Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI AuKERAGAMAN SUKU BANGSA DAN AGAMA DI NEGERIKUAy MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH PADA KELAS IV SD NEGERI 200407 PADANGSIDIMPUAN Oleh: Nadiah Harahap1. Zulfadli2. Sartika Rati Asmara Nasution3. Rahmad Afandi Dongoran4 1*,2, 3 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan *Email: nadiaharahap84@gmail. Article history: Received: 24 Juni 2022 Revised: 01 Oktober 2022 Accepted: 05 November 2022 Published: 30 November 2022 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS materi AuKeberagaman Suku Bangsa Dan Agama Di NegerikuAy menggunakan model Make A Match di kelas IV SD Negeri 200407 Padangsidimpuan, dan untuk mengetahui apakah dengan penggunaan model Make A Match dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS materi AuKeragaman Suku Bangsa Dan Agama Di NegerikuAy menggunakan model Make A Match pada kelas IV SD Negeri 200407 Padangsidimpuan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 200407 Padangsidimpuan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah: . Observasi, . Tes. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Make A Match dapat meningkatkan hasil belajar pada IPS materi AuKeragaman Suku Bangsa Dan Agama Di NegerikuAy di kelas IV SD Negeri 200407 Padangsidimpuan. Peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II dapat dilihat dari perolehan ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I yaitu 54% siswa yang tuntas, pada siklus II yaitu: 83% siswa yang tuntas. Hal ini membuktikan terjadinya peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Kata Kunci: Hasil Belajar. Model Make A Match. PENDAHULUAN Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau latihan yang berlangsung di sekolah atau luar sekolah. Pendidikan sekolah dasar merupakan salah satu bentuk pendidikan sekolah yang terdapat di jalur pendidikan sekolah. Tugas utama sekolah dasar sebagai lembaga pendidikan sekolah adalah mempersiapkan anak dengan memperkenalkan berbagai pengetahuan, sikap atau perilaku, keterampilan dan intelektual agar dapat melakukan adaptasi dengan kegiatan belajar yang sesungguhnya di sekolah. IPS merupakan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan lingkungan sosial, cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia sebagai anggota masyarakat. Tingkah laku manusia dalam masyarakat memiliki berbagai aspek ekonomi, aspek mental, aspek budaya dan aspek hubungan sosial. Berdasarkan hasil informasi dari observasi yang dilakukan pada hari selasa tanggal 7 Desember 2021 dengan ibu Nur Atika Hasibuan yang merupakan wali kelas IV SD Negeri 2004007 Padangsidimpuan. Guru cenderung melakukan tanya jawab tanpa memberikan kegiatan belajar yang dapat membantu siswa bekerja sendiri untuk menemukan materi pelajaran. Sehingga siswa kurang percaya diri untuk mengungkapkan Selain itu bahan ajar yang digunakan guru bersumber dari buku paket siswa tanpa melihat sumber dari luar seperti lingkungan sekitar siswa dan pengalaman nyata siswa yang dapat menciptakan pembelajaran lebih bermakna. Oleh sebab itu, siswa kurang merespon pelajaran yang disampaikan karena pembelajaran yang disampaikan kurang menarik. Hal ini terlihat pada saat pembelajaran berlangsung siswa jarang bertanya Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. terhadap materi yang disampaikan oleh guru dan siswa mudah lupa terhadap materi yang telah disampaikan Terlihat bahwa guru kesulitan dalam memilih model pembelajaran yang cocok diterapkan dalam pembelajaran IPS pada materi keragaman suku bangsa dan agama di negeriku yang mengakibatkan hasil belajar IPS menjadi rendah. Salah satu solusinya adalah dilaksanakan proses pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, baik secara kognitif maupun secara fisik, karena adanya unsur permainan, meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari, efektif sebagai sarana melatih keberanian siswa untuk tampil presentasi, dan efektif melatih kedisiplinan siswa menghargai waktu untuk belajar. Pembelajaran