KUPNA AKUNTANSI: KUMPULAN ARTIKEL AKUNTANSI VOL. NO. APRIL 2023. PP. E-ISSN: 2775-9822 ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI MANAJEMEN LINGKUNGAN PADA RUMAH SAKIT NEGERI DI KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT (Studi Kasus Pada Rumah Sakit Umum Daerah PIRU) James Novertho Rangan1*. Cecilia Engko2. Alfrin Ernest Marten Usmany3 Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura. Jl. Ir. Putuhena Ambon *)Email Korespondensi: jamesrangan11@gmail. ABSTRAK Rumah sakit sebagai institusi atau lembaga yang bergerak dalam bidang kesehatan memiliki peran yang cukup besar dan signifikan dalam menjaga lingkungan, limbah medis yang dihasilkan oleh rumah sakit apabila tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan lingkungan yang tercemar Menganalisis penerapan akuntansi manajemen lingkungan terhadap limbah medis B3 serta keberlangsungan lingkungan pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Piru. Dengan menggunakan metode analisis kualitatif deskriptif, jenis data yang digunakan oleh peneliti merupakan data primer dan data sekunder. Data primer sendiri diperoleh dengan melakukan wawancara pada pihak-pihak yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dibuat oleh peneliti, sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan keuangan rumah sakit dan laporan lainnya. Kata kunci: Akuntansi manajemen lingkungan, biaya lingkungan ABSTRACT Hospitals as institutions or institutions engaged in the health sector have a sizable and significant role in protecting the environment, medical waste generated by hospitals if not managed properly can cause a polluted environment. Analyzing the application of environmental management accounting for B3 medical waste and sustainability environment at the Piru Regional General Hospital (RSUD). Using descriptive qualitative analysis methods, the types of data used by researchers are primary data and secondary data. Primary data itself was obtained by conducting interviews with parties who could answer questions made by researchers, while secondary data was obtained from hospital financial reports and other Keywords: Environmental management accounting, environmental costs PENDAHULUAN Banyak kegiatan operasional dalam bisnis perusahaan yang mengoptimalkan laba, namun kegiatan optimalisasi laba tanpa disadari memiliki dampak negatif maupun positif. Dunia usaha tidak hanya menjadi salah satu pemain aktif dalam pembangunan, tetapi juga berperan penting dalam memberikan kontribusi terhadap pendapatan nasional dan mendorong KUPNA AKUNTANSI: KUMPULAN ARTIKEL AKUNTANSI VOL. NO. APRIL 2023. PP. E-ISSN: 2775-9822 pertumbuhan ekonomi yang dibutuhkan suatu negara dan agar dapat terus bergerak dan semakin maju (Burhany, 2. Dalam pelayanan pada masyarakat, rumah sakit tidak terlepas dari permasalahan sampah yang dihasilkan, dalam hal ini sampah medis serta nonmedis. Limbah medis dalam hal ini limbah B3 . ahan beracun dan berbahay. Yang dihasilkan rumah sakit memiliki sifat berbahaya dan menginfeksi. Melihat limbah yang dihasilkan rumah sakit adalah limbah B3 baik limbah cair maupun limbah padat yang dapat membahayakan lingkungan, maka sangat dibutuhkan adanya pengelolahan limbah yang baik. Selain dari sisi pengolahan sampah secara langsung, pada sisi pengelolaan lingkungan pada RSUD Piru masih dikarenakan pada laporan keuangan RSUD Piru biaya lingkungan masih belum mendapatkan porsi/ diklasifikasikan secara khusus pada laporan keuangan namun masih tumpang tindih pada akun-akun sejenis pada laporan-laporan keuangan yang ada. Dari fakta-fakta dilapangan tersebut terlihat adanya kontradiksi, yaitu satu sisi rumah sakit sangat bermanfaat untuk mengobati dan menyembuhkan pasien, namun disisi lain juga menghasilkan limbah yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan itu sendiri. Berdasarkan uraian diatas dan manajemen lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, maka penulis tertarik mengkaji tentang AuAnalisis Penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan Pada Rumah Sakit Negeri Di Kabupaten Seram Bagian BaratAy. TINJAUAN PUSTAKA 1 Akuntansi Manajemen Lingkungan Gerakan dan dorongan bagi perusahaan untuk mengimplementasikan akuntansi manajemen lingkungan semakin gencar Saat ini perusahaan juga dituntut untuk senantiasa memperhatikan faktor lingkungan dan manusia. profitabilitas, dalam melakukan kegiatan Menurut IFAC AuAkuntansi Manajemen Lingkungan (Environmental Management Accountin. pengelolaan lingkungan sekaligus kinerja ekonomi organisasi melalui pengembangan dan implementasi sistem dan praktik akuntansi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan tersebut. Tiga prinsip utama dalam akuntansi manajemen lingkunganAy. Kepatuhan (Complianc. Ae Audalam hal ini akuntansi manajemen lingkungan mengenai kepatuhan perusahaan terhadap peraturan-peraturan yang terkait dengan lingkungan, baik yang dibuat sendiri oleh perusahaan maupun yang dibuat oleh pemerintahAy. Ramah Lingkungan (Eco-Friendl. Ae Audalam hal ini akuntansi manajemen pengawasan terhadap efisiensi penggunaan SDA dan sumber energi lain, dampak terhadap lingkungan, dan biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaanAy. Posisi Strategis (Strategic Positionin. Ae Aodalam hal ini perusahaan KUPNA AKUNTANSI: KUMPULAN ARTIKEL AKUNTANSI VOL. NO. APRIL 2023. PP. E-ISSN: 2775-9822 harus membuat program-program yang terkait dengan