Atmosfer: Jurnal Pendidikan. Bahasa. Sastra. Seni. Budaya, dan Sosial Humaniora Vol. No. 2 Mei 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 01-12 DOI: https://doi. org/10. 59024/atmosfer. Implementasi Lesson Study dalam Pembelajaran Matematika Kelas VI SD Negeri Karyasari 1 Menggunakan Pendekatan Model Pembelajaran Matematika Realistik (Penelitian Tindakan Kela. Chandra Sagul Haratua1. Neneng Tanjihah2. Elva Maulidia3. Ahmadi Hasbie Asmariana4. Kiki Nur Azizah5 Program Studi Pendidikan MIPA. Universitas Indraprasta PGRI Alamat: Jl. TB Simatupang Jl. Nangka Raya No. 58 C. RT. 7/RW. Tj. Bar. Kec. Jagakarsa. Kota Jakarta Selatan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12530 Korespondensi penulis: drchandrasharatua10@gmail. Abstract. This study aims to explore the implementation of Lesson Study with the Realistic Mathematics Education (RME) approach in teaching mathematics to sixth-grade students at SD Negeri Karyasari 1. The method of classroom action research was employed to observe two cycles of teaching, involving planning, implementation, and evaluation of lessons. Data were collected through observation, interviews, and analysis of student learning The results of the study indicate that the application of the RME approach within the Lesson Study framework can enhance students' understanding of mathematical concepts, improve learning motivation, and strengthen collaboration among teachers. This research provides valuable insights into the effectiveness of this instructional approach in the context of primary education. Keywords: Lesson Study. Realistic Mathematics Education (RME). Classroom Action Research. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi Lesson Study dengan pendekatan Model Pembelajaran Matematika Realistik dalam pembelajaran matematika kelas VI di SD Negeri Karyasari 1. Metode penelitian tindakan kelas digunakan untuk mengamati dua siklus pembelajaran, yang melibatkan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Model Pembelajaran Matematika Realistik dalam Lesson Study dapat meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa, meningkatkan motivasi belajar, dan memperkuat kolaborasi antar guru. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga tentang efektivitas pendekatan pembelajaran ini dalam konteks pendidikan dasar. Kata Kunci: Lesson Study. Model Pembelajaran Matematika Realistik. Penelitian Tindakan Kelas. LATAR BELAKANG Pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar merupakan fondasi penting bagi perkembangan pemahaman konsep matematika siswa. Namun, banyaknya tantangan yang dihadapi dalam pembelajaran matematika kelas VI SD Negeri Karyasari 1 menimbulkan kebutuhan akan pendekatan pembelajaran yang lebih efektif dan relevan. Salah satu permasalahan yang muncul adalah kurangnya pemahaman konsep matematika secara mendalam oleh siswa. Kurangnya pemahaman ini sering menjadi hambatan utama dalam mencapai hasil belajar yang optimal dan menghambat kemampuan siswa untuk mengaplikasikan konsep matematika dalam konteks kehidupan sehari-hari. Selain itu, pendekatan pembelajaran matematika konvensional yang masih dominan di banyak sekolah dasar seringkali tidak mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Metode pembelajaran yang terfokus pada pemberian materi dan latihan soal sering Received Maret 04, 2024. Accepted April 01, 2024. Published Mei 27, 2024 *Chandra Sagul Haratua, drchandrasharatua10@gmail. Implementasi Lesson Study dalam Pembelajaran Matematika Kelas VI SD Negeri Karyasari 1 Menggunakan Pendekatan Model Pembelajaran Matematika Realistik (Penelitian Tindakan Kela. gagal dalam membangun pemahaman yang mendalam dan keterampilan berpikir kritis siswa. Hal ini menunjukkan perlunya adopsi pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual dalam mengajar matematika di kelas VI SD Negeri Karyasari 1. Praktik kolaboratif antara guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran matematika juga masih terbilang kurang di SD Negeri Karyasari 1. Keterlibatan guru dalam kegiatan kolaboratif memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan memungkinkan pertukaran ide, pengalaman, dan praktik