Volume 14 Nomor 1 . ISSN (P): 2087-4820 ISSN (E): 2579-8995 DOI: https://doi. org/10. 54180/elbanat. PENGARUH GAYA MENGAJAR GURU. DUKUNGAN ORANG TUA DAN KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA Shinta Maulidia Safitri1. Eli Masnawati2. Didit Darmawan3 1,2,3 Universitas Sunan Giri Surabaya ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh metode pengajaran seperti tekanan teman sebaya, bimbingan, dan kesadaran diri terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian ini berfokus pada pengaruh bimbingan, hubungan interpersonal, dan kesadaran diri terhadap motivasi belajar siswa di Sekolah Dasar Negeri Wadungasri. Waru. Sidoarjo. Penelitian yang dilakukan di sini bersifat Dengan menggunakan 103 responden sebagai sampel penelitian, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sensus. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan analisis statistik dilakukan dengan menggunakan pendekatan statistik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mengajar dengan memberi contoh, memiliki komunitas yang mendukung, dan memiliki kesadaran diri memiliki dampak positif yang signifikan terhadap niat belajar siswa di SDN Wadungasri. Waru. Sidoarjo. Semua faktor ini memiliki dampak yang signifikan terhadap pemahaman siswa tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keinginan mereka untuk belajar di lingkungan kelas tradisional. Membentuk dan memelihara minat siswa untuk belajar di lingkungan pendidikan adalah tingkat kepercayaan diri siswa, guru mengajar, dan kegigihan dukungan orang Kata Kunci: Minat Belajar. Gaya Mengajar. Dukungan Orang Tua. Kepercayaan Diri. ABSTRACT This study aims to understand the influence of teaching methods such as peer pressure, guidance, and self-awareness on students' learning motivation. This study focuses on the influence of guidance, interpersonal relationships, and self-awareness on students' learning motivation at Wadungasri Elementary School. Waru. Sidoarjo. The research conducted here is quantitative. using 103 respondents as the research sample, the sampling technique used is a census. The data collection method uses a questionnaire, and statistical analysis is carried out using a statistical The findings of the study indicate that teaching by example, having a supportive community, and having self-awareness have a significant positive impact on students' learning intentions at Wadungasri Elementary School. Waru. Sidoarjo. All of these factors have a significant impact on students' understanding of the factors that influence their desire to learn in a traditional classroom environment. Forming and maintaining students' interest in learning in an educational environment is the level of student self-confidence, teacher teaching, and the persistence of parental support. Keywords: Interest to learn. Teaching Style. Parental Support. Self-Confident. Pendahuluan Keberhasilan kegiatan belajar mengajar tidak hanya bergantung pada kemampuan pendidik dalam menyampaikan materi, tetapi juga keterlibatan dan motivasi siswa. 1 Interaksi yang baik antara pendidik dan siswa menciptakan lingkungan 1 Zaifullah. Cikka. , & M. Kahar. AuStrategi Guru dalam Meningkatkan Interaksi dan Minat Belajar Terhadap Keberhasilan Peserta Didik dalam Menghadapi Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi Covid 19Ay. Guru Tua: jurnal Pendidikan dan Pembelajaran , 4. , 9-18, 2021. maulidiashinta12@gmail. Jl. Brigjen Katamso II 61256 Kabupaten Sidoarjo East Java. Indonesia Shinta Maulidia Safitri. Eli Masnawati. Didit Darmawan belajar yang positif, memungkinkan pertukaran ide dan pengalaman yang memperkaya pemahaman masing-masing pihak. Selain itu, peran teknologi dalam pendidikan juga semakin penting, memberikan peluang terjadinya inovasi dalam metode belajar 2 Pentingnya sinergi antara pendidik dan peserta didik dalam kegiatan pendidikan juga tercermin dalam pembentukan karakter dan sikap positif. 3 Pendidik berperan sebagai panutan dan mentor, membantu siswa tidak hanya dalam mencapai keberhasilan akademik tetapi juga dalam pengembangan keterampilan sosial, kritis, dan kreatif. Dengan demikian, kegiatan belajar mengajar tidak sekedar proses transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan kepribadian yang holistik. 