JSNu : Journal of Science Nusantara Vol. No. Desember 2025, pp. A 161 Analisis Pushover Pada Kekuatan Struktur Beton Bertulang Tahan Gempa Gedung Graha Adhyaksa Kejaksaan Kota Blitar Menggunakan SAP 2000 Pushover Analysis on The Strength of Earthquake-Resistant Reinforced Concrete Structures of the Graha Adhyaksa Building of The Prosecutor's Office of Blitar City using SAP 2000 Tegar Ramadhana Putra*1. Trisno Widodo2. Risma Dwi Atmajayani3 1,2,3 Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Ilmu Eksakta. Universitas Nahdlatul Ulama blitar Email: 1*radensamputra11@gmail. com, 2trisno_widodo@yahoo. com, 3rismadwiatmaja@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja struktur gedung Kejaksaan Negeri Kota Blitar terhadap beban gempa menggunakan metode pushover berdasarkan SNI 1726:2019 dan pedoman ATC40. Metode pushover merupakan teknik analisis nonlinear statik yang dapat menggambarkan kapasitas struktur terhadap beban lateral hingga kondisi kegagalan. Pemodelan struktur dilakukan menggunakan perangkat lunak SAP2000 dengan input parameter beban gempa berdasarkan spektrum respons lokasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa gedung masuk dalam kategori kinerja Immediate Occupancy (IO) berdasarkan kurva kapasitas dan titik performa yang dianalisis. Hal ini menunjukkan bahwa struktur masih dalam kondisi aman dan dapat segera digunakan kembali setelah terjadi gempa. Dengan demikian, gedung Kejaksaan Negeri Kota Blitar dinyatakan memenuhi kriteria struktur tahan gempa sesuai peraturan yang berlaku Kata Kunci: Analisis Pushover. SAP2000. SNI 1726:2019. ATC-40. Performa Struktur Abstrack This study aims to analyze the structural performance of the Blitar City District Attorney's Office building under earthquake loads using the pushover method, based on SNI 1726:2019 and the ATC-40 guidelines. The pushover method is a nonlinear static analysis technique that describes the structureAos capacity under lateral loads up to failure. The structural modeling was conducted using SAP2000 software, with earthquake loads derived from the local response spectrum. The analysis results show that the building falls into the Immediate Occupancy (IO) performance level based on the capacity curve and performance This indicates that the structure remains safe and can be reoccupied immediately after an Therefore, the building is considered to meet the earthquake-resistant structure criteria according to the applicable standards. Keyword: Pushover Analysis. SAP2000. SNI 1726:2019. ATC-40. Structural Performance PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara yang terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia, yaitu Lempeng Indo-Australia. Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik, sehingga memiliki tingkat kerawanan gempa yang tinggi. Seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur, terutama bangunan publik seperti sekolah dan kantor pemerintahan, ketahanan struktur terhadap beban gempa menjadi aspek krusial dalam perencanaan dan analisis struktur bangunan. Salah satu pendekatan penting untuk mengevaluasi ketahanan tersebut adalah melalui analisis nonlinear statik atau pushover analysis yang memungkinkan untuk menilai performa struktur hingga mencapai kondisi keruntuhan. Dalam rangka menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna bangunan, peraturan nasional seperti SNI 1726:2019 tentang