Jurnal of Health Studies Vol 5. No. Maret 2021, pp. ISSN 2549-3353 Pengaruh Terapi Olesan Krim Minyak Zaitun dan Perasan Jahe terhadap Penurunan Intensitas Nyeri pada Lansia Rheumathoid Arthritis The Effect of Olive Oil Cream and Ginger Juice Topical Therapy on Decreasing Pain Intensity in Rheumathoid Arthritis Elderly Dede Nasrullah1,*. Esti Rahayu2. Suyatno Hadi3. Nugroho Ari4. Sukadiono5 1,2,3,4,5 Universitas Muhammadiyah Surabaya. Jalan Sutorejo No 59. Surabaya. Jawa Timur, 60113 Indonesia 1dedenasrullah@um-surabaya. id*, 2estirahayu9@gmail. com, 3shs. yatno@gmail. com, 4coolchass87@gmail. 5sukadiono1912@gmail. *Coresponding Author Tanggal Submisi: 10 Agustus 2020. Tanggal Penerimaan: 28 Februari 2021 Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi olesan krim minyak zaitun dan perasan jahe terhadap penurunan intensitas nyeri pada lansia rhemathoid arthitis. Metode peneltian ini Pra-eksperimen dengan desain satu kelompok pre-test post-test. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi kemudian dianalisis menggunakan Wilcoxon Sing Rank Test dengan tingkat signifikan <0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebaran krim minyak zaitun dan jus jahe memiliki efek signifikan pada pengurangan intensitas nyeri pada pasien rheumathoid arthritis (P = 0,. Penerapan terapi krim minyak zaitun dan jus jahe dapat digunakan sebagai intervensi non-farmakologis yang efektif untuk mengurangi intensitas nyeri rheumathoid arthritis. Kata kunci : olesan krim minyak zaitun. perasan jahe. arthritis rheumathoid Abstract The purpose of this study was to determine the effect of olive oil cream rubbing therapy and ginger juice on decreasing pain intensity in elderly rhemathoid arthitis. This research method is pre-experimental with the design of one group pre-test post-test. Data were collected using an observation sheet and then analyzed using the Wilcoxon Sing Rank Test with a significant level <0. The results showed that the spread of olive oil cream and ginger juice had a significant effect on reducing the intensity of pain in rheumathoid arthritis patients (P = 0,. The spread of olive oil cream therapy and ginger juice can be used as an effective non-pharmacological intervention to reduce the intensity of rheumathoid arthritis pain. Keywords: spread of olive oil cream. ginger juice. rheumathoid arthritis PENDAHULUAN Rheumathoid arthritis menyebabkan nyeri, kekakuan, pembengkakan dan keterbatasan gerak serta fungsi dari banyak sendi. Rheumathoid arthritis dapat mempengaruhi sendi apapun, sendi-sendi kecil di tangan dan kaki cenderung paling sering terlibat (Hidayat. Penyakit rheumathoid arthritis mengalami kekakuan paling sering di pagi hari. Hal ini dapat berlangsung satu sampai dua jam atau bahkan sepanjang hari. Kekakuan yang terjadi yang cukup lama di pagi hari tersebut merupakan ciri dan tanda bahwa seseorang mungkin memiliki rheumathoid arthritis, karena sedikit penyakit arthritis lainnya berperilaku seperti Misalnya, osteoarthritis paling sering tidak menyebabkan kekakuan pagi yang berkepanjangan (American College of Rheumatology, 2. Doi : 10. 