Nasuwakes: Jurnal Ilmiah Kesehatan P-ISSN: 1978-631-X. E-ISSN: 2655-6723 Vol: 14. No: 2. Nopember 2021 http://ejournal. id/index. php/jn Literatur Review: Hubungan Status Gizi Dengan Siklus Menstruasi Pada Remaja Literatur Review: Relationship of Nutritional Status with Menstrual Cycle in Adolescents Erla Maybi Nazilla1. Yusnaini2,*. Kartinazahri2 Abstrak: Status gizi pada usia remaja akan mempengaruhi kehidupannya di masa mendatang dan dapat menimbulkan berbagai permasalahan diantaranya yaitu dapat menyebabkan anemia, terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan, dan juga dapat mengganggu siklus menstruasi. Aceh merupakan salah satu provinsi yang memiliki persentasi cukup tinggi adanya gangguan status gizi pada remaja, yaitu 37,6% mengalami status gizi kurus, 35,7% mengalami status gizi pendek dan 3,0% mengalami obesitas. Tujuan Penelitian : Untuk melakukan review pada beberapa literatur terkait dengan hubungan status gizi dengan siklus menstruasi pada remaja. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode literatur review Hasil : Hasil literature review menunjukkan bahwa 8 artikel menyatakan adanya hubungan antara status gizi dengan siklus menstruasi pada remaja sedangkan 2 artikel lainnya menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara status gizi dengan siklus menstruasi. Kesimpulan dan Saran: kesimpulan dari penelitian ini adalah Status gizi yang tidak normal pada remaja berdampak terhadap siklus menstruasi remaja yaitu siklus menstruasi menjadi tidak teratur. Dari 10 artikel yang di review, 8 artikel diantaranya menunjukkan hasil yang sama. Disarankan bagi institusi kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan pada remaja dan memberikan informasi dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang makanan yang bergizi seimbang untuk remaja. Kata kunci: status gizi. siklus menstruasi. Abstract: The nutritional status of adolescents will affect their lives in the future and can cause various problems including anemia, stunted growth and development, and can also interfere with the menstrual cycle. Aceh is one of the provinces that has a fairly high percentage of nutritional status disorders in adolescents, namely 37. 6% experiencing underweight nutritional status, 35. 7% experiencing short nutritional status and 3. 0% experiencing obesity. The purpose of literature review: To review some of the literature related to the relationship between nutritional status and the menstrual cycle in adolescents. The research design: This study uses the literature review method Results: The results of the literature review showed that 8 articles stated that there was a relationship between nutritional status and the menstrual cycle in adolescents, while the other 2 articles stated that there was no relationship between nutritional status and the menstrual cycle. Conclusions and Suggestions: The conclusion of this study is that abnormal nutritional status in adolescents has an impact on the menstrual cycle of adolescents, namely the menstrual cycle becomes irregular. the 10 articles reviewed, 8 of them showed the same results. It is recommended for health institutions to improve health services for adolescents and provide information by providing health education about nutritionally balanced foods for Keywords: nutritional status. menstrual cycle. PENDAHULUAN Status gizi merupakan suatukondisi yang terjadi dengan adanya keseimbangan antara asupan zat gizi dari makanan dengan kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk metabolisme tubuhA. Diartikan juga sebagai keadaan fisik seseorang atau sekelompok orangyang ditentukan dengan salah satu ukuran-ukuran