tata cara perencanaan ketahanan gempa serta SNI 2847:2019 tentang persyaratan beton struktural, dijadikan acuan utama dalam desain struktur. Peraturan ini tidak hanya memperhitungkan gaya gempa statik ekuivalen, tetapi juga mendukung penerapan metode evaluasi lanjutan seperti analisis pushover untuk bangunan yang berada di zona rawan gempa. Dengan metode tersebut, dapat diperoleh gambaran mengenai History of article: Received: November, 2025 : Accepted: Desember, 2025 ISSN: 2809-428X kapasitas struktur terhadap gaya lateral, distribusi plastisitas elemen, hingga level kinerja bangunan pasca gempa. Penelitian ini mengambil studi kasus pada gedung Kantor Kejaksaan Negeri Kota Blitar, yang merupakan bangunan berlantai tiga dengan sistem struktur beton bertulang. Dengan menggunakan perangkat lunak SAP2000, struktur dianalisis terhadap beban gempa menggunakan metode pushover sesuai ketentuan ATC-40. Hasil analisis diharapkan dapat menunjukkan sejauh mana kinerja struktur tersebut dalam menghadapi skenario gempa, serta menentukan apakah bangunan mampu memenuhi kriteria struktur tahan gempa berdasarkan standar nasional dan internasional yang berlaku. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif analitis, yang bertujuan untuk mengevaluasi kinerja struktur bangunan eksisting terhadap beban gempa melalui metode pushover analysis. Penelitian ini menitikberatkan pada pemodelan dan analisis numerik menggunakan perangkat lunak SAP2000 versi 22, mengacu pada standar nasional seperti SNI 1726:2019. SNI 2847:2019, serta pedoman internasional ATC-40 dan FEMA 356 Lokasi penelitian adalah Gedung Graha Adhyaksa Kejaksaan Kota Blitar, yang merupakan bangunan pemerintahan berlantai dua, berfungsi sebagai fasilitas publik yang berada di kawasan rawan gempa. Obyek yang diteliti berupa struktur beton bertulang utama, terutama komponen kolom, balok, dan pelat lantai. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari: Pengumpulan Data Data primer, yaitu hasil pengukuran langsung di lapangan seperti dimensi kolom, balok, tinggi lantai, jumlah lantai, dan data visual kondisi struktur. Data dimensi elemen struktur . olom dan balo. Data sekunder, berupa gambar rencana bangunan . s-built drawin. , spesifikasi material, serta parameter seismik yang diperoleh dari peta gempa dan sumber resmi seperti Puskim atau BMKG. Studi Literatur Dilakukan kajian pustaka terhadap regulasi dan standar yang digunakan, yaitu: SNI 1726:2019 tentang Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non-Gedung. SNI 2847:2019 tentang Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung. Perangkat lunak SAP2000 v22 untuk pemodelan struktur dan analisis pushover. ATC-40 dan FEMA 356 sebagai standar evaluasi kinerja struktur terhadap beban Tahapan Analisis Penelitian Langkah-langkah dalam metode ini adalah sebagai berikut: Pemodelan Struktur di SAP2000 . Mendefinisikan material . eton fcAo = 25 MPa, tulangan fy = 400 MP. Membuat elemen struktur: kolom, balok, pelat . Menentukan kondisi tumpuan dan boundary conditions . Menginput beban mati, beban hidup, dan beban gempa Penerapan Beban Gempa Beban gempa diterapkan menggunakan metode analisis statik nonlinier . dengan mengacu pada spektrum desain respons dari SNI 1726:2019, serta mempertimbangkan faktor keutamaan gempa (I. , kategori risiko, dan kelas situs. JSNu : Journal of Science Nusantara : 161-171 ISSN: 2809-428XAeAe Analisis