Afza dan Hastuti: Pengaruh Profitabilitas Dan Reputasi Auditor Terhadap Audit Delay PENGARUH PROFITABILITAS DAN REPUTASI AUDITOR TERHADAP AUDIT DELAY Afza Nuzhat Maghfur* dan Rini Tri Hastuti Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tarumanagara Jakarta *Email: afza. 125160200@stu. Abstract: This study aims to examine the effect of auditorAos reputation, and profitability on audit The population in this study are audited financial reports on food and beverage sub-sector manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) in Sampling was carried out using purposive sampling technique with a total sample of 36 companies over a period of 2 consecutive observations so that the total sample was 120. The data of this study were processed using SPSS version 25. Keywords: Audit Delay. Return on Assets (ROA). Profitability. AuditorAos Reputation. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh reputasi auditor, dan profitabilitas terhadap audit delay. Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan yang telah diaudit pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2021-2022. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 36 perusahaan selama periode 2 tahun pengamatan berturut-turut sehingga total sampel Data penelitian ini diolah menggunakan SPSS versi 25. Kata Kunci: Audit Delay. Return on Assets (ROA). Profitabilitas. Reputasi Auditor Pendahuluan Laporan keuangan memiliki fungsi sebagai alat komunikasi bagi perusahaan untuk menyampaikan berbagai informasi dan evaluasi kepada pihak yang memiliki Informasi yang disampaikan meliputi performa keuangan perusahaan, perubahan dalam keuangan perusahaan, aliran kas, dan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan kepada pihak seperti investor, kreditor, dan debitor. Adalah penting bagi laporan keuangan untuk disiapkan dan diungkapkan secepat mungkin agar tidak memengaruhi kemampuan para pemangku kepentingan dalam mengambil keputusan (Wijayanti & Effriyanti, 2. Kemajuan bisnis di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mengalami kemajuan yang signifikan. Hal ini dapat dilihat dari jumlah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai perusahaan yang melakukan penawaran umum saham. Bagi perusahaan-perusahaan yang memperoleh persetujuan setelah akhir tahun keuangan mereka, diwajibkan untuk menyampaikan laporan tahunan pada Rapat Umum Pemegang Saham tahunan atau dalam waktu enam bulan. Kepatuhan terhadap waktu dalam penyampaian laporan keuangan kepada publik di Indonesia diatur berdasarkan peraturan Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 969-976 Afza dan Hastuti: Pengaruh Profitabilitas Dan Reputasi Auditor Terhadap Audit Delay yang berlaku. Semua perusahaan yang melakukan penawaran umum saham diwajibkan untuk menyampaikan laporan keuangan yang telah diaudit sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 29/POJK. 04/2016 tentang Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik. Laporan tersebut harus disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan paling lambat pada akhir bulan keempat setelah akhir tahun buku. Namun demikian, setiap tahun masih terdapat perusahaan yang telah melakukan penawaran umum saham . o publi. namun terlambat dalam menyampaikan laporan keuangan yang telah diaudit. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proses audit laporan keuangan ini disebut sebagai audit delay, yang dihitung dari tanggal penutupan buku laporan keuangan hingga tanggal diterbitkannya laporan audit independen. Keberhasilan dalam melaporkan laporan keuangan tepat waktu menjadi faktor penting dalam memanfaatkan laporan keuangan tersebut. Semakin cepat informasi laporan keuangan dipublikasikan, semakin bermanfaat informasi tersebut bagi pengambil Sebaliknya, jika terjadi penundaan yang tidak semestinya dalam pelaporan keuangan, maka informasi yang dihasilkan akan kehilangan relevansi dalam pengambilan Oleh karena itu, penting bagi informasi tersebut disampaikan secepat mungkin agar dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan ekonomi dan untuk menghindari penundaan dalam pengambilan keputusan. Dengan melakukan audit terhadap laporan keuangan, auditor diharapkan dapat memberikan informasi yang menjadi pertimbangan bagi pengguna laporan keuangan dalam pengambilan keputusan. Keterlambatan dalam menyajikan laporan keuangan dapat mengurangi kualitas keputusan yang diambil (Prameswari & Yustrianthe, 2. Kajian Teori Teori Keagenan (Agency Theor. Teori Keagenan menjelaskan tentang hubungan antara pemilik perusahaan, yaitu para pemegang saham, dan manajemen