terbaik. Namun, kurangnya dukungan dan kesempatan untuk kolaborasi antar guru dapat menghambat pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan berkelanjutan. Tantangan lainnya adalah kompleksitas kurikulum yang terus berkembang dan kurangnya dukungan terhadap pengembangan profesional guru. Guru sering kali merasa tertekan untuk menyelesaikan seluruh materi yang tercantum dalam kurikulum tanpa memperhatikan pemahaman yang mendalam oleh siswa. Kurangnya pelatihan dan kesempatan untuk pengembangan profesional juga dapat menghambat kemampuan guru dalam mengadaptasi strategi pembelajaran yang lebih inovatif dan efektif. Pembelajaran matematika yang terfokus pada penyelesaian soal semata sering gagal membangun keterampilan berpikir kritis dan kreatif yang sangat penting bagi perkembangan Pentingnya memperkenalkan siswa pada berbagai situasi masalah yang nyata dan memungkinkan mereka untuk mengembangkan strategi pemecahan masalah yang kreatif menjadi suatu kebutuhan yang mendesak dalam pembelajaran matematika di era saat ini. Dalam konteks globalisasi dan perkembangan teknologi yang cepat, terdapat tuntutan yang semakin meningkat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika agar siswa dapat bersaing secara kompeten di masa depan yang semakin kompleks ini. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang inovatif dan terstruktur, seperti dengan pendekatan Model Pembelajaran Matematika Realistik, untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran matematika di SD Negeri Karyasari 1. KAJIAN TEORITIS Lesson Study merupakan kegiatan pengkajian yang dilakukan oleh guru/dosen secara bersama-sama dan berkelanjutan untuk menguji dan meningkatan kefektifan pembelajaran serta membentuk suatu komunitas belajar. Rusman . lesson study merupakan suatu upaya pembinaan guru melalui kajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berdasarkan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual leraning untuk membangun suatu learning community. Lesson Study sendiri bukan merupakan metode atau model pembelajaran tetapi kegiatan lesson ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 01-12 study dapat menerapkan metode atau strategi pembelajaran sesuai dengan situasi, kondisi dan permasalahan yang dihadapi guru. Lesson study . tau jugys kenk. adalah proses peningkatan pengajaran yang berasal dari pendidikan dasar Jepang dan menerapakan praktik pengembangan profesional yang meluas. Bekerja dalam kelompok kecil, para guru berkolaborasi satu sama lain, bertemu untuk mendiskusikan tujuan pembelajaran, merencanakan pelajaran kelas aktual atau disebut "research lesson", mengamati bagaimana gagasan mereka bekerja dalam pelajaran langsung dengan peserta didik, dan kemudian melaporkan hasilnya sehingga guru lain bisa memanfaatkannya (Almujab et al. , 2. Lesson study bukan metode pembelajaran atau strategi pembelajaran, tetapi dalam lesson study dapat dipilih dan diterapkan berbagai metode atau strategi pembelajaran yang sesuai dengan situasi, kondisi, atau masalah pembelajaran yang dihadapi dosen dan mahasiswa. Dalam lesson study, dosen harus mengubah proses pembelajaran klasikal yang berorientasi kepada pengajar (Teacher Center Learnin. menjadi pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (Student Center Learnin. (Wiharto, 2. Realistic Mathematics Education (RME) merupakan suatu pendekatan baru dalam Pendekatan diimplementasikan di Belanda. Di Indonesia istilah ini dikenal dengan nama Pembelajaran Realistik Matematik (PMR) (Holisin, 2. Ide utama pembelajaran matematika realistik adalah siswa harus diberi kesempatan untuk menemukan kembali . konsep dan prinsip matematika di bawah bimbingan orang dewasa. Siswa diberi kesempatan untuk menemukan ide atau konsep matematika berdasarkan pengalaman anak dalam berinteraksi dengan Lingkungan yang dimaksud dapat berupa lingkungan sekolah, keluarga, atau lingkungan masyarakat yang benar-benar dikenal siswa. Proses pembelajaran matematika realistik menggunakan masalah kontekstual sebagai titik awal dalam belajar matematika. Siswa diberi kesempatan untuk mengorganisasi masalah dan mencoba mengidentifikasi aspek matematika yang ada pada masalah