P a g e | 15 Caring : Jurnal Keperawatan Vol. No. 1, 2024, pp. 15 Ae 23 ISSN 1978-5755 (Onlin. DOI: 10. 29238/caring. Journal homepage: http://e-journal. id/index. php/caring/ Hubungan Antara Anemia Dan Indeks Masa Tubuh Ibu Hamil Terhadap Kejadian Stunting Pada Anak: Literature Review Wahyuni1a*. Fatma Zulaikha1 Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Indonesia wahyuni3897@gmail. HIGHLIGHTS A Hubungan anemia dan indeks masa tubuh ibu hamil terhadap stunting pada anak ARTICLE INFO ABSTRACT/ABSTRAK Article history Received date August 11th 2023 Revised date May 28th 2024 Accepted date August 29th 2024 Keywords: Anemia. Body Mass Index. Stunting There are many factors that cause stunting, including anemia. Pregnant women who experience anemia have a reduced oxygen supply to their body cells and brain. In general, anemia in pregnant women is caused by a lack of nutrition, a lack of iron in the food consumed, poor absorption, and chronic diseases . uch as tuberculosis, lung, intestinal worms, and The body mass index of pregnant women is another cause of Mothers who are short . eight <150 c. and thin . ody mass index <18. 5 kg/m. have a greater risk of birthing stunting babies than mothers who have good nutritional status. In addition to macronutrient problems, micronutrient deficiencies in pregnant women need attention. The objective of this study is to determine the relationship between anaemia and body mass index of pregnant women on the incidence of stunting in children, through a literature review. We used the literature review method with 15 journals, 10 international journals, and 5 national The literature review analysis revealed a correlation between anaemia and body mass index in pregnant women and the incidence of The condition of anaemia in the mother during pregnancy will affect the metabolism of the foetus to be not optimal because there is a lack of haemoglobin levels to bind oxygen so that the adequacy of nutritional intake while in the womb is low and has an impact on foetal growth, which results in low birth weight and length. There is a relationship between anemia and pregnant women's body mass index in terms of stunting incidence. Copyright A 2024 Caring : Jurnal Keperawatan. All rights reserved *Corresponding Author: Wahyuni Program Studi S1 Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Jl. Ir. Juanda No. Sidodadi. Samarinda Ulu. Samarinda. Email: wahyuni3897@gmail. PENDAHULUAN Stunting merupakan tinggi badan menurut usia di bawah -2 standar median kurva pertumbuhan anak disebabkan masalah kurang gizi kronis sejak 1. 000 HPK. Ibu hamil dengan kekurangan asupan gizi pada masa kehamilan berisiko melahirkan anak dengan tumbuh kembang stunting. Pemerintah telah memberikan regulasi tentang pencegahan P a g e | 16 stunting dengan Gerakan Nasional Sadar Gizi dengan tujuan menurunkan masalah gizi 000 HPK dari masa kehamilan hingga usia 2 tahun (Ibrahim dan Faramita, 2. Kejadian stunting sering dijumpai pada anak umur 12-36 bulan dengan prevalensi sebesar 38,3-41,5%. Keadaan stunting pada anak dibawah umur dari lima tahun kurang disadari karena biasanya perbedaan anak yang stunting dengan yang tidak stunting pada umur tersebut tidak terlalu dilihat perbedaanya. Usia anak dibawah lima tahun merupakan masa perkembangan periode emas untuk menentukan kualitas sumber daya manusia yang terlihat dari segi pertumbuhan fisik ataupun kepintaran. Sehingga hal tersebut harus didukung dengan status gizi yang baik. berbagai akibat yang ditimbulkan akibat seorang anak yang terkena stunting