31101/jhes. This is an open access article under the CCAeBY-SA license. Jurnal of Health Studies Vol 5. No. Maret 2021, pp. ISSN 2549-3353 Berdasarkan data WHO dalam Depkes RI . di kawasan Asia Tenggara populasi lansia sebesar . %) atau sekitar 14,2 juta jiwa, tahun 2020 diperkirakan jumlah lansia mencapai 28,8 juta jiwa . ,34%) dari total populasi. Peningkatan populasi lanjut usia tidak hanya terjadi di tingkat dunia, di Indonesia pertumbuhan lanjut usia juga tercatat sebagai negara paling pesat di dunia. Jumlah Penduduk di Indonesia pada tahun 2020 diperkirakan akan meningkat sekitar 80 juta jiwa (Depkes RI, 2. Penyakit arthritis bukan penyakit yang mendapat sorotan seperti penyakit hipertensi, diabetes atau AIDS, namun penyakit ini menjadi masalah kesehatan yang cukup mengganggu khususnya terjadi pada lansia. Rheumathoid arthritis adalah bentuk paling umum dari arthritis autonium, yang mempengaruhi lebih dari 1,3 juta orang Amerika. Dari jumlah tersebut, sekitar 75% adalah Bahkan 1-3% wanita mungkin mengalami rheumathoid arthritis dalam hidupnya. Penyakit ini paling sering dimulai antara decade keempat dan keenam dari kehidupan. Namun, rheumathoid arthritis dapat dimulai pada usia berapapun (American Collage of Rheumatology, 2. Di Indonesia kejadian penyakit ini lebih rendah dibandingkan dengan Negara maju seperti Amerika. Prevalensi kasus rheumathoid arthritis di Indonesia bekisar 1% sampai dengan 0,3% sementara di Amerika mencapai 3% (Nainggolan, 2. Angka kejadian rheumathoid arthritis di Indonesia pada penduduk dewasa . iatas 18 tahu. bekisar 0,1% hingga 0,3%. Pada anak dan remaja prevalensinya satu per 100. 000 orang. Diperkirakan jumlah penderita rheumathoid arthritis di Indonesia 360. 000 orang lebih (Tunggal, 2. Sedangkan pada tahun 2010 lebih dari 4 juta jiwa di jawa tumor sebanyak 28% dari jumlah penduduk jawa timur mengalami rheumatoid arthritis, sedangkan menurut (Dinkes, 2. penyakit rheumatoid arthritis ini merupakan urutan penyakit ke 6 yang banyak di alami lansia, sedangkan di Surabaya dari jumlah penduduk 31304 jiwa dan pada tahun 2013 jumlah lansia yang mengalami rheumatoid arthritis meningkat menjadi 76615 jiwa dengan menduduki posisi ke 4 penyakit yang banyak dialami oleh lansia (Depkes RI. Berdasarkan survei hasil awal penelitian pada skripsi AuAnalisis nyeri Arthritis Rheumathoid dengan Osteoarthritis di Panti Griya Werdha Hargodedali SurabayaAy pada bulan Mei 2016 diketahui 30 lansia dari 45 total lansia menderita penyakit rematik yang diantaranya 15 lansia diagnosa rheumathoid rrthritis dan 15 lansia diagnosa osteoarhtritis dengan kaluhan nyeri sendi pada kaki. Dan sampai sekarang jumlah lansia pada tanggal 16 Maret 2017 di Panti terdapat 104 lansia, sedangkan penderita rheumatoid sendiri sejumlah 30 Beberapa cara pengobatan yang dapat dilakukan misalnya pengobatan secara farmakologi dan nonfarmakologi, terapi non farmakologis dapat dilakukan dengan terapi pijat, relaksasi dan distraksi serta terapi kompres air hangat. Teknik farmakologis memang lebih efektif dibandingkan daripada non farmakologis akan tetapi farmakologis memiliki efek samping, metode non farmakologis bisa juga mengontrol rasa sakit (Phonna, 2. Pengobatan non farmakologis yang dilakukan oleh peneliti adalah penggunaan olesan minyak zaitun dan perasan jahe (Cho. Kim. Yoo. Jang. & J. , & Sung, 2. Jahe mempunyai banyak khasiat yaitu dapat menurunkan rasa nyeri pada penyakit nyeri sendi atau rheumathoid arthritis. Beberapa hasil penelitian tentang manfaat dan khasiat jahe yang terbukti dapat meredakan/menurunkan skala nyeri rheumathoid arthritis/ nyeri sendi, maka jahe digunakan sebagai kompres pada