ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat Diterima : 21 Desember 2025 Direvisi : 22 Desember 2025 DOI : 10. 58518/darajat. Dipublikasi : 24 Desember 2025 STRATEGI PEMBELAJARAN GURU PAUD DALAM MENGINTEGRASIKAN NILAI ISLAM DI ERA DIGITAL Imroatus Syafiqoh Institut Agama Islam Tarbiyatut. Lamongan. Indonesia Email : syafiqah@iai-tabah. Rusi Novi Safitri Institut Agama Islam Pemalang. Indonesia Email : rusisafitri18@gmail. Abstrak Perkembangan era digital membawa tantangan dalam pembelajaran anak usia dini, khususnya dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam secara efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pembelajaran guru PAUD serta bentuk integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran anak usia dini di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada tiga lembaga PAUD, yaitu TK Al Wahab. TK Muslimat 05, dan TK Tarbiyatul Athfal. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Islam dilaksanakan secara terencana dan terintegrasi dalam seluruh kegiatan pembelajaran melalui pembiasaan harian, keteladanan guru, dan pembelajaran Nilai adab dasar, seperti salam, doa, sopan santun, dan sikap hormat, menjadi fokus utama karena bersifat konkret dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Pemanfaatan media digital Islami, seperti video edukasi, lagu doa, dan media visual sederhana, digunakan secara selektif dan terkontrol untuk meningkatkan minat dan keterlibatan belajar anak. Integrasi nilai Islam juga diperkuat melalui kolaborasi dengan orang tua serta asesmen autentik berbasis observasi terhadap perilaku anak. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran PAUD di era digital dipengaruhi oleh konsistensi pembiasaan, keteladanan guru, pemanfaatan teknologi secara bijak, serta keterlibatan orang tua dalam mendukung pembentukan karakter religius anak. Kata kunci: Strategi Pembelajaran. Nilai Islam. Era Digital. Abstract The development of the digital era presents challenges for early childhood education, particularly in integrating Islamic values effectively and sustainably. This study aims to describe the learning strategies of early childhood education teachers and the integration of Islamic values into early childhood education in the digital era. The study employed a qualitative approach with a case study design in three early childhood education institutions: Al Wahab Kindergarten. Muslimat 05 Kindergarten, and Tarbiyatul Athfal Kindergarten. Data were collected through interviews, observations, and documentation studies, followed by descriptive thematic analysis. The research results show that the integration of Islamic values is implemented in a planned and integrated manner throughout all learning activities 152 Strategi Pembelajaran Guru PAUD. | Imroatus Syafiqoh. Rusi Novi Safitri Darajat. Volume 8. Nomor2. Desember 2025 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat through daily habits, teacher role models, and thematic learning. Basic etiquette values, such as greetings, prayers, politeness, and respect, are the primary focus because they are concrete and appropriate to children's developmental stages. The use of Islamic digital media, such as educational videos, prayer songs, and simple visual media, is selectively and controlled to increase children's interest and engagement in learning. The integration of Islamic values is also strengthened through collaboration with parents and authentic, observation-based assessments of children's behavior. The study's conclusions indicate that the success of integrating Islamic values into early childhood education in the digital era is influenced by consistent habits, teacher role models, wise use of technology, and parental involvement in supporting the development of children's religious character. Keywords: learning strategies. Islamic values, digital era. PENDAHULUAN Era digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan anak usia dini. Teknologi digital kini menjadi bagian tidak terpisahkan dari keseharian anak, mulai dari penggunaan gawai, video edukasi, hingga permainan digital. Namun demikian, perkembangan teknologi yang begitu pesat juga menghadirkan tantangan baru, terutama dalam menjaga dan menanamkan nilai-nilai moral serta karakter pada anak usia dini. Salah satu nilai moral yang memiliki peranan penting dalam pembentukan karakter anak adalah nilai-nilai Islam yang mencakup akhlak, kedisiplinan, kesopanan, dan keteladanan. Fenomena ini menjadikan guru perlu adaptasi dengan perubahan yang terjadi agar tetap lebih efektif dan relevan dalam konteks globalisasi dan teknologi 1. Pada lembaga PAUD, penanaman nilai Islam merupakan bagian penting dari pendidikan karakter. Guru sebagai pendidik diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang tidak hanya mengembangkan aspek kognitif, tetapi juga spiritual dan sosial emosional anak. Integrasi nilai Islam ke dalam kegiatan belajar menjadi semakin penting di tengah pesatnya arus digitalisasi, karena teknologi yang tidak terkontrol dapat membawa dampak negatif seperti berkurangnya interaksi sosial, perilaku imitasi yang kurang baik, serta berkurangnya sensitivitas anak terhadap nilai moral. Oleh karena itu, guru perlu menyusun strategi pembelajaran yang relevan dan adaptif untuk mengintegrasikan nilai Islam dengan pemanfaatan teknologi digital secara bijaksana. Kondisi ini menuntut guru untuk mampu menggunakan teknologi dengan tepat untuk memperkaya pengalaman belajar dan mendorong siswa untuk memahami nilai nilai agama dalam konteks digital yang lebih luas 2. Penggunaan media digital di sekolah diperlukan strategi, cara atau rencana, yang dapat digunakan guru dalam memilih metode pembelajaranyang berorientasi pada kebutuhan anak dan mempertimbangkan lingkungan 3. Selain itu strategi juga mencakup penggunaan alat/media apa dalam proses pembelajaran, bagaimana melaksanakan pembelajaran yang meliputi metode dan teknik pembelajaran, tempat pelaksanaan Salsabila. Spando. Astuti. Rahmadia. , & Nugroho. AuIntegrasi Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Bidang Pendidikan Islam,Ay Jurnal Pendidikan 3, no. : 438Ae48, https://doi. org/https://doi. org/10. 36232/pendidikan. Salsabila. Spando. Astuti. Rahmadia. , & Nugroho. R Yatim. Paradigma Baru Pembelajaran: Sebagai Referensi Bagi Pendidik Dalam Implementasi Pembelajaran Yang Efektif Dan Berkualitas (Kencana-Prenada Media Group, 2. 153 Strategi Pembelajaran Guru PAUD. | Imroatus Syafiqoh. Rusi Novi Safitri Darajat. Volume 8. Nomor2. Desember 2025 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat pembelajaran dan waktu yang diperlukan 4. Maka media digital dalam pembelajaran menjadi kebutuhan penting di sekolah. Peran guru dituntut tidak hanya mampu mengoperasikan perangkat digital, tetapi juga merancang strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak. sehingga diperlukan pemahaman yang tepat mengenai strategi penerapannya agar kualitas pembelajaran dapat meningkat. Hasil observasi di PAUD Islam berada di Kabupaten Lamongan, diketahui bahwa guru PAUD menerapkan strategi pembelajaran digital dengan mengombinasikan media interaktif seperti video cerita Islami, lagu-lagu religius, serta aplikasi pembelajaran sederhana untuk mengenalkan nilai keislaman kepada anak. Guru memilih media yang sesuai usia dan mengintegrasikan kegiatan refleksi singkat setelah pemutaran media agar anak memahami pesan moral yang disampaikan. Senada dengan hasil wawancara diperoleh informasi bahwa guru menggunakan beberapa strategi dalam proses pembelajaran dalam menyampaikan nilai kejujuran, kasih sayang, dan adab Islami, karena anak lebih mudah memahami melalui tampilan visual dan audio yang menarik. pembelajaran nilai-nilai Islam telah diintegrasikan dalam kegiatan belajar sehari-hari melalui pembiasaan adab, kegiatan