Volume 6 Nomor 1 Februari 2026 p-ISSN : 2747-0725 e-ISSN : 2775-7838 Diterima : 17 Mei 2023 Direvisi : 4 Juni 2023 Disetujui : 11 Februari 2026 Diterbitkan : 28 Februari 2026 PENGARUH TEKA-TEKI SILANG BERGAMBAR TERHADAP KEMAMPUAN BAHASA ANAK USIA DINI DI TK BANDAR LAMPUNG Nabila Agelia Putri*. Hetty Anggraini. Tri Dewantari. Sulistianah Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. STKIP Al Islam Tunas Bangsa e-mail: nabilaageliaputri@gmail. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh teka-teki silang bergambar terhadap kemampuan berbicara, membaca, dan menulis anak kelompok B di TK Bandar Lampung. Penelitian menggunakan desain eksperimen dengan 10 anak sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan tes pretest-posttest. Hasil analisis menggunakan uji Mann Wilcoxon menunjukkan bahwa teka-teki silang bergambar berpengaruh signifikan terhadap kemampuan bahasa anak. Dari hasil analisis uji Mann wilcoxon diperoleh dari hasil post test kelas eksperimen menunjukkan bahwa penggunaan teka-teki silang bergambar berpengaruh positif terhadap kemampuan bahasa anak. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh media teka-teki silang bergambar terhadap kemampuan bahasa anak usia dini di salah satu TK di Bandar Lampung. Kata Kunci: anak usia dini. kemampuan bahasa. teka-teki silang bergambar THE EFFECT OF DRAWING CROSS PUZZLES ON EARLY CHILDREN'S LANGUAGE ABILITY IN BANDAR LAMPUNG KINDERGARTEN Abstract: This study aims to examine the effect of illustrated crossword puzzles on the speaking, reading, and writing abilities of group B children in a kindergarten in Bandar Lampung. The study uses an experimental design with 10 children as the sample. Data were collected through observation, documentation, and pretest-posttest. The analysis using the Mann-Whitney test shows that illustrated crossword puzzles have a significant effect on children's language abilities. The results of the post-test in the experimental class indicate that the use of illustrated crossword puzzles positively affects children's language abilities. It can be concluded that there is an influence of illustrated crossword puzzle media on the language abilities of early childhood children in one of the kindergartens in Bandar Lampung. Keywords: Early Childhood. Language Skills. Illustrated Crosswords PENDAHULUAN Bahasa merupakan alat komunikasi bagi setiap orang termasuk anak-anak. Anak sosialnya melalui berbahasa (Ratnasari et al. Keterampilan penguasaan kemampuan berbahasa. Melalui pikirannya, sehingga orang lain dapat memahaminya dan menciptakan suatu hubungan sosial. Bahasa adalah alat komunikasi yang memungkinkan anak mengembangkan keterampilan sosial dan hubungan sosial melalui ekspresi verbal. Menurut McLeod et al. berbicara merupakan penyampaian pesan yang dilakukan secara lisan dan masa anak usia dini merupakan masa yang penting dalam mengembangkan kemampuan berbicara pada anak, dan melalui kemampuan berbicara tersebut akan dapat membentuk anak menjadi percaya diri, kreatif, serta membantu memperluas keterampilan belajar mereka. Dalam penelitian ini kemampuan berbicara anak fokus dalam pemerolehan kosakata atau pembendaharaan bahasa. Semakin banyak kosakata yang dimiliki anak, semakin besar pula peluang anak untuk mengucapkan dan mengetahui arti kata yang diucapakan. Pentingnya pemerolehan kosakata bertujuan sebagai penyambung dalam perbendaharaan Renjana Pendidikan Dasar - Vol. 6 No. 1 Februari 2026 bahasa anak sehingga anak dengan mudah untuk mengkonsumsikan apa yang anak tersebut lihat, dengar dan