penderita rheumathoid arthritis atau nyeri sendi (Hansel. , & Bruckert, 2. Jahe (Zingiber officinale Ros. termasuk dalam daftar prioritas WHO sebagai tanaman obat yang paling banyak digunakan di dunia. Rimpangnya yang mengandung zingiberol dan kurkuminoid terbukti berkhasiat mengurangi peradangan dan nyeri sendi melalui hambatan pada aktivitas COX-2 yang menghambat produksi PGE2, leukotrien dan TNF- pada sinoviosit dan sendi manusia (Nyoman, 2. Kandungan minyak zaitun ini adalah oleocanthal yang dapat berfungsi mirip ibuprofen yaitu bersifat antiDede Nasrullah et. al (Pengaruh Terapi Olesan Krim Minyak Zaitun dan Perasan Jahe terhadap Penurunan A ) Jurnal of Health Studies Vol 5. No. Maret 2021, pp. ISSN 2549-3353 Selain itu minyak zaitun juga mengandung prostaglandin yang dapat digunakan untuk mengurangi pembengkakan dan nyeri sendi pada penderita rheumatoid Berdasarkan analisis fenomena, teori, konsep, serta penelitian terdahulu, peneliti tertarik mengkaji lebih jauh tentang pengaruh pemberian terapi olesan krim minyak zaitun dan perasan jahe terhadap penurunan intensitas nyeri pada lansia penderita rheumatoid arthritis di Panti Griya Werdha Hargodedali Surabaya. METODE PENELITIAN Penelitian menggunakan rancangan penelitian desain penelitian pre-experimental, dengan pendekatan one group pre-test-post test design (A. A, 2. Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia penderita rheumathoid arthritis di panti Tresna Werdha Surabaya yang berjumlah 30 lansia dan semuanya dijadikan sebagai sample dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan face pan rating skala HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar 1. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Tingkat Pendidikan di Panti Griya Werdha Hargodedali Surabaya pada bulan Agustus 2017 Berdasarkan gambar 1 menunjukkan bahwa tingkat Pendidikan responden sebagian besar adalah sekolah menengah atas sebanyak 48% . san responden yang memiliki tingkat Pendidikan sebagian kecil SD dan Sarjana sebanyak 13% . Gambar 2. Distribusi frekuensi Responden Berdasarkan Umur di Panti Griya Werdha Hargodedali Surabaya pada bulan Agustus 2017 Berdasarkan gambar 2 menunjukkan kelompok umur sebagian besar adalah 80-89 tahun sebanyak 57% . dan kelompok umur sebagian kecil adalah usia 60-69 tahun yang keduanya masing-masing sebanyak 3% . Dede Nasrullah et. al (Pengaruh Terapi Olesan Krim Minyak Zaitun dan Perasan Jahe terhadap Penurunan A ) Jurnal of Health Studies Vol 5. No. Maret 2021, pp. ISSN 2549-3353 Gambar 3. Dintribusi frekuensi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin di Panti Griya Werdha Hargodedali Surabaya pada bulan Agustus 2017 Berdasarkan gambar 3 diketahui bahwa seluruh responden berjenis kelamin perempuan 100% . Skala Nyeri Sebelum Dilakukan Terapi Olesan Krim Minyak Zaitun Dan Perasan Jahe Pada Lansia Penderita Rheumatoid Arthritis Tabel 1. Skala nyeri sebelum dilakukan terapi olesan krim minyak zaitun dan perasan jahe pada lansia penderita rheumathoid arthritis di Panti Griya Werdha Hargodedali Surabaya pada bulan Agustus Skala nyeri Tidak nyeri Nyeri ringan Nyeri sedang Nyeri berat Total Frekuensi Presentase % Dari tabel diatas diketahui lansia yang sebagian besar adalah mengalami nyeri sedang sebanyak 57% . dan lansia yang sebagian kecil mengalami nyeri berat sebanyak 23% . Skala Nyeri Sesudah Dilakukan Terapi Olesan Krim Minyak