Ekuivalensi J u r n a l Eko nom i B i s n i s Strategi Penetapan Harga Jual Berdasarkan Perhitungan Harga Pokok Produksi Melalui Metode Full-Costing Pada Usaha Kerajinan Sepatu Kulit Magetan Monica Veluchi1. Nurul Hidayah2 Fakultas Ekonomi. Prodi Akuntansi. Universitas Muhammadiyah Ponorogo Email: monicaveluchi370@gmail. com1, hidayahnurul898@gmail. Abstrak Studi ini dikaji untuk menganalisis strategi penetapan harga jual berlandaskan penjumlahan biaya bahan produksi memanfaatkan teknik full-costing pada usaha kerajinan sepatu kulit UD. Praktis Magetan. Latar belakang studi ini adalah pentingnya penetapan nilai jual yang tepat agar pelaku UMKM, khususnya Usaha Kerajinan Sepatu Kulit di Magetan, dapat mengetahui seluruh komponen biaya pengerjaan secara menyeluruh guna menetapkan nilai jual yang sejalan dan menghindari kerugian. Penetapan harga jual yang tepat menjadi hal penting dalam menjamin kelangsungan dan profitabilitas usaha, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Metode full-costing dipilih karena mempertimbangkan setiap aspek biaya, apakah tetap atau variabel, sehingga mampu menyediakan illustrasi biaya produksi secara menyeluruh dan akurat. Metode yang diandalkan pada studi ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan penghimpunan data selama periode Mei hingga Juli 2025. Teknik penghimpunan data dilaksanakan dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi langsung terhadap proses produksi, dengan fokus pada biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. Data studi memperlihatkan jika biaya bahan produksi dengan metode full-costing sebesar Rp 464 untuk 12 pasang sepatu, atau sekitar Rp352. 122 per pasang. Setelah dijumlahkan dengan ekspetasi laba yaitu 20%, maka diperoleh nilai jual per pasang sepatu sebesar Rp422. Sementara itu, nilai jual yang selama ini diterapkan oleh UD. Praktis hanya sebesar Rp 202. 740 per pasang. Hal ini memperlihatkan jika metode full-costing memperoleh harga jual yang lebih tepat dikarenakan mempertimbangkan seluruh komponen biaya, baik tetap maupun variabel. Kata kunci: Harga Jual. Biaya bahan produksi. Full-Costing. UMKM. Sepatu Kulit Monica Veluchi. Nurul Hidayah Abstract This study was conducted to analyze the selling price determination strategy based on the calculation of production costs using the full-costing technique at UD. Praktis Magetan leather shoe craft business. The background of this study is the importance of appropriate selling price determination so that MSME actors, particularly Leather Shoe Craft Businesses in Magetan, can understand all comprehensive production cost components in order to establish appropriate selling prices and avoid losses. Appropriate selling price determination is crucial in ensuring business sustainability and profitability, especially for Micro. Small, and Medium Enterprise (MSME) The full-costing method was chosen because it considers every cost aspect, whether fixed or variable, thus capable of providing a comprehensive and accurate illustration of production costs. The method relied upon in this study is a quantitative descriptive method with data collection during the period from May to July 2025. Data collection techniques were carried out through interviews, documentation, and direct observation of the production process, focusing on raw material costs, direct labor costs, and factory overhead costs. The study data shows that production costs using the full-costing method amounted to Rp 4,225,464 for 12 pairs of shoes, or approximately Rp 352,122 per pair. After adding the expected profit margin of 20%, the selling price per pair of shoes obtained is Rp 422,546. Meanwhile, the selling price that has been applied by UD. Praktis is only Rp 202,740 per pair. This shows that the full-costing method obtains