https://jurnal. HUBUNGAN PERILAKU CARING PERAWAT DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN KartikaA*. Hermawati Hamalding2. Ismuntania3. Khairunnisa Batubara4. Rina Fazilla5 Dosen Magister Kesehatan Masyarakat. Institut Kesehatan Helvetia. Medan. Indonesia Dosen Sarjana Keperawatan. Universitas Kurnia Jaya Persada. Sulawesi Selatan,Indonesia Dosen Sarjana Keperawatan. Universitas Kurnia Jaya Persada. Sulawesi Selatan,Indonesia Dosen Diploma i Keperawatan. Akper Gita Matura Abadi Kisaran. Kisaran. Indonesia Mahasiswa Sarjana Keperawatan STIKes Medika Nurul Islam. Sigli. Indonesia *Email koresponden : dr. kartika85@gmail. Abstract Low patient satisfaction rates have an impact on hospital development. In patients who are dissatisfied with the health services received, one of the consequences is that patients decide to move to another hospital that can provide better services. Caring behavior is very important to be implemented in hospitals, because it can improve the quality of the relationship between nurses and The purpose of this study was to determine the relationship between nurses' caring behavior and patient satisfaction levels. The research method used quantitative analytic with a cross-sectional The population in this study were all patients in the cardiac inpatient room, totaling 77 The sampling technique used purposive sampling technique totaling 43 people with the criteria of being treated in cardiac inpatient care without mental disorders. The results of the study showed that there was a relationship between nurses' caring behavior and patient satisfaction levels in the Cardiac Inpatient Room of RSUD. Tgk Chik Ditiro with a p-value of 0. 004 <0. 05 using the ChiSquare Test. The conclusion in this study is that there is a relationship between nurses' caring behavior and patient satisfaction levels in the Cardiac Inpatient Room of RSUD. Tgk Chik Ditiro. It is recommended that patients share their experiences honestly and openly, both positive and those that need improvement, and convey the patient's wishes so that nurses are able to respond to the patient's needs with caring behavior. Keywords: Behavior Caring Nurses . Satisfaction Level Patient Abstrak Rendahnya angka kepuasan pasien berdampak terhadap perkembangan rumah sakit. Pada pasien yang merasa tidak puas terhadap layanan kesehatan yang diterima, maka salah satu akibatnya adalah pasien memutuskan akan pindah ke rumah sakit lain yang dapat memberikan pelayanan yang lebih Perilaku caring itu sangat penting untuk diterapkan di rumah sakit, karena dapat meningkatkan akan hubungan kualitas perawat dengan pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan perilaku caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien. Metode penelitian menggunakan kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang di ruang rawat inap jantung sebanyak 77 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan tehnik purposive sampling yang berjumlah 43 orang dengan kriteria dirawat di rawat inap jantung tanpa gangguan mental. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan perilaku caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien di Ruang Rawat Inap Jantung RSUD. Tgk Chik Ditiro dengan nilai p-value 0,004 < 0,05 menggunakan uji Chi-Square Test. Kesimpulan dalam penelitian ini ada hubungan perilaku caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien di Ruang Vol 1. No 2. Juli, 2025 *Corresponding author email : dr. kartika85@gmail. Page 38 of 46 Copyright: @ 2025 Authors Rawat Inap Jantung RSUD. Tgk Chik Ditiro. Disarankan untuk pasien berbagi pengalaman dengan jujur dan terbuka baik yang positif maupun yang perlu di perbaiki, dan menyampaikan keinginan pasien agar perawat mampu merespon kebutuhan pasien dengan perilaku caring. Kata kunci: Perilaku Caring Perawat. Tingkat Kepuasan Pasien PENDAHULUAN Perilaku caring adalah esensi dari keperawatan yang membedakan perawat dengan profesi