https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. MOTIVASI DAN KEAKTIFAN SISWA KELAS Vi DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI 5 PADANGSIDIMPUAN Sahidatil Fauziah Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan sahidatilfauziah@gmail. Nahriyah Fata Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan fata@uinsyahada. Asriana Harahap Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan asrianaharapap@uinsyhada. Article History: Received : 29 Nopember 2025 Accepted : 15 Januari 2026 Published: 2 Februari 2026 Abstrak. This research is motivated by the weak enthusiasm and activeness of students in PAI learning so that solutions and teachers' efforts are needed to motivate them. The goal is to rebuild students' enthusiasm and activeness through instilling strong motivation in them. The type of research conducted was qualitative research with research data sources of 10 students in grade Vi and Islamic Religious Education teachers in grade Vi which was determined based on the Purposive Sampling technique. The data collection instruments used were observation and interviews. Data validity checking techniques are increasing diligence, triangulating data sources and triangulating techniques. Then the data is analyzed through data reduction steps, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study showed that students' learning motivation in the learning process of Islamic Religious Education was in the category of sufficient with motivation varying between individuals. Most students' motivation is more influenced by extrinsic factors, namely the conditions of the learning environment, the teacher's efforts and the dynamic elements of Then the use of forms of learning motivation, namely: giving value for the performance that students have done, giving rewards to motivate students to make positive responses and giving punishments or punishments, and competitions can be used as motivational tools to encourage students to be passionate about learning and active. Furthermore, students' intrinsic motivation in learning tends to be less prominent and is influenced by factors such as student conditions and student abilities. In addition, these findings show that there is an active learning of students in the learning process of Islamic Religious Education in grade Vi of SMP Negeri 5 Padangsidimpuan including: visual activities given to students in the form of reading the Qur'an and observing tajweed, activities writing verses of the Qur'an, oral activities also carried out by teachers such as answering and asking questions, listening to teachers' explanations and drawing activities, namely making 105 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Motivasi Dan Keaktifan Siswa Kelas Vi Dalam Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Smp Negeri 5 Padangsidimpuan | Sahidatul Fauziah. Nahriyah Fata. Asriana Harahap Keywords: Motivation. Activeness, and Islamic Religious Education Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh lemahnya semangat dan keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran PAI sehingga diperlukan solusi dan ikhtiar guru untuk memotivasi mereka. Tujuannya adalah untuk membangun kembali semangat dan keaktifan siswa melalui penanaman motivasi yang kuat kepada Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan sumber data penelitian siswa kelas Vi sebanyak 10 orang dan guru Pendidikan Agama Islam di kelas Vi yang ditentukan berdasarkan teknik Purposive Sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Teknik Pengecekan keabsahan data yaitu peningkatan ketekunan, triangulasi sumber data dan triangulasi Kemudian data dianalisis melalui langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang ditemukan menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran PAI yaitu pada kategori cukup dengan motivasi yang bervariasi antar individu. Sebagian besar siswa motivasinya lebih dipengaruhi oleh faktor ekstrinsik, yaitu kondisi lingkungan belajar, upaya guru dan unsur-unsur dinamis Kemudian