EKONOMI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3, No. 2, Agustus 2022 Hal. 103 - 107 e-ISSN: 2774-6755 Pelatihan Perencanaan Keuangan Santri di Pondok Pesantren Bustanul Mansuriyah Fahriyan Fariduddin1*, Edi Saputra2, Aby Yazid Al Busthom3, Hendri Hermawan Adinugraha4 123 Perbankan Syariah, IAIN Pekalongan 4 IAIN Pekalongan *Email: fahriyanfariduddin@mhs.iainpekalongan.ac.id ABSTRACT This financial planning training service program for students at the Bustanul Mansuriyah Islamic Boarding School aims to share knowledge and practical training in management knowledge in preparing monthly budgets and provide insight into the urgency of professional financial planning management to raise awareness of better personal financial management for students in Islamic boarding schools. Bustanul Mansuriyah Islamic Boarding School. The method applied to this service activity is the method of direct material decomposition as well as simulations and dialogues regarding management, financial management and intensive assistance in personal financial planning with a problem solving approach that has an impact on the welfare of students. The result of this community service is mentoring in proportional financial planning management and data obtained on average students have the ability to prepare personal financial planning well. Keywords: Management, financial planning, financial management. ABSTRAK Program pengabdian pelatihan perencanaan keuangan santri di Pondok Pesantren Bustanul Mansuriyah ini bertujuan untuk berbagi pengetahuan dan pelatihan secara praktis ilmu manajemen dalam menyusun anggaran bulanan dan memberikan wawasan tentang urgensi Manajemen perencanaan keuangan yang professional untuk menumbuhkan kesadaran pada pengelolaan keuangan pribadi yang lebih baik bagi santri di Pondok Pesantren Bustanul Mansuriyah. Metode yang diaplikasikan pada kegiatan pengabdian ini adalah metode penguraian materi secara langsung serta simulasi dan dialog mengenai manajemen, pengelolaan keuangan dan pendampingan intensif dalam perencanaan keuangan personal dengan pendekatan problem solving yang berdampak pada kesejahteraan santri. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini adalah mentoring dalam manajemen perencanaan keuangan yang proporsional dan didapatkan data rata-rata santri memiliki kemampuan menyusun perencanaan keuangan personal dengan baik. Kata Kunci: Manajemen, perencanaan keuangan, pengelolaan keuangan. PENDAHULUAN Dengan berkembangnya pertumbuhan ekonomi di dunia saat ini, membuat perubahan yang cukup besar pada sistem keuangan masyarakat dunia tanpa terkecuali sistem keuangan Nasional Indonesia. Hal ini bisa dipandang menurut berbagai jenis jasa produk keuangan yang ditawarkan pada masyarakat. Selain itu, efek teknologi ayng digunakan pada produk dan jasa keuangan membuat semakin meningkatnya akses terhadap kredit. Sehingga dengan berkembangnya sistem keuangan ini membutuhkan pengetahuan keuangan, yang kita kenal dengan istilah “literasi keuangan”. Perencanaan keuangan (personal finance) bukan menjadi isu tebaru dalam masyarakat, meskipun sebenarnya masyarakat mengenalnya dengan istilah “corporate finance” dibanding personal finance. Perencanaan keuangan di Indonesia mulai berkembang pesat pada tahun 2000. Menurut (Joko 2012) Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol.3 No.2 Agustus 2022 alasan yang mendasari personal finance pada Indonesia mengalami perkembangan yang relatif pesat yaitu ditimbulkan oleh perubahan demografi (gaya hidup, perubahan populasi menurut segi umur dan gender), adanya perubahan tanggung jawab pension Negara/perusahaan ke individual, adanya kesamaan menurrunnya ikatan social antar anggota keluarga, serta beragamnya produk keuangan. Pada tahun 2016, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuat survey mengenai perencanaan keuangan, dan menemukan hanya 12,6 % rakyat Indonesia yang sudah melakukannya. Artinya terdapat 87,4% masyarakat yang tidak melaksanakan perencanaan keuangan. Hal itu menggambarkan bahwa pencerahan keuangan rakyat masih minim. Sesungguhnya perencanaan keuangan merupakan salah satu