yang dimaksud adalah menggunakan Model pembelajaran Make a Match. Rekapitulasi Nilai Rata-Rata Pada Mata Pelajaran IPS % J KM UNT Tun UML Dari tabel diatas dapat diperoleh data dari jumlah siswa sebanyak 24. Yang mendapat ketuntasan belajar sebesar 41,6% atau 10 orang siswa dan yang belum tuntas sekitar 58,3% atau 14 siswa, hal ini masih jauh dari yang diharapkan yaitu ketuntasan 100%, menyikap hal ini perlu ada upaya nyata yang harus dilakukan untuk meningkatkan hasil pembelajaran IPS. Untuk mengatasi hal tersebut peneliti menawarkan penggunaan Model pembelajaran Make a Match dalam proses pembelajaran. Karena dalam model Make a Macht siswa dituntut untuk belajar aktif dan siswa harus mempersiapkan diri terlebih dahulu sehingga tingkat pemahaman siswa akan menjadi lebih baik. Make a Match merupakan salah satu pembelajaran yang menyenangkan yang bisa meminimalisasir kejenuhan siswa akibat dari tidak adanya variasi pembelajaran oleh guru. Pengguna model Make a Match akan menambahkan ketertarikan peserta didik untuk mempelajari materi yang disampaikan sehingga diharapkan bisa meningkatkan hasil belajar siswa itu sendiri. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, peneliti tertarik melakukan penelitian dengan judulAy Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Keragaman Suku Bangsa Dan Agama Di Negeriku Menggunakan Model Pembelajaran Make a Match Pada Kelas IV SDN. 2004007 PadangsidimpuanAy. Hasil belajar adalah suatu penilaian akhir dari proses dan pengenalan yang telah dilakukan berulang Ae ulang serta akan tersimpan dalam jangka waktu lama atau bahkan tidak hilang selama-lamanya karena hasil belajar turut serta dalam membentuk pribadi individu yang selalu ingin mencapai hasil yang lebih baik sehingga akan merubah cara berpikir serta menghasilkan perilaku kerja yang lebih baik. Menurut Purwanto . 0: . hasil belajar merupakan perubahan perilaku sifat siswa akibat belajar. Perubahan itu di upayakan dalam proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan. Menurut Sinar . hasil belajar merupakan prestasi yang dicapai setelah siswa menyelesaikan sejumlah materi pelajaran. Menurut Bloom dalam Daryanto ( 2012:. mengemukakan tiga ranah hasil belajar yaitu kognitif ( kemampuan berpiki. , afektif . anah yang berkaitan dengan sika. dan psikomotorik . anah yang berkaitan dengan keterampila. untuk aspek kognitif. Bloom menyebutkan enam tingkatan yaitu: pengetahuan, pemahaman, pengertian, aplikasi, analisa, sintesa dan Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya proses belajar ditandai dengan perubahan tingkah laku secara keseluruhan baik yang menyangkut segi kognitif. Proses perubahan dapat terjadi dari yang paling sederhana sampai pada yang paling kompleks yang bersifat pemecahan masalah, dan pentingnya peranan kepribadian dalam proses serta hasil belajar. Berdasarkan beberapa pendapat ahli tentang hasil belajar di atas maka dapat disimpulkan bahwa pengertian hasil belajar adalah perubahan tingkah laku pada diri seseorang yang dapat di amati dan diukur berbentuk pengetahuan. Perubahan ini dapat diartikan yaitu dengan terjadinya peningkatan dan pengembangan yang lebih baik dari yang sebelumnya dari yang tidak tahu menjadi tahu. Pendidikan ilmu pengetahuan sosial atau disingkat IPS merupakan pelajaran yang mengajarkan dan mengarahkan siswa untuk peka terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan lingkungan sosial yang ada di Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. lingkungan sekitar mereka. Dalam pendidikan IPS siswa akan diajarkan cara unuk berkomunikasi, berinteraksi, hidup bermsyarakat dan saling bertoleransi antar sesama. Supriatna . mengemukakan bahwa ilmu pengetahuan sosial adalah suatu mata pelajaran yang mengajarkan kepada siswa mulai dari SD/MI, agar mereka dapat mengenal berbagai fenomena- fenomena yang terjadi di dunia tempat mereka tinggal. Sementara menurut Susanto . mengatakan Aupendidikan IPS pada dasarnya memiliki tugas untuk membantu pembentukan pribadi siswa yang melek dan