Education Achievment: Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Journal Homepage: http://pusdikra-publishing. com/index. php/jsr Ilmu Tauhid Dasar Prophetic Intelligence Radiansyah UIN Antasari Banjarmasin. Indonesia Corresponding Author: : radiramlan79@gmail. ABSTRACT Key Word Kebutuhan revitalisasi nilai-nilai ketauhidan dalam proses pendidikan karakter dan pemberdayaan sosial yang saat ini cenderung tereduksi oleh orientasi materialistik dan pragmatis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam hubungan antara ilmu tauhid sebagai dasar spiritual dan prophetic intelligence sebagai kerangka pengembangan kecerdasan profetik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka yang bersumber dari literatur keislaman klasik dan kontemporer, khususnya karya-karya yang menekankan hubungan antara tauhid, tasawuf, dan pengembangan kepribadian profetik. Analisis data dilakukan secara tematik untuk menemukan pola konseptual integrasi antara dimensi keimanan . zat, sifat, asmaAo, dan afAoal Alla. dengan praktik akhlak tasawuf . akhalli, tahalli, dan tajall. dalam membentuk kecerdasan kenabian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan ilmu tauhid secara aplikatif berkontribusi signifikan terhadap pembentukan kesadaran spiritual, akhlak mulia, dan keteladanan sosial yang menjadi dasar pendidikan profetik. Simpulannya, ilmu tauhid berperan tidak hanya sebagai dasar teologis, tetapi juga sebagai model pendidikan transformatif yang menumbuhkan prophetic intelligence untuk memperkuat keimanan, moralitas, dan pengabdian masyarakat di era modern. Ilmu Tauhid. Prophetic Intelligence. Akhlak Tasawuf. Pendidikan Spiritual How to cite https://pusdikra-publishing. com/index. php/jsr ARTICLE INFO Article history: Received 01 November 2025 Revised 05 November 2025 Accepted 20 November 2025 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License PENDAHULUAN Di era globalisasi dan digitalisasi saat ini, kehidupan manusia menghadapi tantangan meningkatnya orientasi materialistik, pragmatisme, serta krisis nilai spiritual yang berdampak pada kualitas karakter dan keimanan umat. Di tingkat nasional, fenomena ini tampak dari menurunnya minat generasi muda terhadap nilai-nilai keagamaan yang mendalam dan meningkatnya perilaku apatis terhadap aspek Studi Asrofi et al. , . menunjukkan bahwa pendidikan agama formal masih berfokus pada aspek kognitif, sementara dimensi spiritual kurang diperhatikan. Dalam konteks pendidikan Islam, kebutuhan untuk merevitalisasi nilai-nilai ketauhidan menjadi semakin mendesak sebagai fondasi pembentukan karakter religius Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 1012-1022 yang utuh. Konsep tauhid yang mencakup dzat, sifat, asmaAo, dan afAoal Allah menempatkan manusia dalam kesadaran keberadaan kepada Allah dan hubungan vertikal sekaligus horizontal secara seimbang (Shabri Saleh Anwar, 2. Kajian yang menghubungkan ilmu tauhid dengan kecerdasan profetik atau prophetic intelligence pun mulai mendapat perhatian dalam literatur kontemporer (Ramadhani, 2. Oleh karena itu, penelitian ini hadir untuk mengintegrasikan dasar tauhid dan pengembangan kecerdasan profetik sebagai bagian dari upaya pendidikan karakter dan pembinaan spiritual di lingkungan pendidikan dan masyarakat. Secara konseptual, ilmu tauhid tidak hanya terbatas pada pengakuan keesaan Tuhan, tetapi juga mengarah pada pembentukan kesadaran eksistensial, moral, dan spiritual manusia sebagai makhluk yang berhubungan dengan Sang Pencipta dan Literatur Agus, . menunjukkan bahwa pendidikan tauhid dalam perspektif Al-QurAoan memberikan fondasi bagi arah hidup manusia yang kian terabaikan di era modern. Di sisi lain, konsep prophetic intelligence berasal dari upaya membumikan nilai-nilai kenabian seperti humanisasi, pembebasan, dan transendensi ke dalam proses pendidikan dan