Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Stikes Pemkab Jombang Vol. X No. 2 September 2024 SIMAS ANTING (KREASI MAKANAN SEHAT ANTI STUNTING) UNTUK MENINGKATKAN NAFSU MAKAN PADA SISWA KB DAN TK PERTIWI CABEAN TENGGAK SIDOHARJO SRAGEN HFCS2 (HEALTHY FOOD CREATION STOP STUNTING) TO INCREASE APPETITE IN PLAY GROUP AND KINDERGARTEN PERTIWI CABEAN TENGGAK SIDOHARJO SRAGEN Warti Ningsih1. Suyadi2. Kingkin Ambar Wiraswati3. Yopiyana Citra Anggraini4. Asna Herlina5 1,2,3,4,5 Di Keperawatan. Universitas Sragen Email: warti. ns13@gmail. ABSTRAK Latar belakang : menolak makanan yang sehat sering kita jumpai pada anak umur 3-6 tahun dengan alas an makanan tidak enak dan makanan tidak menarik. Kondisi ini sering menyebabkan status gizi anak bermasalah. Penyusunan menu yang menarik dan sehat perlu ditingkatkan dengan berbagai upaya seperti melibatkan anak secara langsung membuat menu makanan yang menarik dan terpenting adalah menu yang sehat dan seimbang. Metode : studi ini dilakukan dengan metode deskriptif. Dilakukan intervensi berupa edukasi pada anak tentang pentingnya makan sehat dan praktik pembuatan menu makanan sehat yang terdiri dari kreasi membuat makanan menarik, menyusun buah dan minum susu bersama. Hasil : Kegaiatan ini diikuti 35 anak yang terdiri 21 anak lakilaki dan 14 anak perempuan, dengan rentang usia sebagian besar 6-7 tahun sejumlah 20 anak . %), berdasarkan perbandingan Berat Badan dan Tinggi Badan dengan menggunakan tabel CDC (Central of Disease Contro. 2000 didapatkan separuhnya dalam kondisi kurus 18 anak . %). Dari kegiatan tersebut hampir seluruh anak menghabiskan makanan yaitu 32 anak . %) dan hanya 3 anak . %) yang mengatakan tidak suka dengan Kesimpulan : melibatkan anak dalam proses menyajikan makanan sehat yang menarik dapat meningkatkan nafsu makan anak sehingga dapat memperbaiki status gizi pada anak. Kata Kunci : kreasi makanan, stunting, nafsu makan, kelompok belajar, taman kanak-kanak ABSTRACT Background: We often encounter refusing healthy food in children aged 3-6 years on the grounds that the food is not tasty and the food is not attractive. This condition often causes problems with children's nutritional status. Preparing an attractive and healthy menu needs to be improved with various efforts such as involving children directly to create an attractive food menu and most importantly a menu that is healthy and balanced. Method: This study was conducted using a descriptive method. An intervention was carried out in the form of educating children about the importance of healthy eating and the practice of making a healthy food menu consisting of creating interesting foods, arranging fruit and drinking milk together. Results: This activity was attended by 35 children consisting of 21 boys and 14 girls, with an age range of mostly 6-7 years, a total of 20 children . %), based on a comparison of body weight and height using the CDC (Central of Disease Contro. 2000 found that half of them were underweight, 18 children . %). From this activity, almost all children finished their food, namely 32 children . %) and only 3 children . %) said they did not like their food. Conclusion: involving children in the process of serving attractive, healthy food can increase children's appetite so that it can improve children's nutritional status. Keywords : Food Creation. Stunting. Appetite. Playgroup. Kindergarten PENDAHULUAN Status gizi anak usia prasekolah sebagai anak mengawali Anak yang mendapatkan asupan nutrisi yang adekuat dan bergizi akan menggambarkan tumbuh kembang yang Gizi menjadi faktor selaras dengan tumbuh kembang pada anak. Asupan gizi memberikan hubungan yang kuat terhadap tumbuh kembang anak usia prasekolah (Afifah. Stunting merupakan dampak yang paling Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Stikes Pemkab Jombang Vol. X No. 2 September 2024 utama jika anak usia presekolah tidak