TEKNIKA Volume 10 Number 2 October 2025 pp 68 Ae 78 DOI: https://doi. org/10. 52561/teknika. Url: https://jurnal. id/index. php/jte/article/view/457 E-ISSN : 2337-3148 P-ISSN : 1693-6329 SISTEM INFORMASI MONITORING PRAKTIK KERJA LAPANGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK CODEIGNITER 3 Mohammad Nurfadli1*. Tri Listyorini1. Endang Supriyati1 Program Studi Teknik Informatika. Universitas Muria Kudus. Kudus. Indonesia *Email: nfadli175@gmail. ABSTRAK Kemajuan dalam teknologi informasi mendorong penggunaan teknologi dalam manajemen Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi mahasiswa. Namun. Program Studi Teknik Informatika Universitas Muria Kudus (UMK) masih tetap menggunakan sistem konvensional yang bergantung pada Google Form dan Microsoft Excel, sehingga data PKL mahasiswa tidak terorganisir dengan baik dan pengawasannya menjadi sulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah platform kolaborasi berbasis web yang dapat digunakan memantau kegiatan praktik kerja lapangan Sistem ini dibuat dengan framework Codeigniter 3 dan database MySQL yang dirancang untuk mengelola data PKL mahasiswa secara sistematis dan terpadu, meliputi pendaftaran, pembagian dosen pembimbing, pengelolaan kegiatan mahasiswa, hingga pengunggahan laporan PKL. Pengembangan sistem ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metodologi waterfall, dan pengujian dilakukan dengan metode blackbox testing untuk memastikan fungsionalitas sistem. Dengan adanya sistem ini, membuat proses pengelolaan PKL lebih transparan, lebih cepat, dan mudah dikelola kapan saja. Selain itu, fitur notifikasi dan pelaporan real-time yang terintegrasi diharapkan dapat membantu dalam memantau perkembangan mahasiswa secara lebih efektif. Sistem ini diharapkan mampu menjadi solusi inovatif yang dapat diadopsi oleh institusi pendidikan lainnya untuk pengelolaan PKL yang lebih baik. Kata kunci: Codeigniter 3. Praktik Kerja Lapangan. sistem monitoring. ABSTRACT Advances in information technology encourage the use of technology in the management of Field Work Practices (PKL) for students. However, the Informatics Engineering Study Program at Muria Kudus University (UMK) still uses a conventional system that relies on Google Form and Microsoft Excel, so that student PKL data is not well organized and monitoring becomes difficult. This research aims to develop a web-based collaboration platform that can be used to monitor student fieldwork activities. This system is made with the Codeigniter 3 framework and a MySQL database designed to manage student fieldwork data systematically and integratively, including registration, distribution of supervisors, student activity management, and fieldwork report uploading. The development of this system applies a qualitative approach with a waterfall methodology, and testing is carried out using the blackbox testing method to ensure system functionality. This system makes the PKL management process more transparent, faster, and easier to manage. In addition, the integrated real-time notification and reporting features are expected to assist in monitoring student progress more effectively. This system is expected to be an innovative solution that can be adopted by other educational institutions for better PKL management. Keywords: Codeigniter 3. Field Work Practice. monitoring system. PENDAHULUAN Dunia terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi informasi, dan sistem informasi juga mengalami perubahan yang signifikan. Pengaruhnya tampak jelas di berbagai sektor, termasuk pendidikan tinggi. PKL merupakan elemen pembelajaran untuk JTe (Teknik. : 10 . , pp 68-78 A Nurfadli. Mohammad, et. al, 2025 mahasiswa yang diimplementasikan selama periode waktu di lingkungan kerja, sesuai kebutuhan kurikulum dan dunia kerja. PKL merupakan kegiatan krusial bagi mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan dan pengalaman sebelum terjun ke dunia kerja . PKL sekarang bukan hanya sekadar kegiatan rutin, melainkan juga dapat menjadi kesempatan penelitian yang berharga, bahkan menjadi sumber acuan untuk skripsi mahasiswa. Universitas Muria Kudus (UMK), sebuah institusi pendidikan tinggi swasta terkemuka di Kudus, memiliki program studi