tertentuA. Penilaian status gizi dapat dilakukan dengan penilaian status gizi secara klinis, biokimia, antropometri dan survei konsumsi makanan. Mahasiswa Prodi D-IV Kebidanan. Jurusan Kebidanan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh. Aceh Besar. Indonesia Corresponding Author: Email: nainiqim@yahoo. Dosen pada Prodi D-IV Kebidanan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh. Aceh Besar. Indonesia Copyright A 2021 Author Publisher: Poltekkes Kemenkes Aceh Erla Maybi Nazilla. Yusnaini. Kartinazahri Nasuwakes: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol: 14. No: 2. Nopember 2021 . Salah satu indikator penilaian status gizi tersebar di seluruh provinsi yang ada di menggunakan antropemetri yaitu dengan Indonesia. Aceh merupakan salah satu menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT). provinsi yang memiliki persentase cukup Berdasarkan perhitungan IMT, status gizi tinggi adanya gangguan status gizi pada dikatakan normal dengan nilai Z skor yaitu Berdasarkan hasil survai yang -2 O Z skor O 1, -3O Z skor < -2 dilakukan oleh lembaga Pemantauan Status menunjukkan status gizi kurus dan Z skor< Gizi Aceh tahun2017 terdapat 37,6% -3 menunjukkan status gizisangat kurus remaja yang mengalami status gizi kurus (WHO). Permasalahan status gizi seperti dan sangat kurus, 35,7% mengalamistatus status gizi kurus dan sangat kurus banyak gizi pendek dan 3,0 % mengalami obesitas. terjadi pada usia remaja, hal ini karena pada Aceh Selatan merupakan salah satu daerah usia remaja dibutuhkan zat gizi yang lebih di provinsi Aceh yang banyak mengalami Kebiasaan makan dan gaya hidup gangguan status gizi pada remaja, yaitu yang mengalami perubahan pada kehidupan sebesar 33,2 % remaja mengalami status remaja sangat mempengaruhi asupan dan gizi kurus dan sangat kurus, 44,9 % kebutuhan gizi remaja tersebut. mengalami status gizi pendek dan 3,3 % Di dunia diperkirakan terdapat 1,2 mengalami status gizi obesitas. milyar atau 18 % dari jumlah penduduk Status gizi pada usia remaja akan dunia merupakan kelompok usia remaja mempengaruhi kehidupannya di masa (WHO,2. Sedangkan di Indonesia berdasarkan Sensus Penduduk tahun 2015, berbagai permasalahan diantaranya yaitu jumlah penduduk usia remaja berjumlah dapat menyebabkan anemia, terhambatnya 63,4 juta atau 32 % dari seluruh penduduk pertumbuhan dan perkembangan, dan juga Indonesia. Hasil risetyang dilakukan oleh dapat mengganggu siklus menstruasi. Hal Kemenkes tahun 2017 menunjukkan bahwa ini sesuai dengan pernyataan Melia . di seluruh Indonesia terdapat 35,5 % remaja bahwa Aumasalah gizi yang sering terjadi putri usia 12-18 tahun dengan status gizi pada remaja adalah kurangnya asupan gizi pendek dan sangat pendek, 3,7 % dengan yang mengakibatkan menderita kurang gizi status gizi kurus dan sangat kurus, serta 32% yaitu terlalu kurus atau disebut dengan dari remaja putri usia 12-18 tahun tersebut kurang energi kronik (KEK) dan dapat beresiko kurang energi kronis (KEK). terkena anemia karena kekurangan zat besi Persentase remaja yang mengalami hal-hal tersebut sangat mempengaruhi status gizi kurus dan sangat kurus, pendek keadaantubuh dan sistem produksi hormon dan sangat pendek serta KEK tersebut yang berkaitan erat dengan terjadinya menstruasiAy. Literatur Review: Hubungan Status Gizi Dengan Siklus Menstruasi Pada RemajaA 138 Menstruasi merupakan suatu hasil memberikan rangsangan pada hipofisis interaksi yang terjadi secara komplek anterior untukmenghasilkan FSH . ollicel dengan melibatkan sistem hormon dan stimulating hormon. dan LH . uteinezing organ tubuh yaitu hipotalamus, hipofisis. Pada proses menstruasi FSH ovarium dan uterus. A Awal terjadinya