Pendampingan Penggunaan Aplikasi Akuntansiku Dalam Menyusun Laporan Keuangan Berdasarkan SAK EMKM & KOPERASI Pada Warung Pentol Bakso Toyib Jl. Muhajirin Raya Kota Bengkulu Kamelia Astuty. Ina Sintia Wati . Putri Kurnia . 1,2,. Universitas Dehasen Bengkulu Email: 1 kameia@unived. 2 inasyn01@gmail. 3 putrikurnia17012003@gmail. ARTICLE HISTORY Received . November2. Revised . Oktober2. Accepted . Januari 2. KEYWORDS Training. Preparation. Report. Financial. Business. Umkm. This is an open access article under the CCAeBY-SA license ABSTRAK Selama ini banyak UMKM yang pengelolaan keuangannya dilakukan secara sederhana. Kondisi ini menyebabkan pemilik UMKM tidak dapat mengukur secara tepat jumlah penghasilan dan biaya yang dikeluarkan dari aktivitas usaha tersebut. UMKM Pentol Bakso Toyib hanya melakukan pencatatan atas pendapatan / pembelian dari pesanan dan pengeluaran untuk biaya produksi saja serta tidak membuat laporan keuangan. Pencatatan secara sederhana ini dilakukan karena mereka tidak memahami akuntansi sehingga sulit untuk membuat laporan Laporan keuangan diperlukan sebagai sarana untuk mengukur kinerja usaha. Permasalahan yang ada pada Usaha Pentol Bakso Toyib adalah keterbatasan pengetahuan pemilik usaha mengenai akuntansi sehingga mereka membutuhkan alat bantu untuk menyusun laporan keuangan. Penggunaan aplikasi dapat memudah kan pelaku UMKM dalam penyusunan laporan keuangannya. Oleh sebab itu, program pengabdian kepada masyarakat difokuskan pada pelatihan penggunaan aplikasi Akuntansiku melalui edukasi penggunaan aplikasi Akuntansiku disertai penjelasan konsep dan praktik akuntansi sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan akuntansi pemilik usaha. Pemilik hanya perlu menginput data keuangannya dan proses penyusunan laporan keuangannya dilakukan secara tersistem dalam aplikasi tersebut. Metode pelaksanaan kegiatan PKM yaitu survey awal untuk mendapatkan data awal dan informasi keuangan lainnya, penyusunan materi, pelatihan dan diskusi, serta evaluasi. Hasil dari kegiatan ini, pelaku UMKM yang awal nya hanya dapat melakukan pencatatan keuangan berupa pencatatan atas pendapatan / pembelian dari pesanan dan pengeluaran untuk biaya produksi , melalui pelatihan penggunaan aplikasi Akuntansiku, mereka dapat mernyusun laporan keuangan secara efisien dan efektif karena laporan keuangan dihasilkan secara otomatis melalui aplikasi. ABSTRACT So far, there are many MSMEs whose financial management is carried out simply. This condition causes MSME owners to be unable to accurately measure the amount of income and costs incurred from these business activities. UMKM Pentol Bakso Toyib only records income / purchases from orders and expenses for production costs and does not make financial reports. This simple recording is done because they do not understand accounting so it is difficult to make financial reports. Financial reports are needed as a means of measuring business performance. The problem that exists in Toyib's Pentol Bakso Business is the limited knowledge of business owners about accounting so they need tools to prepare financial reports. The use of applications can make it easier for MSME actors to prepare their financial reports. Therefore, the community service programme is focused on training in the use of the Akuntansiku application through education on the use of the Akuntansiku application accompanied by explanations of accounting concepts and practices as an effort to improve business owners' accounting knowledge and The owner only needs to input his financial data and the process of preparing his financial statements is carried out systematically in the