4 Dengan kesadaran akan pentingnya peran pendidik dan peserta didik, maka pendidikan menjadi upaya bersama untuk menciptakan generasi yang berkualitas, mampu 5 Melalui kolaborasi yang erat antara pendidik dan peserta didik, terbentuk landasan yang kuat untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih luas, seperti pembentukan karakter, peningkatan keterampilan, dan pemberdayaan individu untuk mencapai potensi maksimal dalam hidup. Pendidikan merupakan suatu proses yang tidak dapat dipisahkan dari peran pendidik dan peserta didik. Keterkaitan yang erat antara keduanya menjadi dasar terciptanya kegiatan belajar mengajar yang efektif dan bermakna. Keberhasilan dalam proses pembelajaran tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan intelektual saja, tetapi juga erat kaitannya dengan tingkat minat dan motivasi siswa. 6 Minat yang mengacu pada keinginan kuat untuk terlibat dalam suatu kegiatan pembelajaran mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas Dalam konteks ini, minat bukan sekadar kecenderungan menyukai atau tidak menyukai suatu materi, tetapi juga mencakup keinginan mendalam untuk memahami, mendalami, dan menguasai suatu topik tertentu. 7 Pentingnya minat belajar menimbulkan dorongan internal yang memacu siswa untuk menjalani tantangan belajar dengan penuh semangat dan ketekunan. Ketika seseorang Purwanti. Palambeta. Darmawan. , & S. Arifin. Hubungan Metode Pembelajaran dan Motivasi Belajar Siswa. Jurnal Ilmu Pendidikan, 8. , 37-46. 3 Lembong. Hutomo. , & D. Darmawan. Komunikasi Pendidikan, (Bandung: Inti Presindo Pustaka, 2. 4 Fahmi DI. AoAoEfektivitas Mendongeng Sebagai Upaya Konstruktif dalam Membentuk Kepribadian AnakAoAo. Pancasona : Jurnal Pengabdian dalam Cakupan Ilmu Sosial dan Humaniora, 1. , 29-40, 2022. 5 Roza P. AoAoKewarganegaraan Digital: Menyiapkan Generasi Milenial Menjadi Warga Negara Demokratis di Abad DigitalAoAo. Jurnal Sosioteknologi , 19. , 190-202, 2022. 6 Salirawati D. AoAoPercaya Diri. Keingintahuan, dan Berjiwa Wirausaha: Tiga Karakter Penting Bagi Peserta DidikAoAo. Jurnal Pendidikan Karakter, 3. , 2012. Kurniawan DE. AoAoPengaruh Metode Pembelajaran Daring Terhadap Minat Belajar Siswa di Masa Pandemi Covid-19AoAo. Jurnal Pendidikan dan Pembangunan, 9. , 47-51, 2021. El Banat Vol. 14 No. Pengaruh Gaya Mengajar Guru. Dukungan Orang Tua Dan Kepercayaan Diri Terhadap Minat Belajar Siswa mempunyai minat yang kuat terhadap suatu bidang, maka proses pembelajaran tidak lagi sekedar tugas rumah, melainkan sebuah petualangan intelektual yang memotivasi eksplorasi dan penemuan. Minat yang mendalam juga mendorong siswa untuk mengatasi hambatan dan kesulitan dalam belajar, karena keinginan untuk mencapai pemahaman yang lebih baik merupakan pendorong utama. Dalam upaya menciptakan minat yang berkelanjutan, pendidik mempunyai peranan penting dalam merancang pengalaman belajar yang menarik dan membangun hubungan antara materi pembelajaran dengan minat individu siswa. Selain itu, pembelajaran yang inklusif dan mempertimbangkan berbagai gaya belajar dapat membantu memicu minat siswa dari berbagai latar belakang. Dengan demikian, minat yang tertanam dalam kegiatan belajar tidak hanya mempengaruhi prestasi akademik, tetapi juga membentuk sikap belajar sepanjang hayat. 8 Mendorong minat belajar yang kuat merupakan kunci untuk membangun motivasi intrinsik, kreativitas dan rasa ingin tahu yang tidak hanya relevan dalam konteks pendidikan formal, tetapi juga penting dalam mempersiapkan individu menghadapi tantangan dinamis di masa depan. Gaya mengajar guru merupakan aspek penting dalam dinamika kegiatan belajar 10 Marbun berpendapat bahwa gaya mengajar mencakup pendekatan, metode dan pembelajaran kepada siswa. 11 Gaya mengajar yang efektif bukan hanya sekedar menyampaikan informasi, tetapi juga merangsang motivasi intrinsik siswa. Pendidik mampu menciptakan emosional dengan didik dapat menimbulkan rasa ingin tahu, semangat belajar, dan tanggung jawab belajar. 