berperan memberikan rangsangan terhadap menstruasi biasanya padarentang usia 10-16 pertumbuhan folikel . -30 folike. yang tahun dan akan berhenti . pada masing-masing mengandung 1 sel telur, usia di atas 51 tahun. Siklus menstruasi namun hanya 1 folikel yang akan terus wanita dikatakan normal apabila panjang tumbuh sedangkan yang lainnya akan siklus menstruasi berkisar antara 21-35 hari LH padaproses mentruasi berperan yang dimulai dari satu masa menstruasi ke untuk mebantu pematangan sel tulur atau mulai masa berikutnya, 10-15 % yang ovulasi yang nantinya jika tidak terjadi hanya mengalami siklus menstruasi 28 hari pembuahan akan mengalami peluruhan dengan lama menstruasi berkisar antara 3-5 . Sehingga, jika produksi FSH hari dan ada sebagian wanita mencapai 7-8 dan LH terganggu maka akam menggungga A siklus menstruasi yaitu terjadinya siklus Siklus mentruasi juga dapat mengalami menstruasi yang tidak teratur dan juga gangguan, seperti siklus > 35 hari (Oligomenore. , (Oligomenorrh. dan tidak haid dalam kurun Kondisi oligomenorrhea dapat terjadi waktu 3 kali siklus . Kelancaran pada wanita yang memiliki status gizi obesitas dengan resiko dua kali lebih besar dipengaruhi oleh beberapa hal diantarnya dibandingkan wanita yang memiliki status yaitu aktivitas fisik, stres, dan juga status gizi normal. Hal ini terjadi karena gizi, hal ini sesuai dengan hasil penelitian meningkatnya jumlahestrogen dalam darah yang dilakukan oleh Islamy dan Farida akibat peningkatan jumlah lemak tubuh. yang menunjukkan hasil analisis Tingginya kadar estrogen akan berdampak multivariat terhadap data penelitian bahwa negatif terhadap sekresi GnRh yang Austatus gizi danstres merupakan faktor yang nantinya akanmempengaruhi produksi FSH paling dominan mempengaruhi siklus dan LH. menstruasiAy. Gangguan terhadap siklus menstruasi Kekurangan maupun kelebihan gizi ini akan sangat merugikan dan memberikan pada wanita akan menyebabkan turunnya akibat yang sangat buruk bagi kehidupan fungsi hipotalamus yang tidak dapat remaja putri dimasa mendatang. Adapun Erla Maybi Nazilla. Yusnaini. Kartinazahri Nasuwakes: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol: 14. No: 2. Nopember 2021 . dampak menstruasi yang tidak lancar dapat bahwa faktor-faktor yang menunjukkan menyebabkan terjadinya gangguan sistem adanya hubungan yang signifikan terhadap reproduksi yang berhubungan dengan ketidakteraturan siklus menstruasi adalah peningkatan resiko berbagai penyakit dalam tingkat stress dan usia menarche, sedangkan sitem reproduksi, seperti kanker rahim dan status gizi tidak menunjukkan adanya juga infertilitas. A Pada tahun 2013 gangguan hubungan yang signifikan terhadap siklus siklus menstruasi yang dialami oleh wanita di Indonesia dengan rentang usia 10-59 METODE PENELITIAN tahun adalah sebesar 13,7 %. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Noviandari . tentang hubungan antara Status Gizi dan Anemia dengan Siklus Menstruasi pada remaja putri menunjukkan bahwa adanya hubungan antara status gizi denga siklus menstruasi pada remaja. Remaja Jenis Literature Review mengenai konsep dan teori yang digunakan berdasarkan literatur yang tersedia, terutama dari artikel-artikel yang dipublikasikan dalam berbagai jurnal Ilmiah Kajian cenderung memiliki siklus menstruasi yang untukdigunakan adalah usia remaja. Selain normal dan remajadengan status gizi gemuk itu, dari 10 artikel terdapat 8 artikel dan obesitas cenderung memiliki siklus menstruasi tidak normal. Hasil penelitian membangun konsep dan teori yang tentang Usia Menarche. Status Gizi dan menjadi dasar studi dalam penelitian. Teori Siklus Menstruasi Pada Santri Putri yang dilakukan oleh