mendapatkan asupan nutrisi yang adekuat sehingga berdampak pada kemampuan kognitif anak (Mahmood. Zain and Mohd Radzi, 2. Stunting masih menjadi pekerjaan rumah bagi negara berkembang. Anak memiliki berat badan dan tinggi badan yang tidak sesuai dengan usia. Penyebab dari stunting adalah asupan nutrisi yang tidak adekuat pada anak. Anak yang tinggal di daerah pedesaan memiliki resiko stunting lebih tinggi dari mereka yang tinggal di kota (Rosha. Hardinsyah and Baliwati, 2. Berdasarkan penelitian dengan metode systematic review pola asuh nutrisi penyebab paling utama terjadinya stunting pada anak (Ahmad and Lisa Safira, 2. Faktor paling utama penyebab stunting pada BALITA adalah bagaimana pola asuh keluarga dalam pemenuhan nutrisi pada anak (Norfai and Abdullah, 2. Meskipun ada faktor pendukung lain kejadian stunting pada anak usia prasekolah terkait Riwayat kehamilan ibu, pemberian ASI eksklusif dan konsumsi tablet Fe pada saat ibu hamil (Asnidar. Sriyanah and Suswani, 2. Kejadian stunting pada anak usia 1-5 tahun sebagian besar berada di area semi urban 89,3%. Dari angka tersebut 10,7% karena faktor tranmisi cacing dari tanah, kejadian tersebut disebabkan karena air yang terkontaminasi. Hal anak yang mendapatkan ASI eksklusif (Mugarura et al. Perilaku lain yang menyebabkan kurang gizi pada anak usia sekolah adalah karena perilaku memilih makanan . icky eate. sebagian besar 58,9% anak usia prasekolah menjadi pemilih makanan. Asupan nutrisi seimbang tidak terpenuhi adanya defisit nutrisi atau kelebihan gula karena asupan makanan manis berlebih terjadi pada anak usia prasekolah (Purnamasari and Adriani, 2. Dalam sebuah studi tentang permasalahan gizi pada anak usia 3-5 tahun yang diikuti 110 anak 55,5% mengalami kesulitan makan pada anak, 21,8% mengalami kurang gizi, 25,5% dalam kategori pendek dan 10% status gizi Hal inilah yang menjadi perhatian kita semua bahwa pada usia tersebut dalam kategori Maka upaya strategi perlu dilakukan untuk memperbaiki status gizi pada anak di usia tersebut (Tri Rahmi et al. , 2. Pengetahuan tentang nutrisi yang tepat bagi anak dalam mencegah stunting perlu ditekankan pada keluarga. Berdasarkan penelitian faktor-faktor penyebab stunting adalah pendapatan keluarga, pengetahuan ibu tentang gizi, pola asuh ibu, riwayat penyakit infeksi, riwayat imunisasi, asupan protein dan pendidikan ibu (Picauly and Toy, 2. (Sitti Hutami Megantari. Hasriwiani Habo Abbas and Muhammad Ikhtiar, 2. Dalam kajian lain juga disebutkan faktor lingkungan berpengaruh pada status gizi pada anak terutama BALITA bagaimana pola asuh di keluarga menjadi faktor utama kejadian kurang gizi pada anak (Herlianty et al. , 2. Tantangan untuk pemenuhan nutrisi pada anak usia prasekolah sering dihadapi oleh ibu, meskipun ibu paham akan gizi anak tetapi timbul masalah lain yaitu pada anak usia ini menjadi pemilih makanan aktif sehingga makanan yang disajikan oleh ibu tidak semua mereka sukai (Aristiana. Novayelinda and Sabrian, 2. Picky eating adalah kecenderungan mengkonsumsi makanan yang tidak bervariasi dan menolak mencoba makanan Kebiasaan picky eating kecenderungan konsumsi makanan rendah protein dan serat. Hal ini akan mempengaruhi status gizi pada anak (Septiani and Widyan Aisya, 2. Pentingnya memberikan asupan nutrisi yang lengkap dan seimbang pada anak. Pada sebuah penelitian tentang asupan nutrisi yang tidak adekuat pada unsur energi, karbohidrat, protein, dan lemak dari 75 anak 26,3% dengan perbandingan berat badan dan tinggi badan dalam kondisi kurus. Selain itu itu juga berdampak pada perkembangannya dengan pengukuran DDST II perkembangan anak kurang pada aspek kognitif 21,1%, pada personal sosial 80,3%, aspek motorik halus 23,7% dan aspek motorik kasar 7,9% (Afifah. Pembelajaran sejak usia dini pada anak sangat penting agar ke depan anak memiliki pemahaman yang tepat untuk kehidupan selanjutnya khususnya tentang makanan