Perancangan Sistem Informasi Pengelolaan Dana Hibah Berbasis Web: Studi Kasus Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumatera Utara Ali Ikhwan1. Masayu Wianda Putri2. Muhammad Prahmana Tirta3 1,2,3 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Email: wiandaputri@gmail. Article Info Article history: Received December 20, 2024 Accepted December 23, 2024 Published January 2, 2025 Kata Kunci: Sistem Informasi. Pengelolaan Dana Hibah. Web. Transparansi. Biro Kesejahteraan Rakyat. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem informasi pengelolaan dana hibah berbasis web yang dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam proses pengelolaan dana hibah di Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumatera Utara. Pengelolaan dana hibah yang saat ini masih dilakukan secara manual mengakibatkan lambatnya proses verifikasi dan distribusi, serta berisiko tinggi terhadap potensi penyalahgunaan dana. Sistem yang dirancang menggunakan teknologi web dan database relasional untuk menyimpan data hibah, pemohon, serta status pengajuan dan pencairan dana. Metode pengembangan yang digunakan adalah metode prototyping dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, dan implementasi. Sistem ini dilengkapi dengan fitur-fitur seperti manajemen data pemohon hibah, verifikasi pengajuan, pelaporan dana yang sudah dicairkan, serta dasbor untuk pemantauan status dana. Dengan adanya sistem ini, diharapkan proses pengelolaan dana hibah menjadi lebih transparan, efisien, dan terkontrol dengan baik, serta dapat mengurangi kemungkinan kesalahan administrasi dan penyalahgunaan dana hibah. Corresponding Author: Masayu Wianda Putri. Universitas Islam Negeri Suamtera Utara. Email: wiandaputri@gmail. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi dalam beberapa dekade terakhir telah memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap berbagai sektor kehidupan, tidak terkecuali dalam bidang Salah satu sektor yang telah merasakan perubahan besar akibat perkembangan teknologi ini adalah pengelolaan dana hibah, yang merupakan salah satu instrumen penting dalam distribusi bantuan dari pemerintah kepada masyarakat atau organisasi yang membutuhkan (Awaludin. Yasin, & Risyda, 2. Dana hibah, yang diberikan oleh pemerintah kepada individu, lembaga, atau organisasi dengan tujuan tertentu, seperti pengembangan masyarakat, pendidikan, kesehatan, atau program-program sosial lainnya, menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mewujudkan tujuan pembangunan nasional. Namun, meskipun dana hibah memiliki peran strategis yang sangat penting dalam pembangunan, pengelolaannya sering kali menghadapi berbagai kendala yang menghambat efektivitas dan efisiensi penyalurannya. Salah satu kendala utama yang sering dihadapi adalah penggunaan metode manual dalam proses pengelolaannya, yang menimbulkan berbagai masalah, seperti lambatnya proses verifikasi data, ketidaktransparanan dalam penggunaan dana, serta potensi penyalahgunaan dana hibah itu sendiri (Wahyuni, 2. Pengelolaan dana hibah yang masih dilakukan secara manual, seperti pencatatan dan pengolahan data yang dilakukan secara fisik, berisiko menimbulkan ketidakakuratan dalam ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) pencatatan, kesalahan manusia, dan bahkan kehilangan data penting. Proses manual ini juga sangat bergantung pada sumber daya manusia yang terbatas, yang pada akhirnya memperlambat waktu pemrosesan dan pendistribusian dana hibah ke pihak yang membutuhkan. Selain itu, sistem pengelolaan yang masih berbasis manual ini rentan terhadap kesalahan administratif, yang dapat merugikan pihak-pihak yang seharusnya menerima manfaat dari dana hibah (Muryan Awaludin. Tata Sumitra, & Achmad Ramadhany, 2. Hal ini tentu saja sangat berisiko bagi kelancaran programprogram pembangunan yang dibiayai oleh dana hibah, karena proses yang lama dan tidak efisien dapat menyebabkan program tersebut terlambat dilaksanakan atau bahkan terhambat sepenuhnya. Di sisi lain, tuntutan masyarakat terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana hibah semakin meningkat. Masyarakat menginginkan kejelasan mengenai bagaimana dana hibah tersebut