Zaitun Dan Perasan Jahe Pada Lansi Penderita Rheumatoid Arthritis Tabel 2. Skala nyeri sesudah dilakukan terapi olesan krim minyak zaitun dan perasan jahe pada lansia penderita rheumathoid arthritis di Panti Griya Werdha Hargodedali Surabaya pada tanggal 05Agustus 2017 sampai 11 Agustus 2017. Skala nyeri Frekuensi Presentase % Tidak nyeri Nyeri ringan Nyeri sedang Nyeri berat Total Dari tabel diatas diketahui lansia sebagian besar yang mengalami nyeri ringan sebanyak 57% . dan lansia sebagian kecil mengalami tidak nyeri sebanyak 10% . Analisa terapi olesan krim minyak zaitun dan perasan jahe pada lansia penderita rheumatoid arthritis terhadap penurunan intensitas nyeri Dede Nasrullah et. al (Pengaruh Terapi Olesan Krim Minyak Zaitun dan Perasan Jahe terhadap Penurunan A ) Jurnal of Health Studies Vol 5. No. Maret 2021, pp. ISSN 2549-3353 Tabel 3. Analisis pemberian terapi olesan krim minyak zaitun dan perasan jahe terhadap lansia penderita rheumathoid arthritis di Panti Griya Werdha Hargodedali Surabaya pada bula Agustus Skala nyeri Pre Post Tidak nyeri Nyeri ringan Frekuensi Presentase Frekuensi Presentase Nyeri sedang Nyeri berat Wilcoxon Sign Rank test A=0,000 =< 0,05 Berdasarkan tabel 1 diatas dapat dilihat bahwa karakteristik lansia yang sebelum dilakukan terapi olesan krim minyak zaitun dan perasan jahe dan lansia sebagian besar adalah mengalami nyeri sedang sebanyak 57% . dan lansia yang sebagian kecil mengalami nyeri berat sebanyak 23% . Sedangkan setelah dilakukan pemberian terapi olesan krim minyak zaitun dan perasan jahe dan lansia sebagian besar adalah mengalami nyeri ringan sebanyak 57% . dan lansia sebagian kecil mengalami nyeri sedang sebanyak 10% . Oleh Karena itu terdapat perubahan skala nyeri pada lansia setelah dilakukan terapi olesan krim minyak zaitun dan perasan jahe. Dari tabel diatas menunjukkan bahwa uji Wilcoxon Sign Rank test untuk pengaruh pemberian terapi olesan krim minyak zaitun dan perasan jahe terhadap penurunan intensitas nyeri rheumathoid arthritis didapatkan signifikan A=0,000 sehingga A<, dengan = 0,05 maka hasil kesimpulan Ho ditolak H1 diterima, yang berarti ada pengaruh terapi olesan krim minyak zaitun dan perasan jahe terhadap penurunan intensitas nyeri pada lansia penderita rheumathoid arthritis di Panti Griya Werdha Hargodedali Surabaya. Mengidentifikasi Penurunan Intensitas Nyeri Sebelum diberikan Terapi Olesan Krim Minyak Zaitun dan Perasan Jahe Dari tabel 1 diketahui lansia yang sebagian besar adalah mengalami nyeri sedang sebanyak 57% . dan lansia yang sebagian kecil mengalami nyeri berat sebanyak 23% . Hal ini dikarenakan responden masih sering mengkonsumsi atau pola makan yang kurang terjaga atau banyak mengandung purin. Nyeri rheumathoid yang dialami oleh lansia menurut hasil penelitian sesuai dengan teori (Morakinyo. Adeniyi. S, & Arikawe, 2. yang mengatakan bahwa adanya perubahan system persendian membesardan menjadi kaku, tendon mengerut dan mengalami sclerosis, atrofi serabut otot . tot-otot serabut mengeci. sehingga menyebabkan seseorang bergerak menjadi lamban. Faktor yang mempengaruhi nyeri yaitu usia dimana lansia yang memiliki resiko tinggi mengalami situasi yang membuat mereka merasakan nyeri akibat adanya komplikasi penyakit dan degenerative(Abd El-Baky H. dan G. El-Baroty, 2. Social budaya juga menentukan perilaku psikologis seseorang(Cush J. John. Weinblatt