yang Melibatkan anak dalam proses penyajian Motivasi mengkonsumsi makanan sehat (Department of Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Stikes Pemkab Jombang Vol. X No. 2 September 2024 Health and Children, 2. Makanan yang disarankan untuk anak usia 2-5 tahun adalah yang berasal dari organic bukan makanan Orang tua harus berusaha sekuat mungkin agar periode pertumbuhan anak dapat mencapai kondisi optimal. Pada usia ini sering didapatkan anak kurang dalam asupan makanan seimbang karena nafsu makan menurun pada makanan pokok (Rastogi, 2. Membuat makanan secara kreatif dapat meningkatkan nafsu makan pada anak. Dalam sebuah penelitian pembuatan makanan yang menarik dapat mengatasi picky eater pada anak usia 5-6 tahun. Pada sekolah taman kanak-kanak diikuti 30 anak pemberian makanan yang di kreasi dapat meningkatka perilaku makan pada anak (Windiyani, 2. Hal yang sama juga dilakukan di temnpat lain pada 17 anak yang diamati di sebuah sekolah taman kanak-kanak yang awalnya tidak mau menghabiskan makanan setelah di berikan food art . akanan yang menari. anak menjadi bersemangat untuk makan (Barikah, 2. Masalah stunting juga cukup tinggi di Kabupaten Sragen mengeluarkan Perbub No. 30 tahun 2020 tentang Percepatan Pencegahan Stunting di Kabupaten Sragen. Salah satu tindakan yang dilakukan pemerintah adalah memberikan makanan tambahan pada anak dengan stunting (Peraturan Bupati Sragen, 2. Hal inilah menjadi dasar kegiatan pengabdian yang dilaksanakan di TK Pertiwi Cabean Tenggak Sidoharjo Sragen yaitu dengan Simas Anting (Kreasi Makanan Sehat Anti Stuntin. untuk meningkatkan nafsu makan pada anak usia tentang makanan yang sehat. Edukasi disampaikan kepada anak dengan materi yang ringan dan menarik. Materi yang disampaikan meliputi definisi makanaan sehat, macammacam makanan sehat, manfaat makanan sehat, dan masalah stunting. Dalam pemberian edukasi kita sampaikan kepada anak-anak untuk mau makan sayur, buah dan lauk yang menyehatkan dengan variasi Sering kita jumpai pada usia anak 3-7 tahun adalah menolak makanan dengan rasa dan penampilan yang tidak menyenangkan menurut mereka, sehingga mereka lebih memilih mempertimbangkan nilai gizi. Menolak makan sayur dan buah juga menjadi masalah yang sering kita temui pada anak usia prasekolah. Jajanan yang banyak mengandung pengawet dan peawarna buatan lebih menarik bagi Pemberian edukasi diawali dengan menggali pengetahuan anak tentang makanan sehat, secara umum mereka tahu tentang makanan sehat tetapi praktiknya mereka masih suka makanan yang menarik tetapi tidak memenuhi gizi yang benar. Materi stunting disampaikan pada anak agar mereka memahami bahwa akibat dari menolak makan akan menyebabkan kondisi tersebut. Pemberian edukasi diakhiri dengan evaluasi, setiap pertanyaan yang diberikan anak mampu menjawab dengan baik meskipun masih malumalu. METODE Upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah anak yang mengalami kesulitan makan di KB dan TK Pertiwi Cabean Tenggak Sidoharjo adalah dengan melibatkan anak dalam membuat Simas Anting (Kreasi Makanan Sehat Anti Stuntin. yang terbagi atas 2 kegiatan utama, yaitu: Edukasi tentang makanan yang sehat untuk Edukasi adalah pemberian materi untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman Gambar 1. Pembukaan oleh ibu Kepala Sekolah Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Stikes Pemkab Jombang Vol. X No. 2 September 2024 Gambar 2. Edukasi makanan sehat anti Praktik membuat kreasi dan menyusun makanan sehat anti stunting Setelah menerima materi bersama anak-anak kita menyusun menu sehat dan bergizi seimbang yang kita sebut dengan Simas Anting (Kreasi Makanan Sehat Anti Stuntin. Menu terdiri dari nasi, telur, sayur wortel, slada, rumput laut, ayam goreng, dan sebagai pelengkap buah juga Makanan tersebut kita buat kreasi dengan melibatkan anak membuat gimbab. Pemilihan menu ini cara membuatnya yang mudah