kehidupan sosial (Ningsih et al. , 2. Hubungan antara tauhid dan prophetic intelligence menjadi penting karena menghasilkan paradigma yang menyatukan aspek teologis . dan implementasi nilai profetik dalam pembentukan pribadi dan masyarakat. Namun demikian, integrasi ini masih kurang dieksplorasi secara sistematis dalam konteks pendidikan Islam di Indonesia, sehingga membuka ruang kajian yang signifikan dalam bidang pendidikan karakter dan pengembangan kecerdasan spiritual. Penelitian terdahulu mengenai pengembangan kecerdasan spiritual dan religius dalam pendidikan menunjukkan bahwa program pendidikan Islam berbasis internalisasi nilai keagamaan dapat meningkatkan kualitas spiritual dan sosial peserta didik (Zahrudin et al. , 2. Namun, sebagian besar penelitian tersebut menitikberatkan pada konsep spiritual intelligence atau emotional intelligence tanpa secara eksplisit menghubungkannya dengan kerangka tauhid dan kecerdasan profetik. Dengan demikian, terdapat kesenjangan penelitian . esearch ga. yang mengeksplorasi secara mendalam bagaimana ilmu tauhid sebagai landasan epistemologis dapat berkontribusi terhadap pembentukan prophetic intelligence dalam konteks pendidikan Islam. Penelitian ini menempatkan fokus pada analisis hubungan antara ilmu tauhid sebagai dasar spiritual dan prophetic intelligence sebagai kerangka pengembangan kecerdasan profetik. Secara spesifik, penelitian diarahkan untuk mengidentifikasi bagaimana dimensi-dimensi tauhid meliputi dzat, sifat, asmaAo, dan afAoal Allah dapat diintegrasikan melalui praktik akhlak tasawuf, yaitu takhalli, tahalli, dan tajalli, guna membentuk kecerdasan kenabian. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka dari literatur keislaman klasik dan Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 1012-1022 kontemporer yang menekankan hubungan antara tauhid, tasawuf, dan pengembangan kepribadian profetik. Analisis data dilakukan secara tematik untuk menggali pola konseptual integrasi antara struktur keimanan, praktik ibadah, dan kecerdasan profetik dalam konteks pendidikan dan pembinaan spiritual. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengkaji secara mendalam keterkaitan antara ilmu tauhid dan prophetic intelligence dalam kerangka pendidikan dan pembinaan karakter keislaman. Secara lebih rinci, penelitian ini bertujuan: pertama, menjelaskan peran ilmu tauhid sebagai landasan epistemologis pembentukan kesadaran spiritual. kedua, menganalisis mekanisme praktik akhlak tasawuf sebagai wujud konkret integrasi tauhid dan kecerdasan profetik. serta ketiga, menilai kontribusi konsep ini terhadap model pendidikan profetik yang relevan di era modern. Dengan demikian, penelitian ini berupaya menghasilkan pemahaman teoritik dan aplikatif mengenai bagaimana nilai-nilai tauhid dapat dihidupkan melalui prophetic intelligence dalam pembentukan manusia berkarakter profetik. Kontribusi penelitian ini bersifat teoretis dan praktis. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya khazanah keilmuan pendidikan Islam dan pemikiran teologi Islam dengan membuka jalur integrasi antara ilmu tauhid dan kecerdasan profetik, yang selama ini masih jarang dikaji secara sistematis. Penelitian ini juga menawarkan kerangka konseptual baru yang dapat dijadikan acuan bagi peneliti dan pendidik dalam mengembangkan model pendidikan profetik berbasis tauhid. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu pendidik, lembaga pendidikan Islam, dan pembina masyarakat untuk merancang program pembinaan karakter dan spiritual yang mengedepankan nilai-nilai ketauhidan dan kecerdasan profetik sebagai inti transformasi moral dan sosial. Dalam konteks lokal, penelitian ini dilakukan dalam kerangka pendidikan Islam di Indonesia yang masih menghadapi berbagai persoalan moral generasi muda, fragmentasi nilai keagamaan, dan dominasi orientasi utilitarian dalam kurikulum. Studi Husni et al. , . menegaskan bahwa edukasi tauhid dalam keluarga berperan penting dalam mencegah penyimpangan moral remaja. Di tingkat global, pendidikan spiritual dan karakter dalam konteks pendidikan tinggi juga menjadi agenda penting dalam membangun peradaban yang religius dan manusiawi (Sembiring et al. , 2. Oleh karena itu, penelitian ini relevan baik untuk konteks nasional Indonesia maupun untuk diskursus internasional mengenai pendidikan karakter dan kecerdasan spiritual dalam masyarakat modern. Melalui penelitian ini diharapkan muncul pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana ilmu tauhid dapat menjadi fondasi epistemologis dan praktis dalam membangun prophetic intelligence yang mendukung pendidikan karakter, akhlak mulia, dan keteladanan sosial. Penelitian ini membuka jalan bagi pengembangan model pendidikan Islam yang transformatif dan kontekstual, sebagai upaya membangun Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 1012-1022 manusia yang seimbang antara dimensi intelektual, emosional, dan spiritual. Dengan memperkuat hubungan antara tauhid dan kecerdasan profetik, penelitian ini berkontribusi terhadap pengayaan teori pendidikan Islam sekaligus memberikan panduan praktis bagi para pendidik dan pembina masyarakat dalam menanamkan nilai-nilai profetik di era modern. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain library research atau studi kepustakaan yang berfokus pada analisis konseptual terhadap sumber-sumber ilmiah yang relevan dengan tema Ilmu Tauhid Dasar Prophetic Intelligence (Subagiya, 2. Pendekatan ini dipilih untuk memahami fenomena teologis dan spiritual secara mendalam, bukan untuk menguji hipotesis kuantitatif. Metode kualitatif dinilai tepat karena memberikan ruang interpretatif dalam menggali makna dan pola konseptual dari teks keagamaan dan literatur pendidikan Islam. Populasi penelitian terdiri dari literatur klasik dan kontemporer yang membahas konsep tauhid, tasawuf, dan prophetic intelligence. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probabilitas purposive sampling, yaitu pemilihan sumber berdasarkan relevansi dan kualitas ilmiah (Sukabumi, 2. Kriteria literatur mencakup publikasi ilmiah terindeks atau peer-reviewed yang terbit pada periode 2021Ae 2025 dan secara eksplisit membahas hubungan antara ilmu tauhid dan kecerdasan Dari hasil penyaringan, sebanyak 20 sumber literatur digunakan sebagai bahan analisis. Data dikumpulkan melalui metode dokumentasi literatur, dengan menelaah buku, artikel jurnal, disertasi, dan karya ilmiah lainnya. Instrumen penelitian berupa panduan analisis tematik yang mengelompokkan data ke dalam tiga kategori utama: dimensi tauhid . zat, sifat, asmaAo, dan afAoal Alla. , praktik akhlak tasawuf . akhalli, tahalli, tajall. , dan indikator kecerdasan profetik. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber dengan membandingkan berbagai literatur sejenis (Nurfajriani et al. , 2. Konsistensi hasil diperkuat melalui pembacaan berulang dan pengkodean sistematis terhadap isi teks. Prosedur penelitian dilakukan melalui lima tahap: . identifikasi masalah dan fokus penelitian, . pencarian dan seleksi literatur sesuai kriteria, . pembacaan dan pencatatan tematik, . analisis dan sintesis konsep, serta . penarikan kesimpulan. Analisis data menggunakan analisis tematik . hematic analysi. untuk menemukan pola makna konseptual dan relasi antar tema. Proses analisis dibantu dengan perangkat lunak NVivo 14 guna mempermudah pengkodean dan pengorganisasian data (Wahid et , 2. Keabsahan data dijamin melalui aspek kredibilitas, transferabilitas, dan Kredibilitas diperoleh melalui verifikasi silang antar-literatur. Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 1012-1022 transferabilitas melalui penyajian konteks yang lengkap, dan konfirmabilitas melalui dokumentasi proses analisis yang transparan (Bara, 2. HASIL DAN DISKUSI Ilmu Tauhid sebagai Landasan Epistemologis Pembentukan Kesadaran Spiritual Hasil kajian menunjukkan bahwa ilmu tauhid merupakan dasar epistemologis yang membentuk kesadaran spiritual dan intelektual manusia dalam memahami hubungan dirinya dengan Allah Swt (Fadli, 2. Secara teoretis, tauhid tidak hanya mengajarkan pengesaan Tuhan, tetapi juga menjadi sistem pengetahuan yang mengatur pola berpikir, bersikap, dan bertindak berdasarkan kesadaran ketuhanan (Godconsciousnes. (Syamsurijal, 2. Dalam tradisi Islam klasik, tauhid mencakup empat dimensi yaitu dzat, sifat, asmaAo, dan afAoal Allah, yang secara integral membentuk cara pandang holistik terhadap eksistensi (Khoiruddin & Zamroni, 2. Kesadaran spiritual dalam konteks ini bukan sekadar hasil refleksi teologis, melainkan transformasi kesadaran yang menyatukan aspek kognitif, afektif, dan moral individu (Syafruddin, 2. Penelitian ini menegaskan bahwa penguasaan ilmu tauhid menjadi dasar konseptual bagi munculnya kecerdasan profetik. Dari pengenalan terhadap sifatsifat Allah lahir kesadaran etik dan tanggung jawab moral terhadap kehidupan sosial. Selanjutnya, hasil analisis menunjukkan bahwa dalam kerangka epistemologi Islam, tauhid menjadi pusat dari seluruh struktur pengetahuan. Manusia memahami realitas bukan semata-mata dari persepsi empiris, tetapi melalui maAorifatullah pengetahuan tentang Tuhan yang menyinari kesadaran batin (Isabela et al. , 2. Sejalan dengan pandangan Syahid . , paradigma tauhid menuntun manusia untuk memandang pengetahuan sebagai amanah ilahi yang harus digunakan secara etis dan Oleh karena itu, pembelajaran tauhid bukan hanya penyampaian dogma, melainkan proses pembentukan kesadaran intelektual dan moral (Kurdi, 2. Kajian ini menemukan bahwa integrasi antara tauhid dzatiyyah . esadaran eksistensial terhadap Tuha. dan tauhid afAoaliyah . esadaran bahwa seluruh perbuatan hakikatnya berasal dari Alla. menjadi titik awal terbentuknya prophetic awareness atau kesadaran kenabian yang menuntun perilaku luhur dalam kehidupan sosial dan pendidikan. Temuan lain memperlihatkan bahwa pengamalan ilmu tauhid secara aplikatif dapat melahirkan keseimbangan antara dimensi rasional dan spiritual dalam diri Dalam konteks pendidikan Islam, pembentukan kesadaran tauhid menumbuhkan kepekaan terhadap nilai, makna, dan tujuan hidup, yang berimplikasi pada terbentuknya manusia ulul albab yakni manusia yang cerdas secara spiritual dan sosial (Sofyan et al. , 2. Penelitian ini menegaskan bahwa kesadaran spiritual berbasis tauhid mampu meminimalkan fragmentasi nilai akibat modernisasi yang cenderung sekuler. Sebagaimana dikemukakan oleh (QurAoaini, 2. , tauhid memiliki fungsi korektif terhadap kecenderungan manusia modern yang kehilangan arah moral Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 1012-1022 dan spiritual. Dengan demikian, hasil penelitian ini menegaskan bahwa tauhid merupakan pondasi epistemologis yang melahirkan kesadaran profetik, yaitu kemampuan melihat realitas dunia dari perspektif ketuhanan dan kemanusiaan secara Mekanisme Akhlak Tasawuf (Takhalli. Tahalli, dan Tajall. sebagai Proses Integratif Menuju Kecerdasan Profetik Analisis mendalam terhadap literatur menunjukkan bahwa praktik akhlak tasawuf berperan sebagai mekanisme transformatif yang menghubungkan ilmu tauhid dengan pembentukan prophetic intelligence. Proses ini diwujudkan melalui tiga tahapan spiritual, yaitu takhalli . embersihan diri dari sifat tercel. , tahalli . enghiasan diri dengan sifat terpuj. , dan tajalli . enyingkapan cahaya ilahi dalam diri manusi. (Br & Syamsuddin, 2. Ketiga tahapan ini merupakan sistem pendidikan jiwa yang membawa individu pada maqam fanaAo fi Allah menuju baqaAo bi Allah, yaitu penyatuan spiritual dalam kesadaran ketuhanan. Penelitian