juga rasakan. Menurut Musfiroh pengembangan penguasaan kosakata anak dapat dilakukan melalui membaca dan Membaca merupakan suatu proses memperoleh pesan dari media tertulis. Membaca juga dapat diartikan sebagai pemahaman untuk memahami pola-pola bahasa dari gambaran secara tertulis. Sedangkan menulis merupakan suatu lambang-lambang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang sehingga orang tersebut dapat memahami lambang-lambang grafis tersebut. Menulis juga merupakan suatu kemampuan pengalamanpengalaman hidup dalam bentuk tulis yang jelas, runtut, ekspresif, enak dibaca dan dapat Senada dengan pendapat (Radon, 2. membaca merupakan salah salah satu keterampilan berbahasa yang bersifat reseptif, artinya seseorang yang melakukan aktivitas informasi dan bertambah luas wawasannya melalui indera penglihatan dalam bentuk simbol-simbol yang rumit, yang disusun sedemikian rupa sehingga mempunyai Di era modern ini perlu adaya suatu inovasi untuk meyemangati siswa dalam proses belajar mengajar, terutama dalam hal membaca, untuk itu guru harus paham soal adanya inovasi inovasi dalam pendidikan. Dengan media pembelajaran siswa akan pembelajarannya tidak pasif dan bosan. Untuk itu proses pembelajaran anak usia dini menggunakan media pembelajaran sebagai alat untuk proses pengajaran seorang guru. Dikaitkan dengan pembelajaran, media diartikan sebagai alat komunikasi yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk membawa informasi berupa materi ajar dari guru kepada anak didik sehingga anak didik Sama halnya dengan pendapat yang dikemukakan oleh Isnaini & Hidayah . media adalah alat komuikasi yang digunakan dalam proses pembelajaran. Dengan Renjana Pendidikan Dasar - Vol. 6 No. 1 Februari 2026 mempermudah guru untuk menyampaikan materi pembelajaran sehingga menjadi jelas dan tidak adanya penyajian yang berbentuk tekstual yang membuat peserta didik menjadi Bagi seorang anak, bermain adalah kegiatan yang mereka lakukan sepanjang hari karena bagi anak bermain adalah hidup dan hidup adalah permainan. Anak usia dini tidak membedakan antara bermain, belajar dan Anak-anak umumnya sangat menikmati permainan dan akan terus melakukannya dimanapun mereka memiliki kesempatan sehingga bermain adalah salah satu cara anak usia dini untuk belajar, karena melalui bermainlah anak belajar tentang apa yang ingin mereka ketahui dan pada akhirnya mampu mengenal semua peristiwa yang akan terjadi disekitarnya. Senada dengan pendapat (Fadhilah, 2. bermain adalah serangkaian kegiatan atau aktivitas anak untuk bersenang senang, adapun kegiatanya selama itu terdapat unsur kesenangan atau kebahagiaan bagi anak usia dini maka ia disebut sebagai Bermain merupakan alat yang paling kuat untuk membelajarkan kemampuan berbahasa anak. Melalui komunikasi inilah anak dapat memperluas kosakata dan mengembangkan daya penerimaan serta mengekspresikan kemampuan berbahasa mereka melalui interaksi dengan anak lain dan orang dewasa pada situasi bermain Secara spesifik, bermain dapat . yaitu mengikuti petunjukpetunjuk dan memahami konsep dasar, penggunaan kata-kata, frase-frase, kalimat, berbicara secara jelas dan terang, komunikasi nonverbal yaitu penggunaan komunikasi kongruen, ekspresi muka, isyarat tubuh, pendengaran/pembedaan yaitu memahami bahasa berbicara dan membedakan bunyi. Penting bagi anak untuk terus dilatih berbahasa mereka, salah satunya melalui pengayaan kosakata. Penambahan kosakata dan stimulasi aktif melalui komunikasi dapat mempercepat perkembangan bahasa anak. Kegiatan yang melibatkan interaksi langsung akan membantu