peduli terhadap kondisi masyarakat saat ini serta mampu memecahkan berbagai masalah yang terjadi lingkunganya secara kritis dan analisis sehingga dengan demikian siswa menunjukkan rasa tanggung jawabnya terhadap pembangunan bangsa dan negaraAyDari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa Ilmu Pngetahuan Sosial (IPS) merupakan mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan hubungan sosial antara manusia dengan manusia lain, lingkungan dari berbagai situasi, dan informasi sebagai pemecahan masalah peristiwa- peristiwa yang ada di sekitar untuk mengembangkan pemahaman individu maupun kelompok mengenai sikap dan tindakan sosial yang benar. Untuk memahami lebih dalam lagi mengenai Materi Suku Bangsa Dan Agama Di Negeriku dalam kesempatan ini penulis membahas beberapa unsur mengenai : . Menjelaskan Suku Bangsa Di Indonesia, . Mengenal Daerah Tapanuli Selatan . Mengenal Bahasa Daerah Tapanuli Selatan . Mengenal Pakaian Adat Tapanuli Selatan . Mengenal Agama Di Tapanuli Selatan. Model pembelajaran Make a Match adalah siswa mencari pasangan dan setiap siswa mendapatkan satu kartu bisa mendapatkan kartu soal ataupun berupa kartu jawaban lalu siswa secepatnya mencari pasangan yang sesuai dengan kartunya. Senada menurut Kurniasih . model pembelajaran Make a Match ini siswa diajak mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topic dalam suasana yang menyenangkan. Make a Match pembelajaran yang menggunakan kartu-kartu. Kartu - kartu yang terdiri dari kartu berisi pertayaan atau permasalahan dari dan kartu-kartu lainya berisi jawaban dari pertayaan Aepertayaan tersebut. (Suprijono, 2011: 94 ). Model Make a Match menjadi salah satu model penting dalam ruang kelas. Dan dalam pelaksanaan Model Make a Match bisa dilangsungkan dua kelompok atau tiga kelompok. Jika kelompok dibagi menjadi tiga maka satu kelompok sebagai juri untuk memberi tanggapan kecocokan dari kartu pasangan. Dalam model ini siswa bisa mencari pasangan sambil belajar mengenai konsep atau topik dalam suasana yang Senada menurut Huda . Model pembelajaran Make a Match diperkenalkan oleh Lorna Curan pada tahun 1994, pada model ini siswa diminta untuk mencari pasangan kartu. Tujuan dari model ini yaitu : . pendalaman materi . penggalian materi . Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Make a Match merupakan model pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam mencari penyelesaian dari masalah dengan ciri khusus yaitu dengan menggunakan kartu soal dan kartu jawaban. METODOLOGI PENELITIAN Objek penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar materi keragaman suku bangsa dan agama di negeriku di kelas IV menggunakan model pembelajaran Make a Match di Negeri Padangsidimpuan. Alasan peneliti memilih objek penelitian ingin meneliti apakah dengan menggunakan model Make a Match dapat meningkatkan hasil belajar siswa materi keragaman suku bangsa dan agama di negeriku. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 2004007 Padangsidimpuan Desa Hutapadang Kecamatan Padangsimpuan Hutaimbaru Kota Padangsidimpuan yang berjumlah 24 orang yang terdiri dari 14 siswa lakilaki dan 10 siswi perempuan. Alasan peneliti memilih peserta didik kelas IV karena peneliti menemukan masalah tentang hasil belajar kelas IV. Alur Penelitian Tindakan Kelas Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian, karena alat atau instrumen ini mencerminkan juga cara pelaksanaanya. Adapun alat yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah lembar observasi untuk aktivitas siswa, tes lembar soal. Tehnik Pengumpulan Data Observas. Tes . Tehnik Analisis Data Untuk mengetahui keektifan suatu metode dalam kegiataan Perlu dilakukan analisis data. Pada Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini digunakan analisis deksripsi kualitatif, yaitu suatu model penelitian yang bersifat menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai dengan tujuan untuk mengetahui hasil belajar yang dicapai peserta didik terhadap kegiatan pembelajaran serta aktivitas peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Untuk hasil belajar menggunakan analisis data kuantitatif yang digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari nilai evaluasi peserta didik setiap siklusnya. Jadi, untuk analisis tingkat keberhasilan atau persentase ketuntasan belajar peserta didik setelah proses belajar mengajar berlangsung pada tiap siklusnya, dilakukan dengan cara memberikan evaluasi beberapa soal tes. Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Peneliti menjumlahkan nilai yang diperoleh peserta didik, selanjutnya dibagi dengan jumlah peserta didik kelas tersebut sehingga diperoleh nilai rata - rata. Nilai rata - rata ini didapat dengan menggunakan rumus: Keterangan: = Nilai rata - rata Ocx = Jumlah Semua Nilai Siswa OcN = Jumlah siswa Sedangkan penilaian untuk tingkat penugasan belajar peserta didik terhadap pembelajaran dengan X=Oc ycu OcN Tingkat penguasaan=Jumlah jawaban yang benar x 100% (Satori, dkk, 2007:2. Dan untuk kriteria keberhasilan belajar siswa secara klasikal yaitu: Kriteria Taraf Keberhasilan Hasil Belajar Tingkat Keberhasilan Keterangan 90 - 100 Sangat Baik 80 - 89 Baik 70 - 79 Cukup <70 Kurang Untuk penilaian ketuntasan belajar berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan 75, peserta didik dikatakan berhasil apabila jika mencapai taraf keberhasilan minimal 78. Apabila ketuntasan belajar kelas sudah Minimal 78, maka keberhasilan belajar sudah tercapai. Akan tetapi apabila ketuntasan belajar peserta didik secara klasikal belum mencapai minimal 78, maka keberhasilan belajarr peserta didik belum tercapai. Hal inilah yang menjadi alas an peneliti untuk melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada siklus selanjutnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Siklus I Hasil Nilai Penerapan Model Pembelajaran Make A Match Siklus I Indikator Jumlah skor Pembukaan pembelajaran Pembagian kelompok Make A Match Diskusi masalah Presentasi hasil dan penugasan Menutup pembelajaran Jumlah Presentase Kategori Baik Berdasarkan taabel diatas maka diketahui hasil lembarobservasi pada siklus I diperoleh jumlah skor keseluruhan sebesar dengan presentase 76% yakni berada pada kategori baik, dapat disimpulkan nilai hasil observasi guru sudah mencapai kriteria ketuntasan yang diterapkan. Peneliti belum merasa puas atas nilai yang dicapainya pada siklus I untuk itu peneliti menyarankan untuk melanjutkan perbaikan nilai disiklus II. Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Hasil Penelitian Siklus II Hasil Nilai Penerapan Model Pembelajaran Make A Match Siklus II Indikator Jumlah skor Pembukaan pembelajaran Pembagian kelompok Make A Match Diskusi masalah Presentasi hasil dan penugasan Menutup pembelajaran Jumlah Presentase Kategori Sangat Baik Berdasarkan tabel diatas maka diketahui hasil lembar observasi pada siklus II diperoleh jumlah skor keseluruhan 55 dengan presentase 86% termasuk dalam kategori sangat baik. Perbandigan hasil lembar observasi guru menggunakan model pembelajaran Make A Match Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan padasiklus I dan siklus II pada setiap pertemuan mengalami peningkatan dengan hasil Hasil Perbandingan Lembar Observasi Guru Menggunakan Model Pembelajaran Make A Match Baik Siklus I siklus II Grafik 1. Perbandigan Lembar Observasi Guru Menggunakan Model Pembelajaran Make A Match Siklus I Dan Siklus II Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Make A Match Dalam Pembelajaran Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Keragaman Suku Bangsa Dan Agama Di Negeriku Di Kelas IV SD Negeri 200407 Padangsidimpuan Hasil Penelitian Siklus I Dan Siklus II Penjelasan Data Hasil Belajar Siswa Siklus I Berdasarkan data hasil belajar siswa pada materi keragaman suku bangsa dan agama di negeriku dapat dilihat hasil perolehan data di bawah ini: Hasil Data Pelaksanaan Penelitian Tes Soal Siklus I Berdasarkan tabel di atas maka diketahui hasil belajar siswa pada siklus I diperoleh Nama Siswa ABH AFS AWH ARS AUH ARN ARS BKH CMH