tersebut. Pendekatan Matematika Realistik adalah pendekatan pembelajaran matematika yang berawal dari suatu masalah yang nyata kemudian dengan proses matematisasi berjenjang, dibawa menuju ke bentuk formal dengan suasana pembelajaran yang (Malik et al. , 2. Pembelajaran ini berbeda dengan pembelajaran matematika selama ini yang cenderung berorientasi kepada pemberian informasi dan menggunakan matematika yang siap pakai untuk menyelesaikan masalah-masalah (Khotimah & Muhammad AsAoad, 2. Implementasi Lesson Study dalam Pembelajaran Matematika Kelas VI SD Negeri Karyasari 1 Menggunakan Pendekatan Model Pembelajaran Matematika Realistik (Penelitian Tindakan Kela. Melalui pendekatan matematika realistik siswa tidak hanya diberikan masalah yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga siswa harus menyelesaikan masalah Dengan kata lain pendekatan matematika realistik, akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan dan mengkonstruksi kembali konsep matematika sehingga siswa mempunyai konsep pengertian yang kuat. Karakteristik PMR antara lain, . menggunakan konteks dunia nyata, . menggunakan model-model, . menggunakan produksi dan konstruksi, . menggunakan interaktif, dan . menggunakan keterkaitan ((Setiani et al. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian Tindakan Kelas adalah sebuah penelitian yang dilakukan oleh guru secara kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan memperbaiki kinerja guru guna meningkatkan hasil Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah penelitian yang melakukan analisisnya pada data-data numerical . yang diolah dengan metode Teknik pengambilan data dalam penelitian ini yaitu Observasi dan tes hasil belajar matematika siswa. observasi dilaksanakan untuk mengmati proses pembelajaran yang berlangsung, observasi hanya dilakukan sebatas mengamati, mengidentifikasi dan mencatat kelebihan dan kekurangan dalam proses pembelajaran sedangkan tes digunakan untuk melihat hasil belajar siswa. Selain itu data juga diperoleh dari beberapa pengamatan setiap aktivitas siswa saat proses pembelajaran. Subyek yang diambil dalam penelitian ini yaitu sebanyak 30 siswa kelas VI SD Negeri Karyasari 1 . Tujuan yang diharapkan yaitu untuk mengetahui hasil belajar matematika siswa, maka pembelajaran Lesson Study dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu Plan. Do dan See melalui model pembelajaran Pembelajaran Realistik Matematik. Siklus pembelajaran Lesson Study dapat dilihat pada gambar sebagai berikut : PLAN SEE Gambar 1. Prosedur Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Berikut adalah pembahasan mengenai implementasi Lesson Study dengan pendekatan Model Pembelajaran Matematika Realistik dalam dua siklus yang meliputi tahapan Plan-DoSee: Siklus 1 ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 01-12 Tabel 1. Lesson Study Siklus 1 Tahapan Plan Implementasi Pada tahap ini, guru dan tim Lesson Study merencanakan pembelajaran matematika untuk kelas VI berdasarkan prinsip-prinsip Model Pembelajaran Matematika Realistik. Mereka mengidentifikasi materi yang akan diajarkan, menetapkan tujuan pembelajaran yang sesuai, dan merancang aktivitas yang melibatkan pemecahan masalah kontekstual yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Guru juga mempersiapkan materi pembelajaran, sumber belajar yang diperlukan, dan alat bantu yang sesuai untuk memfasilitasi proses Tim Lesson Study merencanakan strategi observasi dan evaluasi untuk mengumpulkan data yang relevan selama proses Tahap implementasi dilakukan di kelas. Guru mengajar sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah disusun, dengan Model Pembelajaran Matematika Realistik. Mereka memperkenalkan konsep matematika melalui situasi masalah nyata dan memfasilitasi siswa dalam mengeksplorasi dan memahami konsep tersebut melalui interaksi aktif. Selama proses pembelajaran, guru dan anggota tim Lesson Study berinteraksi dengan siswa, mendukung mereka dalam menjelajahi ide-ide mereka, dan memberikan bimbingan saat diperlukan. Observasi juga dilakukan untuk memantau respons siswa dan mendeteksi hambatan atau kebutuhan belajar individu. See Setelah sesi pembelajaran selesai, guru dan