Jurnal Satyagraha Vol. No. Agustus 2021 Ae Januari 2022 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha PERAN KECUKUPAN MODAL (CAR) MEMEDIASI PENGARUH RESIKO KREDIT TERHADAP PROFITABILITAS (Studi Kasus pada Koperasi Apsari Manik AeTabanan ) I Dewa Nyoman Usadha Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mahendradatta Email . mahausadha888@gmail. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa Pengaruh Resiko Kredit terhadap profitabilitas. Hubungan Pengaruh Resiko Kredit terhadap Profitabilitas (ROA) dalam sejumlah penelitian yang telah dikembangkan diketemukan Pengaruh Resiko Kredit terhadap Profitabilitas dengan hasil negatif dan ada juga berpengaruh positif signifikan . Celah penelitian tersebut pada penelitian sekarang perlu dimediasi viable baru, agar Resiko Kredit tidak mempengaruhi menurunnya tingkat Adapun variabel mediasi tersebut adalah kecukupan Modal ( CAR) Hasil dari analisis Pengaruh Risiko Kredit Terhadap Profitabilitas Dengan Kecukupan Modal Sebagai Variabel Mediasi menunjukkan bahwa CAR mampu memediasi pengaruh langsung NPL terhadap ROA. Dimana pengaruh langsung NPL terhadap ROA semula bernilai-0,562,namun setelah adanya CAR sebagai variabel mediasi, pengaruh hubungan tersebut meningkat menjadi 0. Semakin banyaknya kredit macet pada suatu lembaga keuangan maka hal tersebut akan menyebabkan Untuk menutupi kerugian tersebut lembaga keuangan mengembalikannya dari permodalan yang dimilikinya sehingga akan menurunkan nilai CAR dari Koperasi Kata Kunci . Kecukupan Modal (CAR). Resiko Kredit dan Profitiabilitas (ROA) Abstract The purpose of this study was to analyze the effect of credit risk on profitability. The relationship of the effect of credit risk on profitability (ROA) in a number of studies that have been developed found the effect of credit risk on profitability with negative results and there is also a significant positive effect. This research gap in current research needs to be mediated by new viables, so that credit risk does not affect the decline in the level of profitability. The mediating variable is Capital Adequacy (CAR). The results of the analysis of the Effect of Credit Risk on Profitability with Capital Adequacy as a Mediation Variable show that CAR is able to mediate the direct effect of NPL on ROA. Where the direct effect of NPL on ROA was originally valued at -0. 562, but after the presence of CAR as a mediating variable, the effect of this relationship increased to 0. The more bad credit in a financial institution, the more it will cause losses. To cover this loss, the financial institution returns it from the capital it owns so that it will reduce the CAR value of the cooperative Keywords . Capital Adequacy Ratio (CAR). Credit Risk and Profitability (ROA) I Dewa Nyoman Usadha Jurnal Satyagraha Vol. No. Agustus 2021 Ae Januari 2022 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha PENDAHULUAN Lembaga Profitabilitas adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kelangsungan perusahaan yang bergerak dibidang Koperasi Profitabilitas keuangan dimana kegiatannya hanya Koperasi . Besarnya risiko kredit bentuk kredit (Kasmir, 2012:. selain dapat menurunkan profitabilitas Keberadaan bank sangat penting bagi juga dapat perekonomian suatu negara karena kesehatan perbankan lainnya, yaitu mempengaruhi variabel Capital . Pengukuran capital suatu lembaga keuangan pertumbuhan ekonomi dengan melihat Capital Adequacy negara dan merupakan bagian dari Ratio (CAR). Tingkat CAR sangat masyarakat terhadap Koperasi penunjang pembangunan ekonomi. Rumusan Masalah Dinamisnya aktivitas perekonomian