133 HEME : Health and Medical Journal pISSN : 2685 Ae 2772 eISSN : 2685 Ae 404x Available Online at : https://jurnal. id/index. php/heme/issue/view/88 Pengaruh Edukasi Terhadap Pengetahuan Nelayan tentang Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) pada Korban Tenggelam Astilia1*. Yance Komela Sari1. Nopan Saputra1. Dewi Kartika Sari1 Program Studi Keperawatan Anestesiologi. Fakultas Vokasi. Universitas Baiturrahmah. Padang. Indonesia Email : astilia@staff. Abstrak Pendahuluan : Tenggelam adalah kondisi gawat darurat yang dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian kurang dari 24 jam setelah kejadian. Pengetahuan tentang pertolongan pertama gawat darurat (PPGD) pada korban tenggelam sangat penting diketahui oleh nelayan untuk meningkatkan keselamatan, mencegah kecacatan dan menurunkan angka kematian. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan nelayan tentang Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) pada korban tenggelam di Pantai Salido Pesisir Selatan Metode : Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain one group pre test-post test. Populasi penelitian ini seluruh nelayan di Pantai Salido dengan jumlah sampel 37 responden menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner terdiri atas 20 pertanyaan untuk mengukur tingkat pengetahuan dengan menggunakan skala likert. Analisa data yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa lebih dari separuh nelayan memiliki pengetahuan kurang 56,8% dan sesudah diberikan edukasi memiliki pengetahuan baik 59,5%. Berdasarkan hasil uji statistik diketahui nilai p 0,000 < 0,05 yang berarti ada pengaruh edukasi terhadap pengetahuan nelayan tentang pertolongan pertama gawat darurat (PPGD) pada korban tenggelam di Pantai Salido Pesisir Selatan. Kesimpulan: edukasi tentang pertolongan pertama tenggelam dapat menambah pengetahuan nelayan sebagai upaya penyelamatan nyawa dengan cepat dan tepat. Kata kunci : edukasi, gawatdarurat, pertolongan pertama, nelayan, tenggelam Abstract Introduction: Drowning is an emergency condition that can cause disability or even death less than 24 hours after the incident. Fishermen must possess knowledge of emergency first aid (PPGD) for drowning victims to enhance safety, avert impairment, and decrease mortality. Objective: To determine the effect of health education on fishermen's knowledge about Emergency First Aid (PPGD) for drowning victims at Salido Beach. South Coast. Method: This study used a quasi-experimental method with a one-group pre-test-post-test design. The population of this study was all fishermen at Salido Beach with a sample of 37 respondents using the total sampling technique. The instrument used was a questionnaire consisting of 20 questions to measure the level of knowledge using a Likert scale. Data analysis used the Wilcoxon test. Results: This study showed that more than half of the fishermen had poor knowledge . 8%) and after being given health education had good knowledge . 5%). Based on the results of the statistical test, the p-value was 0. 000 <0. 05, which means there was an effect of health education on fishermen's knowledge about emergency first aid (PPGD) for drowning victims at Salido Beach. South Coast. Conclusion: Health education on first aid for drowning can increase fishermen's knowledge as an effort to save lives quickly and accurately. Keywords: drowning, education, emergency, fishermen, first aid Health and Medical Journal HEME. Vol Vi No 2 May 2026 PENDAHULUAN Tenggelam adalah penyebab utama ketiga kematian terkait cedera yang tidak disengaja terjadi di seluruh dunia. Setiap jam setiap hari lebih dari 40 orang kehilangan nyawa mereka akibat tenggelam. Tenggelam membahayakan dan mengancam nyawa korban karena oksigen dalam tubuh berkurang akibat paru-paru terendam oleh Tenggelam adalah kondisi cedera karena terendam air atau cairan yang dapat menyebabkan waktu kurang dari 24 jam2. Jika tidak segera di berikan pertolongan akan menimbulkan kecacatan bahkan kematian setelah kejadian. Data World Health Organization (WHO) tahun 2021 melaporkan, sekitar 300. orang meninggal akibat tenggelam setiap tahun di seluruh dunia. Data korban tenggelam di Indonesia 518 kasus pada tahun 2020, dengan angka kematian sekitar 1,78 per 100. Hampir 90% kejadian tenggelam di Indonesia tidak mendapat pertolongan secara cepat. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurangnya tingkat pengetahuan terhadap pertolongan pertama pada korban tenggelam dan kurangnya sosialisasi tentang informasi dan manfaat Hal ini menunjukkan rendahnya pengetahuan dan kesiapsiagaan pertolongan pertama pada korban tenggelam. Korban tenggelam merupakan salah satu membutuhkan penanganan segera dan tepat. Tingginya angka kematian akibat tenggelam tidak hanya disebabkan oleh faktor lingkungan, tetapi juga oleh kurang optimalnya sistem pertolongan serta 5 Pemberian Pertolongan Email : heme@unbrah. Pertama Gawat Darurat (PPGD) sangat penting segera dilakukan untuk mengurangi kemungkinan kecacatan yang lebih parah atau bahkan kematian. Penyebab tingginya angka kematian akibat tenggelam ini salah satunya adalah dari aspek pengetahuan dan pertolongan, dimana terkadang masyarakat memiliki sistem pertolongan dan pengetahuan penanganan yang tidak tepat serta pertolongan awal yang tidak sesuai. Untuk pengetahuan masyarakat atau pendidikan tentang penanganan pertama korban tenggelam air laut khususnya untuk masyarakat yang ataupun kesehariannya berada ditepi pantai. 8 Oleh karena itu, nelayan semestinya mempunyai pengetahuan dasar bagaimana cara memberikan pertolongan pertama yang tepat dan cepat untuk menolong korban tenggelam. Pengetahuan dasar bisa didapatkan melalui pendidikan kesehatan, dimana penyampaian materi yang disampaikan edukator dapat mempengaruhi orang lain agar memiliki pengetahuan dan pemahaman sesuai yang 9 Pengetahuan mengenai teknik pemberian Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan penanganan korban tenggelam sangat diperlukan dalam menghadapi situasi seperti ini untuk memberikan pertolongan yang lebih tepat. Sehingga sangat penting dilakukan edukasi kepada masyarakat terkait pertolongan pertama korban tenggelam untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Kabupaten Pesisir Selatan sangat dikenal dengan tempat wisata bernuansa alami, yang dikenal dengan Negeri Sejuta Pesona. Pantai Salido, merupakan kawasan objek wisata terletak di Kampung Koto Kenagarian Salido Kecamatan IV Jurai. Lokasi Pantai Salido juga berdampingan langsung dengan Pantai Carocok yang membuat Pantai Salido tidak Heme. Vol Vi No 2 May 2026 pernah sepi oleh pengunjung baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Pengunjung tidak hanya bisa melihat keindahan pantai dan langsung aktivitas masyarakat nelayan menangkap ikan dengan menggunakan alat tangkap pukat tradisional10. Pada tahun 2018, pernah terjadi insiden tenggelam yang menimpa seorang nelayan di Kenagarian Salido. Kecamatan IV Jurai. Kabupaten Pesisir Selatan. Korban dilaporkan terjatuh dari perahunya saat melaut untuk menarik pukat, dan ditemukan sudah tidak bernyawa di sekitar kawasan ujung karang Pantai Salido. Kejadian tragis ini menunjukkan bahwa aktivitas nelayan di wilayah pesisir memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan tenggelam, terutama ketika tidak disertai dengan kesiapsiagaan dan keterampilan penanganan darurat yang Survei awal yang dilakukan melalui wawancara dengan nelayan, warga setempat, serta Walinagari Salido, diperoleh informasi bahwa masyarakat di daerah tersebut belum pernah mendapatkan pendidikan kesehatan tentang pertolongan pertama pada korban Pengetahuan masyarakat saat ini sebagian besar masih berasal dari tradisi turun-temurun, dimana metode tradisional ini tidak sesuai dengan prinsip penanganan memperburuk kondisi korban. Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Nelayan Tentang Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) pada korban tenggelam di Pantai Salido Kenagarian Salido Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan. II. METODE PENELITIAN Penelitian eksperimen dengan desain penelitian one group pre test-post test. Populasi penelitian ini adalah seluruh nelayan di Pantai Salido dengan jumlah sampel 37 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penilitian ini total sampling yaitu jumlah populasi yang kurang dari 100 seluruh populasi dijadikan sampel penelitian Kriteria inklusi pada penelitian ini yaitu : bersedia menjadi responden serta bisa membaca dan menulis. Pengumpulan data