penggunaan bentuk-bentuk motivasi belajar yaitu: memberi nilai atas kinerja yang telah dilakukan siswa, pemberian reward dan pemberian punishment atau hukuman, serta kompetisi dapat digunakan sebagai alat motivasi untuk mendorong anak didik agar mereka bergairah serta aktif Selanjutnya, motivasi intrinsik siswa dalam belajar cenderung kurang menonjol dan dipengaruhi oleh faktor kondisi siswa dan kemampuan siswa. Selain itu, temuan ini menunjukkan adanya keaktifan belajar siswa dalam proses pembelajaran PAI kelas Vi SMP Negeri 5 Padangsidimpuan diantaranya: kegiatan-kegiatan visual yang diberikan kepada siswa berupa membaca alqurAoan dan mengamati tajwid, kegiatan menulis ayat Al-QurAoan, kegiatan-kegiatan lisan juga dilakukan guru seperti menjawab dan mengajukan pertanyaan, kegiatan mendengarkan penjelasan guru dan kegiatan menggambar yaitu membuat kaligrafi. PENDAHULUAN Motivasi sangat penting dalam kegiatan belajar, sebab adanya motivasi mendorong semangat belajar dan sebaliknya kurang adanya motivasi akan melemahkan semangat belajar. Motivasi belajar penting untuk menghasilkan generasi penerus yang berkualitas. Kelangsungan dan keberhasilan proses belajar mengajar bukan hanya dipengaruhi oleh faktor intelektual saja, melainkan juga oleh faktor-faktor non intelektual. Mengutip pendapat Daniel Goleman dalam Amrozi, faktor tersebut adalah: AuKecerdasan intelektual (IQ) hanya menyumbang 20% bagi kesuksesan, sedangkan 80% adalah sumbangan faktor kekuatan-kekuatan lain, diantaranya Emotional Quotient (EQ) yakni, 106 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. mengatasi frustasi, mengontrol desakan hati, mengatur suasana hati . , berempati serta kemampuan bekerja sama dan kemampuan memotivasi diri (Amrozi, 2. Rendahnya motivasi belajar memang masih menjadi masalah bagi beberapa siswa di Indonesia. Salah satunya dialami para siswa kelas IV SDN 1 Peresak Kecamatan Sakra. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Hidayati ditemukannya informasi bahwa pembelajaran di kelas terlihat kurang melibatkan siswa secara aktif. Guru hanya fokus pada materi pelajaran saja dan kurang memperhatikan kondisi peserta didik. Ketika memeriksa tugas, tidak ada timbal balik kepada peserta didik, baik itu penjelasan ulang bagi peserta didik yang masih kurang paham tentang apa yang telah dipelajari maupun pemberian motivasi/pujian bagi peserta didik yang dapat mengerjakan tugas dengan baik dan tepat waktu. (Hidayati, 2. Berdasarkan kajian terdahulu yang dilakukan terhadap siswa kelas V SD Negeri 0301 Sosopan, ditemukan banyak siswa yang merasa terbebani, mudah bosan, dan bersikap Selain itu, penggunaan model pembelajaran yang kurang efektif dan kurangnya sarana dan prasarana menyebabkan kurangnya keterlibatan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Hal ini menggambarkan kurangnya motivasi dan faktor-faktor lain yang berfungsi untuk meningkatkan keaktifan siswa. (Harahap, 2. Selanjutnya, kajian terdahulu yang dilakukan pada peserta didik kelas IX di SMP Negeri 2 Waigete menunjukan bahwa masih banyak yang kurang aktif mengikuti kegiatan pembelajaran. Disaat kegiatan pembelajaran berlangsung terdapat peserta didik yang hanya duduk diam saja seperti patung bahkan ada yang tidur. Permasalahan lainnya seperti bercerita dengan teman di saat guru sedang menjelaskan materi dan mengajak teman untuk keluar serta bermain di luar. Dari sisi guru, guru tidak menggunakan media pembelajaran yang menarik. Guru hanya menggunakan buku cetak dari yang ada di perpustakaan dan pembelajaran ceramah dan tanya jawab. (Busa, 107 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Motivasi Dan Keaktifan Siswa Kelas Vi Dalam Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Smp Negeri 5 Padangsidimpuan | Sahidatul Fauziah. Nahriyah Fata. Asriana Harahap Kemudian, kajian terdahulu di MA Baiturrahman Leles Kelas X IPA 2 mengenai kekurang aktifan dalam belajar. Ditemukan siswa kurang bekerjasama dengan siswa yang lain, kurang mempunyai rasa tanggung jawab, dan siswa kurang aktif pada