Teknik Infromatika yang berkaitan erat dengan teknologi komputer. Memperhatikan peran signifikan teknologi dalam pengelolaan data, program studi ini memanfaatkan keunggulan komputer untuk meningkatkan ketepatan dan efisiensi kerja, termasuk dalam penyelenggaraan PKL. Akan tetapi, sistem PKL yang sedang diterapkan di Program Studi Teknik Informatika Universitas Muria Kudus masih memanfaatkan Google Form dan Microsoft Excel. Penyimpanan data PKL mahasiswa yang tidak terorganisir dan kurang teratur dapat menghambat pemantauan serta analisis data . Tanpa adanya sistem penyimpanan data yang efektif, pemantauan terhadap perkembangan dan pencapaian mahasiswa dalam PKL menjadi tantangan yang dapat menghalangi upaya pengawasan secara real-time . Untuk menyelesaikan isu tersebut dan menciptakan sistem PKL yang lebih efektif serta efisien, diperlukan solusi yang berlandaskan teknologi terbaru. Oleh sebab itu, muncul ide untuk merancang sistem informasi monitoring praktik kerja lapangan menggunakan framework codeigniter 3 dan menggunakan database MySQL. Sistem ini dibuat untuk mengelola data PKL mahasiswa dengan cara yang sistematis dan terpadu, mulai dari pendaftaran, pembagian dosen pembimbing, pengelolaan kegiatan mahasiswa, hingga pengunggahan laporan PKL. Akselebitas online yang disediakan oleh sistem ini akan mempermudah admin PKL dalam mengakses serta mengelola data dan informasi yang berkaitan dengan PKL. Pengembangan sistem monitoring praktik kerja lapangan menggunakan framework codeigniter 3 ini mengaplikasikan pendekatan kualitatif dengan metodologi pengembangan sistem model air terjun . Metode ini dipilih untuk membuat proses pengembangan yang terstruktur dan terawasi akan menghasilkan perangkat lunak berkualitas dan mudah dalam hal pemeliharaan. Metodologi kualitatif dipilih karena penelitian ini lebih menitikberatkan pada pengalaman dan arti yang diberikan pengguna terhadap sistem yang akan dirancang. Dalam tahap pengembangan sistem, pengujian adalah salah satu langkah penting yang harus dilaksanakan. Salah satu teknik pengujian yang diterapkan adalah teknik blackbox testing. METODE Metode Pengumpulan Data Mengacu dengan latar belakang diatas, penelitian ini menerapkan metodologi dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif merupakan metode penelitian yang menekankan pengalaman dan interpretasi pengguna terhadap sistem yang akan dirancang . Dalam penelitian ini, peneliti berfungsi sebagai alat utama untuk mengumpulkan data menggunakan teknik pengamatan dan wawancara, yang memungkinkan eksplorasi informasi dari sudut pandang narasumber. Teknik pengumpulan data yang dilakukan mencakup sumber data primer dan sumber data sekunder antara lai sumber data primer dan Sumber data primer adalah sumber data yang diperoleh langsung dari instansi yang bersangkutan, serta informasi yang didapat melalui observasi dan wawancara dengan subjek penelitian. Metode yang diterapkan oleh penulis adalah observasi serta wawancara. Pengamatan dilakukan untuk melihat proses pelaksanaan PKL di Program Studi Teknik Informatika agar mendapatkan gambaran yang jelas mengenai proses penyelenggaraan JTe (Teknik. : 10 . , pp 68-78 A Nurfadli. Mohammad, et. al, 2025 PKL. Dalam studi ini juga melibatkan wawancara dengan Koordinator Praktik Kerja Lapangan Program Studi Teknik Informatika Universitas Muria Kudus untuk memperoleh informasi yang komprehensif dan tepat. Sumber data sekunder berasal dari jurnal. Peneliti menggunakan penelusuran internet untuk mengumpulkan informari dari jurnal yang terkait dengan penelitian, dan kemudian menggunakannya sebagai landasan teori. Metode Pengembangan Sistem Metode pengembangan sistem merupakan tahapan penting dalam merancang dan membangun aplikasi agar sesuai dengan kebutuhan pengguna serta menghasilkan sistem yang efektif dan efisien. Pada penelitian ini, pengembangan sistem informasi monitoring PKL dilakukan dengan pendekatan System Development Life Cycle (SDLC) yang mencakup beberapa tahapan, yaitu analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Setiap tahap dilakukan secara sistematis untuk memastikan bahwa sistem yang dihasilkan mampu memfasilitasi proses pemantauan kegiatan PKL secara real-time, akurat, dan terintegrasi