a more appropriate selling price because it considers all cost components, both fixed and variable. Keywords: Selling Price. Cost of Goods Sold. Full-Costing. MSMEs. Leather Shoes PENDAHULUAN Perekonomian Indonesia berkembang, persaingan bisnis dari waktu ke waktu mulai pesat. Persaingan yang ketat dan perolehan laba yang maksimal tentunya mengharuskan perusahaan berlomba-lomba untuk memiliki berbagai ide atau cara dalam mempertahankan perusahaannya agar tetap berkembang dan memiliki kemampuan untuk berkompetisi dengan perusahaan lain, sehingga Pertumbuhan bisnis yang terus bertambah serta kompleksitas yang terjadi membuat Usaha tersebut mampu meraih profit sesuai dengan karakteristik unggulan produknya. UMKM adalah unit badan usaha yang dimiliki orang individu atau unit usaha . Ekuivalensi Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Strategi Penetapan Harga Jual Berdasarkan Perhitungan Harga Pokok. yang tersenar diberbagai bidang Ekonomi. UMKM juga termasuk wujud usaha yang sudah menyebar luas di Indonesia tidak terkecuali di kota-kota ataupun kabupaten. Kabupaten Magetan merupakan sebuah wilayah di Jawa Timur yang dikenal dengan daerah akan potensi ekonomi lokal yang cukup Potensi terbesar yang banyak dikenal di willayah Magetan adalah kerajinan dari kulit yang banyak menghasilkan berbagai macam kerajinan meliputi sarung tangan, ikat pinggang, jaket kulit, sandal kulit, dan sepatu kulit. UD. Praktis merupakan usaha industri yang menjalankan usahanya di bidang kerajinan kulit yang cukup terkenal di wilayah Magetan. Usaha ini terletak di Jalan Sawo No. 9 Kelurahan Selosari Kabupaten Magetan. Berlandaskan data studi yang dilakukan oleh Nasyrhoka. Melinda . terdapat permasalahan yang muncul pada usaha ini adalah UD Praktis belum melakukan perencanaan laba yang sistematis sehingga penjumlahan dalam menentukan tarif produk yang akan dipasarkan belum dihitung dengan keseluruhan ongkos yang sudah dikeluarkan dalam proses produksi. Ditegaskan (Mulyadi, 2. menjelaskan bahwa dalam Penetapan Ongkos bahan produksi umumnya dilakukan dengan menggunakan dua metode utama, yaitu metode Full-costing dan variabel costing. Metode Full-Costing adalah Pendekatan yang menghitung Seluruh ongkos produksi dialokasikan dalam ongkos produksi, yang terdiri dari Ongkos Bahan Baku. Ongkos Tenaga KerjaL dan serta Ongkos Overhead Pabrik yang bersifat tetap dan variabel. Adapun Pendekatan variabel costing mengacu pada penjumlahan Ongkos bahan produksi dengan menitikberatkan pada beban yang berubah sesuai volume produksi meliputi Ongkos Bahan Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Ekuvalensi | 281 Monica Veluchi. Nurul Hidayah Baku. Ongkos Tenaga KerjaL dan serta Ongkos Overhead Pabrikvariabel. Mengingat begitu pentingnya penetapan nilai jual untuk skala Usaha Mikro Kecil Menengah maka diperlukan penjumlahan yang sistematis sehingga dari pemaparan diatas bisa dikatakan bahwa Penetapan Nilai jual melalui Teknik full-costing sangat berperan membantu Perusahaan guna mempertahankan keberlangsungan suatu usaha dan dalam Pendekatan ini sangat praktis dan sederhana sehingga mudah diterapkan secara manual oleh pelaku usaha dan cocok untuk Usaha Mikro Kecil Menengah. TINJAUAN PUSTAKA Akuntansi Biaya Ditegaskan (Millasyifa dkk, 2. Akuntansi Biaya adalah sebuah pendekatan untuk menganalisis, mengelompokkan, serta menyajikan laporan keuangan dan non keuangan yang bisa diterapkan ketika memproduksi serta menjual barang dan jasa dengan memanfaatkan teknik tertentu. Ditegaskan (Mulyadi, 2. Akuntansi biaya didefinisikan proses sistematis untuk mencatat, mengukur, serta melaporkan data biaya demi pengendalian dan perencanaan kegiatan ekonomi biayai yang berkaitan dengan proses memanfaatkan teknik pendekatan tertentu serta disertai dengan analisis atau