application. The method of implementing PKM activities is an initial survey to obtain initial data and other financial information, preparation of materials, training and discussion, and evaluation. The results of the activity PENDAHULUAN Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu bentuk usaha yang memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. UMKM merupakan solusi masyarakat dalam menghadapi krisis ekonomi. tujuan utama UMKM pada dasarnya adalah untuk menghasilkan laba dan memuaskan pemilik, tetapi dalam pelaksanaan untuk mencapai tujuan tersebut, sering kali dijumpai hambatan dan permasalahan yang salah satunya adalah masalah pengelolahan keuangan. Selama ini banyak UMKM yang pengelolaan keuangannya dilakukan secara sederhana sebatas pencatatan jumlah uang masuk dan keluar. Kondisi ini menyebabkan pemilik UMKM tidak dapat mengukur secara tepat jumlah penghasilan dan biaya yang dikeluarkan dari aktivitas usaha tersebut. Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia mengeluarkan SAK EMKM (Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro. Kecil dan Menenga. agar pencatatan keuangan UMKM dapat memberikan informasi tentang kinerja usaha nya melalui penyajian laporan keuangan. Penilaian kinerja perusahaan dilakukan dengan mengevaluasi posisi keuangan masa lalu dan saat ini (Osadchy et. al, 2. Laporan keuangan menjadi alat untuk menyajikan informasi keuangan (Didinet al. , 2. dan merupakan produk akhir dari proses akuntansi Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 4 No. 1 Januari 2025 page: 11Ae. 11 sehingga penyusunan laporan keuangan dilakukan dalam suatu proses akuntansi (PSAK 1,revisi 2. Akuntansi merupakan kegiatan untuk mencatat, mengelompokkan, mengikhtisarkan, dan menyajikan data keuangan dalam laporan keuangan (Kieso et al 2. Beberapa penelitian terdahulu menemukan bahwa banyak UMKM yang belum melakukan pencatatan atas transaksi keuangan mereka (Risnaningsih dan Tanuwidjaja, 2. Pencatatan akuntansi yang dilakukan UMKM masih sangat sederhana (Risnaningsih et al, 2. Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang kami kunjungi adalah Usaha Pentol Bakso Toyib yang terletak di Jl. Muhajirin Raya Kota Bengkulu. Usaha ini berdiri pada tahun 1999 oleh Pak Toyib. Pada awal nya usaha pak toyib berjual keliling sehingga pada tahun 2017 membuka tempat usaha bersama istri. Lokasi usaha ini dekat dengan SMP N 6 Kota Bengkulu dan akses untuk menuju usaha ini juga mudah untuk dijangkau, sehingga mempunyai peluang jangka panjang. Usaha Pentol Bakso Toyib ini beum melakukan pembukuan, khususnya dalam membuat laporan keuangan. Salah satu faktor penting adalah tersedianya laporan keuangan sehingga laba sebagai alat ukur kinerja usaha bisa ditentukan secara Pemilik usaha (Bakso Pentol Toyi. juga menyadari bahwa mereka memiliki keterbatasan terkait pemahaman akan akuntansi yang menjadi acuan dalam menyusun laporan keuangan. Untuk memudahkan pemilik UMKM dalam menyusun laporan keuangan nya, dapat digunakan aplikasi Akuntansiku. Aplikasi ini dapat digunakan secara gratis melalui handphone android. Pemilik UMKM hanya perlu menginput / mencatat data aktivitasnya dan proses mengelompokkan, mengikhtisarkan serta menyajikan data keuangan dalam laporan keuangan dilakukan secara tersistem dalam aplikasi Dengan diadakan pengabdian pada masyarakat oleh mahasiswa prodi akuntansi Universitas Dehasen Kota Bengkulu ini dapat membantu pemilik usaha menyusun dan membuat laporan keuangan yang lebih terstruktur. LANDASAN TEORI UMKM ( Usaha Mikro Kecil dan Menenga. Standar akuntansi keuangan entitas mikro kecil menengah (SAK EMKM) dimaksudkan untuk digunakan oleh