dilakukan dengan mengisi kuesioner pengetahuan tentang pertolongan pertama pada korban tenggelam, dilakukan sebelum . re-tes. intervensi dan sesudah . ost-tes. Sebelum dilakukan intervensi (Pre-tes. , tingkat pengetahuan dinilai dengan pengisian kuesioner yang terdiri dari 20 pertanyaan mengenai pertolongan pertama gawat darurat Setelah dilakukannya intervensi . ost tes. , tingkat nelayan diukur menggunakan kuisioner yang sama untuk menilai pengetahuan nelayan. Intervensi berupa edukasi Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) pada korban tenggelam. Edukasi dilakukan dengan memberikan materi menggunakan media power point dan leaflet. Metode yang digunakan ceramah, diskusi, dan demonstrasi yang dilakukan oleh tenaga kesehatan yang telah mengikuti pelatihan BTCLS dengan pertolongan pertama yang benar tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) menggunakan Analisa data dilakukan menggunakan aplikasi SPSS dengan uji Wilcoxon untuk mengetahui Pengaruh Edukasi Terhadap Pengetahuan Nelayan Tentang Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) pada korban tenggelam di Pantai Salido Kenagarian Health and Medical Journal HEME. Vol Vi No 2 May 2026 Salido Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan. HASIL KARAKTERISTIK RESPONDEN TABEL KARAKTERISTIK RESPONDEN BERDASARKAN JENIS KELAMIN DI PANTAI SALIDO PESISIR SELATAN (N=. Frekuensi Persentase Jenis kelamin . (%) Laki-laki Perempuan Total Berdasarkan tabel 1 menunjukkan bahwa lebih dari separuh jenis kelamin responden adalah laki-laki yaitu 26 orang . ,3%). TABEL 4. INFORMASI TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA TENGGELAM DI PANTAI SALIDO PESISIR SELATAN (N=. Frekuensi Persentase Informasi . (%) Pernah Tidak Pernah Total Berdasarkan tabel 4 menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden adalah tidak pernah mendapatkan informasi tentang pertolongan pertama tenggelam yaitu 29 orang . ,4%). ANALISA UNIVARIAT TABEL DISTRIBUSI DAN FREKUENSI PENGETAHUAN SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN EDUKASI (N=. Sebelum Sesudah TABEL KARAKTERISTIK RESPONDEN Pengetahuan . (%) . (%) BERDASARKAN UMUR DI PANTAI SALIDO PESISIR SELATAN (N=. Kurang Frekuensi Persentase Cukup Umur . (%) Baik Dewasa Awal . Ae 35 tahu. Total Dewasa Akhir . Ae 45 tahu. Lansia Awal . Ae 55 tahu. Berdasarkan tabel 5 menunjukkan bahwa Total Berdasarkan tabel 2 menunjukkan bahwa lebih dari separuh umur responden adalah dewasa akhir . -45 tahu. yaitu 21 orang . ,8%). TABEL KARAKTERISTIK RESPONDEN BERDASARKAN PENDIDIKAN DI PANTAI SALIDO PESISIR SELATAN (N=. Frekuensi Persentase Pendidikan . (%) Sarjana Diploma SMA SMP Total Berdasarkan tabel 3 menunjukkan bahwa lebih dari separuh pendidikan responden adalah SMA yaitu 23 orang . ,2%). lebih dari separuh responden sebelum diberikan edukasi memiliki pengetahuan kurang yaitu 21 orang . ,8%) dan sesudah diberikan edukasi kesehatan lebih dari separuh memiliki pengetahuan baik yaitu 22 orang . ,5%). ANALISA BIVARIAT TABEL 6. PENGARUH EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN NELAYAN TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA GAWAT DARURAT (PPGD) PADA KORBAN TENGGELAM DI PANTAI SALIDO (N=. Mean of Sum of Rank Rank Penkes Negatif 0,00 0,00 0,000 Sebelum Positif 15,00 435,00 dan sesudah Intervensi Tiles Jumlah Berdasarkan table 6 diketahui bahwa sesudah diberikan edukasi lebih dari separuh Email : heme@unbrah. Heme. Vol Vi No 2 May 2026 Berdasarkan hasil uji Wilcoxon diketahui nilai p 0,000 < 0,05 yang berarti ada Pengaruh edukasi Terhadap Pengetahuan Nelayan Tentang Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) pada korban tenggelam di Pantai Salido Kenagarian Salido Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan. IV. PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang kurang, yaitu sebanyak 21 orang . ,8%). Hal ini dipengaruhi kurangnya informasi tentang bagaimana melakukan pertolongan pertama pada korban tenggelam, sehingga pengetahuan nelayan masih Kondisi ini menunjukkan bahwa akses informasi dan edukasi kesehatan masih sangat minim, sehingga menjadi salah satu penyebab rendahnya pengetahuan nelayan sebelum diberikan edukasi. Sehingga nelayan hanya melakukan pertolongan pertama sesuai dengan pengalaman yang sering