digunakan, apakah dana tersebut benar-benar sampai ke pihak yang berhak menerimanya, serta bagaimana hasil penggunaan dana tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan tujuan awal pemberian dana hibah (Siregar, 2. Kurangnya transparansi dalam pengelolaan dana hibah dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintah, yang pada gilirannya dapat memperburuk citra pemerintah dan merusak hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Untuk mengatasi berbagai permasalahan yang timbul akibat sistem pengelolaan dana hibah yang masih manual, solusi yang sangat relevan adalah dengan mengimplementasikan sistem informasi berbasis web. Penggunaan sistem informasi berbasis web dapat memberikan banyak keuntungan, terutama dalam hal efisiensi dan transparansi (Awaludin & Mantik, 2. Sistem berbasis web memungkinkan pengelolaan dana hibah dilakukan secara lebih terstruktur dan sistematis, serta mempercepat proses verifikasi dan pencairan dana hibah. Dengan adanya sistem ini, proses administrasi dapat dilakukan secara otomatis, mengurangi ketergantungan pada sumber daya manusia, serta meminimalisir kemungkinan terjadinya kesalahan manusia dalam pencatatan dan pengelolaan Selain itu, sistem berbasis web juga memungkinkan para pengelola dana hibah untuk memantau perkembangan dan status pengajuan dana hibah secara real-time, yang tentunya akan mempercepat proses pengambilan keputusan dan pemantauan dana yang telah disalurkan (Setiawan, 2. Teknologi informasi yang digunakan dalam sistem ini dapat mencakup berbagai fitur yang berguna dalam pengelolaan dana hibah, seperti manajemen data pemohon hibah, verifikasi pengajuan dana, pelaporan dana yang telah dicairkan, serta pemantauan status dana yang sedang diproses. Semua data dan informasi yang diperlukan dapat diakses secara mudah oleh pihak yang berkepentingan, baik oleh pengelola dana hibah, pemohon hibah, maupun masyarakat umum, sehingga menciptakan sistem yang lebih transparan dan akuntabel (Rahman, 2. Dalam konteks ini. Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumatera Utara sebagai salah satu instansi pemerintah yang memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan dana hibah, dihadapkan pada tantangan besar dalam mengelola dana hibah yang ada. Meskipun Biro Kesejahteraan Rakyat memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan bahwa dana hibah sampai ke tangan yang tepat, sistem yang ada saat ini masih jauh dari optimal. Sistem pengelolaan dana hibah yang ada saat ini belum dapat memberikan kemudahan dalam hal pemantauan, pelaporan, dan verifikasi, serta sering kali membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan proses pengajuan dan pencairan dana hibah. Hal ini menyebabkan terhambatnya pelaksanaan program-program yang dibiayai dengan dana hibah, dan dapat berdampak negatif terhadap kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan perancangan dan pengembangan sistem informasi berbasis web yang dapat mendukung pengelolaan dana hibah dengan lebih baik dan efisien. Dengan adanya sistem ini, proses pengelolaan dana hibah dapat dilakukan dengan lebih transparan, efisien, dan terkontrol dengan baik, sehingga dana hibah dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan (Susanto, 2. Selain itu, dengan sistem informasi berbasis web. ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) masyarakat juga dapat lebih mudah mengakses informasi terkait pengelolaan dana hibah, yang akan meningkatkan partisipasi publik dalam pengawasan penggunaan dana hibah tersebut. Adapun tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk merancang dan mengembangkan sistem informasi berbasis web yang dapat membantu Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumatera Utara dalam mengelola dana hibah secara lebih efisien, transparan, dan terkontrol. Diharapkan dengan adanya sistem ini, berbagai permasalahan yang terkait dengan pengelolaan dana hibah yang masih dilakukan secara manual dapat teratasi, dan proses pengelolaan dana hibah dapat dilakukan dengan lebih baik, lebih cepat, dan lebih efisien. Melalui penerapan sistem ini, dana hibah yang diberikan oleh pemerintah diharapkan dapat lebih tepat sasaran, serta memberikan