Jurnal Magistra Volume 3 Nomor 1 Maret 2024 e-ISSN : 3026-6572. dan p-ISSN : 3026-6580. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62200/magistra. Available online at: https://ejurnal. id/index. php/magistra Strategi Meningkatkan Iman SEKAMI melalui Pemanfaatan Media Sosial Tik-tok di Stasi Kristus Raja Semesta Alam Suga-Suga Sergius Lay 1*. Kristiana Mendrofa 2. Venida Anastasya Limbong 3 STP Dian Mandala Gunungsitoli. Indonesia Alamat: Jl. Nilam No. 4 Gunungsitoli Korespondensi penulis: giuslay. zone@stpdianmandala. Abstract. The title of this study is a strategy to increase the faith of SEKAMI through the use of tik-tok social media at Stasi Kristus Raja Semesta Alam Suga-Suga. The focus of the research stems from the researcher's concerns about the support of SEKAMI, which does not have a strategy or approach to address SEKAMI children on a case-by-case basis. The main problem identified is the lack of understanding of the development of the situation, hence the absence of a good strategy to exploit the situation, especially in terms of technology that displays different types of social media, including tik-tok. social media. The purpose of this research is to look at, which includes tik-tok social media, which is one of the methods that can be used to increase the trust of SEKAM. The research method used is qualitative research. The selection of research sites and subjects was done through random sampling and random sampling. Miles and Huberman model was used to analyze the data. The analysis was performed in three stages: data reduction, data presentation, and data control. The framework is to explain's strategy of using tik-tok social media to SEKAMI trust. Based on research, the research results illustrate that SEKAMI facilitators will collaborate tik-tok social media with SEKAMI activities because they have found various strategies to utilize tik-tok social media as one of the tools that can be used in increasing SEKAMI's Keywords: SEKAMI faith. Strategy. Tik-tok Abstrak. Judul Penelitian ini adalah strategi meningkatkan iman SEKAMI melalui pemanfaatan media sosial tiktok di Stasi Kristus Raja Semesta Alam Suga-Suga. Fokus penelitian berangkat dari keprihatinan peneliti atas pendampingan SEKAMI yang kurang strategi atau metode yang menarik untuk SEKAMI sesuai dengan perkembangan zaman. Pokok masalah yang diangkat adalah kurangnya kepekaan terhadap kemajuan zaman sehingga tidak menemukan strategi yang tepat dalam memanfaatkan perkembangan zaman terutama di bidang teknologi yang menghadirkan berbagai macam media sosial salah satunya media sosial tik-tok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana jejaring sosial TIK-tok dapat digunakan untuk meningkatkan kredibilitas SEKAMI. Penelitian kualitatif digunakan sebagai metode penelitian. Pilihan situs dan topik untuk penelitian dibuat berdasarkan model olahraga dan salju. Model analitik Miles dan Huberman digunakan untuk menganalisis data. Analisis dilakukan dalam 3 tahap: reduksi data, penyajian data, dan pengelolaan data. Framework yang dibuat, bertujuan untuk menjelaskan strategi SEKAMI dalam memanfaatkan media sosial Tiktok untuk meningkatkan kepercayaan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, terdapat hasil penelitian yang mengungkap hal tersebut. pendamping SEKAMI akan mengolaborasikan media sosial tik-tok dengan kegiatan SEKAMI karena telah menemukan berbagai strategi untuk memanfaatkan media sosial tik-tok sebagai salah satu sarana yang dapat digunakan dalam meningkatkan iman SEKAMI. Kata kunci: Iman