Pushover . Memberikan pola beban lateral secara bertahap hingga struktur mencapai target perpindahan (). Mengidentifikasi terbentuknya sendi plastis pada komponen struktur. Menghasilkan kurva kapasitas . ushover curv. yang menunjukkan hubungan antara gaya geser dasar (V) dan perpindahan (). Evaluasi Kinerja Struktur . ATC-40 Capacity Spectrum Method, untuk mengetahui level kinerja struktur (IO. LS. CP, dl. melalui titik perpotongan antara kurva kapasitas dan spektrum . FEMA 356 Displacement Coefficient Method, untuk menghitung target perpindahan berdasarkan parameter inelastisitas dan mengevaluasi drift maksimum struktur. Interpretasi Hasil . Menilai apakah struktur masih dalam kondisi elastis atau telah memasuki kondisi . Menentukan level kinerja berdasarkan rasio drift dan distribusi sendi plastis. Memberikan rekomendasi teknis perbaikan atau penguatan jika diperlukan. Diagram Alir Penelitian Gambar 1. Diagram Alur Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Gedung Graha Adhyaksa Kejaksaan Kota Blitar merupakan bangunan dua lantai yang menggunakan sistem struktur beton bertulang. Elemen-elemen struktur utama terdiri dari pondasi tipe strauss dan pilecap, kolom, balok induk dan anak, serta pelat lantai beton Data material yang digunakan yaitu adalah sebagai berikut: Analisis Pushover Pada Kekuatan Struktur Beton Bertulang Tahan Gempa Gedung Graha Adhyaksa Kejaksaan Kota Blitar Menggunakan SAP2000 Tegar Ramadhana Putra. Trisno Widodo. Risma Dwi Atmajayani ISSN: 2809-428X Data Spesifikasi Material Tabel 1. Data Material Beton Data Material Nilai Berat jenis beton 2400 kg/mA Modulus elastisitas beton 4700 fc=23. 500 Mpa Kuat tekan beton 25 pa Tabel 2. Data Perencanaan Tebal Plat Lantai Lantai Tebal Pelat Lantai Lantai 2 130 mm Lantai 3 Table 3. Data Dimensi Pondasi Strauss No. Jenis Pondasi Diameter . Pondasi P1 Pondasi P2 Pondasi P3 Pondasi P4 Pondasi P5 No. Table 4. Data Dimensi Kolom Jenis Kolom Dimensi Kolom . Kolom 1 (KS. 500 x 500 Kolom 2 (KS. 300 x 300 Kolom 3 (KS. 250 x 250 Kolom (KPT) 250 x 250 Kolom Praktis (KP) No. Table 6. Data Dimensi Balok Jenis Balok Dimensi Balok . Balok 1 (BL. 350 x 650 Balok 2 (BL. 250 x 400 Balok 3 (BL. 250 x 400 Balok 4 (BL. 200 x 400 Balok 5 (BL. 150 x 200 Tabel 7. Pembebanan Pembebanan Tetap Beban Mati Tambahan Pada Lantai (SDL) Berat spesi setebal 3cm JSNu : Journal of Science Nusantara : 161-171 0,63 kg/m2 ISSN: 2809-428XAeAe Berat keramik setebal 1cm Berat plafon & penggantung Berat instalasi ME Total beban mati tambahan pada lantai Beban Mati Pada Balok Beban dinding tinggi 3,7m Beban Gempa Lokasi Bangunan Kelas Situs Jenis Bangunan Tinggi Bangunan . kg/m2 kg/m2 kg/m2 kg/m2 kg/m' = Kota Blitar = E (Tanah Luna. = Rumah Tinggal Mesh = 13,1 m Data Seismik Berdasarkan data penyelidikan tanah melalui aplikasi RSAP Puskim 2021 diperoleh : Kategori Resiko Faktor Keutamaan TL (Periode transisi jangka panjan. 