dampak yang lebih besar bagi pembangunan masyarakat, khususnya di Provinsi Sumatera Utara. METODE Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan ini dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk mendalami permasalahan yang ada dalam pengelolaan dana hibah yang masih menggunakan sistem manual di Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumatera Utara. Penelitian studi kasus memungkinkan peneliti untuk menggali faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan dana hibah di instansi ini dan memberikan solusi praktis melalui desain sistem informasi berbasis web. Studi kasus akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang masalah yang ada, serta solusi yang dapat diterapkan di lapangan sesuai dengan kondisi nyata yang dihadapi oleh pihak yang terlibat (Bungin. Berikut adalah state of the art dalam penelitian perancangan sistem informasi pengelolaan dana hibah berbasis web, disajikan dalam tabel. Tabel Rangkuman Penelitian Terkait Sistem Informasi Pengelolaan Dana Hibah Berbasis Web Penulis Tahun Topik Penelitian Metodologi Temuan Utama Timotius. Biro Kesejahteraan Rakyat Peneliti Lain Perancangan Sistem Informasi Pengajuan Dana Hibah Berbasis Web Sistem Informasi Pengelolaan Program Bantuan Dana Hibah Provinsi Lampung Inovasi Pengelolaan Dana Hibah Prototyping Waterfall Waterfall Meningkatkan pengajuan dana hibah. pengguna 100%. Meningkatkan efisiensi administrasi menggunakan MVC. Mengurangi kesalahan dan duplikasi data. mendukung tata kelola yang baik. HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Eksisting Pengelolaan Dana Hibah di Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumatera Utara Pengelolaan dana hibah di Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumatera Utara saat ini masih mengandalkan metode manual dalam setiap tahapannya. Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan beberapa staf Biro Kesejahteraan Rakyat, proses pengelolaan dana hibah melibatkan pencatatan fisik, verifikasi berkas, dan pengelolaan data dalam bentuk dokumen kertas. Hal ini menyebabkan berbagai permasalahan yang cukup signifikan, baik dari segi efisiensi, transparansi. ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) maupun akurasi data yang dikelola. Proses manual yang digunakan untuk pengelolaan ini sangat mempengaruhi kecepatan dan ketepatan dalam menyelesaikan berbagai tugas yang berkaitan dengan dana hibah. Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah lambatnya proses verifikasi dana hibah. Proses verifikasi yang seharusnya bisa dilakukan secara lebih cepat, sering kali terhambat oleh banyaknya berkas yang harus diverifikasi secara fisik. Verifikasi manual yang memerlukan waktu dan tenaga besar sering kali menyebabkan ketidakpastian bagi penerima dana hibah, terutama mereka yang menunggu pencairan dana dalam waktu yang tepat untuk kegiatan yang mereka jalankan. Hal ini tidak hanya berdampak pada penerima dana hibah, tetapi juga pada efektivitas penggunaan dana tersebut oleh pihak yang berwenang (Creswell, 2. Selain itu, pengelolaan dana hibah secara manual juga berdampak pada kurangnya transparansi dalam sistem tersebut. Masyarakat dan pihak terkait lainnya kesulitan untuk memperoleh informasi yang jelas dan terkini mengenai status dana hibah yang telah diajukan dan disalurkan. Keterbatasan akses terhadap informasi ini menambah ketidakpastian dalam penggunaan dana hibah dan menyebabkan rendahnya tingkat kepercayaan publik terhadap sistem pengelolaan yang ada. Transparansi yang rendah ini memicu adanya persepsi negatif di masyarakat mengenai kemungkinan adanya penyalahgunaan atau ketidaktepatan sasaran dalam distribusi dana hibah (Setiawan, 2. Hasil observasi yang dilakukan juga menunjukkan bahwa ketergantungan pada sistem manual ini sering kali mengarah pada kesalahan dalam pencatatan dan pengelolaan data. Kesalahan yang terjadi dalam pengelolaan data fisik berisiko tinggi, mengingat kesalahan pencatatan atau hilangnya dokumen penting bisa berdampak pada proses verifikasi dan pencairan dana. Hal ini semakin memperburuk situasi, mengingat data yang tidak akurat dapat menyebabkan penerima dana hibah tidak menerima bantuan yang sesuai atau