lain dan mendominasi serta tindakan-tindakan keperawatan (Riamah. Lita Nafratilova. Caring yang merupakan bagian keperawatan juga dapat memberikan kepuasan pasien dengan penggunaan layanan kesehatan (Bastina, 2. Kepuasan permasalahan rumah sakit baik di Indonesia maupun di luar negeri. Rendahnya angka kepuasan pasien akan berdampak terhadap perkembangan rumah sakit. Pada pasien yang merasa tidak puas terhadap layanan kesehatan yang diterima, maka salah satu akibatnya adalah pasien memutuskan akan pindah ke rumah sakit lain yang dapat memberikan pelayanan yang lebih baik (Yanti. Akbar. , 2. Ketidakpuasan pasien disebabkan oleh kurangnya perilaku caring perawat seperti perawat kurang dalam memberikan informasi sebelum memberikan tindakan kepada pasien, perawat kurang tanggap ketika pasien meminta bantuan, perawat kurang dalam memberikan dorongan untuk kesembuhan pasien (Rangki. Kepuasan pasien dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu salah satunya perilaku caring perawat. Penurunan jumlah pasien disebabkan oleh kepuasan pasien yang rendah sehingga rumah sakit akan mengalami kerugian finansial dan kehilangan kepercayaan pasiennya (Amalina. Vionalita. Puspitaloka. Veronika, 2. Perilaku caring perawat di dunia sudah mulai baik, namun masih ada beberapa negara yang perilaku caring perawatnya buruk terdapat pada negara Irlandia 11%, dan Yunani 47%. Tetapi, di Negara China paling sedikit masyarakat yang mendapat perawatan kesehatan saat dibutuhkan. Alasan utama masyarakat adalah biaya untuk menuju akses sebagai penghalang utama, dengan negara terendah adalah Afrika Selatan dan Rusia . urang dari 2%) dan negara lain India . %). Mesiko Ghana menyebabkan pasien kurang merasa puas terhadap perawatan yang diberikan (Soumokil. Syafar. , & Yusuf. Data yang dikumpulkan oleh World Health Organization (WHO) pada tahun 2023 menunjukkan variasi tingkat kepuasan pasien di rumah sakit berbagai Swedia memiliki tingkat kepuasan tertinggi dengan indeks . ,37%), sedangkan India memiliki tingkat kepuasan terendah sebesar . ,4%). Indonesia sendiri hanya mencapai . ,80%) (Kaur, 2. Indeks kepuasan pasien di Indonesia dengan kategori rendah yaitu di Maluku Tengah mencapai 42,8% serta di Sumatera Barat dengan indeks kepuasan 44,4%. Dari data tersebut apabila dikaitkan dengan standar minimal kepuasan pasien pada pelayanan kesehatan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yaitu dengan indeks kepuasan diatas 95%, apabila kurang dari 95% dinyatakan tidak berkualitas atau tidak memenuhi standar pelayanan minimal yang sudah ditetapkan (Basir & Wahyono, 2. Prevalensi di Indonesia sendiri caring menjadi salah satu penilaian bagi para pengguna pelayanan Berdasarkan hasil survey kepuasan pasien yang dilakukan oleh Copyright: @ 2025 Authors Kemenkes RI pada beberapa rumah sakit di Jakarta menunjukan bahwa 14% pasien tidak puas terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan, disebabkan perilaku caring kurang Oleh karena itu, perilaku caring perawat dapat memberikan pengaruh dalam pelayanan yang berkualitas kepada pasien (Manorek. Ardiansa AT Tucunan, 2. Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Yunita. , & Hariadi, 2. tentang hubungan perilaku caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien Tahun 2019 yang menyebutkan bahwa perilaku caring yang kurang baik mayoritas memiliki tingkat kepuasan yang tidak puas sebesar 11,9%, sebaliknya perilaku caring perawat yang dikategorikan sangat baik secara keseluruhan tingkat kepuasan pasien dikategorikan sangat puas sebesar 88,1%. Hal ini dikarenakan semakin baik perilaku caring perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan, maka pasien atau keluarga semakin senang dalam menerima pelayanan sehingga meningkatkan kepuasan pasien. Berdasarkan hasil Studi pendahuluan pengambilan data awal yang dilakukan penulis di RSUD. Tgk Chik Ditiro jumlah pasien di ruang rawat inap jantung pada bulan November 2024 yaitu sebanyak 77 