SEKAMI. Strategi. Tik-tok PENDAHULUAN Media sosial dapat didefinisikan sebagai platform yang menyediakan platform bagi pengguna untuk berkomunikasi secara online. Komunikasi online dan inovasi dalam komunikasi manusia terus berkembang seiring berjalannya waktu. Hal ini memungkinkan orang untuk berkomunikasi satu sama lain tanpa batasan spasial dan temporal. Media sosial telah berdampak besar pada kehidupan kita saat ini. Media sosial meruntuhkan hambatan Jejaring sosial ini memungkinkan orang untuk berkomunikasi satu sama lain di mana pun mereka berada, kapan pun mereka mau, tidak peduli seberapa jauh jaraknya, siang atau Received: Februari 02, 2024. Revised: Februari 25, 2024. Accepted: Maret 20, 2024. Published: Maret 24, 2024 Strategi Meningkatkan Iman SEKAMI melalui Pemanfaatan Media Sosial Tik-tok di Stasi Kristus Raja Semesta Alam Suga-Suga malam (Nurhalimah, 2019, hal. Media sosial melalui sarana audio visual tersebut secara perlahan memasuki dunia peribadatan dalam gereja terutama di kalangan anak-anak. Banyak konten-konten kehidupan rohani spiritual atau religius yang didesiminasikan melalui media-media sosial tersebut (Mendrofa et al. , 2023, hal. 358Ae. Gereja selalu terbuka terhadap perkembangan dan kemajuan media sosial yang ada. Dalam hal ini tidak tertutup kemungkinan terhadap petugas pastoral dalam memberikan perhatian kepada anak-anak SEKAMI. Hendaknya memperhatikan bahwa ketentuan yang benar terhadap penggunaan media sosial ini kepada anak-anak, ketika dapat terkontrol dan menghantar anak-anak SEKAMI untuk mengenal Kristus dalam hidupnya. Penerapan yang tegas inilah tentu memberikan dampak yang positif pada diri anak-anak SEKAMI dalam perkembangannya untuk menyadari dan dihantar pelan-pelan ambil bagian dalam pewartaan demi keselamatan dunia (Konsili Vatikan II, 1993, no. Dalam hal ini Kitab Suci hendaknya dibuat menarik bagi anak-anak dan remaja untuk menyadarkan anak-anak dan remaja bahwa Kitab Suci merupakan sumber utama untuk Oleh karena itu, anak-anak dan remaja hendaknya dibimbing oleh kecintaan membaca, memahami, memikirkan, dan memberitakan Firman Tuhan sesuai dengan panggilan misionaris anak-anak dan remaja. Anak-anak dan remaja harus dibimbing untuk mencintai Alkitab. mencintai Yesus sebagai sahabat sejati lewat metode-metode yang khas untuk anak dan remaja (Leobisa et al. , 2. Penelitian ini dibuat untuk studi kasus tentang strategi meningkatkan iman SEKAMI melalui pemanfaatan media sosial tik-tok di Stasi Kristus Raja Semesta Alam Suga-Suga. Dengan demikian, penelitian ini bermaksud untuk menganalisis fenomena-fenomena yang terjadi secara ilmiah dalam kegiatan penelitian. KAJIAN TEORITIS Serikat Kepausan Anak-anak dan Remaja Misioner (SEKAMI) merupakan salah satu badan di dalam Gereja Katolik yang secara khusus bergerak untuk pendampingan iman anak dan remaja dalam Gereja Katolik. Pertumbuhan iman anak dan remaja dalam Gereja digiatkan untuk membantu orang tua dalam membesarkan atau mendewasakan anak dalam iman dan cinta kasih. Seperti dikatakan oleh Besari dan Wahy (Besari, 2022. Wahy, 2. , bahwa keluarga merupakan tempat pendidikan pertama dan terpenting dalam membesarkan Orang tua dalam hal ini sangat dituntut untuk lebih teliti dan konsisten memperhatikan anak-anak, tentu dengan harapan ke arah yang lebih baik. Membina iman anak, kita tidak anak-anak JURNAL MAGISTRA - VOLUME 3 NOMOR 1 MARET 2025 e-ISSN : 3026-6572. dan p-ISSN : 3026-6580. Hal. mempertanggungjawabkan imannya sendiri. Beranjak dari ketidaktahuannya, anak-anak hendaknya terus didampingi dalam mengikuti