waktu pembelajaran. Hal ini tentunya disebabkan oleh berbagai faktor. Rendahnya keaktifan belajar siswa MA Baiturrahman Leles disebabkan karena beberapa faktor, yakni: faktor dari strategi, siswa, dan Pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung ada sekitar 5 siswa yang tidak memperhatikan dan ribut di dalam kelas. Setiap individu memiliki kondisi internal yang turut berperan dalam aktivitas dirinya sehari-hari. Salah satu dari kondisi internal tersebut adalah AumotivasiAy. (Gunawan, 2. Pada hakikatnya proses pembelajaran merupakan kegiatan yang mampu mengembangkan kreativitas dan aktivitas siswa dalam belajar. Keaktifan siswa dalam belajar merupakan unsur yang sangat penting demi tercapainya tujuan dari pembelajaran. Keaktifan siswa di dalam kelas, terkadang tidak muncul begitu saja atas dorongan dari dalam diri sendiri. Ada kalanya siswa perlu didorong terlebih dahulu oleh guru untuk memunculkan (Sinar, 2. Keaktifan dapat ditingkatkan dan diperbaiki dalam keterlibatan siswa pada saat belajar yaitu dengan cara mengabadikan waktu yang lebih banyak untuk kegiatan belajar-mengajar, tingkatkan partisipasi siswa secara efektif serta memberikan pengajaran yang jelas dan tepat sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. (Afwa Tamama AAofiah, 2. Proses pembelajaran aktif terjadi dengan adanya aktivitas berbicara dan mendengar, menulis dan membaca, serta refleksi yang menggiring ke arah pemaknaan mengenai isi pembelajaran. Peran motivasi belajar dalam Pendidikan Agama Islam sangatlah penting. Ada peserta didik yang tidak semangat atau tidak terlibat secara aktif dalam kegiatan pembelajaran di Ada juga peserta didik yang aktif belajar dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. (Nihaya, 2. Allah SWT berfirman dalam surah An-Naul . : 78, berbunyi: a aAcEEa a e a a aE eI acI e eI A aA aE a eOIA e a Aa aO eEa eA aiA a oa EaaEac aE eI A a aA eO acI a acI Nac aE eI aE a eEa aI eOIA ca AOeAUi o acO aa aE Ea aE aI EA a A eI a aO eEa eAA AaO NA 108 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. Artinya: AuAllah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani agar kamu bersyukurAy. Dari surah An-Naul . : 78, dapat diketahui konsep pendidikan adalah upaya sadar untuk menjadikan peserta didik secara aktif mengembangakan pengetahuan yaitu melalui aktivitas belajar. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di SMP Negeri 5 Padangsidimpuan pada proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam terdapat aktivitas-aktivitas seperti berbicara dan mendengarkan materi yang disampaikan oleh guru, menulis dan membaca ayat-ayat atau dalil, siswa juga dianjurkan untuk mengamalkan ajaran-ajaran agama Islam sehingga dapat menjadi muslim dan muslimah yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT dan berakhlak mulia. Namun, dalam aktivitas pembelajaran tersebut terlihat adanya siswa pertanyaan kecuali diinstruksikan guru, dan sebagainya. Siswa juga memerlukan dukungan dan motivasi dari guru untuk menjadi aktif dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Hal ini merupakan gambaran dari kurangnya motivasi sehingga mengakibatkan berkurangnya keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Untuk itu penelitian ini untuk mengkaji lebih dalam bagaimana motivasi dan keaktifan siswa kelas Vi SMP Negeri 5 Padangsidimpuan dalam mengikuti Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif bertujuan untuk menggambarkan secara mendalam fenomena yang ditemukan di lapangan untuk mendapatkan data terkait motivasi dan keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 5 Padangsidimpuan. Sumber data primer dalam penelitian ini yaitu 10 siswa kelas Vi dan guru Pendidikan Agama Islam di kelas Vi yaitu Bapak Mampa 109 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Motivasi Dan Keaktifan Siswa Kelas Vi Dalam Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Smp Negeri 5 Padangsidimpuan | Sahidatul Fauziah. Nahriyah Fata. Asriana Harahap Luffi. Pd yang bertujuan untuk mengetahui motivasi dan keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Sumber data sekunder dalam penelitian ini yaitu buku, artikel dan karya tulis ilmiah terkait motivasi dan keaktifan dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan participant observation . bservasi berperan serta/partisipa. dan wawancara Teknik Pengecekan keabsahan data menggunakan tahapan peningkatan ketekunan dan triangulasi yang terdiri dari triangulasi sumber data dan triangulasi teknik. Kemudian data dianalisis dengan langkah yang dikemukakan oleh Miles and Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Motivasi: Secara etimologis motivasi berasal dari bahasa latin yaitu movere yang berarti bergerak atau dalam bahasa Inggris motive yang berasal dari kata motion, yang berarti gerakan. Secara terminologi motif diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri organisme yang mendorong untuk . riving (Maemonah, 2. Sardiman dalam Amelia mengemukakan bahwa keaktifan adalah kegiatan yang bersifat fisik maupun mental, yaitu berbuat dan berpikir sebagai suatu rangkaian yang tidak dapat (Amelia, 2. Sedangkan keaktifan belajar adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan sedemikian rupa agar mengemukakan gagasan. (Hartono, 2. Bentuk-Bentuk Motivasi Belajar Menurut Afi Parnawi beberapa bentuk motivasi yang dapat dimanfaatkan dalam rangka mengarahkan belajar anak didik di kelas, sebagai berikut: 1. Memberi angka . ngka dimaksud adalah sebagai simbol atau nilai dari hasil aktivitas belajar anak didi. , 2. Hadiah . adiah adalah memberikan sesuatu kepada orang lain sebagai penghargaan atau kenangkenangan/cenderamat. , 3. Kompetisi . ersaingan, dapat digunakan sebagai alat motivasi untuk mendorong anak didik agar mereka bergairah belaja. , 110 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. Pujian (Pujian adalah bentuk reinforcement yang positif dan sekaligus merupakan motivasi yang baik. Guru bisa memanfaatkan pujian untuk memuji keberhasilan anak didik dalam mengerjakan pekerjaan sekolah, 5. Minat . ecenderungan yang menetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa aktivita. , 6. Sikap . ikap merupakan kesiapan atau keadaan siap untuk timbulnya suatu perbuatan atau tingkah lak. (Asrori, 2. Jenis-Jenis Aktivitas Belajar Jenis-jenis aktivitas belajar yang dapat dilakukan siswa menurut Supardi dalam Ananda adalah: 1. Kegiatan-kegiatan visual: membaca, mengamati, eksperimen dan mengamati orang lain bekerja, 2. Kegiatankegiatan lisan: mengemukakan suatu fakta atau prinsip, menghubungkan suatu kejadian, mengajukan pertanyaan, memberi saran, mengemukakan pendapat, diskusi dan interupsi, 3. Kegiatan-kegiatan menulis: menulis makalah, menulis laporan, memeriksa makalah atau laporan, bahan pelajaran, membuat rangkuman, mengerjakan tes dan mengisi angket, 4. Kegiatan-kegiatan menggambar: Membuat bahan dan struktur organisasi. Kegiatan-kegiatan Merenungkan, mengingat, memecahkan masalah, menganalisis faktorfaktor, melihat hubungan-hubungan, dan membuat keputusan, 6. Kegiatankegiatan emosional: Minat, membedakan, berani, tenang, dan lain-lain. (Ananda, 2. Motivasi Belajar Siswa kelas Vi dalam Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di di SMP Negeri 5 Padangsidimpuan Adapun setelah data dideskripsikan dengan uraian yang diperoleh melalui observasi dan wawancara didapatkan hasil bahwa menurut Afi Parnawi ada 6 bentuk motivasi yang dapat dimanfaatkan dalam rangka mengarahkan belajar anak didik di kelas. Namun, hasil penelitian yang ditemukan peneliti menemukan 3 bentuk motivasi belajar yaitu: 111 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Motivasi Dan Keaktifan Siswa Kelas Vi Dalam Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Smp Negeri 5 Padangsidimpuan | Sahidatul Fauziah. Nahriyah Fata. Asriana Harahap . Memberikan angka atau nilai merupakan salah satu bentuk motivasi yang dapat memberikan rangsangan kepada anak didik untuk mempertahankan atau bahkan lebih meningkatkan peristiwa belajar Hasil penelitian menunjukkan siswa merasa termotivasi karena guru selalu menilai tugas yang