bahkan tidak menerima bantuan sama sekali. Selain itu, pengelolaan dokumen fisik juga membatasi kemampuan untuk melakukan pemantauan yang lebih mendalam dan real-time terkait dengan status penggunaan dana hibah (Wahyuni, 2. Dengan kondisi yang ada saat ini, jelas terlihat adanya kebutuhan mendesak untuk perubahan dalam cara pengelolaan dana hibah. Mengingat berbagai permasalahan yang dihadapi, sistem yang lebih efisien, transparan, dan mudah diakses oleh semua pihak menjadi suatu keharusan. Inilah yang mendorong perlunya perancangan dan pengembangan sistem informasi berbasis web yang dapat mengatasi berbagai kendala yang ada dalam pengelolaan dana hibah di Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumatera Utara. Sistem baru yang diusulkan diharapkan dapat mempercepat proses verifikasi, meningkatkan transparansi, serta mengurangi potensi kesalahan dalam pengelolaan data, yang pada akhirnya dapat memastikan bahwa dana hibah sampai pada penerima yang tepat sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan (Setiawan, 2019. Rahman, 2. Grafik ini menggunakan kategori dan persentase untuk menggambarkan tingkat prevalensi masing-masing masalah dalam sistem pengelolaan dana hibah yang ada, yaitu: ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Proses Manual . %): Sebagian besar pengelolaan dana hibah dilakukan secara manual, yang mencakup pencatatan data, verifikasi, dan pengelolaan administrasi menggunakan dokumen Proses ini membutuhkan waktu yang lama dan rentan terhadap kesalahan manusia. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar masalah yang ada disebabkan oleh metode yang kurang efisien, yang menghambat kelancaran distribusi dana hibah. Keterlambatan Verifikasi . %): Keterlambatan dalam proses verifikasi berkas merupakan masalah utama lainnya. Hal ini disebabkan oleh pengelolaan data yang masih manual dan proses verifikasi yang melibatkan banyak tahap yang memakan waktu. Keterlambatan ini mempengaruhi ketepatan waktu dalam penyaluran dana hibah kepada penerima yang Kesalahan dalam Data . %): Kesalahan dalam pencatatan dan pengelolaan data juga menjadi masalah signifikan. Data yang tidak terkelola dengan baik dapat menyebabkan ketidakakuratan dalam distribusi dana, yang dapat mempengaruhi penerima hibah dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap proses tersebut. Kurangnya Transparansi . %): Masalah transparansi mencuat karena sulitnya akses masyarakat terhadap informasi yang berkaitan dengan aliran dana hibah. Kurangnya transparansi ini berdampak pada rendahnya tingkat kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana hibah yang dilakukan oleh pemerintah. Sistem yang Efisien . %): Adapun kategori yang menunjukkan sistem yang efisien hanya mencakup sebagian kecil dari keseluruhan proses pengelolaan dana hibah. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada potensi untuk mengimplementasikan sistem yang lebih efisien dan transparan, upaya tersebut masih terbatas. Secara keseluruhan, grafik ini mengidentifikasi bahwa tantangan utama dalam pengelolaan dana hibah di Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumatera Utara adalah ketergantungan pada proses manual yang menyebabkan keterlambatan, kesalahan, dan kurangnya transparansi. Oleh karena itu, solusi berbasis sistem informasi yang efisien dan transparan sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dana hibah. Masalah yang Dihadapi dalam Pengelolaan Dana Hibah Berdasarkan temuan yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan, terdapat beberapa masalah utama yang sangat mempengaruhi efektivitas dan efisiensi pengelolaan dana hibah di Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumatera Utara. Masalah pertama yang cukup mencolok adalah ketidakakuratan data yang menjadi isu signifikan dalam pengelolaan dana hibah. Ketidakakuratan ini sering kali terjadi karena sebagian besar data yang digunakan dalam proses pengelolaan dana hibah disimpan dalam format fisik atau tidak terstruktur dengan baik. Penyimpanan data dalam bentuk fisik atau file kertas membuat pengelolaan data menjadi lebih rentan terhadap kesalahan manusia, seperti kesalahan pencatatan, kehilangan dokumen, dan kesulitan