Jurnal Reaksi (Journal of Science and Technolog. Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Lhokseumawe Vol. 22 No. Desember 2024 ISSN 1693-248X STRATEGI PENGENDALIAN UNTUK MEMINIMALISASI DAMPAK KOROSI Irwan1* Department of Chemical Engineering. Lhokseumawe State Polytechnic. Lhokseumawe City *Email: irwan@pnl. ABSTRAK Korosi merupakan proses pengrusakan bahan akibat interaksi dengan lingkungannya yang terjadi secara alamiah dan tidak dapat dicegah namun dapat dikendalikan. Korosi menimbulkan kerugian secara ekonomi dan sosial baik langsung maupun tidak langsung dalam berbagai sektor. Besarnya kerugian akibat korosi mencapai 3 sampai 4 % dari GNP. Pengendalian korosi merupakan salah satu cara untuk mengurangi dampak korosi. Strategi pengendalian korosi dilakukan dengan dua pendekatan yaitu pendekatan non teknis dan teknis. Pendekatan non teknis lebih ditekankan pada perubahan pandangan, pemahaman, pola pikir, aturan-aturan di dalam masyarakat terhadap korosi dan pengendaliannya. Sedangkan pendekatan teknis lebih diutamakan untuk mengembangkan metodologi untuk memprediksi korosi, perbaikan praktek disain dalam manajemen korosi, dan pengembangan teknologi pengendalian korosi. Kata Kunci: Pengendalian Korosi. Dampak Korosi. Non-Teknis. Teknis. ABSTRACT Corrosion is a process of destruction of materials due to interaction with their environment that occurs naturally and cannot be prevented but can be controlled. Corrosion causes economic and social losses both directly and indirectly in various sectors. The amount of loss due to corrosion reaches 3 to 4% of GNP. Corrosion control is one way to reduce the impact of corrosion. The corrosion control strategy is carried out with two approaches, namely non-technical and technical The non-technical approach is more emphasized on changing views, understanding, mindset, rules in society towards corrosion and its control. While the technical approach is prioritized to develop methodologies to predict corrosion, improve design practices in corrosion management, and develop corrosion control technology. Keywords : Corrosion Control. Corrosion Impact. Non-Technical. Technical. PENDAHULUAN Korosi pengrusakan logam akibat interaksi/reaksi dengan lingkungannya. Dalam lingkungan aqueous, korosi dapat terjadi karena adanya selsel anoda, katoda, dan elektrolit. Kerusakan akibat korosi memberikan dampak yang sangat luas terhadap ummat manusia, baik dari segi sosial maupun ekonomi. Dari segi sosial korosi masyarakat terhadap suatu produk akibat korosi yang terjadi pada proses produksi sehingga produk terkontaminasi. Dari segi ekonomi, korosi dapat mengakibatkan suatu industri atau operasional tambahan untuk mengendalikan korosi atau mengganti komponen-komponen yang terkorosi. Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menunjukkan bahwa kerugian akibat korosi pada berbagai sektor pada tahun 2001 mencapai $ 276 miliar. PERUMUSAN MASALAH Seperti pendahuluan bahwa korosi merupakan peristiwa yang alami terjadi dan tidak dapat dicegah, sehingga kerugian akibat korosi tidak dapat upaya-upaya dilakukan dengan melakukan langkah-langkah pengendalian yang sesuai. Langkah-langkah Jurnal Reaksi (Journal of Science and Technolog. Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Lhokseumawe Vol. 22 No. Desember 2024 ISSN 1693-248X meningkatkan strategi pengendalian bidang non-teknis dan teknis. TINJAUAN PUSTAKA 1 Korosi Logam pada awalnya adalah mineral yang terdapat di alam yang diproses dengan menghabiskan sejumlah energi menjadi bahanbahan yang lebih berguna, oleh karena itu logam berada dalam kedudukan energi tinggi, bersifat temporer dan akan kembali ke lingkungan alam sebagai mineral yang energinya lebih rendah. Proses kembalinya logam ke alam ini dikenal sebagai proses Jadi