lingkungan untuk mencapai Akuntansi manajemen lingkungan harus dapat mengawasi apakah biaya-biaya yang tersebutAy. Pada manajemen lingkungan, lebih banyak pertimbangan biaya lingkungan. Biaya lingkungan ini tidak hanya mencakup informasi tentang biaya lingkungan dan informasi terstruktur lainnya, tetapi juga informasi tentang bahan dan energi yang Akuntansi lingkungan saling berhubungan dan berfokus pada aliran material dan nilai energi. Konsep akuntansi lingkungan digunakan untuk mengontrol dan mengevaluasi akuntansi keuangan dan manajemen . alam satuan monete. dan informasi terstruktur timbal balik untuk meningkatkan penggunaan bahan dan energi, mengurangi risiko lingkungan dan 2 Biaya Lingkungan Biaya lingkungan menurut Hansen Ae Mowen . adalah : AuBiaya-biaya yang terjadi karena kualitas lingkungan yang buruk atau kualitas lingkungan yang buruk mungkin terjadi. Maka, biaya lingkungan berhubungan dengan kreasi, deteksi, perbaikan, dan pencegahan degradasi lingkunganAy. Biaya lingkungan merupakan segala pengorbanan baik finansial ataupun non finansial yang dikeluarkan oleh perusahaan guna menjaga kestabilan Biaya lingkungan dasarnya berhubungan dengan biaya produk, proses, sistem atau fasilitas penting untuk pengambilan keputusan manajemen yang lebih baik. Tujuan perolehan biaya adalah bagaimana cara mengurangi biayabiaya pendapatan dan memperbaiki kinerja lingkungan dengan memberi perhatian pada situasi sekarang, masa yang akan datang dan biaya-biaya manajemen yang Beberapa definisi-definisi lain mengenai biaya lingkungan antara lain adalah sebagai berikut : Biaya lingkungan meliputi biayabiaya dari langkah yang diambil, atau yang harus diambil untuk mengatur dampakdampak lingkungan terhadap aktivitas pertanggungjawaban lingkungan, seperti halnya biaya lain yang dikemudikan dengan tujuan-tujuan lingkungan dan keinginan perusahaan. Biaya-biaya lingkungan meliputi berhubungan terhadap seluruh biaya-biaya yang terjadi dalam hubungannya dengan kerusakan lingkungan dan perlindungan. Biaya-biaya pemakaian sumber daya disebabkan atau dipandu dengan usaha-usaha . untuk: . mencegah atau mengurangi bahan sisa dan polusi, . mematuhi regulasi lingkungan dan kebijakan perusahaan, . kebijakan lingkungan (Arfan Ikhsan, 2. Biaya lingkungan dapat disebut biaya kualitas lingkungan . nvironmental quality Sama halnya dengan biaya kualitas, biaya lingkungan adalah biaya-biaya yang terjadi karena adanya kualitas lingkungan yang buruk mungkin terjadi. Dengan KUPNA AKUNTANSI: KUMPULAN ARTIKEL AKUNTANSI VOL. NO. APRIL 2023. PP. E-ISSN: 2775-9822 demikian, biaya lingkungan berhubungan dengan ciptaan, deteksi, perbaikan, dan lingkungan (Hansen Mowen, 2007: . 3 Klasifikasi Biaya Lingkungan (Hansen & Mowe. Kualitas biaya lingkungan merupakan suatu teknik standar industri untuk mengevaluasi kecenderungan dalam biaya penuh dalam menjamin masingmasing akhir produk dan menyesuaikan jasa lebih dari yang dikehendaki pelanggan (Arfan Ikhsan, 2. Biaya lingkungan dapat diklasifikasikan menjadi empat kategori (Hansen Mowen, 2009: 412-. Biaya . nvironmental prevention cost. adalah biaya untuk aktivitas yang dilakukan untuk mencegah diproduksinya limbah dan atau sampah yang menyebabkan kerusakan Contoh-contoh pencegahan adalah evaluasi dan pemilihan pemasok, evaluasi dan pemilihan alat untuk mengendalikan polusi, desain proses dan menghilangkan limbah, melatih pegawai, memeriksa risiko lingkungan, pelaksanaan produk, dan pemerolehan sertifikasi ISO Biaya deteksi lingkungan . nvironmental detection cost. adalah biaya untuk menentukan apakah produk, proses, dan aktivitas lainnya di perusahaan telah memenuhi standar lingkungan yang berlaku atau tidak. Standar lingkungan dan prosedur yang diikuti oleh perusahaan dapat meliputi: . peraturan pemerintah, . voluntary standard (ISO 14. yang dikembangkan oleh International Standards Organization, dan . kebijakan lingkungan yang dikembangkan oleh manajemen. Contoh-contoh aktivitas deteksi adalah pemeriksaan produk dan proses . gar pembuktian kinerja lingkungan dari Biaya kegagalan internal lingkungan . nvironmental internal failure cost. adalah biaya-biaya untuk aktivitas yang dilakukan karena diproduksinya limbah dan sampah, tetapi tidak dibuang ke lingkungan luar. Jadi biaya kegagalan internal terjadi untuk menghilangkan dan mengolah limbah dan sampah ketika diproduksi. Aktivitas kegagalan internal memiliki salah satu dari dua tujuan : Untuk memastikan bahwa limbah dan sampah yang diproduksi tidak dibuang ke lingkungan luar. Untuk mengurangi tingkat limbah yang melewati standar lingkungan. Contoh-contoh aktivitas kegagalan internal adalah pengoperasian peralatan untuk mengurangi atau menghilangkan polusi, pengolahan dan pembuangan limbahlimbah beracun, pemeliharaan peralatan polusi, lisensi fasilitas untuk memproduksi limbah dan daur ulang sisa bahan. Biaya kegagalan eksternal lingkungan . nvironmental externl failure cost. adalah KUPNA AKUNTANSI: KUMPULAN ARTIKEL AKUNTANSI VOL. NO. APRIL 2023. PP. E-ISSN: 2775-9822 biaya-biaya untuk aktivitas yang dilakukan setelah melepas limbah atau sampah ke Biaya eksternal dapat dibagi lagi menjadi kategori yang direalisasi dan yang tidak direalisasi. Biaya kegagalan eksternal yang direalisasi . ealized external failure cos. adalah biaya yang dialami dan dibayar oleh perusahaan. Biaya kegagalan yang tidak dapat direalisasikan . nrealized external failure cos. atau biaya