E-ISSN: 2809-8544 PENGARUH KETERLIBATAN KERJA DAN DUKUNGAN ORGANISASI TERHADAP PERILAKU KERJA INOVATIF PADA KARYAWAN GEN Z DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI: STUDI PADA KARYAWAN USAHA CAKE DI KOTA PALANGKA RAYA THE EFFECT OF WORK INVOLVEMENT AND ORGANIZATIONAL SUPPORT ON INNOVATIVE WORK BEHAVIOR OF GEN Z EMPLOYEES WITH JOB SATISFACTION AS A MEDIATION VARIABLE: A STUDY OF CAKE BUSINESS EMPLOYEES IN PALANGKA RAYA CITY Ella Afrida Purba1*. Anike Retawati2. Pratiwi Hamzah3. Jonathan Giovanni4 Universitas Palangka Raya *Email Correspondence: purbae223@gmail. Abstract This study aims to analyze The Influence of Work Engagement and Organizational Support on Innovative Work Behavior Among Gen Z Employees. With Job Satisfaction as A Mediating Variable (A Study of Cake Business Employees in Palangka Ray. The background of this study stems from the decline in innovation among Gen Z employees, even though this generation is known for its creativity, which is currently emerging in the world of work, especially in the culinary business. This study uses a quantitative approach with partial least square (PLS) analysis techniques. The population in this study consisted of 75 Gen Z employees working in cake shops in Palangka Raya City. The sampling technique used purposive sampling. The results of the study indicate that work engagement and organizational support have a positive and significant effect on employees' innovative work behavior. Additionally, job satisfaction also has a significant effect on innovative work behavior and mediates the relationship between work engagement and organizational support toward innovative work behavior. Keywords: Work engagement. Organizational support. Innovative work behavior. Job satisfaction. Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis Pengaruh Keterlibatan Kerja Dan Dukungan Organisasi Terhadap Perilaku Kerja Inovatif Pada Karyawan Gen Z Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Mediasi (Studi Pada Karyawan Usaha Cake Di Kota Palangka Ray. Latar belakang dari penelitian ini dimulai dari menurunnya tingkat inovasi pada kalangan karyawan Gen Z walaupun generasi ini dikenal dengan sifat kreativitas yang saat ini muncul dalam dunia kerja khususnya dalam usaha Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis partial least square (PLS). Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan generasi Z yang bekerja di toko usaha cake yang ada di Kota Palangka Raya sebanyak 75 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan kerja dan dukungan organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kerja inovatif karyawan. Selain itu, kepuasan kerja juga berpengaruh signifikan terhadap perilaku kerja inovatif dan memediasi hubungan antara keterlibatan kerja serta dukungan organisasi terhadap perilaku kerja inovatif. Kata kunci: Keterlibatan kerja. Dukungan Organisasi. Perilaku Kerja Inovatif. Kepuasan Kerja. PENDAHULUAN Pada era perkembangan teknologi digital dalam beberapa dekade terakhir telah membawa dampak besar terhadap berbagai sektor salah satunya yaitu kewirausahaan (Baharuddin et al. Setiap pelaku usaha dapat merespon tren dan peluang baru dalam SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH KETERLIBATAN KERJA DAN DUKUNGAN ORGANISASI TERHADAP PERILAKU KERJA INOVATIF PADA KARYAWAN GEN Z DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI A Ella Afrida Purba et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. meningkatkan dan mengembangkan produk dan juga layanan yang sesuai dengan kebutuhan pasar yang terus berubah melalui inovasi. Menurut (Simamora and Pradana 2. inovasi adalah suatu proses tindakan atau pemikiran manusia yang menghasilkan ide atau gagasan baru yang diterapkan untuk meningkatkan atau memperbaiki suatu produk maupun jasa. Usaha kecil dan menengah (UMKM) menjadi salah satu usaha yang membutuhkan inovasi agar tetap dapat meningkatkan dan juga memperbaiki kulitas produk (Fauzi Nurhidayat et al. Kota Palangka Raya sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah, menjadi salah satu pusat pertumbuhan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) yang signifikan. Pertumbuhan UMKM tidak hanya mencerminkan dinamika ekonomi lokal, akan tetapi juga harus di barengi dengan inovasi. Salah satu usaha UMKM paling banyak bergerak pada bidang kuliner khusunya di kota Palangka Raya, yaitu pada bisnis usaha cake. Usaha pada bidang ini mengalami pertumbuhan signifikan hal ini tentunya didorong oleh perubahan gaya hidup dan meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap produk kuliner yang berkualitas (Dewi & Sari 2. Tantangan yang sering di hadapi setiap pelaku usaha diantaranya yaitu kurangnya inovasi dalam berwirausaha, sumber daya manusia yang kreatif dan juga adaptif terhadap lingkungan maupun teknologi serta persaingan yang ketat sehingga menuntut karyawan untuk dapat terus berinovasi dalam memberikan nilai tambah bagi perusahaan (Nurhidayat et al. Transformasi ini tidak hanya berdampak pada cara kerja, akan tetapi juga pada ekspektasi dan perilaku karyawan, terutama saat ini Generasi Z kini telah memasuki dunia kerja hampir 28% (Suyasa 2. Generasi Z memiliki karakteristik unik yang berbeda dari generasi sebelumnya, yaitu memiliki kemampuan pemahaman teknologi yang tinggi, kepribadian yang kreatif, adaptif, dan juga memiliki pola pikir inovatif khususnya mendorong dalam perilaku kerja inovatif yang dapat meningkatkan daya saing terutama pada UMKM (Ramdhani et al. Perilaku kerja inovatif oleh (Hammond 2. dalam (Widiastuti 2. yang menyatakan bahwa perilaku kerja inovatif merupakan sikap memperkenalkan, mengajukan dan mengimplementasikan ide, produk, serta prosedur baru ke dalam pekerjaan. Bagi