masyarakat menuntut setiap lembaga kepercayaan bagi masyarakat dalam Permasalahan pada penelitian ini . Apakah risiko kredit berpengaruh fungsi utama bank yaitu sebagai lembaga intermediasi keuangan yang modal pada lembaga Koperasi ? menghimpun dana masyarakat dan . Apakah risiko kredit berpengaruh menyalurkan dana masyarakat secara signifikan terhadap profitabilitas pada lembaga Koperasi ? Efisien penghimpunan serta penyaluran dana . Apakah yang dilakukan oleh bank akan berpengaruh signifikan terhadap Koperasi ? profitabilitas (Miadalyni 2. I Dewa Nyoman Usadha Jurnal Satyagraha Vol. No. Agustus 2021 Ae Januari 2022 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha . Apakah kecukupan modal secara Penilaian kesehatan saat ini mengacu pada Surat Keputusan Direksi Bank memediasi pengaruh risiko kredit Indonesia tanggal 30 April 1997 perihal Tata lembaga Koperasi ? 30/12/KEP/DIR Cara Penilaian Tingkat Kesehatan Koperasi LANDASAN TEORITIS Konsep Nomor Profitabiitas. Tingkat Koperasi dinilai dengan atas berbagai CAR aspek yang berpengaruh terhadap Resiko Kredit. Profitabilitas adalah salah satu faktor yang mempengaruhi Koperasi, kelangsungan Koperasi Profitabilitas Permodalan, menjadi indikator untuk menilai baik Produktif. Manajemen. Rentabilitas, dan Likuiditas (CAMEL). Koperasi. Dalam bisnisnya Koperasi akan berusaha Semakin tinggi profitabilitas Profitabilitas Koperasi menghasilkan laba melalui kegiatan Tingkat akan menjadi tolak ukur kemampuan bank untuk bertahan dalam bisnis yang dijalankannya, dimana bank mendapatkan pendapatan operasional operasional yang minimal. I Dewa Nyoman Usadha dan perkembangan suatu Kualitas Aktiva Dalam beberapa penelitian umumnya menggunakan rasio keuangan Return On Asset (ROA). Dipilihnya ROA sebagai variabel terikat karena ROA merupakan rasio antara laba sebelum pajak terhadap total aset. ROA yang semakin besar menunjukkan kinerja perusahaan atau bank semakin baik, karena tingkat pengembalian . semakin besar. Oleh karena itu ROA digunakan untuk mengukur efektifitas Jurnal Satyagraha Vol. No. Agustus 2021 Ae Januari 2022 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha Profitabilitas yang optimal mengendalikan risiko yang dihadapi. Pengukuran kegiatan bank yaitu menyalurkan dilakukan dengan melihat Capital Dalam menyalurkan kredit Adequacy bank akan dihadapkan dengan risiko Adequacy Ratio (CAR) merupakan Risiko kredit lebih banyak rasio yang menunjukkan besarnya dipengaruhi oleh faktor eksternal kecukupan modal yang dimiliki bank. yaitu keadaan ekonomi makro dan Semakin efisien modal bank yang tingkat persaingan industri. Risiko digunakan untuk aktivitas operasional kredit dapat dilihat dari besarnya rasio Non Performing Loan (NPL). NPL merupakan rasio yang dipergunakan sehingga akan mengurangi tingkat untuk mengukur kemampuan bank risiko bank. Tingkat CAR sangat dalam menutupi risiko kegagalan pengembalian kredit oleh debitur. masyarakat terhadap bank. NPL mencerminkan risiko kredit, semakin kecil NPL semakin kecil pula risiko kredit yang ditanggung Bank Indonesia (BI) melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) menetapkan bahwa rasio kredit bermasalah (NPL) adalah sebesar 5% kesehatan suatu bank menurunkan profitabilitas juga dapat (CAR). Capital Difinisi Profitabilitas Profitabilitas bank terhadap kemampuan dalam Dalam diproksikan dengan Return On Asset (ROA). ROA digunakan Besarnya risiko kredit selain dapat Ratio antara laba sebelum pajak dengan total Asset Capital adalah kemampuan suatu I Dewa Nyoman Usadha Jurnal Satyagraha Vol. No. Agustus 2021 Ae Januari 2022 