dalam melacak status dana yang telah Selain itu, data yang tidak terstruktur juga mempersulit pihak yang berwenang dalam melakukan analisis dan pengawasan terhadap penggunaan dana hibah tersebut. Kesalahan pencatatan dan pengolahan data ini bukan hanya berisiko pada ketidaktepatan dalam penyaluran dana hibah, tetapi juga dapat menimbulkan pemborosan anggaran atau bahkan dana yang tidak disalurkan pada penerima yang sesuai. Pencatatan yang tidak tepat atau hilangnya dokumen penting dapat memengaruhi efektivitas pengelolaan dana hibah, yang seharusnya dapat lebih optimal jika data yang dikelola tersusun dengan rapi dan terstruktur. Selain itu, kesalahan pencatatan ini juga menghambat proses audit dan evaluasi yang dapat memverifikasi apakah dana hibah telah digunakan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Oleh karena itu, akurasi data yang dikelola sangat penting dalam rangka ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) menjamin keberhasilan program hibah dan mencapai tujuan kesejahteraan yang diinginkan (Wahyuni. Masalah kedua yang ditemukan dalam penelitian ini adalah keterlambatan yang terjadi dalam proses verifikasi data. Proses verifikasi dokumen menjadi sangat memakan waktu, terutama karena pengelolaan data masih dilakukan secara manual tanpa adanya sistem terintegrasi yang dapat mempercepat proses ini. Proses verifikasi yang lambat menghambat pendistribusian dana hibah yang seharusnya bisa dilakukan dengan lebih cepat dan tepat waktu. Keterlambatan ini memiliki dampak yang cukup besar, terutama pada program-program yang membutuhkan dana hibah segera untuk pelaksanaan kegiatan mereka. Misalnya, jika ada organisasi atau individu yang mengajukan dana hibah untuk mendukung program pemberdayaan masyarakat atau kesehatan masyarakat yang mendesak, keterlambatan dalam verifikasi dan pencairan dana dapat menghambat realisasi program tersebut dan mengurangi dampak positif yang dapat dihasilkan. Keterlambatan dalam pendistribusian dana hibah dapat berakibat pada ketidakmampuan penerima manfaat untuk memenuhi target atau mencapai tujuan yang diharapkan, yang tentunya merugikan masyarakat luas (Kurniawan, 2. Selain masalah ketidakakuratan data dan keterlambatan dalam proses verifikasi, masalah besar lain yang turut memperburuk pengelolaan dana hibah adalah kurangnya transparansi dalam seluruh proses pengelolaan dana tersebut. Kurangnya transparansi ini membuat masyarakat dan pihak-pihak terkait sulit untuk mengakses informasi mengenai status pengajuan dana hibah yang mereka ajukan atau yang sudah disalurkan. Informasi yang terbatas mengenai aliran dana hibah menjadi salah satu faktor yang menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah dan pengelola dana hibah. Tanpa adanya transparansi yang jelas, masyarakat akan merasa kesulitan untuk mengetahui apakah dana yang diterima atau diajukan sudah dikelola dengan benar, tepat sasaran, dan sesuai dengan tujuan yang telah Hal ini juga dapat menciptakan celah bagi potensi penyalahgunaan anggaran hibah, yang pada gilirannya akan merusak reputasi pemerintah dan mengurangi efektivitas penggunaan dana hibah itu sendiri. Ketidakjelasan dalam pengelolaan dana hibah bisa menciptakan ruang bagi oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan praktik yang merugikan kepentingan masyarakat luas (Siregar, 2. Masalah kurangnya transparansi ini juga berkaitan erat dengan kurangnya sistem yang memadai untuk memantau dan melaporkan aliran dana hibah secara real-time. Tanpa adanya sistem pelaporan yang transparan, masyarakat tidak dapat memverifikasi bagaimana dan ke mana dana tersebut Hal ini menambah ketidakpastian dan memperburuk situasi yang sudah ada. Untuk itu, sangat diperlukan solusi yang mampu mengatasi masalah transparansi ini, salah satunya dengan menerapkan sistem berbasis teknologi yang memfasilitasi pengelolaan dana hibah secara terbuka dan dapat diakses oleh publik dengan mudah. Dengan begitu, akan tercipta suatu proses yang lebih dapat dipertanggungjawabkan dan mengurangi potensi penyalahgunaan anggaran (Setiawan, 2. Secara keseluruhan, masalah yang dihadapi dalam pengelolaan dana hibah di Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumatera Utara sangat kompleks dan beragam. Dari ketidakakuratan data, keterlambatan dalam verifikasi, hingga kurangnya transparansi dalam proses pengelolaan, semua hal tersebut berpotensi menghambat kelancaran distribusi dana hibah yang pada akhirnya dapat mengurangi dampak positif yang seharusnya dapat diberikan kepada masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan adanya perubahan mendasar dalam sistem pengelolaan dana hibah yang ada saat ini, agar pengelolaannya dapat berjalan lebih efisien, transparan, dan akurat. ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Grafik ini menggunakan diagram pai untuk menunjukkan proporsi masalah-masalah utama yang ditemukan dalam penelitian, yaitu: Proses Manual . %): Sebagian besar masalah dalam pengelolaan dana hibah disebabkan oleh proses manual yang memerlukan pencatatan fisik, verifikasi berkas, dan pengolahan data secara konvensional. Hal ini memperlambat proses dan meningkatkan potensi kesalahan (Wahyuni, 2. Keterlambatan Verifikasi . %): Proses verifikasi yang lambat juga menjadi masalah besar, yang sering kali menghambat aliran dana hibah ke penerima manfaat yang membutuhkan dana tersebut dengan segera (Setiawan, 2. Kesalahan dalam Data . %): Kesalahan dalam pencatatan dan pengelolaan data juga menjadi faktor penting yang menyebabkan ketidakakuratan dalam penggunaan dana hibah (Kurniawan. Kurangnya Transparansi . %): Kurangnya transparansi dalam pengelolaan dana hibah membuat masyarakat kesulitan untuk memperoleh informasi mengenai aliran dana yang disalurkan, menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah (Siregar, 2. Lainnya . %): Beberapa masalah lain seperti kebijakan internal atau masalah komunikasi juga berkontribusi terhadap ketidakberhasilan pengelolaan dana hibah yang efisien. Grafik ini memberikan gambaran yang jelas mengenai masalah utama yang dihadapi, yang harus ditangani untuk meningkatkan efektivitas dan transparansi dalam pengelolaan dana hibah. Solusi yang Diberikan melalui Perancangan Sistem Informasi Untuk mengatasi sejumlah permasalahan yang telah diidentifikasi dalam pengelolaan dana hibah di Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumatera Utara, salah satu solusi yang diusulkan dalam penelitian ini adalah penerapan sistem informasi berbasis web. Penerapan teknologi informasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan transparansi dalam seluruh proses pengelolaan dana hibah, yang pada gilirannya dapat mempercepat aliran dana hibah ke penerima manfaat serta mengurangi kesalahan administratif yang sering terjadi pada sistem pengelolaan secara manual. Sistem informasi berbasis web ini memiliki sejumlah keunggulan yang sangat relevan dengan kebutuhan pengelolaan dana hibah di Biro Kesejahteraan Rakyat. Pertama, dengan menggunakan sistem digital, pengelolaan data hibah dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan terorganisir. Data mengenai dana hibah, pengajuan, verifikasi, serta aliran dana dapat tersimpan dalam format yang mudah diakses dan diperbaharui secara real-time. Hal ini sangat berbeda dengan sistem manual yang bergantung pada pencatatan fisik dan dokumen yang berisiko hilang atau rusak. Dalam sistem digital, informasi lebih mudah dicari dan dilacak, sehingga proses pengelolaan menjadi lebih efisien (Setiawan, 2. Dengan adanya sistem ini, proses pencatatan dan verifikasi data menjadi lebih akurat dan minim Sebagai contoh, dalam sistem berbasis web, data yang telah dimasukkan akan secara ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) otomatis diverifikasi oleh sistem berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Proses ini akan mengurangi ketergantungan pada pemeriksaan manual yang rentan terhadap kesalahan manusia, seperti kesalahan input data atau ketidaksesuaian dokumen yang membutuhkan waktu lama untuk Sistem ini juga memungkinkan adanya notifikasi otomatis yang memberi tahu pengelola jika terdapat kesalahan atau kelengkapan dokumen yang perlu diperbaiki, sehingga proses verifikasi bisa diselesaikan lebih cepat dan lebih tepat (Rahman, 2. Selanjutnya, penggunaan sistem berbasis web ini memberikan keuntungan dalam hal transparansi dan akuntabilitas. Dengan