generasi ini, perubahan justru menjadi sebuah tantangan yang membuat mereka semakin gesit, karena semakin menantang suatu perubahan maka semakin besar peluang mereka untuk ikut terlibat dalam mengeksplor hal baru yang sebelumnya belum pernah mereka temukan (Sawitri 2. Maka keterlibatan kerja menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan oleh organisasi agar generasi ini dapat memberikan kontribusi maksimal, karena salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku kerja inovatif yaitu dengan adanya keterlibatan kerja. Menurut (Goretti et al. keterlibatan kerja merupakan sebagai tingkat sejauh mana seorang karyawan dapat mengidentifikasi dirinya dengan pekerjaannya dan secara aktif dapat berpartisipasi di dalamnya, dan menganggap performansi yang dilakukannya penting untuk harga dirinya. Selain itu, dukungan organisasi juga menjadi salah satu peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi inovasi. Dukungan organisasi adalah tingkat keyakinan anggota terhadap organisasi tempat bekerja yang memberikan keadilan. SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH KETERLIBATAN KERJA DAN DUKUNGAN ORGANISASI TERHADAP PERILAKU KERJA INOVATIF PADA KARYAWAN GEN Z DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI A Ella Afrida Purba et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. menghargai kontribusi, memperhatikan kesejahteraan, memberikan pengakuan atas keberadaan anggota, serta memberikan jaminan kondisi kerja kepada anggota dukungan ini dapat berupa pengakuan dan kesempatan untuk mengembangkan ide-ide baru (Efendi et al. Selain itu dukungan organisasi dapat juga berupa fasilitas, kebijakan, dan budaya kerja yang kondusif juga menjadi faktor kunci dalam mendorong motivasi dan perilaku kerja inovatif pada pada karyawan Gen Z. Selain keterlibatan kerja dan dukungan organisasi, kepuasan kerja juga menjadi salah satu hal penting, karena kepuasan kerja merupakan suatu perasaan positif tentang pekerjaan seseorang yang merupakan hasil dari sebuah evaluasi karakteristiknya (Sawitri 2. Kepuasan kerja dalam konteks ini dianggap sebagai variabel kunci yang dapat menjadi penghubung antara keterlibatan kerja dan dukungan organisasi terhadap perilaku inovatif. Dimana UMKM menjadi instrumen penting yang dapat membangun dan memperkuat karakter kewirausahaan pada Generasi Z. Beberapa studi juga menunjukkan bahwa kewirausahaan di kalangan Generasi Z tidak hanya berfungsi sebagai jalur karir alternatif, akan tetapi juga dapat sebagai wahana dalam melakukan inovasi dan penciptaan dampak sosial. Namun, pada praktiknya terdapat tantangan nyata dalam menjaga keterlibatan kerja dan menciptakan dukungan organisasi yang efektif agar generasi Z dapat berperilaku inovatif secara konsisten (Sawitri 2. Dengan munculnya isu bahwa saat ini rendahnya tingkat inovasi di kalangan Generasi Z, meskipun generasi ini dikenal sebagai individu yang kreatif dan juga adaptif. Sebuah studi Gallup mengungkapkan bahwa keterlibatan karyawan muda menurun dari 40% menjadi 35%, menunjukkan semakin terputusnya hubungan antara pemimpin dan karyawan. Gen Z tidak menolak pekerjaan mereka namun menolak tempat kerja yang tidak mendukung mereka (Khomarudin et al. Dalam penelitian yang dilakukan (Sawitri 2. mengungkapkan bahwa masih banyak organisasi belum sepenuhnya memahami cara untuk memfasilitasi dan memotivasi generasi ini dalam berkontribusi secara inovatif. Meskipun beberapa penelitian sebelumnya telah mengkaji hubungan antara keterlibatan kerja, dukungan organisasi, perilaku inovatif, dan kepuasan kerja namun terdapat adanya kesenjangan dari hasil penelitian. Seperti hasil penelitian yang dilakukan (Reano et al. bahwa jika keterlibatan kerja meningkat, dan juga dukungan organisasi meningkat yang diikuti juga dengan kepuasan kerja yang meningkat maka perilaku kerja inovatif juga akan semakin meningkat. Sementara hasil penelitian yang dilakukan oleh (Sabila et al. menunjukan hasil bahwa adanya pengaruh langsung dari dukungan organisasi terhadap perilaku inovatif tanpa harus melalui kepuasan kerja sebagai faktor utama yang harus ada agar dukungan organisasi berpengaruh terhadap perilaku kerja Oleh karena itu, penting untuk mengeksplorasi kembali bagaimana keterlibatan kerja dan dukungan organisasi dapat berfungsi sebagai pendorong perilaku inovatif, serta bagaimana kepuasan kerja dapat berperan sebagai variabel mediasi khususnya pada karyawan Gen Z usaha cake di Kota Palangka Raya. Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang AuPengaruh Keterlibatan Kerja Dan Dukungan SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH KETERLIBATAN KERJA DAN DUKUNGAN ORGANISASI TERHADAP PERILAKU KERJA INOVATIF PADA KARYAWAN GEN Z DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI A Ella Afrida Purba et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. Organisasi Terhadap Perilaku Kerja Inovatif Pada Gen Z Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Mediasi AoAo (Studi Pada Karyawan Usaha Cake di Kota Palangka Ray. TINJAUAN PUSTAKA Perilaku Kerja Inovatif Perilaku kerja inovatif merupakan perilaku individu untuk menampilkan, mempromosikan, dan juga mengimplementasikan ide baru di dalam pekerjaan, kelompok atau organisasi kerjanya (Reano et al. Lebih jauh (Ardana 2. dalam (Kurniawati 2. berpendapat bahwa perilaku kerja inovatif adalah sikap memperkenalkan, mengajukan dan mengimplementasikan ide, produk, serta prosedur baru ke dalam pekerjaan. Hal ini tentu membutuhkan inisiasi dan implementasi dari ide-ide kreatif. Menurut (Kurniawati 2. adapun indikator perilaku kerja inovatif adalah Eksplorasi ide (Idea Exploratio. Promosi Ide (Idea Championin. Implementasi ide (Idea Implementatio. Keterlibatan Kerja Keterlibatan