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha Kecukupan Modal Kecukupan METODELOGI PENELITIAN regulasi yang menetapkan suatu Rasio kecukupan modal yang digunakan dalam penelitian ini adalah Capital Adequacy Ratio (CAR). CAR digunakan untuk mengukur antara modal sendiri Aktiva Terimbang Menurut Risiko (ATMR) dan satuan pengukuran CAR adalah dalam presentase. Menurut Slamet dalam penelitian ini adalah penelitian yang bersifat kausalitas. Penelitian kausalitas merupakan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh antara suatu variabel atau lebih terhadap variabel tertentu (Sugiyono, 2012:. Penelitian kausalitas dalam modal sebagai variabel mediasi. Identifikasi Variabel Variabel yang akan diteliti dalam Risiko Kredit Risiko kredit adalah suatu risiko Desain penelitian yang digunakan Riyadi . Desain Penelitian ketidakmampuan dari debitur untuk membayar kewajibannya baik berupa pembayaran utang pokok maupun pembayaran bunga kredit. Indikator yang digunakan untuk menilai risiko kredit adalah Non Performing Loan (NPL) variabel eksogen, variabel endogen dan variabel interverning. Variabel Eksogen Variabel eksogen yang berfungsi sebagai variabel bebas merupakan variabel penyebab, dimana variabel lainnya,(Yamin Kurniawan, 2011:. Variabel eksogen dianggap memiliki pengaruh terhadap variabel lain, namun tidak I Dewa Nyoman Usadha Jurnal Satyagraha Vol. No. Agustus 2021 Ae Januari 2022 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha dipengaruhi oleh variabel lain dalam Variabel penelitian ini adalah risiko kredit Kecukupan Modal (CAR) Variabel Endogen Variabel endogen yang berfungsi CAR dapat dihitung rumus sebagai berikut : sebagai variabel terikat adalah efek dari variabel eksogen. Dalam diagram jalur, variabel endogen NPL diukur dari perbandingan kepala panah yang menujunya, antara kredit bermasalah terhadap baik itu tanda panah dari variabel eksogen ataupun variabel error digunakan untuk menilai risiko (Yamin kredit ini adalah dalam bentuk 2011:. Variabel Risiko Kredit Kurniawan. Satuan Menurut Slamet Riyadi . NPL dapat dihitung dengan rumus Variabel Mediasi Variabel mediasi atau intervening sebagai berikut: Jenis dan Sumber Data adalah variabel yang berfungsi untuk memediasi hubungan antara satu atau lebih variabel independen terhadap variabel dependen. Dalam penelitian ini variabel mediasi atau interverning adalah kecukupan modal. Profitabilitas (ROA) ROA digunakan untuk mengukur perbandingan antara laba sebelum pajak dengan total Asset, dapat dihitung dengan rumus : Berdasarkan penelitian ini jenis data yang dipakai adalah data kualitatif dan kuantitatif. ( . Data kualitatif adalah data yang sifatnya tidak (Sugiyono, 2013:. Data kuantitatif adalah data yang dapat (Sugiyono, 2013:. Sumber data dalam penelitian ini yang digunakan adalah sumber data sekunder. Sumber I Dewa Nyoman Usadha Jurnal Satyagraha Vol. No. Agustus 2021 Ae Januari 2022 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha data sekunder adalah sumber yang variabel bebas . terhadap variabel terikat . Dasar perhitungan koefisien jalur adalah analisis korelasi dan regresi dalam keterangan atau publikasi lainnya perhitungan menggunakan software (Sugiyono, 2013:. dengan program SPSS 13. 