JPMIM Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Vol. No. April, 2025, hal. Optimalisasi Pengetahuan Ibu Melalui Pelatihan Pijat Tui Na dalam Peningkatan Nafsu Makan Balita (Optimization of Mother's Knowledge Through Tui Na Massage Training in Increasing Appetite For Toddler. Agustina Suryanah, . Intan Yusita*, . Linda Rofiasari, , . Supriyatni, . Tika Lubis Univeristas Bhakti Kencana. Bandung. Indonesia Article Info Abstract Corresponding Author: Penulis Korespondensi A intan. yusita@bku. Toddlers are an age group that is very vulnerable to health problems, especially those related to nutrition and growth. One of the causes is the lack of parental knowledge about the proper feeding pattern in toddlers, resulting in weight loss and suboptimal nutritional status. This community service activity aims to increase mothers' knowledge about the importance of maintaining a healthy diet in toddlers and how to effectively increase appetite through Tui Na massage training which can help improve blood circulation, increase relaxation, and stimulate the digestive system in toddlers. The method used is to provide Tui Na massage training to mothers who have toddlers in Sagarcipta Village. After this community service activity was carried out, there was a significant increase in the knowledge of mothers under five about Tui Na massage techniques from a significance level of 0. 000 < . This activity improves the mother's skills to do Tui Na massage because it is easy to apply and useful for increasing the appetite of toddlers. So that it will contribute to improving nutritional status and improving the health of toddlers. History: Submitted: 14-03-2025 Review: 17-03-2025 Accepted: 10-04-2025 Published: 30-04-2025 Keyword: toddlers, nutrition increasing appetite. Tui Na massage Kata Kunci: balita, gizi, peningkatan nafsu makan, pijat Tui Na Abstrak Copyright A 2025 by Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa Internasional. https://doi. org/10. 33221/jpmim. Balita merupakan kelompok usia yang sangat rentan terhadap masalah kesehatan, terutama yang berkaitan dengan nutrisi dan Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan orangtua tentang pola pemberian makan pada balita yang tepat sehingga mengakibatkan penurunan berat badan dan status gizi yang tidak optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pentingnya menjaga pola makan sehat pada balita dan bagaimana cara efektif untuk meningkatkan nafsu makan melalui pelatihan pijat Tui Na yang dapat membantu melancarkan sirkulasi darah, meningkatkan relaksasi, serta merangsang sistem pencernaan pada balita. Metode yang digunakan adalah pemberian pelatihan pijat Tui Na kepada ibu yang memiliki balita di Desa Sagarcipta. Setelah kegiatan pengabdian masayarakat ini dilaksanakan terdapat peningkatan yang signifikan pada pengetahuan ibu balita tentang tehnik pijat Tui Na dari dengan taraf signifikansi 0,000 < . Kegiatan ini meningkatkan keterampilan ibu untuk melakukan pijat Tui Na karena mudah diterapkan dan bermanfaat untuk neningkatkan nafsu makan balita, sehingga akan memberikan kontribusi pada perbaikan status gizi serta meningkatkan kesehatan balita. EISSN: 2722-4341 (Onlin. | 19 JPMIM Ae Optimalisasi Pengetahuan Ibu Melalui Pelatihan Pijat Tui Na dalam Peningkatan Nafsu Makan Balita Pendahuluan Balita merupakan kelompok usia yang sangat rentan terhadap masalah kesehatan, terutama yang berkaitan dengan nutrisi dan pertumbuhan. Salah satu tantangan utama dalam pemenuhan kebutuhan gizi balita adalah rendahnya nafsu makan, yang jika dibiarkan dapat berdampak pada status gizi yang buruk dan menghambat perkembangan anak. Nafsu makan yang rendah pada