Michael E, 2. Dengan demikian hal ini dapat mempengaruhi pengeluaran fisiologis opial endogen sehingga terjadi presepsi nyeri(Bamonti. Fulgenzi. Novembrino. , & Ferrero, 2. Beberapa kebudayaan yang mempengaruhi jenis kelamin misalnya menganggap seorang anak laki-laki harus berani dan tidak boleh menangis. Individu akan mempresepsikan nyeri berbeda-beda apabila nyeri tersebut memberi kesan ancaman, suatu kehilangan, hukuman dan tantangan. Ansietas seringkali meingkatkan presepsi nyeri tetapi nyeri juga dapat menimbulkan suatu perasaan Apabila rasa cemas tidak mendapat perhatian dapat menimbulkan suatu masalah penatalaksanaan nyeri yang serius. Rheumatoid Arthritis adalah suatu penyakit inflamasi peradangan sendi kronik yang menyerang semua persendian dengangejala nyeri pada pagi hari, biasanya hal ini ditandai dengan terdapatnya edema pada jari-jari, lutut dan pergelangan Dede Nasrullah et. al (Pengaruh Terapi Olesan Krim Minyak Zaitun dan Perasan Jahe terhadap Penurunan A ) Jurnal of Health Studies Vol 5. No. Maret 2021, pp. ISSN 2549-3353 (Morakinyo. Adeniyi. S, & Arikawe, 2. Sedangkan menurut (American College of Rheumatology, 2. Rheumatoid Arthritis adalah penyakit persendian yang memiliki efek jangaka panjang yang menyebabkan nyeri pada seluruh sendi sehingga membuat sendi menjadi kaku dan mengalami pembengkakan. Dampak pada penyakit rheumatoid arthritis membuat lansia susah untuk melakukan aktifitas sehari-harinya(Dede Nasrullah, 2. Rheumathoid arthritis menyebabkan nyeri, kekakuan, pembengkakan dan keterbatasan gerak serta fungsi dari banyak sendi(Nasrullah Dede, 2. Rheumathoid arthritis dapat mempengaruhi sendi apapun, sendi-sendi kecil di tangan dan kaki cenderung paling sering terlibat (P. Santos-Moreno L. Villarreal-Peralta. Gomez-Mora. Castillo. Malpica. Castro, 2. Pada rheumathoid arthritis kekakuan paling sering terburuk di pagi hari. Hal ini dapat berlangsung satu sampai dua jam atau bahkan sepanjang hari. Kekakuan untuk waktu yang lama di pagi hari tersebut merupakan petunjuk bahwa seseorang mungkin memiliki rheumathoid arthritis, karena sedikit penyakit arthritis lainnya berperilaku seperti ini (P. Santos-Moreno. Andrade. Chona L. Amador L. Villarreal A. Urbina M. Cubides J, 2. Misalnya, osteoarthritis paling sering tidak menyebabkan kekakuan pagi yang berkepanjangan (American College of Rheumatology, 2. Permasalahan yang berkembang memiliki keterikatan dengan perubahan kondisi fisik yang menyertai kondisi lansia, perubahan kondisi fisik pada lansia diantaranya adalah menurunnya kemampuan muskuloskeletal ke arah yang lebih buruk. Christense . Aumenjelaskan bahwa Penurunan fungsi muskuloskeletal menyebabkan terjadinya perubahan secara degeneratif yang dirasakan dengan keluhan nyeri, kekakuan, hilangnya gerakan dan tanda-tanda inflamasi seperti nyeri tekan, disertai pula pembengkakan yang mengakibatkan terjadinya gangguan imobilitasAy. Adapun penyakit dalam sistem muskuloskeletal yang memiliki kondisi seperti diatas salah satunya adalah arthritis rheumathoid (Christense, 2. Berdasarkan hasil penelitian dan teori yang dapat disimpulkan bahwa sebelum dilakukan terapi olesan krim minyak zaitun dan perasan jahe sebagian besar mengalami nyeri sedang, hal ini dimungkinkan karena beberapa faktor dalam kehidupan sehari-hari. Seperti usia. Usia lansia di Panti Tresna Werdha Hargodedali Surabaya sebagian besar adalah usia 