00 for Adapun langkah-langkah Metode Pengumpulan Data Metode yang digunakan dalam penelitian ini nonparticipant, yaitu observasi yang mengumpulkan, mencatat data-data tanpa melibatkan diri dan hanya (Sugiyono, 2009:. (Path Teknik analisis jalur yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis jalur . ath analysi. Analisis . ath dirumuskan dengan path analysis sebagai berikut : Merumuskan persamaan struktural Penelitian ini terdapat empat hipotesis yang kemudian disusun kedalam Berikut merupakan hipotesis dan model dalam penelitian ini : Teknik Analisis Data Analysi. Model I Hipotesis: Risiko (X) berpengaruh terhadap kecukupan modal (Y1 ) berpengaruh terhadap profitabilitas (Y. Stuktur: = analisis statistik yang dikembangkan Menurut Ridwan dan Kuncoro . , model menganalisis pola hubungan antar Model II Hipotesis: Risiko (X), kecukupan modal (Y. berpengaruh terhadap profitabilitas (Y. Struktur: maupun tidak langsung seperangkat I Dewa Nyoman Usadha Jurnal Satyagraha Vol. No. Agustus 2021 Ae Januari 2022 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha . Menghitung koefisien jalur yang didasarkan pada koefisien regresi menghitung koefisien regresi untuk Dalam langkah kedua ini terdapat dua Berikut adalah tahap pertama dalam tahap pengujian, tahap pertama adalah penelitian ini yaitu gambar diagram lengkap dan tahap kedua adalah Gambar 2. Analisis Jalur Pengaruh Risiko Kredit Terhadap Profitabilitas Dengan Kecukupan Modal Sebagai Variabel Mediasi Pada tahap kedua adalah koefisien dinamakan coefficient pada nilai beta di kolom standardizedcoefficient. Jika koefisien regresi yang dihitung dari basis data yang telah diubah dalam mengandung satu unsur hubungan angka baku dan digunakan untuk variabel endogen, maka koefisien path-nya variabel terikat . Khusus koefisien r sederhana (Riduwan dan untuk program SPSS, koefisien path Kuncoro, 2011:. I Dewa Nyoman Usadha variabel bebas . terhadap Jurnal Satyagraha Vol. No. Agustus 2021 Ae Januari 2022 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha . Menghitung koefisien jalur secara probabilitas 0,05 . maka Ho Uji secara keseluruhan ditunjukkan oleh tabel ANOVA. Hipotesis Ha : Jika nilai probabilitas sig. dari atau sama dengan nilai probabilitas 0,05 atau . maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya tidak Ho : kurang dari atau sama dengan nilai Jika nilai probabilitas sig. kurang dari atau sama dengan nilai probabilitas 0,05 . maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya signifikan. Menghitung koefisien jalur secara individu atau parsial ditolak dan Ha diterima, artinya Dalam langkah ini dilakukan pula pengaruh tidak langsung, pengaruh Validitas model adalah sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur untuk menunjukkan tingkat dari kemampuan tes untuk mencapai . Meringkas dan menyimpulkan Langkah terakhir dalam analisis jalur Uji secara individual dapat dilihat adalah meringkas dan menetapkan pada tabel coefficients. Hipotesis intepretasi dari hasil analisis yang statistik berikut: Uji Asumsi Klasik Uji Ha : dalam penelitian karena akan Ho : linear berganda dalam mencari Jika nilai probabilitas sig. lebih dari signifikan sipengaruh hubungan atau sama dengan nilai probabilitas antar variabel. Menurut Utama 0,05 atau . maka Ho . , sebelum model regresi diterima dan Ha ditolak, artinya tidak Jika nilai probabilitas sig. pengujian asumsi klasik terlebih I Dewa Nyoman Usadha Jurnal Satyagraha Vol. No. Agustus 2021 Ae Januari 2022 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha Uji Normalitas. Uji Autokorelasi. Uji Multikolinearitas. Kedua, dapat dilakukan Uji Uji Sminarnov . Uji Normalitas Uji Heteroskedastisitas. Komogorov dengan membandingkan distribusi menguji apakah dalam residual dari model regresi yang dibuat . atauFcr. Model regresi yang baik Kriteria pengujiannya: adalah memiliki distribusi residual Ho diterimabilaDhitung O Dtabel Ho ditolakbilaDhitung>Dtabel Umumnya regresi dengan . Uji Autokorelasi residual