entitas mikro kecil dan menengah. Entitas mikro kecil dan menengah adalah entitas tanpa akuntanbilitas publik yang signifikan, sebagaimana didefinisikan dalam standart Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa akuntabilitas Publik (SAK ETAP) yang memenuhi definisi dan kriteria usaha mikro kecil dan menengah sebagaimana diatur dalam peraturan perundangundangan yang berlaku di Indonesia, setidak-tidaknya selama 2 tahun berturut-turut . Menurut UndangUndang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro,Kecil, dan Menengah. UMKM didefinisikan sebagai Usaha Mikro adalah usaha produktif milik perorangan atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria usaha mikro. Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri,yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah yang memenuhu kriteria usaha kecil. Usaha menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakaan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang di kuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsuung dengan usaha kecil atau besar dengan jumlah kekayaan bersih sesuai yang di atur dalam undang-undang ini. METODE Kegiatan PKM ini berfokus pada pelatihan penyusunan laporan keuangan dengan menggunakan aplikasi Akuntansiku untuk menyusun laporan keuangan usaha Pentol Bakso Toyib. Permasalahan yang dihadapi pelaku usaha Pentol Bakso Toyibb adalah minimnya pengetahuan dalam melakukan pencatatam transaksi. Oleh sebab itu beberapa solusi yang diberikan dalam menangani permasalahan ini adalah sebagai berikut: Memberikan pemahaman mendasar mengenai laporan keungan untuk umkm dan siklus akuntansi secara sederhana. Penjelasan berbagai aplikasi akuntansi berbasis smartphone dan memberikan pengenalan lebih mendalam terhadap penggunaan aplikasi Akuntansiku. Memberikan pelatihan dan pendampingan pencatatan akuntansi secara langsung menggunakan aplikasi Akuntansiku. 12 | Kamelia Astuty. Ina Sintia Wati. Putri Kurnia . Pendampingan Penggunaan AplikasiA Kegiatan program pengabdian dilakukan melalui beberapa langkah sebagai berikut: Survei Pendahuluan Langkah prosedur pengumpulan data yang pertama adalah survei pendahuluan pada usaha Pentol Bakso Toyib, survei pendahuluan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran awal yang jelas tentang Pentol Bakso Toyib, dan khususnya tentang pengetahuan pemilik mengenai laporan keuangan serta data laporan keuangannya agar dapat disusun sesuai dengan SAK EMKM. Survei Lapangan Survei Lapangan Berupa kegiatan observasi. Dokumentasi dilakukan dengan cara mencatat datadata yang berkaitan dengan masalah yang menjadi obyek penelitian. Tahap Pengkajian. Tahap pengkajian adalah tahap dimana tim pengabdian melakukan perumusan program yang sesuai untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi pelaku usaha dan metode yang akan digunakan dalam penyampaian materi pengabdian. Tahap Pelaksanaan Program Pengabdian. Tahap pelaksanaan terdiri dari edukasi materi yang sudah disiapkan tim pengabdian dengan menggunakan metode pembelajaran interaktif dan studi kasus. Metode ini menghendaki adanya keaktifan peserta pelatihan sehingga terjalin komuniksi efektif antara pelaksana pengabdi dengan pemilik usaha. Serta dilanjutkan dengan praktik langsung penggunaan aplikasi Akuntansiku. Tahap Evaluasi Program Pengabdian Pada akhir kegiatan PKM dilakukan evaluasi atas pelaksanaan PKM melalui survei pemahaman dari pemilik usaha. Adapun untuk lebih jelas nya langkah kerja dalam program pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini digambarkan dalam bagan sebagai berikut : Tujuan Memberikan Pelatihan Pembuatan Laporan Keuangan Sederhana berbasis