adanya akses online yang memungkinkan semua pihak terkait untuk melihat status dan aliran dana hibah secara langsung, masyarakat akan dapat lebih mudah memantau apakah dana yang diajukan atau diterima telah diproses dengan benar. Ini akan meningkatkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, karena proses pengelolaan dana hibah menjadi lebih terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan (Susanto, 2. Transparansi semacam ini juga akan meminimalkan potensi penyalahgunaan dana hibah, karena setiap transaksi dan aliran dana dapat dipantau oleh pihak yang berwenang, serta oleh publik jika diperlukan. Selain itu, sistem informasi berbasis web ini juga dapat menyediakan fitur laporan otomatis yang dapat menghasilkan laporan keuangan dan laporan status pengajuan dana hibah secara real-time. Fitur ini memungkinkan pengelola untuk menyusun laporan yang akurat dan terkini tanpa perlu melakukan input manual. Laporan yang dihasilkan dapat langsung diakses oleh publik melalui platform yang telah disediakan, sehingga pengelola dana hibah tidak hanya dapat mempertanggungjawabkan penggunaannya kepada pihak internal, tetapi juga kepada masyarakat yang berhak mendapatkan informasi tersebut. Sistem laporan otomatis ini mengurangi kemungkinan kesalahan dalam pencatatan dan memastikan bahwa semua informasi yang diberikan adalah tepat dan terkini. Dengan demikian, pengelolaan dana hibah menjadi lebih akuntabel dan transparan, yang dapat mencegah praktik-praktik penyalahgunaan anggaran yang merugikan pihak yang berhak menerima manfaatnya. Secara keseluruhan, penerapan sistem informasi berbasis web di Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumatera Utara akan memberikan sejumlah manfaat signifikan dalam pengelolaan dana Sistem ini dapat mempercepat dan mempermudah proses verifikasi data, mengurangi kesalahan administratif, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana hibah. Selain itu, sistem berbasis web ini akan memperbaiki citra pemerintah di mata masyarakat, karena masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi terkait status pengajuan dan penggunaan dana Dengan implementasi yang tepat, diharapkan sistem ini dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan dana hibah, sehingga program-program kesejahteraan rakyat dapat dijalankan dengan lebih baik dan tepat sasaran. Ini juga akan memastikan bahwa dana hibah yang diberikan benar-benar bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sebagaimana yang diinginkan oleh pemerintah daerah. ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Diagram pai ini menunjukkan berbagai solusi yang dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akurasi dalam pengelolaan dana hibah. Penerapan Sistem Otomatis . %): Salah satu solusi utama adalah penerapan sistem otomatis yang dapat menggantikan proses manual, sehingga mempercepat aliran data dan proses verifikasi (Setiawan, 2. Dengan sistem otomatis, kesalahan manusia dapat diminimalisir. Peningkatan Transparansi . %): Sistem berbasis web yang dapat diakses oleh publik untuk memantau aliran dana hibah akan meningkatkan transparansi, memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi yang akurat dan terkini mengenai dana hibah yang tersedia (Rahman. Pemantauan Real-Time . %): Sistem informasi memungkinkan pemantauan dana hibah secara real-time, memudahkan pengelola untuk memonitor status penggunaan dana dan memastikan bahwa dana tersebut digunakan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan (Setiawan, 2. Pengurangan Kesalahan Manual . %): Pengurangan kesalahan yang terjadi dalam pencatatan dan pengolahan data dapat dicapai dengan menggunakan sistem yang terintegrasi, mengurangi risiko kesalahan dalam pengelolaan dana hibah yang dapat berdampak negatif pada penerima manfaat (Kurniawan, 2. Akses Informasi yang Lebih Mudah . %): Sistem informasi berbasis web menyediakan akses yang lebih mudah bagi pihak yang membutuhkan, seperti pengelola dana dan masyarakat yang ingin mengetahui status pengajuan atau pencairan dana hibah (Wahyuni, 2. Solusi-solusi tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan dana hibah, menjadikannya lebih efisien, transparan, dan