perusahaan. Menurut teori ini, nilai perusahaan tidak akan mencapai potensinya secara maksimal jika tidak ada insentif yang sesuai atau pengawasan yang memadai untuk mengendalikan tindakan manajer perusahaan agar tidak menyalahgunakan wewenangnya demi keuntungan pribadi. (Amri, 2. Dalam teori ini, terdapat pendelegasian tugas dari pemilik perusahaan . kepada manajer perusahaan untuk menjalankan operasional perusahaan. Pengertian Audit Menurut Santi (Wijayanti dan Effriyanti, 2. Audit adalah salah satu bentuk atestasi. Atestasi sendiri merujuk pada komunikasi yang diberikan oleh seorang ahli mengenai kesimpulan terkait keandalan suatu pernyataan yang disampaikan oleh individu lain. Secara lebih rinci, atestasi dapat dijelaskan sebagai "komunikasi tertulis yang menjelaskan kesimpulan tentang keandalan suatu penilaian tertulis yang menjadi tanggung jawab pihak lain". Audit Delay (Variabel Depende. Auditor memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan laporan audit yang akurat dan berkualitas selama proses audit. Tingkat kepatuhan terhadap standar prosedur audit yang lebih tinggi akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyelesaikan audit. Audit delay merujuk pada jumlah hari yang diperlukan oleh auditor untuk menyelesaikan pekerjaan audit, yang dihitung dari tanggal penutupan tahun buku hingga tanggal penerbitan laporan keuangan audit. Audit delay mencerminkan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan audit, mulai dari tanggal penutupan tahun buku hingga saat laporan audit independen berhasil ditata (Alfiani dan Nurmala, 2. Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 969-976 Afza dan Hastuti: Pengaruh Profitabilitas Dan Reputasi Auditor Terhadap Audit Delay Profitabilitas adalah Kemampuan suatu perusahaan dalam mengoptimalkan penggunaan asetnya untuk menghasilkan keuntungan merupakan faktor yang vital bagi keberlangsungan perusahaan. Untuk tetap bertahan, perusahaan perlu menjalankan operasinya secara menguntungkan sesuai dengan pandangan atau pendapat yang ada (Okalesa, 2. Kaitan Antar Variabel Profitabilitas dengan Audit Delay. Profitabilitas mengacu pada kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dari operasionalnya. Hal ini mencerminkan tingkat efektivitas dan keberhasilan perusahaan dalam mencapai keuntungan. Menurut (Suparsada & Putri, 2. , profitabilitas memiliki pengaruh positif terhadap audit delay, yang berarti semakin tinggi tingkat profitabilitas, semakin rendah audit delay yang terjadi. Sebaliknya, jika profitabilitas rendah, maka cenderung terjadi peningkatan audit delay. Penelitian oleh Haris Adi Nugroho dan Dhyah Setyorini . juga menunjukkan bahwa profitabilitas memiliki pengaruh negatif terhadap audit delay. Pengaruh Reputasi Auditor Terhadap Audit Delay Tugas seorang auditor adalah menjaga reputasi mereka dengan menjaga kepercayaan publik dan nama baik mereka sendiri serta kantor akuntan publik (KAP) tempat mereka Hal ini dilakukan dengan memberikan opini yang sesuai dengan kondisi sebenarnya perusahaan. Pengembangan Hipotesis Hasil penelitian yang dilakukan oleh Nurahman Apriyana . menunjukkan bahwa profitabilitas tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap audit delay, dengan koefisien regresi -5,739 dan nilai signifikansi sebesar 0,862. Solvabilitas memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap audit delay, dengan koefisien regresi 27,008 dan nilai signifikansi 0,001. Ukuran perusahaan memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap audit delay, dengan koefisien regresi -9,643 dan nilai signifikansi 0,001. Sementara itu, ukuran KAP tidak memiliki pengaruh terhadap audit delay, dengan koefisien regresi 7,732 dan nilai signifikansi 0,001. Ditemukan bahwa profitabilitas, solvabilitas, ukuran perusahaan, dan ukuran KAP secara signifikan mempengaruhi audit delay, dengan nilai signifikansi keseluruhan sebesar 0,000 dan nilai Adjusted R2 sebesar 0,187. Gambar 1. Kerangka Pemikiran Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 969-976 Afza dan Hastuti: Pengaruh Profitabilitas Dan Reputasi Auditor Terhadap Audit Delay Metodologi Dalam penelitian ini, pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 36 perusahaan selama periode pengamatan selama 2 tahun secara berurutan. Dengan demikian, total sampel yang digunakan adalah sebanyak 120. Data yang telah dikumpulkan dalam penelitian ini dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS versi 25. Penggunaan variabel operasionalisasi yang digunakan adalah: Tabel 1. Tabel Ringkasan Operasionalisasi Variabel Dan Instrumen Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini terdiri dari analisis statistik deskriptif, perkiraan model data panel yang digunakan dengan membandingkan Chow Test. Hausman Test, dan Lagrange Multiplier Test, uji adjusted R , analisis regresi linear berganda, uji F, dan uji T. Hasil Uji Statistik dan Kesimpulan Pada penelitian ini, variabel independen yang digunakan adalah ukuran perusahaan . irm siz. yang diukur menggunakan log natural total asset (LN). Dalam Tabel 4. 