orang dengan jumlah Laki-laki 43 orang dan jumlah Perempuan 34 orang. Kemudian, melalui hasil wawancara yang dilakukan pada sepuluh pasien, tujuh pasien menyatakan belum merasa puas karena perawat tidak memberi informasi kepada pasien tentang penyakit pasien, kurangnya perhatian terhadap keluhan pasien, dan kurangnya komunikasi seperti perawat tidak memperkenalkan diri pada pasien, tidak memberi salam saat memasuki ruangan Selanjutnya tiga pasien mengatakan sudah merasa puas, perawat memberikan motivasi kepada pasien serta menanyakan tentang kebutuhan yang dibutuhkan oleh Berdasarkan uraian tersebut peneliti tertarik melakukan penelitian dengan judul AuHubungan perilaku caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien di Ruang Rawat Inap Jantung RSUD. Tgk Chik DitiroAy. METODE Penelitian ini menggunakan metode pendekatan crossectional yaitu pendekatan observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat, dimana pengumpulan data dilakukan peneliti disaat yang bersamaan (Swarjana, 2. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang di ruang Rawat Inap Jantung RSUD. Tgk Chik Ditiro pada bulan November yaitu sebanyak 77 orang dan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 43 responden menggunakan teknik purposive Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 26 Februari s/d 03 Maret 2025 di ruang Rawat Inap Jantung RSUD. Tgk Chik Ditiro Kabupaten Pidie. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan menyebarkan kuesioner Perilaku Caring yang disempurnakan oleh Swanson, terdiri dari subskala analitik yaitu compasoionate healer dan compotent practitioner yang berasal dari 5 komponen caring Swanson yaitu mengetahui . , kehadiran . eing wit. , melakukan tindakan . oing Copyright: @ 2025 Authors . , mempertahankan kepercayaan (Maintenancing Believ. , (Kusnanto. , 2. dan kuesioner kepuasan dengan menggunakan skala likert, dengan distribusi soal sebagai berikut : . Responsive 5 soal, . Reliability 5 soal,. Assurance 5 soal. Empaty 5 soal dan . Tangibles 5 soal. Pengukuran tingkat kepuasan dengan menggunakan skala likert Skor : Tidak Puas : 1. Cukup puas : 2. Puas : 3. Sangat puas : 4, di kategorikan : Sangat puas : 76-100. Puas : 51-75. Kurang puas : 25-50 (Nursalam, 2. , yang telah dilakukan validitas dan Analisa data menggunakan univariat dan bivariat berupa program SPSS dengan uji Chi-Square. HASIL Analisa Univariat Karakteristik Responden Karakteristik responden Jenis Kelamin Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Umur Frekuensi Persentase 18-28 tahun 29-39 tahun 40-50 tahun 51-60 tahun Total Berdasarkan tabel 2 menunjukan bahwa distribusi responden berdasarkan umur sebagian besar adalah 40-50 tahun sebanyak 22 responden . ,1%). Tabel 3 Distribusi responden berdasarkan Pendidikan di Ruang Rawat Inap Jantung RSUD. Tgk Chik Ditiro Kabupaten Pidie Pendidikan Frekuensi Persentase SMP SMA Total Tabel 1 reponden berdasarkan Jenis Kelamin di Ruang Rawat Inap Jantung RSUD. Tgk Chik Ditiro Kabupaten Pidie Frekuensi Persentase Berdasarkan tabel 1 menunjukan bahwa distribusi responden berdasarkan jenis kelamin sebagian besar adalah perempuan sebanyak 30 responden . ,8%). Karakteristik Responden Berdasarkan Umur Tabel 2 Distribusi reponden berdasarkan Umur di Ruang Rawat Inap Jantung RSUD. Tgk Chik Ditiro Kabupaten Pidie Berdasarkan tabel 3 menunjukan bahwa distribusi responden berdasarkan menengah sebanyak 26 responden . ,5%). Distribusi Kategori Variabel . Perilaku Caring Perawat Tabel 4 Distribusi Frekuensi Perilaku Caring Perawat di Ruang Rawat Inap Jantung RSUD. Tgk Chik Ditiro Kabupaten Pidie Perilaku Caring Frekuensi Persentase Perawat Baik Cukup Kurang Copyright: @ 2025 Authors Perilaku Caring Perawat Total Frekuensi Persentase Berdasarkan tabel 4 menunjukan bahwa perilaku caring perawat berada pada kategori baik sebanyak 21 orang . ,8%), kategori cukup 17 orang . ,5%), kategori kurang 5 orang . ,6%). Kepuasan Pasien Tabel 5 