religius rutin, serta pemanfaatan media digital sederhana seperti video edukasi Islami. Guru secara konsisten membimbing anak dengan pendekatan yang lembut dan kontekstual, sehingga nilai agama tidak diajarkan secara terpisah, melainkan menyatu dalam aktivitas pembelajaran anak usia dini. Meski demikian, guru tetap melakukan pendampingan langsung untuk memastikan anak tidak hanya menikmati media, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai-nilai keislaman dalam perilaku sehari-hari. Sejumlah penelitian sebelumnya telah membahas penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran PAUD. Namun, sebagian besar penelitian masih berfokus pada penggunaan media digital sebagai alat bantu belajar dan pembelajaran umum, bukan pada strategi guru dalam mengintegrasikan nilai Islam secara komprehensif di era digital. Seperti yang telah dikatakan dalam penelitian 5 bahwa berbagai media dalam proses pembelajaran pada anak usia dini biasanya dimempermudah dalam pengenalan jenisjenis hewan serta dengan adanya animasi mampu meningkatkan minat belajar peserta Selain itu Sejumlah penelitian menunjukkan peran teknologi dalam proses belajar mengajar anak usia dini diantaranya hanya membantu mengembangkan kemampuan refleksi secara sosial dan kognitif 6. Dengan demikian, terdapat ruang untuk penelitian yang lebih mendalam mengenai bagaimana guru PAUD merancang strategi pembelajaran yang efektif dalam mengintegrasikan nilai Islam sesuai kebutuhan anak di era digital. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bentuk dan strategi pembelajaran yang diterapkan guru PAUD dalam mengintegrasikan nilai Islam di era digital. peran teknologi digital dalam mendukung maupun menghambat penanaman nilai Islam pada anak usia dini. serta merumuskan model atau rekomendasi strategi pembelajaran yang efektif dan adaptif untuk mengintegrasikan nilai Islam pada pembelajaran PAUD di era digital. Sehingga melalui penelitian ini diharapkan dapat diperoleh gambaran komprehensif mengenai cara guru dalam menghadapi tantangan digital sekaligus tetap menjaga kualitas pendidikan nilai Islam bagi anak usia dini. Dengan demikian, pendidikan Akbar. Metode Belajar Anak Usia Dini. Prenada Media Group (Prenada Media Group, 2. Sudaryono. Desrianti. , & Maulida. AuMedia Animasi Interaktif Untuk Anak Usia Dini Pada RA Yasir Tangerang,Ay . ICIT Journal 4, no. : 168Ae79, https://doi. org/https://doi. org/https://10. 33050/icit. C Ching. C, dan Wang. AuDigital Photography and Journals in a KindergartenFirst-Grade Classroom: Toward Meaningful Technology Integration in Early Childhood Education. Early Education & Development,Ay Early Education & Development 17, no. : 347Ae71. 154 Strategi Pembelajaran Guru PAUD. | Imroatus Syafiqoh. Rusi Novi Safitri Darajat. Volume 8. Nomor2. Desember 2025 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat PAUD dapat berjalan selaras antara kemajuan teknologi dan penguatan karakter Islami pada anak. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif pada tiga PAUD yang telah mengintegrasikan nilai Islam dan memanfaatkan media digital. Subjeknya guru PAUD . nforman utam. serta kepala sekolah/koordinator kurikulum . nforman kunc. , dipilih secara purposive: guru aktif Ou1 tahun, menggunakan media digital saat pembelajaran, dan memiliki program penanaman nilai Islam . oa, akhlak harian, projek temati. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur . trategi, pemilihan media, kendala, evaluas. , observasi terbatas . roses belajar, penggunaan video/lagu/aplikasi, pembiasaan nilai Islam, interaks. , serta studi dokumen (RPP/CP/ATP, jadwal, tautan media, foto, kebijakan literasi digital dan pembinaan akhla. Peneliti berperan sebagai instrumen dengan panduan dan format telaah dokumen. Keabsahan dijaga melalui triangulasi sumber dan metode, member checking, peer debriefing, serta audit trail. Analisis tematik mengikuti Miles. Huberman, dan Saldaya: kondensasi dan pengodean atas tema strategiAeperan teknologiAehambatanAesolusi, penyajian data dalam matriks kasus y tema . erencanaanAepelaksanaanAeevaluas. , penarikan/verifikasi kesimpulan, dan analisis lintas-kasus untuk merumuskan pola strategi, faktor pendukung/penghambat, serta draf model rekomendasi. PEMBAHASAN Strategi Pembelajaran Guru PAUD dalam Mengintegrasikan Nilai Islam di Era Digital TK Al Wahab Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAUD di TK Al Wahab mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam pembelajaran sehari-hari secara terencana dan berkelanjutan. Integrasi nilai dilakukan dengan memprioritaskan adab dasar seperti mengucapkan salam, berdoa, bersikap sopan, dan menghormati guru serta orang tua. Nilai-nilai tersebut disampaikan melalui pembiasaan harian yang diterapkan secara konsisten pada kegiatan pembuka, inti, dan penutup pembelajaran. Nilai keislaman dalam pembelajaran diintegrasikan ke dalam seluruh aktivitas pembelajaran agar anak memperoleh pengalaman belajar yang bermakna dan kontekstual 7. Strategi pembelajaran yang diterapkan di TK Al Wahab disesuaikan dengan tahap perkembangan anak usia dini. Guru memilih nilai yang sederhana, konkret, dan mudah dipraktikkan dalam aktivitas sehari-hari. Guru juga berperan sebagai teladan dengan menampilkan perilaku Islami dalam interaksi di kelas, sehingga anak belajar nilai Islam melalui observasi dan peniruan. Dalam konteks era digital, guru memanfaatkan media digital Islami seperti video edukasi, lagu doa anak, dan media visual sederhana untuk meningkatkan minat belajar anak. Nilai Islam diintegrasikan ke dalam pembelajaran tematik serta diperkuat melalui kolaborasi dengan orang tua melalui media digital. menuturkan bahwa media digital yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak dapat meningkatkan minat belajar dan membantu pemahaman nilai religius. Penggunaan media digital dilakukan secara terbatas dan terkontrol agar tetap mendukung pembelajaran dan membantu internalisasi nilai Islam pada anak usia dini. Suyadi. Strategi Pembelajaran Pendidikan Karakter (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. Wiyani. Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi Pada PAUD (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2. 155 Strategi Pembelajaran Guru PAUD. | Imroatus Syafiqoh. Rusi Novi Safitri Darajat. Volume 8. Nomor2. Desember 2025 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat TK Muslimat 05 Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran guru PAUD di TK Muslimat 05 dalam mengintegrasikan nilai Islam di era digital berfokus pada penanaman adab sebagai fondasi karakter anak usia dini. Adab dasar seperti mengucapkan salam, bersikap sopan, dan menghormati guru serta orang tua diprioritaskan karena bersifat konkret, mudah dilatihkan, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Berdasarkan teori belajar sosial, anak usia dini belajar perilaku dan nilai melalui proses observasi dan imitasi terhadap figur yang dianggap signifikan, seperti guru 9. Nilai Islam diintegrasikan secara konsisten dalam kegiatan harian kelas melalui pembiasaan, keteladanan guru, serta penciptaan suasana belajar yang positif sehingga nilai dipahami sebagai perilaku nyata, bukan sekadar konsep verbal. Pemanfaatan media digital terkurasi menjadi strategi pendukung dalam pembelajaran nilai Islam. Guru menggunakan video, lagu Islami, dan presentasi sederhana yang disesuaikan dengan kebutuhan kelas dan digunakan secara interaktif, seperti bernyanyi dan menirukan doa. Integrasi nilai juga dilakukan secara tematik, sehingga nilai Islam menjadi benang merah dalam berbagai tema pembelajaran. Kolaborasi dengan orang tua melalui media komunikasi digital memperluas praktik nilai di rumah. Dalam penggunaan media digital Islami yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak, seperti lagu