Fitriningtyas. Redjeki dan studiliterature dijadikan sebagai fondasi Kurniawan . juga menyatakan bahwa dasar bagi pratik penelitian di tengah ada hubunganyang signifikan antara status Konsep dan teori yang dikaji gizidengan siklus menstruasi pada remaja. dalam penelitian ini yaitu mengenai Berdasarkan hasil penelitian tersebut terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan siklus menstruasi. Namun berdasarkan penelitian yang dilakukan Ilmi dan Elyn . diperoleh hasil bahwa sebanyak 59,4% responden pada penelitian tersebut mengalami siklus menstruasi tidak teratur, dari penelitian tersebut diketahui menstruasi pada remaja. Dari 10 artikel Review kesamaan tujuan yaitu untuk mengetahui apakah terdapathubungan antara status gizi dengan siklus menstruasi pada remaja. Literatur Review: Hubungan Status Gizi Dengan Siklus Menstruasi Pada RemajaA 140 HASIL DAN PEMBAHASAN Oleh karena itu,untuk mencapai status gizi Persamaan (Compar. Dari kesepuluh artikel tersebut erdapat yang normal remaja harus memperhatikan asupan gizi yang dikonsumsi, sehingga beberapa kesamaan . yang di diharapkan kepada orang tua, tenaga temui pada variabel, yaitu variable siklus menstruasi dan status gizi. Terdapat juga persamaan lain yaitu desain penelitian yang digunakan adalah desain Cross Sectional dan sampel yang digunakan adalah usia Selain itu, dari 10 artikel terdapat 8 artikel dengan hasil penelitian yang sama. Hasil penelitian yang sama tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara statusgizi dengan siklus menstruasi pada remaja. Hal ini karena remaja yang mengalami status gizi kurang atau lebih akan mengakibatkan terjadinya penurunan fungsi hipotalamus yang tidak dapat memberikan rangsangan pada hipofisis aterior untuk menghasilkan hormon FSH dan LH, sehingga berdampak pada produksi estrogen yang tidak normal. Hal inilah yang akan memberikan dampak negatif terhadap siklus menstruasi dan ovulasi, sehingga semakin baik status gizi seorang remaja maka semakin baik pula siklus menstruasi yang dialami oleh remaja tersebut29 Status gizi sangat dipengaruhi oleh asupan gizi yang dikonsumsi oleh seorang Di era modern ini banyak faktor yang menyebabkan status gizi seorang remaja menjadi tidak normal seperti sering mengkonsumsi makanan siap saji dan sekarang sudah menjadi tren bagi remaja memiliki ukuran tubuh langsing sehingga asupan gizi yang diperlukan tidak terpenuhi. dikonsumsi oleh remaja saat ini baik itu di Ketidaksamaan (Contras. Perbedaan antara kesepuluh artikel di atas terdapat pada tahun penerbitan artikel penelitian yaitu sebanyak 1 artikel pada tahun 2019, 2 artikel pada tahun 2018, 3 artikel pada tahun 2017, 2 artikel pada tahun 2016, 1 artikel pada tahun 2015 dan1 artikel pada tahun 2014. Jumlah populasi dan sampel penelitian yang digunakan dari masing- masing artikel berbeda-beda, artikel 1 menggunakan populasi sebanyak 161 orang dan sampel 60 orang, artikel 2 menggunakan populasi sebanyak 319 orang dan sampel 90 orang, artikel 3 menggunakan populasi dan sampel sebanyak 82 orang, artikel 4 menggunakan populasi dan sampel sebanyak 186 orang, artikel 5 menggunakan populasi dan sampel sebanyak 108 orang, artikel 6 menggunakan populasi sebanyak 247 orang dan sampel sebanyak 67 orang, artikel 7 menggunakan populasi dan sampel sebanyak 69 orang, artikel 8 menggunakan populasi dan sampel sebanyak 64 orang, artikel 9 menggunakan populasi dan sampel sebanyak 401 orang dan artikel 10 menggunakan populasi dan sampel sebanyak 2000 orang. Erla Maybi Nazilla. Yusnaini. Kartinazahri Nasuwakes: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol: 14. No: 2. Nopember 2021 . Teknik pengambilan sampel dari 10 artikel tersebut