dan penampilan yang cukup menarik dengan bahan yang sangat variatif yaitu terdiri dari unsur energi, karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan Menyusun dan membentuk makanan sendiri oleh anak membuat mereka sangat antusias karena pada usia ini mereka senang jika diberikan kesempatan untuk membuat sendiri Metode ini sangat efektif untuk menstimulus perkembangan anak baik motorik kasar, motorik halus, sosial dan verbal. Mereka akan menyampaikan ide dan kreasi yang mereka inginkan sendiri. Suasana menyenangkan akan membuat anak termotivasi untuk makan hasil karya sesuai dengan tujuan kegiatan yaitu kreasi makanan sehat untuk meningkatkan nafsu Selain makanan utama anak-anak juga diajak untuk menyusun buah dengan memberikan tusukan sate mereka menyusun buah yang terdiri dari melon, semangka yang secara rasa manis, berwarna-warni dan penampilan menarik sehingga anak-anak juga antusias untuk membuat dan memakan hasil kreasinya. Sebagi pelengkap menu seimbang anak juga diajak untuk gemar minum susu. Susu merupakan minuman yang masih mereka butuhkan karena pada usia ini pertumbuhan menjadi golden period pada usia prasekolah. Simas Anting menjadi salah satu cara agar anak lebih mencintai makanan sehat yang Hasil mereka bisa dinikmati dengan suka cita. Dari sini maka anak kan merasa senang dengan makanan yang sajikan sesuai keinginan mereka dan menambah nafsu makan anak karena menghargai makanan yang telah mereka buat sendiri. Gambar 2. Membuat kreasi makanan sehat bersama anak-anak Gambar 3. Menyajikan kreasi makanan sehat Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Stikes Pemkab Jombang Vol. X No. 2 September 2024 Gambar 4. Makan bersama menu seimbang TK Pertiwi HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Kegiatan Simas Anting (Kreasi Makanan Sihat Anti Stuntin. dilakukan di KB dan TK Pertiwi Cabean Tenggak Sidoharjo yang diikuti oleh seluruh siswa yang berjumlah 35. Dimana pada sekolah ini berdasarkan studi pendahuluan masih didapatkan siswa yang mengalami Kondisi ini didapatkan karena masih banyak anak yang mengalami kesulitan makan lebih khusus menolak beberapa jenis makanan. Tabel. 1 Karakteristik siswa KB dan TK Pertiwi Cabean Tenggak Sidoharjo Karakteristik Siswa siswi Berdasarkan tabel 1. sebagian besar berjenis kelamin laki-laki yaitu 21 anak . %), dengan usia sebagian besar umur 6-7 tahun sebanyak 20 anak . %), berat badan sebagian besar 16-20 kilogram sebanyak 23 anak . %), tinggi badan Sebagian besar 101-110 cm sebanyak 23 anak . %) dan berdasarkan perbandingan berat badan dengan tinggi badan separuhnya dalam kategori kurus sebanyak 18 anak . %). Masalah nutrisi pada anak usia prasekolah karena anak masih sering memilih makanan yang hanya dia sukai saja. Kecenderungan tidak suka makan nasi, sayur dan buah dengan alasan tidak menarik dan rasanya tidak enak. Melalui kegiatan melibatkan anak dalam membuat Simas Anting menjadi metode untuk meningkatkan minat terhadap makanan karena simas anting memiliki kandungan yang lengkap dan membuat dengan bentuk-bentuk dan warna yang menarik sehingga menambah nafsu anak terhadap makanan. Tabel. 2 Minat siswa KB dan TK Pertiwi Cabean Tenggak Sidoharjo terhadap makanan yang dibuat Karakteristik Siswa siswi Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Usia . Berat badan . Tinggi badan . IMT (BB/TB) Kurus Normal Gemuk Sumber: Data primer siswa KB dan TK Pertiwi Cabean Tenggak Sidoharjo Minat Suka Tidak suka Nafsu makan Habis Tidak habis PEMBAHASAN Pada intervensi siswa KB dan TK diajak untuk menyusun sendiri menu makanan dalam bentuk kimbab dimana makanan tersebut terdiri dari rumput laut, nasi, telur, wortel, mentimun yang disusun sebagai pelengkap juga diberikan ayam goreng. Isi makanan sangat variatif dalam memenuhi gizi seimbang pada anak terdiri dari unsur energi, karbohidrat, protein, lemak dan kaya serat. Selain makanan utama anak juga