12 Oleh karena itu, menggunakan gaya mengajar yang relevan dengan konteks siswa, seperti menggunakan contoh nyata dari kehidupan sehari-hari atau mengaitkan materi dengan kepentingan pribadi, dapat membangkitkan semangat dan rasa memiliki terhadap Peran pendidik sebagai pengelola dan fasilitator pembelajaran menjadi semakin Pendidik tidak hanya sekedar penyampai informasi, namun juga pembimbing Bahar. AJ & FM Sham. AoAoPendekatan Minat Kepada Pelajar dalam Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan IslamAoAo. Jurnal: e-BANGI, 19. , 109-123. Irwansyah. & Perkasa. Pendekatan Ilmiah dalam Pembelajaran Abad 21, (NEM, 2. Sari DP. AoAoPengaruh Gaya Mengajar Guru Terhadap Minat Belajar Matematika Peserta Didik Di Madrasah Tsanawiyah atau Sederajat Se-Kecamatan GeragaiAoAo. Skripsi. UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Marbun P. AoAoStrategi Pembelajaran TransformatifAoAo. Diegesis: Jurnal Teologi, 4. , 41-49, 2019. Mahyudi S. AoAoPeranan Gaya Mengajar Guru Fisika Terhadap Minat Belajar Fisika Siswa Kelas IX MTs Istiqlal Delitua. Jurnal Pendidikan Fisika, 1. , 9-14, 2012. Purwaningsih W. AoAoHubungan Gaya Mengajar Pendidik PAI Dengan Minat Belajar Peserta Didik SMAN 1 Purbolinggo. Skripsi. IAIN Metro, 2019. El Banat Vol. 14 No. Shinta Maulidia Safitri. Eli Masnawati. Didit Darmawan Dengan menyediakan berbagai pilihan dan pendekatan pembelajaran, pendidik memungkinkan siswa mengembangkan keterampilan dan minatnya. Kesadaran akan keberagaman tidak hanya memperkaya proses pembelajaran, namun juga menjadi landasan bagi inklusivitas dalam pendidikan. Dengan demikian, pendidik tidak hanya mempersiapkan siswa menghadapi tantangan akademis, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan sosial dan pemahaman mendalam, mempersiapkan generasi masa depan untuk berkontribusi pada masyarakat yang semakin kompleks. Orang tua mempunyai peranan penting dalam kehidupan siswa, bertanggung jawab tidak hanya terhadap kelangsungan hidup fisik anak, namun juga terhadap perkembangan pendidikannya. Hubungan antara orang tua dan anak menjadi landasan penting dalam membentuk minat belajar siswa dan keberhasilan akademik. 16 Oleh karena itu, suasana rumah yang mendorong diskusi, eksplorasi, dan pembelajaran bersama dapat memberikan kontribusi besar terhadap tumbuhnya minat belajar yang Selain itu, orang tua juga berperan dalam membantu mengidentifikasi minat khusus anak dan memberikan akses terhadap sumber daya yang mendukung pengembangan minat tersebut. 17 Dukungan aktif dalam penyediaan buku, alat pembelajaran, atau memperkenalkan kegiatan ekstrakurikuler yang relevan dapat memperkaya minat belajar anak. 18 Selain itu, keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak juga melibatkan pemahaman gaya belajar anak. 19 Dengan mengenali perbedaan cara anak memproses informasi dan merespons pembelajaran, orang tua dapat memilih strategi pengajaran yang tepat dan mendukung minat belajar anak. Memberikan kebebasan kepada anak untuk mengeksplorasi berbagai topik dan mendukung minatnya merupakan langkah penting dalam membentuk minat belajar yang berkelanjutan. Dengan demikian, pernyataan bahwa orang tua merupakan orang terdekat dalam kehidupan seorang siswa yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup Akmal. Darmawan. , & A. Wardani. Manajemen Pendidikan, (Bandung: IntiPresindo Pustaka, 2015. Wahid. LA & T. Hamami. AoAoTantangan Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam dan Strategi Pengembangannya dalam Menghadapi Tuntutan Kompetensi Masa DepanAoAo. J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam , 8. , 1-10, 2021. Nurhasanah. & R. Indrajit. Parenting 4. 0: Mengenali Pribadi dan Potensi Anak Generasi Multiple Intelligences, (Andi, 2. Dini. JPAU. AoAoPeran Orang Tua dalam Menyediakan Home Literacy Environment (HLE) pada Anak Usia DiniAoAo. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini , 6. , 1367-1381, 2022. Nur. & M. Nugraha. AoAoImplementasi Model Pembelajaran STEAM Dalam Meningkatkan Kreativitas Peserta Didik Di RA Al-Manshuriyah Kota SukabumiAoAo. Jurnal Arjuna: Publikasi Ilmu Pendidikan. Bahasa dan Matematika, 1. , 73-93. Christie. AoAoIntervensi Tuhan dalam Keterlibatan Orang Tua terhadap Gaya Belajar Generasi Pembelajar Mandiri (Homeschoolin. AoAo,REDOMINASI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani , 4 . , 12-37, 2022. Abidin. Mulyati. , & H. Yunansah. Pembelajaran Literasi: Strategi Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematika. Sains. Membaca, dan Menulis. Bumi Aksara, 2021. El Banat Vol. 14 No. Pengaruh Gaya Mengajar Guru. Dukungan Orang Tua Dan Kepercayaan Diri Terhadap Minat Belajar Siswa dan pendidikan anak tidak hanya mencakup tanggung jawab pokok dalam menyediakan kebutuhan jasmani saja, namun juga mencakup peranan yang sangat penting dalam membangun landasan kehidupan yang positif dan berkelanjutan. Minat belajar. Kolaborasi yang erat antara orang tua dan sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan menstimulasi minat anak merupakan kunci tercapainya keberhasilan pendidikan secara menyeluruh. Kepercayaan diri siswa terhadap minat belajar merupakan aspek penting dalam dinamika pembelajaran. 22 Kepercayaan diri adalah keyakinan individu terhadap kemampuan dan minatnya terhadap materi pembelajaran. 23 Siswa yang yakin dengan kemampuan dan minat belajar mereka lebih cenderung memiliki dorongan untuk Penelitian mengenai pengaruh gaya mengajar guru dan dukungan orang tua terhadap minat belajar siswa dan kepercayaan diri siswa sangat penting dalam meningkatkan efektivitas sistem pendidikan. Melalui penelitian yang cermat dan berkesinambungan, dapat menciptakan landasan ilmiah yang kuat bagi pengembangan kebijakan pendidikan dan praktik pengajaran yang lebih efektif, memastikan bahwa setiap peserta didik mempunyai kesempatan yang sama untuk mengembangkan minat belajar yang berkelanjutan dan mencapai potensi maksimalnya dalam hidup. Metode Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei. Pendekatan ini memungkinkan pengumpulan data mengenai variabel tertentu dari suatu sampel populasi untuk kemudian dianalisis secara statistik. 24 Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VI SD Negeri Wadungasri Waru Sidoarjo yang berjumlah 103 orang. Sampel penelitian akan dipilih melalui sensus untuk memastikan keterwakilan yang lebih baik. Variabel utama dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel bebas dan satu variabel Berikut penjelasannya: Gaya mengajar guru (X. akan diukur dengan menggunakan angket yang dirancang untuk menilai pendekatan, metode dan strategi yang digunakan guru dalam proses Sukomardojo. AoAoMewujudkan Pendidikan Untuk Semua: Studi Implementasi Pendidikan Inklusif di Indonesia AoAo. Jurnal Birokrasi & Pemerintahan Daerah Volume , 5. , 205-214, 2023. Fajarwati. AoAoPengaruh Peranan Guru dan Efikasi Diri Siswa Terhadap Minat Belajar Kompetensi Keahlian Pemasaran Siswa Kelas X Pemasaran di SMK Negeri 1 Kota Probolinggo AoAo. Jurnal Penelitian dan Pendidikan IPS, 10. , 233-244. Komara. AoAoHubungan Antara Kepercayaan Diri dengan Prestasi Belajar dan Perencanaan Karir SiswaAoAo. Jurnal Psikopedagogia, 5. , 33-42, 2016. Mardikaningsih. & D. Darmawan. Metode Penelitian Kuantitatif, (Bandung: IntiPresindo Pustaka, 2. El Banat Vol. 14 No. Shinta Maulidia Safitri. Eli Masnawati. Didit Darmawan Menurut Rahmat dan Jannatin, gaya mengajar merupakan ciri kebiasaan, kesukaan yang penting dalam kaitannya dengan siswa, bahkan gaya mengajar lebih dari sekedar kebiasaan dan cara khusus dalam bersikap atau berbicara guru. Menurut Subarno, indikator gaya mengajar antara lain: penampilan atau sikap guru, pengelolaan kelas, penggunaan metode dan media pembelajaran. Dukungan orang tua (X. akan diukur melalui kuesioner yang menilai tingkat keterlibatan orang tua, dukungan materi dan komunikasi dalam pendidikan anak. Perhatian Orang Tua (X. merupakan bentuk keterlibatan orang tua seperti dukungan dan perhatiannya terhadap pendidikan anaknya. Indikatornya terdiri dari pengetahuan orang tua terhadap perkembangan anak di sekolah, keterlibatan orang tua dalam kegiatan pembelajaran di rumah, ketersediaan waktu orang tua untuk membimbing belajar anak, dan komunikasi antara orang tua dan anak mengenai kemajuan belajar26 Kepercayaan diri siswa (X. adalah sikap atau keyakinan