ini menemukan bahwa takhalli berfungsi sebagai tahap pembersihan ego dan hawa nafsu duniawi, tahalli membangun struktur moral positif berdasarkan sifat-sifat Allah, sedangkan tajalli menjadi puncak kesadaran profetik ketika seseorang menampilkan akhlak kenabian dalam tindakan sosial (Daulay et al. , 2. Kajian terhadap karya Ramadhan et al. , . dan Nurhayati, . memperlihatkan bahwa pendidikan profetik menuntut transformasi nilai melalui pengalaman batiniah yang mendalam. Dalam konteks ini, tasawuf berfungsi sebagai instrumen metodologis untuk menanamkan nilai-nilai kenabian seperti keikhlasan, amanah, dan tanggung jawab sosial (Fitriani, 2. Melalui takhalli, manusia melepaskan kecenderungan destruktif seperti riya dan hasad. Melalui tahalli, individu menanamkan nilai sabar, syukur, dan tawakal. Sedangkan melalui tajalli, seseorang mencapai kesadaran moral universal (Ihwan, 2. Dengan demikian, proses tasawuf bukan sekadar latihan spiritual, tetapi juga metode pendidikan karakter yang menginternalisasi nilai-nilai profetik dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian ini juga menunjukkan keterkaitan erat antara dimensi akhlak tasawuf dan pengembangan prophetic intelligence. Melalui disiplin spiritual, seseorang membangun ruh al-ittihad kesatuan antara akal, hati, dan perilaku yang menjadi ciri utama manusia profetik. Hal ini sejalan dengan konsep tazkiyatun nafs dalam Al-QurAoan yang menekankan penyucian jiwa sebagai jalan menuju kebahagiaan dan kecerdasan spiritual (Nurlina & Bashori, 2. Dengan pendekatan ini, prophetic intelligence tidak hanya dipahami sebagai kemampuan intelektual, tetapi juga ekspresi moral dari hati yang tercerahkan oleh nilai-nilai ilahi. Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 1012-1022 Tabel 1. Hubungan antara Dimensi Tauhid. Akhlak Tasawuf, dan Prophetic Intelligence Dimensi Tauhid Dzat Allah Sifat Allah AsmaAo Allah AfAoal Allah Praktik Akhlak Tasawuf Aspek Prophetic Intelligence Takhalli Ae pembersihan diri dari sifat Tahalli Ae menghiasi diri dengan sifat Tajalli Ae penyingkapan cahaya ilahi dalam diri Implementasi amal saleh dalam kehidupan sosial Kesadaran spiritual dan pengendalian diri Integritas moral dan empati sosial Transformasi spiritual dan kepekaan moral Keteladanan profetik dan kepemimpinan etis Tabel ini memperlihatkan bahwa pendidikan spiritual berbasis tauhid dan tasawuf membentuk pola kecerdasan profetik yang menyatukan aspek teologis, etis, dan sosial. Dengan demikian, proses takhalliAetahalliAetajalli merupakan mekanisme transformasi diri dari kesadaran iman menuju aktualisasi nilai kenabian dalam tindakan nyata. Kontribusi Integrasi Ilmu Tauhid dan Prophetic Intelligence terhadap Model Pendidikan Profetik di Era Modern Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi antara ilmu tauhid dan prophetic intelligence menawarkan paradigma baru bagi pendidikan Islam kontemporer. Dalam kerangka ini, pendidikan tidak hanya diarahkan pada transfer pengetahuan . nowledge transmissio. , tetapi juga pada transformasi kepribadian . haracter transformatio. Pendidikan profetik yang berakar pada nilai-nilai tauhid menekankan aspek humanisasi . aAodi. , liberasi . , dan transendensi . sebagai fondasi moral dan spiritual dalam pembentukan manusia seutuhnya (Azmi, 2. Model ini relevan untuk menghadapi krisis moral dan spiritual di era modern, di mana manusia sering kehilangan arah nilai dan makna kehidupan. Integrasi antara ilmu tauhid dan pendidikan profetik juga memperlihatkan bahwa tauhid dapat dijadikan kerangka filosofis bagi pendidikan Islam yang kontekstual. Nilai-nilai tauhid seperti kesadaran akan keesaan Tuhan, amanah, dan tanggung jawab sosial dapat diterapkan dalam kurikulum pendidikan karakter dan spiritual (Wahyuni et al. , 2. Penelitian Indriani, . membuktikan bahwa internalisasi nilai-nilai spiritual berbasis teologi Islam mampu meningkatkan empati sosial dan tanggung jawab moral peserta didik. Dengan demikian, prophetic intelligence menjadi hasil dari proses pendidikan yang menggabungkan teologi . , etika . , dan praksis sosial . secara terpadu. Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 1012-1022 Selain itu, hasil kajian ini menegaskan bahwa model pendidikan berbasis tauhid dan prophetic intelligence memiliki kontribusi penting terhadap pembentukan ketahanan spiritual generasi muda. Dalam masyarakat modern yang dihadapkan pada tantangan digitalisasi dan hedonisme, pendekatan pendidikan profetik berbasis tauhid dapat menjadi strategi preventif terhadap disorientasi moral. Solihutaufa, . menekankan bahwa pendidikan profetik yang mengintegrasikan teologi dan akhlak mampu membentuk pribadi insan kamil manusia ideal yang beriman, berilmu, dan berakhlak Dengan demikian, hasil penelitian ini menegaskan bahwa tauhid bukan sekadar konsep teologis, tetapi juga kerangka tindakan yang menuntun manusia untuk hidup bermoral, produktif, dan berkontribusi bagi kemanusiaan. Secara konseptual, penelitian ini memberikan dua kontribusi utama. Pertama, secara teoretis, memperluas khazanah pendidikan Islam dengan menjadikan tauhid sebagai dasar epistemologi bagi pengembangan prophetic intelligence. Kedua, secara praktis, hasil penelitian ini dapat dijadikan pijakan dalam perumusan kurikulum pendidikan profetik yang menekankan keseimbangan antara spiritualitas, moralitas, dan sosialitas. Integrasi keduanya diharapkan mampu melahirkan manusia yang spiritually intelligent sekaligus socially responsible, sesuai dengan misi kenabian rahmatan lil-Aoalamin (Al-QurAoan, 21:. KESIMPULAN Penelitian ini menegaskan bahwa ilmu tauhid memiliki peran fundamental sebagai landasan epistemologis dalam pembentukan kesadaran spiritual dan moral Tauhid bukan hanya doktrin teologis tentang keesaan Tuhan, tetapi juga sistem pengetahuan yang mengarahkan manusia untuk berpikir, bersikap, dan bertindak secara etis berdasarkan kesadaran ketuhanan (God-consciousnes. Melalui pengenalan terhadap dzat, sifat, asmaAo, dan afAoal Allah, manusia memperoleh pemahaman mendalam tentang makna eksistensi dan tanggung jawab sosialnya di hadapan Allah Swt. Integrasi antara pemahaman tauhid dan praktik akhlak tasawuf seperti takhalli, tahalli, dan tajalli melahirkan kesadaran profetik yang menuntun individu menuju puncak spiritualitas, yaitu keseimbangan antara aspek intelektual, emosional, dan spiritual. Dengan demikian, ilmu tauhid menjadi fondasi konseptual intelligenceAikecerdasan menghubungkan dimensi iman, moralitas, dan kemanusiaan dalam kehidupan seharihari. Secara praktis, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi antara ilmu tauhid dan prophetic intelligence memberikan arah baru bagi pengembangan pendidikan Islam di era modern. Pendidikan profetik yang berakar pada nilai-nilai tauhid dapat membentuk pribadi insan kamil yang beriman, berilmu, dan berakhlak Model pendidikan ini relevan untuk menjawab tantangan globalisasi dan krisis Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 1012-1022 moral yang melanda masyarakat modern dengan menempatkan tauhid sebagai pusat orientasi nilai dan perilaku. Penelitian ini merekomendasikan agar lembaga pendidikan Islam mengembangkan kurikulum berbasis tauhid dan kecerdasan profetik guna menumbuhkan generasi yang spiritually intelligent dan socially responsible, sesuai dengan misi Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam . ahmatan lil-Aoalami. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menyampaikan terima kasih kepada para ulama, pembimbing, dan rekan akademik atas kontribusi dan dukungan ilmiah dalam penyelesaian penelitian ini. Semoga karya ini memberi manfaat dalam memperkuat nilai-nilai profetik di masyarakat modern. DAFTAR PUSTAKA