FHS JSH KRP Jumlah Rata AeRata Tuntas Tidak Tuntas Sko Nilai Ketuntasan Belajar Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Dari tabel diatas dapat diketahui dari 24 jumlah siswa yang mengikuti soal tes, maka terdapat 13 siswa atau 54% yang mendapat nilai tuntas dan sebanyak 11 siswa atau 46% yang mendapat nilai tidak tuntas, ratarata nilai siswa yang diperoleh pada siklus 1 adalah 66. Untuk lebih jelas perbandingan jumlah siswa yang tuntas dan tidak tuntas dapat dilihat pada tabel berikut: Rekapitulasi Ketuntasan Hasil Belajar Siklus I NIL >75 JUMLAH SISWA Kriteria Tuntas Persentase Jumlah Siswa Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Tidak tuntas Jum Berdasarkan tabel diatas maka diperoleh presentase ketuntasan masih 54% sehingga peneliti perlu untuk meningkatkan ketuntasan hasil belajar siswa dengan cara melakukan siklus II. Penjelasan Data Hasil Belajar Siswa Siklus II Peneliti memberikan petunjuk dalam mengerjakan soal, setelah semua siswa selesai mengerjakan soal peneliti meminta untuk mengumpulkan lembar tes yang tes yang telah diisi oleh siswa, mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada siklus II maka dapat dilihat pada tabel berikut ini: Hasil Data Pelaksanaan Penelitian Tes Soal Siklus II Peserta Ketunt asan Belajar Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas ata Ae Rata Dari tabel diatas dapat diketahui dari 24 jumlah siswa yang mengikuti soal tes, maka terdapat 20 siswa atau 83% yang mendapat nilai tuntas dan sebanyak 4 siswa atau 17% yang mendapat nilai tidak tuntas, rata- rata nilai siswa yang diperoleh pada siklus II adalah 83. Untuk lebih jelas perbandingan jumlah siswa yang tuntas dan tidak tuntas dapat dilihat pada tabel berikut: Rekapitulasi Ketuntasan Hasil Belajar Siklus II NILA >75 < 75 Jumla JUMLAH SISWA Kriteria Tuntas Tidak Tuntas Persentase Jumlah Siswa Berdasarkan tabel diatas diperoleh persentase ketuntasan adalah 83%, terjadinya peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I dan siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran IPS materi keragaman Suku Bangsa Dan Agama Di Negeriku dengan menggunakan model pembelajaran Make a Match dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN 200407 Padangsidimpuan selama proses pembelajaran. siswa yang belum tuntas pada siklus II akan diberikan tindakan mandiri berupa latihan- latihan atau remedial yang dipantau oleh guru sehingga diharapkan semua siswa tuntas belajar. Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II sudah memenuhi kriteria ketunttasan belajar yang telah ditetapkan yaitu 83% dari jumlah seluruh siswa sudah tuntas belajar sehingga penelitian tindakan kelas ini dihentikan pada siklus II. Hasil Perbandingan Tes Soal Siklus I Dan Siklus II Siklus Siklus I Siklus II Jumlah Presentase Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Siklus I Grafik 2 Siklus II Hasil Perbandingan Tes Soal Siklus I Dan Siklus II Berdasarkan tabel dan grafik di atas menjelaskan selama pembelajaran Make A Match hasil belajar siswa meningkat. Hal itu dapat dilihat dari ketuntasan belajar dimana kriteria Ketuntasan Minimum ( KKM) Peningkatan siswa yang tuntas belajar dari siklus I ke siklus II 29%. Persentase ketuntasan 54% dari siklus I, kemudian pada tes siklus II meningkat menjadi 83%. Pembahasan Penerapan Model Pembelajaran Make A Match dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi keragaman suku bangsa dan agama di negeriku di kelas Iv Sd Negeri 200407 Padangsidimpuan. Pada proses pembelajaran siklus II ini peneliti menggunakan model pembelajaran Make A Match yang dimana pembelajaran ini sudah berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Langkah Aelangkah kegiatan yang dilakukan sama seperti siklus sebelumnya dengan melakukan beberapa perbaikan berdasarkan refleksi dan diskusi dengan observer kegiatan pembelajaran tetap mengedepankan penggunaan model pembelajaran Make A Match. Hal tersebut ditunjukkan dengan sikap siswa yang sudah terlihat lebih serius dalam mengerjakan tugas yang diberikan, siswa