Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat http://jurnal. id/index. php/adiguna WORHSHOP MENULIS IMAJINATIF DAN SELF HEALING ANAK DIDIK PEMASYARAKATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA Mai Yuliastri Simarmata1. Dewi Leni Mastuti2. Rini Agustina3. Adisti Primi Wulan4. Dini Hajjafiani5 IKIP PGRI Pontianak maiyuliastrisimarmata85@gmail. com, 2dewilenimastuti89@gmail. brentex32@yahoo. id, 4Primiwulan@gmail. com, 5dinihajjafiani@gmail. Abstrak: Aktivitas yang dilaksanakan dalam Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di lapas Anak Didik Pemasyarakatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya memberikan makna antusias dalam pola pikir yang baik . Kegiatan yang dilaksanakan melalui proses pelatihan tentang 6 pilar pendidikan karakter yang diantaranya. toleransi, . rasa kepedulian, . rasa percaya diri, . rasa hormat, . rasa tanggung jawab, dan . Serta pelatihan pendampingan menulis imajinatif. Aktivitas ini dapat dilihat pada proses kegiatan Workshop. Hal yang paling urgen dalam aktivitas ini adalah mengelola manajemen karakter, pendampingan dalam mengekspresikan emosinya dalam bentuk tulisan. Tim PKM merasa tergugah hati melihat keresahan Anak Didik Pemasyarakatan dalam kurangnya mengekspresikan perasaannya. Tidak ada tempat untuk berbagi cerita hingga Anak Didik Pemasyarakatan merasakan efek negatif yang terus-menerus menggerogoti hati dan pikirannya. Aktivitas kegiatan dilaksanakan selama 2 hari. Hasil dari pelaksanaan PKM diperoleh 90% Anak Didik Pemasyarakatan dapat menuangkan isi hatinya melalui tulisan yang telah dikumpulkan. Kata kunci: Karakter, self-healing, imajinatif Abstract: The activities carried out in Community Service (PKM) at the Sungai Raya Prison for Correctional Students in Kubu Raya Regency give enthusiastic meaning in a good . Activities carried out through a training process on the 6 pillars of character education which include. tolerance, . caring, . self-confidence, . respect, . responsibility, and . As well as imaginative writing mentoring This activity can be seen in the workshop activity process. The most urgent thing in this activity is managing character management, assisting in expressing emotions in written form. The PKM team was moved to see the anxiety of Correctional Students in their lack of expressing their feelings. There is no place to share stories until Correctional Students feel the negative effects that are constantly undermining their hearts and minds. Activities carried out for 2 days. The results of the implementation of PKM obtained 90% of Correctional Students can pour out their hearts through the writing that has been collected. Keywords: Character, self-healing, imaginative PENDAHULUAN Menulis adalah teknologi sosial yang dirancang untuk berkomunikasi di antara orang-orang. Menulis dipelajari dan diproduksi dalam situasi sosial, membangun hubungan sosial, mengubah kehadiran sosial, menciptakan makna bersama, dan mencapai tujuan sosial Worhshop Menulis Imajinatif dan Self Healing Anak Didik Pemasyarakatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Seperti yang dikatakan oleh Zulianti dkk . menulis merupakan suatu proses untuk mencipta makna dan sebuah metode yang efektif untuk memonitor pikiran kita. Menulis ikut serta dan berkontribusi dengan keadaan sosial di mana menulis muncul dan menyandang ciri-ciri budaya menulis berpartisipasi di dalamnya dan sejarah yang dibawanya Mengapa dan kapan orang menulis, menulis untuk berpartisipasi dalam sosial Juga bisa dilakukan untuk menyelesaikan sesuatu dan membuat pernyataan