Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat, e-ISSN: 2775-2437 Vol. 1 No. 1 Edisi Juni 2021 https://ejournal. id/index. php/JPK ============================================================================================== Received: 04 June 2021 :: Accepted: 30 June 2021 :: Published: 30 June 2021 SOSIALISASI PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DI PUSKESMAS TANJUNG MORAWA Marice Simarmata1*. Ika Nur Saputri1. Raisha Octavariny1. Delita Br Panjaitan1. Irmayani1. Irma Nurianti1 Program Studi Kesehatan Masyarakat Program Magister. Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam Jln. Sudirman No. 38 Lubuk Pakam. Kabupaten Deli Serdang. Sumatera Utara Ae Indonesia *email korespondensi author: maricesimarmata@medistra. DOI 10. 35451/jpk. Abstrak Stunting pada bayi dan balita merupakan suatu masalah gizi yang bersifat kronis yang membutuhkan penanganan secara komprehensif dan melibatkan berbagai lintas Tahun 2018 ditetapkan sebagai upaya penerapan penurunan stunting yang merupakan fokus utama dalam pembangunan nasional melalui Rencana Aksi Nasional Gizi dan Ketahanan Pangan yang ada di Indonesia. Kabupaten Tanjang Morawa termasuk salah satu yang terdapat kasus tentang stunting. Upaya penanganan stunting dengan mengoptimalkan kondisi pada pertama 1000 hari kehidupan (HPK) dapat dilaksanakan di Posyandu. Posyandu merupakan suatu tempat untk mendapatan pelayanan dalam segala bidang termasuk pemberdayaan kesehatan bagi siapa saja. Kasus stunting sering ditemukan dalam penelitian yang menunjukkan pengetahuan dan keterampilan kader harus mampu memahami stunting dan upaya pencegahannya dalam penurunan kasus tersebut. Pelaksanaan dalam pemberdayan melibatkan pendekatan secara individu, kelompok dan masyarakat serta Setelah pelatihan kader posyandu dapat lebih memahami mengenai gizi seimbang, deteksi dini stunting dan peran penting kader posyandu menginformasikan gizi optimal pada 1000 HPK sebagai upaya pencegahan stunting serta mengidentifikasi faktor risiko penyebab stunting di wilayah kerja posyandu. Diketahui dari peningkatan hasil pengetahuan pada tes setelah pelatihan. Diharapkan peningkatan kapasitas ini dibuat sebagai pelatihan berkesinambungan bersifat periodik dan terprogram dengan baik. Kata kunci: Kader posyandu. Pemberdayaan masyarakat. Peningkatan kapasitas. Abstract Stunting in infants and toddlers is a chronic nutritional problem that requires comprehensive treatment and involves various cross-sectors. The year 2018 is set as an effort to implement stunting reduction which is the main focus in national development through the National Action Plan for Nutrition and Food Security in Indonesia. Tanjang Morawa Regency is one of the cases where there are cases of Stunting handling efforts by optimizing conditions in the first 1000 days of life (HPK) can be carried out at Posyandu. Posyandu is a place to get services in all fields including health empowerment for anyone. Stunting cases are often found in research that shows the knowledge and skills of cadres must be able to understand stunting and its prevention efforts in reducing these cases. Implementation in empowerment involves individual, group and community approaches and after training posyandu cadres can better understand balanced nutrition, early detection of stunting and the important role of posyandu cadres to inform optimal nutrition in 1000 HPK as an effort to prevent stunting and identify risk factors that cause stunting in the work Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat, e-ISSN: 2775-2437 Vol. 1 No. 1 Edisi Juni 2021 https://ejournal. id/index. php/JPK ============================================================================================== Received: 04 June 2021 :: Accepted: 30 June 2021 :: Published: 30 June 2021 area Integrated Healthcare Center. It is known from the increase in knowledge results on tests after training. It is hoped that this capacity building will be made as a continuous training that is periodic and well programmed. Keywords: Posyandu cadres. Community empowerment. Capacity Pendahuluan Kesehatan merupakan suatu hal yang sangat penting dan menjadi tolak ukur untuk dapat membantu menentukan kualitas sumber data di berbagai Negara, dilakukan pelayanan kesehatan bagi setiap orang secara menyeluruh dan optimal baik itu kesehatan mental, fisik dan lain-lain. Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh banyak faktor terutama asupan gizi yang kurang terumata pada 1000 hari pertama kelahiran dan biasanya kejadian ini sering dialami oleh anak-anak. Indonesia sendiri angka stunting cukup tinggi sekitar 37% atau setara dengan 9 juta anak indonesia. (Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, 2. Sekitar 37% . Jut. anak Indonesia mengalami stunting, hal ini terjadi di seluruh wilayah dan lintas kelompok Masalah Indonesia, karena pertumbuhan yang terganggu pada anak stunting bukan hanya pertumbuhan fisiknya saja tapi juga pertumbuhan otaknya. Stunting pertumbuhan dan perkembang anak seperti penurunan kecerdasan, rentan terhadap penyakit dan gampang lelah, dengan demikian kondisi ini akan menghasilkan generasi yang kurang aktif, menghambat sistem yang berjalan serta memperburuk keadaan yang lain. Penanganan prioritas pembangunan nasional melalui Rencana Aksi Nasional Gizi Ketahanan Pangan sehingga pada tahun 2018 diluncurkan gerakan nasional pencegahan stunting (Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, 2. Pemerintah kabupaten/kota seluruh Indonesia yang menjadi daerah prioritas penanganan Kabupaten Sumedang termasuk salah satu daerah prio-ritas tersebut . Kabupaten/ Kota Prioritas untuk Intervensi Anak Kerdil (Stuntin. Pemanfaatan Posyandu disesuaikan dengan visi yang ada yakni memberikan dan membuat derajat kesehatan yang optimal, sehat dan berkarakter serta mampu hidup mandiri dan mampu melakukan pemberdayaan kesehatan masyarkat yang ada di (Kementerian Kesehatan RI. Posyandu adalah upaya yang akan dilakukan dalam bidang Kesehatan yang Masyarakat (UKBM) yang dilaksanakan oleh dan dibuat, secara bersma-sama untuk melakukan meningkatkan kesehatan yang optimal serta terhindar dari gelaja stunting khsusnya pada balita. Masyarakat sasaran posyandu sesuai dengan target dari intervensi gizi spesifik untuk Posyandu merupakan tempat bagi ibu hamil, menyusui, bayi dan balita mendapatkan pelayanan yaitu mencakup kesehatan ibu serta bayi yang berupa pemantauan pemberian kapsul vitamin A, imuni-sasi, pencegahan dan penanggulangan diare, konseling gizi sesuai masalahnya dan keluarga berencana. Kader posyandu merupakan penggerak utama yang dilakukan oleh seluruh kegiatan yang dilaksanakan di posyandu terdekat. Keberadaan kader sangat penting di harapkan ketika pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarkat sehingga capain-capain yang dimaksud dapat tercapai. Seiap kader yang ikut berperan harus memiliki sifat yang mempu menopang dan aktif dalam siapapun itu karena ini akan menjadi dasar dalam menentuan kebijakan bagi Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat, e-ISSN: 2775-2437 Vol. 1 No. 1 Edisi Juni 2021 https://ejournal. id/index. php/JPK ============================================================================================== Received: 04 June 2021 :: Accepted: 30 June 