salah satunya adalah anak cenderung sulit mencapai tinggi badan optimal pada usia selanjutnya. Hal ini dapat mengakibatkan gangguan perkembangan fungsi kognitif, psikomotor, penurunan intelektual, peningkatan risiko penyakit degenerative dan penurunan produktivitas di masa mendatang (Pusat data Informasi Kemenkes, 2. Menurut Meiningsih . Kementrian Kesehatan mencatat sebanyak 3 dari 10 anak Indonesia bertubuh pendek. Hal ini dikarenakan anak stunted, bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya . ertubuh kerdil atau pende. , melainkan terganggu di perkembangan otaknya juga, dimana akan mempengaruhi kemampuan dan prestasi di Menurut WHO . , angka kejadian kasus stunting yang terjadi pada anak berusia 5 tahun kebawah pada tahun 2018 terjadi sebanyak 149 milliar atau sebanyak 9% anak di dunia. Berbeda dengan jumlah kejadian kasus stunting pada tahun 2017 yang terjadi sebanyak 151 milliar atau sebanyak 22,2% kasus, walaupun angka kejadian stunting sudah berkurang tetapi masih dalam jumlah yang kecil. Prevalensi anak stunting yang ada di Indonesia termasuk dalam kategori tinggi karena berdasarkan data dari Riskesdas pada tahun 2018, secara nasional prevalensi stunting adalah 30,8 %. Prevalensi stunting telah menurun dari 37. 2% pada tahun 2013 menjadi 30. Prevalensi anak stunting di Kalimantan Timur berdasarkan data dari Riskesdas tahun 2018 yaitu 30% dengan prevalensi stunting 18% dan sangat stunting 12% (Riskesdas. Data dari Dinas Kesehatan Kalimantan Timur . menyatakan jumlah anak usia di bawah lima tahun yang mengalami stunting tergolong tinggi, yakni 19 % dari total Kasus stunting di Samarinda Tahun 2020 mencapai angka 11,9 persen dan tahun 2021 mengalami penurunan yaitu 10,7 persen (Profil Kesehatan Kota Samarinda, 2. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya stunting sangat banyak diantaranya yaitu anemia. Ibu hamil yang mengalami anemia mengakibatkan berkurangnya suplai oksigen ke sel tubuh maupun otak. Bila hal ini terjadi pada saat trimester i, maka risiko melahirkan prematur ataupun BBLR 3,7 kali lebih besar dibandingkan ibu hamil trimester i tidak anemia (Hidayati, 2. Pada umumnya penyebab anemia pada ibu hamil adalah kurangnya gizi, kurangnya zat besi dalam makanan yang dikonsumsi, penyerapan yang kurang baik dan penyakit-penyakit kronik . eperti TBC, paru-paru, cacing usus, dan malari. Ibu hamil dikategorikan mengalami anemia jika kadar haemoglobin pada pemeriksaan laboratorium < 11 gr% dan pada anamnesa didapatkan keluhan cepat lelah, sering pusing, mata berkunangkunang dan muntah yang lebih hebat pada kehamilan muda (Sulistyoningsih, 2. Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Hastuty . diperoleh P Value 0,017 (P < 0,. , artinya terdapat hubungan anemia ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita di UPTD Puskesmas Kampar. Kemudian hasil analisis diperoleh nilai signifikasi dari nilai OR yaitu 0,011 (< 0,. maka OR dikatakan bermakna yang berarti dapat mewakili keseluruhan populasi, sedangkan nilai Confidence Interval yaitu 2,893 . ,282 Ae 6,. , artinya ibu hamil yang mengalami anemia berisiko 3 kali lipat mengalami kejadian stunting pada balita dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak mengalami anemia. Penyebab lain stunting adalah indeks masa tubuh ibu hamil. Ibu yang pendek . inggi badan <150 c. , dan kurus . ndeks massa tubuh<18,5 kg/m. memiliki risiko lebih besar melahirkan bayi stunting dibandingkan ibu yang memiliki status gizi baik. Selain masalah gizi makro, kekurangan P a g e | 17 zat gizi mikro pada ibu hamil perlu mendapat