Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 2838-2850 FaktorAefaktor yang Memengaruhi Pendapatan Usahatani Cacing Tanah Mitra CV Rumah Alam Jaya Organik Factors Affecting the Income of Vermiculture Business Partners of CV Rumah Alam Jaya Organic Mikael Adi Santoso*. Kustopo Budiraharjo. Migie Handayani Program Studi Agribisnis. Fakultas Peternakan dan Pertanian. Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedarto. Tembalang. Kec. Tembalang. Kota Semarang. Jawa Tengah *Email: mikaeladisantoso13@gmail. (Diterima 16-04-2025. Disetujui 04-07-2. ABSTRAK Usahatani cacing tanah mempunyai prospek yang cukup bagus. Cacing tanah bernilai ekonomi tinggi karena dapat dijual dan mendatangkan keuntungan bagi pembudidaya, namun permasalahannya yaitu pemasaran yang dikendalikan oleh perusahaan sehingga harga yang diperoleh petani cacing tanah mitra CV. Rumah Alam Jaya Organik adalah harga yang ditetapkan sesuai perjanjian. Tujuan penelitian ini adalah menganasilis pendapatan usahatani cacing tanah mitra CV. Rumah Alam Jaya Organik dan faktorAefaktor yang Penelitian ini dilaksanakan pada NovemberAeDesember 2024 di Malang raya dan Penentuan lokasi dilakukan secara purposive dengan pertimbangan Malang merupakan sentra produksi cacing tanah di Provinsi Jawa Timur karena kondisi iklim dan geografis yang mendukung dan terdapat perusahaan yang bergerak dalam industri cacing tanah yaitu CV. Rumah Alam Jaya Organik. Metode penelitian yang digunakan adalah sensus dengan jumlah responden sebanyak 33 petani. Teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan analisis pendapatan, uji normalitas, uji asumsi klasik, dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan rataAerata penerimaan Rp 268/bulan dan rataAerata biaya Rp 4. 453/bulan sehingga diperoleh rataAerata pendapatan usahatani cacing tanah mitra CV. Rumah Alam Jaya Organik sebesar Rp 4. 815/bulan dengan rataAerata luas lahan 489 m2. Variabel tenaga kerja dan jumlah produksi berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, sedangkan variabel luas lahan, jumlah bibit, dan jumlah pakan tidak berpengaruh. Kata kunci: pendapatan usahatani, cacing tanah ABSTRACT Earthworm farming has quite good prospects. Earthworms have high economic value because they can be sold and generate profits for farmers, however the problem is that marketing is controlled by the company so that the price obtained by earthworm farmers who are partners of CV. Rumah Alam Jaya Organik is the price set according to the agreement. The purpose of this study was to analyze the income of earthworm farming partners of CV. Rumah Alam Jaya Organik and the factors that influence it. This research was conducted in November-December 2024 in Malang and its surroundings. The location was determined purposively with the consideration that Malang is the center of earthworm production in East Java Province because of the supportive climate and geographical conditions and there are companies engaged in the earthworm industry, namely CV. Rumah Alam Jaya Organik. The research method used was a census with 33 farmers as respondents. Data collection techniques were observation and interviews. Data analysis used income analysis, normality test, classical assumption test, and multiple linear regression analysis. The results of the study showed an average income of Rp 8. 268/month and an average cost of Rp 453/month, so that the average income of the earthworm farming business of CV. Rumah Alam Jaya Organik partners was Rp 4. 815/month with an average land area of 1. 489 m 2. The variables of labor and production volume had a significant effect on income, while the variables of land area, number of seeds, and amount of feed had no effect. Keywords: regression, vermiculture income, earthworms FaktorAefaktor yang Memengaruhi Pendapatan Usahatani Cacing Tanah Mitra CV Rumah Alam Jaya Organik Mikael Adi Santoso. Kustopo Budiraharjo. Migie Handayani PENDAHULUAN Cacing tanah selama ini dipandang oleh sebagian besar masyarakat hanyalah sebagai agen penggembur tanah dan untuk dijadikan umpan pancing. Organisme tanah ini memiliki banyak sekali manfaatnya bagi manusia dan lingkungan. Manfaat cacing tanah di bidang medis yaitu dapat digunakan sebagai obat demam, antibakteri, dan obat tipus (Dharmawati et al. , 2. Penggunaan cacing tanah sebagai obat diproses dengan cara dikeringkan dan diekstrak menjadi bubuk dalam bentuk kapsul. NegaraAenegara seperti Cina. Jepang. Korea. Kanada dan Amerika menggunakan cacing tanah sebagai bahan untuk obatAeobatan dan kosmetik (Muchtaridi et al. , 2. Cacing tanah bagi industri pertanian bermanfaat sebagai penghasil pupuk