1, dapat dilihat bahwa nilai minimum variabel ini adalah 0, nilai maksimum adalah 1, nilai rataratanya adalah 0,19, dan standar deviasi adalah 0,401. Untuk mengukur variabel profitabilitas perusahaan, digunakan return on asset (ROA). Dalam Tabel 4. 1, terlihat bahwa ROA memiliki nilai minimum -6,287 dan nilai maksimum 36,983. Nilai rata-ratanya adalah 11,49281, dan standar deviasinya adalah 9,642805. Tabel 1. Hasil Uji Analisis Statistik Deskriptif Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 969-976 Afza dan Hastuti: Pengaruh Profitabilitas Dan Reputasi Auditor Terhadap Audit Delay Langkah berikutnya yang dilakukan adalah Uji Kesesuaian (Goodness of Fit Tes. oleh Hosmer dan Lemeshow. Uji Kesesuaian ini berguna untuk mengevaluasi sejauh mana model yang digunakan cocok dengan data dan mengukur sejauh mana garis regresi dapat menjelaskan variasi nilai variabel independen. Uji Kesesuaian Hosmer dan Lemeshow khususnya digunakan untuk menguji kecocokan model regresi logistik. Tabel 2. Hasil Uji Kelayakan Model Regresi. Pada tabel 3 diatas menunjukan nilai Chi-square sebesar 8,217 dengan nilai signifikansi sebesar 0,314. Berdasarkan hasil tersebut, nilai signifikansi lebih dari 0,05 maka berarti model mampu memprediksi nilai observasinya atau dapat dikatakan model dapat diterima karena cocok dengan data observasinya. Mengevaluasi Keseluruhan Model (Overall Model Fi. Pengujian keseluruhan model fit digunakan untuk menentukan sejauh mana model yang diusulkan cocok dengan data yang ada. Metode ini melibatkan perbandingan antara nilai -2Log Likelihood (-2LL) pada awal (Block Number. dengan nilai -2Log Likelihood (-2LL) pada akhir (Block Number. Jika terjadi penurunan nilai antara -2LL awal dan -2LL akhir, maka model yang diusulkan dianggap cocok dengan data. Sebaliknya, jika tidak terjadi penurunan nilai antara -2LL awal dan -2LL akhir, maka model yang diusulkan dianggap tidak cocok dengan data. Hasil pengujian Likelihood menunjukkan sebagai berikut: Tabel 3. Overall Model Fit Angka -2LL (-2 Log Likelihoo. pada awalnya adalah 35,457, sedangkan pada Tabel 5 terdapat angka -2LL (-2 Log Likelihoo. sebesar 28,625. Hal ini menunjukkan adanya penurunan nilai sebesar. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat penurunan yang signifikan dalam nilai -2 Log Likelihood, yang menandakan bahwa model regresi menjadi lebih baik. Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 969-976 Afza dan Hastuti: Pengaruh Profitabilitas Dan Reputasi Auditor Terhadap Audit Delay Pengujian selanjutnya adalah Matriks klasifikasi menunjukkan kekuatan prediksi dari model regresi untuk memprediksi kemungkinan mengalami audit delay yang diterima oleh perusahaan. Tabel 4. Hasil Matriks Klasifikasi Prediksi kekuatan model regresi untuk memperkirakan kemungkinan audit delay perusahaan adalah sebesar 28,6%. Hal ini menunjukkan bahwa dari total 7 sampel yang mengalami audit delay, model tersebut dapat memprediksi dengan tepat 2 perusahaan . ,6%). Sementara itu, kekuatan prediksi model untuk perusahaan yang tidak mengalami audit delay adalah sebesar 96,6%. Artinya, dari total 28 sampel yang tidak mengalami audit delay, model tersebut dapat memprediksi dengan tepat 28 sampel . ,6%). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kekuatan prediksi dari model regresi logistik yang digunakan adalah 83,3%, yang menunjukkan kualitas yang cukup baik. Hasil yang terakhir adalah Uji Regresi Logistik Model regresi logistik yang terbentuk disajikan pada tabel berikut ini: Tabel 5. Hasil Uji Regresi Logistik Model Hasil pengujian terhadap koefisien regresi menghasilkan model berikut ini: AD = -2846Ae-0,115PRO -0,975RK A Berdasarkan pengujian regresi logistik . ogistic regressio. sebagaimana telah di jelaskan pada bagian sebelumnya, intreprestasi hasil disajikan dalam tiga bagian. Bagian pertama membahas pengaruh reputasi auditor terhadap audit delay (H. , bagian kedua membahas profitabilitas terhadap audit delay (H. Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 969-976 Afza dan Hastuti: Pengaruh Profitabilitas Dan Reputasi Auditor Terhadap Audit Delay Diskusi