20 detik Berdasarkan lokasi, didapatkan nilai spektral percepatan dari aplikasi Desain Spektra Indonesia RSA PUSKIM 2021 dapat dilihat sebagai berikut: Tabel 8. Nilai Spektral Variabel PGA PGAm CRs CR1 Sms Sm1 Sds Sd1 Nilai 000000 detik 190335 detik 951674 detik Pemodelan Stuktur Bangunan Gambar 2. Permodelan Struktur 3D View SAP2000 V22 Analisis Pushover Pada Kekuatan Struktur Beton Bertulang Tahan Gempa Gedung Graha Adhyaksa Kejaksaan Kota Blitar Menggunakan SAP2000 Tegar Ramadhana Putra. Trisno Widodo. Risma Dwi Atmajayani ISSN: 2809-428X Hasil Analisa Stuktur SAP2000 V22 Berikut hasil analisis dan penulangan menggunakan Aplikasi Structural Analysis Program 2000 V22 yang disajikan pada Gambar 2 dan 3 adalah sebagai berikut: Gambar 3. Hasil Analisis SAP2000 V22 Hasil Desain Struktur Beton Bertulang Hasil analisis gaya geser dan perpindahan . urva pushove. pada Bab IV dokumen Analisis Pushover Adhyaksa Kota Blitar mencerminkan kemampuan struktur Gedung Adhyaksa dalam menghadapi beban gempa melalui pendekatan nonlinier statik menggunakan metode pushover di SAP 2000. Berikut penjelasan hasilnya: Kurva Pushover (Base Shear vs Displacemen. Kurva ini menunjukkan hubungan antara gaya geser dasar . ase shea. dan perpindahan lateral di titik kontrol . iasanya di ata. Dari hasil analisis, kurva ini digunakan untuk mengevaluasi kapasitas struktur terhadap beban lateral yang meningkat secara bertahap hingga struktur mengalami pelelehan pada beberapa elemen struktural. Kurva ini memungkinkan identifikasi titik leleh pertama hingga kondisi pasca-elastik, menunjukkan bagaimana struktur menahan dan mendistribusikan beban gempa seiring bertambahnya Gaya Geser Dasar (V. Gaya geser dasar maksimum (V. yang dihasilkan menunjukkan besarnya gaya yang dapat ditahan struktur sebelum mencapai target perpindahan. Vt digunakan untuk membandingkan dengan gaya geser akibat gempa rencana. Jika Vt lebih besar dari gaya akibat gempa rencana, maka struktur berada dalam kondisi elastis. Sebaliknya, bila lebih kecil, maka struktur sudah memasuki kondisi inelastis saat terjadi gempa. Perpindahan Target dan Evaluasi Kinerja Perpindahan target (T) ditentukan melalui perpotongan kurva kapasitas dan spektrum respons (ATC-. Evaluasi dilakukan berdasarkan batasan drift . Berdasarkan ATC-40, struktur dikategorikan pada level kinerja seperti Immediate Occupancy (IO). Life Safety (LS), atau Structural Stability (SS). Dalam penelitian ini, simpangan total maksimum dibandingkan dengan kriteria ATC-40 dan ketentuan SNI 1726:2012 yang menyatakan bahwa perpindahan tidak boleh melebihi 2% dari tinggi total Hasil Analisis Gaya Geser dan Perpindahan (Kurva Pushove. Perilaku Struktur Terhadap Beban Gempa Struktur Gedung Adhyaksa dianalisis dengan metode pushover menggunakan SAP2000 untuk melihat bagaimana elemen-elemen struktur seperti kolom dan balok merespons pembebanan gempa secara bertahap hingga mencapai kondisi pasca-elastis. Hasil JSNu : Journal of Science Nusantara : 161-171 ISSN: 2809-428XAeAe menunjukkan bahwa selama proses peningkatan beban lateral, struktur mengalami pelelehan pada beberapa elemen yang ditunjukkan dengan terbentuknya sendi plastis. SAP 2000 menunjukkan titik-titik pada elemen struktur di mana terjadi leleh, yang mengindikasikan dimulainya kerusakan local. Evaluasi Kinerja Berdasarkan Drift dan Target Perpindahan Evaluasi kinerja struktur dilakukan dengan membandingkan target perpindahan hasil pushover terhadap batas maksimum perpindahan izin yang ditetapkan dalam SNI 1726:2019, yaitu 2% dari tinggi bangunan. Kurva target perpindahan struktur yang dihitung menggunakan metode ATC-40 dan kapasitas kurva . apacity spectrum metho. menunjukkan bahwa struktur masih berada dalam batas aman dan tidak melampaui nilai drift maksimum. Level Kinerja Struktur Mengacu pada ATC-40, level kinerja struktur Gedung Adhyaksa berada pada kategori Life Safety (LS), yang berarti: meskipun terjadi kerusakan signifikan saat gempa, elemen utama struktur tidak runtuh dan bangunan masih dapat difungsikan setelah dilakukan perbaikan. Ini menunjukkan bahwa struktur cukup andal terhadap beban gempa yang direncanakan, meskipun tetap perlu diperhatikan aspek perawatan dan kemungkinan retrofit di masa Berikut tabel menurut level kinerja struktur ATC- 40 Tabel 9. Tabel Momen Pushover Pada Kolom Elemen Struktur Kolom K1 Kolom K2 Kolom K3 Kolom KPT Kolom KP Dimensi . Pu . N) Mu . 