balita sering kali disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk masalah pencernaan, pola makan yang tidak teratur, atau kurangnya variasi makanan. Masalah ini, jika tidak segera ditangani, dapat memicu malnutrisi dan meningkatkan risiko infeksi serta penyakit lainnya pada balita. Desa Sagaracipta memiliki populasi anak balita yang cukup signifikan, namun terdapat kekhawatiran terkait masalah kekurangan makan yang mempengaruhi status gizi anak. Kondisi ini diperburuk oleh terbatasnya pengetahuan ibu-ibu tentang metode non-medis dalam meningkatkan nafsu makan, seperti teknik pijat yang aman dan efektif untuk balita. Selain itu, edukasi kesehatan untuk ibu balita masih minim, sehingga banyak dari mereka yang belum mengetahui manfaat teknik alternatif seperti pijat Tui Na. Hasil Studi Pendahuluan, 68,3% balita di Desa Sagaracipta mengalami masalah nafsu makan rendah, yang berpotensi berdampak pada penurunan berat badan dan status gizi yang tidak optimal. Data kesehatan desa menunjukkan beberapa kasus kurang gizi ringan dan sedang pada anak balita. Hal ini membuat intervensi peningkatan nafsu makan menjadi penting untuk mendukung kesehatan anak secara menyeluruh. Berdasarkan penelitian Status Gizi Indonesia (SSGI), data tahun 2021 menunjukkan bahwa 24,4% balita mengalami stunting, 7,1% mengalami wasted, dan 17,0% memiliki berat badan kurang Jumlah balita yang mengalami gizi kurang pada tahun 2019 adalah sebesar 16,3%, artinya jumlah balita yang menderita gizi kurang meningkat pada tahun 2021. (Dinkes. Jumlah Balita Kuang Gizi Dengan Indeks Bb/U Berdasarkan Kabupaten/Kota Di Jabar. Open Data Jabar. Published 2019. Accessed November 12, 2022. Jumlah Balita Kurang Gizi Dengan Indeks Bb/U Berdasarkan Kabupaten/Kota Di Jawa Barat. Salah satu penyebab utama masalah gizi adalah pola makan dan gaya hidup. Pengetahuan memainkan peran penting dalam pengaruhnya. Pentingnya pendidikan gizi mulai dari usia dini adalah untuk meningkatkan pertumbuhan, perkembangan, kesehatan, dan kesejahteraan anak di masa depan. Salah satu hal yang memengaruhi status gizi anak adalah dua faktor, yaitu faktor langsung dan tidak Faktor langsung bisa seperti kurangnya asupan makanan dan tingginya penyakit infeksi. Beberapa hal yang tidak langsung memengaruhi termasuk ekonomi, pendidikan orang tua, dan kurangnya pengetahuan Pemenuhan kebutuhan gizi yang kurang dapat menyebabkan gizi kurang. Ada tiga jenis gizi buruk, yaitu gizi kurang yang mencakup wasting, stunting, dan underweight. Hal kedua adalah kurang atau berlebihan zat gizi mikro, seperti kekurangan atau kelebihan vitamin dan mineral, dan yang ketiga adalah kelebihan berat badan dan obesitas. Dalam konteks kesehatan masyarakat, penting untuk menerapkan metode yang aman, efektif, dan mudah diakses guna meningkatkan nafsu makan pada balita. Salah satu metode yang mulai dikembangkan adalah kombinasi pijat Tui Na. 3 Pijat Tui Na merupakan teknik pijat tradisional Tiongkok yang diyakini dapat membantu melancarkan sirkulasi darah, meningkatkan relaksasi, serta merangsang sistem pencernaan pada balita. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terapi pijat pada titik-titik tertentu dapat membantu meningkatkan nafsu makan, mengurangi gangguan pencernaan, dan memberikan efek menenangkan bagi balita. Upaya peningkatan napsu makan pada Balita dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan. Salah satunya adalah kombinasi pijat Tui Na. Pijat Tui Na merupakan pijat tradisional yang berasal dari Tiongkok dan telah terbukti efektif dalam meningkatkan kesehatan fisik serta napsu makan pada Balita. Menurut penelitian Annif Munjidah . , pijat Tui Na efektif dalam mengatasi kesulitan makan pada balita. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa pijat Tui Na memberikan pengaruh positif terhadap kesulitan makan pada balita. Penelitian oleh Mira Andriyani, dkk . menemukan bahwa berat badan rata-rata bayi usia 212 bulan sebelum mendapatkan pijat adalah 6. 728,33 gram, sedangkan setelah mendapatkan pijat, berat badan rata-rata menjadi 7. 605 gram. 7 Studi yang dilakukan oleh Gusti Ayu Ari Wulandari pada tahun EISSN: 2722-4341 (Onlin. | JPMIM Ae Vol. 6 No. 1, 2025 | 20 JPMIM Ae Optimalisasi Pengetahuan Ibu Melalui Pelatihan Pijat Tui Na dalam Peningkatan Nafsu Makan Balita 2023 menemukan bahwa sebelum menerima terapi pijat, sebagian besar balita usia 3-5 tahun memiliki nafsu makan yang kurang . ,9%). Setelah menerima terapi pijat, lebih banyak balita berada dalam kategori nafsu makan yang baik . ,9%). 8 Balita berusia 12-14 bulan yang mendapat pijat mengalami kenaikan berat badan sebesar 0,6 kg, sementara balita yang tidak mendapat pijat hanya naik berat badan sebanyak 0,2 kg. Salah satu cara untuk memperluas pengetahuan adalah melalui pendidikan tentang gizi. Penyuluhan gizi melalui ceramah dan menggunakan poster serta leaflet adalah salah satu cara belajar yang memberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan agar dapat memilih perilaku yang benar untuk meningkatkan status gizi anak balita. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan wawasan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga pola makan sehat pada balita dan bagaimana cara efektif untuk meningkatkan nafsu makan pada balita melalui penerapan kombinasi pijat Tui Na. Melalui program ini, diharapkan adanya peningkatan pengetahuan orang tua tentang metode yang aman dan efektif untuk mengatasi masalah nafsu makan balita serta peningkatan status gizi balita dalam jangka panjang. Metode Sasaran kegiatan ini adalah para kader Posyandu balita dan ibu yang memiliki balita di Kelurahan Desa Sagaracipta Kabupaten Bandung. Kegiatan ini berlangsung selama 45 menit. Materi disampaikan melalui ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi terapi Pijat Tui Na untuk meningkatkan nafsu makan anak serta menghindari kebiasaan pilih-pilih makan . icky eate. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan: . Ceramah (Untuk menjelaskan teori tentang gizi pada balita, seperti definisi, penyebab, tanda dan gejala, penanganan, dampaknya, serta pemeriksaan kesehatan. Langkah ini dilakukan untuk menjelaskan teori tentang pelatihan kader Posyandu balita. Diskusi . ilakukan dengan memberikan kesempatan kepada balita untuk mengeluarkan pendapat atau pertanyaan tentang materi yang masih kurang dipahami. Dilakukan agar kader dapat memberikan pendapat atau bertanya sesuai materi pelatihan. Demonstrasi dilakukan agar ibu mengetahui cara pijat Tui Na untuk meningkatkan nafsu makan anak. Tahapan Pelaksanaan a. Persiapan (Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Sagaracipta Kabupaten Bandung pada tanggal 23 Januari 2025. Untuk mempersiapkan kegiatan dengan lancar, langkah-langkah yang harus dilakukan termasuk membuat proposal untuk Satuan Acara Penyuluhan (SAP), menyusun materi presentasi dalam bentuk power point mengenai Peningkatan Status Gizi Anak, dan memberikan briefing kepada anggota untuk berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan dimulai 00 WIB dan persiapan dilakukan setengah jam sebelum kegiatan dimulai. Tim pengabdian kepada masyarakat menyiapkan tempat di aula desa. Tim pengabdian masyarakat telah berkoordinasi dengan pihak mitra tentang persiapan alat dan peserta yang akan datan. Pelaksanaan (Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dimulai pukul 11. 