sosial . ocietal cos. , disebabkan oleh perusahaan tetapi dialami dan dibayar oleh pihak-pihak di luar 4 Limbah Rumah Sakit Menurut Wardojo . limbah rumah sakit adalah semua sampah dan limbah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah sakit dan kegiatan penunjang lainnya. Bentuk dari limbah rumah sakit bisa beraneka Secara umum limbah rumah sakit dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu limbah medis dan limbah non-medis . ampah domesti. Dari sisi bentuk fisik, limbah rumah sakit secara umum dapat dibagi menjadi: limbah padat, limbah cair, dan limbah gas. C Limbah Medis Limbah medis adalah limbah yang berasal dari pelayanan medis, perawatan gigi, veterinari, farmasi atau sejenis, perawatan, menggunakan bahan-bahan beracun dan membahayakan, kecuali jika mendapat perlakuan khusus tertentu. Limbah medis dapat dikategorikan sebagai berikut: Limbah benda tajam. Limbah infeksius. Limbah bahan kimia kedaluwarsa, tumpahan, atau sisa kemasan. Limbah patalogis. Limbah radioaktif. Limbah farmasi. Limbah sitoksik. Limbah dengan kandungan logam berat yang tinggi. Limbah tabung gas . ontainer C Limbah Non-Medis Limbah non-medis atau biasa disebut sebagai sampah domestik adalah limbah asalnya bukan dari kegiatan medis. Limbah non-medis kantor/administrasi berupa kertas bekas, unit pelayanan . erupa karton, kaleng, boto. , sampah dari ruang pasien, sisa makanan buangan. sampah dapur . isa makanan/bahan makanan, sayur dan lainlai. C Risiko Akibat Limbah Rumah Sakit Dampak yang ditimbulkan dari limbah yang dihasilkan dari kegiatan operasional rumah sakit bisa jadi membahayakan lingkungan dan kesehatan apabila tidak dilakukan pengolahan limbah dengan baik. Seperti yang diungkapkan Wardojo . , masalah yang dapat timbul atas limbah rumah sakit antara lain: Gangguan kenyamanan dan estetika Kerusakan harta benda Gangguan/kerusakan tanaman dan Gangguan terhadap kesehatan manusia Gangguan genetic dan reproduksi 5 Kerangka Pikir Penelitian Akuntansi manajemen lingkungan KUPNA AKUNTANSI: KUMPULAN ARTIKEL AKUNTANSI VOL. NO. APRIL 2023. PP. E-ISSN: 2775-9822 pencemaran lingkungan yang harus diatasi agar tidak menimbulkan berbagai masalah lingkungan yang merugikan berbagai pihak untuk itu dalam mencegah dampak buruk limbah rumah sakit maka dibutuhkan pengelolaan limbah rumah sakit. Penelitian ini akan membahas tentang AuAnalisis Penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan Pada Rumah Sakit Negeri di kabupaten seram bagian barat (Studi Kasus Pada Rumah Sakit Umum Daerah Pir. Ay. Berdasarkan latar belakang dan tinjauan pustaka maka dapat ditarik sebuah kerangka pemikiran dari penelitan ini yaitu Rumah Sakit Umum Daerah Piru, biaya/moneter, dan Penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan Pada Rumah Sakit Negeri Di Kabupaten Seram Bagian Barat (Studi Kasus Pada Rumah Sakit Umum Daerah Pir. , maka dapat ditarik sebuah kerangka pikir seperti dibawah ini. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis penelitian ini menggunakan penelitian metode kualitatif dengan pendekatan Menurut Sugiyono . metode penelitan kualitatif adalah metode penelitan yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi . , analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitan kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Menurut Sugiyono . penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variable mandiri, baik satu variable atau lebih . tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan dengan variable yang lain. Penelitian deskriptif kualitatif yaitu peneiti mendiskripsikan hasil temuannya yang berasal dari pihak rumah sakit yang bersangkutan selain itu penulis akan melakukan observasi mengenai situasi lingkungan rumah sakit. Setelah data yang diperoleh, kemudian disajikan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu teknik analisis mengungkapkan karakteristik variablevariabel yang menjadi focus peneliti yaitu mengungkapkan bagaimana penerapan akuntansi manajemen lingkungan pada rumah sakit negeri di Kabupaten Seram Bagian Barat (Studi Kasus Pada Rumah Sakit Umum Daerah Pir. Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian merupakan suatu tempat atau wilayah dimana penelitian tersebut akan dilakukan. Adapun penelitian yang dilakukan oleh penulis mengambil lokasi di Rumah Sakit Umum Daerah Piru Jl. Arteri Piru, kabupaten Seram Bagian Barat. Jenis dan Sumber Data Data primer Menurut Indriantoro dan Supomo . Audata primer merupakan data yang diperoleh secara langsung dari sumber asli tanpa melalui media perantara. Data primer dalam penelitian ini merupakan data yang diperoleh secara langsung berupa hasil wawancaraAy. Data sekunder Data sekunder yaitu data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara. Yaitu data yang diperoleh dalam bentuk yang sudah jadi, yang dikumpulkan dan diolah oleh pihak KUPNA AKUNTANSI: KUMPULAN ARTIKEL AKUNTANSI VOL. NO. APRIL 2023. PP. E-ISSN: 2775-9822 lain biasanya sudah dalam bentuk Dengan menggambarkan dan menjabarkan secara jelas permassalahan yang ada pada objek yang diteliti. Sumber data merupakan subjek darimana data diperoleh dan disajikan sumber Sumber data dapat dikatakan sebagai awal darimana datangnya data dan merupakan factor penting yang menjadi pertimbangan pada setiap penentuan metode pengumpulan data. Yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah data Primer dan data Sekunder. Data primer