80-89 tahun sebanyak 44% . Di usia yang tua seseorang lansia akan bingung dalam menangani nyeri dan bingung untuk mempresepsikannya serta usia dapat mengakibatkan penurunan fungsi system musculoskeletal, biologis dan imunitas yang dapat terserang berbagai mikroorganisme dengan mudah. Faktor lainnya juga dapat mempengaruhi terjadinya nyeri seperti mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung purin terlalu sering. Mengidentifikasi Penurunan Intensitas Nyeri Sesudah diberikan Terapi Olesan Krim Minyak Zaitun dan Perasan Jahe Dari tabel 2 diketahui lansia yang sebagian besar adalah mengalami nyeri ringan sebanyak 57% . dan lansia sebagian kecil mengalami nyeri sedang sebanyak 10% . Menurut (Samir, 2. Percobaan klinis terkontrol plasebo untuk menguji khasiat jahe dalam mengobati nyeri dilakukan pada tahun 2001. Percobaan tersebut dilakukan oleh Universitas Miami selama enam minggu terhadap 261 pasien yang nyeri lutut. Hasilnya, jahe memiliki prospek sebagai pereda rasa nyeri. Karena itu, sudah jelas bahwa ternyata jahe itu mengandung senyawa yang efektif sebagai agen anti-inflamasi, sehingga jahe pun bisa digunakan sebagai analgesik untuk bisa meredakan nyeri dan radang pada tubuh. Sedangkan minyak zaitun merupakan tanaman yang nilai nutrisinya berbeda-beda tergantung jenisnya. Kandungan terbaik di dapat dari jenis extra virgin yang dihasilkan melalui proses First Cold Press. Artinya minyak ekstra virgin didapat dari perasan atau ekstrak pertama melalui metode perasan dingin tanpa mengalami pemanasan atau pencelupan dalam air panas. Dede Nasrullah et. al (Pengaruh Terapi Olesan Krim Minyak Zaitun dan Perasan Jahe terhadap Penurunan A ) Jurnal of Health Studies Vol 5. No. Maret 2021, pp. ISSN 2549-3353 Berdasarkan hasil penelitian dan teori dapat diasumsikan bahwa setelah dilakukan terapi olesan krim minyak zaitun dan perasan jahe terhadap penurunan intensitas nyeri rheumathoid arthritis pada responden. Terapi olesan krim minyak zaitun dan perasan jahe dapat melebarkan pembuluh darah, relaksasi otot, dan melancarkan aliran darah. Oleh Karena itu nyeri dapat berkurang jika dioles dengan krim minyak zaitun dan perasan jahe. Setelah dilakukan kegiatan perlakuan tentang cara mengurangi nyeri rheumathoid ternyata responden mampu melakukan sendiri dalam kegiatan aktivitas sehari-hari. Menganalisa Pengaruh Pemberian Terapi Olesan Krim Minyak Zaitun dan Perasan Jahe Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada Lansia Penderita Rheumatoid Arthritis di Panti Griya Werdha Hargodedali Surabaya Dari hasil Analisa sebelum dilakukan perlakuan terapi olesan krim minyak zaitun dan perasan jahe, intensitas nyeri pada lansia mengalami perubahan, hal ini ditunjukkan pleh dari tabel 3 diketahui lansia yang sebagian besar mengalami nyeri sedang sebanyak 57% . dan lansia yang sebagian kecil mengalami nyeri berat sebanyak 23% . Sedangkan setelah dilakukan terapi olesan krim minyak zaitun dan perasan jahe intensitas nyeri pada lansia sebagian besar mengalami nyeri ringan sebanyak 57% . dan lansia sebagian kecil mengalami nyeri sedang sebanyak 10% . Berdasarkan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan A= 0,000 < = 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima yang ada pengaruh kompres air hangat terhadap perubahan skala nyeri akibat rheumathoid arthritis pada lansia . Perubahan skala nyeri yang terjadi