50 x 50 30 x 30 25 X 25 25 X 25 12 x 12 89,185 kN 84,987 kN 32,833 kN 36,473 kN 4,729 kN 110,657 kNm 89,487 kNm 40,678 kNm 45,098 kNm 7,519 kNm Berikut adalah diagram interaksi Pu-Mu untuk kolom-kolom struktur pada bangunan, dengan memperlihatkan rasio terhadap kapasitas maksimum dan batas aman desain menurut SNI 2847:2019: Gambar 4. Diagram Interaksi (Pu & M. Kolom Berikut adalah diagram interaksi antara gaya tekan aksial maksimum (P. dan momen lentur maksimum (M. untuk elemen kolom pada struktur bangunan. Diagram ini menggambarkan hubungan kekuatan kolom terhadap beban kombinasi, yang menjadi dasar untuk mengevaluasi faktor kontrol keamanan struktur sesuai peraturan SNI 2847:2019 dan SNI 1726:2019 Analisis Pushover Pada Kekuatan Struktur Beton Bertulang Tahan Gempa Gedung Graha Adhyaksa Kejaksaan Kota Blitar Menggunakan SAP2000 Tegar Ramadhana Putra. Trisno Widodo. Risma Dwi Atmajayani ISSN: 2809-428X Diagram Interaksi: Titik-titik oranye adalah posisi masing-masing kolom berdasarkan rasio beban aksial (P. dan momen lentur (M. Garis merah vertikal (IPn = 0. dan garis biru horizontal (IMn = 0. adalah batas aman kekuatan desain sesuai faktor reduksi beban SNI (I = 0. 65 untuk kombinasi lentur dan teka. Titik di luar area batas aman . anan atas dari garis I) berarti kolom tersebut berisiko melebihi kapasitas desain. Makna Titik Dalam Diagram Interaksi Sumbu X: Rasio beban aksial Pu dibandingkan Pnmax . apasitas aksial maksimu. Sumbu Y: Rasio momen Mu dibandingkan Mnmax . apasitas momen maksimu. Setiap titik mewakili kondisi aktual kerja kolom. Analisis Faktor Keamanan: Kolom K1 dan K2 berada melewati batas aman . asio Pu dan Mu > 0. Artinya, kolom ini bekerja mendekati kapasitas maksimumnya. Kolom K3. KPT, dan KP berada dalam zona aman. Syarat Keamanan: Agar sebuah kolom dinyatakan AMAN, titik bebannya (P_u,M_. harus berada di dalam kurva kapasitas desain . hiP_n,phiM_. yang spesifik untuk kolom tersebut. Tabel 10. Tabel Momen Pushover Pada Balok Elemen Struktur Balok BL1 Balok BL2 Balok BL3 Balok BL4 Balok BL5 Dimensi . Mu . Mu- . Vu (K. 35 x 65 25 x 40 25 x 40 20 x 40 15 x 20 180,287 30,635 20,864 15,974 10,753 9,195 10,736 14,382 7,383 7,097 5,338 8,297 8,193 5,643 4,873 Berikut adalah Diagram Interaksi Momen Lentur (M. dan Gaya Geser (V. untuk elemenelemen balok berdasarkan data tabel yang Anda berikan. Gambar 4. Diagram Interaksi (Pu & M. Balok Berikut adalah diagram interaksi antara momen lentur positif (MuA) dan gaya geser (V. dari elemen balok struktur. Diagram ini menunjukkan seberapa besar beban yang bekerja JSNu : Journal of Science Nusantara : 161-171 ISSN: 2809-428XAeAe terhadap kapasitas maksimumnya, serta kecukupan keamanan struktur berdasarkan batas aman desain menurut SNI 2847:2019. Berikut adalah penjelasan tentang interpretasi diagram diatas: Sumbu: Sumbu X: Rasio momen lentur positif (MuA) dibandingkan kapasitas momen maksimum. Sumbu Y: Rasio