adalah data yang bersumber dari Rumah Sakit sedangkan Data Sekunder merupakan data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung dan melalui media perantara. Penelitian ini dilakukan dengan cara library research atau mempelajari dan memahami data atau bahan yang diperoleh dari berbagai literatur, serta mencatat teori-teori yang berkaitan dengan pembahasan penelitian Subjek Penelitian Subjek penelitian atau adalah pihak-pihak yang dijadikan sebagai sampel dalam sebuah penelitian. Subjek dari penelitian ini yang peneliti gunakan terutama adalah pihak-pihak yang berkompeten dalam bidangnya sesuai kebutuhan peneliti. Peran subjek penelitian adalah memberikan tanggapan dan informasi terkait data yang dibutuhkan oleh peneliti, serta memberikan masukan kepada peneliti, baik secara langsung maupun tidak langsung. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah informan, informan yang dimaksud dalam wawancara penelitian ini adalah orang atau pelaku yang benar-benar tahu dan menguasai masalah, serta terlibat langsung dengan masalah penelitian. Teknik Instrumen Pengumpulan Data Pengamatan (Observas. Observasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang sangat lazim Observasi hakikatnya merupakan kegiatan dengan menggunakan pancaindera, bisa penglihatan, penciuman, pendengaran, diperlukan untuk menjawab masalah Hasil observasi berupa aktivitas, kejadian, peristiwa, objek, kondisi atau suasana tertentu, dan perasaan emosi Observasi dilakukan untuk memperoleh gambaran riil suatu peristiwa atau kejadian untuk menjawab pertanyaan Observasi sendiri menurut Bungin . ada tiga tipe observasi yaitu: Observasi . articipant observatio. adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan penginderaan di mana peneliti terlibat dalam keseharian informan. Observasi tidak terstruktur ialah perkembangan yang terjadi di lapangan. Observasi sekelompok tim peneliti terhadap sebuah isu yang diangkat menjadi objek penelitian. Wawancara KUPNA AKUNTANSI: KUMPULAN ARTIKEL AKUNTANSI VOL. NO. APRIL 2023. PP. E-ISSN: 2775-9822 Wawancara adalah proses komunikasi atau interaksi untuk mengumpulkan informasi dengan cara Tanya jawab antara peneliti dengan informan atau subjek penelitian. Pada hakikatnya wawancara ialah keguatan untuk memperoleh informasi secara mendalam tentang sebuah isu atau tema yang diangkat peneliti dalam penelitian. Penelitian wawancara mendalam untuk mendapatkan informasi atau data yang lengkap dan Studi Dokumentasi Dokumentasi merupakan suatu cara untuk memperoleh data dengan menggunakan penyelidikan terhadap buku, dokumen, majalah, dan bahan-bahan tertulis yang berhubungan dengan masalah yang terdapat dalam penelitian. Dokumentasi mengumpulkan semua data primer dan data sekunder dari hasil penelitian di Rumah Sakit Umum Daerah Piru. Analisis Data Analisis data adalah proses menyusun, mengkategorisasi data, mencari pola atau tema, dengan maksud untuk memahami Artinya, semua analisa data kualitatif mencakup penelusuran data dan didapatkan melalui buku-buku, jurnal di internet untuk menemukan pola-pola yang dikaji oleh peneliti. Analisa data adalah proses menyusun data agar dapat ditafsirkan. Menyusun data berarti menggolongkannya dalam pola, tema atau kategori. Dalam penelitian konvergen, yakni mengikuti prosedur atau jalan pikiran tertentu. Namun untuk mengadakan interpretasi diperlukan cara mengandung spekulasi dan risiko. Analisis data kualitatif bukan terdiri atas angkaangka, melainkan kata-kata. Data dalam penelitian ini metode analisis data yang digunakan adalah interaktif karena data yang ada bersifat kualitatif. Dengan analisis secara interaktif, maka data akan diproses melalui tiga komponen yang terdiri dari: Reduksi Data Reduksi data merupakan salah satu dari berbagai jenis proses pengolahan data pada penelitian yang dilakukan seorang peneliti untuk meproses berbagai data hasil dari penelitian di lapangan yang sudah dikumpulkan dan juga ditemukan, sebelum akhirnya digunakan sebagai laporan dalam data penelitian. Data yang diperoleh dalam lapangan ditulis/diketik dalam bentuk uraian atau laporan terinci. Laporanlaporan itu perlu direduksi, dirangkum, dipilah-pilih hal-hal difokuskan pada hal yang penting, dicari tema atau polanya, jadi laporan lapangan sebagai bahan mentah disingkatkan, ditonjolkan pokok-pokok yang penting, diberi susunan yang lebih sistematis, sehingga lebih mudah diartikan. Display Data Agar dapat melihat gambaran yang keseluruhannya atau bagian-bagian tertentu dari penelitian tertentu, harus dibuat berbagai grafik, network dan charts. Dengan demikian peneliti dapat menguasai data serta dapat menjadi patokan penjelasan penelitian. Mengambil Kesimpulan Verifikasi KUPNA AKUNTANSI: KUMPULAN ARTIKEL AKUNTANSI VOL. NO. APRIL 2023. PP. E-ISSN: 2775-9822 Penelitian sebelumnya masih sangat kabur, bertambahnya data, maka kesimpulan itu AugroundedAy. Jadi, senantiasa harus diverifikasi selama penelitian berlangsung agar lebih menjamin validitas (Nur Ahmadi Bi Rahmani, 2. Pada penelitian ini untuk menganalisis data yang diperoleh, peneliti menggunakan teori Hansen And Mowen standar/pegangan Selain itu pada analisis data oleh peneliti juga akan melakukan penyajian, dan pengungkapan biaya-biaya lingkungan pada RSUD Piru. ANALISIS DAN PEMBAHASAN 1 Paparan Data 1 Limbah Operasional Rumah Sakit Limbah operasional rumah sakit adalah limbah yang dihasilkan dari proses operasional rumah