Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 PENGARUH CITRA MEREK (BRAND IMAGE) DAN GAYA HIDUP TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SMARTPHONE MEREK I-PHONE DALAM PERSPEKTIF ISLAM (Studi Kasus Mahasiswa Prodi Manajemen di ITBis Lembah Demp. ZulaihaA. NurlelaA Laili DimyatiA. FebriansyahA zulaiha@lembahdempo. id, nurlela@lembahdempo. id, lailidimyati@lembahdempo. febriansyah@ lembahdempo. Universitas Lembah Dempo Sumatera Selatan. Indonesia ABSTRACT This research aims to find out how brand image influences the decision to purchase an I-Phone brand smartphone from an Islamic perspective, a case study of management study program students at ITBis Lembah Dempo. The data analysis used is quantitative analysis, namely data analysis that can be described using numbers. This research focuses on Brand Image (X. Lifestyle (X. , and Purchase Decisions (Y). Based on simultaneous testing or F test, the Sig value has a significant effect on Purchase Decision (Y) which is 0,000 < 0,05 and the result of F-obtained was 18,19 and F- table was 3,10. It can be concluded that H3 is accepted. It means there is a significant effect between Brand Image (X. Lifestyle (X. on the Purchasing Decisions (Y) Keywords: brand image, lifestyle, purchasing decisions from an Islamic perspective PENDAHULUAN Alat komunikasi sangatlah amat dibutuhkan oleh manusia dari sejak dulu. Alat komunikasi digunakan untuk berinteraksi dengan makhluk lain dengan menggunakan media. Media yang digunakan untuk berkomunikasi selalu berkembang dengan seiringnya jalan. Dari alat sederhana hingga alat-alat canggih yang digunakan dizaman digitalisasi seperti sekarang ini. Zaman digitalisasi terus mengubah pola pikir manusia terhadap alat komunikasi. Karena manusia ingin terus mempermudah komunikasi dengan sesamanya dengan baik meskipun dengan jarak yang mungkin sangat jauh. Termasuk negara kita Indonesia yang mana komunikasi merupakan kebutuhan penting dizaman digitalisasi ini. Di era digitalisasi ini masyarakat Indonesia sangat membutuhkan yang namanya alat komunikasi. Terutama alat komunikasi yang dapat digunakan dan dibawa kemanamana. Alat komunikasi yang saat ini memang perlu dimiliki adalah gadget atau handphone. Alat komunikasi jenis ini juga sudah memiliki banyak inovasi yang lumayan bervariasi sesuai dengan kebutuhan dan bugdet sang pengguna. Banyaknya minat penggunaan dari gadget di zaman ini menjadikan para produsen dibidang elektronik terus mengembangkan fitur-fitur yang lebih baik lagi. Dari yang dulu hanya mampu Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 untuk sekedar mengirim pesan dan telpon suara. Sekarang sudah mampu berkomunikasi bertatap muka secara video melalui gadget. Selain alat berkomunikasi gadget memiliki fitur untuk mengambil gambar sehingga mampu mengabadikan setiap moment si pemilik gadget. Fitur pengambilan gambar pun memiliki perkembangan disetiap zamannya. Dimana dulu hanya mampu mengambil gambar dengan kamera belakang. Seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman para produsen dibidang elektronik mengembangkan fitur yang terus membaik sehingga mampu mengambil gambar secara selfie. Pengambilan gambar secara selfie adalah fitur dari kamera depan pada suatu gadget. Dari banyaknya fitur- fitur baru dari gadget . tersebut membuat para konsumennya juga ingin mendapatkan kenyamanan yang baik dari penggunaan gadget tersebut. Konsumen mencari yang fitur kameranya bagus, harga yang bisa dijangkau, dan banyak pertimbangan lain dari para konsumen untuk memilih gadget yang menurut mereka terbaik. Salah satu pertimbangan yang mungkin sangat jadi pertimbangan ialah masalah brand . Citra merek memang sangatlah penting dalam pembelian suatu barang dizaman sekarang, meskipun terkadang merek itu tidak mempengaruhi kualitas. Namun para konsumen sudah teralu memberikan ekspetasi terhadap suatu brand karena dalam pikiran konsumen jika merek itu terkenal sudah pasti kualitasnya terbaik. Tapi memang ada brand yang terkenal itu memberikan kualitas yang memang benar-benar baik, meskipun ada kekurangan disetiap kelebihannya. Banyak berbagai macam merek yang mungkin sudah familiar ditelinga kita untuk merek Seperti Oppo. Vivo. Realmi. Samsung. I-Phone. Nokia, dan masih banyak lagi. Beberapa merek itu pasti memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Baik dari kualitas, harga, fitur-fiturnya dari setiap merek memiliki keunggulan yang pastinya menjadi daya tarik tersendiri pagi para konsumennya. Dalam hal ini banyak tantangan yang dihadapi seperti bagaimana perusahaan harus mampu meningkatkan kualitas-kualitas dari setiap produkproduknya. Dan berkembang ditengah - tengah perkembangan zaman. Cara yang harus dilakukan dengan menetapkan berbagai strategi yang diperlukan dalam menjalankan sebuah usaha seperti halnya strategi pemasaran. Dari beberapa merek yang kita ketahui yang sangat besar namanya adalah merek I-Phone (Appl. Siapa yang tidak mengetahui merek tersebut. Pihak Apple sangat amat bagus menyusun strategi dalam perkembangan merek mereka. Sehingga citra merek dari setiap produknya begitu mempengaruhi setiap konsumen untuk memiliki setiap produk