Journal of Midwifery Tiara Bunda E-ISSN : 3025-9754 Volume 1 . Nomor 1 . Februari 2025 . Page 5-13 Doi : https://doi. org/xx. x/jmtb. Website : https://jurnal. id/index. php/jmtb EFEKTIVITAS PEMBERIAN LABU SIAM TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI IBU NIFAS Dela Namirah Zasqiah1 Politeknik Tiara Bunda email: delanamirahz08@gmail. ABSTRACT Background: Exclusive breastfeeding has an important role in supporting the growth and development of babies, as well as protecting against various diseases. However, the coverage of exclusive breastfeeding in Indonesia still faces challenges. Data from the Indonesian Central Statistics Agency shows that in Banten Province, only 68. 84% of babies under six months receive exclusive breastfeeding, which means that around 16% have not received exclusive breastfeeding. In Lebak Regency, the coverage of exclusive breastfeeding for infants aged 0-6 months in 2020 reached 70% or equivalent to 10,029 babies, a decrease compared to the previous year which reached 79. 9% in 2019. Research Objectives: This study aims to evaluate the effectiveness of chayote feeding on increasing breast milk production in postpartum mothers in the Independent Practice of Midwife Okah Yulianingsih. Md. Keb. Research Methods: The design used was a quasi-experiment with a pretest-posttest control group design, which compared the experimental group and the control group to measure the effect of the chayote feeding Research Results: The results showed that chayote feeding significantly affected the increase in breast milk production, where 14 out of 15 respondents experienced smooth milk production after the intervention. Statistical analysis produced a p-value of 0. < 0. Conclusion: Based on the results of the study, the administration of chayote has a significant effect on increasing the smooth production of breast milk in the independent practice of Midwife Okah Yulianingsih. Md. Keb. Keywords: Chayote. Exclusive Breastfeeding. Breast Milk Production. Postpartum Mothers ABSTRAK Latar Belakang: Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif memiliki peranan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi, serta memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit. Namun, cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih menghadapi tantangan. Data dari Badan Pusat Statistik Indonesia menunjukkan bahwa di Provinsi Banten, hanya 68,84% bayi di bawah usia enam bulan yang menerima ASI eksklusif, yang berarti sekitar 31,16% bayi belum mendapatkan ASI eksklusif. Di Kabupaten Lebak, cakupan pemberian ASI eksklusif untuk bayi usia 0Ae6 bulan pada tahun 2020 mencapai 70% atau setara dengan 10. 029 bayi, mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 79,9% pada Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemberian buah labu siam terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas di Praktik Mandiri Bidan Okah Yulianingsih. Md. Keb. Metode Penelitian: Rancangan yang digunakan adalah eksperimen semu . uasi experimen. dengan desain pretest-posttest control group, yang membandingkan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol untuk mengukur efek dari intervensi pemberian labu siam. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian labu siam secara signifikan berpengaruh terhadap peningkatan produksi ASI, di mana 14 dari 15 responden mengalami kelancaran produksi ASI setelah Analisis statistik menghasilkan nilai p-value sebesar 0,002 . < 0,. Kesimpulan: Berdasarkah hasil penelitian, pemberian labu siam memiliki efektivitas yang signifikan terhadap peningkatan kelancaran produksi ASI ibu nifas di praktik mandiri Bidan Okah Yulianingsih. Md. ,Keb. Kata Kunci: Labu Siam. ASI Eksklusif. Produksi ASI. Ibu Nifas Page - 5 Journal of Midwifery Tiara Bunda Pendahuluan World Health Organizaton (WHO) mengatakan bahwa dalam enam tahun terakhir, cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan, dari 52% pada tahun 2017 menjadi 68% pada tahun Meskipun demikian, data dari Survei Kesehatan Nasional (SKI, 2. menunjukkan bahwa hanya 27% bayi baru lahir yang menerima ASI dalam satu jam pertama setelah Selain itu, satu dari lima bayi diberikan makanan atau cairan selain ASI dalam tiga hari pertama kehidupannya, dan hanya 14% bayi yang mendapatkan kontak kulit ke kulit dengan ibu selama setidaknya satu jam setelah lahir (World Health Organization. Berdasarkan laporan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2021, hanya 52,5% bayi di bawah usia enam bulan di Indonesia yang menerima ASI eksklusif, yang mengalami penurunan sebesar 12% dibandingkan tahun 2019, di mana persentase sebelumnya mencapai 58,2%. Selain itu, angka inisiasi menyusui dini (IMD) juga mengalami penurunan dari 58,2% pada tahun 2019 menjadi 48,6% pada tahun 2021 (Unicef Indonesia. Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif adalah asupan yang diberikan kepada bayi selama enam bulan sejak kelahiran bayi tersebut, tanpa ditambahkan atau diganti dengan makanan atau minuman lain baik termasuk obat-obatan, vitamin, mineral tetes, atau minuman lain. ASI merupakan nutrisi ideal untuk bayi yang mengandung zat gizi paling sesuai dengan kebutuhan bayi dan mengandung seperangkat zat perlindungan untuk memerangi penyakit (Puji Astutik & Purwanti, 2. Labu siam (Sechium edul. , atau dikenal juga sebagai jipang, merupakan tumbuhan dari suku labu-labuan (Cucurbitacea. yang memiliki nilai gizi tinggi. Bagian buah dan pucuk muda dari labu siam dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan. Sayuran ini kaya akan serat, antioksidan, zat besi, mangan, fosfor, seng, kalium, tembaga, serta berbagai vitamin seperti B1. B2. B6, dan C. Kandungan folat dalam labu siam juga berperan penting dalam pembentukan sel dan sintesis DNA, yang CC Attribution-ShareAlike 4. 0 License. mendukung fungsi tubuh secara optimal. Selain itu, labu siam mengandung antioksidan polifenol, aglikon, dan flavonoid dalam jumlah kecil, yang dapat membantu melawan radikal bebas dan spesies oksigen reaktif (SOR) di dalam tubuh. Kandungan ini sangat penting untuk mencegah penuaan dini serta menekan risiko perkembangan berbagai penyakit kronis, termasuk kanker. Menariknya, beberapa penelitian juga m enunjukkan bahwa konsumsi labu siam dapat meningkatkan produksi ASI. Kandungan gizinya yang melimpah, terutama vitamin dan mineral, diyakini berperan dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI. Hal ini menjadikan labu siam sebagai salah satu bahan pangan potensial untuk mendukung pemberian ASI eksklusif, khususnya bagi ibu Dengan manfaat ini, labu siam dapat menjadi salah satu solusi alami dalam upaya peningkatan cakupan ASI eksklusif di masyarakat (Harahap et al. , 2. Berdasarkan latar belakang dan temuan dari penelitian-penelitian sebelumnya, masih banyak ibu menyusui yang menghadapi masalah dalam kelancaran produksi ASI. Hal ini mendorong penulis untuk melakukan penelitian guna mencari solusi yang efektif. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada AuEfektivitas Pemberian Labu Siam terhadap Peningkatan Produksi ASI pada Ibu Nifas. Rumusan Masalah: Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, salah satu permasalahan yang dihadapi adalah rendahnya kelancaran produksi ASI pada ibu nifas yang dapat berdampak pada pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Lebak. Hal ini mendorong perlunya upaya untuk mencari solusi yang efektif melalui pemanfaatan bahan alami seperti labu siam. Oleh karena itu, dirumuskan pertanyaan penelitian sebagai berikut: AuApakah pemberian labu efektif dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas Tujuan Penelitian Untuk mengetahui Efektivitas Pemberian buah Labu Siam terhadap Peningkatan Produksi ASI pada Ibu Nifas Metode Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yaitu jenis penelitian yang berfokus pada pengumpulan dan analisis data Page - 6 Journal of Midwifery Tiara Bunda numerik untuk menjawab pertanyaan penelitian atau menguji hipotesis (Sahir, 2. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan eksperimen semu . uasy experimen. yang merupakan sebuah penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya akibat dari AusesuatuAy yang dikenakan pada subjek selidik dan menggunakan pretestpostest control group design atau salah satu jenis rancangan eksperimen yang digunakan untuk menguji efek dari perlakuan atau intervensi pada kelompok yang dibagi menjadi dua grup: kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (Sahir, 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh produktifitas produksi ASI ibu nifas yang mengonsumsi Labu Siam di PMB O Tahapan Penelitian Penelitian dengan judul Efektivitas Pemberian Labu Siam Terhadap Peningkatan Produksi ASI Ibu Nifas di Praktik Mandiri Bidan O dilakukan pada bulan Oktober 2024 sampai dengan Januari 2025 di Praktik Mandiri Bidan O. Sampel penelitian ini berjumlah 30 orang ibu menyusui yang mengalami ASI kurang lancar. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak acak . on-rando. , teknik ini digunakan dalam penelitian ilmiah untuk memilih sampel yang sesuai dengan kriteria tertentu dengan konteks penelitian sesuai dengan kriteria inklusi dan kriteria ekslusi. Data yang dikumpulkan meliputi, menentukan responden sesuai dengan kriteria inklusi. Kemudian melakukan pengecekan kelengkapan data diantaranya kelengkapan pengisian data usia ibu, paritas, pendidikan. IMD, umur anak dan pekerjaan. Melakukan Infomerd consent dengan responden. Setelah data terkumpul kemudian memberikan Labu Siam kepada ibu nifas hari ke-3 dengan masalah ASI kurang lancar dengan dosis Labu Siam sebanyak 600 gram, diberikan 3 kali sehari selama 5 hari berturut-turut yang disiapkan oleh peneliti dan dibantu satu orang Labu siam dikonsumsi oleh responden di depan peneliti dengan tujuan Labu Siam tersebut benar-benar dimakan oleh Kemudian mengobservasi kelancaran produksi ASI Labu Siam setelah diberikan intervensi menggunakan lembar kuesioner kelancaran produksi ASI. Setelah CC Attribution-ShareAlike 4. 0 License. semua data diperoleh, data diperiksa kelengkapannya lalu diolah dengan tahapan editing, coding, scoring, entry, dan cleaning dengan menggunakan bantuan komputerisasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas hari ke 3 di wilayah Praktik Mandiri Bidan O yang berjumlah 30 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas pada hari ke-3 di wilayah Praktik Mandiri Bidan O yang mengalami ASI Pengambilan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu Teknik pengambilan sampel yang tidak acak . on-rando. , teknik ini digunakan dalam penelitian ilmiah untuk memilih sampel yang sesuai dengan kriteria tertentu. Berdasarkan hasil perhitungan maka jumlah keseluruhan sampel sebesar 15 orang. Sampel yang diambil masing-masing sebanyak 15 orang per kelompok intervensi dan 15 orang keseluruhan sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden diambil dengan cara teknik purposive sampling, yaitu Teknik pengambilan sampel yang tidak acak . , teknik ini digunakan dalam penelitian ilmiah untuk memilih sampel yang sesuai dengan kriteria tertentu (Sahir,2. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel independen dan dependen. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pemberian Labu Siam dan variabel dependen dalam penelitian ini adalah peningkatan produksi ASI. Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksankan di Praktek Mandiri Bidan Okah Yulianingsih. Md. Keb. pada Oktober 2024 sampai dengan Januari 2025. Teknik Pengumpulan. Pelaksanaan. Pengolahan Data dan Analisa Data Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian adalah data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari pengamatan ibu nifas hari ke-3 yang mengalami ASI kurang lancar di Praktik Mandiri Bidan (PMB) Tahun 2024 dengan langkah-langkah sebagai berikut: Menentukan responden sesuai dengan kriteria inklusi. Page - 7 Journal of Midwifery Tiara Bunda Melakukan pengecekan kelengkapan pengisian data usia ibu, paritas, pendidikan. IMD, umur anak dan Infomerd consent dengan responden. Memberikan labu siam kepada ibu nifas hari ke-3 dengan masalah ASI kurang lancar dengan dosis Labu Siam sebanyak 600 gram, diberikan 3 kali sehari selama 5 hari berturut-turut. Mengobservasi kelancaran produksi ASI kelompok intervensi dan kontrol kelancaran produksi ASI. Pengelolaan Data Beberapa tahap yang dilakukan dalam pengolahan data, yaitu: Editing Merupakan tahap pemilihan dan pemeriksaan kembali kelengkapan datadata pengelompokan dan penyusunan data. Pengelompokan data bertujuan untuk memudahkan pengolahan data. Coding. Coding data dilakukan untuk memberikan kode pada jawaban yang telah ditetapkan sehingga lebih sederhana berdasarkan hasil ukur dan pengolahan data. Scoring. Scoring adalah memberikan skor terhadap item-item yang perlu diberikan skor (Arikunto, 2. Tabulating Memasukkan data-data hasil penelitian ke dalam tabel sesuai kriteria yang telah ditentukan. Processing Data yang telah ditabulasi diolah secara manual atau komputer agar dapat dianalisis kelancaran ASI pada ibu. Cleaning Melakukan kembali data yang sudah dimasukkan ke computer untuk memastikan apabila ada kesalahan masing-masing variabel sehingga dapat diperbaiki. Analisis Data Analisis Univariat. Analisis univariat dilakukan untuk mengetahui distribusi frekuensi karakteristik masing- masing CC Attribution-ShareAlike 4. 0 License. Analisis Bivariat. Analisis bivariat digunakan untuk melihat pengaruh variabel independen dan dependen yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian Labu Siam untuk kelancaran produksi ASI pada ibu menyusui, analisis Chi Square. Keputusan hasil uji statistik sebagai . Apabila A value O 0,05 maka hipotesis diterima yang berarti terdapat pengaruh pemberian Labu Siam terhadap kelancaran ASI pada ibu menyusui. Apabila A value > 0,05 maka hipotesis ditolak yang berarti pemberian Labu Siam terhadap kelancaran ASI Analisis Multivariat Analisis multivariat digunakan untuk mengetahui variabel paling dominan . rekuensi menyusui. IMD, umur dan parita. terhadap kelancaran produksi ASI ibu menyusui dengan Uji Logistik Regresi Berganda. Hasil dan Pembahasan Analisis Univariat Analisis Univariat merupakan teknik analisis yang digunakan untuk mengetahui distribusi frekuensi karakteristik dari setiap responden yakni meliputi usia. IMD, frekuensi menyusui dan paritas baik pada kelompok intervensi maupun kelompok Pada penelitian ini, dari 30 responden dibagi ke dalam dua kelompok yaitu kelompok intervensi yang diberikan labu siam dan kelompok kontrol yang tidak diberikan labu siam, adapun distribusi frekuensi dari kedua kelompok tersebut adalah sebagai berikut: Page - 8 Journal of Midwifery Tiara Bunda Tabel 4. 