anak dalam menguasai kosakata dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mendukung proses ini, penggunaan berbagai strategi pembelajaran, seperti permainan, sangat efektif untuk memperkaya kosakata anak, serta meningkatkan keterampilan berbicara, membaca, dan menulis. Namun, berdasarkan observasi yang dilakukan di salah satu TK di Bandar Lampung, masih banyak anak yang menghadapi kesulitan dalam menguasai kosakata, terutama dalam konteks berbicara dan membaca. Data menunjukkan bahwa mengungkapkan ide secara jelas atau memahami bacaan dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang menarik dan efektif, seperti teka-teki silang bergambar, untuk membantu meningkatkan kemampuan bahasa anak dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Taman Kanak-Kanak (TK) merupakan tempat belajar dan bermain bagi anak usia Pelaksanaan program kegiatan TK harus menciptakan suasana yang nyaman bagi pertumbuhan dan perkembangan anak terutama terhadap kemampuan bahasa. Oleh karena itu, guru merencanakan dan memperhatikan kematangan dan tahap perkembangan anak, kesesuaian alat bermain serta metode yag digunakan menurut (Anggraini, 2. Salah satu media pembelajaran yang menarik untuk diterapkan adalah media pembelajaran teka-teki silang. Teka-teki silang sudah dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat, namun masih jarang digunakan sebagai media pembelajaran di dalam kelas. Untuk itu peneliti tertarik untuk teka-teki kemampuan bahasa anak usia dini. Penggunaan teka-teki silang yang selanjutnya akan disebut TTS bergambar sebagai media pembelajaran pemerolehan bahasa dapat membantu anak dalam penguasaan kosa Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti pada hari Senin tanggal 22 Agustus 2022 pukul 08. 00 WIB pada kelompok B2 kondisi kemampuan bahasa anak di salah satu TK di Bandar Lampung menunjukkan masih terdapat anak yang belum memahami saat guru bercerita, belum mampu melaksanakan perintah, belum bisa menyebutkan simbol-simbol huruf yang Hal pembelajaran yang kurang efektif. Media perkembangan bahasa anak masih belum menarik, contohnya seperti hanya media lembar kertas dan hanya gambar sesuai tema, menyampaikan materi membuat sebagian anak lebih sering bermain dengan temannya dan bercerita sendiri sehingga tidak memperhatikan pelajaran yang diterapkan Menurut (Purwanti & Simatupang, 2. teka-teki Silang merupakan permainan yang didalamnya terdapat kotak-kotak untuk diisi dengan jawaban yang benar sesuai dengan soal. Bermain teka-teki silang merupakan membangun pengetahuan anak melalui pengalaman yang diperoleh dari aktivitas memecahkan suatu soal atau teka-teki silang sendiri, yang dapat berupa gambar, kata, atau huruf (Dewantara, 2017. Susetyo & Noermanzah, 2. Penggunaan TTS dirasa tepat untuk mengatasi masalah kemampuan bahasa anak dikarenakan peneliti tertarik untuk mengatasi masalah kemampuan bahasa anak dikarenakan peneliti tertarik untuk menggunakan TTS bergambar sebagai TTS Penelitian ini menjadi penting untuk diteliti karena tanpa media yang menarik dan menyenangkan maka tidak akan menciptakan suatu pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan anak akan mudah bosan dan tentunya akan menghambat perkembangan anak dalam menggali potensi Selaras dengan Permendikbud no 137 tahun 2014 tentang Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) kemampuan bahasa anak di usia 5-6 tahun dalam lingkup perkembangan memahami bahasa yaitu: Anak sudah mulai mengerti beberapa perintah secara bersamaan. Mengulang kalimat yang lebih Memahami aturan dalam suatu Senang