yang berdistribusi normal Uji Auto korelasi bertujuan untuk diperoleh dari variabel terikat dan melacak adanya korelasi auto atau pengaruh data dari uji pengamatan sebelumnya dalam model regresi di ataukah tidak. Jika tidak normal, atas dilakukan uji auto korelasi. Jika maka prediksi yang dilakukan suatu model regresi mengandung dengan data tersebut akan tidak gejala auto korelasi, maka prediksi baik, atau dapat memberikan hasil tersebut akan tidak baik, atau dapat Penelitian ini menguji apakah distribusi data normal atau tidak, pertama dapat dilakukan dengan melihat normal probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dari data sesungguhnya dengan distribusi kumulatif dari distribusi normal. Jika titik-titik I Dewa Nyoman Usadha Uji autokorelasi dapat dilakukan dengan Uji Durbin-Watson (DW-tes. atau d statistic terhadap error ter. Dalam . isturbance uji DW ini, kriteria yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut. Jurnal Satyagraha Vol. No. Agustus 2021 Ae Januari 2022 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha Tabel 3. 1 :Penerimaan dan Penolakan Ho Durbin Watson . Uji Multikolinearitas yang signifikan, tetapi variabel bebas Uji multi kolinearitas bertujuan untuk yang signifikan melalui uji parsial . menguji apakah pada model regresi sedikit atau mungkin tidak ada. variabel bebas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terja dikorelasi di antara variabel bebas. Model regresi yang baik adalah bebas dari gejala multi kolinier. Jika suatu model regresi yang mengandung gejala multi kolinier dipaksakan untuk digunakan, maka akan memberikan hasil prediksi yang menyimpang. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya korelasi antar sesame variabel bebas dapat dilihat dari nilai tolerance dan nilai variance inflation faktor (VIF). Jika tolerance lebih dari 10 persenatau VIF . Uji Heteroskedastisitas Uji menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari Model regresi yang baik adalah yang tidak heteroskedastisitas atau mempunyai varians homogen. Jika suatu model mengandung gejala heteroskedastis akan memberikan hasil prediksi yang kurang dari 10, maka dikatakan tidak ada multi kolinearitas. Adanya gejala sering diindikasikan oleh R2 yang sangat besar atau uji F I Dewa Nyoman Usadha Jurnal Satyagraha Vol. No. Agustus 2021 Ae Januari 2022 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha PEMBAHASAN Profitabilitas dalam menghasilkan laba. Tingkat profitabilitas pada Koperasi Dalam penelitian ini Return On Asset(ROA) sebagai proksi dalam Tabel 3. 1 Profitabilitas (ROA) Pada lembaga keuangan Bank Periode 2018-2020 Berdasarkan dijelaskan mengenai profitabilitas (ROA) pada Koperasi. Jika dilihat dari laporan keuangan bulanan pada lembaga tersebut ,terjadi beberapa kali fluktuasi dari tahun 2018 Ae 2020. Profitabilitas tertinggi terjadi pada bulan Oktober 2019 sebesar 8,48% dan yang terendah terjadi pada bulan April 2018 yaitu sebesar 0,36% risiko kredit yang dihadapi oleh lembaga keuangan Koperasi . Risiko kredit merupakan salah satu elemen penting yang perlu diperhatikan oleh manajemen Koperasi profitabilitas bisa dipertahankan. Tingkat risiko kredit (NPL) pada BPR dapat dilihat pada tabel 3. Risiko Kredit Penelitian ini menggunakan Non Performing Loan (NPL), sebagai proksi untuk mengukur tingkat I Dewa Nyoman Usadha Jurnal Satyagraha Vol. No. Agustus 2021 Ae Januari 2022 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha Tabel 3. 