juga berbeda antara 1 dan dipengaruhi oleh kecukupan zat gizi makro . arbohidrat, lainnya, 4 artikel diantaranya menggunakan teknik simple random sampling, 2 artikel menggunakan teknik total sampling, 1 dikonsumsi semuanya akan disimpan dalam bentuk lemak, apabila produksi lemak artikel menggunakan Teknik propotinate random sampling, 2 artikel menggunakan meningkat/munurun berpengaruh terhadap produksi estrogen teknik purposive sampling dan 1 artikel lainnya menggunakan teknik cluster yang mengakibatkan terjadinya gangguan siklus menstruasi. Demikian juga dengan 8 artikel yang menunjukkan hasil yang sama juga terdapat perbedaan dari materi yang disampaikan pada setiap artikel. stress, apabila seorang remaja mengalami stress akan menimbulkan pengaruh pada otak yaitu terjadi aktivasi amygdala pada Artikel 1 menggunakan subjek penelitian remaja putri yang sekolah di MAN 2 Bandar Lampung yang memiliki daerah strategis dan tidak terpencil dengan pola kebudayaan yang tidak banyak memiliki pantangan dan larangan makanan tertentu sehingga zat-zat gizi yang dibutuhkan mampu dipenuhi, karena status gizi seseorang sangat dipengaruhi oleh asupan gizi dan keadaan budaya setempat. Oleh karena itu, pada artikel ini remaja yang memiliki status gizi normal lebih banyak daripada status gizi kurang, lebih atau sistem limbik yang akan menstimulasi produksi hormon CRH dan secara langsung menghambat sekresi GnRH sehingga melalui jalan ini stress menyebabkan gangguan siklus menstruasi. obesitas, namun yang mengalami status gizi tidak normal tersebut cenderung mengalami siklus menstruasi tidak teratur. Pada penelitian ini hanya membahas faktor status gizi terahadap gangguan siklus menstruasi, sedangkan artikel 2 terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi siklus menstruasi seorang remaja yaitu status gizi, kecukupan zat gizi makro dan juga stress yang dapat mempengaruhi siklus menstruasi remaja Siklus menstruasi seorang remaja bisa Artikel 3 meneliti tentang hubungan status gizi dan aktivitas fisik terhadap siklus menstruasi yang menunjukkan hasil bahwa siklusmenstruasi sedangkan aktivitas fisik tidak terdapat pengaruh terhadap siklus menstruasi, penelitian ini sejalan dengan artikel 5 yang menyatakan bahwa aktivitas fisik juga tidak berpengaruh terhadap siklus Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan teori yang dikemukakan, namun pada kedua artikel ini jika ditinjau dari aktifitas fisik yang dilakukan oleh responden, sebagian besar dalam kategori sangat ringan, ringan dan sedang yang memang semestinya tidak mempengaruhi siklus menstruasi. Ditinjau dari artikel 4 terdapat bahwa status gizi remaja mempengaruhi siklus menstruasi remaja Remaja yang mengalami status Literatur Review: Hubungan Status Gizi Dengan Siklus Menstruasi Pada RemajaA 142 gizi tidak normal pada penelitian ini disebabkan karena kebiasaan makan yang tidaksehat yaitu sering mengkonsumsi Artikel ke-8 (Faktor-Faktor yang berhubungan dengan siklus menstruasi pada makanan siapsaji . urang mengandung zat giz. yang menjadi trend pada saat ini dan remajaputri kelas XI di SMA Negeri 6 disebabkan karena pemahaman yang keliru dimana tubuh langsing menjadi idaman bagi tidak adanya hubungan antara status gizi setiap wanita meskipun masih usia remaja, sehingga asupan gizi yang masuk tidak Penelitian ini sejalan dengan artikel 6 bahwa terdapat hubungan antara status gizi dengan siklus menstruasi. Ditinjau dari hasil penelitian berikutnya, 2 dari 10 artikel . tersebut menunjukkan hasil yang berbeda. Artikel ke-7 (Hubungan antara status gizi dan tingkat asupan zat gizi dengan siklus menstruasi pada remaja putri di kecamatan kedung banteng Kabupaten