organik, agen penyubur tanah dan menjadi acuan menentukan kualitas tanah. Cacing tanah juga dapat dijadikan sebagai bahan baku pakan ternak. Cacing tanah berpotensi menjadi bahan baku pakan karena kandungan gizi yang Komposisi gizi cacing tanah yaitu protein kasar 60Ae72%, lemak 7Ae10%, abu 8Ae10%, dan energi 900Ae1400 kalori (Zen dan Noor, 2. Cacing tanah memiliki karakteristik unik sehingga perkembangbiakannya cukup cepat. Cacing tanah memiliki tingkat regenerasi tinggi karena merupakan hewan hermaphrodite, artinya dapat melakukan perkawinan dengan individu lain tanpa dibatasi jenis kelamin (Anggada et al. , 2. Cacing tanah mudah dikembangbiakkan sehingga bertani cacing tanah dapat menjadi sumber usaha atau peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Cacing tanah relatif mudah untuk dibudidayakan karena hanya membutuhkan kompos dan tanah sebagai medianya (Ernawati et al. , 2. Budidaya cacing tanah selain mudah juga murah, di sisi lain banyaknya permintaan akan produk turunannya. Modal untuk memulai budidaya relatif tidak terlalu besar namun produk olahan cacing dihargai cukup tinggi di pasaran (Resiana, 2. Malang merupakan sentra produksi cacing tanah di Jawa Timur karena kondisi iklim dan geografis yang mendukung serta terdapat perusahaan yang bergerak dalam industri cacing. CV. Rumah Alam Jaya Organik merupakan sentra budidaya cacing terpadu berbasis organik serta memproduksi berbagai macam produk olahan cacing tanah (Rahman et al. , 2. CV. Rumah Alam Jaya Organik adalah perusahaan industri cacing tanah yang menggunakan sistem kemitraan inti plasma, dimana CV. Rumah Alam Jaya Organik sebagai inti dan petani cacing sebagai plasma (Sari, 2. Perusahaan ini memiliki visi AuRealisasi HuluAeHilir Industri CacingAy yang artinya perusahaan ini benarAebenar bergerak dari hulu mengenai penyediaan bibit cacing tanah, pelatihan, program kemitraan, hingga bergerak pada hilirnya yakni proses produksi pengembangan pasar cacing dan produk turunannya (Amrullah, 2. Usahatani cacing tanah diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan untuk memenuhi kebutuhan dan keuntungan bagi petani cacing tanah. Harga yang diperoleh petani cacing tanah yang melakukan kerja sama dengan CV. Rumah Alam Jaya Organik adalah harga yang ditetapkan sesuai perjanjian, maka perlu adanya pengetahuan petani tentang pendapatan produksi cacing tanah dan faktor lain yang memengaruhi pendapatan usahatani dalam mengembangkan usahataninya. Penetapan harga penerimaan cacing tanah oleh perusahaan saat periode kontrak ditandatangani mitra adalah Rp22. 500/kg (Sari, 2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan usahatani cacing tanah mitra CV. Rumah Alam Jaya Organik. Penelitian ini juga untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktorAefaktor yang memengaruhi pendapatan sehingga dapat menjadi pertimbangan petani dalam upaya mengoptimalkan pendapatan usahataninya. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November Ae Desember 2024 di Malang raya dan sekitarnya berdasarkan alasan bahwa bulan tersebut memasuki musim penghujan yang berpengaruh terhadap produktivitas cacing tanah. Faktor musim penghujan dan kemarau berpengaruh terhadap kepadatan cacing tanah (Dwiastuti et al. , 2. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive dengan pertimbangan bahwa Malang merupakan sentra produksi cacing tanah di provinsi Jawa Timur karena kondisi iklim dan geografis yang mendukung dan terdapat perusahaan yang bergerak dalam industri cacing tanah yaitu CV. Rumah Alam Jaya Organik. CV Rumah Alam Jaya Organik merupakan sentra budidaya cacing terpadu berbasis organik serta memproduksi berbagai macam produk olahan cacing tanah (Rahman et al. , 2. Metode penelitian yang digunakan adalah sensus dengan jumlah responden sebanyak 33 petani. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara menggunakan kuesioner pada petani cacing tanah mitra CV. Rumah Alam Jaya Organik. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pendapatan, uji Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 2838-2850 normalitas, uji asumsi klasik, one sample t-test dan analisis regresi linier berganda menggunakan bantuan aplikasi SPSS. Analisis pendapatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah menghitung penerimaan, pendapatan, dan profitabilitas. Penerimaan menggunakan rumus sebagai berikut: TR = Hasil Produksi y Harga Jual Pendapatan bersih menggunakan rumus sebagai berikut: PB = Penerimaan Ae Biaya Produksi Pendapatan Bersih Profitabilitas = Total Biaya y 100% Analisis selanjutnya adalah uji one sample t-test untuk mengetahui usahatani cacing tanah mitra CV. Rumah Alam Jaya