PERENCANAAN STRUKTUR JEMBATAN CABLE STAYED DENGAN TWO VERTICAL PLANES SYSTEM TIPE FAN (STUDI KASUS JEMBATAN KEMBAR MAHAKAM IV) Angga Alfiannur . Purwanto. ST. MT. Syahrul. ST. Eng. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda ABSTRACT Bridge is a construction aim to connect two piece of paths that caused of obstacles such as valley, river, sea, lake, irrigation channel, train track, etc. Mahakam IV Twin Bridge in Samarinda City is an Arch Bridge or cur ve steel who placed right beside Mahakam I bridge with the main span about 220 M and two side spans about 90 M each. Cable Stayed Bridge is composed of pylon element, girder, and conducted from cables that connect to pylon and girder it selves. This cable distributes it force from girder or bridge floor that caused of traffic load and dead load to pylon bridge. Curve Steel Bridge holds such strong load it selves, even more it lives load too as a national road with a quite long span. It makes a quite strong load for over bridge structure. Depends on this case, this thesis will held about re-planning Mahakam IV Twin Bridge in Samarinda City with different system, which is over bridge structure will able to pass just using pylon and cable, that is Cable Stayed Bridge with Two Vertical Planes System Type Fan. From the planning result, the result of the top structure planning for girder using the Girder Prestress Box. Cable using VSL SSI 2000 Stayed cable System. Pylon Structure 5 mx 5 m with 100 D-32 and lower structure for pylon foundation using 36 steel piles 100 cm with a depth of 60 m. Keywords : Bridge, cable stayed, two vertical , planes , fan. Karya Siswa Jurusan Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Dosen Jurusan Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Dosen Jurusan Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. PENGANTAR Jembatan Kembar Mahakam IV adalah jembatan tipe Arch atau pelengkung baja yang berada tepat bersebelahan dengan Jembatan Mahakam I dengan bentang utama . ain spa. sepanjang 220 M dan 2 buah bentang sisi . ide spa. masing-masing sepanjang 90 M. Jembatan Jembatan Kembar Mahakam IV akan menghubungkan kawasan Samarinda Kota dengan wilayah kecamatan Samarinda Seberang. Jembatan Kembar Mahakam IV dibangun mulai tahun 2013 yang kemudian dalam proses pengerjaannya, sempat terhenti selama kurang lebih 2 tahun dan kembali dikerjakan pada tahun 2016. Tujuan dari pembangunan jembatan Kembar Mahakam IV ialah untuk mengurai kemacetan yang terjadi setiap harinya di Jembatan Mahakam I . Jembatan Cable Stayed merupakan jembatan yang terdiri dari elemen pylon, gelagar dan di dukung oleh kabel-kabel yang terhubung pada pylon dan gelagar. Kebel inilah yang akan menyalurkan gaya yang diperoleh dari gelagar atau lantai jembatan akibat beban mati dan beban lalu lintas yang bekerja untuk disalurkan ke pylon jembatan. Adapun bentuk struktur utama dari jembatan Cable Stayed ini merupakan rangkaiaan gabungan berbagai komponen struktural antara pylon atau menara, kabel, dan gelagar. Jembatan Cable Stayed memiliki titik pusat masa yang relative rendah posisinya sehingga jembatan tipe ini sangat baik digunakan pada daerah dengan resiko gempa. Dalam proses analisa dan desain struktur perlu didesain dengan benar dan teliti sesuai SNI 1725:2016 