2 Risiko Kredit (NPL) pada Koperasi Periode 2018-2020 No Bulan Non PerformingLoan % Berdasarkan 2 mengenai risiko3. Kecukupan Modal kredit yang dihadapi oleh Koperasi dari tahun 2018-2020 dapat dilihat bahwa risiko kredit yang dihadapi oleh Koperasi mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun. Risiko kredit tertinggi terjadi pada bulan September tahun 2018 yaitu sebesar 11,74% dan yang terendah terjadi pada Penelitian ini menggunakan Capital AdequacyRatio(CAR) sebagai proksi untuk mengukur tingkat kecukupan Koperasi. Tingkat kecukupan modal dapat dilihat pada 3 berikut: bulan Oktober dan Nopember tahun 2019 sebesar 0,74%. I Dewa Nyoman Usadha Jurnal Satyagraha Vol. No. Agustus 2021 Ae Januari 2022 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha Tabel 3. 3 Kecukupan Modal (CAR) BPR Periode 2018-2020 Sumber: Lampiran 6 Berdasarkan berdistribusi normal ataukah tidak. mengenai tingkat kecukupan modal Dalam pada Koperasi dilakukan dengan melihat hasil Uji mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun dilihat dari laporan Komogorov Asymp. Sig . -taile. > . tertinggi terjadi pada bulan Oktober maka dikatakan data terdistribusi tahun 2018 yaitu 25,82% dan terendah (Ghozali, pada bulan September tahun 2019 Berikut sebesar 18,35%. noemalitas pada model I, dan Nilai Smirnov. Apabila 2012:. model II. Hasil Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam residual dari I Dewa Nyoman Usadha Jurnal Satyagraha Vol. No. Agustus 2021 Ae Januari 2022 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha . Model I Tabel 3. 4 Kolmogorov-SmirnovTest Model I nilai sig. -taile. lebih dari 0,05 . ,193>0,. Uji Autokorelasi Suatu mengandung gejala autokorelasi, maka prediksi yang dilakukan dengan model Uji auto korelasi dalam peneitian ini dilakukan dengan Uji Pada tabel 3. hasil output SPSS menyatakan bahwa sig. -taile. sebesar 0,200 sedangkan tingkat signifikan yang digunakan adalah 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa data yang diuji menyebar normal karena nilai sig. -taile. lebih dari 0,05 . ,200>0,. Durbin-Watson . Model II Tabel 3. 6 Hasil Uji Autokorelasi Model I (DW-tes. statistic terhadap variabel pengganggu . isturbance error ter. Berikut hasil pengujian uji autokorelasi pada model I dan model II. Tabel 4. 5 Kolmogorov-SmirnovTest Model II Level of signifikan : = 5% atau 0,05 = 36 K . umlah variabe. Pada Tabel 3. 5 hasil output SPSS menyatakan bahwa sig. -taile. sebesar 0,193 sedangkan tingkat signifikan yang digunakan adalah 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa data yang diuji menyebar normal karena I Dewa Nyoman Usadha = 1,35 = 1,58 4-dU = 2,42 4-dL = 2,65 Jurnal Satyagraha Vol. No. Agustus 2021 Ae Januari 2022 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha Berdasarkan hasil output SPSS Tabel 3 Uji Multikoleniaritas 6 didapatkan DurbinWatson (DW) Hasil Uji Multikolinearitas Model sebesar 2,352 yang berada diatasdU 4-dU, autokorelasi dalam model ini. Tabel 3. 7 Hasil Uji Autokorelasi Model Pada model I hanya terdapat satu variabel bebas yaitu risiko kredit (NPL) sehingga tidak perlu dilakukan Uji multikolinearitas untuk mengetahui sedangkan pada model I hanya terdapat satu variabel bebas. Tabel 4. 