Organik profitabel dengan membandingkan nilai hipotesis 0. Analisis selanjutnya adalah uji regresi linier berganda untuk mengetahui faktorAefaktor yang memengaruhi pendapatan usahatani cacing tanah. Adapun variabel yang digunakan adalah luas lahan, tenaga kerja, jumlah bibit, jumlah pakan, dan jumlah produksi. Persamaan regresi linier berganda adalah sebagai berikut: Y = a0 a1X1 a2X2 a3X3 a4X4 a5X5 e Keterangan: = Pendapatan (R. = Intercept . ilai konstant. a1 Ae a5 = Nilai koefisien regresi = Luas lahan . = Tenaga kerja (HOK) = Jumlah bibit (K. = Jumlah pakan (Kg/bula. = Jumlah produksi (Kg/bula. = Standard error HASIL DAN PEMBAHASAN Keadaan Umum Perusahaan Rumah Alam Jaya Organik merupakan perusahaan yang bergerak di bidang agrobisnis berbasis budidaya cacing tanah yang terletak di Jl. Supriadi IX No. 42 RT07 RW04. Kelurahan Sukun. Kecamatan Sukun. Kota Malang. Jawa Timur 65147. Bentuk perusahaan Rumah Alam Jaya Organik adalah Commanditaire Venootschap. Perusahaan ini awalnya adalah usaha bisnis budidaya belut yang didirikan pada 10 Januari 2011 oleh Abdul Aziz Adam Maulida yang merupakan lulusan dari S1 Teknik Industri. Institut Teknologi Sepuluh November. Surabaya. Budidaya belut tersebut gagal seiring berjalannya waktu dan hanya menyisakan cacing tanah yang merupakan pakan alami belut tersebut. Pada 18 Agustus 2011 bisnis Rumah Alam Jaya Organik berganti alih menjadi budidaya cacing tanah dengan tujuan awal untuk memenuhi kebutuhan pemancingan, pakan ikan hias, pakan burung, dan sebagainya di beberapa wilayah di Jawa Timur. Awalnya perusahaan ini masih mampu memenuhi permintaan pasarnya, namun seiring berjalannya waktu semakin banyak permintaan dan permintaan yang paling banyak adalah untuk pakan udang, sehingga Rumah Alam Jaya Organik membuka program kemitraan untuk budidaya cacing tanah demi memenuhi kebutuhan pasar yang semakin banyak. Rumah Alam Jaya Organik memiliki total keseluruhan luas lahan 12. 000 m2 yang terpisah masingmasing 10. 000 m2 untuk budidaya cacing tanah, papaya california, stroberi, jeruk, serta ikan nila 000 m2 untuk pengolahan cacing segar menjadi produk turunannya dan tempat pelatihan/workshop. Luas bangunan sekitar 3. 000 m2 dengan kapasitas budidaya cacing tanah mencapai 1Ae2 ton. Luas lahan khusus budidaya cacing sekitar 1. 000 m2 . Bibit yang digunakan oleh Rumah Alam Jaya Organik didatangkan langsung dari Bandung. Jawa Barat. Terdapat 2 macam jenis cacing tanah yang dibudidayakan di Rumah Alam Jaya Organik, yaitu Lumbricus rubellus (LR) dan Eudrilus eugeniae atau biasa disebut ANC (African Nightcrawle. Cacing jenis LR memiliki ciri ukuran tubuh lebih pendek dan ekor berwarna kuning, sedangkan jenis ANC memiliki FaktorAefaktor yang Memengaruhi Pendapatan Usahatani Cacing Tanah Mitra CV Rumah Alam Jaya Organik Mikael Adi Santoso. Kustopo Budiraharjo. Migie Handayani ciri tubuh lebih panjang dan berwarna merah kecoklatan. Hal ini sependapat Hazra et al. yang menyatakan bahwa ciri fisik Eudrilus eugeniae yaitu tubuhnya berwarna merah kecoklatan, panjang tubuh antara 90Ae185 mm dengan lebar 4Ae8 mm, dan berat optimal 5Ae6 gram. Pola Kemitraan Perusahaan Calon mitra baru dapat memilih level program paket kemitraan sesuai dengan kemampuan dan kapasitas lahan mereka. Berikut adalah level program paket kemitraan disajikan pada tabel 1. Level Paket Tabel 1. Program Paket Kemitraan Budidaya Cacing Tanah Kuota Harga Target Item Paket Biaya Paket Panen Panen/kg Income/Bln --uraian---Rp---kg/Bln-- --Rp---Rp-Cacing 40 kg Enzym 10 liter Cacing 80 kg Enzym 20 liter Cacing 120 kg Enzym 30 liter Cacing 160 kg Enzym 40 liter Cacing 200 kg Enzym 50 liter Cacing 240 kg Enzym 60 liter Cacing 280 kg Enzym 70 liter Cacing 320 kg Enzym 80 liter Cacing 360 kg Enzym 90 liter Cacing 400 kg Enzym 100 liter Sumber: Data Primer Penelitian . Pola kemitraan merupakan suatu kerjasama yang dilakukan oleh petani cacing tanah dengan CV. Rumah Alam Jaya Organik dalam waktu tertentu untuk meraih keuntungan bersama dengan prinsip saling menguntungkan dan saling membutuhkan. Pola kemitraan yang dijalin adalah kontrak kerja yang saling menguntungkan, dimana CV. Rumah Alam Jaya Organik berperan serta dalam pembinaan kepada petani cacing tanah mengenai cara pemeliharaan agar produksi yang tinggi disertai kualitas cacing sehingga dapat memberikan hasil produksi dan keuntungan bagi petani cacing maupun perusahaan. Semakin tinggi kualitas cacing tanah yang dihasilkan, maka semakin tinggi hasil produksi cacing. Hal ini sangat berpengaruh terhadap tingkat pendapatan usahatani cacing tanah. Karakteristik Responden Penelitian ini menggunakan responden yaitu 33 orang petani cacing