antara pihak kampus, dosen pembimbing, serta instansi tempat mahasiswa melaksanakan PKL. Dalam proses pengembangannya, framework CodeIgniter 3 digunakan sebagai kerangka kerja utama karena memiliki struktur yang ringan, fleksibel, serta mendukung pengembangan aplikasi berbasis web dengan pola arsitektur Model-View-Controller (MVC) yang memudahkan proses pemeliharaan dan pengembangan sistem di masa mendatang. Hal ini dijelaskan pada Gambar 1. Gambar 1. Metode air terjun Metode yang diterapkan untuk membangun sistem adalah model air terjun. Model air terjun ini mencerminkan transisi dari fase ke fase berikutnya . Tahapan kunci dari model ini mengidentifikasi aktivitas utama dalam pembangunan antara lain: JTe (Teknik. : 10 . , pp 68-78 A Nurfadli. Mohammad, et. al, 2025 Analisis Selama fase ini, pengembang sistem harus melakukan komunikasi yang ditujukan untuk memahami persyaratan perangkat lunak dan keterbatasan perangkat lunak yang diharapkan pengguna. Informasi ini diterima melalui wawancara langsung, diskusi, atau penelitian yang dilakukan . Perancangan Sistem Setelah tahap analisis selesai dilakukan dan pengembang sistem memperoleh daftar kebutuhan serta kategori pengguna yang akan terlibat, langkah selanjutnya adalah merancang sistem dengan menetapkan modul untuk masing-masing pengguna sesuai dengan peran dan fungsinya. Perancangan sistem ini bertujuan untuk menggambarkan struktur, alur proses, serta interaksi antar komponen sistem secara menyeluruh sebelum tahap implementasi dimulai. Setiap modul dirancang agar saling terintegrasi namun tetap memiliki batasan fungsi yang jelas, seperti modul admin, dosen pembimbing, dan mahasiswa dalam sistem monitoring Praktik Kerja Lapangan. Dalam proses perancangan ini, digunakan metode Unified Modeling Language (UML) yang meliputi diagram use case, activity diagram, sequence diagram, dan class diagram. Pendekatan ini membantu pengembang untuk memvisualisasikan kebutuhan sistem secara detail, mempermudah komunikasi antar tim pengembang, serta memastikan bahwa rancangan sistem yang dibuat telah sesuai dengan kebutuhan pengguna dan tujuan utama dari pengembangan aplikasi. Implementasi Tahap implementasi ini melibatkan proses penggabungan desain dengan bahasa pemrograman . Pada fase implementasi sistem ini, bahasa pemrograman yang digunakan berbasis pada framework CodeIgniter 3 dengan dukungan database MySQL sebagai Relational Database Management System (RDBMS). Pemilihan CodeIgniter 3 didasarkan pada keunggulannya dalam hal struktur yang ringan, kecepatan eksekusi tinggi, serta penerapan pola arsitektur MVC yang memisahkan logika bisnis, tampilan, dan pengelolaan data secara terstruktur. Hal ini memudahkan proses pengembangan, pemeliharaan, serta pengembangan fitur lanjutan pada sistem. MySQL digunakan karena kemampuannya dalam mengelola data secara efisien, mendukung integritas relasional, serta kompatibel dengan framework CodeIgniter. Pada tahap ini, seluruh modul yang telah dirancang sebelumnya diimplementasikan ke dalam bentuk antarmuka web interaktif yang dapat diakses oleh pengguna sesuai dengan hak akses masing-masing. Selain itu, integrasi antara sisi backend dan frontend dilakukan untuk memastikan data yang dimasukkan dan ditampilkan dapat tersinkronisasi secara realtime, sehingga sistem informasi monitoring PKL dapat berfungsi dengan optimal dan memenuhi kebutuhan pengguna di lingkungan kampus maupun instansi mitra. Pengujian Tahap pengujian menekankan pada fungsi dan jumlah kesalahan yang harus diperbaiki . Pada fase ini, dilakukan pengujian sistem untuk memastikan bahwa setiap fungsi dan fitur yang dikembangkan telah berjalan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Metode pengujian yang diterapkan adalah blackbox testing, yaitu jenis pengujian yang berfokus pada fungsionalitas sistem tanpa memeriksa kode sumber secara langsung. Pendekatan ini digunakan untuk mengevaluasi bagaimana sistem merespons berbagai input serta memastikan keluaran yang dihasilkan sesuai dengan yang diharapkan. Setiap modul diuji berdasarkan skenario penggunaan aktual oleh pengguna, seperti proses login. JTe (Teknik. : 10 . , pp 68-78 A Nurfadli. Mohammad, et. al, 2025 pengelolaan data mahasiswa, verifikasi laporan