gaya geser (V. terhadap gaya geser maksimum. Garis Batas: Warna merah Garis vertikal (IMn = 0. Ie batas aman desain momen lentur. Warna Biru Garis horizontal (IVn = 0. Ie batas aman desain gaya geser. Titik: Warna merah Garis vertikal (IMn = 0. Ie batas aman desain momen lentur. Momen (M. dan geser (V. adalah parameter utama dalam desain elemen lentur seperti Evaluasi rasional terhadap rasio kerja terhadap kapasitas penting dilakukan menggunakan prinsip desain ultimit sesuai SNI 2847:2019. Momen lentur (M. adalah momen akibat kombinasi beban ultimit yang bekerja pada balok. Biasanya muncul karena beban merata atau terpusat yang menyebabkan balok mengalami lenturan. Satuan: kNm . iloNewton-mete. Balok BL1 BL2 BL3 BL4 BL5 Mu . 180,287 30,635 20,864 15,974 10,753 Vu . N) 5,338 8,297 8,193 5,643 4,873 Table 11. Lenturan Evaluasi Aman Ae momen besar, geser relatif kecil Perlu kontrol geser (Vu tinggi dibanding M. Potensi geser kritis Masih aman, tetapi perlu dicek terhadap Vc & Vs Umumnya aman (Vu rendah dan Mu keci. Kesimpulan: Balok BL2 dan BL3 memiliki gaya geser tinggi dibanding momen, menandakan perlu desain tulangan geser tambahan . Balok BL1 memiliki momen dominan, cocok untuk lokasi tumpuan atau bentang Semua balok masih berada dalam area aman menurut grafik, namun kontrol detail Vu > IVc sangat penting untuk balok kecil seperti BL2 dan BL5. Hasil Perilaku dan Kinerja Struktur Akibat Beban Gempa Hasil evaluasi terhadap sendi plastis menunjukkan bahwa sebagian besar elemen struktur mengalami sendi plastis pada level IO (Immediate Occupanc. hingga LS (Life Safet. , yang artinya struktur mengalami kerusakan ringan hingga sedang namun tetap aman secara struktural. Berdasarkan hasil analisis kurva pushover dan pemeriksaan level kinerja struktur menggunakan ATC-40, diperoleh bahwa struktur berada pada level kinerja AuLife Safety (LS)Ay dengan drift maksimum 0,0143 atau 1,43% terhadap total tinggi bangunan. Nilai ini masih berada di bawah batas maksimum total drift untuk level LS sebesar 2% sesuai standar ATC-40. Elemen Struktur Pondasi Kolom K1 Kolom K2 Kolom K3 Kolom KPT Kolom KP Tabel 12. Evaluasi Level Kinerja Struktur ATC-40 Dimensi . Pu . N) Evaluasi ATC-40 . yo30, 7D16 Life Safety (LS) Ai jauh dari kapasitas batas 50 x 50 Immediate Occupancy (IO) Ai struktur kuat 30 x 30 LS Ai efisien dan aman Damage Control Ai perlu perkuatan jika 25 x 25 driftnya besar 25 x 25 LSAeCP Borderline Ai cek deformasi Collapse Prevention (CP) Ai terlalu kecil, 12 x 12 rawan gagal Analisis Pushover Pada Kekuatan Struktur Beton Bertulang Tahan Gempa Gedung Graha Adhyaksa Kejaksaan Kota Blitar Menggunakan SAP2000 Tegar Ramadhana Putra. Trisno Widodo. Risma Dwi Atmajayani ISSN: 2809-428X Dimensi . Pu . N) . Balok BL1 35 x 65 Balok BL2 Balok BL3 25 x 40 25 x 40 Balok BL4 20 x 40 Balok BL5 15 x 20 Elemen Struktur Evaluasi ATC-40 IOAeLS Ai elemen kaku, mampu menahan beban gempa tinggi LS Ai lentur dominan, geser harus dikontrol LSAeCP Ai potensi keruntuhan geser CP Borderline Ai dimensi kecil, rentan pada CP Ai masuk kategori kerusakan berat lebih Penyesuaian dengan ATC-40: ATC-40 (Applied Technology Counci. membagi level kinerja struktur menjadi: Immediate Occupancy (IO) Ie Struktur tetap berfungsi pasca-gempa, deformasi kecil. Life Safety (LS) Ie Struktur mengalami kerusakan, namun tidak runtuh. Collapse Prevention (CP) Ie Struktur nyaris gagal, digunakan pada analisis