tanah mitra CV. Rumah Alam Jaya Organik. Klasifikasi karakteristik responden didasarkan atas jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, dan pengalaman bertani. Klasifikasi yang pertama yaitu jenis kelamin responden. Jumlah dan persentase jenis kelamin responden dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2. Jumlah dan Persentase Jenis Kelamin Responden Jenis Kelamin Jumlah Persentase --uraian---orang---%-LakiAelaki Perempuan Total Sumber: Data Primer Penelitian . Berdasarkan Tabel 2. dapat diketahui jumlah dan persentase jenis kelamin lakiAelaki sebanyak 31 orang atau 94% dan perempuan sebanyak 2 orang atau 6%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa petani lakiAelaki lebih banyak dibandingkan perempuan. Sebagian besar responden dalam penelitian Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 2838-2850 ini berjenis kelamin lakiAelaki karena usahatani memerlukan fisik yang kuat sehingga dominan dilakukan oleh lakiAelaki. Klasifikasi yang kedua yaitu usia responden. Jumlah dan persentase usia responden dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3. Jumlah dan Persentase Usia Responden Usia Jumlah Persentase --tahun---orang---%-<30 30Ae45 46Ae60 >60 Total Sumber: Data Primer Penelitian . Berdasarkan Tabel 3 dapat diketahui jumlah dan persentase responden golongan berusia kurang dari 30 tahun sebanyak 2 orang atau 6%, golongan berusia 30Ae45 tahun sebanyak 14 orang atau 43%, golongan berusia 46Ae60 tahun sebanyak 12 orang atau 36%, dan golongan berusia lebih dari 60 tahun sebanyak 5 orang atau 15%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa rataAerata petani berusia 30Ae60 tahun. Klasifikasi ketiga yaitu berdasarkan tingkat pendidikan responden. Jumlah dan persentase tingkat pendidikan responden dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. Jumlah dan Persentase Tingkat Pendidikan Responden Tingkat Pendidikan Jumlah Persentase --uraian---orang---%-SD SLTP SLTA Total Sumber: Data Primer Penelitian . Berdasarkan Tabel 4 dapat diketahui jumlah dan persentase responden dengan tingkat pendidikan SD sebanyak 5 orang atau 15%. SLTP sebanyak 6 orang atau 18%. SLTA sebanyak 15 orang atau 46%. D3 sebanyak 1 orang atau 3%. S1 sebanyak 4 orang atau 12%, dan S2 sebanyak 2 orang atau Sebagian besar responden dalam penelitian ini berpendidikan SLTA. Tingkat pendidikan berhubungan erat dengan petani terutama dalam hal inovasi, produktivitas, dan kesejahteraan Hal ini sependapat dengan Gusti et al. , . yang menyatakan bahwa petani dengan latar belakang pendidikan yang tinggi akan memiliki kecenderungan pemikiran yang lebih maju dibandingkan dengan petani dengan latar belakang pendidikan rendah. Klasifikasi yang keempat yaitu berdasarkan pengalaman bertani responden. Jumlah dan persentase pengalaman bertani responden dapat dilihat pada tabel 5. Tabel 5. Jumlah dan Persentase Pengalaman Bertani Responden Lama Bertani Jumlah Persentase --bulan---orang---%-<13 13Ae60 61Ae100 >100 Total Sumber: Data Primer Penelitian . Berdasarkan Tabel 5 dapat diketahui jumlah dan persentase pengalaman bertani responden dalam penelitian ini yang kurang dari 13 bulan atau kurang dari 1 tahun berjumlah 15 orang atau 46%, 13Ae60 bulan atau 1Ae5 tahun berjumlah 13 orang atau 39%, 61Ae100 bulan atau 5Ae8 tahun berjumlah 3 orang atau sekitar 9%, dan lebih dari 100 bulan atau lebih dari 8 tahun berjumlah 2 orang atau Lama pengalaman bertani responden dalam penelitian ini tergolong baru karena kurang dari 10 Hal ini sesuai dengan pendapat Gusti . yang menyatakan bahwa lama berusahatani FaktorAefaktor yang Memengaruhi Pendapatan Usahatani Cacing Tanah Mitra CV Rumah Alam Jaya Organik Mikael Adi Santoso. Kustopo Budiraharjo. Migie Handayani terbagi menjadi 3 kategori yakni baru . urang dari 10 tahu. , sedang . sampai 20 tahu. , dan lama . ebih dari 20 tahu. Karakteristik Usahatani Klasifikasi karakteristik usahatani responden didasarkan atas status kepemilikan lahan, luas lahan, tenaga kerja, jumlah bibit, jumlah pakan dan sumber modal. Klasifikasi yang pertama yaitu status kepemilikan lahan. Jumlah dan persentase status kepemilikan lahan dapat dilihat pada tabel 6. Tabel 6. Jumlah dan Persentase Status Kepemilikan Lahan Status Kepemilikan Lahan Jumlah Persentase --uraian---kaveling---%-Milik sendiri Sewa Total Sumber: Data Primer Penelitian . Berdasarkan Tabel 6 dapat diketahui jumlah lahan dari 33 responden adalah 38 kaveling. Hal ini dikarenakan ada 4 responden yang memiliki lahan lebih dari satu. Status kepemilikan lahan milik sendiri berjumlah 23 kaveling atau sekitar 61%, status lahan sewa berjumlah 15 kaveling atau sekitar 39%. Status