dalam situasi. Banyak etnografi studi penulis di dalam dan di luar pertunjukan sekolah orang-orang yang merencanakan dan mengarang dalam situasi tertentu, berdasarkan personal estimasi situasi dan peran seseorang dan minat dalam situasi itu, apakah muda, anak-anak menjelaskan foto melalui keterangan (Castedo & Ferreiro, 2. , warga yang terlibat dalam kegiatan sipil (Barton, 1. , atau para ilmuwan berusaha untuk mendapatkan perhatian pada temuan dan kredibilitas mereka di antara berbagai khalayak (Bazerman, 1988. Knorr Cetina, 1. Pengabdian ini akan dilakukan di Lapas Anak Didik pemasyarakatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Lembaga Pemasyarakatan Anak pendampingan dan pelatihan . dalam menulis imajinatif, mendekam di dalam penjara kurun waktu yang panjang bukanlah suatu yang mudah bagi siapapun, apalagi usia mereka adalah usia muda yang masih perlu pendampingan dan masa depan yang lebih baik, setelah menyelesaikan masa tahanannya menjadi warga yang produktif, dapat berkembang, memiliki keterampilan, ilmu yang berguna selama hukuman, sehingga kedepannya ADP kehadirannya tidak menimbulkan stigma buruk di lingkungan masyarakat dan diterima dengan baik sebagai makhluk Tuhan yang memiliki hak yang sama. Penjara di Indonesia sebetulnya sudah lama beralih konsep menjadi Konotasi kata narapina dan penjara menimbulkan nilai rasa yang tidak baik. Stigma tersebut kini telah berubah menjadi konotasi yang lebih Khusus warga binaan untuk anak, panggilan yang digunakan adalah Anak Didik Pemasyarakatan atau bisa disebut dengan warga binaan. Ini merupakan pergeseran cara pandang yang sangat penting karena fokus Negara tertuju pada kesalahan yang sudah mereka lakukan. Kebebasan mereka boleh jadi terampas secara fisik, namun tidak boleh ada yang mengekang kreativitas dan imajinasi mereka dari balik tembok penjara. Wujud dari kegiatan tersebut mengajak para anak didik pemasyarakatan dengan pelatihan menulis imajinatif. Kemudian kegiatan menulis tersebut agar lebih menarik dan menumbuhkan imajinasi dan kreativitas anak didik pemasyarakatan dengan menulis imajinatif dengan metode self Self penyembuhan luka batin atau berkaitan dengan kesehatan mental. Biasanya hal ini dilakukan saat seseorang tengah berada pada masa sulit merasakan dirinya takut, cemas, khawatir, stres, depresi, dan Sehingga penyembuhan untuk keluar dari emosi negatif tersebut. Anak didik yang berada di tahanan perlu pembinaan. Cara yang bisa kita lakukan adalah dengan mengajak mereka menulis imajinatif berangkat dari pengalaman yang pernah terjadi dan suka duka selama menjalani proses hukuman di Lapas. Defenisi beberapa pakar dan teori yang relevan di atas, serta hasil praobservasi oleh Tim PKM pada tanggal 11 April 2022 dan diterima oleh kepala Anak Didik Pemasyarakatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya, beliau menerima dengan senang hati kegiatan pelatihan . menulis imajinatif dan self healing di Lembaga tersebut karena Mai Yuliastri Simarmata. Dewi Leni Mastuti. Rini Agustina. Adisti Primi Wulan. Dini Hajjafiani Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. berdasarkan hasil pengamatan sehari-hari dan latar belakang Anak Didik Pemasyarakatan tersebut cenderung . Pendidikan yang rendah dan kurangnya kasih sayang orang tua sehingga mempengaruhi perilaku anak. Karena dampak negatif teknologi ( sering menonton hal-hal negatif dan kurang mendidi. Faktor ekonomi yang kurang sehingga mengubah perilaku anak. Tidak bisa menyalurkan hobi, tertutup,dan sulit mencari orang yang dipercaya untuk menceritakan permasalahan yang dialami