00 WIB. Kegiatan dimulai sesuai jadwal, dengan jumlah peserta yang sesuai target, yaitu 30 pasang ibu dan balita. Balita diperiksa berat dan tinggi badannya, kemudian data tersebut didokumentasikan dan dibandingkan dengan grafik status gizi balita. Semua anggota tim berpartisipasi aktif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Peserta sangat senang dengan materi yang diberikan karena menyangkut kesehatan kehamilan serta pertumbuhan dan perkembangan anaknya. Kemudian pemateri memberikan demonstrasi pijat Tui Na diikuti oleh peserta sebagai umpan balik terhadap materi yang diberikan. Kegiatan berlangsung selama 90 menit. Dimulai dari perkenalan, kontrak bahasa dan kontrak waktu, penyajian materi, hingga evaluasi materi. ) c. Evaluasi ( 90% peserta yang hadir bisa menjelaskan apa itu status gizi, 85% peserta yang hadir bisa menyebutkan informasi tentang pemenuhan gizi anak balita, 90% peserta yang hadir bisa menunjukkan permasalahan gizi anak balita, 85% peserta yang hadir bisa menyebutkan faktorfaktor yang memengaruhi pemberian makanan pada anak balita, 90% peserta yang hadir bisa menyebutkan kebutuhan energi dan zat gizi anak balita, 97% peserta mampu melakukan langkahlangkah dalam melakukan pijat Tui Na pada balita, 95. 25% rata-rata pengetahuan ibu balita meningkat setelah diberikan materi gizi dan gerakan pijat Tui N. EISSN: 2722-4341 (Onlin. | JPMIM Ae Vol. 6 No. 1, 2025 | 21 JPMIM Ae Optimalisasi Pengetahuan Ibu Melalui Pelatihan Pijat Tui Na dalam Peningkatan Nafsu Makan Balita Gambar 1. Alur Pelaksanaan Kegiatan Persiapan Pelaksanaan Evaluasi Penyusunan SAP Ceramah Pembagian Kuesioner Pretest Evaluasi Praktek Pijat TUiNA Demonstrasi Diskusi Pembagian Kuesioner Post-test Hasil dan Pembahasan Tabel 1. Perbedaan Rata-Rata Tingkat Pengetahuan Sebelum dan Sesudah . Rerata Std. Deviasi Rerata Std. Eror Source: obtained from primary data Berdasarkan tabel hasil uji paired t-test rata rata nilai sebelum pelatihan tingkat pengetahuan ibu balita sebesar 39. 01 dan nilai rata-rata sesudah diberikan materi gizi dan gerakan pijat Tui Na adalah Tabel 2. Distribusi Tingkat Pengetahuan . Rerata Source: obtained from primary data Berdasarkan tabel hasil uji sample Paired t-test terdapat perbedaan antara pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan t -61. 882 dengan siginifikansi 0. 000 lebih kecil dari alpha 0. Pelaksanaan seminar tentang gizi dan gerakan pijat Tui Na pada balita dalam meningkatkan berat badan balita bisa meningkatkan pengetahuan ibu balita dengan rata-rata skornya sebesar 53. Gambar 1. Pengisian Kuesioner Pre-Test EISSN: 2722-4341 (Onlin. | JPMIM Ae Vol. 6 No. 1, 2025 | 22 JPMIM Ae Optimalisasi Pengetahuan Ibu Melalui Pelatihan Pijat Tui Na dalam Peningkatan Nafsu Makan Balita Pada gambar 1 adalah kegiatan pengisian kuesioner Kuesioner awal didistribusikan kepada ibuibu yang berpartisipasi sebelum pelatihan dimulai. Tujuannya adalah untuk mengukur pengetahuan dasar dan pemahaman mereka mengenai nafsu makan serta teknik pijat pada balita. Gambar 2. Kegiatan Pemberian Seminar Status Gizi Pada gambar 2 adalah kegiatan pemberian materi seminar oleh tim kesehatan dan ahli gizi menjadi narasumber utama untuk memberikan penjelasan mengenai pentingnya status gizi yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan anak balita. Sesi diskusi dilakukan agar para ibu dapat mengajukan pertanyaan terkait tantangan yang mereka hadapi dalam memenuhi kebutuhan gizi anak. Diskusi juga mencakup cara meningkatkan nafsu makan dan mengatasi masalah makan pada anak, yang berkaitan langsung dengan program pelatihan pijat Tui Na. Gambar 3. Pelatihan Pijat Tuin Na Pada gambar 3 Pelatihan pijat Tui Na dimana Pelatihan