atas kemampuan diri yang terdapat pada diri seseorang sehingga orang yang besangkutan tidak cemas dalam tindakan atau perbuatannya, merasa bebas melalukan segala hal yang diminatinya, dan bertanggung jawab. Indikator kepercayaan diri menurut Arofah dan Hayati adalah sebagai berikut percaya pada kemampuan diri sendiri, bertindak mandiri dalam mengambil keputusan, memiliki konsep diri yang positif, dan berani mengemukakan pendapat. Minat belajar siswa (Y) sebagai variabel terikat yang memperhatikan kecenderungan atau minat yang dimiliki siswa dalam proses pembelajaran. Indikator untuk mengukur minat belajar siswa secara singkat dapat mencakup hal-hal seperti partisipasi aktif, pencarian informasi tambahan, minat terhadap topik atau materi pelajaran, motivasi intrinsik, keterlibatan dalam kegiatan ekstrakurikuler. Data akan dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang telah disiapkan dan divalidasi sebelumnya. Kuesioner tersebut akan mencakup pertanyaan-pertanyaan terkait gaya mengajar guru, dukungan orang tua, dan minat belajar siswa. Pertama, izin akan diperoleh dari pihak sekolah dan orang tua siswa. Selanjutnya, kuesioner akan dibagikan kepada siswa terpilih. Instruksi akan diberikan untuk memastikan pengisian kuesioner dengan benar dan jujur. Data akan dikumpulkan dalam jangka waktu Data yang terkumpul akan dianalisis dengan menggunakan metode statistik. Subarno. AoAoPengaruh Gaya Mengajar Guru dan Perhatian Orang Tua terhadap Motivasi Belajar Siswa di SMK Batik 1 SurakartaAoAo. JIKAP (Jurnal Informasi Dan Komunikasi Administrasi Perkantora. , 3. , 31-39, 2019. Lembong. Hutomo. , & D. Darmawa. Komunikasi Pendidikan. Bandung: IntiPresindo Pustaka,2019. 27 Andayani. & D. Darmawan. Pembelajaran dan Pengajaran, (Bandung : Inti Presindo Pustaka. Bandung, 2. El Banat Vol. 14 No. Pengaruh Gaya Mengajar Guru. Dukungan Orang Tua Dan Kepercayaan Diri Terhadap Minat Belajar Siswa seperti analisis regresi, untuk mengetahui sejauh mana pengaruh gaya mengajar guru dan dukungan orang tua terhadap minat belajar siswa. Penggunaan software statistik akan mendukung analisis data yang akurat. Pada bagian kedua ini. Anda dapat mendeskripsikan setiap aspek masalah satu demi satu. Argumen dibangun dengan menyediakan data asli yang didiskusikan dan dibandingkan dengan penelitian dan karya penulis lain. Cara untuk membahas sebuah isu pada bagian ini adalah dengan menggabungkan data dan diskusi. HASIL DAN DISKUSI Proses pengumpulan data di SD Negeri Wadungasri Waru Sidoarjo melibatkan partisipasi 79 siswa yang menjawab angket dengan baik. Namun perlu diketahui bahwa terdapat 24 siswa yang tidak memberikan tanggapan yang memadai terhadap pernyataan dalam angket sehingga datanya tidak diolah lebih lanjut dalam analisis. Banyaknya mahasiswa yang tidak merespon dengan baik relevan untuk menjaga integritas dan validitas hasil penelitian. Meskipun kelompok yang tidak merespons ini tidak dimasukkan dalam analisis, memahami variabilitas respons siswa adalah penting untuk memastikan hasil yang dapat diandalkan dan mewakili populasi siswa di SD Negeri Wadungasri Waru Sidoarjo. Uji validitas dilakukan terhadap dua faktor independen yaitu gaya mengajar guru dan dukungan orang tua dan satu faktor dependen yaitu minat belajar siswa. Hasil analisis SPSS menunjukkan tidak ada satupun pernyataan yang dihapus karena seluruh nilai korelasi total item yang dikoreksi melebihi 0,3. Selain itu, temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai CronbachAos Alpha untuk seluruh variabel melebihi 0,6. Faktor gaya mengajar guru memperoleh nilai 0,761. faktor dukungan orang tua memperoleh nilai 0,811. dan faktor minat belajar siswa memperoleh skor sebesar 0,745. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel dinilai mempunyai tingkat reliabilitas yang tinggi sebagai alat ukur. Tabel 1 tTes Model Satu (Konsta. Koefisien Tidak Standar Std. Kesalahan Koefisien Standar Beta El Banat Vol. 14 No. Shinta Maulidia Safitri. Eli Masnawati. Didit Darmawan Berdasarkan informasi pada Tabel 1 diperoleh nilai signifikan untuk gaya mengajar guru sebesar 0,000. Begitu pula dengan variabel dukungan orang tua pada siswa SD Negeri Wadungasri Waru Sidoarjo menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,001. Dengan signifikansi sebesar ini maka dapat diartikan bahwa gaya mengajar guru dan dukungan orang tua mempunyai peranan yang signifikan secara parsial dalam membentuk minat belajar siswa di SD Negeri Wadungasri Waru Sidoarjo. Hal ini disebabkan oleh nilai signifikan <0,05. Jika dilihat koefisien masing-masing variabel independen terlihat bahwa antara gaya mengajar guru dengan dukungan orang tua, gaya mengajar guru mempunyai nilai yang lebih besar yaitu 3,733 dibandingkan dengan koefisien dukungan orang tua sebesar 1,782. Hal ini menunjukkan bahwa gaya mengajar guru mempunyai pengaruh yang lebih dominan dalam membentuk minat belajar siswa dibandingkan dengan dukungan orang tua. Tabel 2 Uji Reliabilitas Variabel Gaya Mengajar Guru Dukungan Orang Tua Kepercayaan Diri Minat Belajar Sumber: Output SPSS (X. (X. (X. (Y) Alpha Cronbach 0,919 0,913 0,908 0,931 Status Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Berdasarkan hasil uji reliabiltas yang didapatkan pada penelitian ini, maka berikut penjelasan yang terdapat pada tabel 2: Gaya mengajar guru (X. Alpha Cronbach bernilai sebesar 0,919, melebihi batas 0,6 yang menandakan tingkat konsistensi dan keandalan instrumen. Dukungan orang tua (X. mencapai nilai Alpha Cronbach sebesar 0,913, melewati ambang batas 0,6, menunjukkan konsistensi dan keandalan instrumen yang tinggi. Kepercayaan diri (X. juga menunjukkan tingkat reliabilitas yang baik dengan nilai Alpha Cronbach sebesar 0,908, melebihi batas 0,6. Minat belajar siswa (Y) memiliki Alpha Cronbach yang bernilai sebesar 0,931, yang menandakan tingkat konsistensi dan keandalan instrumen yang sangat tinggi. Dapat dijelaskan, keseluruhan variabel menunjukkan tingkat reliabilitas yang baik, mengindikasikan bahwa instrumen penelitian ini dapat diandalkan sebagai alat ukur yang reliabel. Model regresi yang dihasilkan dari penelitian ini Y = 14,398 3,733X1 1,782X2 memberikan gambaran bagaimana variabel gaya mengajar guru (X. dan dukungan El Banat Vol. 14 No. Pengaruh Gaya Mengajar Guru. Dukungan Orang Tua Dan Kepercayaan Diri Terhadap Minat Belajar Siswa orang tua (X. berkontribusi terhadap tingkat minat belajar siswa (Y). Dengan merinci parameter koefisien, kita dapat menginterpretasikan pengaruh relatif setiap variabel terhadap minat belajar siswa. Intercept . nilai Y . inat belajar sisw. ketika kedua variabel X1 dan X2 bernilai nol. Dalam konteks ini, apabila gaya mengajar guru dan dukungan orang tua tidak memberikan kontribusi . ilai no. , maka prediksi minat belajar siswa berada pada kisaran 14,398. Hal ini dapat dianggap sebagai baseline atau tingkat awal minat belajar. Koefisien X1 . menunjukkan sejauh mana perubahan gaya mengajar guru . ariabel X. berdampak terhadap perubahan minat belajar siswa. Jika nilai gaya mengajar guru meningkat satu satuan, maka minat belajar siswa diperkirakan akan meningkat sekitar 3,733 satuan dengan asumsi dukungan orang tua terus menerus. Koefisien X2 . menunjukkan sejauh mana perubahan dukungan orang tua . ariabel X. berdampak terhadap perubahan minat belajar siswa. Apabila nilai dukungan orang tua meningkat sebesar satu satuan, maka minat belajar siswa diperkirakan akan meningkat sekitar 1,782 satuan dengan asumsi gaya mengajar guru Tabel 3 Ringkasan model b Model Satu R persegi R Persegi yang Disesuaikan Std. Kesalahan Estimasi Analisis dengan menggunakan koefisien determinasi bertujuan untuk mengukur sejauh mana variabilitas minat belajar siswa dapat dijelaskan oleh variabel yang diamati dalam penelitian yaitu gaya mengajar guru dan dukungan orang tua. Nilai R . menunjukkan kuat dan arah hubungan antara variabel bebas . aya mengajar guru dan dukungan orang tu. dengan variabel terikat . inat belajar sisw. Nilai R yang tinggi mendekati 1 menunjukkan adanya hubungan yang erat dan positif antar variabel tersebut. Nilai R Square . mencerminkan proporsi variabilitas minat belajar siswa yang dapat dijelaskan oleh kombinasi gaya mengajar guru dan dukungan orang tua. Dalam hal ini, sekitar 68,3% variasi minat belajar siswa disebabkan