kepemilikan lahan dapat memengaruhi pendapatan usahatani. Petani pemilik lahan pendapatannya lebih stabil karena tidak perlu membayar sewa tanah, hanya membayar pajak Petani lahan sewa harus membayar sewa tanah atau berbagi hasil dengan pemilik lahan yang akan mengurangi pendapatan bersih. Hal ini sesuai dengan pendapat Pali . yang menyatakan bahwa faktor lahan yang memengaruhi pendapatan usahatani diantaranya yaitu status penguasaan lahan. Klasifiikasi yang kedua yaitu berdasarkan luas lahan. Jumlah dan persentase luas lahan usahatani dapat dilihat pada tabel 7. Tabel 7. Jumlah dan Persentase Luas Lahan Luas Lahan Jumlah Persentase --m2---orang---%-<100 100Ae500 501Ae1000 1001Ae3000 3001Ae5000 >5000 Total Sumber: Data Primer Penelitian . Berdasarkan Tabel 7 dapat diketahui luas lahan responden dalam penelitian ini yang kurang dari 100 m2 berjumlah 2 orang atau 6%, 100Ae500 m2 berjumlah 11 orang atau 34%, 501Ae1000 m2 berjumlah 8 orang atau 24%, 1001Ae3000 m2 berjumlah 7 orang atau 21%, 3001Ae5000 m2 berjumlah 4 orang atau 12%, dan lebih dari 5000 m2 berjumlah 1 orang atau 3%. RataAerata luas lahan responden adalah 1. 489 m2. Luas lahan berbanding lurus dengan jumlah hasil produksi. Hal ini sesuai dengan pendapat Norazmira . yang menyatakan bahwa semakin luas lahan yang digunakan, maka semakin besar pula hasil produksi yang dihasilkan. Klasifikasi yang ketiga yaitu berdasarkan tenaga kerja. Jenis kegiatan dan persentase tenaga kerja dapat dilihat pada tabel 8. Tabel 8. Jenis Kegiatan dan Persentase Tenaga Kerja Jenis Kegiatan Tenaga Kerja Persentase --uraian---HOK/bulan---%-Penggantian media 0,51 1,84 Penebaran bibit 1,76 6,35 Pemeliharaan 11,89 42,89 Panen 12,56 45,31 Pasca panen 1,00 3,61 Total 27,72 100,00 Sumber: Data Primer Penelitian . Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 2838-2850 Berdasarkan Tabel 8 dapat diketahui usahatani cacing tanah terdapat 5 jenis kegiatan yaitu penggantian media, penebaran bibit, pemeliharaan, panen, dan pasca panen. Kebutuhan tenaga kerja paling banyak yaitu panen yang memerlukan tenaga kerja 12,56 HOK/bulan. Sedangkan kebutuhan tenaga kerja paling sedikit yaitu penggantian media yang memerlukan tenaga kerja 0,51 HOK/bulan karena penggantian media dilakukan hanya 4 Ae 6 bulan sekali. Hal ini sesuai dengan pendapat Qonita dan Riptanti . yang menyatakan bahwa media cacing tanah setelah sekitar 6 bulan akan berubah warna menjadi kecokelatan seperti tanah yang dinamakan kascing atau bekas RataAerata penggunaan tenaga kerja usahatani cacing tanah adalah 27,72 HOK/bulan. HOK digunakan karena tidak dibedakan antara pekerja pria dan wanita. Hal ini sesuai dengan pendapat Kawengian et al. yang menyatakan bahwa tenaga kerja pada usahatani dinyatakan dengan Hari Orang Kerja (HOK) apabila tidak dibedakan antara pekerja pria dan wanita. Klasifikasi keempat yaitu berdasarkan jumlah bibit. Jumlah dan persentase jumlah bibit dapat dilihat pada Tabel 9. Jumlah dan Persentase Jumlah Bibit Jumlah Bibit Jumlah Persentase --kg---orang---%-<10 10Ae50 51Ae100 101Ae200 201Ae400 >400 Total Sumber: Data Primer Penelitian . Berdasarkan Tabel 9 dapat diketahui jumlah bibit responden dalam penelitian ini yang kurang dari 10 kg terdapat 1 orang atau 3%, 10Ae50 kg terdapat 12 orang atau 37%, 51Ae100 kg terdapat 9 orang atau 27%, 101Ae200 kg terdapat 5 orang atau 15%, 201Ae400 kg terdapat 5 orang atau 15%, dan lebih dari 400 kg terdapat 1 orang atau 3%. RataAerata jumlah bibit responden adalah 128,76 kg. Cacing tanah dapat berkembangbiak karena dalam penebaran bibit pertama kali hingga panen berkaliAekali cacing tanah meninggalkan telur sendiri di media yang tertinggal. Hal ini sesuai dengan pendapat Saimarta . yang menyatakan bahwa bisnis cacing tidak memerlukan pergantian bibit secara berkala, hanya perlu perawatan rutin yang baik. Banyak sedikitnya jumlah bibit tergantung pada skala usaha dan luas tempat budidaya. Hal ini sependapat dengan AAoyunin dan Pratiwi . yang menyatakan bahwa penebaran bibit cacing tanah disesuaikan dengan jumlah wadah atau tempat pemeliharaan, umumnya padat tebar cacing tanah yaitu 1 kg per 1 m2. Klasifikasi kelima yaitu berdasarkan pada jumlah pakan cacing tanah. Jenis pakan dan persentase jumlah pakan dapat dilihat pada tabel 10. Tabel 10. Jenis dan Persentase Jumlah Pakan Jenis Pakan Jumlah Persentase --uraian---kg/bln---%-Blotong 734,24 90,57 Kotoran sapi 010,91 8,53 Lainnya 106,76 0,90 Total 851,91 100,00 Sumber: Data Primer Penelitian . Berdasarkan Tabel 10 dapat diketahui jumlah rataAerata kebutuhan pakan cacing tanah mitra CV. Rumah Alam Jaya Organik adalah 11. 851,91 kg/bulan. Jenis pakan yang paling banyak adalah blotong yaitu 10. 