8 Hasil Uji Multikolinearitas Model II Level of signifikan : = 5% atau 0,05 = 36 K . umlah variabe. Hasil outputSPSS uji multikolinearitas = 1,29 pada model kedua pada Tabel 4. = 1,65 dapat dilihat bahwa nilai tolerancelebih 4-dU = 2,35 dari 10% dan Varians Inflation Factor 4-dL = 2,71 Berdasarkan hasil output SPSS Tabel 7 didapatkan DurbinWatsonsebesar 2,095 yang berada diatasdU dan di bawah 4-dU, jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada autokorelasi dalam model ini. (VIF) masing-masing kurang dari 10. Hasil nilai tolerancedan VIF pada variabel NPL yaitu sebesar 0,869 dan 1,150. nilai tolerancedan VIF pada variabel CAR sebesar 0,869 dan 1,150. Disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas Uji bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians I Dewa Nyoman Usadha Jurnal Satyagraha Vol. No. Agustus 2021 Ae Januari 2022 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha Berdasarkan output SPSS dilihat bahwa kepengamatan yang lain. nilai signifikansi secara simultan dan . Model I parsial lebih besar dari5%. Ini berarti Tabel 3. 9 Hasil Uji Heteroskedastisitas Model I bahwa tidak ada pengaruh variabel bebas terhadap absolute residual, baik Dengan demikian model yang dibuat Analisis Jalur (PathAnalysi. Sumber: data diolah Berdasarkan output SPSS dilihat bahwa nilai signifikansi secara simultan dan parsial lebih besardari5% . ,754 > 0,. Ini berarti bahwa tidak ada absolute residual, baik secara serempak maupun parsial. Dengan demikian model yang dibuat tidak mengandung gejala heteros kedastisitas. Model II Penelitian ini menggunakan teknik analisis data dengan analisis jalur . pengaruh langsung dan tidak langsung risiko kredit dan profitabilitas dengan kecukupan modal sebagai variabel Penyelesaian analisis jalur tersebut dibagi menjadi dua model yaitu model pertama pengaruh risiko (NPL) modal (CAR) dan model kedua adalah Tabel 3. Hasil Uji Heteroskedastisitas Model II pengaruh risiko kredit dan kecukupan modal terhadap profitabilitas (ROA). Adapun langkah-langkah analisis jalur adalah sebagai berikut. Merumuskan Hipotesis Persamaan Struktural Model I Sumber: data diolah I Dewa Nyoman Usadha Hipotesis Risiko berpengaruh terhadap kecukupan Jurnal Satyagraha Vol. No. Agustus 2021 Ae Januari 2022 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha Struktur . Menggambar Lengkap Y2 = Gambar 3. Kecukupan Modal -0,361 risiko kredit 0,93 Keterangan : Y2 = Kecukupan Modal Diagram Jalur Analisis Jalur Pengaruh Risiko Kredit Terhadap Profitabilitas Dengan Kecukupan Modal Sebagai Variabel Mediasi X = Risiko Kredit Y1 = Kecukupan Modal Nilai R squarepada model I adalah 0,131 . artinya pengaruh risiko kredit terhadap kecukupan modal 13,1% dipengaruhi oleh faktor lain diluar . Koefisien Jalur Secara Simultan. Koefisien Jalur Secara Parsial Model I Model II Hipotesis : Risiko kredit, kecukupan modal berpengaruh terhadap Tabel 3. 11 Rekapitulasi Output Model Struktur Y2 = Profitabilitas = -0,562 risiko kredit 0,454 kecukupan modal 0,81 Keterangan Y2 = Profitabilitas X = Risiko Kredit Y1 = Kecukupan Modal u= Nilai R square pada model II adalah 0,338 . , artinya pengaruh risiko kredit dan kecukupan modal terhadap profitabilitas sebesar 33,8% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain diluar model. I Dewa Nyoman Usadha Sumber: data diolah Berikut merupakan analisis hipotesis model I : : Risiko kredit tidak memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap kecukupan H1 : Risiko kredit memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap kecukupan modal Jurnal Satyagraha Vol. No. Agustus 2021 Ae Januari 2022 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha Dari hasil perhitungan didapatkan perbandingan nilai sig. t sebesar 0,030 kurang dari nilai sig. yang digunakan . ,030 O 0,. , ini menunjukkan bahwa model I berpengaruh signifikan. Nilai coefficients adalah -0,361 yang Berdasarkan hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa risiko kredit terhadap kecukupan modal memiliki pengaruh negatif dan signifikan yang berarti ditolak dan diterima. Berikut merupakan analisis hipotesis model II : Model II