sakit dalam bentuk cair, padat dan gas. Selain itu, terdapat limbah B3 atau penanganan khusus sebelum proses akhir/membuangnya. Limbah yang dihasilkan oleh kegiatan operasional Rumah Sakit Umum Daerah Piru ada 2 bentuk: Limbah Padat Limbah padat rumah sakit adalah semua limbah rumah sakit yang berbentuk padat sebagai akibat adanya kegiatan operasional rumah sakit yang terdiri dari limbah padat medis dan limbah padat non medis. Limbah Cair Limbah cair adalah semua air atau cairan buangan yang operasional rumah sakit yang mikroorganisme, bahan kimia beracun yang berbahaya bagi Limbah cair yang beracun berasal dari WC/septic tank, kamar mandi, wastafel, tempat cuci, laboratorium, gizi, talang air hujan, dll. 2 Proses Pengelolaan Limbah Rumah Sakit Salah satu hasil kegiatan operasional Rumah Sakit Umum Daerah Piru ialah Limbah. Limbah RSUD Piru diolah sebelum akhirnya dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) Kedua jenis limbah yang ada pada RSUD Piru tersebut tentu memiliki proses pengelolahan yang Pengolahan kedua jenis limbah tersebut memiliki beberapa tahapan pengelolaan, berikut tahapan dan alur pengolahan kedua jenis limbah tersebut : Tahapan Pengolahan Limbah Padat Medis dan Non Medis Berikut alur proses pengolahan limbah padat medis RSUD Piru : Sumber limbah atau sampah ruangan-ruangan ditempatkan pada tempat limbah menggunakan kantong plastic KUPNA AKUNTANSI: KUMPULAN ARTIKEL AKUNTANSI VOL. NO. APRIL 2023. PP. E-ISSN: 2775-9822 warna kuning dengan symbol BIOHAZARD. Dilakukan tempat pembuangan sementara oleh petugas sebelum diproses lebih lanjut. Limbah medis di tamping di tempat pembuangan sementara sampai waktu yang ditentukan sebelum untuk di proses lebih Berikutnya diproses lebih lanjut melalui pembakaran pada incinerator. Abu sisa pembakaran dimasukan dalam tempat penampung abu sisa pembakaran. Kemudian pada tahun-tahun sebelumnya di buang ke tempat sekarang diwajibkan diserahkan ke pihak ketiga untuk mengolah limbah B3 bahan berbahaya dan Alur proses pengolahan limbah padat non medis RSUD Piru. Sampah non medis ditampung dalam tempat sampah yang menggunakan plastic sampah Sampah non medis dibagi menjadi 2 yaitu sampah organic dan sampah non organic. Sampah organis dapat digunakan atau diolah menjadi pupuk kompos bagi tumbuhan. Sampah non medis ditempatkan di tempat pembuangan akhir yang ada didalam lingkungan RSUD Piru untuk dimusnahkan. Gambar 4. Alur Pengolahan Limbah Padat Medis Dan Non Medis Rsud Piru Sumber : RSUD Piru Tahapan Pengolahan Limbah Cair Berikut alur proses pengolahan limbah cair RSUD Piru : Limbah cair atau air limbah yang berasal dari kamar mandi dan wastafel langsung mengalir ke bak control kemudian di bak penampung/equalisasi, ke bak pengangkat hingga selanjutnya IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limba. Limbah cair atau air limbah yang berasal dari toiet dialirkan terlebih dahulu ke septic tank, kemudian baru dialirkan menuju ke bak control, ke bak penenang dan selanjutnya masuk ke IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limba. Pada ruangan-ruangan perawatan, limbah cair bekas pencucian luka pasien dan alat-alat dibutuhkan dialirkan menuju bak control, selanjutnya dialirkan ke KUPNA AKUNTANSI: KUMPULAN ARTIKEL AKUNTANSI VOL. NO. APRIL 2023. PP. E-ISSN: 2775-9822 bak penampung dan masuk ke IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limba. Gambar 4. Alur Limbah Cair RSUD PIRU Sumber : RSUD Piru Penjelasan proses alur IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limba. RSUD Piru : Limbah cair yan terkumpul dari semua ruangan perawatan dan ruangan lainnya terkumpul ke bak penampung akhir. Bak penampung tersebut berfungsi sebagai penampungan air buang dari pipa-pipa induk jaringan penyaluran air buangan Rumah Sakit Umum Daerah Piru. Setelah dikumpulkan di bak penampung akhir, cairan/aliran air menuju ke Great Chamber. Great Chamber berfungsi untuk mengedepankan partikel tanah, pasir / partikel padat di air yang mempunyai berat jenis sama untuk mengurangi bahan pengolahan berikutnya. Berikutnya air limbah menuju bak aerasi, didalam bak aerasi ini dilakukan pengolahan air organis oleh organisme yang bersifat aerobic atau aerob yaitu Auorganisme yang melakukan metabolisme dengan bantuan oksigenAy. Konsumsi oksigen yang dibutuhkan untuk proses dipenuhi dengan menggunakan Proses pengolahan biologis ini menggunakan system lumpur Setelah dari bak aerasi air limbah dialirkan menuju ke bak clarifier yang berfungsi untuk mengedepankan flok-flok atau lumpur yang terbentuk dalam proses oksidasi bahan secara biologis pada bak aerasi. Pada bak ini dipisahkan antara air Lumpur dimasukkan ke bak lumpur, sementara air dipisahkan dan dialirkan ke bak penenang. Lumpur yang ada di bak lumpur kemudian diarahkan ke bak pengering lumpur dengan tujuan mengerikan lumpur dari hasil pengurasan bak lumpur. Kemudian dikirim ke TPS limbah B3. Limbah B3 ini dikirim ke pihak ke 3 untuk diolah kembali. Sedangkan air yang sudah dipisah dari lumpur dialirkan ke bak penenang, kemudian menuju tangki filter. Setelah itu dialirkan menuju bak indicator KUPNA AKUNTANSI: KUMPULAN ARTIKEL AKUNTANSI VOL. NO. APRIL 2023. PP. E-ISSN: 2775-9822 dan bak klorinasi air limbah dicampur dengan kaporit, hal meminiimalisir jumlah bakteri yang ada dalam kandungan selanjutnya air limbah siap dialirkan ke lingkungan luar melalui saluran got depan rumah