dan SNI 2833:2008. Untuk itu pada penelitian ini akan dilakukan analisis mengenai cable stayed pada struktur jembatan serta dengan metode analisis dinamik dan statik. Jembatan pelengkung baja menahan beban sendiri yang cukup besar, belum lagi ditambah dengan beban hidupnya, mengingat fungsi dari jembatan tersebut sebagai jalan nasional dengan bentang yang cukup panjang. Tentunya beban yang dialami oleh struktur atas jembatan akan sangat Untuk mengatasi hal ini, diperlukan tipe jembatan yang memiliki beban sendiri yang lebih ringan, seperti jembatan gantung (Suspension Bridg. dan jembatan kabel (Cable Stayed Bridg. Atas dasar tersebut, maka dalam Tugas Akhir ini akan dibahas perencanaan ulang struktur Jembatan Kembar Mahakam IV namun dengan sistem yang berbeda, dimana struktur atas jembatan akan mampu ditumpu hanya dengan pylon dan kabel, yaitu Jembatan Cable Stayed. Berdasarkan uraian di atas maka di peroleh rumusan masalah yaitu bagaimana merancang struktur atas Jembatan Cable Stayed dan bangaimana merancang struktur bawah Jembatan Cable Stayed pada studi kasus Jembatan Kembar Mahakam IV Samarinda. Adapun maksud penelitian ini adalah untuk mendisain kembali jembatan kembar mahkam IV dengan menggunakan konstruksi Jembatan Cable Styaed dengan Two Vertical Planes System tipe Fan. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tahapan dari perencanaan struktur atas dan bawah jembatan Cable Stayed dan menghitung perencanaan serta anlisa struktur pada setiap tahapan perencanaan jembatan. TINJAUAN PUSTAKA Komponen Jembatan Cable Stayed Pada dasarnya komponen utama jembatan Cable Stayed terdiri dari gelagar, sistem kabel, dan menara atau pylon untuk struktur atas sedangkan untuk struktur bawah meliputi abutment , pier dan pondasi pilar. Gambar 1. Komponen Jembatan Cable Stayed Kabel Jembatan dengan bentang utama yang panjang diperlukan tatanan kabel cukup banyak sehingga menghasilkan dasar tatanan kabel longitudinal seperti berikut: Tipe Radiating Dimana susunan kabel dipusatkan pada ujung atas menara dan disebar sepanjang bentang pada Kelebihan tipe ini rnemiliki kemiringan rata-rata kabel cukup besar terhadap arah vertikalnya sehingga komponen gelegarnya mengalami gaya horizontal yang tidak terlalu besar. Tipe Harp Kabel-kabel dipasang sejajar dan disambungkan ke pylon dengan ketinggian yang berbeda-beda antara kabel satu dengan yang lainnya. Susunan kabel seperti ini memberikan efek estetika yang sangat indah tetapi menara mengalami momen lentur yang besar pada menara. Tipe Fan Tipe ini merupakan gabungan dari tipe radiating dengan tipe harp. Posisi kabel disebarkan pada bagian atas menara dan di sepanjang bentang gelagar sehingga menghasilkan kabel tidak sejajar. Gelagar Gelagar yang tersusun dari solid web yang terbuat dari baja atau beton cenderung terbagi atas dua tipe, yaitu: Gelagar plat . late girde. , dapat terdiri dari dua atau banyak gelagar . Gelagar box . ox girde. , dapat terdiri dari satu atau susunan box yang dapat berbentuk persegi panjang atau trapezium. Pylon Menurut Troitsky . , tinggi pylon adalah : H Ou L/6 H = n . tan 25A Dengan : L = bentang jembatan n = jumlah kabel a = jaraj jabel antar gelagar H = tinggi pylon Sedangkan menurut Gimsing . H = 0,291 L Pondasi Tiang Kapasitas dukung tiang adalah kemampuan tiang dalam mendukung beban bangunan yang dituliskan dalam persamaan . etode Bagemann. 