oleh faktor-faktor yang diamati dalam penelitian. Nilai Adjusted R Squared . sama dengan R Square, namun dikoreksi jumlah variabel independennya. Nilai R Square yang lebih rendah menunjukkan tingkat kehati-hatian dalam menafsirkan variasi yang dijelaskan, mengingat kompleksitas model dengan lebih banyak variabel. El Banat Vol. 14 No. Shinta Maulidia Safitri. Eli Masnawati. Didit Darmawan Temuan penelitian mendalam ini menegaskan bahwa gaya mengajar guru mempunyai peranan yang sangat signifikan dalam membentuk dan mempengaruhi minat belajar siswa. Temuan ini mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Sari . Rifai . Purwaningsih . Mahyudi . memberikan penegasan kuat akan sangat signifikannya peran gaya mengajar guru dalam membentuk dan mempengaruhi minat belajar siswa. Gaya mengajar guru menciptakan kerangka pembelajaran yang menjadi dasar pengembangan minat belajar siswa (Hutomo et al. Selain itu, gaya mengajar yang tanggap terhadap keberagaman gaya belajar siswa dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih inklusif. 28 Ketika siswa merasa terlibat dan mempunyai pengalaman belajar yang menarik, maka minat belajarnya dapat tumbuh secara positif. Sebaliknya pendekatan yang monoton atau kurang sesuai dengan kebutuhan siswa dapat merugikan minat belajarnya. Gaya mengajar seorang guru tidak hanya sekedar unsur teknis dalam proses pendidikan, tetapi juga merupakan landasan psikologis dan sosial yang membentuk karakter, motivasi, dan minat belajar Temuan penelitian ini menegaskan bahwa peran orang tua mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan minat belajar siswa. Hasil ini membenarkan penelitian Mansur . Koesdarwati dkk. Dukungan emosional dari orang tua menciptakan lingkungan yang positif dan mendukung di rumah, yang pada akhirnya memberikan kepercayaan diri dan kenyamanan siswa untuk mengeksplorasi dunia Insani menyatakan bahwa ketika siswa merasa didukung secara emosional, mereka cenderung lebih termotivasi dan terbuka terhadap pengalaman Orang tua yang secara aktif mendukung minat belajar anak dapat memberikan contoh peran positif dan menunjukkan pentingnya mengejar apa yang mereka sukai. Melalui interaksi sehari-hari, diskusi, dan mungkin juga melibatkan siswa dalam kegiatan yang relevan dengan minatnya, orang tua dapat menciptakan lingkungan di Dukungan menciptakan konektivitas antara pengalaman belajar di sekolah dan di rumah, sehingga menciptakan narasi pembelajaran yang lebih holistik dan relevan bagi siswa. Pembahasan Proses pelaksanaan pembelajaran di SD Negeri Wadungasri. Waru Sidoarjo memiliki dampak yang signifikan dalam meningkatkan minat belajar siswa. Gaya mengajar Sutarjo. Darmawan & Y. Sari. Evaluasi Pendidikan, (Jakarta :Spektrum Nusa Press,2. El Banat Vol. 14 No. Pengaruh Gaya Mengajar Guru. Dukungan Orang Tua Dan Kepercayaan Diri Terhadap Minat Belajar Siswa mencerminkan nilai-nilai pendidikan dan tujuan pembelajaran yang diusung oleh guru. Pendekatan yang memperhatikan aspek psikologis, memberikan tantangan sesuai dengan tingkat kemampuan siswa, dan menciptakan suasana kelas yang inklusif dapat memberikan kontribusi positif terhadap minat belajar siswa. Pilihan metode pembelajaran, pendekatan personalisasi terhadap kebutuhan siswa, dan kemampuan guru untuk menjalin koneksi emosional dengan siswa semuanya menjadi elemen-elemen yang merangsang dan membentuk minat siswa terhadap materi pelajaran. Guru yang mampu menghadirkan materi dengan cara yang menarik, relevan, dan bersifat interaktif dapat menciptakan lingkungan yang merangsang keinginan siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Dukungan emosional yang diberikan oleh orang tua menciptakan lingkungan yang positif dan mendukung di rumah. Lingkungan ini pada gilirannya memberikan siswa kepercayaan diri dan kenyamanan untuk mengeksplorasi dunia belajar. Dukungan emosional dapat mencakup dukungan moral, pujian, dan dorongan positif yang mendorong siswa untuk mencapai potensi penuh mereka dalam pembelajaran. Selain itu, gaya mengajar yang responsif terhadap keberagaman gaya belajar siswa dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih inklusif. 