perhatian (Sulistyoningsih, 2. Penelitian Pusparini . memperlihatkan Indeks Massa Tubuh (IMT) ibu pada awal kehamilan memiliki hubungan yang bermakna dengan gangguan pertumbuhan linier, dimana ibu hamil underweight (IMT <18,. memiliki risiko 2,374 kali lebih besar melahirkan bayi dengan gangguan pertumbuhan linier. Tidak ada hubungan bermakna antara tinggi badan ibu, pertambahan berat kehamilan, tingkat kecukupan energi, tingkat kecukupan protein dan densitas protein, kadar protein dan albumin serum dengan pertumbuhan linier. Menurut WHO penyebab stunting pada balita salah satunya adalah Kadar hemoglobin ibu hamil berhubungan dengan panjang bayi yang nantinya akan dilahirkan, semakin tinggi kadar Hb semakin Panjang ukuran bayi yang akan dilahirkan (Ruchcayati 2. Zat besi adalah salah satu zat yang berperan dalam pembentukan tulang. Zat besi memegang peran sebagai pengedar oksigen semua jaringan tubuh, jika oksigenasi ke tulang berkurang maka tulang tidak akan tumbuh kekurangan zat besi akan berdampak parah untuk tulang yang berpengaruh pada kepadatan mineral tulang, kandungan mineral dalam tulang dan juga kekuatan Studi yang dilakukan oleh Angeles et al pada tahun 2016 di Indonesia mengenai suplementasi zat besi pada anak usia 2-5 tahun menunjukkan bahwa terjadi perubahan tinggi badan dan height-for-age Z-score yang signifikan setelah suplementasi zat besi. Pada penelitian ini, peneliti akan melakukan penelitian literatur review dengan mengkaji Kembali hasil penelitian terdahulu mengenai AuHubungan Antara Anemia Dan Indeks Masa Tubuh Ibu Hamil Terhadap Kejadian Stunting Pada Anak: Literature ReviewAy. Adapun alasan peneliti menggunakan metode literatur review ini dikarenakan pandemic Covid-19 sehingga peneliti tidak melakukan penelitian langsung kepada METODOLOGI PENELITIAN Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh bukan dari pengalaman langsung, akan tetapi dari asil penelitian yang telah dilakukan peneliti terdahulu. Sumber data sekunder yang didapat berupa artikel atau jurnal yang relevan dengan topik yang dilakukan dengan menggunakan databased melalui NCBI. Hindawi. Microsoft Academic. Research Gate. Pubmed dan Google Scholar. Pencarian artikel atau jurnal mengunakan keyword yang digunakan untuk memperluas atau menspesifikan pencarian, sehingga mempermudah dalam penentuan artikel atau jurnal yang digunakan. Kata kunci yang digunakan dalam penelitian ini yaitu AuAnemiaAy. AuIndeks Massa TubuhAy, dan Au StuntingAy dan AuAnemiaAy. AuPregnant AuBody Mass IndexAy, dan Au StuntingAy. HASIL Tabel 1. Hasil Analisis Literature Review Penulis Tahun Nama Jurnal. Volume. Angka Judul Metode (Desain. Sampel. Instrumen. Analisi. Hasil Penelitian Databased P a g e | 18 Meikawati. Rahayu. Purwanti Hastuty Khatun. Rasheed. Alam. Huda Sartika. Khoirunnisa. Meiyetriani. Ermayani Dewi. Evrianasari. Yuviska Dian Anisia 2018 Widyaningru Jurnal MGMI Berat Badan D: Kuantitatif Riwayat BBLR Google Vol. 13 No. 1 Lahir Rendah S: 63 anak =0,. , panjang scholar Dan Anemia Ibu I: Kuesioner badan lahir Sebagai A: Chi Square dan . =0,. , dan status Prediktor regresi berganda anemia ibu . =0,. Stunting Pada berhubungan signifikan Anak Usia 12Ae 24 Bulan Di Wilayah Riwayat BBLR Puskesmas . =0,. dan status Genuk anemia ibu saat hamil Kota Semarang . =0,. berisiko menjadi Jurnal Hubungan Penelitian Hasil penelitian ini yaitu Google Dopples Anemia Ibu Kuantitatif anemia Scholar Vol. 4 No. 2 Hamil Dengan S: 106 responden dengan nilai P-value = Kejadian I: Kuesioner 0,017. Berdasarkan Stunting Pada A: Chi Square hasil penelitian