dikerjakan oleh siswa. Hal ini memberikan rasa dihargai dan pengakuan atas usaha siswa, yang merupakan bentuk motivasi ekstrinsik. Saat tugas tidak dinilai, siswa cenderung kurang termotivasi sebab merasa usahanya tidak diakui. Pemberian reward juga memiliki posisi penting untuk memotivasi siswa melakukan respon positif. Pemberian reward menyebabkan siswa saling Hasil menunjukkan bahwa Sebagian besar siswa termotivasi menyelesaikan tugas sehingga mereka dapat beristirahat lebih awal dari jam yang telah siswa didorong untuk menyelesaikan tugas agar bisa memperoleh AuhadiahAy berupa waktu istirahat. Pernyataan Aukalau tidak siap tidak boleh istirahatAy menunjukkan adanya sistem hukuman. Istirahat menjadi semacam AurewardAy yang hanya diberikan jika siswa memenuhi kriteria. Selanjutnya dengan adanya punishment menjadikan siswa lebih disiplin dalam belajar sehingga dapat meningkatkan . Kompetisi dapat digunakan sebagai motivasi untuk mendorong anak didik agar mereka bergairah belajar. Kompetisi dalam bentuk individu maupun kelompok diperlukan dalam pendidikan. Karena terkadang jika ada saingan, siswa akan menjadi lebih bersemangat dan termotivasi dalam mencapai hasil yang terbaik. Sistem reward yang berbasis kecepatan penyelesaian soal menciptakan suasana kompetisi yang sehat di kelas. Kompetisi ini dapat meningkatkan semangat belajar siswa tanpa menimbulkan tekanan negatif. Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi Siswa kelas Vi di SMP Negeri 5 Padangsidimpuan diantaranya: 112 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. Kondisi berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa. Lingkungan yang positif dan dukungan dari guru dapat meningkatkan motivasi siswa, sedangkan pengaruh teman sebaya yang negatif dapat menurunkan motivasi. Lingkungan keluarga yang mendukung dan memberikan perhatian terhadap proses belajar dapat meningkatkan rasa percaya diri dan semangat belajar siswa. Kemampuan menyelesaikan tugas yang diberikan guru, maka akan timbul kepuasan hati siswa yang pada akhirnya mempertinggi motivasi belajarnya. Apabila siswa kurang mampu memahami ataupun menyelesaikan soal maka dapat menurunkan motivasi belajar siswa. Kondisi siswa juga salah satu faktor yang dapat meningkatkan maupun menurunkan motivasi belajar siswa. Kurangnya kepercayaan diri dan pengalaman menyebabkan siswa enggan tampil dan berpartisipasi aktif, yang akhirnya dapat menurunkan motivasi belajar mereka. Siswa yang berani dan percaya diri dapat menjadi contoh dan motivasi bagi siswa Mereka bisa dijadikan role model untuk meningkatkan keberanian siswa lain. Upaya guru dalam membelajaran siswa, hal ini mencakup upaya di saat belajar dalam kelas di sekolah maupun di luar sekolah. Upaya guru dalam memotivasi siswa meliputi berbagai strategi dan pendekatan yang bertujuan meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa seperti mengelola kelas. Hasil penelitian yaitu siswa lebih senang belajar secara mandiri karena merasa bisa lebih fokus. Hal ini menunjukkan bahwa siswa memiliki motivasi intrinsik yang cukup kuat, karena belajar mandiri memungkinkan mereka mengatur waktu dan cara belajar sesuai dengan keinginannya sendiri. Siswa meyatakan ketidakpuasan terhadap kerja kelompok karena adanya ketidakadilan dalam pembagian tugas. Ketidakadilan ini membuat siswa kurang termotivasi secara ekstrinsik dalam diskusi kelompok. Dimana hanya satu orang yang bekerja keras 113 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Motivasi Dan Keaktifan Siswa Kelas Vi Dalam Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Smp Negeri 5 Padangsidimpuan | Sahidatul Fauziah. Nahriyah Fata. Asriana Harahap tetapi yang lain ikut mendapat nilai yang sama tanpa kontribusi yang . Siswa menunjukkan keinginan untuk belajar dengan cara yang lebih menarik dan menyenangkan. Teknologi dalam pembelajaran dapat menghadirkan variasi media, interaktivitas, dan pengalaman belajar yang lebih menarik . isalnya video, aplikasi interaktif, kuis onlin. Hal ini dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Keaktifan