dikarenakan eksitensi dari kemampuan endogen untuk mengurangi dan meningkatkan derajat perasaan nyeri melalui modulasi impuls yang masuk pada kornu dorsalis melalui AugateAy . Berdasarkan sinyak dari system asendens dan desendens maka input akan ditimbang. Integrase semua input dari neuron sensorik, yaitu pada level medulla spinalis yang sesuai, dan ketentuan apakah AugateAy akan menutup atau membuka , akan meningkatkan atau mengurangi intensitas nyeri asendens. Teori Augate controlAy ini mengakomodir variabel psikologis dalam presepsi nyeri, termasuk motivasi untuk bebas dari nyeri, dan peranan pikiran, emosi, dan reaksi stress dalam meningkatkan atau menurunkan sensasi nyeri. Melalui model ini, dapat dimengerti bahwa nyeri dapat dikontrol oleh manipulasi farmakologis maupun intervensi psikologis (Morakinyo. Adeniyi. S, & Arikawe, 2. Terapi olesan krim minyak zaitun dan perasan jahe memiliki peran yang sangat penting bagi kualitas dalam meningkatkan rasa nyaman pada lansia. Sebelum dilakukan terapi olesan krim minyak zaitun dan perasan jahe dapat dimungkinkan bahwa nyeri tidak akan berkurang dengan sendirinya(Kementrian Republik Indonesia, 2. Hal ini dikarenakan tidak ada upaya dalam melebarkan pembuluh darah, merelaksasikan otot dan memperlancar aliran darah. Maka nyeri lansia akan terasa tetap dan setelah diberikan terapi olesan krim minyak zaitun dan perasan jahe dapat melebarkan pembuluh darah, merelaksasi otot dan memperlancar aliran darah maka nyeri lansia dapat berkurang. Rasa hangat akan menyebabkan pembuluh darah vasodilatasi yang berakibat meningkatkan aliran darah kebagian tubuh yang mengalami cidera dan rasa hangat akan menjadi terapi yang dapat merelaksasikan otot yang spasme ataupun sendi-sendi dan tulang yang mengalami idera atau peradangan yang dapat menurunkan intensitas nyeri penderita (Morteza Nasiri. Mohammad Abbasi. Zeynab Yousefi Khosroabadi. Hossien Saghafi. Fahimeh Hamzeei. Meysam Hosseini Amiri, 2. Peran perawat dalam penelitian ini adalah sebagai fasilitator, pendidik dan advocad untuk mengajarkan dan memberi perlakuan olesan krim minyak zaitun dan perasan jahe pada lansia yaitu salah satu intervensi keperawatan yang diberikan kepada lansia yang mengalami nyeri akibat rheumathoid arthritis adalah dengan cara memberikan informasi Dede Nasrullah et. al (Pengaruh Terapi Olesan Krim Minyak Zaitun dan Perasan Jahe terhadap Penurunan A ) Jurnal of Health Studies Vol 5. No. Maret 2021, pp. ISSN 2549-3353 dan memberikan pengetahuan, mengajarkan tentang cara mengatasi nyeri tersebut dengan cara memberikan terapi olesan krim minyak zaitun dan jahe. SIMPULAN Pada lansia di Panti Griya Werdha Hargodedali Surabaya sebelum dilakukan terapi olesan krim minyak zaitun dan perasan jahe didapatkan sebagian besar skala nyeri sedang. Pada lansia di Panti Griya Werdha Hargodedali Surabaya setelah diklakukan terapi olesan krim minyak zaitun dan perasan jahe didapatkan skala nyeri tidak sakit. Ada pengaruh terapi olesan krim minyak zaitun terhadap penurunan intensitas nyeri akibat rheumatoid arthritis pada lansia di Panti Griya Werdha Hargodedali Surabaya. SARAN Panti werdha dalam hal ini adalah perawat dapat mengaplikasikan dengan melakukan pemberianolesan krim minyak zaitun dan perasan jahe sebagai salah satu intervensi keperawatan yang dapat diberikan kepada lansia yang mengalami nyeri akibat rheumathoid arthritis. REFERENCE