bahwa Balita di UPTD Puskesmas Kampar Tahun stunting pada Journal Assessing the D: Kuantitatif Terdapat hubungan Google Nutrients Intergeneration S:28123 responden antara indek massa ibu Scholar Vol. Linkage I: Kuesioner No. A: Modified Poisson kejadian stunting di Short Maternal Regresion Bangladesh dengan p Stature 001 (<0. Under-Five Stunting Wasting Bangladesh Journal Prenatal and D: Kuantitatif Ada hubungan antara Science Plos One, postnatal S: 559 anak IMT dengan Direct Vol: 10. No. determinants of I: Kuesioner kejadian stunting di stunting at age A: regresi Indonesia 0Ae11 months: A 038 (<0. Indonesia Jurnal Kadar Hb,Lila D: Kuantitatif Terdapat hubungan Google Kebidanan Dan Berat S: 60 responden riwayar LILA ibu saat Scholar Vol. 6 No. 1 Badan Ibu Saat I: Kuesioner Hamil Berisiko A: Chi anemia ibu saat hamil. Terhadap riwayat bb ibu Kejadian saat hamil, panjang Stunting Pada Anak Usia 1-3 badan lahir dengan Tahun 0,000(<0. Jurnal Riwayat Anemia D: Kuantitatif Analisis Uji statistic Google Medica Kehamilan S: 287 ibu dan anak dengan menggunakan Scholar Majapahit Dengan I: Kuesione dan uji chi square (A value= Vol. 10 No. 2 Kejadian lembar observasi 0,005 < Stunting A:Chi Square 0,. dan OR 4,471 Pada Balita Di yang menunjukkan ada Desa Ketandan Dagangan signifikan riwayat Madiun stunting pada balita P a g e | 19 Ruaida. Soumokil Koku Sisay 2021 Tamirat Andersen. Stein. Reynolds. Behrman Akram. Sultana. Ali. Sheikh Li. Kim, 2020 Vollmer. Subramania Sinha. Bijalwan. Rohatgo. Kumat Berekat Geze Malako Jurnal JKT Hubungan D: Kuantitatif Terdapat hubungan Google Vol. 9 No. Status KEK Ibu S: 76 kasus dan signifikan status KEK Scholar Hamil Dan Bblr 163 kontrol ibu hamil dan BBLR Dengan I:Kuesioner Kejadian A: Case control stunting pada balita Stunting dengan p value 0. Pada Balita Di (<0. Puskesmas Tawiri Kota Ambon Journal Plos Determinants of D: Kuantitatif Ada hubungan Google One Vol. 6 maternal high- S:31. 873 ibu dan determinan anemia scholar No. risk fertility behaviors and I: Lembar observasi stunting dengan p correlation dan kuesioner 002. IMT p with child A: Mixed Logistic value and regresi model berarti ada hubungan anemia in the IMT dengan kejadian East Africa analysis of nine East African Journal of Stunting in D: Kuantitatif kohort Indeks massa tubuh Google Nutrition Infancy Is S: 80 responden dan anemia memiliki Scholar Vol. 13 No. 5 Associated with I: Kuesioner Decreased Risk A: Kohort study of High Body dengan p value 0. Mass Index for (<0. Kesimpulan Age at 8 and 12 ada hubungan indeks Years of Age kejadian stunting Food and Prevalence and D: Kuantitatif Indeks massa tubuh Science Nutrition Determinants S: 1800 responden dan anemia memiliki Direct Bulletin. Vol. Stunting I: Kuesioner 39. No. Among A: Regresi logistik bermakna Preschool Children and Its dengan p value 0. UrbanAeRural (<0. Disparities Bangladesh Journal Factors D: Kuantitatif Faktor yang Google Global Associated With S: 299 responden Scholar Health Child Stunting. I: Kuesioner Vol. 15 No. 5 Wasting, and A: kejadian stunting salah Underweight satunya indeks massa in 35 Low- and tubuh dengan p value Middle-Income 001 (<0. Countries Journal if Determinants of D: Kuantitatif Faktor determinan Google Community Stunting. S:2299 responden kejadian stunting yang scholar Medicine Wasting, and I: Kuesioner Vol. No. 7 Underweight in A: Chi Square massa tubuh dengan p Five 021 (<0. High-Burden Pockets of Four Indian States Journal BMC Stunting and D:Kuantitatif Didapatkan p value Google Vol. 20 No. anemia among S:477 anak 001 yang