Distribusi Frekuensi Tingkat Kepuasan Pasien di Ruang Rawat Inap Jantung RSUD. Tgk Chik Ditiro Kabupaten Pidie Tingkat Kepuasan Frekuensi Persentase Pasien Sangat Puas Puas Kurang Puas Total Berdasarkan tabel 5 menunjukan bahwa kepuasan pasien berada pada kategori sangat puas sebanyak 12 orang . ,9%), kategori puas 14 orang . ,6%), kategori kurang puas 17 orang . ,5%). Analisa Bivariat Kurang Jumlah 12 27,9 80,0 5 100 39,5 43 100 Berdasarkan tabel 6 dari 43 responden, terdapat 21 responden dengan perilaku caring perawat baik mayoritas tingkat kepuasaan pasien sangat puas sebanyak 11 . ,4%), 17 responden dengan perilaku caring perawat cukup mayoritas tingkat kepuasaan pasien puas sebanyak 9 . ,9%), dan 5 responden dengan perilaku caring perawat kurang mayoritas tingkat kepuasaan pasien kurang puas sebanyak 4 . ,0%). Hasil uji statistik chi square didapatkan nilai p-value 0,004 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan Ha diterima, artinya ada hubungan perilaku caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien di Ruang Rawat Inap Jantung RSUD. Tgk Chik Ditiro. PEMBAHASAN Hasil Analisa Univariat Karakteristik Responden . Jenis Kelamin Berdasarkan tabel 1 menunjukkan bahwa distribusi responden berdasarkan jenis kelamin sebagian besar adalah perempuan sebanyak 30 responden . ,8%). Menurut (Ernawati, 2. bahwa Tabel 6 Hubungan Perilaku Caring Perawat dengan Tingkat Kepuasan Pasien di Ruang Rawat Inap laki-laki memiliki kepuasaan yang tinggi dari Jantung RSUD. Tgk Chik Ditiro Kabupaten Pidie (Hakim & Suryawati, 2. Kepuasan Pasien bahwa jenis kelamin mempunyai tal value Perilaku pengaruh terhadap pandangan jasa yang Caring Sangat Puas Kurang Perempuan Perawat Puas Puas sesuatu secara detail dibandingkan laki-laki Baik 11 52,4 Cukup yang cenderung tidak peduli. Hasil penelitian 28,6 21 100ini sejalan dengan hasil penelitan (Zakiyatuz Zhuhrah, 2. bahwa jenis 41,2 17 100 kelamin responden terbanyak yaitu Copyright: @ 2025 Authors perempuan 58,8 % responden. Umur Berdasarkan tabel 2 menunjukan bahwa distribusi responden berdasarkan umur sebagian besar adalah 40-50 tahun sebanyak 22 responden . ,1%). Menurut (Afzal, 2. menyatakan usia muda (< 35 tahu. memiliki tingkat kepuasan relatif rendah dibandingkan dengan usia tua (Ou35 tahu. karena usia muda lebih produktif dan memiliki harapan besar. Orang yang berusia lebih muda pada umumnya lebih agresif mencari informasi dan tidak menunjukkan sikap menyesuaikan diri. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitan (Iwan Setyo Lesmana. , 2. bahwa usia terbanyak yaitu dewasa akhir berjumlah 20 orang . ,3%). Pendidikan Berdasarkan tabel 3 menunjukan bahwa distribusi responden berdasarkan pendidikan sebagian besar adalah SMP sebanyak 26 responden . ,5%). Pendidikan memiliki dampak besar pada cara orang berpikir ketika mereka membuat keputusan dan membuat peraturan. Pengetahuan yang lebih luas sering kali diberikan melalui sekolah yang berkualitas (Fitriah. Akbar. O & Hendriani, 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitan (Iwan Setyo Lesmana. , 2. bahwa tingkat pendidikan terakhir responden menengah 37 orang . ,7%). Distribusi Variabel . Distribusi Frekuensi Perilaku Caring Perawat di Ruang Rawat Inap Jantung RSUD. Tgk Chik Ditiro Berdasarkan tabel 4 menunjukan bahwa perilaku caring perawat berada pada kategori baik sebanyak 21 orang . ,8%), kategori cukup 17 orang . ,5%), kategori kurang 5 orang . ,6%). Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitan (Ginting, 2. tentang menganggap perilaku caring perawat sudah baik . ,9%). Demikian juga dengan penelitian (Soviarni, 2. bahwa sebanyak 52,1% pasien menggangap perilaku caring perawat baik. Distribusi Frekuensi Kepuasan Pasien Perawat di Ruang Rawat Inap Jantung RSUD. Tgk Chik Ditiro Berdasarkan tabel 5 menunjukan bahwa kepuasan pasien berada pada kategori sangat puas sebanyak 12 orang . ,9%), kategori puas 14 orang . ,6%), kategori kurang puas 17 orang . ,5%). Kepuasan pasien adalah suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja pelayanan kesehatan yang diperoleh setelah pasien membandingkannya dengan apa yang Pasien baru akan merasa puas apabila kinerja pelayanan kesehatan yang diperolehnya sama atau melebihi dari pada yang diharapkannya dan sebaliknya (Hanifah. Noor Alis Setyadi. Penelitian ini sejalan dengan penelitian (Belladona. Istichomah. & Monika, 2. diperoleh paling banyak dinyatakan puas oleh pasien. Penelitian lainnya oleh (Triyoso, & Sari, 2. mayoritas pasien menyatakan tingkat kepuasan yang puas terhadap pelayanan Copyright: @ 2025 Authors yang diberikan perawat. Hasil Analisa Bivariat Hubungan Perilaku Caring Perawat dengan Tingkat Kepuasan Pasien di Ruang Rawat Inap Jantung RSUD. Tgk Chik Ditiro Berdasarkan tabel 6 dapat dilihat dari 43 responden, terdapat 21 responden dengan perilaku caring perawat baik mayoritas tingkat kepuasaan pasien sangat puas sebanyak 11 . ,4%), 17 responden dengan perilaku caring perawat cukup mayoritas tingkat kepuasaan pasien puas sebanyak 9 . ,9%), dan 5 responden dengan perilaku caring perawat kurang mayoritas tingkat kepuasaan pasien kurang puas sebanyak 4 . ,0%). Hasil uji statistik chi square didapatkan nilai p-value 0,004 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan Ha diterima, artinya ada hubungan perilaku caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien di Ruang Rawat Inap Jantung RSUD. Tgk Chik Ditiro. Penelitian ini juga sejalan dengan (Rahmadewi, 2. yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara perilaku caring perawat dengan kepuasan keluarga pasien diperoleh nilai p-value sebesar 0,002 . <0,. Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian (Karo. Ginting. A & Harefa, 2. dimana hasil penelitiannya ada hubungan perilaku caring dengan tingkat kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Aek Habil Sibolga diperoleh nilai p-value sebesar 0,038 . <0,. Menurut pendapat peneliti semakin baik caring perawat yang diterima pasien, cenderung meningkatkan kepuasan pasien karena dengan perilaku caring yang dilakukan perawat dapat menenangkan pasien yang dalam keadaan sakit yang dapat mengurangi rasa khawatir pasien terhadap sakit yang dideritanya, membangun rasa percaya pasien terhadap perawat sebab caring tidak hanya mengenai sikap perawat yang ditunjukkan, namun juga berkaitan dengan bagaimana perawat memberikan penanganan kepada pasien sehingga menumbuhkan kepercayaan pasien. Sehingga dengan perilaku caring yang baik dapat meningkatkan kepuasan pasien yang berdampak pada adanya menggunakan pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut dan memberitahukan rasa puas yang diterimanya melalui perilaku caring yang baik kepada orang lain yang yang secara tidak langsung hal ini merupakan upaya promosi rumah sakit yang bersangkutan kepada masyarakat. KESIMPULAN DAN SARAN Perilaku caring perawat di Ruang Rawat Inap Jantung RSUD. Tgk Chik Ditiro mayoritas pada kategori baik sebanyak 21 orang . ,8%). Kepuasan pasien di Ruang Rawat Inap Jantung RSUD. Tgk Chik Ditiro mayoritas pada kategori kurang puas sebanyak 17 orang . ,5%). dan ada hubungan perilaku caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien di Ruang Rawat Inap Jantung RSUD. Tgk Chik Ditiro dengan nilai p-value 0,004 < 0,05. Diharapkan penelitian ini perawat dapat meningkatkan perilaku caring lebih baik lagi seperti memberi informasi kepada pasien tentang penyakit pasien, perhatian terhadap keluhan pasien, aktif berkomunikasi dan memberi salam saat memasuki ruangan Copyright: @ 2025 Authors agar pelayanan yang diberikan dapat memberikan kepuasaan pasien dan dapat meningkatkan citra rumah sakit. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis ucapkan terimakasih kepada responden, lahan penelitian dan institusi yang telah mendukung penelitian ini, semoga penelitian ini menambah wawasan tentang pentingnya perlaku caring pada pasien di rumah sakit. DAFTAR PUSTAKA