Islami, video edukatif, dan aplikasi ramah anak, mampu meningkatkan keterlibatan belajar serta membantu anak memahami nilai agama secara konkret dan kontekstual 10 Secara keseluruhan, strategi ini menunjukkan bahwa integrasi nilai Islam pada anak usia dini efektif ketika mengombinasikan keteladanan, pembiasaan konsisten, dan pemanfaatan teknologi secara bijak. TK Tarbiyatul Athfal Strategi pembelajaran guru PAUD dalam mengintegrasikan nilai Islam di era digital di TK Tarbiyatul Athfal dilakukan melalui pengenalan konsep keagamaan dasar, seperti mengenal Tuhan, malaikat, nabi, serta rukun iman dan rukun Islam, yang disampaikan secara sederhana dan bertahap sesuai dengan perkembangan anak. Integrasi nilai Islam tidak diajarkan secara terpisah, tetapi dibiasakan dalam aktivitas sehari-hari, seperti pembiasaan adab sopan santun dan pemahaman fungsi benda di lingkungan sekolah. Guru di TK Tarbiyatul Athfal menerapkan strategi pembiasaan secara konsisten setiap hari karena masa kanak-kanak dipandang sebagai masa emas dalam pembentukan karakter. menyebutkan bahwa pembiasaan religius yang diterapkan secara rutin mampu membentuk sikap religius anak secara bertahap dan berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya di TK Tarbiyatul Athfal guru berperan sebagai teladan dan pembimbing dengan pendekatan yang lembut tanpa paksaan, sehingga anak mudah menerima nilai-nilai Islam yang diajarkan. Dalam era digital, guru di TK Tarbiyatul Athfal memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi seperti PowerPoint dan video edukasi Islami untuk meningkatkan minat belajar anak. Media dipilih secara selektif dengan memperhatikan alur cerita, peran tokoh, dan durasi yang sesuai, serta disertai penjelasan setelah penayangan agar anak tidak mengalami kesalahpahaman. Strategi pembelajaran juga diperkuat melalui metode Bandura. Social Learning Theory (Englewood Cliffs. NJ: Prentice Hall, 1. Ramadani. Kardi. Ismail. , & Hamzah. AuExploring the Integration of Digital Media in Islamic Early Childhood Education,Ay Al-Athfal: Jurnal Pendidikan Anak 11, no. : 35Ae47. Latif. Zukhairina. Zubaidah. , & Afandi. Orientasi Baru Pendidikan Anak Usia Dini: Teori Dan Aplikasi (Jakarta: Kencana, 2. 156 Strategi Pembelajaran Guru PAUD. | Imroatus Syafiqoh. Rusi Novi Safitri Darajat. Volume 8. Nomor2. Desember 2025 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat bercerita kisah nabi, bermain peran, bernyanyi lagu anak bernuansa Islami, serta kegiatan pembelajaran di luar ruangan yang selalu diawali dengan doa. Evaluasi dilakukan melalui observasi perilaku anak dalam keseharian, yang menunjukkan bahwa anak di TK Tarbiyatul Athfal mampu menerapkan nilai Islam, seperti mengucapkan AupermisiAy dan berperilaku sopan. 12 menjelaskan bahwa perilaku moral anak dapat berkembang melalui kegiatan yang dilakukan berulang kali seperti anak berperilaku positif yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun terdapat tantangan berupa rasa ingin tahu anak yang tinggi terhadap media digital, guru mengatasinya dengan pendampingan dan pengarahan, serta menjalin komunikasi dengan orang tua agar pembiasaan nilai Islam dapat berlanjut di rumah. Bentuk Integrasi Nilai Nilai Islam dalam Pembelajaran Anak Usia Dini TK Al Wahab Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran di TK Al Wahab dilakukan secara terencana dan menjadi bagian dari kegiatan belajar sehari-hari. Nilai Islam tidak diajarkan secara terpisah, tetapi diintegrasikan ke dalam seluruh aktivitas pembelajaran. Nilai yang paling diprioritaskan adalah adab dasar, seperti mengucapkan salam, berdoa sebelum dan sesudah kegiatan, bersikap sopan kepada guru dan teman, merapikan mainan, serta makan dan minum sesuai adab Islami. Nilai-nilai tersebut dipilih karena mudah dipahami dan dapat langsung dipraktikkan oleh anak dalam kehidupan sehari-hari. nilai adab yang konkret dan aplikatif lebih mudah dipahami anak