yang dikeluarkan. Produk dari Apple tidak hanya gadget ada juga I-Pad. Laptop. Headset dan masih banyak lagi. Citra merek berkaitan dengan perilaku berupa kepercayaan dan preferensi terhadap sebuah merek. Segala yang telah diterima dan ditanggapi oleh pelanggan tentang suatu merek tertentu merupakan pengertian dari citra merek. Kualitas yang baik dari setiap produk yang dikeluarkan perusahaan Apple tidak mengurangi rasa ingin memiliki bagi para konsumen meskipun harga produk-produk nya lumayan diatas rata-rata. Dan rata-rata pemilik dari produk-produk Apple merupakan orang-orang yang memiliki status ekonomi menengah keatas. I-Phone adalah salah satu merek ponsel cerdas yang dirancang dan dipasarkan oleh Apple Inc dan menggunakan sistem operasional telepon genggam iOS. Iphone generasi pertama diumumkan oleh CEO Apple Stave Jobs pada tanggal 9 Januari 2007. Sejak saat itu. Apple merilis model I-Phone baru dan pembaruan iOS setiap tahun. Pada 1 November 2018, lebih dari 2,2 miliar I-Phone telah terjual diseluruh dunia. I-Phone memiliki antarmuka pengguna yang dirancang pada Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 layar multi sentuh. Perangkat ini terhubung ke jaringan seluler atau Wi-Fi, dan dapat melakukan panggilan, menjelajahi web, mengambil gambar, memutar musik dan mengirim serta menerima surel dan pesan teks. Sejak diluncurkan, berbagai fitur canggih ditambahkan, termasuk ukuran layar yang lebih besar, kemampuan merekam video, kedap air, kemampuan untuk menginstal aplikasi seluler pihak ketiga melalui toko aplikasi, dan berbagai fitur aksebilitas. I-phone bersama Android, merupakan dua platform ponsel cerdas terbesar didunia, yang pada umumnya menyasar pasar mewah. I-Phone telah menghasilkan keuntungan besar bagi Apple, menjadikannya salah satu perusahan publik paling bernilai di dunia. I-Phone generasi pertama dipandang sebagai AurevolusionerAy dan Aupengubah permainanAy bagi industri telepon genggam, dan model-model I-Phone berikutnya juga mendapatkan pujian. I-Phone dianggap sebagai merek yang mempopulerkan ponsel cerdas berbentuk pipih dan menciptakan pasar yang besar untuk aplikasi ponsel cerdas, atau disebut Auekonomi aplikasi Au. Pada Januari 2017. App Store Apple memiliki lebih dari 2,2 juta aplikasi untuk I-Phone. Dilihat dari zaman ini gaya hidup manusia sudah mulai banyak perubahan akibat Globalisasi mempunyai dampak yang sangat besar bagi perubahan gaya hidup manusia di seluruh dunia. Sistem ekonomi mencakup pembahasan tentang cara mengelola sumber daya alam dan perolehan harta kekayaan dan pemanfaatannya baik untuk kegiatan produksi, distribusi, maupun konsumsi. Dalam konsumsi Islam didasarkan pada maslahah. Dimana setiap orang harus memenuhi kebutuhan hidupnya baik sandang, pangan, dan papan. Kebutuhan dalam Islam disebut daruriyat, hajiyat, dan tahsiniyat. Dalam perspektif ekonomi syariah konsumsi bukan hanya sekedar memenuhi kebutuan individu, sebagai konsumen dalam rangka memenuhi perintah Allah Swt, akan tetapi lebih jauh berimplikasi terhadap kesadaran berkenaan dengan kebutuhan orang lain. Oleh karenanya dalam konteks adanya keizinan untuk mengonsumsi rezeki yang diberikan Allah Swt, sekaligus terpikul tanggung jawab untuk memberikan perhatian terhadap keperluan hidup orang-orang yang tidak punya, baik yang tidak meminta maupun yang meminta, bahkan untuk orang-orang yang sengsara dan fakir miskin. Konsumsi jika didefinisikan melalui perspektif ekonomi islam maka bisa dinyatakan sebagai upaya manusia dalam memenuhi kebutuhannya baik itu kebutuhan secara fisik ataupun kebutuhan yang non fisik . alam hal ini rohan. agar bisa menjalankan perannya sebagai hamba Allah Swt dengan maksimal. Seorang muslim dalam berperilaku konsumsi harus didasarkan pada ketentuan islam. Agama Islam melarang hal yang berlebih-lebihan, karena Islam mempertahankan keseimbangan yang adil. Hal ini terdapat dalam firman Allah Swt QS. Al AAoraf Ayat 31: Artinya: AuHai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah disetiap . masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih Aelebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang Ae orang yang berlebih Ae lebihan. Ay Dalam pandangan Islam sendiri, setiap individu menjadikan keharusan untuk memilih gaya hidup islami dalam menjalani kehidupan dibumi. Firman Allah Swt QS. Yusuf. Artinya:AyKatakanlah:AoInilah jalan . ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak . kepada Allah dengan hujjah yang nyata. Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orangorang yang musyrikAy. (QS. Yusuf:. Gaya hidup generasi milenial dapat berubah sewaktu-waktu, namun perubahan gaya hidup generasi milenial ini bukan disebabkan oleh perubahan kebutuhan, melainkan generasi milenial Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 mengikuti perubahan zaman dengan gaya hidup kekinian atau, hedonisme adalah sifat seseorang berperilaku hidup mewah. Perkembangan gaya hidup dikalangan generasi milenial ini disebut denganAy gaya hidup anak mudaAy. Generasi milenial untuk mengikuti perkembangan zaman ini secara langsung akan membentuk gaya hidupnya mulia dari kebutuhan sekunder, primer, dan ITBis Lembah Dempo adalah Perguruan Tinggi yang mungkin bisa disebut Perguruan Tertua di Kota Pagar Alam karena berdiri sejak 23 Agustus 2000. Juga pada Tahun 2019 Perguruan Tinggi ini menjadi Institut pertama yang ada di Kota Pagar Alam. Kampus ITBis Lembah Dempo merupakan salah satu Perguruan Tinggi yang mempunyai mahasiswa yang lumayan banyak di Kota Pagar Alam. ITBis Lembah Dempo memiliki beberapa prodi. Diantaranya prodi manajemen, prodi sistem informatika, prodi akuntansi, prodi MI, prodi bisnis digital, dan juga pada tahun 2022 sudah adanya pasca sarjana dengan prodi ilmu manajemen. ITBis Lembah Dempo memberikan wadah untuk para mahasiswa yang sudah mempuyai karir terlebih dahulu atau bisa dibilang sudah Karena dalam menuntut ilmu tidak memandang latar belakang atau juga usia. ITBis Lembah Dempo menyediakan kelas untuk para mahasiswa yang sudah mempunyai pekerjaan dengan kelas khusus. Kelas yang dimana hanya diadakan dua kali pertemuan per minggunya. Dari data yang peneliti ambil dari kampus untuk prodi manajemen sendiri sudah mempunyai mahasiswa sampai dengan tahun 2022 sebanyak 1. 394 mahasiswa. Dalam hal ini memungkinkan para mahasiswa di ITBis Lembah Dempo untuk menunjang pendidikan dengan menggunakan gadget atau smartphone yang terbaik untuk lebih mempermudah dalam kegiatan Misalkan dengan merek ternama seperti I-Phone. Karena sejauh ini banyak yang berpikir bahwa merek tersebut adalah merek smartphone yang cukup terkenal kualitasnya. Dalam hasil wawancara yang dilakukan kepada para mahasiswa ITBis Lembah Dempo ada beberapa mahasiswa yang membeli smartphone merek I-Phone dengan prinsip Syariah yang membeli smarphone dengan memperhatikan akad pembelian dengan prinsip islam. Lalu dalam pembelian mahasiswa juga membeli dengan prinsip kuantitas yang mana membeli dengan sesuai kebutuhan bukan bermewah Ae mewahan. Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian lebih lanjut dengan mengangkat judul AyPengaruh Citra Merek (Brand Imag. dan Gaya Hidup terhadap Keputusan Pembelian Smartphone Merek I-Phone dalam Perspektif Islam (Studi Kasus Mahasiswa Prodi Manajemen di ITBis Lembah Demp. TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Citra Merek dalam Perspektif Islam Perdagangan atau bisnis adalah suatu pekerjaan yang terhormat di dalam ajaran Islam, karena itu cukup banyak ayat Al-Quran dan Hadist Nabi yang menyebut dan menjelaskan normanorma perdagangan. Nabi Muhammad SAW sendiri adalah seorang aktivis perdagangan mancanegara yang sangat handal dan terpercaya. Sejak usia muda reputasinya dalam dunia bisnis demikian bagus, sehingga beliau dikenal luas di Yaman. Syiria. Yordana. Iraq. Basrah, dan kotakota perdagangan lainnya di Jazirah Arab. Hal ini juga dikarenakan Nabi Muhammad SAW selalu mengutamakan kualitas dan citra produk yang dijualnya. Hal ini bisa kita pahami dari hadist Nabi yang diriwayatkan dari MuAoaz bin Jabal bahwa Rasulullah SAW bersabda: AuSesungguhnya sebaik-baik usaha adalah usaha perdagangan yang apabila Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 mereka berbicara tidak berdusta, jika berjanji tidak menyalahi, jika dipercaya tidak khianat, jika membeli tidak mencela produk, jika menjual tidak memuji-muji barang dagangannya, jika berhutang tidak melambatkan pembayaran, jika memiliki piutang tidak mempersulitAy (H. Baihaqi dan dikeluarkan oleh As-Ashbahan. Surat Asy-Syuraa ayat 181-183 memberikan pedoman kepada kita bahwa pentingnya menjaga kualitas produk yang kita jual yaitu dengan tidak memanipulasi atau merugikan pembeli dengan kecurangan yang kita buat. Selain itu citra yang dimiliki oleh Rasulullah juga dijelaskan dalam Al QurAoan pada surat Al-Qalam ayat 4: Ar8tinya: AuDan sesungguhnya kamu (Muhamma. benarbenar berbudi pekerti yang agungAy (Q. Al Qalam: . Ayat tersebut menjelaskan bahwa Rasulullah SAW memiliki akhlak yang mulia dan sebagai penyempurna akhlak manusia. Oleh karena itu perdagangan yang dilakukan dengan akhlak yang baik dengan mengutamakan kualitas yang baik adalah mencerminkan akhlak Rasulullah. Islam merupakan keseluruhan kepercayaan serta pedoman bagi hidup manusia. Islam mengajarkan hal baik untuk menuntut umatnya selalu berperilaku sesuai yang disukai Allah Swt dan menghindari hal yang tidak disukai olehNya. Salah satu ajaran yang diajarkan ialah perdagangan atau bisnis. Melalui Nabi Muhammad SAW yang merupakan pedagang handal dan terpercaya menjelaskan bahwasanya perdagangan merupakan pekerjaan yang terhormat karena Al-Quran dan HadisAot telah dijelaskan aturan dan norma dalam berdagang sesuai syariat islam. Nabi Muhammad SAW selalu memprioritaskan kualitas serta citra merek seperti dijelaskan pada surat Asy-SyuAoara ayat 181-183: Artinya: AySempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan. Dan timbangkan dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah kamu merugikan manusia dengan mengurangi hak-hak dan janganlah membuat kerusakan dibumiAy Pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan antara satu dengan yang lain dlam kehidupan sehari-hari. Kegiatan saling mengenal antara seseorang dengan orang disekitarnya juga tercantum dalam Al-QurAoan pada surat al-Hujuraat ayat 13: Artinya:AyWahai manusia! Sungguh. Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh. Allah Maha Mengetahui. Mahateliti. Ay Pengertian Citra Merek (Brand Imag. Citra merek menurut Kotler dan Amstrong . didefinisikan sebagai set keyakinan konsumen akan merek tertentu. Reputasi perusahaan dan kredibilitas akan suatu produk dijadikan pedoman bagi konsumen untuk menggunakan suatu produk tertentu. Citra merek merupakan keyakinan konsumen dalam sebuah merek untuk melakukan pembelian berdasarkan perkembangan zaman, mudah dikenal dan akrab dengan pembeli. Brand Image atau yang biasa disebut citra merek adalah penglihatan yang dimiliki oleh konsumen terhadap penilaian untuk perusahaan yang bertahan dibenak dan mereka sadar akan pengertian citra merek tersebut (Sunarti et al. ,2. snul etal. ,2021:. Brand Image Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 yang efektif dapat mencerminkan tiga hal, yaitu membangun karakter produk dan memberikan nilai porposional, menyampaikan karakter produk secara unik sehingga berbeda dengan para pesaingnya, memberi kekuatan emosional dari kekuatan rasional. Indikator Citra Merek (Brand Imag. Menurut Sutisna . dalam (Kayawati L dan Kurnia. ,2021:. ada beberapa komponen atau indikator citra merek (Brand Imag. diantaranya meliputi: Citra Pembuat (Corporate Imag. Yaitu: sekumpulan asosiasi yang dipersepsikan konsumen terhadap perusahaan yang membuat suatu produk dan jasa. Citra Pemakai (User Imag. Yaitu: sekumpulan asosiasi yang dipersepsikan konsumen terhadap pemakai yang menggunakan barang atau jasa, meliputi pemakai itu sendiri, gaya hidup atau kepribadian dan status sosial. Citra Produk (Product Imag. Yaitu: sekumpulan asosiasi yang dipersepsikan konsumen terhadap suatu produk, yang meliputi atribut produk tersebut, manfaat bagi konsumen, penggunaannya, serta jaminan. Manfaat Citra Merek (Brand Imag. Brand Image yang telah dibentuk oleh perusahaan dan sudah menjadi persepsi konsumen, akan memberikan manfaat bagi perusahaan dan konsumen. Husnul dkk, . Manfaat Bagi Perusahaan Perusahaan dapat mengembangkan lini produk lainnya dengan memanfaatkan citra positf yang telah terbentuk terhadap produk lainnya. Manfaat Bagi Konsumen Konsumen dengan citra yang positif terhadap merek tertentu, lebih mungkin untuk melakukan pembelian ulang secara terus-menerus. Faktor Ae Faktor Citra Merek Terdapat beberapa faktor Ae faktor yang mempengaruhi citra merek menurut Schiffman dan Kanuk . dalam Chalil. D et al. , 2020:. yaitu antara lain: Kualitas atau mutu Dipercaya atau diandalkan Kegunaan atau manfaat Harga Citra Menurut Keller . dalam Chalil. D et al. , 2020:. citra merek terdiri dari dua faktor utama yaitu : Faktor Fisik Merupakan karakteristik fisik dari merek yakni: desain logo, nama merek, kemasan, fungsi, serta kegunaan produk dari merek. Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 Faktor Psikologis Faktor yang dibentuk oleh emosi, nilai, kepercayaan, dan kepribadian yang menurut konsumen dapat menggambarkan produk dari merek tersebut. Gaya Hidup dalam Perspektif Islam Dalam pandangan Islam gaya hidup didasarkan pada kesenangan, kegembiraan, dan lainnya yang termasuk didalamnya. Manusia dianggap bahagia apabila dia telah mencapai tingkat kesenangan paling tinggi. Islam sebenarnya memberikan kebebasan kepada umatnya untuk bersenang-senang mencapai kebahagiaan dalam hidupnya. Namun, dalam mencapai kebahagiaan tersebut Islam melarang umatnya untuk berbuat secara berlebih - lebihan dan boros, karena tindakan yang berlebih-lebihan akan menjadikan manusia lupa dan lalai dengan tipu daya dunia. Dalam Al-QurAoan Allah SWT berfirman dalam Surah Al-AnAoam: Artinya: AuDan Tiadalah kehidupan di dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahami-nya?Ay (Q. AlAnAoam: . Gaya hidup dalam ekonomi Islam lebih mengarah kepada efisiensi. Efisiensi yang dimaksud adalah keselarasan antara pemasukan dan pengeluaran, artinya dalam memenuhi kebutuhan harus sesuai dengan kadar yang dibutuhkan oleh jasmani. Islam melarang umatnya untuk bertindak secara berlebih-lebihan dan hanya mementingkan kesenangan diri sendiri, kemewah - mewahan dengan menghamburkan hartanya secara boros, tanpa melihat hak orang disekitarnya yang lebih membutuhkan. Pengertian Gaya Hidup Gaya hidup seseorang adalah pola hidup yang diapresiasikan oleh kegiatan, minat dan pendapat seseorang (Kotler, 2019:. Menurut (Kotler dan Keller, . dalam Wahyuni Sri, 2021:. , mengatakan gaya hidup secara luas didefinisikan sebagai pola hidup seseorang didunia yang terungkap pada aktivitas, minat dan opininya. Gaya hidup menggambarkan keseluruhan dari seseorang yang berinteraksi dengan lingkungannya. Orang yang berasal dari sub-budaya, kelas sosial, dan pekerjaan yang sama mungkin akanmemiliki gaya hidup yang berbeda. Gaya hidup atau lifestyle seseorang menunjukkan pola kehidupan orang yang bersangkutan yang tercermin dalam kegiatan, minat, dan pendapatnya (Simamora, 2. dalam Wahyuni Sri . Jenis Gaya Hidup Konsumen Menurut Ibid :185 dalam Suryani 2010:241 gaya hidup konsumen terdiri dari berbagai macam jenis. Secara umum, jenis gaya hidup konsumen adalah sebagai berikut: Gaya Hidup Mandiri Yaitu kemampuan untuk hidup tanpa bergantung dengan orang lain. Gaya Hidup Modern Yaitu dimana keinginan akan penggunaan teknologi dan informasi digital. Gaya Hidup Sehat Gaya hidup ini adalah gaya hidup yang tepat untuk dijalani, hidup dengan lingkungan, pola makan, dan pikiran yang sehat yang mampu menberikan hasil baik dan positif. Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 Gaya Hidup Hedonisme Gaya hidup hedonisme merupakan suatu pola pikir yang aktivitas untuk mencari kesenangan hidup semata, seperti lebih banyak menghabiskan waktu diluar rumah, lebih banyak bermain dan selalu ingin jadi pusat perhatian. Gaya Hidup Bebas Gaya hidup ini dimana dalam menjalankan kehidupan seseorang mengikuti kehendak hati tanpa terikat oleh aturan yang ada dimasyarakat. Gaya Hidup Hemat Hidup sesuai dengan kemampuan, konsumen yang mampu berpikir secara ketat terkait pengelolaan uangnya. Indikator Gaya Hidup Menurut (Kotler dan Keller,2. dalam Wahyuni Sri 2021:82, indikator gaya hidup Aktivitas (Activitie. Aktivitas adalah bagaimana konsumen menghabiskan waktu dalam kehidupan sehari-hari. Minat (Interes. Adalah suatu hal yang menjadi minat atau apa saja yang ada disekeliling konsumen yang dianggap penting dalam kehidupan dan berinteraksi sosial. Opini (Opinio. Adalah cara konsumen memandang diri sendiri dan dunia disekitar mereka. Parameter Gaya Hidup Menurut Nomiasari . dalam Nur Taufik R. M . parameter gaya hidup halal Berhemat Halal Baik (Thayyi. Membersihkan dan Simpan Keputusan Pembelian dalam Perspektif Islam Menurut Lukman Hakim . 2:93-. Islam adalah agama yang sempurna, dimana Islam mengatur setiap hal dalam kehidupan manusia termasuk dalam hal konsumsi. Berikut ini adalah beberapa prinsipnya: Prinsip Syariah Memperhatikan tujuan konsumsi perilaku konsumsi dari segi tujuan tidak hanya mencapai kepuasan dari konsumsi barang, melainkan berfungsi ibadah dalam rangka mendapat ridha Allah SWT. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-AnAoam Ayat 162: Artinya: AuKatakanlah (Muhamma. AuSesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup, dan matiku hanyalah untuk Allah. Tuhan seluruh alamAy (Q. Al-AnAoam:. Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 Memperhatikan kaidah ilmiah Dalam berkonsumsi, seorang muslim harus memperhatikan prinsip kebersihan. Prinsip kebersihan mengandung arti barang yang dikonsumsi harus bebas dari kotoran maupun penyakit, demikian juga harus menyehatkan, bernilai gizi, dan memiliki manfaat tidak memiliki kemudharatan. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 172: Artinya: AuHai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembahAy (Q. Al-Baqarah:. Memperhatikan bentuk konsumsi Dari konsep ini, fungsi konsumsi muslim berbeda dengan prinsip konvensional yang bertujuan kepuasan maksimum . aximum utilit. , terlepas dari keridhaan Allah atau tidak, karena pada hakekatnya teori konvensional tidak mengenal Tuhan. Prinsip Kuantitas Sederhana, tidak bermewah - mewah Sesungguhnya kuantitas konsumsi yang terpuji dalam kondisi yang wajar adalah sederhana. Maksudnya berada di antara boros dan pelit. Kesederhanaan ini merupakan salah satu sifat hamba Allah yang maha pengasih, seperti yang disebutkan dalam firman-Nya surat Al-Furqan ayat 67: Artinya: AuDan . ermasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasi. orang-orang yang apabila membelanjakan . , mereka tidak berlebihan, dan tidak . kikir, diantara keduanya secara wajarAy (Q. Al-Furqan:. Kesesuaian antara pemasukan dan konsumsi Kesesuaian antara pemasukan dan konsumsi adalah hal yang sesuai dengan fitrah manusia dan realita. Karena itu, salah satu aksiomatik ekonomi adalah pemasukan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi permintaan konsumen individu. Di mana permintaan menjadi bertambah jika pemasukan bertambah, dan permintaan menjadi berkurang jika pemasukan menurun disertai tetapnya faktor-faktor yang lain. Prinsip Prioritas atau Urutan Konsumsi Dalam mengalokasikan harta menurut syariat Islam, antara lain untuk nafkah diri, istri, dan saudara atau kerabat, dan untuk memperjuangkan agama Allah SWT. Di antara karunia Allah SWT yang diberikan kepada hamba mukmin-Nya adalah karunia berupa harta dan adanya semangat untuk membelanjakan harta itu di jalan yang dibenarkan oleh syariAoat. Di antara jalan yang dibenarkan syariAoat adalah membelanjakan harta dijalan Allah SWT. Prinsip Moralitas Perilaku Konsumsi seorang muslim dalam berkonsumsi juga memerhatikan nilai prinsip moralitas, di mana mengandung arti ketika berkonsumsi terhadap suatu barang, maka dengan rangka menjaga mertabat manusia yang mulia, berbeda dengan makhluk Allah lainnya, sehingga dalam berkonsumsi harus menjaga adab dan etika . yang disunahkan oleh Nabi Muhammad SAW. Pengertian Keputusan Pembelian Menurut Salusu . 3 : . dalam Erna etc . 9 : . pengambilan keputusan ialah proses memilih suatu alternatif cara bertindak dengan metode yang efisien sesuai situasi. Menurut Ian Antonius dan Sugiono . 3: . dalam Wijayanti T . 