anak. Tidak menuangkan emosi baik yang bersifat positif dan negative. Perilaku anak cenderung pasif dan tempramen. Maka berdasarkan informasi tersebut Tim PKM dan Mitra sepakat untuk mengadakan pelatihan (Worksho. dalam penulisan Imajinatif, karakter yang berbudi luhur dan self Healing. Adapun hasil dari kegiatan PKM Anak Didik Pemasyarakatan tulisan imajinatifnya dalam bentuk cerpen tentang perasaannya, kehidupannya, dan lika-liku di dalam penjara. Sehingga dapat menjadi motivasi bagi anak-anak yang lain supaya tidak terjerumus dengan halhal yang bersifat negatif, dan yang lebih penting adalah membangkitkan rasa percaya diri, bahwa kehidupan mereka ke depan lebih baik, jika diisi dengan Dan karakter tentang . Toleransi. Rasa kepedulian. Rasa percaya diri,Rasa hormat. Rasa tanggungjawab, dan Kejujuran. Kegiatan ini akan direncanakan selama dua hari dari Solusi yang ditawarkan dalam kegaiatan ini adalah: . Pelatihan tentang pemahaman karakter. Di dalam pelatihan tersebut akan disampaikan tentang 6 pilar pendidikan karakter bagi warga binaan. Enam pilar tersebut diantaranya: . Toleransi, . Rasa Kepedulian, . Rasa Percaya Diri, . Rasa hormat, . Rasa Tanggungjawab, dan . Kejujuran. Pelatihan dan Pendampingan Menulis Imajinatif. METODE Pelaksanaan kegaitan pengabdian kepada masyarakat dapat diuraikan sebagai berikut: Pelatihan Tentang Pemahaman Karakter Pelaksanaan kegiatan ini berupa penyampaian materi tentang 6 pilar pendidikan karakter bagi warga binaan, yakni: Toleransi . Rasa Kepedualian ( carin. , ) Rasa Percaya Diri ( trustworthines. Rasa hormat ( Respec. ) Rasa tanggungjawab ( responsibilit. ,dan Kejujuran . Hartoyo,2. Pada tahap kegiatan ini Tim PKM memberikan penjelasan dalam bentuk power point tentang 6 pilar pendidikan karakter. Dalam proses pelaksanaan ini akan secara fleksibel ada tanya jawab tentang materi yang belum Tim akan melakukan proses pengamatan tentang perilaku dan respon warga binaan selama kegaitan ini Kegiatan akhir berupa Refleksi ini bertjuan untuk kekurangan proses pelatihan dari awal sampai akhir. Hasil pelaksanaan kegiatan ini akan didokumentasikan dalam bentuk Pelatihan dan Pendampingan menulis Imajinatif Pelaksanaan kegiatan ini dalam bentuk sosialisasi berupa pelatihan bentuk workshop sekaligus pendampingan dalam penulisan menulis imajinatif. Tim PKM terlebih dahulu memberikan penjelasan dalam bentuk ceramah tentang manfaat ataupun fungsi menulis imajinatif. Target yang diharapkan dari kegiatan ini semua warga binaan dapat dengan leluasa untuk menceritakan peristiwa yang dipernah Hal ini supaya semua warga binaan dapat keluar dari zona self healing. Worhshop Menulis Imajinatif dan Self Healing Anak Didik Pemasyarakatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Harapan Tim PKM dengan adanya kegiatan ini warga binaan bisa membuat antologi cerita untuk menghilangkan rasa kurang percaya diri, setelah mereka keluar dari penjara dan dapat berbaur dengan Kontribusi Mitra Kontribusi mitra dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah menyedia tempat untuk pelaksanaan pelatihan/workshop ataupun pendampingan dari awal sampai akhir kegiatan. Dan mitra juga berperan aktif dalam memberikan data warga permasalahan-permasalahan tentang wargaan binaan yang sering terjadi, dan kurang mendapatkan solusi. Hal ini untuk memantaapkan Tim PKM dalam penyampaian materi yang lebih antutias dan dapat meningkatkan gairah warga binaan dalam dunia menulis. HASIL DAN PEMBAHASAN Banyak ahli telah mengemukakan pengertian menulis. Sedangkan menurut pendapat Saleh Abbas . , keterampilan menulis adalah kemampuan mengungkapkan gagasan, pendapat, dan perasaan kepada pihak lain dengan Ketepatan pengungkapan gagasan harus didukung dengan ketepatan bahasa yang digunakan, kosakata dan gramatikal dan penggunaan Sedangkan Burhan Nurgiyantoro . 