dibandingkan konsep religius yang abstrak, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan sesuai dengan tahap perkembangan anak 13. Integrasi nilai Islam dilakukan secara konsisten pada setiap tahapan pembelajaran, yaitu kegiatan pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup melalui pembiasaan doa, salam, dan penguatan perilaku baik. Guru di TK Al Wahab berperan sebagai teladan dalam proses pembelajaran nilai Islam. Guru tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga menunjukkan langsung perilaku Islami dalam interaksi sehari-hari di kelas. Selain itu, guru memanfaatkan media digital Islami seperti video edukasi, lagu doa anak, dan tampilan gambar sederhana untuk meningkatkan minat belajar anak. Nilai-nilai Islam juga diintegrasikan ke dalam pembelajaran tematik dan diperkuat melalui kerja sama dengan orang tua melalui grup WhatsApp. Dukungan orang tua melalui komunikasi digital dalam dijadikan sebagai penguatan nilai di rumah terbukti memperkuat karakter religius anak secara berkelanjutan Secara keseluruhan, integrasi nilai-nilai Islam tersebut membantu anak membiasakan perilaku sopan, berdoa, dan bersikap sesuai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. TK Muslimat 05 Hasil penelitian di TK Muslimat 05 menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran anak usia dini berfokus pada penanaman adab sebagai fondasi Nilai adab seperti salam, sopan santun, menghormati guru dan orang tua, kebersihan, serta sikap saling menghargai diintegrasikan secara konsisten dalam rutinitas harian pembelajaran melalui kegiatan pembuka, inti, dan penutup. Keteladanan guru memiliki pengaruh penting terhadap internalisasi nilai agama, karena anak belajar melalui Hurlock. Perkembangan Anak (Jilid . (Jakarta: Erlangga. , 2. Ainnin. , & Ismail. AuIntegration of Islamic Education into Early Childhood Education Curriculum: Building Character in the Digital Era,Ay Absorbent Mind: Journal of Early Childhood Education 6, no. : 1Ae12. Tentiasih. , & Alwi. AuPendidikan Agama Islam Sebagai Fondasi Pembentukan Karakter Anak Usia Dini,Ay Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 5, no. : 987Ae99. 157 Strategi Pembelajaran Guru PAUD. | Imroatus Syafiqoh. Rusi Novi Safitri Darajat. Volume 8. Nomor2. Desember 2025 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat observasi dan peniruan perilaku nyata yang mereka lihat setiap hari di lingkungan sekolah Integrasi ini dilaksanakan melalui pendekatan pembiasaan, keteladanan guru sebagai uswah, serta penyesuaian dengan tahap perkembangan anak, sehingga nilai Islam dipahami dan dipraktikkan sebagai perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari. Integrasi nilai-nilai Islam tersebut diperkuat melalui pemanfaatan media digital terkurasi dan pembelajaran tematik. Pendekatan tematik-integratif ini dinilai efektif dalam membantu anak menginternalisasi nilai Islam melalui pengalaman belajar yang utuh dan berkelanjutan 16 Guru memanfaatkan lagu Islami, video, serta aplikasi ramah anak yang dikombinasikan dengan praktik langsung seperti role play dan aktivitas keseharian, sehingga pembelajaran berlangsung interaktif dan bermakna. Nilai Islam juga disisipkan dalam berbagai tema pembelajaran agar menjadi benang merah kurikulum. Kolaborasi dengan orang tua melalui media komunikasi digital serta asesmen autentik berbasis observasi dan portofolio mendukung keberlanjutan pembiasaan nilai Islam baik di sekolah maupun di rumah. TK Tarbiyatul Athfal Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Islam di TK Tarbiyatul Athfal dilaksanakan secara terencana dan terintegrasi dalam seluruh kegiatan pembelajaran anak usia dini. Pengenalan nilai agama dimulai dari konsep dasar, seperti mengenal Tuhan, malaikat, nabi, serta rukun iman dan rukun Islam, yang disampaikan secara sederhana dan bertahap sesuai dengan perkembangan anak. Penanaman nilai Islam diwujudkan melalui