sakit. Penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah Piru 1 Deskripsi Biaya Lingkungan Pada Rumah Sakit Umum Daerah Piru Biaya lingkungan merupakan biaya yang dikeluarkan oleh pihak organisasi perusahaan sebagai bentuk pencegahaan terhadap terjadinya kerusakan lingkungan akibat dari perusahaan itu sendiri. Sebagai salah satu instansi pemerintahaan yang memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Rumah Sakit Umum Daerah Piru dalam setiap kegiatan operasionalnya akan menghasilkan limbah. Dalam limbah yang dihasilkan yaitu limbah padat dan limbah cair seperti yang telah jelaskan oleh Bapak Guzman Rolobessy selaku Penanggung Jawab KESLING RSUD Piru yaitu : Aulimbah yang dihasilkan di rumah sakit ini ada 2, yang pertama itu limbah cair dan yang kedua limbah padat. Limbah cair itu dihasilkan sisasisa buangan akibat kegiatan operasional rumah sakit oleh ruangan operasi dan ruangan UGD, ruangan Lab, dll. Sedangkan limbah padat itu terdiri atas limbah medis dan non medis, limbah padat medis diantaranya jarum suntik, botol infus, perban dllAy. Berdasarkan hasil wawancara oleh Penanggung Jawab KESLING tersebut, dengan adanya kedua jenis limbah yang dihasilkan oleh RSUD maka peneliti melakukan penelusuran dan membandingkan dengan data sekunder yang didapatkan yaitu data DPPA dari RSUD Piru untuk mengetahui biaya lingkungan yang dikeluarkan oleh rumah sakit terkait dengan pengolahan limbah. 2 Pengakuan Biaya Lingkungan Pada Rumah Sakit Umum Daerah Piru Pengakuan biaya lignkungan transaksi yang akan dicatat atau tidak kedalam system pencatatan, sehingga berpengaruh pada laporan keuangan Pengakuan diwujudkan dalam pencatatan jumlah rupiah terhadap pos-pos laporan keuangan yang terpengaruh oleh kejadian atau peristiwa terkait. KUPNA AKUNTANSI: KUMPULAN ARTIKEL AKUNTANSI VOL. NO. APRIL 2023. PP. E-ISSN: 2775-9822 Rumah Sakit Umum Daerah Piru mengakui setiap biaya-biaya terkait dengan kegiatan operasionalnya. Rumah Sakit Umum Daerah Piru masih menggunakan metode kas basis untuk mengakui biaya ketika kas keluar dan masih menuju accrual basis, seusai pernyataan dikemukakan oleh Bapak Piere Nuspel Rumihin Kasubag Keuangan/Perencanaan menyatakan bahwa : Aujadi semua kegiatan pengolahan limbah ini dia harusnya termuat dalam yang namanya DPA dan itu tersistem dengan systemsistem kemendagri, secara sah dia sudah terakui di dokumen ituAy Aupada menggunakan metode kas basis karena mengikuti aturan dari pemerintah daerahAy Dari keterangan Bapak Piere Nuspel Rumihin selaku Kasubag Keuangan/Perencanaan menjelaskan lebih lanjut bahwa rumah sakit umum daerah piru menggunakan metode kas basis. 3 Pengukuran Biaya Lingkungan Pada Rumah Sakit Umum Daerah Piru Rumah Sakit Umum Daerah Piru menggunakan satuan rupiah dengan dikeluarkan dan diambil atau melihat sebelumnya atau juga disebut dengan Rincian didasarkan pada pernyataan Bapak Piere Nuspel Rumihin Kasubag Keuangan/Perencanaan yang menjelaskan bahwa : Auuntuk pengukuran pengeluaran biaya limbah itu menyesuaikan intensif / honor pegawai yang tugasnya di bagian limbah. Contohnya honor tukang dorong sampah B3 ke TPS. Serta menyesuaikan harga saat beli bahan dan alat pengolahan limbahAy Berdasarkan Bapak Piere Nuspel Rumihin tersebut bahwa pengeluaran biaya itu sendiri menyesuaikan satuan moneter yang telah dikeluarkan dan dari melihat realisasi anggaran tahun sebelumnya. 4 Penyajian Biaya Lingkungan Pada Rumah Sakit Umum Daerah Piru Penyajian terkait dengan masalah bagaimana suatu informasi keuangan akan disajikan dalam laporan keuangan. Biaya terkait dengan pengolahan limbah belum tersaji secara khusus mengenai akun biaya yang berhubungan dengan biaya lingkungan. Seperti yang telah disampaikan oleh bapak Piere Nuspel Rumihin Kasubag Keuangan/Perencanaan menjelaskan bahwa : Auuntuk sementara belum ada kebijakan-kebijakan tentang biaya lingkungan dalam catatan atas Laporan Keuangan RSUD karena tidak termuat dalam DPA jadi KUPNA AKUNTANSI: KUMPULAN ARTIKEL AKUNTANSI VOL. NO. APRIL 2023. PP. E-ISSN: 2775-9822 dalam neraca, laporan keuangan secara langsung tidak termuat, untuk sementara hanya bersifat kebijakan-kebijakan. Dan hanya terlampir dalam biaya belanja adm,belanja barang dan jasa, belanja peralatan dan mesin, biaya pemeliharaan dalam laporan keuanganAy. Dari pernyataan bapak Piere Nuspel Rumihin tersebut dijelaskan bahwa Rumah Sakit Umum Daerah Piru mengelompokan biaya lingkungan keuangan, namun dijadikan satu dengan biaya-biaya lain yang sejenis di laporan operasional, neraca. Dikelompokan dengan pendapatan dan belanja daerah, biaya belanja modal, biaya umum & adm, belanja barang dan jasa, belanja peralatan dan mesin, biaya pemeliharaan. Berdasarkan wawancara dengan laporan keuanga yang telah dibuat oleh Ruangan Sakit Umum Daerah Piru. Dalam laporan keuangan RSU Piru bahwa akun biaya dengan biaya lingkungan memang belum tersaji secara khusus. Dari hasil wawancara yang telah dilakukan sebelumnya biayabiayalingkungan disajikan dalam tiga laporan keuangan RSUD Piru dengan dikelompokkan pada akun Salah satunya yaitu laporan terdapat akun-akun biaya yang berkaitan dengan hasil kegiatan operasional rumah sakit. Setelah penelusuran pada RSUD Piru dengan melihat data sekunder yaitu laporan operasional RSUD Piru telah diketahui bahwa biayabiaya terkait dengan kualitas lingkungan dikelompokkan dalam biaya operasional yaitu biaya umum dan administrasi pada akun beban pemeliharaan dan beban