hal krusial buat menunjang masa yang akan datang seseorang. Masyarakat dapat memperhitungkan kebutuhan keuangannya pada masa mendatang semenjak dini dengan adanya perencanaan keuangan. Sehingga masyarakat memiliki kemampuan untuk menghindari resiko meningkatnya pengeluaran yang tidak dibarengi dengan meningkatnya pendapatan. Wulandari (2014), pada penelitiannya mengatakan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia mengalami masalah dalam daftar pengeluaran yang telah dibuat. Hal ini terjadi karena setiap bulan terkadang pengeluaran tidak sesuai dengan dugaan awal. Sehingga waktu terjadi hal yang tak terduga dan membutuhkan pengeluaran dana yang tak diperkirakan rakyat mengalami kebingungan. Lantaran dana untuk hal tersebut tak tersedia. Sedangkan dana yang mereka miliki sudah dipakai dan dialokasikan buat keperluan lain. Hal ini menyebabkan tidak adanya dana untuk menutupi kebutuhan yang tidak terduga tersebut. Permasalahan ketidakpastian itu, diperkuat oleh pernyataan (Lukmanto 2014) yang menjelaskan bahwa sesungguhnya kondisi keuangan tidak akan bisa diperkirakan bagaiman perubahan akan terjadi. Kondisi tersebut tidak dapat diperkirakan dalam jangka waktu lama apakah menjadi lebih baik, tetap atau semakin memburuk. Manajemen risiko ketidakpastian keuangan ini dapat diminimalisir dengan perncanaan keuangan yang baik. Sina (2014) menjelaskan bahwa ternyata saat ini perencanaan keuangan merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh semua kalangan baik industri mini, industri rumah tangga (Home Industry), bahkan untuk diri sendiri. Dengan perencanaan keuangan seseorang bisa memilih arah yang nyata bagi pengelolaan keuangan diri sendiri atau keluarga, lebih dari itu perencanaan keuangan diperlukan untuk memaksimalkan penggunaan sumber daya yang dimiliki. Dengan melakukan perencanaan keuangan seseorang dapat mengantisipasi resiko keuangan yang akan terjadi. Perencanaan keuangan sangat diperlukan oleh seluruh lapisan masyarkat baik yang berpendapatan tinggi, sedang, maupun rendah sekalipun. Menurut (Bachrudin 2016) dengan meningkatnya pendapatan seseorang maka meningkat pula perencanaan keuangan yang perlu dilakukan seseorang tersebut. Maka dari itu, pengelolaan keuangan patut dirancang dengan benar serta penuh kecermatan, serta dibutuhkan control dan pengawasan yang ketat agar apabila terjadi sesuatu diluar perkiraan dapat diatasi dengan gampang dan tidak mengalami kecerobohan dalam pengalokasiannya. Kecerobohan dalam perencanaan keuangan dapat terjadi akibat kurangnya pemahaman mendalam mengenai manajemen keuangan, untuk meminimalisir resiko keuangan diperlukan pengetahuan keuangan (finance literacy) yang memadai. Ungkapan tadi sejalan dengan penelitian oleh (Andrew 2014), yang menyatakan bahwa meningkatnya pengetahuan seseorang mengenai keuangan pada seorang maka seseorang tersebut cenderung lihai dalam mengelola keuangan secara cerdas dan cermat. (Wijayanti, Grisvia and Farida 2016)menyebutkan bahwa masih banyak mahasiswa yang belum mampu memahami dan mengelola keuangan pribadi dengan baik pada kehidupan sehari-hari. Sebagian diantaranya malah menyebut kegiatan keuangan sebagai suatu hal yang kurang penting. Hal dapat disebabkan oleh kurangnya kesadaran serta pengetahuan serta pemahaman pengelolaan keuangan yang baik di kalangan mahasiswa pada umumnya. METODE Berisi deskripsi tentang proses perencanaan aksi bersama komunitas (pengorganisasian komunitas). Dalam hal ini dijelaskan siapa subyek pengabdian, tempat dan lokasi pengabdian, keterlibatan subyek dampingan dalam proses perencanaan dan pengorganisasian komunitas, metode atau strategi riset yang digunakan dala Melihat permasalahan yang dihadapi oleh objek pengabdian diatas, untuk itu diperlukan guna mencapai tujuan serta sasaran kegiatan tersebut dengan komunikasi kepada santri di pesantren Bustanul Mansuriyah sebagai Objek pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan sosialisasi serta pelatihan perencanaan keuangan. Adapun Tahapan kegiatan yang dilakukan adalah:  Melakukan wawancara kepada perwakilan santri di pesantren Bustanul Mansuriyah  Mengadakan pelatihan kepada para santri dengan didasarkan pada permasalahan yang telah dianalisis Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol.3 No.2 Agustus 2022 sebelumnya, meliputi:  Sosialisasi dan pelatihan perbedaan antara konsep kebutuhan dengan keinginan.  