perkembangannya. Sehingga dengan pendampingan, kita bisa membedakan apakah itu perkembangan yang bagus untuk anak ataupun tidak. Hal ini tampak pada kegiatan SEKAMI sebagai kolaborasi antara orang tua dan pendamping SEKAMI untuk memperhatikan perkembangan anak (Nampar & Silpanus, 2018, hal. SEKAMI menjadi sarana untuk melibatkan secara langsung anak-anak SEKAMI dalam mengenal sesamanya agar lebih dekat dan memahami arti sebuah kebersamaan. Dalam melaksanakan kegiatan SEKAMI. Arsitek merupakan sumber ilmu untuk membangun keimanan anak. Arsitek SEKAMI merupakan mitra dalam pembangunan SEKAMI dan orang tua tetap menjadi kontributor utama dalam pembangunannya. Faktor penting dalam terwujudnya karya SEKAMI adalah peran arsitek, yang harus menunjukkan peran Yesus dalam mengajar dan memberitakan kabar baik keselamatan Tuhan (Darina et , 2021, hal. Peran orang tua dalam keluarga adalah menjadi teladan bagi anak-anaknya. Sebab lingkungan hidup awal dan terpenting bagi seorang anak adalah keluarga. Komunitas akan menjadi landasan watak. Tata krama dan tingkah laku yang digunakan saat berinteraksi dengan orang lain. Orang tua bertanggung jawab untuk mendidik anak-anak mereka di semua bidang kehidupan, terutama dalam masalah keimanan dan akhlak. Ya, ini berdasarkan perjanjian dan kewajiban yang dibuat pada saat Saudara mengadakan Perjamuan Tuhan di Gereja Katolik. Mereka berjanji akan membesarkan anak-anaknya secara Katolik jika menerima sakramen perkawinan. Kesibukan dan kerja keras orang tua dalam mencari nafkah keluarga, terkadang pendampingan anak sering terabaikan. Ini menjadi keprihatinan bersama dalam mempersiapkan generasi yang beriman dan berakhlak. Gereja hadir untuk menghadirkan solusi dan membantu orang tua dalam membina anakanak agar semakin mengenal persekutuannya dengan sesamanya dan dekat dengan Gereja. Dalam hal ini. Gereja memberdayakan pendamping SEKAMI agar anak-anak SEKAMI terus dilatih dan diperhatikan perkembangan imannya. Gereja mengetahui bahwa ada banyak alasan mengapa sulit bagi orang tua untuk mengembangkan iman anak-anaknya. Seringkali orang tua tidak punya waktu atau terlalu sibuk bekerja. Membantu orang tua untuk mengembangkan iman anak-anak mereka. Gereja mengadakan berbagai acara atau program yang menarik untuk anak-anak dalam kegiatan SEKAMI (Setiawan, 2024, hal. Strategi Meningkatkan Iman SEKAMI melalui Pemanfaatan Media Sosial Tik-tok di Stasi Kristus Raja Semesta Alam Suga-Suga Dunia di era modern yang semakin canggih, sains dan teknologi terus mengalami perubahan yang semakin maju dari tahun ke tahun. Sehingga dengan kecerdasannya, manusia berupaya menciptakan berbagai kemudahan, baik dalam hal menciptakan sesuatu yang baru maupun dengan tujuan untuk penghasilan. Kita baru saja memasuki gerbang abad XXI. Abad ini masih muda baru berumur puluhan tahun, namun banyak yang merasa serius dan mulai membuat suatu perubahan di berbagai aspek dalam kehidupan ini. Dari sekian banyaknya media sosial yang ada, aplikasi yang sedang trend saat ini adalah tik-tok. Tik-tok adalah sebuah Ini adalah platform media sosial dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Tik-tok adalah salah satu aplikasi paling populer dan populer di dunia. Aplikasi ini memungkinkan pengguna membuat video berdurasi mulai dari 15 detik hingga 10 menit menggunakan musik, filter, dan fitur kreatif lainnya. Selain itu. TikTok adalah perpustakaan video paling populer di Internet dan situs video yang menawarkan berbagai konten dengan cara yang sangat mobile dan dapat diandalkan (Malimbe et al. , 2021, hal. Hal ini dapat meningkatkan kreativitas seseorang untuk menciptakan gambar terbaik dan menarik lebih banyak orang. TikTok dapat memberikan hiburan kepada semua orang untuk mengurangi kepenatan dan kebosanan dengan media sosial, dan banyak ekspresi yang dapat diungkapkan oleh pengguna TikTok di Media Sosial TikTok, seperti mengungkapkan kebahagiaan, kesedihan, kekecewaan, kemarahan dan berbagai ekspresi lainnya selama menggunakan dan menonton video di TikTok. Setiap dapat melihat gambar berbeda dengan gambar berbeda. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa TikTok merupakan salah satu bentuk jejaring sosial yang membantu memberikan berbagai informasi berupa video yang dapat dilihat di seluruh dunia (Jusikusuma & Wijaya, 2022, hal. Strategi pemanfaatan media sosial tik-tok dalam meningkatkan iman SEKAMI, setiap proses perkembangan anak hendaknya selalu dalam pengawasan orang tua. Pada proses tumbuh kembang anak, orang tua harus bisa mendisiplinkan anaknya agar mampu memanfaatkan waktu sebaik mungkin dan melakukan hal-hal yang baik. Strategi pemanfaatan media sosial tik-tok merupakan bagian dari pengawasan orang tua dan pendamping SEKAMI yang mampu diterapkan dalam kegiatan pendampingan SEKAMI maupun di rumah dengan tujuan untuk meningkatkan iman SEKAMI. Peran orang tua terhadap anak sangatlah berpengaruh terhadap kinerja dan kreativitas seorang anak dalam mengerjakan sesuatu ataupun berinteraksi. Memberikan kesempatan dan pemahaman terkait tentang kecanggihan merupakan cara yang baik untuk menambah wawasan anak, namun orang tua tidak boleh terlepas untuk memberikan pengawasan supaya selalu terkontrol dengan baik (Nurhasanah et al. , 2023, hal. Orang tua bertindak seperti JURNAL MAGISTRA - VOLUME 3 NOMOR 1 MARET 2025 e-ISSN : 3026-6572. dan p-ISSN : 3026-6580. Hal. pemimpin bagi anak-anak mereka dalam berbagai cara, seperti menegakkan aturan, berteman dengan anak-anak mereka di media sosial, menetapkan batasan, menggunakan metode khusus, menggunakan hal-hal Tuhan, dan banyak lagi. Tujuan Bantuan Orang Tua adalah memberikan bimbingan dan informasi mengenai media tontonan untuk menunjang pengetahuan dan pemahaman anak. Kehadiran media sosial rupanya sudah menjadi kebutuhan primer tidak hanya bagi generasi muda, namun juga bagi anak-anak sekolah dasar yang tertarik dengan media sosial (Pratiwi et al. , 2018, hal. Sosialisasi adalah konsep umum yang dapat didefinisikan sebagai proses dimana kita belajar berpikir, merasakan dan bertindak melalui interaksi dengan orang lain, semua faktor penting yang berkontribusi terhadap masyarakat. Maraknya media sosial Dengan adanya media sosial, komunikasi akan semakin mudah kapanpun dan dimanapun, sehingga komunikasi menjadi lebih mudah (Efendi et al. , 2024, p. Awalnya, animasi terdiri dari serangkaian klip video yang dipindahkan agar tampak hidup. Animasi dapat didefinisikan sebagai rangkaian gambar yang saling berhubungan, berkesinambungan, atau bergerak Dalam sebuah kegiatan SEKAMI, berbagai situasi kemungkinan akan terjadi dan akan menimbulkan rasa bosan. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, kami menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan tematik. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk mempelajari sifat gejala alami . atural fenomen. dimana peneliti sebagai instrumen utamanya dan teknik pengumpulan datanya adalah triangulasi . awancara, observasi, dokumentas. Selain itu data yang diperoleh dalam penelitian kualitatif cenderung berbentuk deskriptif, analisis data bersifat induktif, cenderung memaknai dan memahami keunikan, menjelaskan fenomena, dan menemukan hipotesis (Sukestiyarno, 2020, hal. Dalam penelitian ini penelitian pada proses penelitian salju diawali dengan definisi informan utama (Key Informa. pada masing-masing responden yang akan diwawancarai seperti halnya Lektor. Setelah peneliti mencari dan menemukan key informan . nforman utam. tersebut, kemudian key informan ini peneliti meminta untuk menunjuk informan mengenali dan memahami masalah yang sedang diselidiki, ia harus mengumpulkan informasi sehingga sampelnya cukup besar untuk mengisi data peneliti, dan sebagainya. Sumber informasi utama dalam penelitian ini adalah guru, sumber informasi lainnya adalah pendamping SEKAMI, orang tua dan anak SEKAMI. Metode analisis data yang Strategi Meningkatkan Iman SEKAMI melalui Pemanfaatan Media Sosial Tik-tok di Stasi Kristus Raja Semesta Alam Suga-Suga digunakan adalah Hal ini dilakukan dalam tiga tahap dengan menggunakan model analisis data Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data dan pengendalian data (Bugin, 2008, hal. 100Ae. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di Stasi Kristus Raja Semesta Alam Suga-Suga. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari Desember 2023-Mei 2024. Berdasarkan hasil penelitian, di Stasi Kristus Raja Semesta Alam Suga-Suga. Bahwa SEKAMI cukup berperan aktif di setiap kegiatan yang dilaksanakan dengan terlibat iman SEKAMI akan semakin bertumbuh dengan sendirinya serta dorongan dari pendamping SEKAMI yang selalu mengajak SEKAMI semakin mengena Allah dekat dengan Gereja, sehingga pendamping SEKAMI harus mampu melihat perkembangan zaman dan melibatkannya dalam kegiatan SEKAMI agar lebih menarik dan disenangi oleh SEKAMI sendiri. Salah satunya media sosial tik-tok dapat di jadikan sebagai salah satu sarana dalam kegiatan SEKAMI. Berdasarkan data serta informasi yang di peroleh peneliti, diketahui bahwa orang tua, pendamping SEKAMI dan SEKAMI sudah menggunakan dan memanfaatkan media sosial tik-tok dengan halnya seperti menonton, menghibur diri, mendapatkan informasi, membuat konten/video, bermain tik-tok bersama maupun sendiri dan dengan mudah di akses serta jaring internet di Stasi Kristus Raja Semesta Alam Suga-Suga sudah cukup memadai. Kehadiran SEKAMI Memiliki semangat dan dorongan dalam memahami materi serta kegiatan yang disampaikan oleh pendamping SEKAMI. SEKAMI senantiasa selalu di hantar menjadi lebih dekat dengan Gereja dan semakin mengenal Allah serta memiliki cinta kasih terhadap sesama. Interaksi SEKAMI dengan Gereja diwujudkan dalam beberapa kegiatan seperti: membuat lagu dan gerak, bermain bersama, membaca Kitab Suci, drama, kuis dan lain-lain. Di Stasi Kristus Raja Semesta Alam Suga-Suga, pengawasan orang tua, pendamping SEKAMI, terhadap SEKAMI dalam mengakses media sosial tik-tok di rumah maupun di lingkungan Gereja. Hanya saja pendamping SEKAMI belum mendapatkan strategi atau cara untuk memanfaatkan media sosial tik-tok sebagai salah satu sarana dalam meningkatkan iman SEKAMI di Stasi Kristus Raja Semesta Alam Suga-Suga. Pembahasan Konsep tentang Iman SEKAMI Para informan mengatakan bahwa Iman SEKAMI adalah percaya kepada Kristus meskipun tidak bisa dilihat namun dapat dirasakan. Hal ini dapat kita rasakan lewat perilaku JURNAL MAGISTRA - VOLUME 3 NOMOR 1 MARET 2025 e-ISSN : 3026-6572. dan p-ISSN : 3026-6580. Hal. kita sehari-hari seperti bermurah hati, ramah, saling memaafkan, saling menolong, dipenuhi rasa suka cita dan kegembiraan, memiliki pribadi yang baik dan saling mengasihi. Semangat dan dorongan ini membuat SEKAMI semakin