Banyuma. menunjukkan tidak adanya hubungan antara status gizi dengan siklus menstruasi. Alasan yang dikemukakan oleh artikel ini mengapa hasil dari penelitian tidak sejalan karena hal tersebut ada kaitannya dengan usia menarche responden yang masih tergolong ke dalam 3 tahun pertama. Pada penelitian ini aktivitas fisik menjadi faktor yang berpengaruh terhadap siklus menstruasi. Remaja yang memiliki aktivitas fisik sangat berat dan berat cenderung mengalami siklus menstruasi tidak teratur dikarenakan aktivitas fisik yang terlalu berat akan hormor ghrelin yang menyebabkan produksi hormon LH menurun, sedangkan hormon LH merupakan hormonyang Tangerang Selata. juga menunjukkan hasil dengan siklus menstruasi. Munculnya perbedaan ini dikarena variabel yang digunakan untuk melihat keteraturan siklus menstruasi bukan hanya status gizi saja namun juga terdapat faktor lain yang diteliti yaitu tingkat stress, aktivitas fisik dan usia 2 artikel lainnya merupakan artikel Internasional yaitu artikel 9 dan 10. Dari 2 artikel tersebut juga menunjukkan hasil bahwa terdapat hubungan antara status gizi dengan siklus menstruasi. Pada artikel 9 dan 10 sampel yang digunakan jauhlebih banyak daripada artikel lainnya yaitu 401 dan 2000 orang. Pandangan (Criticiz. Berdasarkan hasil penelitian dari 10 jurnal yang di review, diperoleh informasi berdasarkan status gizi remaja tersebut. Hasil penelitiaan pada jurnal nasional 1-6 dan serta jurnal internasional 9 & 10 menunjukkan hasil yang sama, yaitu adanya hubungan antara status gizi terhadap siklus menstruasi. Dua buah jurnal dari 10 jurnal yang direview menunjukkan hasil yang berbeda dari 8 jurnal lainnya atau digolongkan ke dalam jurnal kontra. Salah satu jurnal kontra tersebut adalah jurnal ke-7 (Hubungan antara status gizi dan tingkat Erla Maybi Nazilla. Yusnaini. Kartinazahri Nasuwakes: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol: 14. No: 2. Nopember 2021 . asupan zat gizi dengan siklus menstruasi pada remaja putri di kecamatan Melihat kondisi ini maka permasalahan gangguan siklus menstruasi dapat bermula kedungbanteng Kabupaten Banyuma. sejak usia remaja, oleh sebab itu para remaja menunjukkan tidak adanya hubungan antara status gizi dengan siklus menstruasi. perlu di edukasi tentang pentingnya menjaga status gizi dan hubungan status gizi Alasan yang dikemukakan oleh artikel ini mengapa hasil dari penelitian tidak sejalan dengan siklus menstruasi. karena hal tersebut ada kaitannya dengan usia menarche responden yang masih tergolong ke dalam 3 tahun pertama sehingga pada 3 tahun pertama siklus menstruasi masih belum teratur. Selain jurnal tersebut, jurnal ke-8 Faktor-Faktor yang berhubungan dengan siklus menstruasi pada remaja putri kelas XI di SMA Negeri 6 Tangerang Selata. juga menunjukkan hasil tidak adanya hubungan antara status gizi dengan siklus menstruasi. munculnya perbedaan ini dikarena variabel yang digunakan untuk melihat keteraturan siklus menstruasi bukan hanya status gizi saja namun juga terdapat faktor yang diteliti yaitu tingkat stress, aktivitas fisik dan usia Pada penelitian ini faktor yang paling dominan adalah aktivitas fisik sehingga sangat mempengaruhi siklus Status gizi menjadi faktor yang disebabkan karena faktor kadar ekstrogen yang meningkat atau menurun. Usia remaja merupakan usia yang rentan memiliki pola makantidak teratur bahkan sebagian remaja lebih menyukai mengkonsumsi makanan yang tidak memiliki nilai gizi sehingga akan mempengaruhi asupan gizi remaja tersebut. Perbandingan (Synthesiz. Berdasarkan 10 artikel yangdilakukan review terdapat perbandingan antara 1 artikel dengan artikel lainnya. Artikel 1 yaitu Penelitian yang dilakukan oleh