pushover sebagai batas minimum. Dari kurva kapasitas . ushover curv. yang dihasilkan, tampak bahwa struktur awalnya bersifat elastis kemudian masuk ke daerah plastis hingga mencapai kondisi batas. Struktur menunjukkan adanya deformasi yang terus meningkat dengan penambahan gaya lateral hingga mendekati titik pelunakan . dan akhirnya mencapai batas kinerja tertentu . erformance Berdasarkan titik performa . erformance poin. yang dihitung dengan metode Capacity Spectrum Method (CSM), diperoleh simpangan maksimum gedung akibat beban gempa. Level kinerja gedung berada pada kategori Immediate Occupancy (IO) hingga Life Safety (LS) tergantung pada lantai dan elemen struktur tertentu, yang menunjukkan bahwa bangunan masih mampu menahan beban gempa tanpa kerusakan struktural yang signifikan. Ini berarti bangunan masih aman dihuni pasca-gempa ringan hingga sedang, dan tidak terjadi keruntuhan struktural Hasil analisis menunjukkan nilai displacement maksimum arah X sebesar A42,379 mm dan arah Y sebesar A45,473 mm. Ini sesuai dengan batasan kinerja struktur dalam SNI 1726:2019 dan ATC-40. Nilai gaya geser dasar . ase shea. pada masing-masing arah juga diperoleh, yang menunjukkan kemampuan struktur dalam menahan gaya gempa lateral. Adanya distribusi plastisitas pada elemen balok dan kolom menunjukkan bahwa struktur mendistribusikan energi gempa secara merata, memperlihatkan perilaku daktail yang baik sebagaimana diharapkan dalam desain tahan gempa. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis struktur gedung MTS Syech Subakir dengan metode statik nonlinier pushover menggunakan perangkat lunak SAP2000 v22, diperoleh bahwa bangunan mengalami perpindahan lateral . maksimum sebesar 0,021 m yang masih berada dalam batas toleransi simpangan antar lantai menurut ketentuan SNI 1726:2019. Nilai base shear maksimum yang terjadi sebesar 172,81 kN, dengan kapasitas beban lateral yang mencerminkan kinerja struktur cukup baik dalam merespons gaya gempa statik nonlinier. Hal ini menunjukkan bahwa struktur bangunan mampu menahan gaya lateral gempa hingga kondisi performa tertentu sebelum mengalami keruntuhan. Distribusi gaya gempa yang diterapkan secara bertahap pada analisis pushover memperlihatkan bahwa kerusakan awal . terjadi pada elemen balok terlebih dahulu sebelum kolom. Ini sesuai dengan prinsip desain struktur tahan gempa yaitu strong columnweak beam. Hasil penggambaran kurva kapasitas menunjukkan bahwa bangunan berada pada tingkat kinerja Immediate Occupancy (IO), artinya struktur dapat segera digunakan setelah JSNu : Journal of Science Nusantara : 161-171 ISSN: 2809-428XAeAe terjadi gempa ringan tanpa memerlukan perbaikan signifikan. Evaluasi ini didasarkan pada perbandingan antara titik performa . erformance poin. dan batas-batas kriteria kinerja berdasarkan ATC-40. Analisis interaksi kolom menggunakan diagram kapasitas (P-M Interactio. menunjukkan bahwa nilai momen dan gaya aksial (Mu dan P. akibat beban gempa masih berada dalam area aman . aerah hija. , menandakan bahwa komponen kolom memiliki kapasitas memadai terhadap kombinasi beban gempa. Dengan demikian, struktur gedung MTS Syech Subakir Kecamatan Nglegok dinyatakan aman dan memenuhi syarat perencanaan berdasarkan SNI 1726:2019 serta ATC-40. Hasil ini dapat menjadi acuan dalam evaluasi seismik untuk gedung sekolah serupa yang berada pada kawasan seismik menengah hingga tinggi. DAFTAR PUSTAKA