1 Distribusi Frekuensi Labu Siam Variabel Labu Siam - Tidak - Ya - Total Frekeunsi Presentasi (%) Berdasarkan Tabel 4. 1 di atas, didapatkan bahwa responden yang diberikan labu siam sebanyak 15 responden dengan presentasi 50% sebagai kelompok intervensi dan responden yang tidak diberikan labu siam sebanyak 15 responden dengan presentasi 50% sebagai kelompok kontrol. Adapun hasil dari analisis distribusi frekuensi karakteristikdari kelompok intervensi dan kontrol adalah sebagai Tabel 4. 2 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Variabel Usia - < Tahun Tahun - 20 Ae 35 Tahun - Total Frekuensi Menyusui per-Hari - < 8 kali - > 8 kali - Total IMD - IMD - Tidak IMD - Total Paritas Kontrol Frekuen (%) (Sumber: SPSS) Intervensi Frekuen (%) CC Attribution-ShareAlike 4. 0 License. Primipa Multipa Total (Sumber: SPSS) Berdasarkan Tabel 4. 2 di atas dapat dilihat bahwa pada kelompok intervensi, responden yang memiliki usia berada pada rentang di bawah 20 tahun dan di atas 35 tahun sebanyak 3 responden dan responden yang memiliki usia 20 sampai 35 tahun sebanyak 12 responden sedangkan pada kelompok kontrol responden yang memiliki usia berada pada rentang di bawah 20 tahun dan di atas 35 tahun sebanyak 6 responden dan responden yang memiliki usia 20 sampai 35 tahun sebanyak 9 responden. Kemudian pada kelompok intervensi, responden yang memiliki frekuensi menyusui kurang dari 8 kali per-hari sebanyak 5 responden dan responden yang memiliki frekuensi menyusui lebih dari 8 kali per-hari sebanyak 10 responden. Sedangkan pada kelompok kontrol, responden yang memiliki frekuensi menyusui kurang dari 8 kali per-hari sebanyak 8 responden dan responden yang memiliki frekuensi menyusui lebih dari 8 kali sehari sebanyak 7 responden. Selanjutnya pada kelompok intervensi, jumlah responden yang melakukan IMD sebanyak 13 responden dan 2 responden tidak melakukan IMD. Sedangkan pada kelompok kontrol jumlah responden yang melakukan IMD sebanyak 8 responden dan 7 responden tidak melakukan IMD. Pada kelompok intervensi, jumlah responden yang termasuk ke dalam kelompok primipara sebanyak 6 responden dan 9 responden termasuk ke dalam kelompok multivara. Sedangkan pada kelompok kontrol jumlah responden yang termasuk ke dalam kelompok primipara sebanyak 12 responden dan 3 responden termasuk ke dalam kelompok multivara. Analisis univariat selanjutnya adalah mengetahui distribusi frekuensi kelancaran ASI pada pretest dan postest, adapun Page - 9 Journal of Midwifery Tiara Bunda CC Attribution-ShareAlike 4. 0 License. distribusi frekuensinya adalah seperti pada tabel di bawah ini: Tabel 4. 3 Distribusi Frekuensi Kelancaran ASI Pretest dan Postest Kelancara n ASI Pretest Lancar Tidak Lancar Total Postest Lancar Tidak Lancar Total Intervensi Frekuens (%) Kontrol Frekuens (%) (Sumber: SPSS) Berdasarkan Tabel 4. 3 di atas, didapatkan pada data pretest semua responden mengalami kesulitan dalam kelancaran produksi ASI hal tersebut dapat dilihat bahwa pada kelompok intervensi jumlah responden tidak lancar produksi ASI berjumlah 15 responden, begitu pun pada kelompok kontrol jumlah responden tidak lancar dalam produksi ASI berjumlah 15 Sedangkan pada data postest, untuk kelompok intervensi didapatkan jumlah responden yang mengalami lancar dalam produksi ASI berjumlah 14 responden dan 1 responden tidak lancar. Untuk kelompok kontrol jumlah responden yang mengalami lancar dalam produksi ASI berjumlah 5 responden dan 10 responden lainnya tidak Analisis Bivariat Tabel 4. 