CEC JOURNAL LPPM Universitas Putra Indonesia YPTK Padang Lubuk Begalung Highway. Padang. Sumatera Barat. Indonesia Volume: 10. Issue: 1. Page: 19 - 24, 02/05/2025, e-ISSN: 2615-5915 Pengaruh Penggunaan PCC (Portland Composite Cemen. Terhadap Kuat Tekan Beton Berdasarkan SNI 7656:2012 Evince OktarinaA. Khoiruddin Mawar Permadi2 IUniversitas Bung Hattas correspond_author@email Abstract The development of construction material technology requires the proper selection of cement types to ensure that the resulting concrete meets technical specifications. One of the most widely used cement types in Indonesia is Portland Composite Cement (PCC). However, differences in chemical composition and fineness among brands may influence the compressive strength of the resulting concrete. This study aims to analyze the effect of using three PCC brands Cement A. Cement B, and Cement C on the development of concrete compressive strength at 7, 14, and 28 days, and to determine which PCC brand produces the highest compressive strength at 28 days for a target concrete strength of fcA= 30 MPa, in accordance with road concrete specifications based on SNI 7656:2012. This research was conducted using an experimental method in a laboratory, with concrete mix designs prepared according to the provisions of SNI 7656:2012. Cylindrical specimens were tested for compressive strength using a compression testing machine at each curing age. The test resultss showed significant variations in compressive strength among the three PCC brands. Cement A achieved the highest average compressive strength of 32. 610 MPa at 28 days, followed by Cement B at 32. 044 MPa, while Cement C reached only 29. 524 MPa. Cement A demonstrated the most stable and consistent performance across all testing It can be concluded that differences among PCC brands affect the rate of compressive strength development due to variations in mineral composition and hydration characteristics of the cement. The results of this study can serve as a reference for practitioners and construction engineers in selecting the optimal PCC brand to produce concrete that meets national technical standards. Keywords: Concrete. Portland Composite Cement (PCC). Compressive Strength. SNI 7656:2012. Laboratory Experiment CEC is licensed under a Creative Commons 4. 0 International License. Pendahuluan Sektor Indonesia perkembangan yang signifikan dalam beberapa dekade Peningkatan kebutuhan terhadap infrastruktur yang andal, seperti jalan raya, jembatan, dan fasilitas publik lainnya, menuntut penggunaan material bangunan yang memiliki kekuatan struktural tinggi, ketahanan yang baik terhadap lingkungan, serta efisiensi biaya. Beton merupakan salah satu material utama yang menjadi tulang punggung pembangunan infrastruktur karena memiliki keunggulan dalam kekuatan tekan, ketahanan terhadap pengaruh lingkungan, dan fleksibilitas dalam pembentukan sesuai kebutuhan Kualitas beton sangat dipengaruhi oleh rancangan campuran yang tepat atau Job Mix Formula (JMF), yang mencakup proporsi antara semen, agregat halus, agregat kasar, air, serta bahan tambahan . apabila diperlukan. Standar Nasional Indonesia (SNI) 7656:2012 digunakan sebagai acuan dalam perancangan campuran beton normal untuk menjamin mutu dan konsistensi, termasuk dalam penetapan mutu, umur pengujian, dan prosedur pelaksanaan di lapangan. - . Salah satu faktor penting dalam rancangan campuran beton adalah jenis semen yang digunakan. Komposisi kimia, tingkat kehalusan, serta karakteristik hidrasi dari semen dapat mempengaruhi sifat mekanik dan durabilitas beton, termasuk kuat tekan, waktu pengerasan, serta ketahanan terhadap lingkungan . Semen Portland Komposit (PCC) menurut standar acuan SNI 7064:2014 adalah jenis semen hidraulis yang dihasilkan dari penggilingan bersama antara klinker semen Portland, gipsum (CaSOCEA2HCCO), dan satu atau lebih bahan anorganik tambahan seperti Pozzolan . ly ash, trass, silica fume. Batu kapur . yang kandungan total bahan tambahannya berada dalam rentang 635% dari massa semen . Portland Composite Cement (PCC) semakin banyak digunakan sebagai alternatif Ordinary Portland Cement (OPC) karena proses produksinya yang lebih ramah lingkungan, dengan memanfaatkan bahan Diterima: 01-04-2025 | Revisi: 25-04-2025 | Diterbitkan: 02-05-2025 | doi: 10. 35134/jcivil. Evince Oktarina, dkk tambahan seperti pozolan dan batu kapur yang mampu mengurangi emisi karbon. - . Selain itu. PCC memiliki beberapa keunggulan, antara lain ketahanan sulfat yang lebih baik, panas hidrasi yang lebih rendah, serta efisiensi dalam biaya Namun demikian, performa PCC khususnya pada kuat tekan awal masih menjadi topik diskusi di kalangan praktisi dan peneliti teknik sipil. Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan bahwa PCC dapat menghasilkan kuat tekan jangka panjang yang setara atau bahkan lebih tinggi dengan panas hidrasi yang lebih rendah dibandingkan dengan Portland Pozzolan Cement (PPC), terutama pada umur pengujian 14 dan 28 hari, menghasilkan beton lebih mudah dikerjakan, homogen, dan minim segregasi sangat cocok untuk pekerjaan pengecoran di lapangan lebih ringan namun tetap kuat, cocok untuk struktur menengah dan efisiensi pembebanan. ,2,. Variasi komposisi mineral dan tingkat kehalusan antar merek PCC berpotensi menyebabkan perbedaan perkembangan kuat tekan beton, meskipun campuran dan kondisi perawatan dibuat sama. Hal ini menunjukkan pentingnya evaluasi kinerja berbagai merek PCC dalam kondisi laboratorium yang terstandarisasi untuk memperoleh hasil yang dapat dijadikan acuan praktis. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kuat tekan beton yang menggunakan PCC dari tiga merek berbeda Semen A. Semen B, dan Semen C yang banyak digunakan di Indonesia. Mutu rencana beton yang digunakan adalah fcA=30 MPa, sesuai dengan standar SNI 7656:2012 untuk konstruksi jalan beton. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 7, 14, dan 28 hari untuk mengetahui pengaruh merek semen terhadap perkembangan kuat tekan serta mengidentifikasi merek PCC yang menghasilkan kuat tekan tertinggi pada umur 28 hari. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi praktisi dan pelaku konstruksi dalam memilih merek PCC yang paling sesuai untuk mencapai mutu beton yang diinginkan dengan tetap mempertahankan efisiensi biaya. Selain itu, temuan penelitian ini dapat menjadi referensi empiris bagi kontraktor, konsultan, maupun pengambil kebijakan dalam menentukan jenis semen yang optimal untuk proyek konstruksi jalan beton di Indonesia. Metodologi Penelitian Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan tiga merek Portland Composite Cement (PCC) Semen A. Semen B, dan Semen C terhadap kuat tekan beton pada umur 7, 14, dan 28 hari. Setiap merek PCC digunakan untuk memproduksi campuran beton dengan mutu rencana fcA= 30 MPa sesuai acuan Standar Nasional Indonesia (SNI) 7656:2012 tentang Tata Cara Pemilihan Campuran Beton Normal. Beton Berat, dan Beton Massa. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Material dan struktur. Program Studi Teknik Sipil. Pengujian experimental design, di mana variabel bebas berupa jenis/merek semen PCC, dan variabel terikat berupa kuat tekan beton. Faktor lain seperti rasio air-semen . , proporsi agregat, serta metode pencampuran dijaga tetap konstan untuk menghindari pengaruh variabel luar. 1 Bahan Penelitian Bahan utama yang digunakan dalam penelitian ini Semen: Tiga merek Portland Composite Cement (PCC) yang beredar di pasaran, yaitu Semen A. Semen B, dan Semen C. Agregat halus: Pasir alami dari sungai dengan gradasi sesuai SNI 03-2834-2000. Agregat kasar: Batu pecah . ukuran maksimum 20 mm yang telah memenuhi persyaratan gradasi dan kebersihan sesuai SNI 03-2834-2000. Air: Air bersih bebas dari bahan organik dan kimia berbahaya, sesuai SNI 03-2847-2019. 2 Peralatan Penelitian Peralatan utama yang digunakan meliputi: Timbangan digital dengan ketelitian 0,1 gram. Mesin Concrete Mixer kapasitas 0,05 mA. Cetakan silinder beton berukuran diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Mesin uji tekan beton (Compression Testing Machin. berkapasitas 2000 kN. Alat pengukur slump untuk uji kelecakan beton segar (Slump Tes. sesuai SNI 1972:2008. Peralatan lain yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua peralatan yang digunakan untuk pengujian material semen, agregat kasar dan agregat halus yang sesuai dengan SNI yang dilakukan di Laboratorium material dan struktur. Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta. 3 Perancangan Campuran Beton Perancangan campuran beton dilakukan berdasarkan tata cara pemilihan campuran untuk beton normal, beton berat dan beton massa SNI 7656:2012 dengan mutu rencana fcA=30 MPa dan slump target 75Ae100 Rasio air-semen . /c rati. ditetapkan sebesar 0,45 berdasarkan hasil perhitungan trial mix yang menghasilkan kuat tekan sesuai target mutu. Jumlah benda uji yang digunakan untuk setiap merek semen adalah lima belas . silinder beton, masingmasing tiga . benda uji untuk umur 7, 14, dan 28 hari. Untuk 3 Jenis PCC A. PCC B dan PCC C Total benda uji sebanyak 45 sampel. Setelah proses pembuatan dan pencampuran beton, benda uji dilakukan pemeriksaan karakteristik beton yang terdiri dari pemeriksaan berat Civil Engineering Collaboration Oe Vol. 7 No. Evince Oktarina, dkk jenis beton segar, pemeriksaan nilai slump, setelah itu campuran beton dicetak dalam benda uji silinder diameter 15cm dan tinggi 30 sm. Setelah 24 jam benda uji dikeluarkan dari cetakan dan dilakukan perawatan . dengan perendaman beton di air bersuhu 25AC A 2AC hingga mencapai umur pengujian yang ditetapkan. Mulai Study Pustaka