Sosialisasi serta pelatihan guna menentukan kepentingan dan karakter pribadi dalam mengelola keuangan.  Kegiatan pada tahap akhir adalah evaluasi guna mengukur seberapa besar keberhasilan kegiatan yang dilakukan dengan cara dialog langsung dengan beberapa santri untuk menilai bagaimana kegiatan yang telah dilakukan dapat diterapkan secara baik serta dapat memberikan kemanfaatan untuk para santri di pesantren Bustanul Mansuriyah sebagai objek pelatihan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelatihan ini dilakukan di Pondok Pesantren Bustanul Mansuriyah dengan asumsi bahwa sebagian besar santri dianggap belum menguasai manajemen perencanaan keuangan personal atau pribadi dengan baik, sehingga perlu diadakan pelatihan perencanaan keuangan ini, Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini berbasis pada keseimbangan penerapan IPTEK dan IMTAK yang mengambil tema pelatihan perencanaan keuangan untuk santri di Pondok Pesantren Bustanul Mansuriyah yang diselenggarakan pada tanggal 02 Juni 2022 dan Kegiatan ini dihadiri dan diikuti oleh 10 santri yang mengikuti pelatihan.  Persiapan Kegiatan Pengabdian Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa pengabdian masyarakat berupa pelatihan perencanaan keuangan santri di pondok pesantren Bustanul Mansuriyah sebagai bekal untuk mengatur keuangan pribadi para santri. Sebelum memulai proses pelatihan, pelaksana kegiatan melakukan analisis situasi dan observasi, serta berkoordinasi dengan pihak terkait.  Pelaksanaan Pengabdian Kegiatan pelatihan ini dilakukan setelah semua peralatan pelatihan siap. Kegiatan pelatihan ini dimulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. 30 menit pertama didedikasikan untuk persiapan pendaftaran dan pembukaan, serta pengenalan diri tim pelaksana kepada peserta. Gambar 1. Pengenenalan diri dari tim pelaksana pengabdian Dilanjut dengan penyampaian materi tentang perencanaan keuangan yang baik bagi santri di pondok pesantren Bustanul Mansuriyah, selama 1 jam. Setelah penyampaian materi kemudian peserta diberikan beberapa simulasi sebagai berikut; Simulasi pertama, para santri diberikan kasus untuk membedakan kebutuhan dengan keinginan. Pemahaman kebutuhan yang merupakan sesuatu yang wajib untuk dipenuhi dan apabila tidak terpenuhi, maka para santri akan kesulitan dalam usaha untuk bertahan hidup. Di sisi lain, keinginan merupakan sesuatu yang tidak diperlukan dalam usaha untuk bertahan hidup, tapi keinginan dibutuhkan untuk memberikan tambahan rasa nyaman dan kenikmatan dalam hidup. Sehingga apabila kita pahami perbedaan diatas, dapat kita simpulkan bahwa kebutuhan timbul sebagai fitrah seorang manusia, serta memberikan hasil untuk kemashlahatan, dapat diukur berdasarkan fungsinya serta apabila menurut tuntunan dalam Islam harus dipenuhi oleh seseorang. Keinginan di lain sisi timbul dari nafsu seorang manusia, tujuan akhir adalah kepuasan, nafsu menjadi ukuran dan bersifat subjektif, serta harus dapat dikendalikan menurut tuntunan Islam. Sehingga para santri diajak untuk mencoba memilah dan memilih pengeluaran bulanan yang selama ini dimiliki, santri disuruh Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol.3 No.2 Agustus 2022 mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan untuk kemudian dikelompokkan. Para santri dituntut untuk bisa mengendalikan pengeluaran yang merupakan keinginan ke dalam urutan prioritas sesuai dengan keadaan pendapatan/kondisi keuangan yang dimiliki oleh para santri. Simulasi kedua, membahas bagaimana perencanaan keuangan pribadi. Di simulasi kedua ini, para santri diminta untuk menyusun anggaran keuangan pribadi masing-masing.  Apabila setiap santri per bulannya mendapatkan kiriman bulanan dari orang tua sebesar Rp.1.000.000,-. Bagaimana perencanaan keuangannya mereka dalam sebulan?  Apabila mereka setiap bulan mempunyai penghasilan sendiri sebesar Rp. 200.000,- tanpa ada kiriman dari orang tua, seperti apa perencanaan keuangan mereka selama sebulan?  