dan menghargai bacaan Renjana Pendidikan Dasar - Vol. 6 No. 1 Februari 2026 Dalam lingkup mengungkapkan bahasa Anak mampu menjawab pertanyaan yang lebih kompleks. Anak menyebutkan gambar yang memiliki bunyi yang Anak berkomunikasi secara lisan, memiliki perbendaharaan kata, serta mengenal simbol-simbol persiapan membaca, menulis dan berhitung. Anak sederhana dalam struktur lengkap . okok kalimat-predikat-keteranga. Anak memiliki lebih banyak kata-kata untuk mengekspresikan ide pada orang lain. Anak cerita/dongeng Anak menunjukkan pemahaman konsep-konsep dalam buku cerita. Selanjutnya dalam lingkup keaksaraan Anak menyebutkan simbol-simbol huruf yang dikenal. Anak mengenal suara huruf awal dari nama benda-benda yang ada di Anak menyebutkan kelompok gambar yang memiliki bunyi/huruf awal yang Anak memahami hubungan antara bunyi dan bentuk huruf. METODE PENELITIAN Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian yang diterapkan adalah preexperimental design . esain eksperimen yang belum sepenuhnya terkendal. Menurut Sugiyono . , pre-experimental design adalah eksperimen yang belum sepenuhnya murni, karena masih terdapat variabel luar yang dapat mempengaruhi terbentuknya variabel dependen. Oleh karena itu, hasil eksperimen yang menjadi variabel dependen tidak hanya dipengaruhi oleh variabel independen, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar kontrol eksperimen. Populasi dan sampel penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Renjana Pendidikan Dasar - Vol. 6 No. 1 Februari 2026 anak kelompok B di salah satu TK di Bandar Lampung dengan jumlah sebanyak 70 siswa. Sampel adalah sebagai atau wakil populasi yang diteliti. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling, hal ini dikarenakan penentuan sampel berdasarkan kriteria khusus yaitu peserta didik yang memiliki kemampuan bahasa rendah. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan adalah anak kelompok B2 di salah satu TK di Bandar Lampung sebanyak 10 anak. Teknik pengumpulan data. Teknik pengumpulan data dapat dilaksanakan dengan berbagai cara yaitu, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti Tes. Tes dilakukan untuk kelas sampel dengan perlakuan item tes yang sama, yaitu pretest dan post-test dipakai untuk mengukur kemampuan teka teki silang bergambar terhadap kemampuan bahasa anak di salah satu TK di Bandar lampung. Non Tes . Observasi Observasi yaitu alat yang digunakan peneliti ketika melakukan pengamatan yang pencatatan secara sistematis terhadap berbagai hal yang berkaitan dengan . Dokumentasi Dokumentasi yaitu mengumpulkan data-data tertulis dan arsip-arsip yang terkait dengan variabel yang diteliti. Data tersebut dapat berupa latar belakang sekolah dan fotofoto saat penelitian sebagaimana terlampir. Instrument yang digunakan yaitu observasi dan dokumentasi. Tahapan-Tahapan Penelitian Eksperimen Pengaruh Teka-Teki Silang Terhadap Kemampuan Bahasa pra-penelitian Dari 70 anak kelompok usia 5-6 tahun penelitian melakukan pretest dengan cara membagikan lembar kerja dengan gambar sesuai tema tanpa diberikan stimulus dan melakukan observasi guna mencari anak yang mengalami kesulitan dalam kemampuan 10 siswa yang mengalami kesulitan dalam kemampuan bahasa akan diberikan pembelajaran dengan menggunakan tekateki silang bergambar sebanyak 4 kali dengan lembar pembelajaran yang Setelah pembelajaran teka-teki silang bergambar dilakukan sebanyak 4 kali kepada peserta didik selanjutnya peneliti memberikan post-test dengan menggunakan lembar kegiatan teka-teki silang bergambar sesuai tema kepada anak