siswa Kelas Vi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 5 Padangsidimpuan yaitu: Melakukan kegiatan-kegiatan visual yaitu membaca dan mengamati. Siswa aktif membaca karena diinstruksikan atau diperintahkan oleh guru untuk membaca. Guru melibatkan siswa secara interaktif dalam kegiatan membaca . dan menganalisis hukum tajwid. Ini membuat siswa tidak hanya pasif mendengarkan, tetapi juga aktif mengamati dan berpikir kritis. Pendekatan ini efektif untuk membuat siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Siswa yang tidak aktif membaca ayat Al-QurAoan adalah siswa yang pada dasarnya sama sekali tidak dapat mengikuti pembelajaran disebabkan kurangnya kemampuan diri siswa tersebut. Kegiatan menulis dengan guru memberikan instruksi yang jelas dan terstruktur, yaitu siswa diminta menuliskan ayat Al-QurAoan setelah Ini menunjukkan adanya keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran, tidak hanya sebagai pendengar pasif, tetapi juga sebagai pelaku aktif yang melakukan kegiatan menulis. Kegiatan-kegiatan menjawab pertanyaan, dari hasil penelitian siswa aktif dalam mengemukakan pendapatnya atas pertanyaan guru. Namun, siswa kurang aktif dalam mengajukan pertanyaan kepada guru atas inisiatif Hal ini karena faktor psikologis siswa yaitu kurangnya 114 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. kepercayaan diri yang muncul ketika seseorang menghadapi situasi di mana mereka khawatir melakukan kesalahan. Kegiatan-kegiatan mendengarkan bahwa keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran melalui kegiatan mendengarkan sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam mengelola kelas dan menciptakan suasana belajar yang kondusif. Suasana kelas yang mengalihkan perhatian siswa, sehingga mereka lebih fokus dan aktif dalam mendengarkan penjelasan guru. Jika guru tidak mampu mengelola kelas dengan baik, siswa cenderung menjadi tidak aktif dan terjadi keributan yang mengganggu proses pembelajaran. Guru yang efektif dalam hal ini dapat meningkatkan fokus dan partisipasi siswa sehingga proses pembelajaran menjadi lebih optimal dan interaktif. Kegiatan-kegiatan Guru memberikan instruksi yang jelas dan terstruktur, terlihat bahwa siswa secara umum aktif mengikuti instruksi membuat kaligrafi. Namun, keaktifan dalam hal kreativitas masih terbatas, karena sebagian besar siswa hanya menggunakan warna hitam saja. Hanya sebagian kecil KESIMPULAN Motivasi belajar siswa kelas Vi dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam yaitu cukup termotivasi dengan variasi antar individu. Sebagian besar siswa motivasinya lebih dipengaruhi oleh faktor ekstrinsik, yaitu kondisi lingkungan belajar, upaya guru dan unsur-unsur dinamis pembelajaran. Selanjutnya dapat dilihat dari penggunaan bentuk-bentuk motivasi belajar yaitu: memberi nilai, pemberian reward . dan punishment . serta kompetisi. Sementara itu, motivasi intrinsik siswa dalam belajar cenderung kurang menonjol dan dipengaruhi oleh faktor kondisi siswa dan kemampuan siswa. Oleh karena itu, penting bagi guru dan orang tua untuk 115 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Motivasi Dan Keaktifan Siswa Kelas Vi Dalam Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Smp Negeri 5 Padangsidimpuan | Sahidatul Fauziah. Nahriyah Fata. Asriana Harahap membentuk motivasi intrinsik siswa dengan menumbuhkan kesadaran pentingnya belajar dan menetapkan target belajar yang jelas agar siswa memiliki dorongan belajar dari dalam diri sendiri. Keaktifan belajar siswa dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Kelas Vi SMP Negeri 5 Padangsidimpuan yaitu cukup aktif. Hal ini dapat dilihat dari partisipasi siswa dalam mengikuti aktivitas pembelajaran yaitu kegiatan visual yang dilakukan yaitu membaca dan mengamati, kegiatan menulis yaitu menuliskan ayat Al-QurAoan, kegiatan-kegiatan lisan yaitu menjawab dan mengajukan pertanyaan, kegiatan mendengarkan yaitu mendengarkan penjelasan guru, dan kegiatan menggambar yang dilakukan adalah membuat kaligrafi. REFERENSI