Dari hasil perhitungan didapatkan perbandingan nilai sig. t sebesar 0,001 kurang dari nilai sig. yang digunakan . ,001 O 0,. , ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan. Nilai beta pada standardizedcoefficients adalah 0,562 yang mengindikasikan arah Berdasarkan hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa risiko kredit pengaruh negatif dan signifikan yang berarti H0 ditolak dan H2 diterima. Tabel 3. Rekapitulasi Output Model II . Pengaruh Risiko Kredit Terhadap Profitabilitas H2 : Risiko kredit memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap profitabilitas . Sumber: Lampiran 13 Dari hasil perhitungan yang didapatkan perbandingan nilai sig. t sebesar 0,005 kurang dari nilai sig. yang digunakan . ,005 O 0,. , ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan. Nilai beta pada standardizedcoefficients adalah 0,454 yang mengindikasikan arah Berdasarkan hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa kecukupan modal terhadap profitabilitas memiliki pengaruh negatif dan signifikan yang berarti ditolak dan diterima. Hasil uji sig. F sebesar 0,000 yang kurang dari nilai sig. ,000 < 0,. menunjukkan bahwa risiko kredit dan kecukupan modal berpengaruh secara I Dewa Nyoman Usadha : Risiko kredit tidak memiliki signifikan terhadap profitabilitas Pengaruh Kecukupan Terhadap Profitabilitas Modal H0 : Kecukupan modal tidak memiliki signifikan terhadap profitabilitas H3 : Kecukupan modal memiliki signifikan terhadap profitabilitas . Perhitungan Pengaruh Langsung. Pengaruh Tidak Langsung dan Pengaruh Total Berdasrkan hasil analisis jalur . , maka dapat dihitung pengaruh langsung, pengaruh tidak langsung dan pengaruh total dari model penelitian. Berikut adalah tabel perhitungan Jurnal Satyagraha Vol. No. Agustus 2021 Ae Januari 2022 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha pengaruh langsung, pengaruh tidak langsung dan pengaruh total antar Tabel 3. Perhitungan Pengaruh Langsung. Pengaruh Tidak Langsung dan Pengaruh Total Variabel Risiko Kredit. Kecukupan Modal, dan Profitabilitas Dari tabel 3. 13 Hasil menunjukkan bahwa risiko kredit (NPL) dapat berpengaruh langsung ke profitabilitas (ROA) dan dapat juga berpengaruh tidak langsung dari risiko kredit (NPL) ke kecukupan modal (CAR) sebagai mediasi lalu ke profitabilitas. Pengaruh Langsung = - 0. Pengaruh Tidak Langsung x -0,. = 0,163 = (-0,361 Total pengaruh 0. 163 = -0. = - 0. Kesimpulannya, langsung sebesar 0. 163 lebih besar dari pengaruh langsung -0,562, yang berarti kecukupan modal (CAR) mampu memediasi pengaruh risiko kredit (NPL) terhadap profitabilitas (ROA). Pemeriksaan Validitas Model Pemeriksaan validitas model dapat koefisien determinan total. = 1- . ,93 . ,81 = 0,432 I Dewa Nyoman Usadha Variasi data yang dipengaruhi oleh model sebesar 43,2% artinya informasi yang terkandung dalam data sebesar 43,2% dapat dijelaskan oleh model, sedangkan sisanya sebesar 56,8% dijelaskan oleh variabel diluar model. KESIMPULAN Peran Kecukupan Modal Dalam Memediasi Pengaruh Risiko Kredit Profitabilitas. Pengaruh Risiko Kredit Terhadap Profitabilitas Dengan Kecukupan Modal Sebagai Variabel Mediasi menunjukkan bahwa CAR mampu memediasi pengaruh langsung NPL terhadap ROA. Dimana pengaruh langsung NPL terhadap ROA semula bernilai-0,562,namun setelah adanya CAR sebagai variabel mediasi, pengaruh hubungan tersebut meningkat Semakin banyaknya kredit macet pada suatu koperasi maka hal tersebut akan menyebabkan Untuk menutupi kerugian tersebut Koperasi mengembalikannya dari permodalan yang dimilikinya sehingga akan menurunkan nilai CAR dari Koperasi DAFTAR PUSTAKA .