persediaan dan jasa. Biaya lingkungan tersebut dikelompokkan pada akun beban persediaan dan jasa dikarenakan terkait dengan biaya kualitas untuk pemeliharaan seperti mesin terkait dengan IPAL, selain itu juga biaya barang dan jasa seperti pembelian bahan-bahan terkait Oleh karena hal persediaan dan jasa. Rumah Sakit Umum Daerah Piru menyajikan realisasi anggaran tahun 2021 dan 2022 yang terdapat pada Rumah Sakit KUPNA AKUNTANSI: KUMPULAN ARTIKEL AKUNTANSI VOL. NO. APRIL 2023. PP. E-ISSN: 2775-9822 ke laporan realisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah. dalamnya terdapat pendapatan asli daerah, lain-lain pendapatan yang sah, belanja operasi, belanja modal. Dimana terdapat perbandingan realisasi anggaran tahun 2021 dan 2022 pada Rumah Sakit Umum Daerah Piru. Berdasarkan perbandingan hasil wawancara pada pihak yang bersangkutan dan data sekunder yang didapatkan peneliti yaitu neraca yang disajikan oleh RSUD Piu bahwasanya laporan yang berkaitan dengan kualitas lingkungan juga dalam laporan neraca yaitu dikelompokkan dalam asset tetap merupakan akun peralatan dan mesin. Biaya-biaya lingkungan masuk dalam kategori dikarenakan dalam setiap kegiatan operasional yang terkait dengan pengolahan limbah atau dengan kualitas lingkungan, maka karena itu dibutuhkan adanya pembelian dan penggunaan alat dan mesin dalam pengolaahan lingkungan. Oleh karena itu biaya lingkungan juga disajikan dalam neraca yang terkait akun peralatan dan mesin. 5 Pengungkapan Biaya Lingkungan Pada Rumah Sakit Umum Daerah Piru Pengungkapan berkaitan dengan cara menjelaskan hal-hal informative yang dianggap pengguna atau pemakai selain apa yang dapat dinyatakan melalui statemen keuangan utama. Untuk biaya operasional yang dikeluarkan oleh RSU Piru diungkap dalam catatan atas laporan keuangan namun, perihal biaya lingkungan tersebut belum diungkapkan secara khusus dalam catatan atas laporan keuangan Rumah Sakit. 3 Pembahasan 1 Identifikasi Biaya Lingkungan Setelah melakukan penelitian bukti-bukti mengenai limbah yang dihasilkan RSUD Piru dan pengolahannya maka, diketahui terdapat biaya-biaya yang terkait dengan pengolahan limbah RSU Piru melakukan pengeluaran biaya yang terkait dengan kualitas lingkungan namun, pengidentifikasian secara khusus oleh pihak RSUD Piru dikarenakan biayabiaya terkait dengan limbah masih dilaporkan bersamaan dengan biaya operasional lain di dalam laporan keuangan yang ada. Pemisahaan lingkungan dengan biaya operasional lainnya menurut Hansen & Mowen diklasifikasikan biaya lingkungan menjadi 4 kategori yaitu biaya pencegahan lingkungan, biaya deteksi lingkungan, biaya kegagalan internal lingkungan dan biaya kegagalan eksternal lingkungan. Kategori biaya yang terkait dengan biaya lingkungan pada RSU Piru jika diklasifikasikan dalam empat kategori menurut KUPNA AKUNTANSI: KUMPULAN ARTIKEL AKUNTANSI VOL. NO. APRIL 2023. PP. E-ISSN: 2775-9822 Hansen & Mowen tersebut antara lain Biaya Pencegahan Lingkungan Biaya lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah Piru yang dapat pencegahan yaitu :Biaya bahan pembersih dan alat kebersihan Biaya bahan pembersih dan alat kebersihan merupakan biaya untuk pencegahan lingkungan, kebersihan lingkungan rumah sakit untuk menjagah lingkungan rumah sakit tetap bersih. Bahan pembersih dan alat kebersihan diantaranya sapu, kain pel, cairan pel, tempat sampah, kantong sampah, gerobak sampah, dll. Biaya Deteksi Lingkungan Biaya lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah Piru yang dapat deteksi yaitu : Biaya pemeriksaan air limbah Biaya uji incinerator Kedua biaya tersebut dilakukan untuk mengetahui kualitas mutu air limbah serta uji pembakaran pada incinerator sehingga tidak lingkungan dan membahayakan Biaya Kegagalan Internal Biaya lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah Piru yang dapat kegagalan internal yaitu : Biaya jasa kebersihan - Biaya tenaga pembantu Biaya Biaya pengiriman abu - Biaya pengerukan saluran air hujan - Biaya pengurusan bak - Pengolahan limbah B3 Biaya konsruksi pempipaan air - Biaya limbah dan perbaikan pipa air - Biaya kebersihan dan bahan Biaya pengolahan sampah / limbah - Biaya pemeliharaan dan perbaikan IPAL - Biaya pembersihan IPAL - Biaya pemeliharaan dan perbaikan incinerator - Biaya bahan pembersih dan alat kebersihan. Biaya Kegagalan Eksternal Biaya merupakan biaya untuk aktivitas yang dilakukan setelah melepas limbah atau sampah ke area Untuk kegagalan eksternal pada RSUD Piru tidak dianggarkan karena belum terjadi. Dari perbandingan diatas dapat disimpulkan bahwa Rumah Sakit Umum Daerah Piru belum mangklasifikasikan biaya lingkungan secara rinci seperti yang telah dirumuskan oleh Hansen and Mowen. RSUD Piru merumuskan jenis biaya KUPNA AKUNTANSI: KUMPULAN ARTIKEL AKUNTANSI VOL. NO. APRIL 2023. PP. E-ISSN: 2775-9822 berdasarkan yang dibutuhkan oleh RSUD Piru dan yang dilaksanakan serta telah mengeluarkan biaya-biaya dikelompokkan dengan biaya-biaya operasional lain yang sejenis. 