1965 ) : Qu = Qb Qs Ae Wp = Ab. Fb As. Fs Ae Wp Dengan: Qb = Tahanan ujung Ab = luas ujung bawah tiang Fb = tahanan ujung satuan tiang Fb=qa=A. c1 qc. qa = tahanan konus rata-rata qc1= nilai tahanan konus pada 4d di bawah dasar tiang qc2= nilai tahanan konus pada 8d di atas dasar tiang Tahanan Gesek As = luas selimut tiang Fs = tahanan gesek satuan tiang Fs=qf Fs = tahanan gesek per satuan luas qf = tahanan gesek sisi konus Wp = berat tiang METODOLOGI PENELITIAN Penelitian yang dilakukan untuk Skripsi ini bersifat perencanaan. Objek studi kasus adalah Jembatan Kembar Mahakam IV yang desainnya adalah Jembatann Arc Brigde (Jembatan Pelengkun. , yang akan di desain ulang menjadi Jembatan Cable Stayed dengan pertimbangan mengurangi beban yang diterima oleh jembatan. Permodelan struktur Jembatan Cable Stayed menggunakan bantuan software SAP 2000 1 dan PCA Column v. 63 yang bertujuan untuk mengetahui gaya-gaya dalam, bidang momen, lendutan , dan menentukan desain penampang. Jembatan yang direncanakan berada diatas alur Sungai Mahakam yang menghubungkan kawasan Samarinda kota dengan wilayah kecamatan Samarinda Seberang tepat di samping Jembatan Mahakam I yang bernama Jembatan Kembar Mahakam IV. ANALISA Perencanaan Box Girder Pada desain jembtan cable stayed ini digunakan girder . dengan tipe box girder RC dengan dimensi 10 x 2,5 m. untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada Gambar 4. 0,25 0,85 0,85 2,25 0,75 0,75 2,25 Gambar 2. Dimensi Box Girder RC Tabel 1. Pehitungan Section Properties Dimensi Shape Jml factor Tampang Luas Statis Inersia Lengan momen momen A * y2 A* y . Inersia Lebar . Tinggi . Gaya Prestress Table 2. Posisi Tendon Atas Jumlah tendon Jumlah strands Total strands Selongsong. Oc nt Oc ns Pbs1 = Pt / ns = 199,75 kN Beban satu strands. Persentase tegangan leleh yang timbul pada baja ( jacking force ): po = Pt / . s x Pb1 ) = 76,621% < 85 % ( OK ) Gaya prestress yang terjadi akibat jacking . Pj = po x ns x Pbs1 = 99482,65 kN Tabel 3. Posisi Tendon Bawah Jumlah tendon Jumlah strands Total strands Selongsong. Oc nt Oc ns Pbs1 = Pt /n s = 215,08 kN Beban satu strands. Persentase tegangan leleh yang timbul pada baja ( jacking force ): po = Pt / . s x Pb1 ) = 82,499 % < 85 % ( OK ) Gaya prestress yang terjadi akibat jacking . Pj = po x ns x Pbs1 = 70974,64Kn Kontrol Tegangan Tabel 4. Tegangan Terhadap Kombinasi 1 Keterangan , fa < -0. 45 x fc' = -16600,0 kPa Ie Aman (OK) fb < 0. 50 x Oofc' = 101,9 kPa Ie Aman (OK) Tabel 5. Tegangan Terhadap Kombinasi 2 Tabel 6. Tegangan Terhadap Kombinasi 3 Tabel 7. Tegangan Terhadap Kombinasi 4 Tabel 8. Tegangan Terhadap Kombinasi 5 Dimensi Kabel Dimensi awal kabel di dekati dengan persamaan Gimsing sebagai berikut : Gambar 3. Desain Kabel Untuk perhitungan kabel lainnya bisa dilihat di Tabel di bawah ini : Tabel 9 Perhitungan Jumlah Kabel W . N) P . N) W P S13 S12 S11 S10 M10 M11 M12 M13 Asc0 . Perhitungan Pylon - Hasil PCA Column untuk diagram interaksi 0A Dimensi awal 3 m x 3 m dengan 100 D32 (A = 8,94%) P ( kN) (Pma. M . A) . N-. (Pmi. Gambar 4. Hasil diagram interaksi 0A Asc . Hasil analisa yang ditunjukkan oleh diagram interaksi diatas menyatakan bahwa terdapat