korosi adalah proses alamiah yang tidak dapat dicegah tetapi dengan teknologi anti korosi dapat dikendalikan sehingga kerugiankerugian yang timbul dapat dikurangi. Secara umum korosi didefinisikan sebagai kerusakan material terutama logam karena berinteraksi dengan lingkungannya. Berbagai teori korosi telah dikemukakan oleh para ahli korosi, namun yang paling dapat diterima adalah teori elektrokimia dimana teori ini telah dapat menerangkan peristiwa-peristiwa korosi dan dapat digunakan sebagai landasan teknik pengendalian korosi. Dalam lingkungan yang basah . , proses korosi dapat berlangsung jika dipenuhi tiga syarat berikut : A Ada anoda dimana reaksi anodik terjadi A Ada katoda dimana reaksi katodik terjadi A Ada lingkungan yang bersifat elektrolit Kondisi lingkungan di Indonesia pada umumnya basah dengan kelembaban rata-rata 85 % dimana pada kondisi ini bila udara mengandung debu atau polusi, maka akan terjadi pengembunan sehingga praktis kondisi basah akan selalu terjadi. Jika turun hujan, maka air hujan akan bersifat asam dengan pH sekitar 5 bahkan di daerah industri dapat kurang Kondisi ini menciptakan suatu lingkungan yang bersifat elektrolit sehingga dapat dikatakan bahwa lingkungan elektrolit sebagai salah satu syarat terjadinya korosi sudah pasti ada di Indonesia. Dua syarat lagi untuk terjadinya korosi adalah terbentuknya daerah-daerah anodik dan Daerah anodik dan katodik pada prinsipnya dapat terjadi bila pada permukaan logam atau paduan terdapat perbedaan potensial dari titik yang satu terhadap yang lain Perbedaan potensial ini dapat dihasilkan jika dua jenis logam berhubungan secara listrk, perbedaan fasa, perbedaan temperatur, perbedaan tegangan, perbedaan besar butiran, dan juga pengaruh konsentrasi 2 Kerugian Akibat Korosi Pengkajian terhadap kerugian secara ekonomi akibat korosi telah dilakukan di beberapa negara maju. Pengkajian ini merupakan biaya langsung yang dikeluarkan pengguna akibat korosi yang terjadi. Dari pengkajian tersebut menunjukkan bahwa kerugian akibat korosi sangat besar, sebagai contoh di Amerika Serikat, kerugiannya mencapai 276 milliar dollar atau hampir 3,1 % dari GNP, sementara di Indonesia belum ada pengkajian yang serius dampak ekonomi korosi, namun Asosiasi Korosi Indonesia (Indoco. memprediksi kerugian tersebut sekitar 3,5 % dari GNP. Pada beranggapan bahwa biaya korosi hanya menyangkut biaya penggantian komponenkomponen yang terkorosi, namun besarnya biaya korosi ternyata sangat mengejutkan, karena adanya biaya tambahan tak langsung yang besarnya hampir sama dengan biaya langsung di atas. Biaya langsung kerugian akibat korosi meliputi : A Biaya untuk mengganti bahan yang rusak akibat terkorosi. A Biaya pengerjaan akibat penggantian bahan yang terkorosi. A Biaya pengendalian korosi. A Biaya tambahan untuk membuat konstruksi dengan bahan yang lebih tebal. Biaya tak langsung dapat terjadi akibat salah satu dari kejadian berikut. Kerugian Produksi Selama Pekerjaan Terhenti Akibat Perbaikan Perbaikan suatu komponen dalam suatu industri seringkali menyebabkan operasional pabrik harus dihentikan sementara. Penggantian atau perbaikan suatu komponen biasanya tidak memerlukan biaya yang terlalu tinggi, namun penghentian sementara produksi pabrik menyebabkan produk tidak dapat dipasarkan sehingga akan menimbulkan kerugian yang sangat besar. Jurnal Reaksi (Journal of Science and Technolog. Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Lhokseumawe Vol. 22 No. Desember 2024 ISSN 1693-248X Informasi dan sosialisasi dampak ekonomi dan sosial korosi secara kuantitatif dan kemungkinan pengendalian korosi disampaikan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap penanggulangan korosi. Salah satu metoda penyampaian informasi dapat dilakukan dengan melaksanakan pelatihan singkat dimana disampaikan studi kasus dampak korosi dan keuntungan secara ekonomi dari pengendalian Selain kemungkinan-kemungkinan korosi yang terjadi dan pengendaliannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga diharapkan dapat merubah kebiasaan dalam masyarakat itu Pemberlakuan peraturan, standar, dan penghematan biaya korosi Pemberlakuan aturan, standar, dan manajemen untuk menurunkan dampak korosi harus dilakukan pada setiap perusahaan, kantor, dan industri. Penggunaan aturan, standar tersebut akan membuat budaya masyarakat dalam penanganan korosi berubah menjadi lebih baik. Standard dan aturan dapat mengacu pada standard telah dikembangkan oleh NACE. ASTM, dan ISO, dan aturan-aturan yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga pemerintah maupun lembaga profesional. Peningkatan pendidikan dan pelatihan staf dalam pengenalan pengendalian korosi Pemahaman pengendaliannya dalam masyarakat awam 3 Strategi Pengendalian Korosi maupun masyarakat dalam bidang rekayasa Strategi pengendalian korosi ditujukan masih sangat kurang, selain itu pengetahuan untuk menggunakan segala upaya untuk bidang korosi masih belum diajarkan di semua meningkatkan pengendalian korosi dalam bidang ilmu rekayasa. semua aspek ekonomi. Strategi pengendalian Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat korosi dilakukan dalam dua pendekatan yaitu secara pendekatan non teknis dan teknis. pengetahuan tentang korosi dalam kurikulum Beberapa strategi pengendalian korosi pelajaran secara lebih dini, sehingga dengan pendekatan non teknis adalah : Peningkatan kepedulian terhadap biaya masyarakat terhadap pengetahuan korosi dan korosi dan penghematan Kurangnya informasi terhadap dampak d. Persamaan persepsi semua pihak dalam pengendalian korosi Proses korosi merupakan suatu proses yang masyarakat terhadap besarnya biaya korosi alamiah, sehingga ada suatu persepsi yang salah yang harus dikeluarkan sehingga tidak adanya selama ini terhadap proses korosi dimana masyarakat menganggap tidak ada yang dapat suatu usaha untuk melakukan penghematan. dilakukan untuk mengendalikannya. Tingginya Biaya Perawatan Pemilihan bahan untuk menghambat laju korosi merupakan suatu faktor utama yang menentukan tinggi rendahnya biaya perawatan. Pemilihan bahan yang tahan terhadap korosi akan mengurangi biaya perawatan yang dibutuhkan selama masa pakai bahan tersebut, walaupun biaya investasi awal yang dikeluarkan cukup tinggi namun biaya keseluruhannya biasanya jauh lebih kecil. Turunnya Mutu Produk Akibat Kontaminasi Korosi dapat mengakibatkan terikutnya komponen-komponen logam dalam aliran proses produksi sehingga akan membuat produk menjadi tidak sesuai harapan. Kontaminasi produk dapat mengakibatkan kualitas dan harga jual menjadi rendah. Turunnya Efisiensi Peralatan Akumulasi produk korosi pada peralatanperalatan proses dan pendukungnya akan mengakibatkan unjuk kerja peralatan menjadi Aspek sosial dari korosi adalah hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap produk suatu perusahaan jika terjadi kontaminasi pada produknya terutama dalam industri pangan. Hal ini sangat merugikan, karena untuk menumbuhkan kembali rasa percaya konsumen akan memakan waktu yang sangat lama. Dalam industri yang lain seperti industri kimia, petrokimia, kegagalan korosi dapat mengakibatkan cedera bahkan kematian. Jurnal Reaksi (Journal of Science and Technolog. Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Lhokseumawe Vol. 22 No. Desember 2024 ISSN 1693-248X Untuk menyamakan persepsi masyarakat. Teknologi pengendalian korosi merupakan maka diperlukan suatu usaha memberikan salah satu sarana yang sangat penting dalam pengetahuan kepada masyarakat akan bahaya dalam usaha meminimalkan dampak korosi. korosi dan kerugian yang ditimbulkannya. Pengembangan teknologi pengendalian korosi Pengetahuan diberikan kepada para pengambil harus terus dilakukan untuk meningkatkan kebijakan, staf industri, dan masyarakat secara kesesuaian dan keakuratan dalam pengendalian. umum, sehingga memiliki pemahaman yang Pengembangan teknologi pengendalian korosi dilakukan melalui tahapan penelitian di Beberapa strategi pengendalian korosi laboratorium maupun di lapangan untuk dengan pendekatan teknis adalah : mengkaji kelayakan metoda pengendalian Peningkatan tersebut dan hasil penelitian tersebut harus manajemen korosi yang lebih baik diterapkan untuk melihat kemampuan teknologi Praktek disain dalam penanganan korosi tesebut dalam pengendalian korosi di lapangan. sering mengalami kegagalan yang diakibatkan Monitoring dan evaluasi secara kontinyu oleh belum cukupnya pemahaman para dilakukan terhadap pengembangan teknologi rekayasawan terhadap interaksi material dan pengendalian korosi agar diperoleh hasil yang lingkungan dan tidak mempertimbangkan biaya optimal. dalam tahap disain. Strategi dapat dilakukan dengan merubah KESIMPULAN Dari uraian tersebut dapat diambil beberapa memberikan pemahaman kepada rekayasawan kesimpulan : Kerugian akibat korosi menimbulkan pengendaliannya yang dilengkapi dengan dampak yang sangat besar dari segi database manajemen korosi. ekonomi dan sosial. Peningkatan Metoda prediksi umur 2. Setiap individu dan masyarakat memiliki layanan dan unjuk kerja peranan yang sangat besar dalam Prediksi umur layanan dan penentuan mengurangi dampak korosi unjuk kerja sering tidak akurat, hal ini 3. Strategi pengendalian korosi secara non diakibatkan oleh ketidak tetapan variabel yang teknis ditujukan untuk memberikan mempengaruhi korosi, sehingga korosi sering tidak dapat diprediksi dengan peralatan dan data pemberlakuan standar, dan meningkatkan Ketidakakuratan kepedulian di masyarakat terhadap penentuan meliputi prediksi kerusakan akibat pengendalian korosi korosi, proyeksi laju korosi, dan evaluasi dari 4. Strategi pengendalian korosi secara teknis pengaruh perbaikan yang telah dilakukan. ditujukan terhadap perbaikan sistem Peningkatan metoda prediksi umur manajemen, metoda, dan teknologi layanan dan unjuk kerja dapat menghasilkan pengendalian korosi. peningkatan dalam reliability dan safety, akan menurunkan biaya, dan penghematan material SARAN dan energy. Untuk menghindari kerugian korosi secara Beberapa sangat ekonomi dan sosial, maka kepedulian kita dibutuhkan adalah peningkatan teknologi dalam sebagai ummat manusia terhadap dampak metoda dan prosedur inspeksi, metoda korosi serta pengendaliannya sangat diharapkan percobaan dengan cara yang dipercepat untuk dengan cara mempelajari prinsip terjadinya menguji material-material yang baru dalam korosi serta metoda pengendaliannya dan periode waktu yang pendek, peningkatan mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. pemahaman dan modeling proses korosi, peningkatan metoda untuk monitoring unjuk DAFTAR PUSTAKA kerja, dan pengembangan database percobaan . ASM Handbook International untuk mendukung prediksi umur layanan. Committee. Corrosion, vol. ASM Peningkatan teknologi pengendalian korosi International, 1987 melalui penelitian, pengembangan dan . Fontana. Corrosion Engineering, 3 ed. McGraw Hill Book, 1987. Jurnal Reaksi (Journal of Science and Technolog. Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Lhokseumawe Vol. 22 No. Desember 2024 ISSN 1693-248X Jones. Principles and Prevention of Corrosion. McMillan Publishing Company, . Parker. Pipeline Corrosion and Cathodic Protection, 3rd edition. Gulf Professional Publishing, 1999. Roberge. Handbook of Corrosion Engineering. Mc GrawHill, 2000 Sheir. Corrosion Vol, 2, 3 rd Butterworth-Heinemann, 2000 Trethewey. Korosi untuk Mahasiswa Sains dan Rekayasawan. Gramedia