pembiasaan adab dalam aktivitas sehari-hari, seperti bersikap sopan dan memahami fungsi benda di lingkungan sekolah. Guru berperan sebagai teladan dan pembimbing dengan pendekatan yang lembut dan tanpa paksaan, serta memanfaatkan media pembelajaran seperti video edukasi Islami, cerita nabi, bermain peran, dan kegiatan pembelajaran di luar ruangan yang selalu diawali dengan doa. Hasil penelitian 17 menunjukkan bahwa media digital seperti video edukasi Islami, lagu doa, dan media visual sederhana dapat meningkatkan minat belajar anak serta membantu memahami nilai agama secara konkret, selama penggunaannya tetap diawasi dan tidak menggantikan interaksi langsung guru dan anak. Evaluasi pembelajaran dilakukan melalui observasi terhadap perilaku anak dalam Hasilnya menunjukkan bahwa anak mulai mampu menerapkan nilai-nilai Islam dalam perilaku sehari-hari, seperti mengucapkan AupermisiAy dan menunjukkan sikap sopan. Anak juga menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap pembelajaran berbasis media Meskipun demikian, terdapat kendala berupa rasa ingin tahu anak yang tinggi saat penggunaan media digital, sehingga diperlukan pengawasan dan pendampingan guru. Selain itu, dukungan orang tua dalam melanjutkan pembiasaan nilai Islam di rumah masih Temuan ini menunjukkan bahwa konsistensi guru, keteladanan, serta keterlibatan orang tua menjadi faktor penting dalam keberhasilan integrasi nilai-nilai Islam pada anak usia dini di TK Tarbiyatul Athfal. 18 Pengintegrasian nilai-nilai religius dalam pembelajaran PAUD tidak hanya memperkuat dimensi spiritual anak, tetapi juga dapat Ramadani. Kardi. Ismail. , & Hamzah. AuExploring the Integration of Digital Media in Islamic Early Childhood Education. Ay Ainnin. , & Ismail. AuIntegration of Islamic Education into Early Childhood Education Curriculum: Building Character in the Digital Era. Ay Habibulloh. Fauzi. , & Kurniawan. AuStrategi Integrasi Nilai-Nilai Islam Dalam Pembelajaran PAUD Berbasis Kurikulum Merdeka,Ay IAotibar: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini 8, no. : 210Ae23. Tantri Sundari Santoso et al. AuStrategi Pengembangan Nilai-Nilai Agama Ditinjau Dari Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini,Ay DUNIA ANAK:Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 2, no. 158 Strategi Pembelajaran Guru PAUD. | Imroatus Syafiqoh. Rusi Novi Safitri Darajat. Volume 8. Nomor2. Desember 2025 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat mendorong perkembangan karakter sosial seperti empati, kerja sama, serta keterampilan emosional melalui pengalaman langsung dalam kegiatan harian. KESIMPULAN Hasil pembahasan menunjukkan bahwa strategi pembelajaran guru PAUD dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam di era digital pada TK Al Wahab. TK Muslimat 05, dan TK Tarbiyatul Athfal dilaksanakan secara terencana dan terintegrasi dalam seluruh kegiatan Nilai Islam tidak diajarkan secara terpisah, melainkan diinternalisasikan melalui pembiasaan harian, keteladanan guru, dan penguatan perilaku positif pada setiap tahapan pembelajaran. Fokus utama integrasi nilai adalah penanaman adab dasar sebagai fondasi karakter religius anak usia dini karena bersifat konkret dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Guru berperan sebagai teladan dalam menampilkan perilaku Islami, sementara pemanfaatan media digital Islami digunakan secara selektif dan terkontrol sebagai pendukung pembelajaran untuk meningkatkan minat dan keterlibatan anak. Integrasi nilai Islam melalui pembelajaran tematik menjadikan nilai religius sebagai benang merah kurikulum, yang diperkuat melalui kolaborasi dengan orang tua dan asesmen autentik. Temuan ini menegaskan bahwa konsistensi guru, keteladanan, pemanfaatan teknologi secara bijak, serta keterlibatan orang tua menjadi faktor kunci keberhasilan integrasi nilainilai Islam dalam pembelajaran anak usia dini. DAFTAR PUSTAKA