gaya yang melebihi kapasitas, sehingga perlu dilakukan re-desain dengan memperbesar ukuran penampang. Untuk sampel yang lain mengikut hasil re-desain. Hasil re-desain PCA Column untuk Diagram interaksi 0A P ( kN) (Pma. M . A) . N-. (Pmi. Gambar 5. Hasil re-desain diagram interaksi 0A Pada gambar di atas terlihat hasil diagram interaksi 0A memenhi kapasitas Dengan hasil re-desain menujukan dimensi awal 3m x 3m 100 D32 (A = 8,94%) berubah menjadi 5m x5m 100 D32 (A = 3,22 %). Pondasi Tiang Pancang ( Pondasi Pylon ) Untuk dasar pondasi di bawah muka air tanah : NbAo = 15 0,5 ( N-15 ) = 15 0,5 . ( 60 Ae 15 ) = 37,50 kN Berat Sendiri Tiang Pancang = P. Tiang x Berat/m1 = 60 x 0,388 = 23,280 Ton Daya Dukung Gesek Tiang = Keliling. Tiang . yuyu = 3,142 . = 3864,660 ycuycu yayayaya Daya Dukung Pondasi Tiang Pancang Qult = 380 x Nb x Ap = 380 x 37,50 x 0,785 = 11186,250 Kn = 1118,625 Ton Daya Dukung yang diizinkan ( Q Allowaable ) Qall = Qult / SF = 1118,625 / 2 = 559,313 Ton Maka Jumlah tiang pancang untuk Beban PU pada 2 Pylon = 9908,8397 x 2 = 19817,679 Ton P dengan diameter 100 cm = 19817,679 559,313 = 35,432 OI 36 Tiang Jadi, dari hasil perhitungan data Boring di dapat kesimpulan bahwa diameter tiang yang digunakan adalah 100 cm , kedalaman 60 m dengan jumlah tiang 36 titik dan jarak antar tiang pancang 350 cm dalam satu foot plat. KESIMPULAN DAN SARAN Hasil dari berbagai analisa struktur dan kontrol desain yang telah dilakukan, maka dapat di tarik kesimpulan dari perencanaan Jembatan Cable Stayed Kembar Mahakam IV dengan Two Vertical Planes System tipe Fan adalah sebagai berikut : Hasil perencanaan struktur atas jembatan : Tipe gelagar . yang digunakan ialah Box Girder prestress RC dengan tinggi 2,5 m , luas penampang box girder 9,093 m3 dan berat box girder prestress sebesar 231,86 kN/m. Kabel yang digunakan adalah VSL SSI 2000 Stayed Cable System dengan jumlah kabel sebanyak 13 setiap sisi bentang kabel yaitu : Tabel 10 Rekap Kabel Kabel S13 Strands Asc . Kabel Strands Asc . S12 S11 S10 M10 M11 M12 M13 Struktur pylon berukuran 5 m x 5 m dengan tulangan terpasang 100 D32 dan sengkang 3 P19-300 mm dengan A = 3,22 % . Hasil perencanaan struktur bawah jembatan : Pondasi pylon dengan pile cap berukuran 12,5 m x 30 m dengan menggunakan tiang pancang baja sejumlah 36 pancang berdiameter 100 cm dengan kedalaman 60 m. SARAN Laporan Tugas Akhir ini masih terdapat banyak kekurangan. sehingga kedepannya agar mendapatkan hasil yang lebih baik, berikut beberapa saran yang perlu di lakukan antara lain : Banyaknnya macam konfigurasi pembebanan perlu ditambah untuk mengantisipasi keadaan yang memungkinkan terjadi dimasa depan. Perlu ditambah analisa dinamik jempatan yaitu untuk analisa Time History. Response Spectrum dan analisa static ekivalen. Untuk pengembangan penelitian selanjutnya bisa diterapakan disistem kabel longitudinal yang berbeda seperti tipe Radiating, tipe Harp dan tipe Star. Untuk proyek yang sebenarnya, analisa dinamis ditinjau tidak cukup hanya dengan perhitungan manual saja, tetapi harus menggunakan model penuh menggunakan terowongan angin ( wind tunnel tes . agar diketahui lebih akurat mengenai perilaku aerodinamis struktur . Pada saat penentuan dimensi kabel, perlu juga dipertimbangkan segi ekonomisnya. DAFTAR PUSTAKA