berarti ada Scholar children 6Ae23 I:Kuesioner dan hubungan lembar observasi A:Regresi logistik P a g e | 20 Shimels Hussein Mohammed Takele. Zewotir. Ndanguza months old in makanan sehat p value Damot Sore 002 ada hubungan makana sehat dengan Southern Ethiopia Nutrition Concurrent D:Kuantitatif Ada hubungan Google Journal and S: 2902 anak konsumsi vitamia A scholar Vol. 18 No. 19 stunting in I: Survey Kuesioner penyebab A:Regresi Logistik dengan stunting dengan p 002 kesimpulan ada hubungan anemia Journal BMC Understanding D: Kuantitatif Terdapat hubungan Science Public of S: 128 responden anemia dan indeks Direct Health child stunting I: Kuesioner massa tubuh ibu hamil Vol. 19 No. 20 in Ethiopia using A: Chi stunting di Ethiopia linear mixed dengan p value 0. (<0. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis literature review terdapat 15 jurnal yang dinyatakan ada hubungan antara anemia dan indeks massa tubuh ibu hamil terhadap kejadian Stunting. Kondisi anemia pada ibu saat hamil akan memengaruhi metabolisme janin menjadi tidak optimal karena terjadi kekurangan kadar hemoglobin untuk mengikat oksigen sehingga kecukupan asupan gizi selama di dalam kandungan rendah dan berdampak pada pertumbuhan janin, yang berakibat rendahnya berat dan panjang badan lahir. Hasil ini sesuai dengan jurnal Meikawati. Rahayu. Purwanti . yang menyatakan ada hubungan Riwayat BBLR dan status anemia ibu dengan kejadian stunting dengan p value 0. 047 (<0. , hal ini membuktikan bahwa stunting merupakan salah satu gangguan pertumbuhan, perkembangan, dan Kesehatan anak-anak yang dapat terjadi selama 1000 hari pertama dan seterusnya yang merupakan dampak jangka panjang dari rendahnya status gizi wanita sebelum dan selama kehamilan. Status gizi pada ibu hamil yang rendah biasa dinyatakan sebagai kurang energi kronis (KEK) yang dapat menyebabkan indeks massa tubuh kurang dan anemia bagi ibu Hal ini dikuatkan dengan penelitian Hastuty . ada hubungan anemia ibu hamil dengan stunting p value 0. 017 (<0. yang menyatakan ibu hamil sangat rentan mengalami anemia defisiensi besi karena pada masa kehamilan kebutuhan oksigen lebih tinggi sehingga memicu peningkatan produksi eritropoietin. Sebagai akibatnya, volume plasma bertambah dan sel darah merah . Peningkatan volume plasma yang terjadi dalam proporsi yang lebih besar jika dibandingkan dengan peningkatan eritrosit menyebabkan penurunan konsentrasi hemoglobin (H. akibat Seperti penelitian yang dilakukan oleh Khatun, dkk . ada hubungan indeks massa ibu hamil terhadap kejadian stunting di Bangladesh dengan p value 0. 001 (<0. menyatakan bahwa indeks massa tubuh pada ibu saat hamil akan memengaruhi metabolisme janin menjadi tidak optimal karena terjadi kekurangan kadar hemoglobin untuk mengikat oksigen sehingga kecukupan asupan gizi selama di dalam kandungan rendah dan berdampak pada pertumbuhan janin, yang berakibat rendahnya berat dan panjang badan lahir. Kondisi bayi lahir dengan berat badan dan panjang badan rendah berisiko terhadap terjadinya stunting. Air susu ibu (ASI) yang tidak diberikan secara eksklusif dan faktor lain pada ibu juga memengaruhi terjadinya stunting, seperti tinggi badan ibu . , jarak kehamilan yang terlalu dekat, serta usia ibu yang terlalu P a g e | 21 Hal ini didukung juga oleh penelitian Ruaida. Soumokil . menyatakan bahwa pada umumnya penyebab anemia pada ibu hamil adalah kurangnya gizi, kurangnya zat besi dalam makanan yang dikonsumsi, penyerapan yang kurang baik dan penyakitpenyakit kronik . eperti TBC, paru-paru, cacing usus, dan malari. Ibu hamil