6 Pengakuan Berdasarkan hasil yang telah dilakukan, biaya-biaya pengolahan limbah pada Rumah Sakit Umum Daerah Piru tersebut dialokasikan ke bagian belanja modal, biaya umum dan administrasi, belanja barang dan operasional, laporan realiasi anggaran dan neraca dengan menggunakan metode kas basis dalam pencatatan Dibawah pengukuran menurut PSAK dan Sumber : Diolah Peneliti Pengukuran Berikut perbandingan pengukuran biaya menurut PSAK dan menurut RSUD Piru pengolahan limbah : Table 4. Perbandingan Pengukuran Biaya Pengolahan Limbah Kerangka Dasar Menurut Rumah PSAK Tahun Sakit Umum 2015 paragraf 99 Daerah Piru Pengukuran Menurut RSUD proses Piru mengukur biaya uang pengolahan untuk mengakui limbah satuan mata uang unsur rupiah. Menggunakan keuangan dalam biaya yang telah dan dikeluarkan dan laporan laba rugi. Proses ini realisasinya anggaran periode pemilihan dasar sebelumnya yang ada pada laporan realisasi anggaran Dasar atau juga disebut dengan historical lazimnya cost. keuangan adalah biaya historis. Ini yang lain. Sumber : Diolah Peneliti Berdasarkan perbandingan tersebut Rumah Sakit Umum Daerah Piru dalam melakukan pengukuran biaya pengolahan limbah sesuai dengan PSAK paragraph 99 dan 101 dengan mengukur biaya limbah dari biaya historis atau . istorical cos. dan sesuai dengan harga beli pada saat belanja barang dan peralatan. KUPNA AKUNTANSI: KUMPULAN ARTIKEL AKUNTANSI VOL. NO. APRIL 2023. PP. E-ISSN: 2775-9822 Penyajian Laporan keuangan menurut PSAK Tahun 2015 No 1 paragraf 15 menyajikan secara wajar posisi keuangan, kinerja keuangan dan arus kas entitas. Penyajian yang wajar secara jujur dampak dari transaksi, peristiwa lain dan kondisi sesuai penghasilan dan beban diatur dalam kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Dalam SAK, diutuhkan, dianggap menghasilkan penyajian laporan keuangan secara Rumah Sakit Umum Daerah Piru merupakan instansi pemerintah yang bergerak dibidang pelayanan jasa dimana dalam setiap kegiatan operasionalnya menghasilkan jenisjenis limbah yaitu limbah cair dan Dalam lingkungan berkaitan dengan limbah RSUD Piru menyajikannya dalam kelompok-kelompok belanja di dalam unit-unit sejenis dalam laporan operasional, dan neraca. RSUD Piru sendiri belum menyajikan laporan biaya lingkungan secara khusus. 9 Pengungkapan Pengungkapan RSUD Piru informasi dalam laporan keuangan ke Catatan Atas Laporan Keuangan CALK. Namun berdasrkan hasil wawancara dan dokumentasi penelusuran yang telah dilakukan. RSUD Piru mengungkapkan kebijakan mengenai biaya lingkungan secara khusus. Melainkan dalam Catatan Atas Laporan Keuangan Biaya-biaya lingkungan yang limbah dan lingkungan disajikan satu dalam belanja modal dan belanja barang dan jasa sehingga, pada pengolahan limbah menjadi satu dengan biaya yang sejenis. 6 Akuntansi Manajemen Lingkungan Akuntansi lingkungan dapat dipahami sebagai kepada pihak internal perusahaan pihak-pihak Secara keseluruhan, hampir seluruh informasi akuntansi manajemen lingkungan dibutuhkan oleh manajemen rumah sakit, hal ini berhubungan dengan perencanaan manajemen agar kegiatan usaha dapat berjalan dengan baik, dan lingkungan sekitar tetap terjaga. Dalam hal ini pihak Rumah Sakit Umum Daerah Piru sudah mengetahui konsep dari manajemen Seperti yang telah diungkapkan oleh pihak Direktur RSUD Piru KUPNA AKUNTANSI: KUMPULAN ARTIKEL AKUNTANSI VOL. NO. APRIL 2023. PP. E-ISSN: 2775-9822 Aupada prinsipnya pihak RSUD Piru sudah mengetahui apasih konsep akuntansi manajemen yang berhubungan langsung dengan pengolahan lingkungan, sebagaimana kita ketahui bahwa aspek lingkungan merupakan salah satu aspek yang urgent di sebuah rumah sakit oleh karena itu aspek lingkungan dalam hal ini pengolahan lingkungan yang berkaitan dengan limbah baik itu limbah cair maupun padat pada gilirannya harus di tangani secara efektif dan efisien. untuk itu maka disitulah peran dari akuntansi manajemen untuk memberikan melaksanakan tata kelola sumber dan penggunaan anggaran yang dibutuhkan untuk penanganan pengolahan lingkungan tersebutAy Berdasarkan hasil wawancara oleh pihak Direktur RSUD Piru tersebut, dengan adanya akuntansi manajemen lingkungan dapat membantu pihak RSUD Piru dalam penanganan lingkungan pada RSUD Piru itu sendiri secara efektif dan efisien. SIMPULAN Berdasarkan data yang telah dianalisis dan pembahasan yang telah dilakukan oleh peneliti mengenai penerapan akuntansi manajemen lingkungan di Rumah Sakit Umum Daerah Piru, maka disimpilkan sebagai berikut ini : Rumah Sakit Umum Daerah Piru sendiri telah melakukan pengolahan limbah konvensional dan limbah B3 sudah berjalan pengendalian kualitas lingkungan berjalan dengan baik di RSUD Piru. RSUD Piru biaya-biaya lingkungan untuk pengelolaan limbah tersebut, namun RSUD Piru belum mengklasifikasikan biaya-biaya tersebut secara khusus seperti ditetapkan dalam teori Hansen And Mowen. Biaya-biaya lingkungan tersebut dikelompokkan menjadi satu dalam laporan keuangan yang telah dibuat oleh pihak RSUD Piru bersamaan dengan akun-akun sejenis dari proses operasional rumah sakit. RSUD Piru menggunaan metode kas basis untuk mengakui biaya ketika terjadi pengeluaran kas, meskipun suatu biaya sudah digunakan dan memberi manfaat tetapi belum mengeluarkan kas belum melakukan transaksi secara tunai maka biaya tersebut belum dicatat dan diakui. RSUD Piru mengukur pengeluaran biaya menyesuaikan satuan moneter yang telah dikeluarkan dan dari melihat realisasi anggaran tahun sebelumnya. RSUD Piru mengelompokan biaya lingkungan secara khusus dalam laporan keuangan, namun dijadikan satu dengan biaya-biaya lain yang sejenis di laporan operasional, neraca, laporan realisasi anggaran. Untuk biaya operasional yang dikeluarkan oleh RSUD Piru diungkap dalam catatan atas laporan keuangan namun, perihal diungkapkan secara khusus dalam catatan atas laporan keuangan Rumah Sakit. Daftar Pustaka