tim Lesson Study Mereka pembelajaran yang telah dilakukan, mengidentifikasi keberhasilan dan tantangan yang muncul, serta mengevaluasi efektivitas strategi pembelajaran yang diterapkan. Data yang dikumpulkan selama proses pembelajaran, termasuk observasi, catatan reflektif, dan wawancara, dianalisis secara Implementasi Lesson Study dalam Pembelajaran Matematika Kelas VI SD Negeri Karyasari 1 Menggunakan Pendekatan Model Pembelajaran Matematika Realistik (Penelitian Tindakan Kela. Tahapan Implementasi Hasil analisis digunakan untuk merencanakan tindakan perbaikan dan penyesuaian untuk siklus pembelajaran berikutnya. Tabel 2. Tabel Hasil Penilaian Pembelajaran Oleh Guru No. Aspek Skor Perencanaan Pembelajaran Oo Penggunaan Model Pembelajaran Oo Matematika Realisti Interaksi dan Komunikasi Pengelolaan Kelas Evaluasi Pembelajaran Oo Oo Oo Perencanaan Pembelajaran: Guru memperoleh skor 3, menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan perencanaan pembelajaran dengan baik. Namun, masih terdapat beberapa area yang perlu diperhatikan atau disempurnakan dalam perencanaan pembelajaran. Penggunaan Model Pembelajaran Matematika Realistik: Guru tidak diberikan tanda centang (O. pada kolom skor, menunjukkan bahwa penilaian pada aspek ini tidak dilakukan, atau tidak ada data yang cukup untuk memberikan penilaian. Interaksi dan Komunikasi: Guru memperoleh skor 4, menunjukkan bahwa guru telah berinteraksi dengan baik dengan siswa dan memberikan penjelasan yang jelas serta mendorong partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran. Pengelolaan Kelas: Guru memperoleh skor 3, menunjukkan bahwa guru telah mengelola kelas dengan baik namun masih terdapat ruang untuk perbaikan dalam pengelolaan kelas agar dapat lebih efisien dan efektif. Evaluasi Pembelajaran: Guru memperoleh skor 2, menunjukkan bahwa terdapat kelemahan dalam evaluasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan dalam teknik evaluasi yang digunakan untuk mengukur pemahaman siswa dan memberikan umpan balik yang efektif. Tabel 3. Tabel Hasil Belajar Matematika Siswa No. Rentang Skor Hasil Belajar Matematika Jumlah 0 Ae 20 ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 01-12 21 Ae 40 41 Ae 60 61 Ae 80 81 - 100 Jumlah Dalam deskripsi, data tersebut menggambarkan distribusi skor hasil belajar matematika siswa kelas VI SD Negeri Karyasari 1 berdasarkan rentang skor tertentu. Terdapat 30 siswa yang menjadi subjek penelitian. Rentang skor hasil belajar matematika dibagi menjadi lima kategori: 0-20, 21-40, 41-60, 61-80, dan 81-100. Berikut adalah deskripsi hasil belajar matematika siswa berdasarkan rentang skor: Rentang skor 0-20: Terdapat satu siswa . 33%) yang mendapatkan skor dalam rentang Skor ini menunjukkan bahwa siswa tersebut memperoleh hasil belajar matematika yang sangat rendah. Rentang skor 21-40: Sebanyak empat siswa . 33%) memperoleh skor dalam rentang ini. Meskipun sedikit lebih tinggi dari rentang skor sebelumnya, skor ini masih menunjukkan bahwa siswa-siswa tersebut memiliki pemahaman matematika yang rendah. Rentang skor 41-60: Sebanyak 12 siswa . %) memperoleh skor dalam rentang ini. Mayoritas siswa termasuk dalam kategori ini, menunjukkan bahwa pemahaman matematika mereka cenderung sedang, namun masih memiliki ruang untuk peningkatan. Rentang skor 61-80: Delapan siswa . 67%) memperoleh skor dalam rentang ini. Skor ini menunjukkan bahwa sebagian siswa memiliki pemahaman matematika yang relatif baik, tetapi masih ada beberapa kesenjangan dalam pemahaman konsep tertentu. Rentang skor 81-100: Lima siswa . 