diawali dengan penjelasan mengenai teori dasar pijat Tui Na, yaitu pijat tradisional yang digunakan untuk merangsang fungsi organ dan meningkatkan nafsu makan. Tim kesehatan menjelaskan manfaat pijat ini, terutama bagi balita yang sering mengalami penurunan nafsu makan atau masalah pencernaan. Pelatih mengajarkan teknik-teknik dasar pijat Tui Na, seperti gerakan memijat di titik-titik tertentu pada tubuh balita yang diyakini dapat membantu meningkatkan nafsu makan. Ibu-ibu peserta pelatihan diajak untuk memperhatikan gerakan, tekanan, dan ritme pijatan. Gambar 4. Peserta Melakukan Refleksi Pijat Tuin Na EISSN: 2722-4341 (Onlin. | JPMIM Ae Vol. 6 No. 1, 2025 | 23 JPMIM Ae Optimalisasi Pengetahuan Ibu Melalui Pelatihan Pijat Tui Na dalam Peningkatan Nafsu Makan Balita Pada gambar 4 intensif, para peserta diberi kesempatan untuk menanamkan pijat Tui Na di bawah bimbingan pelatih. Pelatihan ini dilaksanakan secara berkelompok untuk memastikan setiap peserta dapat melakukan teknik dengan benar dan aman. Pada Sesi ini juga memberikan ruang bagi ibuibu untuk mengajukan pertanyaan terkait teknik pijat atau kondisi spesifik anak mereka. Tim kesehatan juga memberikan tips untuk mengatasi masalah-masalah umum yang dihadapi dalam merawat balita. Setelah pelatihan, dilakukan evaluasi sederhana untuk mengukur keterampilan dan pemahaman ibu mengenai teknik pijat Tui Na. Gambar 5. Foto Bersama Setelah Kegiatan Pada gambar 5 Sesi ini bertujuan untuk mengabadikan momen kebersamaan antara tim pengabdian, para peserta . bu-ibu balit. , dan para tenaga kesehatan yang terlibat dalam pelatihan. Berdasarkan tabel hasil uji sample Paired t-test terdapat perbedaan antara pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan t -61. 882 dengan siginifikansi 0. 000 lebih kecil dari alpha 0. Pelaksanaan seminar tentang gizi dan gerakan pijat Tui Na pada balita dalam meningkatkan berat badan balita bisa meningkatkan pengetahuan ibu balita dengan rata-rata skornya sebesar 52. Hal ini sejalan dengan penelitian Erma Widhiastuti tahun 2020 menunjukkan bahwa ada perbedaan skor pengetahuan responden setelah mendapatkan pelatihan pijat bayi. Sebelum pelatihan, semua responden memiliki pengetahuan yang kurang. Namun setelah pelatihan, 12 responden . ,3%) pengetahuan menjadi baik. Hasil post-test lebih baik dari hasil pre-test karena ada perlakuan sebelum post-test. Responden dilatih tentang pijat Tui Na. Ini sesuai dengan penjelasan teori Notoatmodjo . bahwa setelah manusia menerima informasi atau pelatihan, informasi tersebut akan diproses lebih lanjut dengan cara memikirkan, mengolah, mempertanyakan, menggolongkan, dan merefleksikan Pengetahuan ibu balita meningkat setelah mengikuti pelatihan pijat Tui Na. Ini dapat dilihat dari sikapnya yang mendukung dan kesediaannya untuk melakukan pijat Tui Na pada anaknya. Pengabdian ini berdasarkan penelitian oleh Ester Ratnaningsih, dkk . Hasil pre-test menunjukkan bahwa pengetahuan pijat tui na responden sebelum pelatihan berada pada kategori cukup . orang atau 4%) dan kurang . orang atau 97%). Setelah pelatihan tentang pijat Tui Na, hasil posttest menunjukkan peningkatan. Sebanyak 5 responden . %) masuk dalam kategori baik, 11 responden . %) cukup, dan 7 responden . %) kurang. Ini menunjukkan bahwa setelah dilakukan pelatihan tentang pijat Tui Na, pengetahuan ibu dalam melakukan teknik pijat Tui Na pada balita di Dukuh Setan. Desa Maguwoharjo. Kecamatan Depok. Kabupaten Sleman semakin meningkat. Pemilihan metode penyuluhan yang tepat memengaruhi tingkat keberhasilan transfer informasi. Menurut Effendi . , cara yang benar dalam memberikan penyuluhan membuat komunikasi dua arah antara penyuluh dan sasaran menjadi lebih baik. Hal ini memungkinkan sasaran untuk lebih memahami pesan yang disampaikan. 