penafsiran atas data biaya produksi. Biaya bahan produksi Ditegaskan (Bustami dan Nurlel, 2. Biaya bahan produksi merupakan total biaya produksi meliputi dari Biaya bahan baku. Biaya Tenaga Kerja Langsng. Biaya Overhead Pabrik yang kemudian ditambahkan dengan persedian produk. dalam proses pada awal periode, serta dikurangkan produk akhir periode. Ditegaskan (Hasen and Mowen, 2. Ekuivalensi Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Strategi Penetapan Harga Jual Berdasarkan Perhitungan Harga Pokok. HPP merupakan jumlah keseluruhan dari produk yang telah tersedia dalam satu periode. Biaya yang dibebankan hanya mencakup Biaya bahan baku. Biaya Tenaga Kerja Langsng. Biaya Overhead Pabrik. Berlandaskan definisi dari Para Ahli tersebut maka disumpulkan bahwa Ongkos bahan produksi adalah Jumlah keseluruhan beban yang dikeluarkan selama produksi untuk menghasilkan suatu produk. Dimana didalamnya mencakup Ongkos bahan baku. Ongkos Tenaga Kerja Langsng. Ongkos Overhead Pabrik dengan memperhitungkan persediaan produk dalam proses pada awal dan akhir Penetapan Biaya bahan produksi Ditegaskan (Mulyadi, 2. , menentukan Ongkos bahan produksi merupakan suatu proses menghitung seluruh komponen beban yang dikaitkan dengan kegiatan produksi. Dalam proses ini, terdapat dua pendekatan utama yang diandalkan yaitu: Metode Full- Costing Pendekatan ini mencakup penghimpunan menyeluruh terhadap beban produksi melalui pertimbangan segenap unsur pembiayaan yang terlibat, yakni Beban Bahan Mentah. Beban Daya Upaya langsung, serta Beban Overhead Manufaktur dengan sifat tetap maupun bergejolak. Metode Variabel Costing Pendekatan ini mengkalkulasi beban produksi dengan semata-mata memasukkan unsur pembiayaan yang bergejolak, mencakup Beban Material Mentah. Beban Daya Upaya langsung, serta Beban Overhead Manufaktur dalam Penetapan Nilai Jual. Mulyadi . menegaskan bahwa secara substansial, harga final produk sepatutnya dapat menutupi keseluruhan beban produksi serta menciptakan profit yang wajar. Berdasarkan hal tersebut, rumusan pokok Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Ekuvalensi | 283 Monica Veluchi. Nurul Hidayah dalam penetapan harga jual adalah Harga jual = beban produksi profit . ark-u. Metode cost plus pricing menjadi pendekatan yang kerap digunakan untuk menetapkan harga jual, yaitu metode penetapan harga melalui penambahan marjin profit . ark-u. terhadap akumulasi beban produksi dan beban pemasaran. Persentase Mark-up = Laba yang dihasilkan Biaya Produksi Harga jual = Taksiran Biaya Penuh Laba yang METODE Penelitan ini dilakukan di sebuah Usaha Kerajinan Kulit di daerah Magetan yang Bertempat di Jl. Sawo No. 9 Kelurahan Selosari Kabupaten Magetan. Jenis Data yang diandalkan pada studi ini adalah Data Kuantitatif, selanjutnya data akan digunakan meliputi informasi yang berbentuk angka dari analisis biaya-biaya produksi pada Usaha Kerajinan Sepatu Kulit di Magetan. Studi ini dilakukan dengan menghimpun data secara terjun langsung ke Lingkungan Usaha Kerajinan Kulit dengan memanfaatkan Teknik penghimpunan data Wawancara. Penghimpunan informasi yakni sebuah cara yang diterapkan dengan cara diskusi secara langsung antara peneliti dengan pemilik usaha (Owne. kerajinan kulit yang bertujuan untuk memperoleh fakta dan informasi yang berkesinambungan. Dokumentasi. Metode Dokumentasi merupakan proses perolehan data sebagai pelengkap dari metode wawancara. Metode ini . Ekuivalensi Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Strategi Penetapan Harga Jual Berdasarkan Perhitungan Harga Pokok. membantu mendukung penelitian berupa bukti foto atau berbagai data dan dokumen penting perusahaan antara lain profil perusahaan serta informasi mengenai komponen ongkos produksi. HASIL DAN PEMBAHASAN UD. Praktis adalah usaha kecil menengah (UKM) yang beroperasi pada aspek industry kerajinan kulit. Usaha ini didirikan mulai tahun 1991 yang dikelola oleh Bpk. Eko Patrianto, namun pada tahun 1991 proses produksinya usaha ini masih dalam tahap proses Desain dimana pada proses tersebut usaha ini hanya membuat Part/Desain bagian atas sepatu dan proses produksi selanjutnya seperti menjahit hingga proses finishing diserahkan kepada orang lain. Namun pada tahun 2002 Usaha ini mulai mengembangkan proses produksinya terhitung dari bahan mentah sampai bahan jadi. Dalam Satu Kali Produksi UD. Praktis menghasilkan 12 Pasang Berda sarkan data yang diperoleh peneliti yakni: Keterangan Tabel 1 Biaya Bahan Baku Satu Kali Produksi Volume Harga Satuan Total / Kulit Sol Sepatu 1 Pasang Jumlah (R. 12 Pasang (R. Rp. Sumber:Hasil Wawancara dengan Pemilik UD. Praktis Usaha Kerajinan Sepatu Kulit Magetan Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Ekuvalensi | 285 Monica Veluchi. Nurul Hidayah Tabel 2. Biaya Tenaga Kerja Satu Kali Produksi Keterangan Jumlah Pekerja Upah/hari Total (R. (R. 3 orang Sistem Borongan Upper ( Penjahi. 000/pasang x 12 Pasan. Lasting 2 orang (Pemasang So. 000/pasang x 12 Pasan. Sistem Biasa/Perhari: Desain 1 orang Finishing 1 orang Pemasaran/Ma 2 orang Jumlah Rp. Sumber:Hasil Wawancara dengan Pemilik UD. Praktis Usaha Kerajinan Sepatu Kulit Magetan Tabel 3. Biaya Overhead Pabrik Satu Kali Produksi Keterangan Beban Penolong Beban Listrik Beban Air Beban atas Mesin BebanPemeliharaan Biaya Tetap (R. Biaya Variabel (R. TOTAL Rp. Sumber:Hasil Wawancara dengan Pemilik UD. Praktis Usaha Kerajinan Sepatu Kulit Magetan . Ekuivalensi Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Strategi Penetapan Harga Jual Berdasarkan Perhitungan Harga Pokok. Tabel 4. Biaya Bahan Penolong Keterangan Volume Linning (Rangkepa. Aksesoris Alas/base Lem Paku Insool Deck Kain Keras 1 Pasang 1 Pasang 1 buah 1 kg Harga Satuan (R. Total/ 12 Pasang(R. TOTAL Sumber:Hasil Wawancara dengan Pemilik UD. Praktis Usaha Kerajinan Sepatu Kulit Magetan Berlandaskan data-data biaya produksi diatas. Langkah selanjutnya adalah Peneliti melakukan Penjumlahan Biaya bahan produksi pada UD. Praktis dan Penjumlahan Ongkos bahan produksi Melalui Metode Full-costing yakni: Penjumlahan Biaya bahan produksi Tabel 5. Biaya bahan produksi UD. Praktis Satu Kali Produksi Keterangan Jumlah Biaya Bahan Baku Rp. Biaya Tenaga Kerja Langsung Rp. Biaya Overhead Pabrik Rp2. Keterangan Rp 824. TOTAL Rp. Jumlah Produksi Per Pasang Rp. Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Ekuvalensi | 287 Monica Veluchi. Nurul Hidayah Tabel 6. Biaya bahan produksi Dengan Metode Full-Costing Keterangan Jumlah Biaya bahan baku Rp. Biaya tenaga kerja langsung Rp. Biaya Overhead Pabrik Variabel Rp. Biaya Overhead Pabrik Tetap Rp. TOTAL Rp. Jumlah Produksi Per Pasang Rp 352. Berlandaskan data diatas merupakan hasil penjumlahan Ongkos bahan produksi (HPP) dari dua Pendekatan yang dilakukan peneliti dimana hasil penjumlahan memanfaatkan teknik Full-Costing tercatat mengeluarkan total ongkos sebesar Rp4. Dari jumlah tersebut, diperoleh ongkos bahan produksi sebesar Rp352. 122 per pasang Hasil ini membuktikan bahwa menghitung dengan teknik fullcosting menghasilkan nilai Ongkos bahan produksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan penjumlahan yang dilakukan oleh pihak UD. Praktis sendiri. Terdapat selisih sebesar Rp218. 422 per pasang sepatu. Perbedaan ini diakibatkan karena UD Praktis tidak memasukkan keseluruhan komponen ongkos produksi secara menyeluruh dalam . Ekuivalensi Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Strategi Penetapan Harga Jual Berdasarkan Perhitungan Harga Pokok. Penetapan Harga Jual Tabel 7. Harga Jual Pada UD. Praktis Keterangan Jumlah Biaya Bahan Baku Rp. Biaya Bahan Penolong Rp. 30% (Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya Overhead Pabri. =30%(Rp660. 