2021 :: Published: 30 June 2021 para calon ibu dan bayi, sehingga mampu melakukan kegiatan yang di rencanakan dalam setiap program posyandu tersebut. Permasalahan ditemukan adalah ketidak mampuan kadaer dalam memberikan pemahaman baik dalam segi teknik. masyarkat khsusunya ibu ketika mereka mengajukan pertnyaan yang diberikan, sehingga sangat perlu sekali diberikan sosialisasi kepada setiap kader tentang pemahaman gizi yang seibmang itu seperti apa, sehingga tidak ditemukan lagi bayi atau balita mengalami stunting (Pusat Promosi Kesehatan, 2. Tugas kader yang terkait dengan melakukan pendataan balita, melakukan badan, mengisi formulir kartu sehat dan melkaukan kunjungan-kunjungan kerumah-rumah ibu yang memiliki bayi, selain itu juga melakukan pendataan tentang kesedian obat seperti vitamin yang dibutuhan ibu dan anak. Setelah dilakukan hal dilakukan dalam buku catatan sehingga mempermuda pencarian akan laporan Penentuan ditetapkan berdasarkan hasil yang dilakuka oleh tenaga kesehatan yang ada di posyandu seperti pengukuran timbang badan, tingi badan dan kesehatan lainnya yang di anggap memiliki pengaruh terhadap status Direktorat Bina Gizi, 2. Berdasarkan penelitian Astuti, 2018 di desa tersebut diketahui bahwa 51,1% kader tidak mendapatkan informasi tentang stunting dan sebanyak 48,8% kader tidak memberikan penyuluhan kepada ibu balita di posyandu. Data peningkatan kapasitas kader Posyandu dalam bidang gizi penting dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan Berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu sekali dilakuan posyandu di Tanjung Morawa. Metode kader posyandu di Tanjung Morawa dilakukan di Posyandu tanjung morawa tentang Sosialisasi Pemberdayaan Kader Posyandu Puskesmas Tanjung Morawa. Dimana pemberdayaan meliputi . melakukan melakykan analisis situasi tentang permasalahan masyarakat tentang profil desa dan data-data yang mendukung serta kader di posyandu tersebut, . Melakukan pengamatan secara langsung pada pelaksanaan posyandu terutama dalam pelayanan kesehatan gizi di Melakukan kerja sama dengan kader posyandu, merumuskan permasalahan apa yang terjadi dilingkungan tersebut. Kegiatan dilakukan kepada kader posyandu diharapkan kader posyandu mampu menemukan kasus stunting, melakukan pencatatan serta pelaporan yang sesuai dan memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan kesehatan masyarkat khsuusnya dalam pencegahan stunting. Setelah dilakukan upaya maka kadier harus mampu melakukan tindakantindakan dalam mencegah stunting seperti mengenal ciri stunting dan cara mendeteksinya, mengetahui akibat dari stunting dan upaya pencegahannya, memahami gizi seimbang pada remaja putri, ibu hamil dan ibu anak-anak pertama kehidupan, mampu melakukan masyarakat sebagai upaya pencegahan Kegiatan dilakukan secara umum dengan memberikan kelompok sasaran dan ciri yang sama, yaitu sama-sama kader Kader Posyandu dianggap memiliki pengetahuan dan keterampilan yang hampir sama dalam bidang gizi. Kader keaktifan dalam kegiatan posyandu sehingga diharapkan motivasi dan minat Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat, e-ISSN: 2775-2437 Vol. 1 No. 1 Edisi Juni 2021 https://ejournal. id/index. php/JPK ============================================================================================== Received: 04 June 2021 :: Accepted: 30 June 2021 :: Published: 30 June 2021 terhadap pelatihan akan lebih baik dibanding kader yang tidak aktif (Kamil. Didapatkan rancangan materi dan metode pelatihan yang dianggap paling sesuai dengan kondisi kader posyandu di Desa Tanjung Morawa. Penelitian dilakukan pada 20 orang kader posyandu aktif di Tanjung Morawa