mudah diakses oleh semua pihak yang berkepentingan. Use case Diagram Use case diagram menggambarkan interaksi antara pengguna . dan sistem. Diagram ini menunjukkan fungsi-fungsi utama . se cas. yang disediakan oleh sistem untuk aktor tertentu. Tujuannya yaitu Memberikan gambaran umum tentang apa yang dapat dilakukan sistem dan siapa saja yang terlibat. Berikut Use Case dalam prancangan Sistem Informasi Dana Hibah. Activity Diagram ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Activity diagram menggambarkan alur kerja atau proses dalam sistem, menunjukkan langkahlangkah yang dilakukan secara berurutan. Tujuannya yaitu menjelaskan proses atau logika bisnis secara rinci, termasuk percabangan dan pengambilan keputusan. Berikut activity diagram dalam prancangan Sistem Informasi Dana Hibah. Tampilan Rancangan Sistem Informasi Dana Hibah Tampilan halaman login Halaman Login ialah halaman pertama sistem yang berfungsi untuk mengakses tampilan halaman utama website Pengelolaan Pendaftaran Dana Hibah Biro Kesra Provsu. Halaman login diakses dengan menggunakan username dan password. Admin tidak perlu membuat akun (Registras. Pendaftar wajib membuat akun terlebih dahulu. Tampilan Halaman Dashboard Pada halaman ini akan muncul tampilan awal setelah login, dashboard merupakan informasi pendaftaran masuk dari pendaftar yang telah mendaftarkan di website. Setelah itu admin masuk kesalah satu bidang untuk melakukan pemverifikasian data. Setelah pemverifikasian data admin dapat membuka tombol list pendaftaran untuk melihat data-data yang telah terverifikasi. ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Tampilan Halaman Beranda Pendaftar Pendaftar dapat melihat persyaratan pendaftaran terdapat beberapa dokumen yang perlu disiapkan oleh pendaftar sebelum mengajukan pendaftaran. Setelah itu pendaftar dapat memilih di tombol Program Bantuan untuk memilih bidang apa yang ingin di daftarkan. Tampilan Biodata Pendafatar dapat mengisi biodata dan mengunggah dokumen. Apabila dokumen telah disiapkan dan pendaftaran telah dilakukan, maka pendaftar dapat memantau status pendaftaran yang akan diproses di sisi Admin. Jika satus pendaftaran berwarna merah kurang lengkapnya data, jika berwarna abu belum terverifikasi oleh admin, lalu jika berwarna hijau admin telah memverifikasi pendaftaran. ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan dana hibah di Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumatera Utara masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait dengan penggunaan sistem manual dalam pencatatan dan verifikasi data. Masalah utama yang ditemukan meliputi ketidakakuratan data, keterlambatan dalam proses verifikasi, serta kurangnya transparansi yang menyebabkan ketidakpercayaan publik terhadap pengelolaan dana hibah Proses yang masih dilakukan secara manual berisiko menimbulkan kesalahan administratif dan memperlambat distribusi dana hibah, yang pada akhirnya menghambat program-program kesejahteraan rakyat. Sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut, penerapan sistem informasi berbasis web menjadi langkah yang sangat relevan dan efektif. Sistem ini menawarkan kemudahan dalam pengelolaan data yang lebih terstruktur, mempercepat proses verifikasi, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana hibah. Dengan adanya akses online yang dapat memonitor status pengajuan dan penggunaan dana hibah secara real-time, masyarakat dan pihak terkait dapat dengan mudah memperoleh informasi yang akurat, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah. Dengan implementasi sistem informasi berbasis web yang tepat, diharapkan pengelolaan dana hibah di Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumatera Utara dapat menjadi lebih efisien, transparan, dan akuntabel. Sistem ini tidak hanya akan memperbaiki proses internal, tetapi juga memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat dengan menciptakan pengelolaan dana hibah yang lebih terbuka dan dapat Ke depannya, diharapkan penggunaan sistem ini dapat meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program-program kesejahteraan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat secara tepat sasaran. DAFTAR PUSTAKA