4 Hubungan Pemberian Labu Siam terhadap Kelancaran ASI Variabel Kelompok Labu Siam Kelompok Tanpa Labu Produksi ASI Tidak Lancar Lancar 93,33 PValue 6,67 0,002 33,33 66,67 (Sumber: SPSS) Berdasarkan Tabel 4. 4 di atas, dapat disimpulkan bahwa pemberian labu siam memiliki hubungan yang signifikan terhadap kelancaran ASI ibu nifas, hal ini dapat dilihat bahwa pada kelompok labu siam terdapat 14 responden dari 15 responden mendapatkan kelancaran produksi ASI, hanya 1 responden yang diberikan labu siam akan tetapi mendapatkan hasil produksi ASI tidak lancar. Sedangkan kelompok tanpa labu siam hanya terdapat 5 responden dari 15 responden yang mengalami kelancaran produksi ASI. responden lainnya mengalami tidak lancar dalam produksi ASI. Selain itu dilihat dari nilai P-Value, pemberian labu siam mendapatkan nilai P-Value 0,002 lebih kecil dari 0,05 (<0,. yang berarti bahwa pemberian labu siam memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kelancaran produksi ASI. Selain itu, hubungan variabel-variabel lain seperti usia, frekuensi menyusui per-hari. IMD dan paritas pada penelitian ini juga perlu untuk diperhitungkan apakah terdapat pengaruh yang signifikan atau tidak terhadap kelancaran produksi ASI. Adapun hubungan variabel usia, frekuensi menyusui per-hari. IMD dan paritas terhadap kelancaran produksi ASI dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Analisis Bivariat merupakan teknik analisis yang dilakukan untuk mengetahui hubungan antara variabel dependen dengan variabel lainnya, pada penelitian ini variabel dependen adalah kelancaran ASI pada ibu nifas, oleh karena itu adapun variabel-variabel yang berpengaruh terhadap kelancaran ASI ibu nifas pada penelitian ini adalah dapat dilihat seperti pada tabel di bawah ini: Page - 10 Journal of Midwifery Tiara Bunda CC Attribution-ShareAlike 4. 0 License. Tabel 4. 5 Hubungan Usia. Frekuensi Menyusui. IMD dan Paritas Terhadap Kelancaran ASI ASI karena mendapatkan nilai P-Value 0,142 yang mana lebih besar dari 0,05 (>0,. Berdasarkan hasil analisis di atas, ke empat variabel mendapatkan nilai P-Value lebih kecil dari 0,25 (<0,. Hal ini berarti ke empat variabel di atas memenuhi syarat untuk dimasukkan ke dalam analisis Multivariat. Analisis selanjutnya adalah mengetahui perbedaan kelancaran ASI sebelum dan sesudah diberikan labu siam menggunakan uji Wilcoxon. Adapun hasil analisis dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Produksi ASI Variabel Lancar Tidak Lancar Value Usia < 20 Tahun atau > 35 Tahun 20 Tahun - 35 Tahun 0,069 Ranks Variabel Frekuensi Menyusui < 8 kali sehari > 8 kali sehari 0,037 IMD Dilakukan Primipara Multivara IMD Tidak IMD Tabel 4. 6 Perbedaan Kelancaran ASI Sebelum dan Sesudah diberikan Labu Siam 0,023 Paritas 0,142 (Sumber: SPSS) Berdasarkan Tabel 4. 5 di atas, variabel usia mendapatkan nilai P-value sebesar 0,069 yang mana nilai P-Value lebih besar dari 0,05 (>0,. sehingga untuk variabel usia dapat dikatakan tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap kelancaran ASI. Kemudian untuk per-hari mendapatkan nilai P-Value 0,037 yang berarti memiliki hubungan yang signifikan terhadap kelancaran asi karena mendapatkan nilai PValue lebih kecil dari 0,05 (<0,. Variabel IMD juga dapat dikatakan memiliki hubungan yang signifikan terhadap kelancaran ASI karena mendapatkan nilai P-Value 0,023 yang berarti lebih kecil dari 0,05 (<0,. dan untuk variabel paritas dapat dikatakan tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap kelancaran Kategori Postest- Negative Pretest Ranks Positive Ranks Ties Total Statistic Mean Rank Sum Ranks 0,00 8,00 10,00 190,00 PValue <0,01 4,359 (Sumber: SPSS) Postest < pretest Postest > Pretest Postest = Pretest Berdasarkan Tabel 4. 