aplikasi Akuntansiku Pelatihan Dan Evaluasi Pengumpulan Data Survei Pendahuluan Survei Lapangan Tahap Pengkajian Tahap Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat Evaluasi Gambar 1 Konseptual Pengabdian kepada Masyarakat HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan PKM dilaksanakan dalam bentuk pelatihan penggunaan aplikasi Akuntansiku. Sebelum kegiatan PKM dilaksanakan, tim pelaksana telah melakukan survey awal ke usaha Pentol Bakso Toyib. Pada saat survey awal, tim pelaksana mendapatkan berbagai informasi tentang produksi dan manajemen usaha, kondisi usaha saat ini dan permasalahan yang dihadapi oleh usaha Pentol Bakso Toyib. Dari survey awal yang dilakukan didapat bahwa Manajemen usaha Pentol Bakso Toyib masih dilakukan secara sederhana dan hanya melibatkan anggota keluarga. Pencatatan keuangan hanya dilakukan dalam bentuk pencatatan penjualan / pemesanan dan biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan. Mereka tidak membuat laporan keuangan yang sesuai karena kurang nya pemahaman mengenai itu. Pemilik Usaha tidak pernah mengukur secara tepat atas penghasilan yang diperoleh dan beban yang Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 4 No. 1 Januari 2025 page: 11Ae. 13 dikeluarkan. Upah tenaga kerja tidak pernah dihitung karena pemilik sendiri yang melakukan proses produksi atau menggunakan anggota keluarga (Istri dan Anak ) dalam proses produksinya. Penentuan harga jual hanya didasarkan pada jumlah bahan yang dipakai dan margin laba yang di inginkan, pada kenyataann ya masih ada komponen biaya listrik, air, upah dll yang tidak di perhitungkan. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan nya belum memadai dan pengukuran kinerja / laba belum di laksanakan secara tepat. Oleh sebab itu, tim pelaksana dan pemilik usaha bersepakat untuk melaksanakan kegiatan PKM dalam bentuk kegiatan pelatihan penggunaan aplikasi Akuntansiku. Aplikasi ini dapat diakses dengan mudah melalui smartphone dan dapat diunduh secara gratis pada Untuk menggunakan aplikasi ini. Pemilik hanya perlu menginput data transaksi secara harian kemudian secara tersistem akan diproses inputan tersebut ke dalam jurnal, buku besar, neraca saldo dan laporan keuangan. Setelah data tersusun, pengguna aplikasi dapat melihat kondisi keuangan usaha. Peserta pelatihan pada tahap awal (Sesi I) diberikan penjelasan singkat materi mengenai apa itu laporan Sesi pertama ini untuk memberikan gambaran tentang akuntansi dan penjelasan singkat tentang manfaat laporan keuangan. Pada tahap kedua (Sesi II) berfokus pada penggunaan aplikasi. Pada sesi ini, mahasiswa memberikan penjelasan singkat untuk pengenalan aplikasi berbasis android yang dapat digunakan dalam menyusun laporan keuangan dan dilanjutkan dengan penjelasan melalui tutorial langsung tentang cara penggunaan aplikasi dan penginputan data. Bentuk tampilan aplikasi, cara penginputan data serta laporan yang dihasilkan sebagai berikut: Gambar 2. Tampilan Awal Aplikasi Akuntansiku Gambar 3. Input Data Gambar 5 Data Transaksi Gambar 6. Jurnal Umum Gambar 4. Input Data Transaksi Gambar 7. Buku Besar 14 | Kamelia Astuty. Ina Sintia Wati. Putri Kurnia . Pendampingan Penggunaan AplikasiA Gambar 8. Neraca Saldo Gambar 9. Laba Rugi Gambar 10. contoh data dalam bentuk pdf Untuk memproses laporan keuangan, pemilik usah perlu menginput data usaha terlebih dahulu. Setelah itu dilakukan input data transaksi. Jika ada kesalahan dalam penginputan maka pemilik usaha dapat mengedit transaksi. Input data dilakukan secara harian dan hasil input data terlihat pada jurnal. Rekapan dari setiap akun / rekening dapat dilihat pada buku besar dan neraca