dikategorikan mengalami anemia jika kadar haemoglobin pada pemeriksaan laboratorium < 11 gr% dan pada anamnesa didapatkan keluhan cepat lelah, sering pusing, mata berkunang-kunang dan muntah yang lebih hebat pada kehamilan muda. Menurut penelitian oleh Reid. Harbin. Arend . Ada hubungan signifikan indeks massa tubuh dengan stunting dengan p value 0. menyatakan beberapa penyebab utama stunting antaranya adalah hambatan pertumbuhan dalam kandungan, asupan zat gizi yang tidak mencukupi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang cepat pada masa bayi dan anak-anak, serta seringnya terkena penyakit infeksi selama awal masa kehidupan. Hasil penelitian ini juga didukung oleh penelitian Andersen. Stein. Reynolds. Behrman . yang menyatakan nahwa kekurangan gizi pada Ibu saat hamil dapat mempengaruhi dan menghambat pertumbuhan janin, selain juga dapat menyebabkan adanya gangguan pada fetus, plasenta, dan kesehatan ibu. Beberapa hal ini terutama terjadi di lingkungan masyarakat miskin di mana tidak cukup ketersediaan makanan yang bergizi serta pelayanan kesehatan yang tidak memadai untuk Ibu Hamil. Fakto umur, paritas, pekerjaan dan pendidikan Ibu juga bisa mempengaruhi anemia Ibu pada saat hamil. Hasil penelitian lainnya yang sesuai yaitu penelitian oleh Li. Kim. Vollmer. Subramanian . menyatakan Indeks massa tubuh yang berlebih ataupun kurang pada ibu hamil beresiko pada kehamilan dan kesehatan anak. Kurangnya zat gizi pada ibu selama kehamilan dan pada anak di awal kehidupan akan berdampak negatif untuk jangka panjang, yaitu dapat menyebabkan kerusakan perkembangan otak, menghambat pertumbuhan fisik, serta lebih rentan untuk terkena infeksi, dan penyakit. Penelitian ini juga didukung oleh Sinha. Bijalwan. Rohatgo. Kumat . menyatakan bahwa ibu yang memiliki riwayat indeks massa tubuh kurang akan beresiko melahirkan bayi secara premature, dan berat badan lahir bayi rendah, bayi yang premature belum cukup mampu untu beradaptasi dan organ yang dimilikipun belum bekerja dengan baik, hal inilah yang akan mempengaruhi tumbuh kembang anak dikemudian hari. Selain itu seorang wanita hamil untuk minum penambah darah minimal 90 hari kehamilan untuk menghindari anemia, karena bayi dalam kandungan membutuhkan zat gizi serta asam folat yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan janin dan mencegah cacat lahir. Menurut asumsi peneliti kondisi kesehatan dan status gizi ibu saat hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin. Ibu yang mengalami kekurangan energi kronis atau anemia selama kehamilan akan melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). BBLR lahir rendah banyak dihubungkan dengan indeks massa tubuh ibu hamil yang kurang. Oleh karena itu diperlukannya upaya pencegahan dengan menetapkan dan/atau memperkuat kebijakan untuk meningkatkan intervensi gizi ibu dan kesehatan mulai dari masa remaja. KESIMPULAN Literatur review ini menemukan beberapa hal penting hubungan antara anemia dan indeks masa tubuh ibu hamil terhadap kejadian stunting pada anak didapatkan dari 15 jurnal seluruhnya memiliki hubungan antara anemia dan indeks masa tubuh ibu hamil terhadap kejadian stunting pada anak. Indeks massa tubuh saat hamil dan anemia merupakan faktor yang mempengaruhi status kelahiran bayi (BBLR). Penambahan berat badan saat hamil perlu dikontrol karena apabila berlebih dapat menyebabkan obesitas pada bayi sebaliknya apabila kurang dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah, prematur yang merupakan faktor risiko kejadian stunting pada anak balita. P a g e | 22 DAFTAR PUSTAKA