000 Rp2. = 30% (Rp 3. Rp 974. Biaya Produksi Rp 2. Laba yang diinginkan 20% Rp. Jumlah Rp. Nilai jual Per Unit = Nilai jual Jumlah Produksi = Rp 2. 12 pasang = Rp 202. 740 /pasang Tabel 8. Penjumlahan Harga Jual Melalui Metode Full-Costing Keterangan Biaya Produksi Laba yang diinginkan 20% Jumlah Jumlah Rp4. Rp. Rp 5. Harga jual Per Unit = Harga Jual Jumlah Produksi = Rp 5. 12 pasang Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Ekuvalensi | 289 Monica Veluchi. Nurul Hidayah = Rp. 546 /pasang Tabel 9. Perbandingan Penjumlahan Harga Jual UD. Praktis dan dengan Metode Full-costing Keterangan Metode UD. Praktis Metode Costing Full- Selisih Biaya Produksi Rp 2. Rp. Rp. HPP/pasang Rp. Rp 352. Rp. Harga Jual Rp. Rp. Rp. Tabel di atas membuktkan bahwa Penetapan Harga Jual yang dihitung oleh Teknik full-costing sangat jelas mewujudkan Nilai jual yang lebih relevan daripada dengan Nilai jual yang dilakukan oleh UD Praktis. Hal ini dikarenakan UD Praktis tidak memperhitungkan keseluruhan ongkos untuk menghitung nilai jual, berbeda dengan Teknik full-costing yang memperhitungkan keseluruhan beban tanpa mengecualikan ongkos apapun. Sehingga Nilai jual sebesar Rp 219. Dimana dengan Teknik full-costing adalah Nilai jual yang asli sesuai penjumlahan selama proses produksi. Selisih Nilai jual yang berbeda sangat jauh terjadi karena perbedaan penjumlahan sejak awal. Dimana Penjumlahan UD. Praktis hanya mengambil dari Penjumlahan antara Ongkos bahan baku, beban Penolong dan 30% dari beban tenaga kerja langsung dan Beban Overhead Pabrik. Sehingga nilai jual yang timbul cenderung lebih rendah. Hal ini menimbulkan penjumlahan yang tidak relevan dan tidak meminimalisir kerugian pada Perusahaan karena satuan rupiah yang diterima pelaku usaha . Ekuivalensi Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Strategi Penetapan Harga Jual Berdasarkan Perhitungan Harga Pokok. atas barang jadi tersebut tidak berbanding dengan beban yang dikeluarkan selama proses produksi berlangsung. PENUTUP Simpulan dan Saran Penetapan nilai jual pada UD. Praktis masih belum mencerminkan seluruh beban produksi karena tidak memasukkan semua komponen seperti BOP tetap dan penyusutan alat. Selain itu nilai jual yang ditetapkan lebih rendah dari seharusnya dan tidak mampu menutup seluruh biaya produksi, sehingga menyebabkan laba yang diperoleh tidak optimal. Teknik full-costing, yang menghitung seluruh biaya tetap dan variabel, memberikan gambaran HPP yang lebih akurat dan menghasilkan nilai jual yang lebih tinggi serta laba yang lebih optimal. Oleh karena itu, penerapan teknik full-costing dinilai lebih tepat untuk digunakan oleh pelaku UMKM seperti UD. Praktis. UD. Praktis sebaiknya mulai menghitung semua biaya produksi secara lengkap tanpa memakai persentase dari total biaya, agar nilai jual yang ditetapkan lebih akurat dan tidak menimbulkan Selain itu, penting untuk tetap menghitung biaya penyusutan alat karena biaya ini pasti dikeluarkan, dan umur alat juga berbedabeda, seperti cetakan sepatu, spraygun, embos, dan gerinda yang mungkin hanya bertahan sekitar lima tahun. Dalam menentukan nilai jual. UD. Praktis juga disarankan rutin mengevaluasi biaya produksi dan tidak perlu mencampur rata-rata antara harga perhitungan dan harga pasar. Cukup menjumlahkan seluruh biaya agar nilai jual tetap bersaing dan tetap memberi keuntungan bagi perusahaan. Untuk peneliti selanjutnya, disarankan membandingkan metode full-costing dengan metode lain seperti Activity Based Costing (ABC), agar hasil Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Ekuvalensi | 291 Monica Veluchi. Nurul Hidayah penelitian lebih lengkap dan bisa memberi pilihan perhitungan yang sesuai untuk pelaku UMKM. DAFTAR PUSTAKA