saldo. Output dari aplikasi ini adalah laporan keuangan berupa neraca dan laporan rugi laba. Selanjutnya . dilakukan diskusi dengan peserta. Pada kesempatan ini pelaksana membantu peserta untuk menginstal dan menguji coba penggunaan aplikasi. Dalam proses uji coba tersebut, peserta menyampaikan bahwa mereka belum terbiasa dengan istilah-istilah akuntansi yang digunakan. Untuk itu, tim pelaksana memberikan buku penyusunan laporan keuangan UMKM sebagai panduan dalam mempelajari proses penyusunan laporan keuangan. Di akhir kegiatan, tim pelaksana melakukan evaluasi atas kegiatan PKM Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai masukan dan saran terkait kegiatan ini. Adapun hasil evaluasi yang disampaikan peserta: Kegiatan PKM sudah berjalan dengan baik Waktu pelaksanaan kegiatan pelatihan relative singkat. Materi dan aplikasi yang digunakan sudah baik tetapi karena peserta tidak memiliki pengetahuan akuntansi sehingga mengalami kesulitan dalam menginput transaksi. Peserta masih memerlukan pembinaan dengan cara pendampingan lebih lanjut terkait penyusunan laporan keuangan dengan menggunakan aplikasi Akuntansiku, mengingat pelatihan ini terkait pengetahuan akuntansi sehingga diharapkan peserta memahami fungsi masing-masing akun dalm laporan keuangan. Peserta perlu membiasakan diri dengan istilah-istilah akuntansi. Hasil evaluasi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan PKM memberikan manfaat bagi pemilik Mereka menjadi paham tentang bagaimana caranya melakukan pencatatan keuangan dengan lebih mudah, cepat efektif dan efisien. Dengan memahami bagaimana caranya melakukan pencatatan keuangan, masyarakat dapat mengaplikasikan pada kegiatan- kegiatan usahanya dan dapat mencatat semua transaksi sehingga dapat menjadikan UMKM mempunyai keterampilan baru dalam membuat laporan keuangan dengan lebih sederhana. Gambar 11 & 12. Pendampingan pembuatan akun Akuntansiku Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 4 No. 1 Januari 2025 page: 11Ae. KESIMPULAN DAN SARAN Tidak adanya pembukuan yang sesuai SAK pada usaha Pentol Bakso Toyib dikarenakan pemilik belum bisa menyusun laporan keuangan berdasarkan standar akuntansi yang berlaku untuk EMKM. Hal ini dilihat dari bukti pencatatan yang dilakukan yakni hanya mencatat pendapatan / pembelian dari pesanan dan pengeluaran untuk biaya produksi saja, serta tidak mencatat seluruh aset yang dimiliki. Keadaan yang seperti ini mengakibatkan usaha Pentol Bakso Toyib tidak mampu mengetahui segala macam kegiatan yang bisa mempengaruhi berkurang dan bertambahnya nilai suatu aset yang dimiliki, jumlah kewajiban yang harus dibayar serta total modal yang dimiliki. Melalui pelatihan menggunakan aplikasi Akuntansiku, para pemilik usaha mampu menyusun laporan keuangan dengan lebih terstruktur. Meskipun pelatihan ini memberikan manfaat yang signifikan, evaluasi menunjukkan bahwa peserta membutuhkan pendampingan lebih lanjut terkait pemahaman akuntansi dan penggunaan aplikasi. Adapun saran Pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat dilakukan secara kesinambungan, setelah melakukan pengabdian tentang pencatatan laporan keuangan secara sederhana dan mudah dipahami, diharapkan diharapkan UMKM Pentol Bakso Toyib dapat meningkatkan efisiensi dan pemahaman keuangan mereka UCAPAN TERIMA KASIH Pengabdian kepada masyarakat ini bisa berjalan dengan baik dan lancar berkat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu penulis ucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: Universitas Dehasen Bengkulu Khususnya Fakultas Ekonomi Pemilik Usaha Pentol Bakso Toyib Mahasiswa yang ikut serta membantu proses pendamping DAFTAR PUSTAKA