kelas HASIL & PEMBAHASAN Hasil Sebelum melakukan penelitian, peneliti pendahuluan lokasi penelitian yaitu di salah satu TK di Bandar Lampung. Pada pelaksanaan penelitian, waktu yang diberikan ketika melakukan pretest dan postest pada kelas eksperimen yaitu 60 menit. Saat pretest di kelas eksperimen peneliti mengamati penguasaan kosa kata, kemampuan membaca dan menulis untuk menggunakan media teka teki silang namun tidak bergambar dan tidak ada perlakuan. Pada postest kelas eksperimen peneliti menggunakan media teka-teki silang bergambar sekaligus diberikan perlakuan untuk mengetahui penguasaan kosakata, kemampuan membaca dan menulis anak. Jadi media teka-teki silang bergambar dan perlakuan hanya diberikan untuk kelas eksperimen pada saat postest. Analisis Data Uji Instrumen Uji Validasi Sebelum instrumen penelitian dan pembelajaran diberikan kepada anak yang menjadi sampel dilakukan uji validasi instrumen untuk mengetahui instrumen tersebut valid atau tidak oleh karena itu peneliti meminta bantuan kepada dosen ahli PGPAUD (Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Din. yaitu Ibu Sulistianah,S. Pd. Hum sebagai Berdasarkan uji validitas yang dilakukan, diperoleh kesimpulan Uji Reliabilitas Uji reliabilitas dalam suatu uji menunjukan konsistensi suatu alat pengukur didalam mengukur gejala yang sama. Uji reliabilitas digunakan sebagai syarat kedua instrumen pengumpulan data. Dalam penelitian ini uji reliabilitas CronchbachAosAlpha bantuan SPSS (Statistical Package for Sosial Scienc. Uji Hipotesis Uji Mann Wilcoxon Penguasaan kosa kata Adapun hasil perhitungan uji Mann wilcoxon data instrumen penelitian postest dari penguasaan kosa kata yaitu sebagai berikut : Tabel 1. Wilcoxon Signed Ranks Test Ranks Post Test Pre Test Mean Sum of Rank Ranks Negative Ranks Positive Ranks Ties Total Post Test < Pre Test Post Test > Pre Test Post Test = Pre Test Tabel 2. Output Hasil Wilcoxon Test Statisticsa Post Test - Pre Test Asymp. Sig. Wilcoxon Signed Ranks Test Based on negative ranks. Berdasarkan Renjana Pendidikan Dasar - Vol. 6 No. 1 Februari 2026 rumus Wilcoxon di atas dapat dilihat bahwa hasil hitungan Asymp. Sig. yaitu Sedangkan hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai Ho= tidak ada pengaruh penggunaan tekateki silang bergambar terhadap kemampuan berbicara. Ha = ada pengaruh penggunaan teka-teki kemampuan berbicara. Dari hasil perhitungan dapat dilihat bahwa nilai Sig. <0,05 yaitu maka Ho di tolak dan Ha Aditerima. Dengan demikian dapat penggunaan teka-teki silang bergambar terhadap kemampuan berbicara Pembahasan Permainan yang dapat menimbulkan keinginan dan rasa senang dalam belajar tanpa harus berhadapan dengan situasi yang Hal ini juga dikuatkan oleh syifa yaitu metode teka-teki silang merupakan permainan dimana kita harus mengisi ruang kosong dengan huruf-huruf yang membentuk sebuah kata berdasarkan petunjuk yang Oleh karena itu metode ,teka-teki silang bergambar sesuai dengan kebutuhan anak untuk meningkatkan penguasaan Gambar TTS yang sudah diisi oleh siswa Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 Gambar 4 Adanya teka-teki silang bergambar Renjana Pendidikan Dasar - Vol. 6 No. 1 Februari 2026 akan membantu anak dalam proses belajar membacanya, huruf demi huruf akan nampak di kolom yang ditulis anak sehingga memudahkan anak untuk mengeja dan juga membedakan huruf (Oktadiana, 2. Selanjutnya, (Hidayat hasil penelitian penggunaan Media TTS dalam peningkatan nilai siswa dengan hasil bahwa penguasaan kosakata yang dimiliki siswa serta motivasi dan antusias siswa dalam