Jika mereka setiap bulan mendapatkan kiriman uang dari orang tua sebesar Rp.1.000.000,- ditambah ada pemasukan sebesar Rp.200.000,- dari hasil usaha mereka sendiri. Bagaimana mereka menggunakan uang tersebut dalam sebulan? Gambar 2. Materi tentang Perencanaan Keuangan Santri sedang disampaikan Gambar 3. Pembagian latihan simulasi bagi peserta Dalam sesi simulasi ini peserta diberikan waktu selama 20 menit untuk mengerjakan simulasi yang telah diberikan. Hasil dari simulasi ini, secara umum para santri telah dapat menyusunnya dengan baik keuangan pribadi mereka, sebagai salah satu indicator yang terlihat adalah memberi porsi hutang (maksimal 20%) dari jumlah penghasilan yang diterima sehingga terdapat sisa yang bisa ditabung. Pada sisi lain masih ditemukan para santri yang tidak menabung atas pendapatan yang ada namun membeli barang yang sifatnya konsumtif, dan sedikitnya ditemukan penghasilan yang diterima untuk kegiatan amal seperti sedekah, infak dan lain sebagainya. Kegiatan ini kami laksanakan karena kami menyadari bahwa mereka para santri tidak memliki latar belakang pendidikan akuntansi, jadi bagi mereka pemahaman konsep ini merupakan pengetahuan baru yang bisa bermanfaat bagi mereka untuk masa Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol.3 No.2 Agustus 2022 depan. 10 menit terakir digunakan presentator untuk memeberikan sedikit penjelasan tambahan mengenai bagaimana cara mengatur anggaran keuangan yang baik sesuai kasus yang telah diberikan sehingga para santri nantinya bisa mengatur keuangan pribadinya menjadi lebih baik, dilanjut penutupan dan foto bersama.  Evaluasi Pengabdian Simulai yang telah diberikan kepada para pesera yang mengikuti pelatihan tersebut digunakan sebagai alat evaluasi dalam melakuakan perencanaan keuangan yang telah dilakukan oleh tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat. SIMPULAN Dari hasil serta pembahasan yang telah dijelaskan sebelumnya, dapatditarik kesimpulan bahwa kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan di Pondok Pesantren Bustanul Mansuriyah dengan mengambil tema “Pelatihan Perencanaan Keuangan Santri di Pondok Pesantren Bustanul Mansuriyah” telah berjalan sesuai perencanaan yang telah disepakati sebelumnya. Minat yang besar dari para santri dalam kegiatan ini dapat terlihat dari adanya diskusi dua arah yang terjadi selama kegiatan berlangsung. Kedepannya, diharapkan agar kegiatan pengabdian pada masyarakat yang saat ini dilakukan, dapat dilanjutkan dengan kegiatan berkelanjutan di tahun mendatang dan ditambah dengan materi tentang financial planning yang lebih mendalam. Pengetahuan atas produk-produk investasi serta dapat diikuti oleh santri yang lebih banyak lagi. Sehingga pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan dapat dipahami dan dijadikan modal untuk masa depan mereka dalam mengelola perencanaan keuangan yang lebih baik. DAFTAR RUJUKAN Andrew, V., & Linawati, N. (2014). Hubungan faktor demografi dan pengetahuan keuangan dengan perilaku keuangan karyawan swasta di Surabaya. Finesta, 2(2), 35-39. Bachrudin, E. A. (2016). Pengaruh Pengetahuan Keuangan Danfaktordemografi Terhadap Perencanaan Keuangan Keluarga (Doctoral dissertation, STIE Perbanas Surabaya). Joko, F. A. (2012). Pola konsumsi, investasi, dan proteksi sebagai indikator perencanaan keuangan keluarga (studi pada masyarakat Kabupaten Sidoarjo). Media Mahardhika, 10(2), 44-66. Lukmanto, R. (2014). Studi Deskriptif Persepsi Mahasiswa tentang Perencanaan Keuangan Mahasiswa Di Surabaya. CALYPTRA, 3(1), 1-18. Sina, P. G. (2014). Tipe Kepribadian Dalam Personal Finance. Jurnal Jibeka, 8(1), 54-59. Wijayanti, W., Agustin, G., & Rahmawati, F. (2016). Pengaruh Jenis Kelamin, IPK, dan Semester Terhadap Literasi Keuangan Mahasiswa Prodi S1 Ekonomi Pembangunan Universitas Negeri Malang. Jurnal Pendidikan Ekonomi, 9(1), 88-98. Wulandari, F. A., & Sutjiati, R. (2014). Pengaruh tingkat kesadaran masyarakat dalam perencanaan keuangan keluarga terhadap kesejahteraan (Studi pada Warga Komplek BCP, Jatinangor). Jurnal Siasat Bisnis, 18(1), 21-31.