yang mencontek pekerja siswa lain sudah banyak berkurang, adanya kompetesi dalam melaksanakan model pembelajaran Make A Match dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam mengikuti pelajaran, disamping itu juga siswa senang dalam mengikuti kerja kelompok dengan siswa lainya. Hal tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran tersebut sangat baikdisebabkan karena model pembelajaran Make A Match ini merupakan model pembelajaran yang baru bagi Siswa menjadi lebih antusias dari biasanya. Hasil Perbandingan Lembar Observasi Guru Menggunakan Model Pembelajaran Make A Match Baik Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Siklus I siklus II Grafik 3 Perbandigan Lembar ObservasiGuru Menggunakan Model Pembelajaran Make A Match Siklus I Dan Siklus II Berdasarkan tabel dan grafik diatas dapat dilihat hasil perbandingan lembar observasi guru menggunakan model pembelajaran Make A Match yang dilakukan pada siklus I dan Siklus II pada setiap pertemuan mengalami peningkatan dengan hasil 49 jumlah keseluruhan yang tercapai dengan nilai presentase 76% pada Siklus II mengalami peningkatan hingga 55 jumlah keseluruhan yang dicapai dengan presentase 86%. Dengan menggunakan model pembelajaran Make A Match dalam pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi keragaman suku bangsa dan agama di negeriku di kelas IV SD Negeri 200407 Padangsidimpuan Secara umum hasil belajar siswa pada siklus II ini mengalami peningkatan, walaupun baru sedikit. Hal tersebut ditunjukkan dengan sikap siswa yang sudah terlihat lebih serius dalam mengerjakan tugas yang diberikan, siswa yang mencontek pekerjaan siswa lain sudah banyak berkurang, adanya kompetisi dalam melaksanakan model pembelajaran Make A Match dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam mengikuti pelajaran, disamping itu juga siswa sudah terlihat senang dalam mengikuti kerja kelompok dengan siswa lainnya. Hasil Perbandingan Tes Soal Siklus I Dan Siklus II Sik Jum Presen Sik Sik lus II Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Siklus I Siklus II Grafik 4 Hasil Perbandingan Tes Soal Siklus I Dan Siklus II Berdasarkan tabel dan grafik di atas dapat terlihat bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa apabila dibandingkan dengan siklus I. Pada siklus I didapatkan total skor keseluruhan 1. Setelah dilakukan perbaikan disiklus II mengalami peningkatan dengan total skor secara keseluruhan yaitu 1. perbandingan tersebut menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dalam setiap siklusnya setelah menerapkan model pembelajaran pada materi keragaman suku bangsa dan agama di negeriku. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan sebagaimana yang terdapat pada Bab IV, maka peneliti simpulkan sebagai berikut: Model pembelajaran merupakan salah satu alternative untuk memperbaiki proses Model pembelajaran merupakan cara guru untuk dapat membagikan ilmu pengetahuan yang dimiliknya kepada orang lain, dengan menerapkan model pembelajaran Make A Match adapun langkahlangkahnya yaitu, guru menyampaikan materi secara rinci kepada siswa, kemudian guru membagi siswa menjadi dua kelompok, kemudian guru membagikan kartu pertanyaan kepada kelompok A dan kartu jawaban pada kelompok B, guru memberitahuukan batasan waktu kepada siswa, guru menyuruh kelompok A untuk mencari pasanganya di kelompok B, setelah mereka menemukan pasangan dari kartunya guru memanggil mereka untuk presentasi di depan kelas, terakhir guru mengonfirmasikan tentang kecocokan pertanyaan dan jawaba dari pasangan yang melakukan presentasi. Hasil belajar siswa setelah menerapkan model Make A Match dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa di kelas IV SD Negeri 200407 Padangsidimpuan. Penerapan model pembelajaran Make A match meningkatkan hasil belajar belajar siswa dapat dilihat dari siklus I ke siklus II 29%. Hal ini dapat dilihat dari perolehan ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I 54% siswa tuntas belajar, siklus II 83% siswa tuntas belajar. DAFTAR PUSTAKA