yang mengikuti peningkatan kapasitas kader posyandu. Hasil dan Pembahasan Kegiatan posyandu dilaksanakan dalam beberapa tahap yaitu berupa . sosialisasi program, . persiapan pelatihan dan . pelaksanaan pelatihan. Sosialisasi untuk terlibat langsung dengan masyarakat dan memahami kondisi di lapangan. Kader psoyandu harus mempelajari dan melakukan analisis mengenai masalah masyarakat terkait dengan status gizi dan terlibat penentuan status gizi dan pencegahan stunting, dimana dalam melakukan sosialisasi program dilakukan oleh Kepala Desa tanjung morawa yang bertujuan untuk mendapatkan izin kegiatan di desa tersebut. Sosialisasi ini juga dilakukan pada koordinator kader posyandu di setiap RW yang bertujuan memastikan kader posyandu bersedia Pelatihan disambut baik oleh kader posyandu. Koordinator Kader berhasil menghimpun 20 orang peserta pelatihan dari Posyandu. Kegiatan penentuan jadwal pelaksanaan dan mempersiapkan berbagai kebutuhan sarana pelatihan. Jadwal pelatihan jadwal posyandu, sehingga diharapkan pelatihan dengan baik dan tidak mengganggu jadwal rutin pelayanan Tim juga mempersiapkan konsep materi Seorang peneliti melakukan observasi lapangan untuk menilai proses pelaksanaan kemampuan dan keterampilan kader terkait dengan materi yang akan diberikan dalam pelatihan. Data yang didapatkan kemudian didiskusikan bersama narasumber dalam sebuah diskusi kelompok, sebuah organisasi nirlaba yang fokus dalam pengembangan upaya Gambar 1. Tahap Pelaksanaan kegiatan pemberdayaan kader posyandu Kesimpulan Berdasarkan hasil Pelatihan dalam pemberdayaan kader posyandu tanjung morawa sebagai kader sadar gizi merupakan salah satu kegiatan dari rangkaian pengabdian pada masyarakat yang terintegrasi yang Dilaksanakan di tanjung morawa. Pelatihan dilakukan di Balai Desa tanjung morawa dihadiri oleh 20 kader posyandu terpilih dari 2 Proses pemilihan kader peserta pelatihan ditentukan oleh ketua posyandu, dengan kriteria utama adalah kader yang aktif dalam kegiatan Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu sosialisasi program, persiapan pelatihan dan pelaksanaan pelatihan. Pelatihan pendekatan model deduktif, materi pelatihan dibuat sama secara umum, disusun berdasarkan data pengamatan yang dilakukan oleh tim pengabdian dengan narasumber ahli. Survei untuk mendapatkan data deskriptif mengenai pengamatan lapangan mendapatkan izin etik dari komisi etik. Kader Posyandu Desa Tanjung Morawa merasa bahwa menambah wawasan dan kapasitas Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat, e-ISSN: 2775-2437 Vol. 1 No. 1 Edisi Juni 2021 https://ejournal. id/index. php/JPK ============================================================================================== Received: 04 June 2021 :: Accepted: 30 June 2021 :: Published: 30 June 2021 mereka mengenai gizi seimbang dan pencegahan stunting. Para peserta sangan antusias mengikuti setiap materi yang diberikan pada pelatihan. Kader berkembang dengan pemahaman yang kurang tepat. Peserta juga menjadi lebih faham mengenai gizi seimbang dan peran penting kader posyandu masyarakat mengenai pemberian gizi optimal pada 1000 hari pertama (HPK) pencegahan stunting. Pelatihan ini juga mengidentifikasi faktor risiko apa yang menyebabkan stunting di wilayah kerja posyandu mereka. Kader posyandu di Tanjung Morawa periodik dan terprogram dengan baik sehingga peningkatan pengatahuan dan keterampilan dapat terasah terus. Ucapan Terima Kasih Pengabdian terselenggara sebagai bagian Pemberdayaan Tanjung Morawa. Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat. Paket Informasi Stunting. Diambil http://promkes. id/pake tinformasi-stunting. Daftar Pustaka