734,24 kg/bulan atau sekitar 90,57%. Blotong merupakan limbah pabrik gula pada saat penggilingan tebu, memiliki kandungan gizi yang baik untuk cacing tanah. Hal ini sesuai dengan pendapat Wirosoedarmo et al. yang menyatakan bahwa komposisi blotong terdiri dari sabut, wax dan fat kasar, protein kasar, gula . Ae78%), sukrosa . ,1Ae7,3%), lilin . Ae2,1%), nitrogen . ,2Ae0,7%), serat . ,3Ae6,5%), abu . %). P2O5 . ,4Ae1,8%). K2O . ,02%). CaO . ,8Ae 1,1%). Jenis pakan yang paling sedikit adalah pakan lainnya yaitu 106,76 kg/bulan atau sekitar 0,9%, pakan lainnya dapat berupa limbah organik seperti ampas tahu, buahAebuahan atau sisa Hal ini sesuai dengan pendapat Hartono et al. yang menyatakan bahwa makanan FaktorAefaktor yang Memengaruhi Pendapatan Usahatani Cacing Tanah Mitra CV Rumah Alam Jaya Organik Mikael Adi Santoso. Kustopo Budiraharjo. Migie Handayani cacing tanah dapat berupa sisa makanan seperti buahAebuahan, sayur, ampas singkong, batang pisang, ampas tahu dan sebagainya yang memiliki tekstur lembut sehingga lebih mudah dikonsumsi oleh cacing. Klasifikasi yang keenam yaitu berdasarkan sumber modal. Jumlah dan persentase sumber modal dapat dilihat pada tabel 11. Tabel 11. Sumber Modal Usahatani Sumber Modal Jumlah Persentase --uraian---orang---%-Pribadi Bank Total Sumber: Data Primer Penelitian . Berdasarkan Tabel 11 dapat diketahui sumber modal responden dalam penelitian ini yang menggunakan dana pribadi berjumlah 31 orang atau sekitar 94%, dan sumber modal melalui pinjaman bank berjumlah 2 orang atau 6%. Sumber modal memiliki peran penting dalam menentukan pendapatan usahatani karena modal memungkinkan investasi dalam sarana produksi. Sumber modal pribadi cenderung stabil namun lambat berkembang karena terbatasnya dana untuk investasi jangka panjang. Sumber modal dari bank berpotensi meningkat signifikan tetapi tergantung pada efisiensi penggunaan modal dan keberlanjutan usaha. Modal dari bank dapat meningkatkan pendapatan jika dikelola dengan baik. Hal ini sesuai dengan pendapat Yunus . yang menyatakan bahwa kelebihan menggunakan modal sendiri untuk membiayai suatu usaha adalah tidak adanya beban biaya bunga namun jumlahnya terbatas, sedangkan kelebihan sumber modal pinjaman adalah jumlahnya tidak terbatas namun dikenakan berbagai biaya seperti bunga dan biaya administrasi. Investasi Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, diperoleh hasil investasi petani cacing tanah mitra CV. Rumah Alam Jaya Organik. Jenis investasi, nilai investasi dan persentase investasi dapat dilihat pada tabel 12. Tabel 12. Investasi Usahatani Cacing Tanah Jenis Investasi Nilai Investasi Persentase --uraian---Rp---%-Bibit 60,00 Sekop 1,44 Cangkul 1,51 Gerobak sorong 8,79 Sprayer 1,56 Selang 3,69 Pompa air 7,80 Baskom 0,56 Ember 0,20 Paranet 7,42 Kantong 1,08 Keranjang 2,77 Terpal 2,80 Timbangan 0,38 Total 100,00 Sumber: Data Primer Penelitian . Berdasarkan Tabel 12 dapat diketahui total investasi usahatani cacing tanah mitra CV. Rumah Alam Jaya Organik sebesar Rp 10. Investasi yang paling besar adalah bibit dengan nilai investasi Rp 6. 879 dan persentase 60,00%, sedangkan investasi yang paling kecil adalah ember dengan nilai investasi Rp 21. 197 dan persentase 0,20%. Investasi tersebut digunakan petani cacing mitra CV. Rumah Alam Jaya Organik untuk proses produksi supaya memperoleh keuntungan. Hal ini sesuai dengan pendapat Yunus . yang menyatakan bahwa para pengusaha UMKM membutuhkan investasi sejumlah dana untuk meningkatkan nilai dan memberikan return yang Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 2838-2850 Penyusutan Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, diperoleh hasil penyusutan aset petani cacing tanah mitra CV. Rumah Alam Jaya Organik. Jenis penyusutan, nilai penyusutan dan persentase penyusutan dapat dilihat pada tabel 13. Tabel 13. Penyusutan Usahatani Cacing Tanah Jenis Penyusutan Nilai Penyusutan Persentase --uraian---Rp/bulan---%-Bibit 92,98 Sekop 0,45 Cangkul 0,30 Gerobak sorong 1,31 Sprayer 0,41 Selang 0,49 Pompa air 0,33 Baskom 0,18 Ember 0,07 Paranet 1,36 Kantong 0,74 Keranjang 0,95 Terpal 0,38 Timbangan 0,05 Total 100,00 Sumber: Data Primer Penelitian . Berdasarkan Tabel 13 dapat diketahui total penyusutan usahatani cacing tanah mitra CV. Rumah Alam Jaya Organik sebesar Rp 1. 