6 di atas, diketahui dari 30 responden yang mana 15 responden diberikan labu siam dan 15 responden tidak diberikan labu siam mendapatkan hasil uji statistik P-Value <0,001 yang berarti lebih kecil dari 0,05 (<0,. , maka dapat dikatakan terdapat pengaruh yang signifikan pemberian labu siam terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu nifas. Analisis Multivariat Analisis Multivariat merupakan teknik analisis yang memiliki tujuan untuk menganalisis variabel independen yang paling berpengaruh secara dominan terhadap variabel dependen, pada penelitian ini analisis Multivariat bertujuan untuk mengetahui variabel independen mana yang memiliki pengaruh secara dominan terhadap kelancaran ASI. Adapun hasil analisis Multivariat pada penelitian Page - 11 Journal of Midwifery Tiara Bunda CC Attribution-ShareAlike 4. 0 License. ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini: 0,002 (<0,. pada analisis statistik berarti bahwa pemberian labu siam secara produksi ASI. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel lain yang memiliki hubungan signifikan terhadap kelancaran ASI adalah frekuensi menyusui per hari dengan nilai PValue sebesar 0,037 (<0,. dan variabel IMD dengan nilai P-Value sebesar 0,023. Sedangkan variabel usia dan paritas tidak memiliki hubungan yang signifikan karena nilai P-Value lebih besar dari 0,05. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel lain yang memiliki hubungan paling dominan terhadap kelancaran ASI adalah Frekuensi menyusui per hari dengan nilai P-Value 0,042 (<0,. Tabel 4. 7 Hubungan Variabel yang Paling Dominan Terhadap Kelancaran ASI Step Variabel P-Value Pemberian Labu Siam 0,102 Usia Responden 0,391 Frekuensi Menyusui per-hari 0,225 IMD 0,999 Paritas 0,999 Pemberian Labu Siam 0,036 Usia Responden 0,202 Frekuensi Menyusui per-hari 0,107 Paritas 0,188 Pemberian Labu Siam 0,017 Frekuensi Menyusui per-hari 0,039 Paritas 0,307 Pemberian Labu Siam 0,008 Frekuensi Menyusui per-hari 0,042 i (Sumber: SPSS) Berdasarkan tabel 4. 7 di atas, didapatkan bahwa pemberian Labu Siam merupakan variabel yang memiliki hubungan paling dominan dan memiliki hubungan yang signifikan terhadap kelancaran produksi ASI 008 dibandingkan dengan faktor-faktor atau variabel yang lainnya. Selain itu, adapun variabel kedua yang memiliki hubungan paling dominan dan memiliki hubungan yang signifikan terhadap kelancaran produksi ASI adalah frekuensi menyusui per-hari yakni sebesar 0,042 dibandingkan variabel Usia. IMD dan Paritas. Ucapan Terima Kasih Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan karunia dan nikmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian ini dengan tepat Penelitian ini terwujud atas bimbingan, pengarahan dan bantuan dari berbagai pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu menyampaikan ucapan terima kasih kepada: K Budi Santoso. SE. M, selaku Ketua Yayasan Cerdas Mutiara Bangsa yang telah mewujudkan mimpi-mimpi anak bangsa dengan mempelopori adanya pendidikan yang berkualitas. Bdn Lusy Pratiwi. Tr. Keb. Direktur Politeknik Tiara Bund Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan pada penelitian ini, maka didapatkan kesimpulan sebagai berikut: Pemberian labu siam memiliki efektivitas yang signifikan terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas. 14 dari 15 responden mengalami kelancaran produksi ASI setelah intervensi. Nilai P-Value sebesar Page - 12 Journal of Midwifery Tiara Bunda Daftar Pustaka