12 Pemberdayaan keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan derajat kesehatan. Memilih metode penyuluhan yang sesuai dapat berpengaruh pada tingkat keberhasilan transfer Menurut Effendi . , memberikan penyuluhan dengan cara yang benar dapat meningkatkan komunikasi yang saling menguntungkan antara penyuluh dan sasaran. Ini memungkinkan target untuk lebih memahami pesan yang disampaikan. EISSN: 2722-4341 (Onlin. | JPMIM Ae Vol. 6 No. 1, 2025 | 24 JPMIM Ae Optimalisasi Pengetahuan Ibu Melalui Pelatihan Pijat Tui Na dalam Peningkatan Nafsu Makan Balita Ini berarti bahwa seminar gizi dan pelatihan pijat Tui Na dapat membantu ibu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam memijat anaknya untuk meningkatkan nafsu makan anak. Pijatan Tui Na ini adalah teknik pijat yang dapat membantu mengatasi kesulitan makan pada balita dengan cara meningkatkan peredaran darah pada limpa dan sistem pencernaan. Teknik ini menggunakan tekanan pada titik-titik energi tubuh sehingga lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan akupunktur. 14 Jika sulit makan diatasi, maka bayi bisa mendapatkan gizi yang cukup dan berat badannya bisa naik. Ada beberapa hal yang membuat ibu balita patuh terhadap suatu perintah, salah satunya karena ibu balita tahu bahwa itu benar dan penting. Dalam kegiatan ini, langkah-langkah yang sudah dilakukan sangat tepat. Langkah pertama adalah memberikan informasi kepada ibu balita tentang pentingnya nutrisi untuk pertumbuhan dan perkembangan anak serta bahayanya jika nutrisi kurang. Pada Langkah ini, penting untuk meyakinkan peserta tentang manfaat pijat Tui Na. Langkah berikutnya, peserta sudah menyadari betapa pentingnya melakukan pijat Tui Na. Mereka sangat antusias dan bersedia untuk melakukannya sendiri di rumah. Pijat pada anak balita membuat mereka lebih rileks dan bisa tidur dengan lebih baik. Sehingga saat bangun, mereka memiliki energi yang cukup untuk bermain dan beraktivitas. Dengan aktivitas yang baik, anak balita menjadi cepat lapar sehingga nafsu makannya menjadi lebih tinggi. Peningkatan nafsu makan ini disertai dengan peningkatan aktivitas nervus vagus yang bekerja untuk menggerakkan sel peristaltik dalam saluran pencernaan. Sehingga, balita lebih mudah lapar atau merasa ingin makan karena pencernaan mereka menjadi lebih lancar. Simpulan Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan pijat Tui Na bagi ibu balita di Desa Sagaracipta telah dilaksanakan secara sistematis dengan tujuan utama meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam menerapkan teknik pijat tradisional untuk menunjang nafsu makan dan kesehatan balita. Proses kegiatan meliputi penyusunan SAP, pembagian kuesioner pretest, pelaksanaan ceramah, diskusi, demonstrasi, evaluasi praktik pijat Tui Na, serta pembagian kuesioner post-test. Hasil utama menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan dan keterampilan ibu mengenai pijat Tui Na. Para ibu mampu mempraktikkan teknik pijat dengan benar dan memahami manfaatnya, yang diharapkan dapat berkontribusi pada perbaikan status gizi balita. Kebermanfaatan kegiatan dirasakan langsung oleh masyarakat sasaran, terutama ibu balita, serta dapat menjadi contoh bagi pihak lain dalam upaya peningkatan kesehatan anak berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran dan sikap aktif ibu dalam menjaga kesehatan balita melalui upaya sederhana yang dapat dilakukan di rumah. Sebagai tindak lanjut, disarankan adanya pendampingan berkelanjutan dan replikasi program ke wilayah lain agar manfaat pelatihan semakin luas dan berkelanjutan. Daftar Pustaka