menyadari akan imannya kepada Yesus Kristus lewat kehadiran dan keaktifan SEKAMI mengikuti berbagai kegiatan dan mendapatkan materi dan pengajaran dari pendamping SEKAMI dan SEKAMI mampu mewujudkannya dalam bentuk prestasi serta di kehidupan setiap harinya. Hasil penelitian yang diperoleh dari para informan di atas, sesuai dengan penelitian yang dikatakan oleh jurnal pendidikan agama dan teologi bahwa iman itu perlu dirayakan, disyukuri dan dipupuk terutama melalui penyelenggaraan kegiatan-kegiatan Rohani yang diselenggarakan oleh Gereja. Ungkapan ini muncul karena di dalam liturgi orang beriman merayakan imannya (Sipayung, 2022, hal. Berbicara tentang iman SEKAMI, kita hendaknya merangkul dan melibatkan mereka dalam berbagai kegiatan-kegiatan SEKAMI. Di dalam perayaan, dan berbagai kegiatan ini. SEKAMI akan mengenang dan mensyukuri pengalaman iman tersebut serta menumbuhkan semangat misioner (Derma, kurban dan kesaksia. (Gea, 2023, hal. Dalam hal ini, keselarasan antara kesadaran dan aksi dari iman itu sendiri dapat kita lihat dari keaktifan SEKAMI dalam Gereja. Menyadari tanggung jawabnya dalam kebersamaan, anak-anak mampu di latih sejak dini untuk senantiasa selalu bersyukur. Bukan hanya itu, kedekatan dan keikutsertaan SEKAMI dalam berbagai kegiatan menunjukkan bahwa SEKAMI sudah mulai mampu mengenali Kristus dalam hidupnya dalam segala hal. Dengan demikian, terdapat suatu pemahaman mendasar bahwa SEKAMI mampu menghayati imannya sejak dini dan mampu berkontribusi dengan baik terhadap siapa saja kapan saja dan di mana pun berada. Pemakaian Media Sosial Tik-tok di Kalangan SEKAMI Para informan mengatakan bahwa media sosial tik-tok sebagai sarana untuk mendapatkan informasi lebih cepat, membuat video kreatif/ konten, sebagai salah satu sarana untuk menghibur diri karena banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mengekspresikan diri sendiri mau bersama, sebagai sarana untuk menonton serta banyak hal-hal yang baru yang bisa dipelajari dan mampu menangkap dan membedakan hal-hal yang baik dan tidak baik untuk dilihat dan di pelajari, bermain tik-tok secara bersama maupun sendiri. Hasil penelitian yang diperoleh dari para informan di atas, sesuai dengan yang dikatakan oleh ahli Agis Dwi Prakoso bahwa tik-tok merupakan media audiovisual yang dapat memancarkan berbagai kreativitas dan keunikan dari para penggunanya (Nuraisyah. Strategi Meningkatkan Iman SEKAMI melalui Pemanfaatan Media Sosial Tik-tok di Stasi Kristus Raja Semesta Alam Suga-Suga 2022, 18. 21 WIB). Tik-tok adalah salah satu jejaring sosial dengan pertumbuhan tercepat di Tik-tok adalah salah satu aplikasi paling populer dan populer di dunia. Aplikasi ini memungkinkan pengguna membuat video berdurasi mulai dari 15 detik hingga 10 menit menggunakan musik, filter, dan fitur kreatif lainnya. Selain itu. TikTok adalah perpustakaan video paling populer di Internet dan situs video yang menawarkan berbagai konten dengan cara yang sangat cepat dan dapat diandalkan (Malimbe et al. , 2. Dunia yang semakin canggih menuntut kita belajar banyak hal agar tidak ketinggalan dengan kemajuan yang ada. Salah satu platform media sosial yang paling populer saat ini adalah Tik-Tok. Pengguna media sosial TikTok belum tahu betapa mudahnya Tak hanya itu, platform media sosial TikTok juga sarat dengan kontenkonten hiburan yang bisa menghibur. Mempelajari platform media sosial TikTok memberikan kesempatan kepada penggunanya untuk lebih kreatif dalam menciptakan gambar dan suara. Platform media sosial TikTok telah memungkinkan kita untuk belajar lebih banyak