30 Dalam hal ini, guru tidak hanya menyesuaikan cara penyampaian materi, tetapi juga memberikan dukungan dan tantangan yang sesuai dengan tingkat pemahaman dan minat individu Hal ini memberikan dampak positif terhadap motivasi intrinsik siswa, di mana siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga merasa terlibat secara pribadi dan memiliki minat yang lebih mendalam terhadap pembelajaran. Guru yang membangun hubungan positif dengan siswa, merespons kebutuhan individu, dan memberikan umpan Gaya mengajar guru bukan hanya elemen teknis dalam proses pendidikan, tetapi juga fondasi psikologis dan sosial yang membentuk karakter, motivasi, dan minat belajar siswa. 32 Guru, dalam perannya sebagai fasilitator pembelajaran, memiliki kekuatan untuk membuka pintu akses menuju dunia pengetahuan dan membimbing siswa menuju pemahaman yang lebih mendalam dan Masnawati. & M. Hariani. Teacher Example and its Impact on Students' Social Behavior. Studi Ilmu Sosial Indonesia, 3. , 31-48. Sutarjo. Darmawan & Y. Sari. Evaluasi PendidikanA,2007. Masnawati. & D. Darmawan. AoAoOptimal Utilization of Google Classroom Media in Online LearningAoAo. International Journal of Service Science. Management. Engineering, and Technology, 4. , 20Ae24, 2023. Syify. AoAoPsikologi Humanistik dan Aplikasinya Dalam Pendidikan. Jurnal. El-Tarbawi , 1. , 99-114, 2008. Sutarjo. Darmawan & Y. Sari. Evaluasi PendidikanA2007. El Banat Vol. 14 No. Shinta Maulidia Safitri. Eli Masnawati. Didit Darmawan Dukungan emosional yang diberikan oleh orang tua menciptakan lingkungan yang positif dan mendukung di rumah. Dengan memahami peran krusial orang tua dalam membentuk dan memperkuat minat belajar siswa, pendidik dan pihak terkait dapat merinci lebih lanjut strategi dan intervensi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keterlibatan dan minat belajar siswa. Kepercayaan diri memberikan dorongan internal yang kuat untuk mencapai prestasi dan mengejar minat belajar yang lebih mendalam. Dengan adanya kepercayaan diri, terciptanya situasi pembelajaran yang positif menjadi kunci penting. Keadaan ini akan memotivasi siswa. Para pendidik perlu memperhatikan dan memfasilitasi pembangunan kepercayaan diri siswa sebagai bagian integral dari strategi pendidikan untuk meningkatkan motivasi, minat, dan prestasi belajar siswa. Temuan ini memberikan dasar yang kokoh bagi perancangan pendekatan pembelajaran yang mempertimbangkan aspek kepercayaan diri sebagai faktor kunci dalam merangsang minat dan motivasi siswa untuk mengembangkan diri dalam dunia pendidikan. Kesimpulan Hasil penelitian ini menegaskan bahwa gaya mengajar guru mempunyai peranan yang sangat penting dalam membentuk minat belajar siswa. Guru bukan hanya sekedar pemegang informasi tetapi juga pengelola pembelajaran yang berperan dalam membuka potensi siswa. Gaya mengajar yang mempertimbangkan keberagaman siswa, menciptakan lingkungan belajar yang dinamis, dan merespons kebutuhan siswa secara fleksibel dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap terbentuknya minat belajar yang berkelanjutan. Temuan lain dalam penelitian ini memberikan dasar yang kuat untuk menyatakan bahwa dukungan orang tua merupakan elemen kunci yang dapat memperkuat minat belajar siswa. Dukungan ini menciptakan landasan yang kokoh bagi pertumbuhan akademik dan pengembangan pribadi siswa, memastikan minat belajar tidak hanya berkembang di lingkungan sekolah tetapi juga mengakar dalam kehidupan siswa sehari-hari. Dengan demikian, kolaborasi antara pendidik dan peserta didik tidak hanya menjadi sebuah kebutuhan tetapi juga merupakan investasi berharga dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya kompeten secara akademis tetapi juga memiliki minat belajar yang tinggi. Penekanan pada pengembangan gaya pengajaran yang beragam dan responsif menciptakan landasan untuk mencapai tujuan pendidikan El Banat Vol. 14 No. Pengaruh Gaya Mengajar Guru. Dukungan Orang Tua Dan Kepercayaan Diri Terhadap Minat Belajar Siswa yang lebih luas, termasuk pembentukan karakter, pemberdayaan individu, dan mempersiapkan siswa menghadapi dinamika kehidupan di masa depan. Referensi