2: . mendefinisikan keputusan pembelian merupakan tahapan dalam interaksi pembeli dalam memutuskan bahwa konsumen telah Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 melakukan pembelian pada suatu produk. Menurut Tjiptono. dalam Wijayanti T . , keputusan dalam melakukan pembelian adalah mencari data tentang merek atau produk kemudahan menilai produk tersebut baik atau tidak baik dari setiap pilihan dan menjurus kepada keputusan pembelian. Keputusan pembelian yaitu sikap seseorang terhadap kualitas roduk untuk melakukanpembelian berulang dan mengusulkan produk kepada orang lain. Tahapan Pengambilan Keputusan Pembelian Menurut (Kotler dan Amstrong, 2004 dalam Ary Dewi 2021 :. ada beberapa tahapan pengambilan keputusan yang harus dilalui oleh pembeli yaitu: Need Recognition (Pengenalan Suatu Masalah Dalam Suatu Kebutuha. Dalam membeli suatu produk tentuya konsumen mengetahui adanya masalah dan kebutuhan pada saat membeli suatu produk. Konsumen harus dapat memahami perbedaan antara keadaan yang sebenarnya dan keadaan yang diinginkan. Pencarian Informasi Sebelum melakukan pembelian terhadap suatu produk, tentunya konsumen akan menggali informasi dari berbagai sumber mengenai produk yang diminatinya. Dengan demikian, perusahaan dituntut untuk dapat mencari sumber informasi utama yang dibutuhkan konsumen untuk menarik minat mereka dalam menentukan keputusan pembelian. Evaluasi Alternatif Tahap selanjutnya adalah evaluasi alternatif, dimana konsumen mengevaluasi pemilihan merek dari pilihan hingga akhirnya membeli produk. Konsumen dapat memilih produk berdasarkan apa yang mereka inginkan dan yang dapat memenuhi kebutuhan mereka. Keputusan Pembelian Konsumen akan membentuk preferensi diantara berbagai merek yang ditemui dalam kelompok pilihannya. Jika konsumen meimilih untuk memilih suatu produk, maka konsumen memiliki berbagai pertimbangan yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan, antara lain memperhatikan kualitas produk, merek dalam produk, sisi penjual, lokasi, harga produk yang ditawarkan dan lain-lain. Pelaku Pasca Pembelian Setelah melalui banyak tahapan, konsumen akan mengevaluasi pilihan yang dipilih, apakah memenuhi kebutuhan atau tidak. Ketika produk sudah memenuhi kebutuhannya, konsumen memutuskan untuk mengambil sikap yaitu dengan menggunakan produk yang dibelinya sebagai cara konsumen untuk menarik perhatian pasar. Indikator Keputusan Pembelian Indikator variabel ini menurut (Kotler dan Keller, 2. dalam Ary Dewi . 1: . terbagi menjadi 4 yaitu: Kestabilan Produk Artinya jika produk berkualitas tinggi maka akan meningkatkan konsumen percaya diri, sehingga tercipta kepuasan dan loyalitas pelanggan. Kebiasaan Membeli Artinya konsemen akan terus membeli barang yang sejenis jika yakin dengan barang tersebut dapat memenuhi kebutuhannya. Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 Memberikan Rekomendasi Kepada Orang Lain Artinya jika konsumen mendapatkan kepuasan dari produk tersebut atau dibeli, tentu mereka akan merekomendasikannya kepada orang lain. Repurchase Artinya ketika konsumen merasa nyaman dengan produk yang dibelinya, sehingga dapat mempengaruhi konsumen untuk membeli kembali produk tersebut. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Berdasarkan judul dari penelitian ini yang memiliki lebih dari satu variabel maka penelitian ini menggunakan metode penelitian assosiatif. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian asosiatif atau penelitian hubungan merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Penelitian ini akan dilakukan di Kampus ITBis Lembah Dempo yang beralamat Jalan Kol. Nuh No. 98 Jembatan Beringin Pagar Alam Sumatera Selatan. Pengumpulan data akan dilakukan pada bulan Februari 2023 sampai Mei 2023. Pada penelitian ini, yang menjadi populasi adalah mahasiswa Prodi Manajemen pada tahun 2019 - 2022 di Kampus ITBis Lembah Dempo yang berjumlah 1. 394 orang mahasiswa. Sedangkan besar sampel dari hasil data yang diambil adalah sebanyak 93 orang mahasiswa dari 1. mahasiswa prodi manajemen di ITBis Lembah Dempo. Metode Pengumpulan Data Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang akan digunakan adalah sebagai berikut : Metode Survei Metode survei atau survei methods merupakan metode pengumpulan data yang menggunakan pertanyaan lisan maupun tertulis. Adapun teknik yang digunakan dalam metode survei adalah kuisioner. Penulis dalam penelitian ini akan menggunakan teknik kuisioner. Kuisioner (Angke. Kuisioner adalah metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada para mahasiswa prodi Manajemen yang menggunakan smartphone merek I Phone di ITBis Lembah Dempo. Studi Pustaka (Literatur. Dengan menggunakan teknik studi pustaka, yaitu suatu teknik pengumpulan data dengan jalan membaca buku, referensi, literature yang berhubungan dengan permasalahan yang akan diteliti guna mendapatkan teori-teori yang dapat dipergunakan sebagai bahan dalam menganalisa data yang tersedia. Metode Analisis Data Dalam penelitian, penulis menggunakan skala likert sebagai skala untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang tentang kejadian atau gejala sosial. Dengan skala likert,maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator penelitian. Lalu indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan (Sugiyono,2015:. Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis Data Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Untuk melihat pengaruh dua variabel terikat secara bersama-sama yang ditunjukan oleh koefisien regresi . Rumus persamaan regresinya adalah: Y= a b1X1 b2X2 e Keterangan: = Keputusan Pembelian = Citra Merek = Gaya hidup = Konstanta = Koefisien Regresi Citra Merek = Koefisien Regresi Gaya Hidup Tabel 1. Hasil Uji Regresi Linier Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. 3,215 1,291 Citra Merek X1 ,181 ,092 ,175 Gaya Hidup X2 ,978 ,121 ,715 Dependent Variable: Keputusan Pembelian Y Sumber : hasil pengolahan data SPSS,2023 2,490 1,972 8,062 Sig. ,015 ,052 ,000 = a b1 . X1 b2 . = 3,215 0,181 0,978 - Nilai a sebesar 3,215 merupakan konstanta atau keadaan saat variabel keputusan pembelian belum dipengaruhi oleh variabel lain. Yaitu variabel citra merek sebagai varibel X1 dan gaya hidup sebagai variabel X2. Jika variabel independen tidak ada maka variabel keputusan pembelian tidak mengalami perubahan. - b1 . ilai koefisien regresi X. sebesar 0,181, menunjukkan bahwa variabel citra merek mempunyai pengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Yang berarti bahwa setiap 1 satuan varabel citra merek maka akan mempengaruhi keputusan pembelian sebesar 0,181 , dengan asumsi bahwa variabel lain tidak diteliti dalam penelitian ini. - b2 . ilai koefisien regresi X. sebesar 0,978, menunjukkan bahwa variabel gaya hidup mempunyai pengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Yang berarti bahwa setiap 1 satuan varabel gaya hidup maka akan mempengaruhi keputusan pembelian sebesar 0,978 , dengan asumsi bahwa variabel lain tidak diteliti dalam penelitian ini. Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 Hasil Uji Hipotesis Hasil Uji t (Parsial ) Kriteria pengambilan keputusan: Ho diterima t hitung < t tabel pada a = 5% Ho ditolak t hitung > t tabel pada a = 5% Tabel 2. Hasil Uji t (Parsia. Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta 1 (Constan. 3,215 1,291 Citra Merek X1 ,181 ,092 ,175 Gaya Hidup X2 ,978 ,121 ,715 Dependent Variable: Keputusan Pembelian Y Sumber : Hasil pengolahan data SPSS,2023 2,490 1,972 8,062 Sig. ,015 ,052 ,000 Citra Merek (Brand Image ) variabel (X. terhadap Keputusan Pembelian dalam Perspektif Islam variabel (Y) Sebesar 0,052 > 0,05 dan nilai 1,972 t hitung < 1,98667 t tabel sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 tidak dapat diterima yang berarti tidak terdapat pengaruh terhadap Keputusan Pembelian dalam Perspektif Islam (Y). Gaya Hidup variabel (X. terhadap Keputusan Pembelian dalam Perspektif Islam variabel (Y) Sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai 8,062 t hitung > 1,98667 ttabel . Sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 diterima yang berarti terdapat pengaruh Gaya Hidup (X. terhadap Keputusan Pembelian dalam Perspektif Islam (Y). Dengan t tabel = (. / . ( n - k - . ) = (( 0,05 / . - 2 - . = 0,025 . 90 ( dilihat dari tabel distribusi t tabel ) = 1,98667 Ket: a = 0,05 n = jumlah sampel k = jumlah variabel bebas (X1 dan X2 ) = . ) = ( 2 . ( 93 - 2 )) = 2 . 91 ( dilihat pada tabel distribusi f tabel ) = 3,10 Hasil Uji F (Simulta. Menurut Priyanto . uji F digunakan untuk mengkaji sub-struktur model yang digunakan apakah signifikan atau tidak, sehingga peneliti dapat memastikan kelayakan model Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 dalam suatu penelitian. (Dalam Dyah Ayu:2022:. Secara statistik, penelitian dapat diukur dari nilai F dan nilai determinasi. Tabel 3. Hasil Uji F ( Simultan ) ANOVAa Sum Model Squares Mean Square F Regression 3677,906 1838,953 128,198 Residual 1291,018 14,345 Total 4968,925 Dependent Variable: Keputusan Pembelian Y Predictors: (Constan. Gaya Hidup X2. Citra Merek X1 Sumber : Hasil pengolahan data SPSS,2023 Sig. ,000b Diketahui nilai Sig. Untuk pengaruh simultan X1 dan X2 terhadap Y adalah sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai F hitung 128, 198 > Ftabel 3,10 , sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 diterima yang berarti terdapat pengaruh Citra Merek ( Brand Image ) (X. Gaya Hidup (X. , secara simultan terhadap Keputusan Pembelian dalam Perspektif Islam (Y). Pembahasan Hasil Variabel Pengujian ini membahas tentang pengaruh brand image dan gaya hidup terhadap keputusan pembelian dalam persfektif Islam Berdasarkan dari pengujian hipotesis pertama , menggunakan penyebaran angket dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa citra merek . rand img. Sebesar 0,052 > 0,05 dan nilai t hitung 1,972 < 1,98667 t tabel sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 tidak dapat diterima yang berarti tidak terdapat pengaruh secara parsial untuk variabel Citra Merek (Brand Image ) terhadap Keputusan Pembelian dalam Perspektif Islam dikarenakan hasil nilai signifikasi variabel Citra Merek (Brand Imag. dari 0,05 yaitu 0,052 dan nilai t hitung lebih kecil dari t tabel yaitu 1,972 untuk t hitung dan 1,986667 untuk t tabel . Hasil diperkuat dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Wijayayanti dan Sujianto,2. dengan judul Au Merek. Harga. Lokasi. Kualitas Produk dan Keputusan Pembelian Menurut Perspektif Islam Ay. Berdasarkan hasil olah data dapat disimpulkan bahwa secara parsial citra merek berpengaruh positif dan tidak berpengaruh secara signifikan , sedangkan lokasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap keputusan pembelian. Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Keputusan Pembelian dalam Perspektif Islam Berdasarkan pengujian hipotesis kedua menggunakan metode penyebaran angket dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa apabila gaya hidup tidak mengikuti zaman maka konsumen akan menciptakan keputusan pembelian dalam Perspektif Islam terhadap suatu produk. Dengan hasil perhitungan variabel sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung 8,062 > 1,98667 ttabel . Sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 diterima yang berarti terdapat pengaruh secara parsial antara variabel Gaya Hidup (X. terhadap Keputusan Pembelian dalam Perspektif Islam (Y). Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 Hasil diperkuat dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Wahyuni dan Joesyiana, 2. dengan judul Au Pengaruh Gaya hidup dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Smartphone Oppo di Fakultas Ekonomi Universitas Islam RiauAy. Berdasarkan hasil olah data dapat disimpulkan bahwa vaiabel Gaya Hidup (X. Kualitas Produk (X. secara simultan berpengaruh terhadap keputusan pembelian smartphone Oppo pada Mahasiswa Universitas Islam Riau , juga secara parsial variabel Gaya Hidup berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian Smartphone Oppo pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Islam Riau. Pengaruh Citra Merek (Brand Imag. dan Gaya Hidup Terhadap Keputusan Pembelian dalam Perspektif Islam Berdasarkan hasil pengujian simultan atau uji F diketahui nilai Sig. untuk pengaruh simultan X1 dan X2 terhadap Y adalah sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai F hitung 128, 198 > Ftabel 3,10 , sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 diterima yang berarti terdapat pengaruh Citra Merek ( Brand Image ) (X. Gaya Hidup (X. , secara simultan terhadap Keputusan Pembelian (Y) dalam Perspektif Islam . Namun secara parsial variabel citra merek . rand image ) tidak terdapat pengaruh yang positif atau dapat dikatakan berpengaruh negatif terhadap keputusan pembelian dalam Perspektif Islam dikarenakan hasil nilai signifikasi variabel Citra Merek (Brand Imag. dari 0,05 yaitu 0,052 dan nilai t hitung lebih kecil dari t tabel yaitu 1,972 untuk t hitung dan 1,986667 untuk t tabel , tetapi untuk variabel gaya hidup terdapat pengaruh yang positif secara parsial terhadap keputusan pembelian dalam Perspektif Islam dengan hasil perhitungan hasil signifikasi variabel sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung 8,062 > 1,98667 ttabel . Diperkuat dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Meijayanti . ) dengan judul AuPengaruh Citra Merek dan Gaya Hidup Terhadap Keputusan Pembelian Di Era Pandemi Covid-19 Dalam perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Pelanggan Kopi Janji Jiwa di Bandar Lampung )Ay. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan baik secara parsial maupun simultan kedua variabel yaitu Citra dan Gaya hidup berpengaruh positif terhadap Keputusan Pembelian. KESIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dalam penelitian ini maka yang dapat disimpulkan Penelitian ini membuktikan adanya tidak adanya pengaruh positif dan signifikan antara citra merek . rand imag. terhadap keputusan pembelian smartphone merek I-Phone dalam perspektif islam . enelitian pada mahasiswa prodi manajemen ITBis Lembah Demp. Ternyata citra merek tidak memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian smartphone merek I-Phone dalam perspektif Islam pada mahasiswa ITBis Lembah Dempo. Penelitian ini membuktikan adanya pengaruh positif dan signifikan antara gaya hidup terhadap keputusan pembelian . enelitian pada mahasiswa prodi manajemen di ITBis Lembah Demp. Dengan gaya hidup yang tinggi meningkatkan keputusan pembelian smartphone merek IPhone dalam Perspektif Islam pada mahasiswa prodi manajemen di ITBis Lembah Dempo. Penelitian ini membuktikan adanya pengaruh positif dan signifikan antara citra merek . rand imag. dan gaya hidup terhadap keputusan pembelian smartphone merek I-Phone dalam perspektif islam . enelitian pada mahasiswa prodi manajemen di ITBis Lembah Demp. Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 Citra Merek yang bagus dan gaya hidup yang tinggi meningkatkan keputusan pembelian smartphone merek I-Phone dalam Perspektif Islam pada mahasiswa prodi manajemen di ITBis Lembah Dempo. Saran Berdasarkan hasil penelitian, pengujian dan pembahasan yang telah penulis lakukan, maka penulis mencoba memberikan saran, yaitu: Untuk hasil yang lebih baik, penelitian ini selain menggunakan kusioner juga menggunakan metode wawancara agar dapat diperoleh hasil yang lebih akurat yang dapat mendukung hasil penelitian tersebut. Bagi penelitian selanjutnya sebaiknya menambahkan variabel-variabel lain yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian. DAFTAR PUSTAKA