1: . , menulis adalah aktivitas mengungkapkan gagasan melalui media Menulis merupakan kegiatan produktif dan ekspresif sehingga penulis harus memiliki kemampuan dalam menggunakan kosakata, tata tulis,dan struktur bahasa. Penjara di Indonesia sebetulnya sudah lama beralih konsep menjadi Konotasi kata narapina dan penjara menimbulkan nilai rasa yang tidak baik. Stigma tersebut kini telah berubah menjadi konotasi yang lebih Khusus warga binaan untuk anak, panggilan yang digunakan adalah Anak Didik Pemasyarakatan atau bisa disebut dengan warga binaan. Ini merupakan pergeseran cara pandang yang sangat penting karena fokus Negara tertuju pada kesalahan yang sudah mereka lakukan. Kebebasan mereka boleh jadi terampas secara fisik, namun tidak boleh ada yang mengekang kreativitas dan imajinasi mereka dari balik tembok penjara. Wujud dari kegiatan tersebut mengajak para anak didik pemasyarakatan dengan pelatihan menulis imajinatif. Kemudian kegiatan menulis tersebut agar lebih menarik dan menumbuhkan imajinasi dan kreativitas anak didik pemasyarakatan dengan menulis imajinatif dengan metode self Self penyembuhan luka batin atau berkaitan dengan kesehatan mental. Biasanya hal ini dilakukan saat seseorang tengah berada pada masa sulit merasakan dirinya takut, cemas, khawatir, stres, depresi, dan Sehingga penyembuhan untuk keluar dari emosi negatif tersebut. Anak didik yang berada di tahanan perlu pembinaan. Cara yang bisa kita lakukan adalah dengan mengajak mereka menulis imajinatif berangkat dari pengalaman yang pernah terjadi dan suka duka selama menjalani proses hukuman di Lapas. Berdasarkan Workshop menulis imajinatif dan Self Healing Anak Pemasyarakatan sudah paham bagaimana cara menulis imajinatf dan self healing. Anak Pemasyarakatan sudah bisa membedakan yang mana tulisan yang imajinatif dan ilmiah. Berdasarkan hasil pelatihan yang telah dilakukan selama 2 hari secara inten. Hasil Menulis Imajinatif dan Self Healing di LPKA Kelas II Sungai Raya Pada Kegiatan hari ke-2 Anak Pemasyarakatan diminta untuk membuat sebuah tulisan. Jadi Bahasa yang digunakan adalah tulisan yang bersifat Pada hari pertama diberikan bimbingan secara berkelompok, tentang bagaimana menulis imajinatif yang sesuai Mai Yuliastri Simarmata. Dewi Leni Mastuti. Rini Agustina. Adisti Primi Wulan. Dini Hajjafiani Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. dengan jenisnya. Dan bimbingan ini dilaksanakan secara 2 hari. Hari kedua maka tim pengabdian kepada masyrakat akan mengumumkan jenis tulisan yang menarik dan sesuai dengan pelatihan, yaitu tulisan imajinatif yang sesuai dengan perasaan anak pemasyarakatan yang dialami. Anak pemasyarakatan yang tulisannya bagus maka oleh tim diberikan Gambar 1. Pelaksanaan kegaitan Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Pelatihan ini memberikan kesadaran pada Anak Pemasyarakatan untuk mencintai budaya literasi Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat memberikan wawasan dan pengalaman baru bagi Anak Pemasyarakatan pembelajaran menulis imajinatif dan self healing Anak Pemasyarakatan Sungai Raya lebih kreatif dalam memahami karya sastra terkait menulis imajinatif dan self Dalam praktiknya lembaga kegiatan penunjang materi menuli dan memberikan informasi bagi para anak pemasyarakatan, serta mengembangkan diri dalam menulis imajinatif dan self DAFTAR PUSTAKA