67%) memperoleh skor dalam rentang ini. Skor ini menunjukkan bahwa beberapa siswa memiliki pemahaman matematika yang sangat baik dan mencapai tingkat keberhasilan yang tinggi dalam pembelajaran. Implementasi Lesson Study dalam Pembelajaran Matematika Kelas VI SD Negeri Karyasari 1 Menggunakan Pendekatan Model Pembelajaran Matematika Realistik (Penelitian Tindakan Kela. Gambar 2. Histogram Hasil Belajar Matematika Siswa Siklus 1 Siklus 2 Tabel 4. Lesson Study Siklus 2 Tahapan Plan Implementasi Berdasarkan refleksi dari siklus sebelumnya, guru dan tim Lesson Study merencanakan pembelajaran matematika untuk siklus kedua dengan memperbaiki dan menyempurnakan rencana pembelajaran Mereka menyesuaikan strategi pembelajaran, aktivitas, dan materi pembelajaran untuk lebih sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. Guru juga merencanakan strategi evaluasi yang lebih komprehensif untuk mengukur kemajuan siswa dalam memahami konsep matematika dan mengidentifikasi perbaikan yang diperlukan. Implementasi pembelajaran dilakukan sesuai dengan rencana yang telah disusun. Guru menerapkan strategi pembelajaran yang telah diperbarui dengan lebih baik, memfasilitasi eksplorasi siswa dalam konteks matematika realistik, dan memberikan umpan balik yang konstruktif untuk mendukung pemahaman siswa. Observasi dan interaksi antara guru, siswa, dan anggota tim Lesson Study terus dilakukan untuk memantau kemajuan pembelajaran dan mengidentifikasi area yang memerlukan perhatian lebih lanjut. ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 01-12 Tahapan See Implementasi Setelah pembelajaran selesai, sesi refleksi dilakukan kembali oleh guru dan tim Lesson Study. Mereka mengevaluasi pembelajaran, membandingkan antara siklus pertama dan kedua, serta mengevaluasi efektivitas perbaikan yang telah dilakukan. Berdasarkan analisis hasil pembelajaran, guru dan tim Lesson Study merumuskan rekomendasi untuk langkah-langkah selanjutnya dalam meningkatkan praktik pembelajaran matematika di kelas VI SD Negeri Karyasari 1, termasuk perencanaan pembelajaran untuk siklus berikutnya atau penyesuaian lebih lanjut dalam pendekatan Tabel 5. Tabel Hasil Penilaian Pembelajaran Oleh Guru No. Aspek Skor Perencanaan Pembelajaran Oo Penggunaan Model Pembelajaran Oo Matematika Realisti Oo Interaksi dan Komunikasi Pengelolaan Kelas Oo Evaluasi Pembelajaran Oo Perencanaan Pembelajaran: Guru memperoleh skor 4 dengan tanda centang (O. , menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru telah memenuhi standar yang diharapkan. Hal ini menunjukkan bahwa guru telah merencanakan pembelajaran dengan jelas, terstruktur, dan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang Penggunaan Model Pembelajaran Matematika Realistik: Guru memperoleh skor 4 dengan tanda centang (O. , menunjukkan bahwa guru telah berhasil menerapkan Model Pembelajaran Matematika Realistik Guru mengintegrasikan model ini secara efektif untuk menciptakan situasi pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Interaksi dan Komunikasi: Guru memperoleh skor 4 dengan tanda centang (O. , menunjukkan bahwa interaksi dan komunikasi antara guru dan siswa berlangsung dengan Implementasi Lesson Study dalam Pembelajaran Matematika Kelas VI SD Negeri Karyasari 1 Menggunakan Pendekatan Model Pembelajaran Matematika Realistik (Penelitian Tindakan Kela. baik selama proses pembelajaran. Guru mampu memberikan penjelasan yang jelas dan mudah dipahami, serta mendorong partisipasi aktif dari semua siswa. Pengelolaan Kelas: Guru memperoleh skor 4 dengan tanda centang (O. , menunjukkan bahwa pengelolaan kelas dilakukan dengan baik. Guru mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif, efisien, dan mendukung, serta menerapkan aturan kelas dengan konsisten untuk menjaga disiplin dan kerjasama siswa. Evaluasi Pembelajaran: Guru memperoleh skor 4 dengan tanda centang (O. , menunjukkan bahwa evaluasi pembelajaran dilakukan secara efektif. Guru mampu menggunakan berbagai teknik evaluasi yang sesuai untuk mengukur pemahaman siswa, memberikan umpan balik yang konstruktif, dan merefleksikan hasil evaluasi untuk penyesuaian instruksi selanjutnya. Tabel 6. Tabel Hasil Belajar Matematika Siswa No. Rentang Skor Hasil Belajar Matematika Jumlah 0 Ae 20 21 Ae 40 41 Ae 60 61 Ae 80 81 - 100 Jumlah Dalam data tersebut, hasil belajar matematika siswa kelas VI dikategorikan ke dalam lima rentang skor, yaitu: 0-20, 21-40, 41-60, 61-80, dan 81-100. Berikut adalah deskripsi hasil belajar matematika siswa berdasarkan rentang skor: Rentang skor 0-20: Tidak ada siswa yang memperoleh skor dalam rentang ini, menunjukkan bahwa tidak ada siswa yang memperoleh hasil belajar matematika yang sangat rendah. Rentang skor 21-40: Tidak ada siswa yang memperoleh skor dalam rentang ini, menunjukkan bahwa tidak ada siswa yang memperoleh hasil belajar matematika pada tingkat rendah. Rentang skor 41-60: Delapan siswa . 