Yuliati Amperaningsih dan Nurul Fathia . tentang hubungan status gizi dengan siklus menstruasi pada remaja di Bandar Lampung menyatakan bahwa hasil penelitian terdapat kesesuaian antara status gizi dengan siklus menstruasi dimana dari 62 orang responden 16 orang responden memilik status gizi kurang dan 11 orang diantaranya mengalami siklus menstruasi tidak teratur, pada penelitian ini status gizi ditentukan dengan kategori IMT dengan mengukur berat badan dan tinggi badan secara langsung. Sedangkan artikel 2 penelitian yang dilakukan Laras Sitoayu dkk . tentang kecukupan zat gizi makro, status gizi, stress dan siklus menstruasi pada remaja juga terdapat hubungan antara status gizi dengan siklus menstruasi. Namun pengukuran tinggi badan dan berat badan dilakukan 2 kali untuk mencegah bias dan ketidaktelitian. Artikel 3 dan 4 penelitian yang dilakukan oleh Sunarsih . dan Melia Pebrina . menyatakan bahwa terdapat hubungan Literatur Review: Hubungan Status Gizi Dengan Siklus Menstruasi Pada RemajaA 144 antara statusgizi dengan siklus menstruasi, pada kedua penelitian ini kategori status sejalan dengan artikel 8 yang merupakan penelitian oleh Ayatun Fii Ilmi dan Elyn gizi berdasarkanIMT tidak disebutkan Widya Sulasmi yang juga menunjukkan normal,gemuk dan obesitas hanya saja status gizi tidak dapat mempengaruhi siklus menstruasi. 2 artikel lainnya disebutkan status gizi yang tidak normal. Sedangkan artikel 5 dan 6, penelitian yang merupakan artikel Internasional, artikel 9 penelitian yang dilakukan di Hydebarad, dilakukan oleh Nurul Hidayah dkk . dan Felicia,dkk . juga terdapat Pakistan oleh Saira Dars. Khashia Sayed. Zara Yousufzai melibatkan 400 orang hubungan antara status gizi dengan siklus menstruasi yaitu kategori status gizi dengan IMT diuraikan berdasarkan remaja yang berusia 12-18 tahun menyatakan bahwa terdapat hubungan antara status gizi (BMI) dengan siklus kategori kurus, normal, lebih dan obesitas sehingga hasil penelitian lebih spesifik. berpengaruh dengansiklus menstruasi dan menstruasi dimana terdapat 16 orang remaja putri yang memiliki status gizi tidak normal dan mengalami siklus menstruasi jarang . idak teratu. sejalan dengan artikel 10 penelitian yang dilakukan di Shiraz oleh Naeimeh Tayebi. Sc. ZahraYazdanpanahi. Sc. Shahrzad. Yektatalabad,Ph. Saeedeh Pourahmad,Ph. Marzieh Akbarzadeh. melibatkan 2000 responden menyatakan bahwa terdapat hubungan antara BMI dengan siklus menstruasi remaja. KESIMPULAN Penelitian-penelitian hubungan antara statusgizi dengan siklus menstruasi sebagaimana dijelaskan bahwa sel-sel lemak melepaskan estrogen yang membantu terjadinya ovulasi dan siklus menstruasi, sehingga apabila berat badan seorang remaja mengalami perubahan . enurun atau meningka. maka akan terjadinya ketidakseimbangan hormon. Artikel 7 dan 8 memiliki hasil yang berbeda dengan artikel lainnya, yaitu tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan siklus menstruasi. Artikel 7 merupakan penelitian yang dilakukan oleh Dita Noviyanti dkk dimana menunjukkan hasil bahwa status gizi seorang remaja tidak dapat mempengaruhi siklus menstruasi remaja tersebut, artikel ini Berdasarkan dilakukan review dapat disimpulkan Status gizi seorang remaja cenderung lebih berpengaruh terhadap keteratuan siklus menstruasi remaja tersebut. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian pada 8 artikel dari 10 artikel yang Erla Maybi Nazilla. Yusnaini. Kartinazahri Nasuwakes: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol: 14. No: 2. Nopember 2021 . Status gizi yang tidak normal pada remaja berdampak terhadap siklus menstruasi menjadi tidak teratur. Dari 10 artikel yang di review, 2 artikel DAFTAR PUSTAKA