diajak untuk mau makan buah yang dibentuk bersusun warna-warni untuk menggugah selera anak yang terdiri dari buah potong semangka Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Stikes Pemkab Jombang Vol. X No. 2 September 2024 dan melon. Penambahan minum susu juga dilakukan agar anak gemar minum susu. Tampilan menarik pada makanan menjadi daya tarik anak untuk bersemangat untuk mencoba makanan di hadapannya. Hal ini sesuai dengan penelitian Dimana makanan berupa bentuk bento membuat nafsu makan meningkat berdasar studi observasi. Dari 25 anak usia prasekolah yang diamati semua mengatakan bersemangat untuk makan makanan yang telah dibentuk bento (Nyoman and Padmawati. Penyediaan menu yang variatif pada anak usia prasekolah menjadi faktor utama kesulitan makan pada anak usia prasekolah dalam sebuah studi yang mempengaruhi jenis makanan pada anak usia prasekolah sangat dipengaruhi oleh pendapatan keluarga sehingga ini juga menjadi Pengetahuan gizi pada ibu bukan faktor utama pemenuhan nutrisi pada anak usia prasekolah (Yulianto et al. , 2. Penambahan telur dan susu selama tiga bulan dapat meningkatkan nafsu makan anak dan meningkatkan berat badan. Hal ini telah dilakukan di sebuah negara dimana angka stunting dapat menurun setelah dilakukan intervensi tersebut. Nafsu makan anak menjadi meningkat dari 40% menjadi 60% (Naila et al. Hal sama dilakukan pada anak di negara Bangladesh pada 50 anak yang mengalami stunting diberikan makanan telur dan 150 ml susu setiap hari selama 3 bulan dapat meningkatkan nafsu makan 60% pada anak pertumbuhan dan perkembangan anak (Naila et , 2. Pemberian edukasi pada anak usia prasekolah sangat relevan karena anak mulai berkembang proses berfikirnya. Hal ini sangat mendasar untuk mengembangkan pengetahuan anak tentang makanan sehat. Metode pembelajaran tidak hanya berupa buku tetapi bisa melalui Teknik bercerita, permainan dan Metode ini sangat digemari oleh anak usia prasekolah (Braga-Pontes. Custydio and Graya, 2. Asupan nutrisi anak tergantung bagaimana pola asuh nutrisi sesuai kajian-kajian literatur, pembiasaan anak untuk makan sehat akan mencegah anak dari kondisi stunting (Ahmad and Lisa Safira, 2. Penambahan kurikulum pada sekolah taman kanak-kanak tentang pengetahuan sayur dan buah diperlukan agar anak mengenali manfaat dari sayur dan buah, mengenalkan variasi rasa sayur dan buah sehingga anak akan mencintai makanan dari sayur dan buah. Kegiatan ini dapat meningkatkan pembelajaran eksplorasi rasa dan menambah sensori anak terkait rasa (Nekitsing. Hetherington and Blundell-Birtill, 2. Sekolah bisa menjadi tempat untuk mengajarkan pola makan pada anak. Pada lingkungan ini memberikan kesempatan pada anak untuk mau belajar salah satunya tentang makanan sehat. Pembelajarn sejak dini sangat efektif untuk merubah perilaku anak Pada sebuah penelitian pemberian program makanan sehat pada anak TK memberikan efek pada perilaku makan anak khusunya mereka mendapat pengalaman untuk makan sayur dan lauk yang bergizi (Utami. KESIMPULAN Sebagian besar anak usia prasekolah di KB dan TK Pertiwi Cabean Tenggak Sidoharjo Sragen Permasalahan gizi pada anak usia prasekolah karena anak sebagai konsumen aktif sehingga hanya makan yang mereka sukai saja. Melibatkan proses penyajian makanan sehat akan menambah keaktifan anak dalam memenuhi makanan yang bergizi selain melibatkan anak secara langsung menjadi hal menarik karena karena mereka berkesempatan mendesain atau berkreasi sesuai keinginan mereka sehingga anak akan bersemangat memakan hasil karya yang mereka buat secara Kegiatan ini perlu dikembangkan tidak hanya di sekolah tetapi juga dapat dilakukan di rumah agar anak meningkat nafsu makannya. Peningkatan nafsu makan pada anak akan mengurangi kejadian stunting. Anak sehat jauh dari stunting. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Stikes Pemkab Jombang Vol. X No. 2 September 2024 DAFTAR PUSTAKA