67% dari tota. memperoleh skor dalam rentang ini. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada tingkat pemahaman matematika yang sedang. Rentang skor 61-80: Sepuluh siswa . 33% dari tota. memperoleh skor dalam rentang ini. Ini menunjukkan bahwa sebagian siswa memiliki pemahaman matematika yang baik, namun masih ada ruang untuk peningkatan. ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 01-12 Rentang skor 81-100: Dua belas siswa . % dari tota. memperoleh skor dalam rentang ini. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki pemahaman matematika yang sangat baik dan mencapai tingkat keberhasilan yang tinggi dalam pembelajaran. Gambar 3. Histogram Hasil Belajar Matematika Siswa Siklus 2 KESIMPULAN Dari hasil penelitian yang melibatkan Lesson Study dengan penerapan Model Pembelajaran Matematika Realistik dalam dua siklus, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas VI SD Negeri Karyasari 1: Melalui penerapan Model Pembelajaran Matematika Realistik dalam pembelajaran matematika, terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep matematika siswa. Hal ini terlihat dari perubahan skor hasil belajar siswa dari siklus pertama ke siklus kedua, dimana terdapat peningkatan jumlah siswa yang mencapai skor tinggi. Penggunaan Konteks Realistik: Model Pembelajaran Matematika Realistik berhasil memberikan konteks yang nyata dan relevan dalam pembelajaran matematika, yang membuat materi pembelajaran menjadi lebih menarik dan bermakna bagi siswa. Situasi masalah yang disajikan dalam pembelajaran matematika memberikan siswa kesempatan Implementasi Lesson Study dalam Pembelajaran Matematika Kelas VI SD Negeri Karyasari 1 Menggunakan Pendekatan Model Pembelajaran Matematika Realistik (Penelitian Tindakan Kela. untuk mengaitkan konsep matematika dengan kehidupan sehari-hari, sehingga meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa. Kolaborasi Guru: Lesson Study membuktikan menjadi pendekatan yang efektif dalam memfasilitasi kolaborasi antar guru dalam perancangan, pelaksanaan, dan evaluasi Melalui proses refleksi dan diskusi antar guru, terjadi pertukaran ide dan pengalaman yang berharga dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika. Peningkatan Keterampilan Guru: Guru-guru yang terlibat dalam Lesson Study dan menerapkan Model Pembelajaran Matematika Realistik menunjukkan peningkatan keterampilan dalam merancang pembelajaran yang kontekstual, mengeksplorasi strategi pengajaran yang inovatif, dan memberikan umpan balik yang efektif kepada siswa. Peningkatan Kesadaran Profesional: Proses Lesson Study tidak hanya memberikan manfaat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga meningkatkan kesadaran profesional guru terhadap pentingnya refleksi diri dan pengembangan kontinu. Guru menjadi lebih terbuka terhadap umpan balik dari rekan sejawat dan lebih cenderung untuk terlibat dalam kegiatan pengembangan profesional lainnya. DAFTAR REFERENSI Almujab. Yogaswara. Novendra. , & Maryani. Penerapan Lesson Study Melalui Metode Project Based Learning Untuk Meningkatkan Keaktifan Mahasiswa Dalam Proses Pembelajaran Di Fkip Unpas. Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan, 8. https://doi. org/10. 24176/re. Holisin. Pembelajaran Matematika Realistik. OSF Preprints, 5. , 1Ae10. https://osf. io/preprints/ Khotimah. , & Muhammad AsAoad. No Title. Jurnal Imiah Pendidikan Dan Pembelajaran, 4. Malik. Riafadilah. , & Rahayu. Pengaruh Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik (PMR) Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar. BASICA Journal of Arts and Science in Primary Education, 3. , 39Ae50. https://doi. org/10. 37680/basica. Setiani. Dantes. , & Candiasa. Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Matematik Realistik Terhadap Semangat Belajar Dan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas Vi Pada Sdlb. Sidakarya. E-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha, 5. , 207276. Wiharto. KEGIATAN LESSON STUDY DALAM PEMBELAJARAN Oleh : Drs . Mulyo Wiharto . MM. 22Ae23. ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024