lebih visual, pengalaman belajar dan keterlibatan aktif mereka dalam proses pembelajaran. Selain itu, fitur H5P seperti kuis interaktif, video responsif, dan feedback instan juga mendorong siswa untuk tetap fokus dan termotivasi dalam mengikuti pembelajaran. Akan tetapi kekurangan karena media ini tidak bisa penggunaan video interaktif berbasis H5P pada materi klasifikasi makhluk hidup secara signifikan meningkatkan motivasi Kelas memperoleh skor rata-rata motivasi sebesar 82,75% . ategori sangat bai. , lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang hanya mencapai 64,5% . ategori bai. Temuan ini interaktif H5P tidak hanya efektif dalam terakses dalam keadaan offline. Sebaliknya, penggunaan buku paket sebagai media pembelajaran, meskipun tetap relevan secara konten, cenderung bersifat pasif dan kurang menarik secara visual, sehingga tidak secara maksimal mendorong motivasi belajar siswa, khususnya pada menyampaikan materi yang kompleks dan abstrak, tetapi juga mampu menciptakan partisipatif, dan mendorong keterlibatan aktif siswa. UCAPAN TERIMAKASIH materi klasifikasi makhluk hidup yang Ucapan terimakasih peneliti ucapkan membutuhkan pemahaman konseptual dan kepada semua pihak yang berkontribusi visualisasi konkret. Dengan demikian, temuan pada penellitian ini, terutama kepada bapak ini mengindikasikan bahwa integrasi teknologi, kepala sekolah SMP Negeri 1 Turikale yang khususnya melalui media interaktif seperti H5P, pembelajaran untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini juga didukung oleh studi Reyna et al. dan Kartini et al. mengizinkan dan memberikan fasilitas untuk mengambil data penelitiam ini. DAFTAR PUSTAKA