PKL, serta pemantauan status kegiatan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fitur utama pada antarmuka klien dapat berfungsi dengan baik, termasuk validasi data, navigasi halaman, dan tampilan informasi. Melalui pengujian ini, kesalahan atau bug yang ditemukan selama proses uji coba dapat segera diperbaiki sebelum sistem diterapkan secara penuh. Dengan demikian, penerapan metode blackbox testing memastikan bahwa sistem informasi monitoring PKL memiliki tingkat keandalan dan kemudahan penggunaan yang tinggi bagi seluruh pihak yang terlibat. Pemeliharaan Tahap akhir adalah pemeliharaan agar tetap beroperasi dengan baik terkait penggunaan data, kesalahan sistem, serta perbaikan dan pengembangan dari sistem . Langkah pemeliharaan merupakan tahap yang paling memakan waktu dalam pendekatan HASIL DAN PEMBAHASAN Perancangan Metode desain sistem yang diterapkan untuk merancang sistem ini adalah Unified Modelling Language (UML). UML adalah bahasa pemodelan. Pemodelan ini digunakan untuk menyederhanakan masalah kompleks sedemikian rupa, membuatnya lebih mudah dipelajari . Use Case Diagram Use case diagram adalah elemen dalam sistem yang menggambarkan fungsi-fungsi utama dalam sistem tersebut . Pada Gambar 2 menunjukkan use case diagram yang merepresentasikan interaksi antara pengguna dan sistem pada level administrator PKL. Proses operasional diawali ketika admin mengakses landing page untuk masuk ke sistem melalui mekanisme autentikasi . Setelah proses autentikasi berhasil, admin memperoleh hak akses penuh terhadap seluruh modul dan fitur yang disediakan oleh Melalui antarmuka ini, admin dapat melaksanakan berbagai fungsi pengelolaan, meliputi verifikasi akun pengguna, validasi data pendaftaran mahasiswa PKL, pengaturan jadwal kegiatan, serta pemantauan pelaksanaan praktik kerja lapangan secara menyeluruh. Dengan demikian, use case diagram ini berperan sebagai representasi konseptual yang menjelaskan batasan, tanggung jawab, serta hubungan fungsional antara admin PKL dan sistem yang dikembangkan. JTe (Teknik. : 10 . , pp 68-78 A Nurfadli. Mohammad, et. al, 2025 Gambar 2. Use case diagram admin PKL Activity Diagram Activity diagram menjelaskan proses dari mulai sampai selesainya aktivitas yang ada di dalam sistem yang dibuat . Gambar 3 memperlihatkan activity diagram yang menggambarkan alur aktivitas pengelolaan data mahasiswa oleh pengguna dengan peran admin PKL. Setelah berhasil melakukan proses autentikasi melalui login, admin diarahkan menuju halaman utama sistem dan memilih menu Data Mahasiswa. Pada halaman tersebut, admin memiliki hak akses untuk melakukan berbagai operasi pengelolaan data, meliputi penambahan . , pembaruan . , dan penghapusan . data mahasiswa. Setiap aktivitas dalam diagram menggambarkan hubungan logis antara tindakan pengguna dan respon sistem, sehingga alur proses dapat divisualisasikan secara sistematis. Diagram ini berfungsi untuk memodelkan proses bisnis inti dalam sistem, khususnya pada bagian manajemen data mahasiswa, guna memastikan keakuratan, konsistensi, serta efisiensi pengelolaan informasi PKL. Gambar 3. Activity diagram data mahasiswa JTe (Teknik. : 10 . , pp 68-78 A Nurfadli. Mohammad, et. al, 2025 Sequence Diagram Sequence diagram adalah diagram yang digunakan untuk menampilkan dan menjelaskan secara detail interaksi antara objek dalam suatu sistem . Objek yang berkaitan dengan pelaksanaan proses operasi biasanya diurutkan dari kiri ke kanan. Pada Gambar 4 merupakan sequence diagram data mahasiswa pada pengguna admin PKL. Setelah berhasil masuk maka akan diarahkan ke beranda. Selanjutya memilih halaman data mahasiswa dan bisa melakukan operasi tambah, ubah, dan hapus data mahasiswa dari Gambar 4. Sequence diagram data mahasiswa Class Diagram Diagram kelas menggambarkan struktur sistem dalam kaitannya dengan definisi kelas yang dieksekusi untuk membuat sistem . Gambar 5 menampilkan class diagram yang merepresentasikan struktur utama dari sistem monitoring praktik kerja lapangan. Setiap kelas dalam diagram berfungsi sebagai cetak biru . bagi pembentukan komponen atau formulir saat proses pemrograman dilakukan. Diagram ini menggambarkan hubungan antar kelas beserta atribut dan metode yang dimilikinya, sehingga