807/bulan. Penyusutan paling besar adalah bibit sebesar Rp 228/bulan dengan persentase 92,98%, sedangkan penyusutan paling kecil adalah timbangan sebesar Rp 621 dengan persentase 0,05%. Perlengkapan produksi yang digunakan untuk usahatani tersebut akan mengalami penurunan nilai dari waktu ke waktu akibat durabilitas yang meliputi masa penggunaan serta kerusakan yang mungkin saja terjadi pada saat pemakaian selama proses Hal ini sependapat dengan Rahmawaty et al. yang menyatakan bahwa besarnya beban penyusutan aktiva tetap memengaruhi besar kecilnya laba dan umumnya nilai ekonomis suatu aktiva tetap akan mengalami penurunan yang disebabkan pemakaian dan kerusakan serta keusangan yang disebabkan faktor ekonomis dan teknis. Biaya Usahatani Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, diperoleh hasil biaya usahatani cacing tanah mitra CV. Rumah Alam Jaya Organik. Jenis biaya dan persentase biaya dapat dilihat pada tabel 14. Tabel 14. Biaya Usahatani Cacing Tanah Jenis Biaya Biaya Persentase --uraian---Rp/bulan---%-Penyusutan 32,00 Sewa/pajak lahan 3,00 Blotong 8,39 Kotoran sapi 1,34 EM4 0,19 Molase 0,49 Pakan lainnya 0,86 ObatAeobatan 0,03 Air 0,74 Listrik 1,26 Tenaga kerja 51,70 Total 100,00 Sumber: Data Primer Penelitian . Berdasarkan Tabel 14 dapat diketahui total biaya usahatani cacing tanah mitra CV. Rumah Alam Jaya Organik sebesar Rp 4. 453/bulan. Biaya paling besar adalah tenaga kerja sebesar Rp 541/bulan dengan persentase 51,70%. Biaya paling kecil adalah obatAeobatan sebesar Rp FaktorAefaktor yang Memengaruhi Pendapatan Usahatani Cacing Tanah Mitra CV Rumah Alam Jaya Organik Mikael Adi Santoso. Kustopo Budiraharjo. Migie Handayani 212/bulan dengan persentase 0,03%. Biaya tersebut adalah nilai dari seluruh faktor produksi yang digunakan selama proses produksi. Hal ini sependapat dengan Wua et al. yang menyatakan bahwa biaya produksi adalah nilai dari seluruh faktor produksi yang digunakan baik berupa benda maupun jasa selama proses produksi berlangsung. Semakin besar biaya produksi akan meningkatkan produk yang dihasilkan. Hal ini sesuai dengan pendapat Daini et al. yang menyatakan bahwa banyaknya biaya produksi yang disediakan akan meningkatkan persentase produk yang dihasilkan. Produksi Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, diperoleh hasil produksi responden. Hasil produksi petani cacing tanah mitra CV. Rumah Alam Jaya Organik dapat dilihat pada tabel 15. Tabel 15. Produksi Usahatani Cacing Tanah Produksi Jumlah Persentase --uraian---kg/bulan---%-Cacing tanah 388,73 Vermikompos 083,08 Sumber: Data Primer Penelitian . Berdasarkan Tabel 15 dapat diketahui hasil produksi usahatani adalah cacing tanah dan RataAerata produksi cacing tanah mitra CV. Rumah Alam Jaya Organik adalah 388,73 kg per bulan dengan persentase 7% dan rataAerata produksi vermikompos adalah 5. 083,08 kg per bulan dengan persentase 93%. Hal ini sependapat dengan Mashur . yang menyatakan bahwa produksi pada kegiatan usahatani cacing tanah menghasilkan produk yaitu berupa kokon . , biomasa . acing anakan dan cacing dewas. , dan kascing . upuk organik pada. Penerimaan Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, diperoleh hasil penerimaan responden. Penerimaan petani cacing tanah mitra CV. Rumah Alam Jaya Organik dapat dilihat pada tabel 16. Tabel 16. Penerimaan Usahatani Cacing Tanah Penerimaan Jumlah Persentase --uraian---kg/bulan---%-Cacing tanah 666,67 80,79 Vermikompos 601,01 19,21 Jumlah 267,68 100,00 Sumber: Data Primer Penelitian . Berdasarkan Tabel 16 dapat diketahui penerimaan usahatani cacing tanah mitra CV. Rumah Alam Jaya Organik diperoleh dari penjualan cacing tanah dan penjualan kascing atau vermikompos. Total penerimaan usahatani cacing tanah sebesar Rp 8. 268/bulan. Penerimaan paling besar diperoleh dari penjualan cacing tanah yaitu Rp 7. 667/bulan dengan persentase 80,79%. Penerimaan paling kecil diperoleh dari penjualan vermikompos yaitu Rp 1. 601/bulan dengan persentase 19,21%. Besar kecilnya penerimaan tergantung pada jumlah produksi dan harga jual produk tersebut. Hal ini sesuai dengan pendapat Prayoga et al. yang menyatakan bahwa tinggi rendahnya penerimaan usahatani dipengaruhi oleh jumlah produksi serta harga jual yang saat itu sedang berlaku. Pendapatan Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, diperoleh hasil pendapatan responden. Pendapatan petani cacing tanah mitra CV. Rumah Alam Jaya Organik dapat dilihat pada tabel 17. Tabel 17. Pendapatan Usahatani Cacing Tanah Uraian Jumlah --Rp/bulan-Penerimaan Biaya usahatani Pendapatan Sumber: Data Primer Penelitian . Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 2838-2850 Berdasarkan Tabel 17 dapat diketahui pendapatan diperoleh dari penerimaan dikurangi dengan biaya usahatani. Hal ini sesuai dengan pendapat Hastuti . yang menyatakan bahwa pendapatan usahatani dapat disimpulkan sebagai selisih antara penerimaan dan total biaya yang telah digunakan petani. Pendapatan usahatani cacing tanah mitra CV. Rumah Alam Jaya Organik sebesar Rp 4. 