terjadi13. Setelah dilakukan intervensi berupa edukasi tentang pertolongan pertama pada korban tenggelam, terjadi peningkatan pengetahuan di mana sebagian besar responden berada pada kategori baik, yaitu 22 orang . ,5%). Hal dengan pendapat Notoatmodjo . bahwa pendidikan kesehatan dapat mengubah pengetahuan seseorang, masyarakat dalam pengambilan berhubungan dengan Pendidikan kesehatan secara upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain baik individu, kelompok, atau masyarakat dan pendidik atau pelaku Pengetahuan merupakan hasil dari proses AutahuAy yang muncul setelah seseorang melakukan penginderaan terhadap suatu objek. Proses penginderaan tersebut terjadi melalui pancaindra, yaitu penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, dan Masalah tenggelam, dapat di tanggulangi masyarakat awam tentang pertolongan pertama dari sumber yang terpercaya seperti tenaga kesehatan tentang teknik pertolongan pertama pada korban tenggelam seperti cara meminta pertolongan dan memberikan bantuan hidup dasar. Pengetahuan dasar Sehingga masyarakat yang mendapatkan pendidikan kesehatan tentang penanganan pertama korban tenggelam air laut mengalami peningkatan pengetahuan tentang upaya penanganan pertama korban tenggelam air laut. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon diperoleh nilai p = 0,000 (< 0,. , yang berarti ada Pengaruh Edukasi Terhadap Pengetahuan Nelayan Tentang Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) pada korban tenggelam di Pantai Salido Kenagarian Salido Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan. Hal ini sejalan dengan penelitian Saranani, , & Romantika. dengan judul AuPengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan nelayan tentang pertolongan pertama pada korban tenggelam di desa langara tanjung batu kecamatan wawonii kepulauanAy menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pengetahuan nelayan sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan dengan nilai p=0,000 < 0,05. Pentingnya memperhatiakan pengetahuan masyarakat tenggelam air laut karena penanganan ini adalah penanganan yang bersifat darurat yang bisa dimana saja dilakukan dan siapapun bisa melakukan jika memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang penaganan pertama korban tenggelam air Health and Medical Journal HEME. Vol Vi No 2 May 2026 laut atau mengikuti hidup dasar17. pelatihan bantuan Penelitian lain oleh Sugiantoro. , & Wahyudi. dengan judul AuPengaruh promosi kesehatan terhadap tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat nelayan tentang pertolongan pertama korban tenggelam air laut di Dusun Mutun Desa Sukajaya Lempasing Kabupaten Pesawaran LampungAy . menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan responden sebelum diberi promosi dengan mean 5,80, sesudah diberi promosi mean 10,60. Rata-rata sikap responden sebelum diberi promosi kesehatan dengan mean 15,67, sesudah diberi informasi mean 31,67. Hasil analisa data bivariat menggunakan uji t-tes didapat nilai p-value 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa memberikan pertolongan pertama yang tepat dan cepat untuk menolong korban tenggelam dan juga memiliki pengetahuan dasar tentang pertolongan pertama pada tenggelam yang didapatkan melalui pendidikan kesehatan8. Hasil penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian sebelumnya, yang sama-sama menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait pertolongan pertama pada korban Dengan demikian, pendidikan kesehatan terbukti layak dan perlu diterapkan secara berkelanjutan pada masyarakat pesisir, khususnya kelompok nelayan yang memiliki risiko tinggi terhadap kejadian tenggelam. KESIMPULAN DAN SARAN Ada Pengaruh Edukasi Pengetahuan Nelayan Tentang Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) Pada Korban Tenggelam di Pantai Salido Pesisir Selatan dengan nilai p 0,000 < 0,05. Hal ini memberikan pengaruh positif terhadap Email : heme@unbrah. pengetahuan nelayan dalam memberikan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) pada korban tenggelam. Sehingga perlunya peningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat kususnya yang sebagai nelayan ataupun kesehariannya pantai sebagai upaya penyelamatan nyawa dengan cepat dan tepat. DAFTAR PUSTAKA