dan belajar lebih banyak dalam perkembangannya. Oleh karena itu, penggunaan platform media sosial Tik-tok sangat bermanfaat jika digunakan dengan benar dan efektif. Strategi Pemanfaatan Media Sosial Tik-tok dalam Meningkatkan Iman SEKAMI di Stasi Suga-suga Para informan mengatakan bahwa strategi meningkatkan iman SEKAMI melalui pemanfaatan media sosial tik-tok yaitu kedisiplinan waktu dalam mengikuti kegiatan SEKAMI, memperkenalkan dan memberikan pemahaman cara menggunakan media sosial tik-tok dengan baik sebagai salah satu sarana yang dapat digunakan dalam kegiatan SEKAMI lewat katekese, membuat video yang berhubungan dengan kegiatan SEKAMI serta mampu meningkatkan iman SEKAMI. memberikan kesempatan kepada SEKAMI untuk mengekspresikan dirinya untuk terlibat dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan. Hasil penelitian yang diperoleh dari para informan di atas, sesuai dengan penelitian yang dikatakan oleh jurnal penelitian pers dan komunikasi pembangunan, bahwa setiap proses perkembangan anak hendaknya selalu dalam pengawasan orang tua. Dalam proses tumbuh kembang anak, orang tua harus mampu mendisiplinkan anaknya, memanfaatkan waktunya dengan baik dan berbuat baik. Strategi pemanfaatan media sosial tik-tok merupakan bagian dari pengawasan orang tua dan pendamping SEKAMI yang mampu diterapkan dalam kegiatan pendampingan SEKAMI maupun di rumah, sosialisasi cara menggunakan media sosial tik-tok dengan baik, animasi seperti membuat video lagu dan JURNAL MAGISTRA - VOLUME 3 NOMOR 1 MARET 2025 e-ISSN : 3026-6572. dan p-ISSN : 3026-6580. Hal. gerak, kuis, membuat kegiatan pengembangan talenta dengan tujuan untuk meningkatkan iman SEKAMI (Pratiwi et al. , 2. Dunia anak adalah dunia main. Dalam tumbuh kembangnya perlu memberikan pengawasan yang tepat agar disiplin dan berperilaku sejak dini. Kombinasi antara perkembangan yang ada dengan kegiatan anak-anak terkadang membuat anak-anak asik sendiri dan kadang mengabaikan kegiatan SEKAMI. Di sinilah peran orang tua dan pendamping SEKAMI memantau dan memberikan pengawasan terhadap anak. Dengan demikian apapun yang dilakukan anak dapat terkontrol dengan baik. Tidak tertutup kemungkinan jika dalam kegiatan SEKAMI menggunakan media sosial tik-tok. Hal ini akan lebih efektif lagi, jika terlebih dahulu diberikan pemahaman tentang cara penggunaan media sosial tik-tok seperti dalam katekese. Sehingga SEKAMI pun memiliki minat yang terus meningkat dalam kegiatan serta mampu mengekspresikan dirinya lewat media sosial tik-tok secara terkontrol (Malimbe et al. , 2. KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini telah mendeskripsikan tentang strategi meningkatkan iman SEKAMI melalui pemanfaatan media sosial tik-tok di Stasi Kristus Raja Semesta Alam Suga-Suga. Peneliti menemukan hal tersebut berdasarkan hasil penelitian kualitatif strategi meningkatkan iman SEKAMI melalui pemanfaatan media sosial tik-tok, pendamping SEKAMI dan SEKAMI dapat memanfaatkan jaringan internet dalam mengakses berbagai media sosial salah satunya media sosial tik-tok untuk di manfaatkan dalam kegiatan SEKAMI sebagai salah satu sarana yang dapat diterapkan dalam kegiatan SEKAMI untuk meningkatkan iman anak, seperti halnya membuat berbagai kegiatan yang melibatkan media sosial tik-tok dan dapat mengikuti perkembangan zaman agar media sosial tik-tok dapat dimanfaatkan SEKAMI ke arah yang positif dan mereka akan termotivasi untuk belajar dan mengetahui hal-hal yang baru yang bermanfaat bagi perkembangan iman mereka dan SEKAMI akan lebih kreatif dan aktif dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan. Oleh karena itu strategi meningkatkan iman SEKAMI melalui pemanfaatan media sosial tik-tok di Stasi Kristus Raja Semesta Alam Suga-Suga. Berdasarkan pengalaman yang diperoleh oleh peneliti selama melaksanakan penelitian, peneliti berpendapat bahwa strategi memanfaatkan media sosial tik-tok untuk meningkatkan iman SEKAMI dapat di terapkan, ini sebagai salah satu sarana yang dapat mempermudah pendamping SEKAMI dalam mendampingi setiap kegiatan yang dilaksanakan dan harus mampu melihat apa yang disenangi anak di era modern ini dengan hadirnya berbagai media sosial seperti tik-tok dapat Strategi Meningkatkan Iman SEKAMI melalui Pemanfaatan Media Sosial Tik-tok di Stasi Kristus Raja Semesta Alam Suga-Suga dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan, agar pendampingan yang dilakukan tidak monoton atau berjalan di tempat dan mampu menciptakan hal-hal yang menarik bagi SEKAMI. DAFTAR REFERENSI Besari. Pendidikan keluarga sebagai pendidikan pertama bagi anak. Jurnal Paradigma, 14. , 162Ae176. Bugin. Metodologi Penelitian Kualitatif. Aktualisasi Metodologis ke Arah Ragam Varian Kontemporer. PT. Raja Grafindo. Darina. Agustiningtyas. , & X. Pelaksanaan Kegiatan Sekami di Paroki Santa Maria Bunda Karmel Mansalong. Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi, 1. Gea. Pendidikan Iman Katolik Anak dalam Keluarga Kawin Campur Beda Gereja di Dekanat Nias Keuskupan Sibolga. Jurnal Dharmas Education, 4. Jusikusuma. , & Wijaya. Pajak Penghasilan Tiktokers. Guepedia. Konsili Vatikan II. Dekrit tentang Upaya-Upaya Komunikasi Sosial (Inter Mirific. In R. Hardawiryana (Penerj. Dokumen Konsili Vatikan II. Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI-Obor. Leobisa. Baun. Lopis. , & Saingo. Tantangan Penggunaan Media Sosial Di Era Disrupsi Dan Peran Pendidikan Etika Kristen. Aletheia Christian Educators Journal, 4. , 38Ae48. https://doi. org/10. 9744/aletheia. Malimbe. Waani. , & Suwu. Dampak Penggunaan Aplikasi Online Tiktok (Douyi. terhadap Minat Belajar di Kalangan Mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Jurnal Ilmiah Society, 1. Mendrofa. Obe. , & Hulu. Penerapan Katekese Audio Visual dalam Pengembangan Iman Umat di Stasi St. Bonifasius Ombolata. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Dan Agama, 4. , 358Ae364. https://doi. org/https://doi. org/10. 55606/semnaspa. Nampar. , & Silpanus. Keluarga sebagai Tempat Pertama dan Utama Pendidikan Iman Anak. Jurnal Kateketik Pastoral, 2. Nurhalimah. Media Sosial dan Masyarakat Pesisir: Refleksi Pemikiran Mahasiswa Bidikmisi. Deepublish. Nurhasanah. Martinus. Lubis. , & A. Pengawasan Orang Tua terhadap Aktivitas Anak Menggunakan Media Internet di SMA Lab School Unsyiah. Jurnal Pencerahan, 17. Pratiwi. Mukaromah, & Herdiningsih. Peran Pengawasan Orangtua pada Anak Pengguna Media Sosial. Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan, 22. Setiawan. Peran Orang Tua dalam Membangun dan Menguatkan Fondasi Iman JURNAL MAGISTRA - VOLUME 3 NOMOR 1 MARET 2025 e-ISSN : 3026-6572. dan p-ISSN : 3026-6580. Hal. Anak Usia Dini. Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama, 2. Sipayung. Pengaruh Bina Iman Anak Katolik Terhadap Perkembangan Iman Anak di Stasi Santa Theresia Juhar Baru. Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi, 2. , 274Ae279. https://doi. org/https://doi. org/10. 56393/intheos. Sukestiyarno. Metode Penelitian Pendidikan. UNNES Press. Wahy. Keluarga sebagai basis pendidikan pertama dan utama. Jurnal ilmiah DIDAKTIKA, 12. https://doi. org/http://dx. org/10. 22373/jid.