kerja dapat diartikan sebagai adanya kemauan karyawan untuk berusaha, mempercayai organisasi dan bekerja dengan baik untuk memberikan kontribusi untuk mencapai keberhasilan organisasi sehingga pekerjaan tersebut menjadi bagian penting dari citra diri mereka (Ajiardani and Anjaningrum 2. Kemudian menurut (Erwan and Yulihasri 2. keterlibatan kerja di antara tingkat organisasi telah muncul sebagai pendorong yang tak terbantahkan bagi kemampuan organisasi untuk berinovasi. Adapun indikator keterlibatan kerja yaitu, aktif berpartisipasi dalam pekerjaan, menunjukkan pekerjaan sebagai prioritas, rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan (Mardikaningsih and Darmawan 2. Berdasarkan beberapa pendapat yang telah dikemukakan oleh para ahli, maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa keterlibatan kerja, merupakan komitmen seorang karyawan terhadap pekerjaannya ditandai dengan karyawan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap suatu pekerjaan, adanya perasaan terikat secara psikologis terhadap pekerjaan yang dilakukannya, keyakinan yang kuat terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan pekerjaan dan terlibat secara aktif terhadap pekerjaannya, serta menyadari bahwa prestasi kerjanya merupakan hal yang sangat penting bagi harga dirinya. Dukungan organisasi Dukungan organisasi merupakan persepsi bahwa mereka menerima dorongan dan bantuan sebagai anggota organisasinya. Sementara itu (Efendi et al. mengungkapkan bahwa dukungan organisasi adalah tingkat keyakinan anggota terhadap organisasi tempat mereka bekerja yang memberikan keadilan, menghargai kontribusi, memperhatikan kesejahteraan, memberikan pengakuan atas keberadaan anggota, serta memberikan jaminan kondisi kerja kepada anggota. Dukungan organisasi yang dirasakan dapat diartikan sebagai persepsi karyawan mengenai sejauh mana organisasi menghargai kontribusi dan peduli tentang kesejahteraan karyawan (Daulay and Wahyono 2. Menurut (Kusumah 2. yang menjadi indikator dukungan organisasi meliputi, organisasi menghargai SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH KETERLIBATAN KERJA DAN DUKUNGAN ORGANISASI TERHADAP PERILAKU KERJA INOVATIF PADA KARYAWAN GEN Z DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI A Ella Afrida Purba et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. kontribusi karyawan, organisasi menghargai usaha ekstra yang telah karyawan berikan, organisasi akan memperhatikan segala keluhan dari karyawan. Kepuasan kerja Kepuasan kerja merupakan hal yang penting di dalam manajemen sumber daya manusia, hal ini mempengaruhi pada produktifitas karyawan dalam bekerja. Menurut (Wiranawata et al. kepuasan kerja adalah suatu sikap karyawan terhadap pekerjaan yang berhubungan dengan situasi kerja, kerja sama antar karyawan, imbalan yang diterima dalam kerja, dan hal-hal yang menyangkut faktor fisik dan faktor psikologis. Sementara itu (Luthans 2. dalam (Firmansyah 2. mendefenisikan kepuasan kerja merupakan hasil dari persepsi karyawan mengenai seberapa baik pekerjaan yang dilakukan. Dengan demikian kepuasan kerja merupakan sesuatu yang penting untuk dimiliki oleh seorang karyawan, di mana individu dapat berinteraksi dengan lingkungan kerjanya sehingga pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan tujuan dan capaian perusahaan. Adapun indikator kepuasan kerja menurut (Marhayani et al. pekerjaan, gaji dan imbalan, kesempatan berpendapat, rekan kerja. Kerangka Konsep Penelitian Kerangka penelitian itu menjadi konsep dalam penelitian yang berperan menghubungkan antara visualisasi antara satu variabel terhadap variabel lainnya, pada akhirnya penelitian menjadi tertata secara sistematis serta dapat diterima tentunya oleh semua pihak. Gambar 1. Kerangka Konseptual Penelitian Hipotesis Penelitian H1: Keterlibatan kerja berpengaruh terhadap perilaku kerja inovatif pada karyawan Gen Z usaha cake di kota Palangka Raya. H2: Dukungan organisasi berpengaruh terhadap perilaku kerja inovatif pada karyawan Gen Z usaha cake di kota Palangka Raya. H3 : Keterlibatan kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja pada karyawan Gen Z usaha cake di kota Palangka Raya. SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH KETERLIBATAN KERJA DAN DUKUNGAN ORGANISASI TERHADAP PERILAKU KERJA INOVATIF PADA KARYAWAN GEN Z DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI A Ella Afrida Purba et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. H4: Dukungan organisasi berpengaruh terhadap kepuasan kerja pada karyawan Gen Z usaha cake di kota Palangka Raya. H5: Kepuasan kerja berpengaruh terhadap perilaku kerja inovatif pada karyawan Gen Z usaha cake di kota Palangka Raya H6: Keterlibatan kerja berpengaruh terhadap perilaku inovatif dimediasi oleh kepuasan pada karyawan Gen Z usaha cake di kota Palangka Raya. H7 : Dukungan organisasi berpengaruh terhadap perilaku kerja inovatif dimediasi oleh kepuasan kerja pada karyawan Gen Z usaha cake di kota Palangka Raya. METODE Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian asosiatif kuantitatif, untuk mengetahui hubungan sebab akibat antar variabel melalui pengujian hipotesis secara Metode penelitian kuantitatif menurut (Sugiyono 2. yaitu metode penelitian yang berlandaskan terhadap filsafat positivisme, digunakan dalam meneliti terhadap sampel dan populasi penelitian, teknik pengambilan sampel umunya dilakukan dengan non probability sampling. Populasi adalah area generalisasi yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu dengan objek atau subjek yang telah dipilih peneliti untuk dipelajari dan kemudian menghasilkan kesimpulan (Sugiyono 2. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan usaha cake di Kota Palangka Raya yang telah memasuki dunia kerja. Sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Bhardwaj 2. dalam (Putra et al. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini merupakan non probability sampling dengan metode purposive sampling karena pemilihan sampel didasarkan pada kriteria yang telah ditentukan oleh Adapun kriteria sampel yang telah ditetapkan oleh peneliti adalah sebagai berikut: Berjenis kelamin laki-laki dan perempuan Berusia antara 18 sampai 28 tahun saat penelitian dilakukan Telah bekerja minimal selama 6 bulan Memiliki kontrak kerja yang aktif atau karyawan tetap Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 75 responden. Instrumen penelitian data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kusioner. Dalam penelitian ini kuesioner dibuat dengan menggunakan Google Form yang kemudian disebarkan Melalui Group Whatsapp. Instagram dan Media Sosial Lainnya. Menurut (Sugiyono, 2. , kuesioner merupakan sebuah alat pengumpul data yang berisi serangkaian pertanyaan, baik bersifat terbuka maupun tertutup. Data primer diperoleh langsung dari jawaban responden yang mengisi pernyataan berdasarkan indikator variabel yang diubah menjadi item survei. Instrumen pengukuran yang dipakai adalah skala Likert, di mana setiap pernyataan memiliki lima opsi jawaban untuk mengukur persepsi subjek, yaitu: Sangat Setuju (SS). Setuju (S). Netral (N). Tidak Setuju (TS), serta Sangat Tidak Setuju (STS). Dalam penelitian ini, analisis data dilakukan mnenggunakan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan sofware SmartPLS versi 3. Partial Leaste SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH KETERLIBATAN KERJA DAN DUKUNGAN ORGANISASI TERHADAP PERILAKU KERJA INOVATIF PADA KARYAWAN GEN Z DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI A Ella Afrida Purba et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. Square terdiri dari dua model, yaitu model pengukuran . uter mode. dan model structural . nner mode. Validitas konvergen diuji melalui nilai loading factor dan Average Variance Extracted (AVE) untuk memastikan keabsahan konstruk instrumen (Ghozali and Kusumadewi 2. Sementara itu, untuk mengukur reliabilitas, digunakan Composite Reliability dan CronbachAos Alpha yang merefleksikan kekuatan hubungan antar variabel. Adapun pengujian hipotesis pada model struktural dilakukan dengan melihat nilai R-square, koefisien jalur, dan signifikansi statistic. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan nilai t-statistik minimal 1,96 pada taraf signifikansi 5% melalui SmartPLS 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Model pengukuran . uter mode. Model pengukuran . uter mode. bertujuan untuk menilai korelasi antara tingkat skor item atau indikator dengan skor konstruknya yang menunjukkan tingkat kevalidan suatu item Gambar 2. Hasil Outer Model SmartPls Uji Validitas Convergent Validity Dalam uji validity data yang digunakan merupakan data penilaian hasil outer loading atau outer factor. Validitas konvergen dapat terpenuhi pada setiap variabel memiliki nilai AVE di atas 0,5, dengan loading faktor untuk setiap item juga memilki nilai lebih dari 0,7 Tabel 1. Hasil Pengujian Loading Faktor Indikator variabel X1. X1. X1. SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH KETERLIBATAN KERJA DAN DUKUNGAN ORGANISASI TERHADAP PERILAKU KERJA INOVATIF PADA KARYAWAN GEN Z DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI A Ella Afrida Purba et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. Indikator variabel X2. X2. X2. Berdasarkan Tabel 1, diketahui bahwa 4 variabel yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu variabel keterlibatan kerja, dukungan organisasi, perilaku kerja inovatif dan kepuasan kerja, pada item-item pernyataan yang mewakili setiap variabel dengan masing-masing indikator memiliki loading factor >0,7. Maka pernyataan yang mewakili setiap variabel memenuhi syarat dan layak untuk diteliti. Tabel 2. Averange variance extracted (AVE) Indikator Variabel Averange Variance Extracted Penelitian (AVE) Selain mengamati outer loading, convergent validity juga dapat diketahui melalui nilai AVE. Berdasarkan tabel 2 variabel yang digunakan dalam penelitian ini masing-masing memiliki nilai AVE > 0,5, yang berarti semua konstruk dinyatakan valid. Discriminant Validity Discriminant validity merupakan model pengukuran dengan refleksi indikator dinilai berdasarkan cross loading pengukuran dengan konstruk. Jika korelasi konstruk dengan item pengukuran lebih besar daripada ukuran konstruk lainnya (>0,. Tabel 3. Hasil Pengujian Cross Loading Indikator Variabel Penelitian KK_1 KK_2 SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH KETERLIBATAN KERJA DAN DUKUNGAN ORGANISASI TERHADAP PERILAKU KERJA INOVATIF PADA KARYAWAN GEN Z DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI A Ella Afrida Purba et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. Indikator Variabel Penelitian KK3 DO1 DO2 DO3 PKI1 PKI2 PKI3 Uji Relibilitas Composite Reability Composite Reability merupakan indikator untuk mengukur suatu konstruk yang dapat dilihat pada view laten variable coefficient. Nilai composite reability harus >0,7. Tabel 4. Hasil Pengujian Reliabilitas Composit Variabel Penelitian Cronbach's Alpha Reliability Keterlibatan Kerja (X. Dukungan Organnisasi(X. Perilaku Kerja Inovatif (Y) Kepuasan Kerja (Z) Berdasarkan Tabel 4, diketahui bahwa hasil dari composite reability untuk setiap konstruknya memiliki nilai >0,7. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa berdasarkan composite reability semua konstruk dalam penelitian ini memiliki nilai reliabilitas yang cukup tinggi sesuai dengan batas minimum yang telah disyaratkan. Cronbach's Alpha Cronbach's alpha merupakan uji reliabilitas yang dilakukan untuk memperkuat hasil dari composite reliability. Suatu variabel dapat dinyatakan reliabel apabila memiliki cronbach's alpha >0,6 Uji yang dilakukan di atas merupakan uji pada outer model untuk indikator reflektif. Berdasarkan Tabel 4, diketahui bahwa hasil cronbach's alpha untuk setiap konstruknya memiliki nilai >0,6. Dengan demikian dapat disimpulakn bahwa berdasarkan SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH KETERLIBATAN KERJA DAN DUKUNGAN ORGANISASI TERHADAP PERILAKU KERJA INOVATIF PADA KARYAWAN GEN Z DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI A Ella Afrida Purba et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. cronbach's alpha semua konstruk dalam penelitian ini memiliki nilai reliabilitas yang cukup tinggi sesuai dengan batas minimum yang telah disyaratkan. Model Struktural (Inner Mode. Model struktural adalah suatu media atau instrumen yang memberikan informasi untuk mengetahui terkait seberapa kuat pengaruh dari variabel satu dengan variabel lainnya (Nugroho and Laily, 2. Dalam midel struktural . nner mode. terdapat 3 pengujian yaitu, pengujian R-Square, uji koefisien jalur dan uji hipotesis. Gambar 3. Hasil Inner Model SmartPls Uji Koefisien Determinasi R Square Tabel 5. Uji Koefisien Determinasi (R-squar. Variabel Penelitian R Square Adjusted R Square Kepuasan Kerja (Z) Perilaku Kerja Inovatif (Y) Berdasarkan Tabel 5, diketahui bahwa hasil dari nilai R-Square pada variabel perilaku kerja inovatif (Y) adalah sebesar 0,544 dimana hasil ini menunjukkan bahwa 54,4% variabel keterlibatan kerja, dukungan organisasi dan kepuasan kerja dapat mempengaruhi perilaku kerja inovatif, sedangkan 45,6% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Demikian dengan variabel kepuasan kerja (Z) memiliki nilai R-Square 0,436 dimana hasil ini menunjukkan bahwa 43,6% variabel keterlibatan kerja dan dukungan organisasi dapat mempengaruhi perilaku kerja inovatif, dan 56,4% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Uji Path Coefficient (Koefisien Jalu. Pada penelitian ini menggunakan alpha 5% . wo sid. apabila t-statistik >1,96 atau pvalue <0,05 menunjukkan hipotesis diterima atau ada pengaruh signifikan. Dalam penelitian SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH KETERLIBATAN KERJA DAN DUKUNGAN ORGANISASI TERHADAP PERILAKU KERJA INOVATIF PADA KARYAWAN GEN Z DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI A Ella Afrida Purba et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. ini, terdapat pengaruh langsung maupun tidak langsung karena melibatkan variabel independen, variabel dependen, dan variabel mediasi. Adapun hasil pengujian hipotesis dapat dilihat pada tabel 6. Tabel 6. Uji Path Coefficient (Koefisien Jalu. Keterlibatan Kerja (X. -> Perilaku Kerja Inovatif (Y) Dukungan Organisasi (X. -> Perilaku Kerja Inovatif (Y) Keterlibatan Kerja (X. -> Kepuasan Kerja (Z) Dukungan Organisasi (X. -> Kepuasan Kerja (Z) Kepuasan Kerja (Z) -> Perilaku Kerja Inovatif (Y) Sampel Asli (O) T Statistik (| O/STDEV |) P Values Berdasarkan Tabel 6, diketahui bahwa keterlibatan kerja, dukungan organisasi dan kepuasan kerja kerja berpengaruh terhadap perilaku kerja inovatif. Selanjutnya, keterlibatan kerja dan dukungan organisasi berpengaruh terhadap kepuasan kerja. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai original sampel, nilai t-statistik >1,96 dan p-value <0,05. Kemudian akan diuji pengaruh tidak langsung (Specific Indirect Effec. untuk mengetahui variabel eksogen mana yang paling besar dan paling kecil pengaruhnya terhadap variabel endogen atau bagaimana pengaruh variabel mediasinya. Tabel 7. Specific Indirect Effect Sampel Asli (O) T Statistik (| O/STDEV |) P Values Keterlibatan Kerja (X. -> Kepuasan Kerja (Z) -> Perilaku Kerja Inovatif (Y) Dukungan Organisasi (X. -> Kepuasan Kerja (Z) -> Perilaku Kerja Inovatif (Y) Berdasarkan Tabel 7 dapat dilihat bahwa variabel keterlibatan kerja dan dukungan oragnisasi terhadap perilaku kerja inovatif dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi berpengaruh secara positif dan signifikan. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai original sampel, nilai t-statistik >1,96 dan p-value <0,05. Uji Hipotesis Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui pengaruh secara langsung antara variabel independen . eterlibatan kerja kerja dan dukungan organisas. terhadap variabel SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH KETERLIBATAN KERJA DAN DUKUNGAN ORGANISASI TERHADAP PERILAKU KERJA INOVATIF PADA KARYAWAN GEN Z DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI A Ella Afrida Purba et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. erilaku kerja inovati. maupun secara tidak langsung antara variabel independen terhadap variabel dependen melalui variabel mediasi . epuasan kerj. Dalam pengujian ini dilakukan dengan metode bootsrrapping pada sampel. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir keabnormalan data. Berikut hasil uji yang dilakukan melalui bootsrrapping di PLS ver 3. Pengujian Hipotesis 1 . eterlibatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kerja inovatif pada Karyawan Usaha Cake Di Kota Palangka Ray. Dari hasil pengujian hipotesis maka dapat diketahui bahwa pengaruh keterlibatan kerja terhadap perilaku kerja inovatif memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan nilai original sampel 0,280. Berdasarkan hasil pengujian Path Coefficient pada Tabel 1. menunjukkan bahwa nilai t-statistik 2,642>1,96 dan nilai p-value 0,008<0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis 1 diterima. Pengujian hipotesis 2 . ukungan organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kerja inovatif pada Karyawan Usaha Cake Di Kota Palangka Ray. Dari hasil pengujian hipotesis maka dapat diketahui bahwa pengaruh dukungan organisasi terhadap perilaku kerja inovatif memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan nilai original sampel 0,209. Berdasarkan hasil pengujian Path Coefficient pada Tabel 1. menunjukkan bahwa nilai t-statistik 3,199 >1,96 dan nilai p-value 0,001<0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis 2 diterima. Pengujian hipotesis 3 . eterlibatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pada Karyawan Usaha Cake Di Kota Palangka Ray. Dari hasil pengujian hipotesis maka dapat diketahui bahwa pengaruh keterlibatan kerja terhadap kepuasan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan nilai original sampel 0,557. Berdasarkan hasil pengujian Path Coefficient pada Tabel 1. menunjukkan bahwa nilai t-statistik 7,885>1,96 dan nilai p-value 0,000<0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis 3 diterima. Pengujian hipotesis 4 . ukungan organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pada Karyawan Usaha Cake Di Kota Palangka Ray. Dari hasil pengujian hipotesis maka dapat diketahui bahwa pengaruh dukungan organisasi terhadap kepuasan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan nilai original sampel 0,406. Berdasarkan hasil pengujian Path Coefficient pada Tabel 1. 6, menunjukkan bahwa nilai t-statistik 4,875>1,96 dan nilai p-value 0,000<0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis 4 diterima. Pengujian hipotesis 5 . epuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kerja inovatif pada Karyawan Usaha Cake Di Kota Palangka Ray. Dari hasil pengujian hipotesis maka dapat diketahui bahwa pengaruh dukungan organisasi terhadap kepuasan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan nilai original sampel 0,473. Berdasarkan hasil pengujian Path Coefficient pada Tabel 1. 6, menunjukkan SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH KETERLIBATAN KERJA DAN DUKUNGAN ORGANISASI TERHADAP PERILAKU KERJA INOVATIF PADA KARYAWAN GEN Z DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI A Ella Afrida Purba et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. bahwa nilai t-statistik 4,945>1,96 dan nilai p-value 0,000<0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis 5 diterima. Pengujian Hipotesis 6 . eterlibatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kerja inovatif dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada Karyawan Usaha Cake Di Kota Palangka Ray. Berdasarkan hasil evaluasi model struktural diketahui nilai signifikansi pengaruh tidak langsung . ndirect effec. pada nilai original sampel 0,264, t-statistic adalah 3,911>1,96 dan nilai p-values 0,000. Dari hasil pengujian hipotesis diketahui bahwa dukungan organisasi secara langsung berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kerja Lebih lanjut, pada pengujian tidak langsung keterlibatan kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap perilaku kerja inovatif melalui kepuasan kerja, atau dapat diasumsikan bahwa variabel kepuasan kerja (Z) memediasi secara secara penuh hubungan antara keterlibatan kerja (X. dengan perilaku kerja inovatif (Y). Hasil tersebut menunjukan bahwa hipotesis 6 diterima. Pengujian hipotesis 7 . ukungan organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kerja inovatif dengan kepuasan kerja sebgai variabel mediasi pada Karyawan Usaha Cake Di Kota Palangka Ray. Berdasarkan hasil evaluasi model struktural diketahui nilai signifikansi pengaruh tidak langsung . ndirect effec. pada nilai original sampel 0,192, t-statistic adalah 3,161>1,96 dan nilai p-values 0,002. Dari hasil pengujian hipotesis diketahui bahwa dukungan organisasi secara langsung berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kerja Lebih lanjut, pada pengujian tidak langsung dukungan organisasi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap perilaku kerja inovatif melalui kepuasan kerja, atau dapat diasumsikan bahwa variabel kepuasan kerja (Z) memediasi secara secara penuh hubungan antara dukungan organisasi (X. dengan perilaku kerja inovatif (Y). Hasil tersebut menunjukan bahwa hipotesis 7 diterima. Pengaruh Keterlibatan Kerja Terhadap Perilaku Kerja Inovatif Pada Karyawan Usaha Cake Di Kota Palangka Raya Hipotesis pertama diterima, adapun hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel keterlibatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kerja inovatif. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai original sampel 0,280,nilai t-statistik yang lebih besar dari 1,96 yaitu 2,642>1,96. Selain itu, hasil lainnya dapat dilihat dari nilai p-value yang telah memenuhi syarat yaitu p-value lebih kecil dari 0,05, yaitu 0,008<0,05. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa karyawan usaha cake di Kota Palangka Raya setuju bahwa keterlibatan kerja berpengaruh terhadap perilaku kerja. Peningkatan keterlibatan dapat mendorong karyawan untuk bekerja lebih baik dan produktif, sebaliknya keterlibatan yang rendah dapat mengakibatkan penurunan dalam kinerja. Hasil penelitian yang sama juga diperoleh dari penelitian yang dilakukan oleh (Reano et al. yang meneliti tentang pengaruh keterlibatan kerja dan dukungan organisasi terhadap perilaku kerja inovatif dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada Pegawai Pemerintah Daerah Di Provinsi Bengkulu. SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH KETERLIBATAN KERJA DAN DUKUNGAN ORGANISASI TERHADAP PERILAKU KERJA INOVATIF PADA KARYAWAN GEN Z DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI A Ella Afrida Purba et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kerja inovatif karyawan. Pada penelitian lain yang dilakukan oleh (Mardikaningsih and Darmawan 2. dengan judul Determinan Keterlibatan Kerja: Peran Dari Penilaian Kinerja. Perilaku Kepemimpinan dan Perilaku Inovatif, menyatakan bahwa keterlibatan kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku kerja inovatif pada Pengaruh dukungan organisasi terhadap perilaku kerja inovatif pada Karyawan Usaha Cake Di Kota Palangka Raya Hipotesis kedua diterima, adapun hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel dukungan organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kerja inovatif. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai original sampel 0,209,nilai t-statistik yang lebih besar dari 1,96 yaitu 3,199>1,96. Selain itu, hasil lainnya dapat dilihat dari nilai p-value yang telah memenuhi syarat yaitu p-value lebih kecil dari 0,05, yaitu 0,001<0,05. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa karyawan usaha cake di Kota Palangka Raya setuju bahwa dukungan organisasi berpengaruh terhadap perilaku kerja inovatif. Hasil penelitian yang sama juga dilakukan oleh (Lestari et al. dengan judul Analisis Dukungan Organisasi Terhadap Perilaku Kerja Inovatif Guru Ma Di Kecamatan Tenjolaya Bogor. Hasil penelitian nya menyatakan bahwa dukungan organisasi memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap perilaku kerja inovatif. Sehingga, berdasarkan hal tersebut dapat dinyatakan bahwa dukungan organisasi dapat digunakan untuk meningkatkan perilaku kerja Selain sama hal nya dengan penelitian yang di lakukan (Reano et al. Dengan judul penelitian pengaruh keterlibatan kerja dan dukungan organisasi terhadap perilaku kerja inovatif dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Hasil penelitian nya bahwa dukungan organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kerja inovatif pada pegawai Provinsi Bengkulu. Pengaruh keterlibatan kerja terhadap kepuasan kerja pada Karyawan Usaha Cake Di Kota Palangka Ray. Hipotesis ketiga diterima adapun hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel keterlibatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai original sampel 0,557 nilai t-statistik yang lebih besar dari 1,96 yaitu 7,885>1,96. Selain itu, hasil lainnya dapat dilihat dari nilai p-value yang telah memenuhi syarat yaitu p-value lebih kecil dari 0,05, yaitu 0,000<0,05. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa karyawan usaha cake di Kota Palangka Raya setuju bahwa keterlibatan kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja. Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Esty et al. dengan judul penelitian keterlibatan dan motivasi kerja terhadap kinerja melalui kepuasan pegawai surabaya european school bahwa keterlibatan kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Hasil penelitian lainnya yang dilakukan oleh (Febriyan and Kusumayadi 2. dengan judul penelitian Pengaruh Keterlibatan Kerja dan Motivasi SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH KETERLIBATAN KERJA DAN DUKUNGAN ORGANISASI TERHADAP PERILAKU KERJA INOVATIF PADA KARYAWAN GEN Z DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI A Ella Afrida Purba et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Pada Dinas Pariwisata Dan KebudayaAoan Kota Bima, setuju bahwa keterlibatan kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Pengaruh dukungan organisasi terhadap kepuasan kerja pada Karyawan Usaha Cake Di Kota Palangka Raya. Hipotesis keempat diterima adapun hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel dukungan organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai original sampel 0,406 nilai t-statistik yang lebih besar dari 1,96 yaitu 4,875>1,96. Selain itu, hasil lainnya dapat dilihat dari nilai p-value yang telah memenuhi syarat yaitu p-value lebih kecil dari 0,05, yaitu 0,000<0,05. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa karyawan usaha cake di Kota Palangka Raya setuju bahwa dukungan organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Hasil penelitian yang sama juga di lakukan oleh (Sugeng and Niswah 2. dengan judul penelitian pengaruh dukungan organisasi dan karakteristik pekerjaan terhadap komitmen organisasi dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening bahwa dukungan organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Hasil ini didukung juga oleh penelitian yang dilakukan oleh (Siregar and Pasaribu 2. dengan judul penelitian pengaruh dukungan organisasi dan kompensasi terhadap kinerja awak kapal tunda melalui kepuasan kerja pada aman bahari kuala tanjung bahwa dukungan organisasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja pada karyawan pt. aman bahari kuala tanjung. Pengaruh kepuasan kerja terhadap perilaku kerja inovatif pada karyawan usaha cake di Kota Palangka Raya. Hipotesis kelima diterima adapun hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan perilaku kerja inovatif. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai original sampel 0,473 nilai t-statistik yang lebih besar dari 1,96 yaitu 4,945 >1,96. Selain itu, hasil lainnya dapat dilihat dari nilai p-value yang telah memenuhi syarat yaitu p-value lebih kecil dari 0,05, yaitu 0,000<0,05. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa karyawan usaha cake di Kota Palangka Raya setuju bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kerja inovatif. Pada penelitian yang lain yang di lakukan oleh (Reano et al. dengan judul penelitian pengaruh keterlibatan kerja dan dukungan organisasi terhadap perilaku kerja inovatif dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada pegawai pemerintah daerah di provinsi bengkulu, bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kerja inovatif pada pegawai pemerintah daerah provinsi bengkulu. Pengaruh Keterlibatan Kerja Terhadap Perilaku Kerja Inovatif dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada Karyawan Usaha Cake Di Kota Palangka Raya Hipotesis keenam diterima, adapun hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel keterlibatan kerja berpengaruh secara langsung terhadap perilaku kerja inovatif melalui kepuasan kerja. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai t-statistik yang lebih besar dari 1,96 yaitu SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH KETERLIBATAN KERJA DAN DUKUNGAN ORGANISASI TERHADAP PERILAKU KERJA INOVATIF PADA KARYAWAN GEN Z DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI A Ella Afrida Purba et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. 3,911 >1,96. Selain itu, hasil lain dapat dilihat dari nilai original sampel 0,246, nilai p-value yang telah memenuhi syarat yaitu p- value lebih kecil dari 0,05, yaitu 0,000 < 0,05. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa terjadi mediasi dalam model jalur ini. Adapun tipe mediasi dalam jalur ini yang dikembangkan oleh Zhao dalam (Bancin et al. adalah complenebtary medition . artial mediatio. , yaitu terdapat pengaruh mediasi dan pengaruh langsung yang merujuk pada arah yang sama. Jadi dapat disimpulkan bahwa baik secara langsung maupun tidak langsung, variabel keterlibatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kerja inovatif. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan (Reano et al. dimana bahwa prilaku kerja inovatif dapat ditingkatkan dengan didukung oleh keterlibatan kerja yang tinggi serta adanya kepuasan kerja yang dirasakan oleh pegawai. Seseorang yang memiliki keterlibatan kerja yang tinggi pada organisasinya maka akan menunjukkan sikap yang inovatif dalam pekerjaannya, namun hal itu dapat dapat ditingkatkan lagi dengan dukungan dari kepuasan kerja pegawai yang tinggi. Berdasarkan hasil analisis pengujian pada penelitian yang telah dilakukan pada karyawan usaha cake di kota Palangka Raya diketahui bahwa kepuasan kerja dapat menjadi mediasi antara keterlibatan kerja terhadap variabel perilaku kerja inovatif. Pengaruh Dukungan Organisasi Terhadap Perilaku Kerja Inovatif dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada Karyawan Usaha Cake Di Kota Palangka Raya Hipotesis ketujuh diterima, adapun hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel dukungan organisasi berpengaruh secara langsung terhadap perilaku kerja inovatif melalui kepuasan kerja. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai t-statistik yang lebih besar dari 1,96 yaitu 3,161>1,96. Selain itu, hasil lain dapat dilihat dari nilai original sampel 0,264 nilai p-value yang telah memenuhi syarat yaitu p- value lebih kecil dari 0,05, yaitu 0,002 <0,05. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa terjadi mediasi dalam model jalur ini. Adapun tipe mediasi dalam jalur ini yang dikembangkan oleh Zhao dalam (Bancin et. adalah complenebtary medition . artial mediatio. , yaitu terdapat pengaruh mediasi dan pengaruh langsung yang merujuk pada arah yang sama. Jadi dapat disimpulkan bahwa baik secara langsung maupun tidak langsung, variabel keterlibatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kerja inovatif. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan (Reano et al. dimana bahwa prilaku kerja inovatif dapat ditingkatkan dengan adanya dukungan organisasi yang tinggi serta adanya kepuasan kerja yang dirasakan oleh pegawai provinsi bengkulu. Artinya, peran kepuasan kerja sebagai mediasi pada penelitian ini sangat berpengaruh kuat untuk meningkatkan dukungan organisasi yang tinggi yang diberikan kepada pegawai sehingga perilaku kerja inovatif pegawai dapat meningkat secara signifikan. KESIMPULAN Penelitian ini memberikan bukti empiris mengenai pengaruh keterlibatan kerja dan dukungan organisasi terhadap perilaku kerja inovatif yang dimediasi variabel kepuasan Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 75 responden. Seluruh responden SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH KETERLIBATAN KERJA DAN DUKUNGAN ORGANISASI TERHADAP PERILAKU KERJA INOVATIF PADA KARYAWAN GEN Z DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI A Ella Afrida Purba et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. merupakan karyawan usaha cake di Kota Palangka Raya. Kesimpulan dari penelitian adalah sebagai berikut: Keterlibatan kerja berpengaruh terhadap perilaku kerja inovatif pada karyawan usaha cake di Kota Palangka Raya, semakin tinggi keterlibatan kerja karyawan maka akan semakin tinggi pula perilaku kerja inovatif karyawan. Dukungan organisasi berpengaruh terhadap perilaku kerja inovatif pada karyawan usaha cake di Kota Palangka Raya, semakin tinggi dukungan organisasi maka akan semakin tinggi pula perilaku kerja inovatif karyawan. Keterlibatan kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja pegawai pada karyawan usaha cake di Kota Palangka Raya, semakin tinggi keterlibatan kerja pegawai maka akan semakin tinggi pula kepuasan karyawan. Dukungan organisasi berpengaruh terhadap kepuasan kerja pegawai pada karyawan usaha cake di Kota Palangka Raya, semakin tinggi dukungan organisasi maka akan semakin tinggi pula kepuasan kerja karyawan. Kepuasan kerja berpengaruh terhadap perilaku kerja inovatif pegawai pada karyawan usaha cake di Kota Palangka Raya, semakin tinggi kepuasan kerja seorang pegawai maka akan semakin tinggi pula perilaku kerja inovatifnya. Kepuasan kerja menjadi mediasi antara variabel keterlibatan kerja terhadap perilaku kerja inovatif karyawan pada usaha cake di kota palangka raya. Kepuasan kerja menjadi mediasi antara variabel dukungan organisasi terhadap perilaku kerja inovatif karyawan pada usaha cake di Kota Palangka Raya. DAFTAR PUSTAKA