mempelajari bahasa Arab menjadi meningkat. Kemudian, (Setiawan, 2. menguatkan sebelumnya dengan melakukan penelitian pada siswa tuna rungu dengan hasil bahwa media TTSmemiliki pengaruh yang baik pada peningkatan penguasaan kosakata Pemerolehan menggunakan uji Mann Wilcoxon dengan petimbangan bahwa data tersebut merupakan data ordinal yang menyangkut nature data termasuk statistik non parametrik. Nilai ratarata post-test pada kelas B2 . elas eksperimen penguasaan kosa kata pada kelas eksperimen lebih tinggi. Asymp. -faile. pada uji Wllcoxon yaitu 0,05 yang artinya Ho ditolak dan Ha diterima (Mina Syanti Lubis et al. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan media teka-teki silang bergambar memberikan pengaruh dalam kemampuan berbicara anak. Adanya teka-teki memudahkan anak untuk mengingat apa yang sudah didapat ataupun pengalaman yang sudah dimilikinya bahkan pengalaman baru dalam kemampuan berbicara. Hal ini dikuatkan dengan pendapat (Atun, 2. penguasaan kosakata adalah penguasaan seseorang untuk mengenal, memahami, dan menggunakan kata-kata dengan baik dan membaca dan menulis. Penguasaan kosakata penting dalam kehidupan, khususnya di dalam komunikasi. Dengan penguasaan kosakata yang memadai, seseorang akan mampu berbahasa dengan baik dan lancar. Dukungan dari (Musfiroh & Listyorini, 2. (Vera, 2. yaitu tujuan teka-teki silang bergambar dalam pembelajaran adalah mengasah otak anak dalam berfikir mempelajari kosa kata, motivasi, dan memberi pemahaman terhadap kosa kata yang mudah dan mendalam. PENUTUP Simpulan Berdasarkan temuan dan pembahasan, peneliti menyimpulkan beberapa hal diantara nya seperti kemampuan bahasa anak melalui teka-teki silang bergambar pada anak kelompok B di TK Amarta Tani Bandar Lampung dilakukan melalui kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode Kegiatan eksperimen dilakukan oleh anak berupa kegiatan teka teki silang bergambar dengan beberapa tema. Kegiatan empat kali Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan . data berdistribusi normal dan homogen . uji efektivitas dengan uji Y menunjukkan kelas eksperimen nilai signifikansi sebesar 4,18 >0,05 dan nilai sig . 0,05 dengan menggunaan uji Wilcoxon yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima dan ada pengaruh dalam melakukan kegiatan teka teki silang bergambar pada anak kelompok B di TK Amarta Tani Bandar Lampung. Hasil dari pelaksanaan kegiatan pembelajaran meningkatkan kemampuan bahasa pada anak kelompok B TK Amarta Tani melalui metode Hal ini merupakan dampak dari metode eksperimen adalah metode yang sesuai untuk anak usia dini yang menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Saran Berdasarkan penelitian tindakan yang penulis lakukan, maka peneliti memberikan saran sebagai berikut yaitu, bagi guru Agar pembelajaran dapat dicapai, maka sebainya dapat memberikan pembelajaran dengan memberikan media dan metode yang menarik serta bervariasi sesuai dengan karakteristik anak serta menggunakan media yang menarik dalam proses belajar mengajar di kelas. Bagi sekolah diharapkan membuat kebijakan kepada guru dan siswa dalam melaksanakan pembelajaran yang bebas dan kreatif, tanpa harus terfokus dengan tradisi belajar yang lama yang sama sekali tidak membantu siswa menemukan cara belajar yang sesuai dan menyenangkan baginya. Sedangkan bagi calon peneliti selanjutnya yang ingin melanjutkan penelitian yang berkaitan dengan menggunakan media media teka-teki silang bergambar dalam meningkatkan dikembangkan dalam mata pelajaran yang lainnya sesuai dengan materinya. DAFTAR PUSTAKA