memudahkan pengembang dalam memahami dependensi dan interaksi antar komponen sistem. Melalui representasi ini, rancangan perangkat lunak dapat tersusun secara terstruktur, modular, dan mudah untuk dikembangkan maupun dilakukan pemeliharaan di tahap implementasi Dengan demikian, class diagram berperan penting sebagai dasar konseptual dalam pengembangan sistem berbasis objek yang efisien dan terukur. JTe (Teknik. : 10 . , pp 68-78 A Nurfadli. Mohammad, et. al, 2025 Gambar 5. Class diagram Implementasi Sistem Pada tahap ini, dilakukan implementasi sistem monitoring praktik kerja lapangan yang telah dirancang pada tahap perancangan sebelumnya. Implementasi dilakukan dengan memanfaatkan framework CodeIgniter 3 sebagai kerangka kerja utama dalam pengembangan aplikasi berbasis web. Framework ini dipilih karena memiliki struktur yang terorganisir, mendukung konsep MVC, serta memudahkan proses pemeliharaan dan pengembangan sistem secara berkelanjutan. Pada Gambar 6 merupakan tampilan halaman landing page yang pertama kali tampil saat pengguna mengakases website. Pada halaman landing page ini memuat informasi mengenai PKL serta kontak yang dapat dihubungi. Selanjutnya memilih tombol login untuk dapat masuk ke sistem dengan memasukkan email dan kata sandi yang sudah terdaftar. JTe (Teknik. : 10 . , pp 68-78 A Nurfadli. Mohammad, et. al, 2025 Gambar 6. Halaman landing page Pada Gambar 7 merupakan tampilan halaman beranda yang ditampilkan setelah pengguna berhasil login dengan memasukkan email dan kata sandi yang terdaftar. Pada halaman ini menampilkan semua informasi dan data yang berkaitan dengan praktik kerja Dengan antarmuka yang sederhana dan intuitif, sistem ini membantuk admin PKL dalam memonitor data secara terstruktur. Gambar 7. Halaman beranda Pengujian Pengujian sistem monitoring PKL menggunakan metode blackbox testing. Metode pengujian blackbox testing dimaksudkan untuk memeriksa apakah sistem bekerja sesuai dengan fungsi dan fitur ditentukan . Pengujian sistem monitoring PKL menunjukkan hasil yang sangat memuaskan dan membuktikan bahwa sistem dijalankan dengan semua instruksi yang ditentukan. Ini menunjukkan bahwa sistem telah berhasil lulus pengujian dan siap untuk digunakan dalam melaksanakan tugasnya dengan baik. Selain itu, pengujian ini juga meliputi penilaian terhadap reaksi dalam beragam kondisi yang bervariasi, menjamin bahwa seluruh fitur berjalan tanpa kesalahan. Tabel 1 merupakan hasil dari proses pengujian blackbox testing pada pengguna admin PKL. JTe (Teknik. : 10 . , pp 68-78 A Nurfadli. Mohammad, et. al, 2025 Tabel 1. Pengujian sistem Fitur yang diuji Harapan Hasil Login Menuju halaman dashboard admin pkl Berhasil Dashboard Data Dudi Data Mahasiswa Menampilkan halaman dashboard admin pkl Menampilkan halaman data dudi Menampilkan halaman data mahasiswa Berhasil Berhasil Berhasil Data Dosen Pembimbing Data Administrator Data Kaprodi Menampilkan halaman data dosen pembimbing Menampilkan data administrator pkl Menampilkan data kaprodi Berhasil Berhasil Berhasil Pengajuan Judul Presensi Log Harian Menampilkan data pengajuan judul pkl mahasiswa Menampilkan data presensi mahasiswa Menampilkan data log harian mahasiswa Berhasil Berhasil Berhasil Lembar Bimbingan Upload Program dan Laporan Penilaian Menampilkan data lembar bimbingan mahasiswa Menampilkan data upload program dan laporan Menampilkan data penilaian mahasiswa Berhasil Berhasil Pengajuan PKL Tambah Data Ubah Data Menampilkan data pengajuan pkl mahasiswa Menambah data ke database Mengubah data ke database Berhasil Berhasil Berhasil Hapus Data WhatsApp Menghapus data ke database Menampilkan halaman whatsapp Berhasil Berhasil Akun Pengguna Ubah Password Menampilkan halaman akun pengguna Menampilkan halaman ubah password Berhasil Berhasil Berhasil KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa sistem monitoring praktik kerja lapangan menggunakan framework codeigniter 3 dan database MySQL yang dibuat dapat meningkatkan ketepatan dan efiesiensi pengawasan data praktik kerja lapangan mahasiswa, serta mempermudah akses dan pengelolaan data. Dalam perkembangan di masa mendatang, penulis menyarankan agar ditambahkan fitur presensi menggunakan Global Positioning System (GPS). DAFTAR PUSTAKA