815/bulan. Pendapatan ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan hasil penelitian Pratama . bahwa pendapatan usahatani cacing tanah di Kecamatan Percut Sei Tuan. Kabupaten Deli Serdang yang hanya sebesar Rp 266. 694/bulan. Pendapatan tersebut juga lebih tinggi jika dibandingkan UMP Jawa Timur tahun 2025 yaitu sebesar Rp 2. Pendapatan tersebut merupakan penghasilan petani cacing tanah dalam satu bulan dari kegiatan usahatani melalui faktor produksi. Hal ini sesuai dengan pendapat Jufriansyah . yang menyatakan bahwa pendapatan adalah total penghasilan dalam bentuk mata uang yang diperoleh seseorang dalam periode tertentu sebagai timbal balik atas faktor produksi yang telah diberikan. Uji One Sample T-Test Hasil uji one sample t-test dapat dilihat pada tabel 18. Tabel 18. Hasil Uji One Sample T-Test Test Value = 0 Sig. -taile. Mean Difference Sumber: Data Primer Penelitian . Berdasarkan Tabel 18 dapat diketahui nilai t positif . dan nilai sig. -taile. 0,000 yang berarti nilai signifikansi kurang dari 0,05 sehingga H1 diterima dan H0 ditolak. Hasil tersebut menunjukkan bahwa rataAerata profitabilitas usahatani cacing tanah mitra CV. Rumah Alam Jaya Organik berbeda dari 0, artinya ada keuntungan atau kerugian. Nilai t positif . menunjukkan bahwa rataAerata profitabilitas lebih besar dari 0, artinya usahatani cenderung menguntungkan. Uji Regresi Linier Berganda Hasil uji regresi linier berganda dapat dilihat pada tabel 19 sebagai berikut. Variabel Bebas Konstan Luas Lahan (X. Tenaga Kerja (X. Jumlah Bibit (X. Jumlah Pakan (X. Jumlah Produksi (X. Tabel 19. Hasil Uji Regresi Linier Berganda Koefisien Regresi t hitung Sumber: Data Primer Penelitian . Sig. Berdasarkan Tabel 19 dapat diketahui nilai konstan . ilai a. sebesar -3413901,918 dan nilai koefisien regresi pada variabel luas lahan sebesar -306,182. tenaga kerja sebesar 201528,171. jumlah bibit sebesar -6639,117. jumlah pakan sebesar -14,719 dan jumlah produksi sebesar 10818,725. Nilai koefisien regresi tersebut diolah dan menghasilkan persamaan regresi sebagai Y = - 3413901. 918 Ae 306. 182 X1 201528. 171 X2 Ae 6639. 117 X3 Ae 14. 719 X4 10818. 725 X5 e Nilai konstanta pendapatan usahatani (Y) yang diperoleh menyatakan bahwa jika seluruh nilai variabel bebas sama dengan nol maka pendapatan usahatani AeRp 3. 901,92. Nilai a1 Ae a5 yang diperoleh menunjukkan bahwa setiap penambahan 1 skor untuk variabel luas lahan (X. maka pendapatan akan menurun sebesar Rp 306,18. tenaga kerja (X. maka pendapatan akan meningkat sebesar Rp 201. 528,17. jumlah bibit (X. maka pendapatan akan menurun sebesar Rp 6. 639,12. jumlah pakan (X. maka pendapatan akan menurun sebesar Rp 14,72 dan jumlah produksi (X. maka pendapatan akan meningkat sebesar Rp 10. 818,73. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tentang analisis faktor Ae faktor yang memengaruhi pendapatan usahatani cacing tanah mitra CV. Rumah Alam Jaya Organik dapat disimpulkan bahwa: FaktorAefaktor yang Memengaruhi Pendapatan Usahatani Cacing Tanah Mitra CV Rumah Alam Jaya Organik Mikael Adi Santoso. Kustopo Budiraharjo. Migie Handayani Pendapatan rataAerata usahatani cacing tanah mitra CV. Rumah Alam Jaya Organik sebesar Rp 815/bulan dengan luas lahan rataAerata 1. 489 m2. Variabel luas lahan, tenaga kerja, jumlah bibit, jumlah pakan, dan jumlah produksi secara serempak berpengaruh terhadap pendapatan usahatani cacing tanah mitra CV. Rumah Alam Jaya Organik. Secara parsial variabel tenaga kerja dan jumlah produksi berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usahatani cacing tanah mitra CV. Rumah Alam Jaya Organik, sedangkan variabel luas lahan, jumlah bibit, dan jumlah pakan tidak berpengaruh. Saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian yaitu petani cacing tanah mitra CV. Rumah Alam Jaya Organik sebaiknya mengoptimalkan pendapatan usahataninya dengan cara meningkatkan hasil produksi melalui pengoptimalan tenaga kerja karena tenaga kerja dan jumlah produksi berpengaruh signifikan terhadap pendapatan sehingga perlu memastikan bahwa tenaga kerja yang tersedia digunakan secara efisien. Cara untuk mengoptimalkan tenaga kerja dalam meningkatkan produksi cacing tanah yaitu meningkatkan keterampilan dan produktivitas pekerja, penerapan teknologi sederhana yang membantu pemanenan dan pemisahan lebih cepat, pengelolaan tenaga kerja berdasarkan siklus produksi, dan mengurangi tenaga kerja berlebih dengan manajemen yang efektif. Saran lainnya untuk mengoptimalkan pendapatan yaitu menjual hasil vermikompos karena vermikompos merupakan pupuk organik yang kaya unsur hara dan bernilai ekonomis. DAFTAR PUSTAKA